Atmosfer
KELOMPOK 2 :
Ezatri Zaref Nisba
Gabby Lorenza
Genta Putra Adietama
Jalal Rahmat
M Fadli Noverial
M Rizki
Mutia Firza
Mutiara Yulied
Rahamirez Galinski
Pengertian
Atmosfer
Kata Atmosfer Berasal Dari
Yunani, Yakni Atmos =
Uap/Udara, Dan Sphaira =
Lapisan Jadi, Atmosfer Berarti
Lapisan Udara Yang Menyelimuti
Seluruh Permukaan Bumi
Struktur
Atmosfer
TROPOSFER
• Ketebalan rata-rata 0 – 12 km di atas permukaan
laut
• Setiap naik 100 m temperatur turun 0,6oC
• Terjadinya unsur-unsur cuaca
• Terdiri dari zat yang sangat berguna bagi
kehidupan
STRATOSFER
 Ketebalan 12 – 50 km
 Semakin tinggi temperatur naik
 Tempat Ozon berakumulasi
 Tidak banyak mengandung uap air
 Jalur transportasi udara
MESOSFER
• Ketinggian 50 – 80 km
• Memantulkan gelombang radio
• Meteor akan terbakar dan terurai
• Pada lapisan mesopause molekul mengalami ionisasi
sehingga terbentuk ion-ion dan elektron bebas yang
menghantar listrik
THERMOSFER/IONOSFER
 Ketinggian 80 – 650 km
 Terjadi kenaikan suhu yang sangat tinggi
 Suhu pada lapisan ini semakin meningkat
› Terjadi inversi suhu karena penyerapan radiasi sinar
X dan UV
 Pada lapisan ini terjadi proses ionisasi sehingga disebut
lapisan ionosfer
 Memantulkan gelombang radio berfrekuensi tinggi
EKSOSFER
• Ketinggian lebih dari 650 km yang membentang ke
luar angkasa
• Hampa udara
• Tidak ada gravitasi bumi
Sifat – sifat Atmosfer :
1. Transparan terhadap beberapa bentuk radiasi.
2. Elastis dan dinamis sehingga dapat
mengembang dan mengkerut.
3. Tidak berwarna, tidak berbau dan tidak dapat
dirasakan.
4. Memiliki berat sehingga menimbulkan tekanan.
5. Terdiri dari beberapa gas.
6. Terdiri dari beberapa lapisan.
Manfaat Atmosfer :
1. Menjaga suhu bumi supaya tetap hangat.
2. Menyaring sinar ultra violet dari matahari.
3. Memantulkan gelombang radio untuk
komunikasi.
4. Melindungi bumi dari jatunya batuan meteor /
benda langit lainnya.
5. Salah satu sumber daya alam yang
memberikan kehidupan mahluk di muka
bumi.
6. sumber tenaga yang murah.
Cuaca (Weather) :
Adalah keadaan/kondisi udara atmosfer pada
suatu tempat (Relatif sempit)dan waktu yang
singkat. Biasanya kondisi harian. Ilmu tentang
cuaca disebut Meteorologi
Iklim (Climate) :
Adalah Keadaan/kondisi rata-rata cuaca yang
lazim pada suatu daerah tertentu (luas) dalam
waktu cukup lama (30 th). Ilmu tentang Iklim
disebut Klimatologi.
Cuaca
Dan Iklim
Unsur
Cuaca
Dan
Iklim
1.SUHU UDARA
• Keadaan panas atau dinginnya udara pada tempat tertentu
• Suhu udara di setiap tempat berbeda-beda
• Termometer alat pengukurnya
• Termograf untuk mengukur perubahan suhunya
Faktor-faktor yang mempengaruhu suhu udara
 Lamanya penyinaran
 sudut datang sinar matahari
 Ketinggian tempat
 Letak
 Kondisi awan
 Sifat permukaan bumi
2. KELEMBABAN UDARA
 Banyaknya kandungan uap air dalam atmosfer
 Kelembaban spesifik
› Banyaknya kandungan uap air dalam berat udara tertentu.
misal g/kg
 Kelembaban absolut
› Banyaknya kandungan uap air dalam volume atmosfer
tertentu. misal g/m3
 Kelembaban relatif
› Banyaknya kandungan uap air dalam udara dengan
kandungan maksimal yang dapat ditampung oleh setiap
volume udara pada temperatur yang sama.
