ATMOSFER
Atmosfer berasal dari kata atmo yang berarti uap dan sphere
berarti lapisan. Jadi, atmosfer adalah lapisan udara yang
menyelubungi suatu planet dari permukaan sampai ke luar
angkasa.
Komposisi gas di atmosfer meliputi :
• Nitrogen (78,08%)
• Oksigen (20,95%)
• Argon (0,93%)
• Karbon dioksida
(0,035%)
Atmosfer memiliki sifat sebagaimana udara yang
tidak terlihat, tetapi benar-benar ada. Sifat udara
sebagai berikut :
a. Elastis dan dinamis
b. Transparan dalam beberapa bentuk angin/udara yang bergerak
c. Mampu menghasilkan tekanan karena memiliki massa
d. Mudah merambat dengan cepat
Sebagai selubung udara di permukaan bumi, atmosfer memiliki
manfaat sebagai berikut:
 Menjadi tempat terjadinya gejala cuaca
 Mengatur suhu bumi sehingga fluktuasi suhu tidak tinggi antara
siang dan malam.
 Berperan dibidang komunikasi sebagai tempat memntulkan
gelombang
 Melindungi bumi dari jatuhan benda luar angkasa.
1. Troposfer
• Ketebalan 0-12 km diatas permukaan bumi
• Tempat terjadinya proses cuaca dan iklim
• Terdapat penurunan suhu
• Batas yang menandai berakhirnya lapisan ini
disebut dengan tropopause.
2. Stratosfer
o Terdapat lapisan ozon yang melindungi dari
radiasi sinar UV
o Batas yang menandai akhirnya lapisan ini yaitu
stratopause.
3. Mesosfer
 Melindung bumi dari benturan benda asing dari luar
angkasa seperti meteor
 Adanya gelombang radio
 Pembatas lapisan ini mesopause
4. Termosfer
 Terletak dengan ketinggian 80-300km
 Tempat terjadi proses ionisasi gas-gas oleh radiasi
matahari
 Antara lapisan termosfer dan eksosfer terdapat lapisan
termopause.
1. Gejal-Gejala Cuaca
a. Penyinaran matahari
Matahari memancarkan sinarnya dalam bentuk gelombang
elektromagnetik. Intensitas cahaya yang diterima setiap wilayah dipermukaan bumi
berbeda sehingga menyebabkan perbedaan cuaca dan iklim. Lama penyinaran
matahari berpengaruh pada jumlah energi radiasi matahari.
1. Pemanasan langsung
Pemanasan atmosfer oleh matahari secara langsung tidak menyebabkan
pergergakan atmosfer dan dapat terjadi melalui tiga proses sebaga berikut.
a. Absorbsi, penyerapan unsur-unsur raiasi matahari oleh zat-zat di atmosfer.
b. Refleksi, pemanasan atmosfer oleh sinar matahari tetapi dipantulkan
kembali oleh butir-butir air di atmosfer.
c. Difusi yang menyebabkan langit terihat berwarna biru merupakan proses
pemanaan gelombang pendek dari sinar matahari yang tersebar ke segala
penjuru.
2. Pemanasan tidak langsung
Proses pemanasan tidak langsung ini dapat terjadi melalui
proses berikut ini .
a. Konvesi, udara panas yang bergerka secara vertikal
b. Konduksi, moekul uadara panas saling bersinggungan
dengan molekul udara dengan suhu lebih rendah
diatasnya sehingga lapisan diatasnya menjadi panas
c. Adveksi, pemanasan udara yang awalnya dingin oleh
geakan udara panas secara horizontal
d. Turbulensi, penyeberan udara panas secara tidak teratur.
Suhu Udara
Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Pengukuran suhu
udara apat dilakukan dengan termometer dan dinyatakan dalam satuan derajat celcius dan
fahrenheit.
 Faktor yang memengaruhi tinggi rendahnya suhu udara, yaitu sebagai berikut.
a. Lamanya penyinaran matahari
b. Suhu datang sinar matahari
c. Perbedaan letak lintang, semakin jauh dari
khatulistiwa suhu semakin rendah
d. Keadaan awan.
e. Relief permukaan bumi
Perbedaan suhu dipermukaan bumi dibedakan pula secara horizontal dan vertikal.
