ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGIS PADA IBU NIFAS DENGAN BENDUNGAN
ASI TERHADAP NY. A DI RSUD WONOSARI
Oleh : Sulastri Ningsih
Waktu : 4 Maret 2013, pukul 21.00 wib
I. PENGKAJIAN
A. Identitas
Istri suami
Nama : Ny. A Tn. A
Umur : 31 tahun 37 tahun
Suku : Jawa Jawa
Agama : Islam Islam
Pendidikan : SMU SMP
Pekerjaan : IRT karyawan
Alamat : karang mojo I, wonosari
1. Keluhan utama
Ibu mengatakan terasa bengkak dan nyeri pada payudaranya sejak tadi pagi tanggal 4 Maret
2013.
2. Riwayat kehamilan ini
a. Riwayat menstruasi
1) Menarche : 12 tahun
2) Siklus : 28 hari
3) Lama : 7 hari
4) Dismenorhea : tidak ada
5) Sifat darah : encer,sedikit menggumpal
6) Banyaknya : 3 kali ganti pembalut
7) HPHT : 7 – 6 – 2012
8) HPL : 14 – 03 – 2013
9) G.P.A : G1P0A0
b. Riwayat perkawinan
Sah, kawin 1 kali pada umur 29 tahun, dengan suami pertamanya umur 35 tahun, lama
perkawinan 2 tahun.
c. Riwayat KB
Ibu mengatakan dia belum pernah menggunakan alat kontrasepsi.
d. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu.
N
o
Ta
hun
par
tus
Tem
pat
part
us
Usia
keha
milan
Jeni
s
part
us
Peno
long
Kelainan anak k
eth
m
l
pr
ts
nf
s
J
K
B
B
P
B
1. 201
3
RS Ater
m
SC Dokt
er
- - - L
k
3,
5
4
8
-
e. Riwayat imunisasi
Imunisasi TT1 dilakukan pada saat usia kehamilan 20 minggu dan TT2 pada usia kehamilan
24 minggu, ibu tidak mengalami penyulit dalam kehamilannya.
f. Bayi
Jenis kelamin laki - laki, berat badan 3500 gram, panjang badan 48 cm, lingkar kepala 33 cm,
lingkar dada 33 cm,LLA 12 cm, jam partus 11.10 wib, 2 maret 2013.
DATA OBJEKTIF
B. Pemeriksaan umum
1. Keadaan umum : Baik
2. Keadaan emosional : Cemas
3. Kesadaran : Composmentis
4. TB : 140 cm
5. BB : 81 kg , sebelum hamil : 68 kg
6. LILA : 25 cm
7. Tanda-tanda vital :TD : 120/80 mmHg N : 84x/mnt
R : 18x/mnt T : 36,0 C
C. Pemeriksaan fisik
Inspeksi
1. Kepala
a. Rambut :Kebersihan : Bersih, tidak berketombe
Warna : Hitam
Kekuatan : Kuat, tidak rontok
b. Mata :Kelopak mata : Tidak oedema
Konjungtiva : Tidak anemis
Sclera : Tidak ikterik
c. Hidung : Bersih
d. Telinga : Bersih, tidak ada pengeluaran
e. Mulut dan gigi: Bibir : Normal
Lidah : Bersih
Gigi : ada caries
Gusi : Tidak ada stomatitis
2. Leher : Kelenjar Thyroid : Tidak ada pembengkakan
Kelenjar Limfe : Tidak ada pembengkakan
3. Dada
a. Payudara
1) Pembesaran : Ada
2) Putting susu : Menonjol
3) Pengeluaran ASI : Sudah ada berupa colostrum
4) Simetris : Ya
5) Benjolan : ada
6) Rasa nyeri : ada
7) Hyperpigmentasi : Ada
b. Abdomen :ada bekas operasi, TFU 3 jari bawah pusat.
c. Ekstermitas atas : lengkap kiri dan akanan, fungsi pergerakan baik, tidak ada
oedema, keadaan bersih.
d. Ekstermitas bawah : tungkai tidak ada oedema, fungsi pergerakan baik, tidak ada
cacat, tidak ada varises, lengkap kanan kiri, reflek patella baik.
e. Genetalia : tidak ada oedema dan varises pada vulva, ada pengeluaran
darah nifas warna merah.
f. Punggung : tulang sedikit lordosis.
g. Rectum : tidak ada hemoroid.
h. Anogenital : perineum normal tidak ada laserasi jalan lahir, tidak ada
pembengkakan pada vulva, anus normal
II. IDENTIFIKASI MASALAH, DIAGNOSA, DAN KEBUTUHAN
A. Diagnosa : Ibu ny.AP1A0 AH1 post partum hari ke 2 dengan bendungan ASI
B. Dasar :
1. Ibu mengatakan payudara terasa nyeri, dan bengkak,
2. Ibu mengatakan melahirkan anaknya 2 hari yang lalu pada tanggal 2 maret 2013.
3. Ibu mengatakan belum pernah keguguran
4. Pengeluarah pervaginam berupa lochea rubra
5. Kontraksi uterus baik
C. Masalah : Payudara nyeri dan bengkak
D. Kebutuhan : Penanganan bendungan ASI, KIE tentang menyusui
III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL
Mastitis
IV. TINDAKAN SEGERA
Penanganan bendungan ASI,KIE tentang menyusui.