EL NINO &
LA NINA
• El Nino merupakan fenomena global dari sistem
interaksi laut dan atmosfer yang ditandai dengan
memanasnya suhu muka laut di Pasifik Ekuator atau
anomali suhu muka laut di daerah tersebut positif.
• La Nina adalah fenomena mendinginnya suhu muka laut
di pasifik Ekuator atau anomali suhu muka laut di
daerah tersebut negatif yang menyebabkan curah hujan
di Indonesia secara umum akan bertambah tergantung
kepada lokasi dan Intensitas La Nina tersebut.
3. ANGIN
• Angin adalah udara yang bergerak dari yang bertekanan
udara tinggi ke udara bertekanan rendah.
• Perbedaan tekanan udara dipengaruhi oleh intensitas sinar
matahari
• Rotasi bumi menghasilkan gaya yang berpengaruh
terhadap arah pergerakan angin (Coriolis effect)
• Pengaruh Coriolis menyebabkan angin bergerak searah
dengan jarum jam dibelahan bumi utara, sedangkan
dibelahan bumi selatan sebaliknya
• Alat pengukur kecepatan angin Anemometer
Sistem
Angin
1. Angin Tetap
 Angin Barat
Angin yang bertiup dari 35oLU/LS menuju ke 60oLU/LS
 Angin Kutub
Bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi (kutub)
menuju ke daerah bertekanan rendah (daerah sedang)
 Angin Pasat
Bergerak dari daerah subtropis (30oLU/LS) menuju ke equator
Angin Anti Pasat
Pengembangan udara di katulistiwa
mengakibatkan massa udara selalu ringan. Udara
ringan tersebut bergerak vertikal dan dan
mengalir secara mendatar ke daerah subtropis.
Angin Siklon
Jika dua jenis massa udara yang bertentangan
bertemu maka. Rotasi menyebabkan arus udara
membentuk lengkungan. Selanjutnya membentuk
pusaran yang bergerak ke pusat arus udara
bertekanan rendah.
2. Angin Periodik
 Angin muson atau angin musim
Yaitu angin yang arah gerakannya berganti arah setiap periode setengah
tahun.
 Angin periodik harian
1. Angin darat dan angin laut. Angin darat terjadi pada saat malam hari.
Angin laut siang hari
2. Angin gunung dan angin lembah. Pada siang hari puncak lebih banyak
menerima sinar matahari sehingga udara lebih renggang. Sehingga udara
bergerak dari lembah. Pada malam hari sebaliknya
3. Angin Fohn atau angin terjun. Adalah angin yang bergerak menuruni lereng
pegunungan. Biasanya bersifat kencang, kering dan panas.peristiwa ini
terjadi sebagai akibat adanya udara yang beregerak ke puncak dengan
membawa uap air. Terjadi kondensasi dan terjadi hujan. Ketika udara
meneruskan perjalananya tidak lagi membawa uap air sehingga sifatnya
kering.
1. ANGIN DARAT
NEXT
ANGIN LAUTmatahari
T = 270 c
t
Gambar : Gradien Temperature Vertical
2. ANGIN GUNUNG
NEX
T
NEXT
ANGIN LEMBAH
3. ANGIN FOHN
Contoh :
1. Angin Wambrau ( Biak ).
2. Angin Bahorok ( Deli ).
3. Angin Kumbang
(Cirebon).
4. Angin Gending
(Pasuruan).
5. Angin Brubu (Makasar)
4. Hujan
Adalah hidrometeor yang jatuh dan mencapai
permukaan bumi dalam bentuk uap, air, cair,
ataupun padat.