1. Secara horizontal
Daerah tropis yang berlintang rendah mempunyai suhu paling tinggi karena
penyinaran matahari maksimal. Daerah kutub paling rendah karena berada
didaerah lintang tinggi.
2. Secara vertikal
Perbedaan suhu secara vertikal berdasarkan ketinggian, semakin tinggi suatu
tempat semakin dingin suhu udaranya, dapat dihitung dengan menggunakan
rumus mock sebagai berikut.
ΔT = 0,006 x (X1-X2) x 1°C
ΔT = 0,006 x (X1-X2) x 1°C
ΔT = selisih suhu udara
X1 = tinggi tempat yang
diketahui
X2 = tinggi tempat yang dicari
kelembapan udara berkaitan dengan kandungan air dalam udara. Semakin
banyak kandungan uap air di udara maka udara tersebut semakin lembab.
Kelembapan udara dibedakan menjadi 2 jenis yaitu;
a) Kelembapan Absolut
Banyaknya uap air yang terdapat pada uadara di suatu tempat.
b) Kelembapan Relatif
Perbandingan jumlah uap air dalam udara dengan jumlah uap air
maksimal yang dapat ditampung oleh udara pada suhu yang sama dan
dinyatakan dalam persentase. Rumus yang dapat digunakan untuk
mengukur kelmbapan udara relatif yaitu sebagai berikut.
LR =
𝑒
𝐸
x 100
Keterangan :
LR :kelembapan udara relatif
e :kandungan uap air aktual di
udara(minimum)
E :kandungan uap air
maksimal yang dapat
ditampung udara.
Tekanan udara adalah berat masa udara di atas suatu
wilayah. Alat untuk mengukur tekanan udara disebut
barometer. Orang pertama yang mengukur tekanan udara
ialah Torri Celli. Daerah yang banyak menerima panas
matahari udaranya akan mengembang dan naik. Oleh
karena itu, dareah tersebut bertekanan udara rendah.
Di tempat lain terdapat tekanan udara tinggi sehingga
terjadilah gerakan udara dari daerah bertekanan
tinggi ke daerah bertekanan udara rendah. Gerakan
udara tersebut dinamakan angin.
Angin
Angin adalah udara yang bergerak dari daerah memiliki tekanan
udara maksimum ke daerah memiliki tekanan udara minimum.
Alat untuk mengukur kecepatan angin adalah anemometer. Angin
dapat digolongkan kedalam dua kelompok besar, yaitu angin
musim dan angin lokal.
a. Angin musim
Angin musim dibedakan atas angin passat dan angin muson.
• Angin passat adalah angin yang bertiup sepanjang tahun dari daerah subtropis ke
daerah tropis. Angin passat di bedakan menjadi angin passat timur laut yang
bertiup dibelahan bumi utara dan angin passat tenggara yang bertiup di belahan
bumi selatan.
• Angin muson adalah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap tahun.
b. Angin lokal
Selain angin musim, di Indonesia juga terdapat angin lokal(setempat) yaitu sebagai
berikut;
• Angin darat dan angin laut
Angin darat dan angin laut merupakan jenis angin yang biasa dirasakan dalam
kehidupan sehari-hari terutama penduduk yang tinggal menetap di daerah pesisir.
• Angin gunung dan angin lembah
angin gunung merupakan jenis angin yang bergerak dari gunung menuju lembah,
dan sebaliknya angin lembah bertiup dari lembah mnuju gunung.
• Angin fohn
angin fohn adalah angin jatuh atau turun yang kering dan panas. Angin ini sifatnya
panas, kering, kencang dan ribut. Angin fohn terdapat di Indonesia, antara
lainAngin Bahorok (deli), Angin Kumbang (cirebon), Angin Gending (pasuruan),
Angin Wambraw (Biak) dan Angin Brubu (Sulawesi Selatan).
Awan
Awan adalah kumpulan titik-titik air atau kristal es didalam udara yang terjadi
karena adanya kondensasi atau sublimasi dari uap air yang terdapat dalam
udara.Terbentuknya awan dikarenakan kelembapan udara yang mengalami
pendinginan hingga membeku atau mencapai titik embun. Proses pendinginan
terjadi karena kelembapan udara terdorong ke atas sampai atmosfer.