Jenis-jenis hujan berdasarkan ukurannya:
1. gerimis/drizzle, diameter butirannya kurang dari 0,5 mm
2. Hujan salju, hujan yang terdiri dari butiran-butiran es
3. Hujan batu es, curahan batu es yang turun dalam cuaca yang
panas
4. Hujan deras/rain, curahan air yang turun dengan diameter
butiran 7 mm
Jenis hujan berdasarkan proses terjadinya
1. Hujan zenithal. Hujan yang terjadi karena
pergerakan udara vertikal/konveksi
2. Hujan orografis. Angin yang bergerak menaiki
gunung.
3. Hujan frontal. Terjadi karena pertemuan
antara udara panas dengan udara dingin
4. Hujan siklon. Hujan yang terjadi karena udara
terbawa oleh angin siklon ke atas
5. Hujan muson. Terjadi karena pergerakan angin
muson
Hujan zenital
Hujan orografis
AWAN
Awan adalah kumpulan titik-titik air di udara
yang terjadi karena adanya kondensasi atau
sublimasi dari uap air yang terdapat dalam
udara. Awan yang menempel di permukaan bumi
disebut kabut.
Jenis-jenis
awan
Awan Cumulus Awan Stratus Awan Cirrostratus
Awan Nimbus Awan Cirrocumulus Awan Cirrus
Awan NimbostratusAwan CumulonimbusAwan CumulonimbusAwan Stratus
Awan Altostratus Awan Altocomulus Awan Stratocumulus
Klasifik
asi
Iklim
Mataha
ri
• Klasifikasi iklim matahari berdasarkan banyak
sedikitnya sinar matahari yang diterima suatu
daerah dan terpengaruh oleh besar kecilnya garis
lintang. Daerah yang memiliki garis lintang yang
semakin besar, maka semakin sedikit sinar matahari
yang diterima daerah tersebut dan sebaliknya. Iklim
matahari merupakan satu-satunya klasifikasi iklim
berdasarkan segi fisik, yakni garis lintang yang ada
di bumi. Berikut gambar belahan bumi berdasarkan
garis lintang.
Klasifika
si iklim
menurut
Koppen
Koppen membuat klasifikasi iklim berdasarkan perbedaan temperatur dan
curah hujan. Koppen memperkenalkan lima kelompok utama iklim di muka
bumi yang didasarkan kepada lima prinsip kelompok nabati (vegetasi).
Kelima kelompok iklim ini dilambangkan dengan lima huruf besar dimana
tipe iklim A adalah tipe iklim hujan tropik (tropical rainy climates), iklim B
adalah tipe iklim kering (dry climates), iklim C adalah tipe iklim hujan
suhu sedang (warm temperate rainy climates), iklim D adalah tipe iklim
hutan bersalju dingin (cold snowy forest climates) dan iklim E adalah tipe
iklim kutub (polar climates) (Safi’i, 1995).
Klasifik
asi
Iklim
Menuru
t
Oldema
n
• Oldeman membuat sistem baru dalam klasifikasi
iklim yang dihubungkan dengan pertanian
menggunakan unsur iklim hujan. Ia membuat dan
menggolongkan tipe-tipe iklim di Indonesia
berdasarkan pada kriteria bulan-bulan basah dan
bulan-bulan kering secara berturut-turut.
Kriteria dalam klasifikasi iklim didasarkan pada
perhitungan bulan basah (BB), bulan lembab (BL)
dan bulan kering (BK) dengan batasan
memperhatikan peluang hujan, hujan efektif dan
kebutuhan air tanaman.
• Yang digunakan sebagai batas penentuan
bulan basah dan kering.
Bulan Basah (BB) : Bulan dengan rata-rata
curah hujan lebih dari 200 mm
Bulan Lembab (BL) : Bulan dengan rata-rata
curah hujan 100-200 mm
Bulan Kering (BK) : Bulan dengan rata-rata
curah hujan kurang dari 100 mm
Sistem iklim ini sangat terkenal di Indonesia. Schmidt-
Fergoson membagi tipe-tipe iklim dan jenis vegetasi yang
tumbuh di tipe iklim tersebut adalah sebagai berikut; tipe
iklim A (sangat basah) jenis vegetasinya adalah hutan
hujan tropis, tipe iklim B (basah) jenis vegetasinya adalah
hutan hujan tropis, tipe iklim C (agak basah) jenis
vegetasinya adalah hutan dengan jenis tanaman yang
mampu menggugurkan daunnya dimusim kemarau, tipe
iklim D (sedang) jenis vegetasi adalah hutan musim, tipe
iklim E (agak kering) jenis vegetasinya hutan savana, tipe
iklim F (kering) jenis vegetasinya hutan savana, tipe iklim
G (sangat kering) jenis vegetasinya padang ilalang dan
tipe iklim H (ekstrim kering) jenis vegetasinya adalah
padang ilalang (Syamsulbahri, 1987).
Klasifikas
i Iklim
Menurut
Schmidt-
Ferguson
Klasifika
si Iklim
Menurut
Junghuh
n
F. Junghuhn seorang berkebangsaan Belanda mengadakan
penelitian di Sumatra Selatan dan Dataran Tinggi Bandung.
Berdasarkan hasil penelitiannya F. Junghuhn membagi iklim di
Indonesia berdasarkan ketinggian tempat.
Empat daerah iklim menurut F. Junghuhn adalah sebagai
berikut.
1. Zona Iklim Panas
Zona iklim panas terletak pada daerah dengan ketinggian antara 0 –
650
meter dan temperatur antara 26,3 °C – 22 °C.
2. Zona Iklim Sedang
Zona iklim sedang terletak pada daerah dengan ketinggian antara
650 – 1500
meter dan temperatur antara 22 °C – 17,1 °C.
3. Zona Iklim Sejuk
Zona iklim sejuk terletak pada daerah dengan ketinggian antara
1500 – 2500
meter dan temperatur antara 17,1 °C – 11,1 °C.
4. Zona Iklim Dingin
Zona iklim dingin terletak pada daerah dengan ketinggian di atas
2500
meter dan temperatur kurang dari 11,1 °C.
Iklim menurut junghuhn
Manfaat
Iklim
dan
Cuaca
dalam
Kehidupa
n
Sehari-
Hari
1) Bidang Pertanian
Suhu, curah hujan, dan pola musim sangat
berpengaruh terhadap usaha pertanian.
Indonesia merupakan salah satu negara yang
beriklim tropis, maka sangat cocok sekali
untuk usaha pertanian, karena udaranya yang
panas dan mendapatkan curah hujan
sepanjang tahun.
• 2) Bidang Perhubungan / Transportasi
Faktor cuaca, curah hujan, dan kecepatan angin
sangat menentukan dalam dunia perhubungan,
terutama untuk kelancaran sarana transportasi
pesawat terbang dan kapal laut. Penerbangan di
daerah yang beriklim tropis biasanya tidak
senyaman penerbangan di daerah iklim sedang,
karena di daerah beriklim tropis udara selalu lembap
banyak ditutupi oleh awan sehingga penerbangan
sering terganggu.
• 3) Bidang Pariwisata
Indonesia yang beriklim tropis
memiliki beraneka ragam flora dan fauna.
Keanekaragaman tersebut banyak
mengundang wisatawan, baik wisatawan
domestik maupun wisatawan asing yang
ingin menikmatinya.
• 4) Pemanfaatan Iklim dalam Bidang Industri
Industri tidak bisa lepas kaitannya dengan iklim. Suatu
pabrik kertas tidak mungkin didirikan di daerah dengan
iklim yang dingin.
Semestinya agar kertas tidak rusak maka pabrik kertas
didirikan di daerah yang iklimnya panas.
Industri elektronik seperti AC (air Conditioner) juga
berkembang di Indonesia untuk mengatasi keadaan cuaca
yang panas, sedangkan industri-industri kecil seperti
pengrajin payung, topi, jas hujan, dan lain-lainnya
berkembang untuk menyediakan sarana perlindungan
terhadap air hujan.