• Cumulus • Stratus• Sirus
1. AwanTinggi terletak pada ketinggian 6-12 km. didaerah sangat tinggi awan dapat berupa kristal-
kristal es, contohnya sirus, sirrustrastus, dan sirrucumulus.
2. Awan menengah memiliki ketinggian 3-6 km. contohnya, altocumulus dan altostratus.
3. Awan rendah awan yang memiliki ketinggian kurang dari 3 km. contohnya stratovumulus,
stratus dan nimbo stratus
4. Awan yang berada ketinggian 500-1.500 m terjadi karena pergerakan udara vertikal yang kuat,
contohnya awan cumulus, dan cumulonimbus.
5. Kabut merupakan awan rendah yang ada di permukaan bumi. Contohnya; kabut sawah, kabut
pendingin, kabut adveksi.
Curah hujan adalah jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam
waktu tertentu yang diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan. Alat untuk
mengukur curah hujan adalah rain gouge. Faktor-faktor yang mempengaruhi
curah hujan yaitu; topografi, arah lereng, dan arah angin. Terjadinya hujan karena
adanya perpindahan massa air basah ke tempat yang lebih tinggi sebagai respon
adanya beda tekanan udara antara dua tempat yang berbeda ketinggiannya.
Tiga tipe hujan yang umum dijumpai di daerah tropis, antara lain sebagai berikut.
1. Hujan frontal adalah hujan yang terjadi didaerah front yang disebabkan oleh pertemuan
dua massa udara yang temperaturnya berbeda, yaitu massa udara panas dan massa udara
dingin sehingga berkondensasi dan terbentuk hujan.
2. Hujan zenithal hujan yang terjadi karena udara naik akibat pemanasan yang tinggi.
3. Hujan orografis hujan ini terjad karena udara yang mengandung uap air dipaksa bergerak
menaiki lereng gunung atau pegunungan yang semakin ke atas semakin dingin sehingga
terjaid kondensasi dan terjadilah hujan.
1. Jenis iklim
a. Iklim matahari
b. Iklim junghuhn
c. Iklim koppen
d. Iklim shmidt dan fergusun
e. Iklim oldeman
a. Iklim matahari
Perbedaan garis lintang merupakan dasar dalam pembagian klasifikasi
iklim matahari
b. Iklim junghuhn
Klasifkasi iklim junghuhn berdasarkan pada ketinggian tempat dan jenis
tanaman yang dapat bertumbuh secara optimal sesuai kondisi di daerah
tersebut.
c. Iklim Koppen
Klasifiksai iklim koppen sebagai berikut;
1. Iklim tipe A (iklim hujan tropis)
2. Iklim tipe B (iklim kering/gurun)
3. Iklim tipe C (iklim sedang/hangat)
4. Iklim tipe D (iklim salju/dingin
5. Iklim tipe E (iklim kutub)
d. Iklim schimdt dan fergusun
Pembagian daerah iklim menurut schidt dan fergusun berdasarkan nilai Q
dihitung menggunakan rumus berikut.
Q =
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔
𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑠𝑎ℎ
e. IklimOldeman
Bulan basah memiliki curah hujan >200mm, bulan kering memiliki curah
hujan <100mm, dan bulan lembab memiliki curah hujan 100-200mm.
A. Pemanfaatan cuaca dan iklim bagi kehidupan
1. Perikanan
2. Pertanian
3. Transportasi
4. Industri
B. Perubahan iklim Global
Gejala perubahan iklim yang dipengaruhi pemanasan iklim global
ditunjukkan oleh fenomena alam seperti El nino dan La nina. El nino adalah
fenomena naiknya suhu rata-rata normal permukaan air laut di samudra pasifik.
La nina adalah fenomena turunny suhu permukaan air laut di samudra pasifik
sehingga suhunya lebih rendah dari wilayah sekitarnya.
Dampak perubahan iklim yaitu ; mencairnya bongkahan es di kutub, timbulnya
krisis ketahanan pangan, menimbulkan badai dan cuaca ekstrem, menimbulkan
krisis energi
ATMOSFER-geografi kelas 10

ATMOSFER-geografi kelas 10

  • 1.
  • 2.