Masala
h
Masala
h Cuaca
1. pemanasan global
2. Kemarau berkepanjangan
3. kebakaran
4. angin topan
5. banjir
6. es kutub meleleh
7. permukaan air laut meninggi

Atmosfer

  • 1.
    Atmosfer KELOMPOK 2 : EzatriZaref Nisba Gabby Lorenza Genta Putra Adietama Jalal Rahmat M Fadli Noverial M Rizki Mutia Firza Mutiara Yulied Rahamirez Galinski
  • 2.
    Pengertian Atmosfer Kata Atmosfer BerasalDari Yunani, Yakni Atmos = Uap/Udara, Dan Sphaira = Lapisan Jadi, Atmosfer Berarti Lapisan Udara Yang Menyelimuti Seluruh Permukaan Bumi
  • 3.
    Struktur Atmosfer TROPOSFER • Ketebalan rata-rata0 – 12 km di atas permukaan laut • Setiap naik 100 m temperatur turun 0,6oC • Terjadinya unsur-unsur cuaca • Terdiri dari zat yang sangat berguna bagi kehidupan
  • 4.
    STRATOSFER  Ketebalan 12– 50 km  Semakin tinggi temperatur naik  Tempat Ozon berakumulasi  Tidak banyak mengandung uap air  Jalur transportasi udara
  • 5.
    MESOSFER • Ketinggian 50– 80 km • Memantulkan gelombang radio • Meteor akan terbakar dan terurai • Pada lapisan mesopause molekul mengalami ionisasi sehingga terbentuk ion-ion dan elektron bebas yang menghantar listrik
  • 6.
    THERMOSFER/IONOSFER  Ketinggian 80– 650 km  Terjadi kenaikan suhu yang sangat tinggi  Suhu pada lapisan ini semakin meningkat › Terjadi inversi suhu karena penyerapan radiasi sinar X dan UV  Pada lapisan ini terjadi proses ionisasi sehingga disebut lapisan ionosfer  Memantulkan gelombang radio berfrekuensi tinggi
  • 7.
    EKSOSFER • Ketinggian lebihdari 650 km yang membentang ke luar angkasa • Hampa udara • Tidak ada gravitasi bumi
  • 10.
    Sifat – sifatAtmosfer : 1. Transparan terhadap beberapa bentuk radiasi. 2. Elastis dan dinamis sehingga dapat mengembang dan mengkerut. 3. Tidak berwarna, tidak berbau dan tidak dapat dirasakan. 4. Memiliki berat sehingga menimbulkan tekanan. 5. Terdiri dari beberapa gas. 6. Terdiri dari beberapa lapisan.
  • 11.
    Manfaat Atmosfer : 1.Menjaga suhu bumi supaya tetap hangat. 2. Menyaring sinar ultra violet dari matahari. 3. Memantulkan gelombang radio untuk komunikasi. 4. Melindungi bumi dari jatunya batuan meteor / benda langit lainnya. 5. Salah satu sumber daya alam yang memberikan kehidupan mahluk di muka bumi. 6. sumber tenaga yang murah.
  • 12.
    Cuaca (Weather) : Adalahkeadaan/kondisi udara atmosfer pada suatu tempat (Relatif sempit)dan waktu yang singkat. Biasanya kondisi harian. Ilmu tentang cuaca disebut Meteorologi Iklim (Climate) : Adalah Keadaan/kondisi rata-rata cuaca yang lazim pada suatu daerah tertentu (luas) dalam waktu cukup lama (30 th). Ilmu tentang Iklim disebut Klimatologi. Cuaca Dan Iklim
  • 13.
    Unsur Cuaca Dan Iklim 1.SUHU UDARA • Keadaanpanas atau dinginnya udara pada tempat tertentu • Suhu udara di setiap tempat berbeda-beda • Termometer alat pengukurnya • Termograf untuk mengukur perubahan suhunya Faktor-faktor yang mempengaruhu suhu udara  Lamanya penyinaran  sudut datang sinar matahari  Ketinggian tempat  Letak  Kondisi awan  Sifat permukaan bumi
  • 14.
    2. KELEMBABAN UDARA Banyaknya kandungan uap air dalam atmosfer  Kelembaban spesifik › Banyaknya kandungan uap air dalam berat udara tertentu. misal g/kg  Kelembaban absolut › Banyaknya kandungan uap air dalam volume atmosfer tertentu. misal g/m3  Kelembaban relatif › Banyaknya kandungan uap air dalam udara dengan kandungan maksimal yang dapat ditampung oleh setiap volume udara pada temperatur yang sama.
  • 15.
    EL NINO & LANINA • El Nino merupakan fenomena global dari sistem interaksi laut dan atmosfer yang ditandai dengan memanasnya suhu muka laut di Pasifik Ekuator atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut positif. • La Nina adalah fenomena mendinginnya suhu muka laut di pasifik Ekuator atau anomali suhu muka laut di daerah tersebut negatif yang menyebabkan curah hujan di Indonesia secara umum akan bertambah tergantung kepada lokasi dan Intensitas La Nina tersebut.
  • 17.
    3. ANGIN • Anginadalah udara yang bergerak dari yang bertekanan udara tinggi ke udara bertekanan rendah. • Perbedaan tekanan udara dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari • Rotasi bumi menghasilkan gaya yang berpengaruh terhadap arah pergerakan angin (Coriolis effect) • Pengaruh Coriolis menyebabkan angin bergerak searah dengan jarum jam dibelahan bumi utara, sedangkan dibelahan bumi selatan sebaliknya • Alat pengukur kecepatan angin Anemometer
  • 18.
    Sistem Angin 1. Angin Tetap Angin Barat Angin yang bertiup dari 35oLU/LS menuju ke 60oLU/LS  Angin Kutub Bergerak dari daerah yang bertekanan udara tinggi (kutub) menuju ke daerah bertekanan rendah (daerah sedang)  Angin Pasat Bergerak dari daerah subtropis (30oLU/LS) menuju ke equator
  • 19.
    Angin Anti Pasat Pengembanganudara di katulistiwa mengakibatkan massa udara selalu ringan. Udara ringan tersebut bergerak vertikal dan dan mengalir secara mendatar ke daerah subtropis. Angin Siklon Jika dua jenis massa udara yang bertentangan bertemu maka. Rotasi menyebabkan arus udara membentuk lengkungan. Selanjutnya membentuk pusaran yang bergerak ke pusat arus udara bertekanan rendah.
  • 21.
    2. Angin Periodik Angin muson atau angin musim Yaitu angin yang arah gerakannya berganti arah setiap periode setengah tahun.  Angin periodik harian 1. Angin darat dan angin laut. Angin darat terjadi pada saat malam hari. Angin laut siang hari 2. Angin gunung dan angin lembah. Pada siang hari puncak lebih banyak menerima sinar matahari sehingga udara lebih renggang. Sehingga udara bergerak dari lembah. Pada malam hari sebaliknya 3. Angin Fohn atau angin terjun. Adalah angin yang bergerak menuruni lereng pegunungan. Biasanya bersifat kencang, kering dan panas.peristiwa ini terjadi sebagai akibat adanya udara yang beregerak ke puncak dengan membawa uap air. Terjadi kondensasi dan terjadi hujan. Ketika udara meneruskan perjalananya tidak lagi membawa uap air sehingga sifatnya kering.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
    T = 270c t Gambar : Gradien Temperature Vertical
  • 25.
  • 34.
  • 35.
  • 40.
    3. ANGIN FOHN Contoh: 1. Angin Wambrau ( Biak ). 2. Angin Bahorok ( Deli ). 3. Angin Kumbang (Cirebon). 4. Angin Gending (Pasuruan). 5. Angin Brubu (Makasar)
  • 41.