    Atmosfer berasal darikata atmo yang berarti uap dan sphere berarti lapisan. Jadi, atmosfer adalah lapisan udara yang menyelubungi suatu planet dari permukaan sampai ke luar angkasa. Komposisi gas di atmosfer meliputi : • Nitrogen (78,08%) • Oksigen (20,95%) • Argon (0,93%) • Karbon dioksida (0,035%)
  • 3.
    Atmosfer memiliki sifatsebagaimana udara yang tidak terlihat, tetapi benar-benar ada. Sifat udara sebagai berikut : a. Elastis dan dinamis b. Transparan dalam beberapa bentuk angin/udara yang bergerak c. Mampu menghasilkan tekanan karena memiliki massa d. Mudah merambat dengan cepat Sebagai selubung udara di permukaan bumi, atmosfer memiliki manfaat sebagai berikut:  Menjadi tempat terjadinya gejala cuaca  Mengatur suhu bumi sehingga fluktuasi suhu tidak tinggi antara siang dan malam.  Berperan dibidang komunikasi sebagai tempat memntulkan gelombang  Melindungi bumi dari jatuhan benda luar angkasa.
  • 4.
    1. Troposfer • Ketebalan0-12 km diatas permukaan bumi • Tempat terjadinya proses cuaca dan iklim • Terdapat penurunan suhu • Batas yang menandai berakhirnya lapisan ini disebut dengan tropopause. 2. Stratosfer o Terdapat lapisan ozon yang melindungi dari radiasi sinar UV o Batas yang menandai akhirnya lapisan ini yaitu stratopause. 3. Mesosfer  Melindung bumi dari benturan benda asing dari luar angkasa seperti meteor  Adanya gelombang radio  Pembatas lapisan ini mesopause 4. Termosfer  Terletak dengan ketinggian 80-300km  Tempat terjadi proses ionisasi gas-gas oleh radiasi matahari  Antara lapisan termosfer dan eksosfer terdapat lapisan termopause.
  • 5.
    1. Gejal-Gejala Cuaca a.Penyinaran matahari Matahari memancarkan sinarnya dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Intensitas cahaya yang diterima setiap wilayah dipermukaan bumi berbeda sehingga menyebabkan perbedaan cuaca dan iklim. Lama penyinaran matahari berpengaruh pada jumlah energi radiasi matahari. 1. Pemanasan langsung Pemanasan atmosfer oleh matahari secara langsung tidak menyebabkan pergergakan atmosfer dan dapat terjadi melalui tiga proses sebaga berikut. a. Absorbsi, penyerapan unsur-unsur raiasi matahari oleh zat-zat di atmosfer. b. Refleksi, pemanasan atmosfer oleh sinar matahari tetapi dipantulkan kembali oleh butir-butir air di atmosfer. c. Difusi yang menyebabkan langit terihat berwarna biru merupakan proses pemanaan gelombang pendek dari sinar matahari yang tersebar ke segala penjuru. 2. Pemanasan tidak langsung Proses pemanasan tidak langsung ini dapat terjadi melalui proses berikut ini . a. Konvesi, udara panas yang bergerka secara vertikal b. Konduksi, moekul uadara panas saling bersinggungan dengan molekul udara dengan suhu lebih rendah diatasnya sehingga lapisan diatasnya menjadi panas c. Adveksi, pemanasan udara yang awalnya dingin oleh geakan udara panas secara horizontal d. Turbulensi, penyeberan udara panas secara tidak teratur.
  • 6.
    Suhu Udara Suhu udaraadalah keadaan panas atau dinginnya udara. Pengukuran suhu udara apat dilakukan dengan termometer dan dinyatakan dalam satuan derajat celcius dan fahrenheit.  Faktor yang memengaruhi tinggi rendahnya suhu udara, yaitu sebagai berikut. a. Lamanya penyinaran matahari b. Suhu datang sinar matahari c. Perbedaan letak lintang, semakin jauh dari khatulistiwa suhu semakin rendah d. Keadaan awan. e. Relief permukaan bumi Perbedaan suhu dipermukaan bumi dibedakan pula secara horizontal dan vertikal. 1. Secara horizontal Daerah tropis yang berlintang rendah mempunyai suhu paling tinggi karena penyinaran matahari maksimal. Daerah kutub paling rendah karena berada didaerah lintang tinggi. 2. Secara vertikal Perbedaan suhu secara vertikal berdasarkan ketinggian, semakin tinggi suatu tempat semakin dingin suhu udaranya, dapat dihitung dengan menggunakan rumus mock sebagai berikut. ΔT = 0,006 x (X1-X2) x 1°C ΔT = 0,006 x (X1-X2) x 1°C ΔT = selisih suhu udara X1 = tinggi tempat yang diketahui X2 = tinggi tempat yang dicari
  • 7.