    4. Hujan Adalah hidrometeoryang jatuh dan mencapai permukaan bumi dalam bentuk uap, air, cair, ataupun padat. Jenis-jenis hujan berdasarkan ukurannya: 1. gerimis/drizzle, diameter butirannya kurang dari 0,5 mm 2. Hujan salju, hujan yang terdiri dari butiran-butiran es 3. Hujan batu es, curahan batu es yang turun dalam cuaca yang panas 4. Hujan deras/rain, curahan air yang turun dengan diameter butiran 7 mm
  • 42.
    Jenis hujan berdasarkanproses terjadinya 1. Hujan zenithal. Hujan yang terjadi karena pergerakan udara vertikal/konveksi 2. Hujan orografis. Angin yang bergerak menaiki gunung. 3. Hujan frontal. Terjadi karena pertemuan antara udara panas dengan udara dingin 4. Hujan siklon. Hujan yang terjadi karena udara terbawa oleh angin siklon ke atas 5. Hujan muson. Terjadi karena pergerakan angin muson
  • 43.
  • 44.
  • 47.
    AWAN Awan adalah kumpulantitik-titik air di udara yang terjadi karena adanya kondensasi atau sublimasi dari uap air yang terdapat dalam udara. Awan yang menempel di permukaan bumi disebut kabut.
  • 48.
  • 49.
    Awan Cumulus AwanStratus Awan Cirrostratus Awan Nimbus Awan Cirrocumulus Awan Cirrus
  • 50.
    Awan NimbostratusAwan CumulonimbusAwanCumulonimbusAwan Stratus Awan Altostratus Awan Altocomulus Awan Stratocumulus
  • 51.
    Klasifik asi Iklim Mataha ri • Klasifikasi iklimmatahari berdasarkan banyak sedikitnya sinar matahari yang diterima suatu daerah dan terpengaruh oleh besar kecilnya garis lintang. Daerah yang memiliki garis lintang yang semakin besar, maka semakin sedikit sinar matahari yang diterima daerah tersebut dan sebaliknya. Iklim matahari merupakan satu-satunya klasifikasi iklim berdasarkan segi fisik, yakni garis lintang yang ada di bumi. Berikut gambar belahan bumi berdasarkan garis lintang.
  • 53.
    Klasifika si iklim menurut Koppen Koppen membuatklasifikasi iklim berdasarkan perbedaan temperatur dan curah hujan. Koppen memperkenalkan lima kelompok utama iklim di muka bumi yang didasarkan kepada lima prinsip kelompok nabati (vegetasi). Kelima kelompok iklim ini dilambangkan dengan lima huruf besar dimana tipe iklim A adalah tipe iklim hujan tropik (tropical rainy climates), iklim B adalah tipe iklim kering (dry climates), iklim C adalah tipe iklim hujan suhu sedang (warm temperate rainy climates), iklim D adalah tipe iklim hutan bersalju dingin (cold snowy forest climates) dan iklim E adalah tipe iklim kutub (polar climates) (Safi’i, 1995).
  • 55.
    Klasifik asi Iklim Menuru t Oldema n • Oldeman membuatsistem baru dalam klasifikasi iklim yang dihubungkan dengan pertanian menggunakan unsur iklim hujan. Ia membuat dan menggolongkan tipe-tipe iklim di Indonesia berdasarkan pada kriteria bulan-bulan basah dan bulan-bulan kering secara berturut-turut. Kriteria dalam klasifikasi iklim didasarkan pada perhitungan bulan basah (BB), bulan lembab (BL) dan bulan kering (BK) dengan batasan memperhatikan peluang hujan, hujan efektif dan kebutuhan air tanaman.
  • 56.
    • Yang digunakansebagai batas penentuan bulan basah dan kering. Bulan Basah (BB) : Bulan dengan rata-rata curah hujan lebih dari 200 mm Bulan Lembab (BL) : Bulan dengan rata-rata curah hujan 100-200 mm Bulan Kering (BK) : Bulan dengan rata-rata curah hujan kurang dari 100 mm
  • 58.