    kelembapan udara berkaitandengan kandungan air dalam udara. Semakin banyak kandungan uap air di udara maka udara tersebut semakin lembab. Kelembapan udara dibedakan menjadi 2 jenis yaitu; a) Kelembapan Absolut Banyaknya uap air yang terdapat pada uadara di suatu tempat. b) Kelembapan Relatif Perbandingan jumlah uap air dalam udara dengan jumlah uap air maksimal yang dapat ditampung oleh udara pada suhu yang sama dan dinyatakan dalam persentase. Rumus yang dapat digunakan untuk mengukur kelmbapan udara relatif yaitu sebagai berikut. LR = 𝑒 𝐸 x 100 Keterangan : LR :kelembapan udara relatif e :kandungan uap air aktual di udara(minimum) E :kandungan uap air maksimal yang dapat ditampung udara.
  • 8.
    Tekanan udara adalahberat masa udara di atas suatu wilayah. Alat untuk mengukur tekanan udara disebut barometer. Orang pertama yang mengukur tekanan udara ialah Torri Celli. Daerah yang banyak menerima panas matahari udaranya akan mengembang dan naik. Oleh karena itu, dareah tersebut bertekanan udara rendah. Di tempat lain terdapat tekanan udara tinggi sehingga terjadilah gerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan udara rendah. Gerakan udara tersebut dinamakan angin.
  • 9.
    Angin Angin adalah udarayang bergerak dari daerah memiliki tekanan udara maksimum ke daerah memiliki tekanan udara minimum. Alat untuk mengukur kecepatan angin adalah anemometer. Angin dapat digolongkan kedalam dua kelompok besar, yaitu angin musim dan angin lokal. a. Angin musim Angin musim dibedakan atas angin passat dan angin muson. • Angin passat adalah angin yang bertiup sepanjang tahun dari daerah subtropis ke daerah tropis. Angin passat di bedakan menjadi angin passat timur laut yang bertiup dibelahan bumi utara dan angin passat tenggara yang bertiup di belahan bumi selatan. • Angin muson adalah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap tahun. b. Angin lokal Selain angin musim, di Indonesia juga terdapat angin lokal(setempat) yaitu sebagai berikut; • Angin darat dan angin laut Angin darat dan angin laut merupakan jenis angin yang biasa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari terutama penduduk yang tinggal menetap di daerah pesisir. • Angin gunung dan angin lembah angin gunung merupakan jenis angin yang bergerak dari gunung menuju lembah, dan sebaliknya angin lembah bertiup dari lembah mnuju gunung. • Angin fohn angin fohn adalah angin jatuh atau turun yang kering dan panas. Angin ini sifatnya panas, kering, kencang dan ribut. Angin fohn terdapat di Indonesia, antara lainAngin Bahorok (deli), Angin Kumbang (cirebon), Angin Gending (pasuruan), Angin Wambraw (Biak) dan Angin Brubu (Sulawesi Selatan).
  • 10.
    Awan Awan adalah kumpulantitik-titik air atau kristal es didalam udara yang terjadi karena adanya kondensasi atau sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara.Terbentuknya awan dikarenakan kelembapan udara yang mengalami pendinginan hingga membeku atau mencapai titik embun. Proses pendinginan terjadi karena kelembapan udara terdorong ke atas sampai atmosfer. • Cumulus • Stratus• Sirus
  • 11.
    1. AwanTinggi terletakpada ketinggian 6-12 km. didaerah sangat tinggi awan dapat berupa kristal- kristal es, contohnya sirus, sirrustrastus, dan sirrucumulus. 2. Awan menengah memiliki ketinggian 3-6 km. contohnya, altocumulus dan altostratus. 3. Awan rendah awan yang memiliki ketinggian kurang dari 3 km. contohnya stratovumulus, stratus dan nimbo stratus 4. Awan yang berada ketinggian 500-1.500 m terjadi karena pergerakan udara vertikal yang kuat, contohnya awan cumulus, dan cumulonimbus. 5. Kabut merupakan awan rendah yang ada di permukaan bumi. Contohnya; kabut sawah, kabut pendingin, kabut adveksi.
  • 12.
    Curah hujan adalahjumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu yang diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan. Alat untuk mengukur curah hujan adalah rain gouge. Faktor-faktor yang mempengaruhi curah hujan yaitu; topografi, arah lereng, dan arah angin. Terjadinya hujan karena adanya perpindahan massa air basah ke tempat yang lebih tinggi sebagai respon adanya beda tekanan udara antara dua tempat yang berbeda ketinggiannya. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai di daerah tropis, antara lain sebagai berikut. 1. Hujan frontal adalah hujan yang terjadi didaerah front yang disebabkan oleh pertemuan dua massa udara yang temperaturnya berbeda, yaitu massa udara panas dan massa udara dingin sehingga berkondensasi dan terbentuk hujan. 2. Hujan zenithal hujan yang terjadi karena udara naik akibat pemanasan yang tinggi. 3. Hujan orografis hujan ini terjad karena udara yang mengandung uap air dipaksa bergerak menaiki lereng gunung atau pegunungan yang semakin ke atas semakin dingin sehingga terjaid kondensasi dan terjadilah hujan.
  • 13.
    1. Jenis iklim a.Iklim matahari b. Iklim junghuhn c. Iklim koppen d. Iklim shmidt dan fergusun e. Iklim oldeman
  • 14.
    a. Iklim matahari Perbedaangaris lintang merupakan dasar dalam pembagian klasifikasi iklim matahari b. Iklim junghuhn Klasifkasi iklim junghuhn berdasarkan pada ketinggian tempat dan jenis tanaman yang dapat bertumbuh secara optimal sesuai kondisi di daerah tersebut. c. Iklim Koppen Klasifiksai iklim koppen sebagai berikut; 1. Iklim tipe A (iklim hujan tropis) 2. Iklim tipe B (iklim kering/gurun) 3. Iklim tipe C (iklim sedang/hangat) 4. Iklim tipe D (iklim salju/dingin 5. Iklim tipe E (iklim kutub) d. Iklim schimdt dan fergusun Pembagian daerah iklim menurut schidt dan fergusun berdasarkan nilai Q dihitung menggunakan rumus berikut. Q = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑘𝑒𝑟𝑖𝑛𝑔 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑟𝑎𝑡𝑎−𝑟𝑎𝑡𝑎 𝑏𝑢𝑙𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑠𝑎ℎ e. IklimOldeman Bulan basah memiliki curah hujan >200mm, bulan kering memiliki curah hujan <100mm, dan bulan lembab memiliki curah hujan 100-200mm.
  • 15.