    Sistem iklim inisangat terkenal di Indonesia. Schmidt- Fergoson membagi tipe-tipe iklim dan jenis vegetasi yang tumbuh di tipe iklim tersebut adalah sebagai berikut; tipe iklim A (sangat basah) jenis vegetasinya adalah hutan hujan tropis, tipe iklim B (basah) jenis vegetasinya adalah hutan hujan tropis, tipe iklim C (agak basah) jenis vegetasinya adalah hutan dengan jenis tanaman yang mampu menggugurkan daunnya dimusim kemarau, tipe iklim D (sedang) jenis vegetasi adalah hutan musim, tipe iklim E (agak kering) jenis vegetasinya hutan savana, tipe iklim F (kering) jenis vegetasinya hutan savana, tipe iklim G (sangat kering) jenis vegetasinya padang ilalang dan tipe iklim H (ekstrim kering) jenis vegetasinya adalah padang ilalang (Syamsulbahri, 1987). Klasifikas i Iklim Menurut Schmidt- Ferguson
  • 59.
    Klasifika si Iklim Menurut Junghuh n F. Junghuhnseorang berkebangsaan Belanda mengadakan penelitian di Sumatra Selatan dan Dataran Tinggi Bandung. Berdasarkan hasil penelitiannya F. Junghuhn membagi iklim di Indonesia berdasarkan ketinggian tempat. Empat daerah iklim menurut F. Junghuhn adalah sebagai berikut.
  • 60.
    1. Zona IklimPanas Zona iklim panas terletak pada daerah dengan ketinggian antara 0 – 650 meter dan temperatur antara 26,3 °C – 22 °C. 2. Zona Iklim Sedang Zona iklim sedang terletak pada daerah dengan ketinggian antara 650 – 1500 meter dan temperatur antara 22 °C – 17,1 °C. 3. Zona Iklim Sejuk Zona iklim sejuk terletak pada daerah dengan ketinggian antara 1500 – 2500 meter dan temperatur antara 17,1 °C – 11,1 °C. 4. Zona Iklim Dingin Zona iklim dingin terletak pada daerah dengan ketinggian di atas 2500 meter dan temperatur kurang dari 11,1 °C. Iklim menurut junghuhn
  • 61.
    Manfaat Iklim dan Cuaca dalam Kehidupa n Sehari- Hari 1) Bidang Pertanian Suhu,curah hujan, dan pola musim sangat berpengaruh terhadap usaha pertanian. Indonesia merupakan salah satu negara yang beriklim tropis, maka sangat cocok sekali untuk usaha pertanian, karena udaranya yang panas dan mendapatkan curah hujan sepanjang tahun.
  • 62.
    • 2) BidangPerhubungan / Transportasi Faktor cuaca, curah hujan, dan kecepatan angin sangat menentukan dalam dunia perhubungan, terutama untuk kelancaran sarana transportasi pesawat terbang dan kapal laut. Penerbangan di daerah yang beriklim tropis biasanya tidak senyaman penerbangan di daerah iklim sedang, karena di daerah beriklim tropis udara selalu lembap banyak ditutupi oleh awan sehingga penerbangan sering terganggu.
  • 63.
    • 3) BidangPariwisata Indonesia yang beriklim tropis memiliki beraneka ragam flora dan fauna. Keanekaragaman tersebut banyak mengundang wisatawan, baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing yang ingin menikmatinya.
  • 64.
    • 4) PemanfaatanIklim dalam Bidang Industri Industri tidak bisa lepas kaitannya dengan iklim. Suatu pabrik kertas tidak mungkin didirikan di daerah dengan iklim yang dingin. Semestinya agar kertas tidak rusak maka pabrik kertas didirikan di daerah yang iklimnya panas. Industri elektronik seperti AC (air Conditioner) juga berkembang di Indonesia untuk mengatasi keadaan cuaca yang panas, sedangkan industri-industri kecil seperti pengrajin payung, topi, jas hujan, dan lain-lainnya berkembang untuk menyediakan sarana perlindungan terhadap air hujan.
  • 65.
    Masala h Masala h Cuaca 1. pemanasanglobal 2. Kemarau berkepanjangan 3. kebakaran 4. angin topan 5. banjir 6. es kutub meleleh 7. permukaan air laut meninggi