    A. Pemanfaatan cuacadan iklim bagi kehidupan 1. Perikanan 2. Pertanian 3. Transportasi 4. Industri B. Perubahan iklim Global Gejala perubahan iklim yang dipengaruhi pemanasan iklim global ditunjukkan oleh fenomena alam seperti El nino dan La nina. El nino adalah fenomena naiknya suhu rata-rata normal permukaan air laut di samudra pasifik. La nina adalah fenomena turunny suhu permukaan air laut di samudra pasifik sehingga suhunya lebih rendah dari wilayah sekitarnya. Dampak perubahan iklim yaitu ; mencairnya bongkahan es di kutub, timbulnya krisis ketahanan pangan, menimbulkan badai dan cuaca ekstrem, menimbulkan krisis energi

Editor's Notes

  • #7 Suhu udara Suhu udara adalah keadaan panas atau dinginnya udara. Pengukuran suhu udara apat dilakukan dengan termometer dan dinyatakan dalam satuan derajat celcius dan fahrenheit. Faktor yang memengaruhi tinggi rendahnya suhu udara, yaitu sebagai berikut. Lamanya penyinaran matahari Suhu datang sinar matahari Perbedaan letak lintang, semakin jauh dari khatulistiwa suhu semakin rendah Keadaan awan. Relief permukaan bumi Perbedaan suhu dipermukaan bumi dibedakan pula secara horizontal dan vertikal. Secara horizontal Daerah tropis yang berlintang rendah mempunyai suhu paling tinggi karena penyinaran matahari maksimal. Daerah kutub paling rendah karena berada didaerah lintang tinggi. Secara vertikal Perbedaan suhu secara vertikal berdasarkan ketinggian, semakin tinggi suatu tempat semakin dingin suhu udaranya, dapat dihitung dengan menggunakan rumus mock sebagai berikut. ΔT = 0,006 x (X1-X2) x 1°C ΔT = selisih suhu udara X1 = tinggi tempat yang diketahui X2 = tinggi tempat yang dicari
  • #10 e. Angin Angin dalah udara yang bergerak dari daerah memiliki tekanan udara maksimum ke daerah memiliki tekanan udara minimum. Alat untuk mengukur kecepatan angin adalah anemometer. Angin dapat digolongkan kedalam dua kelompok besar, yaitu angin musim dan angin lokal. Angin musim adalah angin yang bersifat musiman. Angin musim dibedakan atas angin passat dan angin muson. Angin passat adalah angin yang bertiup sepanjang tahun dari daerah subtropis ke daerah tropis. Angin passat di bedakan menjadi angin passat timur laut yang bertiup dibelahan bumi utara dan angin passat tenggara yang bertiup di belahan bumi selatan. Angin muson adalah angin yang berganti arah secara berlawanan setiap tahun. Angin lokal Selain angin musim, di Indonesia juga terdapat angin lokal(setempat) yaitu sebagaai berikut; Angin darat dan angin laut Angin darat dan angin laut merupakan jenis angin yang biasa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari terutama penduduk yang tinggal menetap di daerah pesisir. Angin gunung dan angin lembah angin gunung merupakan jenis angin yang bergerak dari gunung menuju lembah, dan sebaliknya angin lembah bertiup dari lembah mnuju gunung. Angin fohn angin fohn adalah angin jatuh atau turun yang kering dan panas. Angin ini sifatnya panas, kering, kencang dan ribut. Angin fohn terdapat di Indonesia, antara lainAngin Bahorok (deli), Angin Kumbang (cirebon), Angin Gending (pasuruan), Angin Wambraw (Biak) dan Angin Brubu (Sulawesi Selatan).
  • #12 f. Awan Awan adalah kumpulan titik-titik air atau kristal es didalam udara yang terjaid karena adanya kondensasi atau sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Terbentuknya awan dikarenakan kelembapan udara yang mengalami pendinginan hingga membeku atau mencapai titik embun. Proses pendinginan terjadi karena kelembapan udara terdorong ke atas sampai atmosfer. menurut morfologinys (bentuknya) Cumulus Stratus Sirus
  • #14 h. Iklim Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca dalam jangka waktu yang lama dan cakupan wilayah yang luas. Jenis iklim Iklim matahari Iklim junghuhn Iklim koppen Iklim shmidt dan fergusun Iklim oldeman
  • #15 g. Curah hujan Curah hujan adalah jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu yang diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan. Alat untuk mengukur curah hujan adalah rain gouge. Faktor-faktor yang mempengaruhi curah hujan yaitu; topografi, arah lereng, dan arah angin. Terjadinya hujan karena adanya perpindahan massa air basah ke tempat yang lebih tinggi sebagai respon adanya beda tekanan udara antara dua tempat yang berbeda ketinggiannya. Tiga tipe hujan yang umum dijumpai di daerah tropis, antara lain sebagai berikut. Hujan frontal adalah hujan yang terjadi didaerah front yang disebabkan oleh pertemuan dua massa udara yang temperaturnya berbeda, yaitu massa udara panas dan massa udara dingin sehingga berkondensasi dan terbentuk hujan. Hujan zenithal hujan yang terjadi karena udara naik akibat pemanasan yang tinggi. Hujan orografis hujan ini terjad karena udara yang mengandung uap air dipaksa bergerak menaiki lereng gunung atau pegunungan yang semakin ke atas semakin dingin sehingga terjaid kondensasi dan terjadilah hujan.