V. PERENCANAAN
Tanggal/pukul : 4 maret 2013, 21.10 wib
1. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan
3. jelaskan tentang bendungan ASI yang ibu alami
4. beritahu ibu bahwa keluhan yang ibu rasakan sekarang ini
5. Beritahu ibu cara mengatasi keluhan yang ibu rasakan,
6. Ajarkan kepada ibu cara perawatan/masase payudara,
7. Ajarkan ibu teknik dan posisi menyusui yang baik
8. Ajarkan ibu cara memeras ASI untuk mengosongkan payudara
9. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi sayuran hijau
10. Anjurkan ibu banyak beristirahat
VI. PELAKSANAAN
Tanggal/pukul : 4 maret 2013, 21.25 wib
1. Menjelaskan pada ibu tentang kondisinya berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan
bahwa ibu mengalami bendungan ASI
2. Menjelaskan tentang bendungan ASI yang ibu alami yaitu ASI yang tidak keluar karena
adanya sumbatan saluran ASI sehingga kelenjar ASI membesar/membengkak dan
menyebabkan rasa nyeri serta ASI tidak keluar
3. Memberitahu ibu bahwa keluhan yang ibu rasakan sekarang ini adalah pengaruh dari
sumbatan ASI tersebut dan ibu akan diberikan pengobatan untuk megurangi keluhan yang ibu
rasakan.
4. Memberitahu ibu cara mengatasi keluhan yang ibu rasakan, yaitu:
Sebelum menyusui, pijat payudara dengan lembut, mulailah dari luar kemudian perlahan-
lahan bergerak ke arah puting susu dan lebih berhati-hati pada area yang mengeras.
5. Menyusui sesering mungkin dengan jangka waktu selama mungkin, susui bayi dengan
payudara yang sakit jika ibu kuat menahannya, karena bayi akan menyusui dengan penuh
semangat pada awal sesi menyususi, sehingga bisa mengeringkannya dengan efektif
- Lanjutkan dengan mengeluarkan ASI dari payudara itu setiap kali selesai menyusui jika
bayi belum benar-benar menghabiskan isi payudara yang sakit tersebut.
- Tempelkan handuk halus yang sudah dibasahi dengan air hangat pada payudara yang sakit
beberapa kali dalam sehari (atau mandi dengan air hangat beberapa kali), lakukan pemijatan
dengan lembut di sekitar area yang mengalami penyumbatan kelenjar susu dan secara
perlahan-lahan turun ke arah puting susu.
- Kompres dingin pada payudara di antara waktu menyusui.
- Pakai bra yang dapat menyangga payudara
6. Mengajarkan kepada ibu cara perawatan/masase payudara, yaitu:
Dengan tangan yang sudah dilicinkan dengan minyak lakukan pengurutan 3 macam cara :
- Tempatkan kedua telapak tangan diantara ke 2 payudara kemudian urut keatas, terus
kesamping, kebawah dan melintang hingga tangan menyangga payudara, kemudian lepaskan
tangan dari payudara.
- Telapak tangan kiri menopang payudara kiri dan jari-jari tangan saling dirapatkan,
kemudian sisi kelingking tangan kanan mengurut payudara dari pangkal ke arah puting,
demikian pula payudara kanan.
- Telapak tangan menopang payudara pada cara ke-2 kemudian jari tangan kanan dikepalkan
kemudian buku-buku jari tangan kanan mengurut dari pangkal ke arah puting.
7. Mengajarkan ibu teknik dan posisi menyusui yang baik, yaitu:
- Usahakan pada saat menyusui ibu dalam keadaan tenang. Hindari menyusui pada saat
keadaan haus dan lapar oleh karena itu dianjurkan untuk minum segelas air /secukupnya
sebelum menyusui
- Memasukkan semua areola mamae kedalam mulut bayi
- Ibu dapat menyusui dengan cara duduk atau berbaring dengan santai dan dapat
menggunakan sandaran pada punggung
- Sebelum menyusui usahakan tangan dan payudara dalam keadaan bersih
- Payudara dipegang dengan ibu jari di atas, jari yang lain menopang di bawah (bentuk C)
atau dengan menjepit payudara dengan jari telunjuk dan jari tengah (bentuk gunting)
dibelakang areola
- Berikan ASI pada bayi secara teratur dengan selang waktu 2-3 jam atau tanpa jadwal (on
demand) selama 15 menit. Setelah salah satu payudara mulai terasa kosong, sebaiknya ganti
menyusui pada payudara yang satunya
- Setelah selesai menyusui oleskan ASI ke payudara, biarkan kering sebelum kembali
memakai bra, langkah ini berguna untuk mencegah lecet pada puting
- Sendawakan bayi tiap kali habis menyusui untuk mengeluarkan udara dari lambung bayi
supaya bayi tidak kembung dan muntah
8. Mengajarkan ibu cara memeras ASI untuk mengosongkan payudara, yaitu :
- Ibu mencuci tangan hingga bersih
- Duduk atau berdiri dengan nyaman dan pegang cangkir atau mangkok bersih dan dekatkan
pada payudara
- Letakan ibu jari diatas puting dan areola dan jari telunjuk pada bagian bawah puting dan
areola bersamaan dengan ibu jari dan jari lain menopang payudara
- Tekan ibu jari dan telunjuk sedikit ke arah dada, jangan terlalu kuat agar tidak menyumbat
aliran susu
- Kemudain tekan sampai berada di sinus laktiferus yaitu tenpat tampungan ASI dibawah
areola
- Tekan dan lepas, kemudian tekan dan lepas kembali. Kalau teraba sakit berarti tekniknya
salah. ASI akan mengalir terutama bila refleks oksitosinnya aktif.
9. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi sayuran hijau dan makanan yang bergizi untuk
memperbanyak dan memperlancar ASI, misalnya daun katuk, bayam dan lain-lain
10. Menganjurkan ibu banyak beristirahat, ibu dapat beristirahat dan tidur pada saat bayi tidur.
Selain itu ibu juga jangan terlalu bekerja berat. Serta, mengingatkan ibu untuk selalu menjaga
kebersihan diri, terutama di daerah payudara.
VII. EVALUASI
Tanggal/pukul : 4 maret 2013, pukul 21.45 wib
1. Ibu mengerti dirinya sedang mengalami bendungan asi
2. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan
3. Ibu mengerti tentang bendungan ASI yang ibu alami
4. Ibu mengerti bahwa keluhan yang ibu rasakan sekarang ini
5. Ibu mengerti cara mengatasi keluhan yang ibu rasakan,
6. Ibu mengerti cara perawatan/masase payudara,
7. Ibu mengerti dan dapat mmpratkan teknik dan posisi menyusui yang baik
8. Ibu mengerti dan dapat memeras ASI untuk mengosongkan payudara
9. Ibu bersedia untuk mengkonsumsi sayuran hijau
10. Ibu bersedia untuk beristirahat

Asuhan kebidanan patologis pada ibu nifas dengan bendungan asi terhadap ny

  • 1.
    ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGISPADA IBU NIFAS DENGAN BENDUNGAN ASI TERHADAP NY. A DI RSUD WONOSARI Oleh : Sulastri Ningsih Waktu : 4 Maret 2013, pukul 21.00 wib I. PENGKAJIAN A. Identitas Istri suami Nama : Ny. A Tn. A Umur : 31 tahun 37 tahun Suku : Jawa Jawa Agama : Islam Islam Pendidikan : SMU SMP Pekerjaan : IRT karyawan Alamat : karang mojo I, wonosari 1. Keluhan utama Ibu mengatakan terasa bengkak dan nyeri pada payudaranya sejak tadi pagi tanggal 4 Maret 2013. 2. Riwayat kehamilan ini a. Riwayat menstruasi 1) Menarche : 12 tahun 2) Siklus : 28 hari 3) Lama : 7 hari 4) Dismenorhea : tidak ada 5) Sifat darah : encer,sedikit menggumpal 6) Banyaknya : 3 kali ganti pembalut 7) HPHT : 7 – 6 – 2012 8) HPL : 14 – 03 – 2013 9) G.P.A : G1P0A0 b. Riwayat perkawinan Sah, kawin 1 kali pada umur 29 tahun, dengan suami pertamanya umur 35 tahun, lama perkawinan 2 tahun.
  • 2.
    c. Riwayat KB Ibumengatakan dia belum pernah menggunakan alat kontrasepsi. d. Riwayat kehamilan, persalinan dan nifas yang lalu. N o Ta hun par tus Tem pat part us Usia keha milan Jeni s part us Peno long Kelainan anak k eth m l pr ts nf s J K B B P B 1. 201 3 RS Ater m SC Dokt er - - - L k 3, 5 4 8 - e. Riwayat imunisasi Imunisasi TT1 dilakukan pada saat usia kehamilan 20 minggu dan TT2 pada usia kehamilan 24 minggu, ibu tidak mengalami penyulit dalam kehamilannya. f. Bayi Jenis kelamin laki - laki, berat badan 3500 gram, panjang badan 48 cm, lingkar kepala 33 cm, lingkar dada 33 cm,LLA 12 cm, jam partus 11.10 wib, 2 maret 2013. DATA OBJEKTIF B. Pemeriksaan umum 1. Keadaan umum : Baik 2. Keadaan emosional : Cemas 3. Kesadaran : Composmentis 4. TB : 140 cm 5. BB : 81 kg , sebelum hamil : 68 kg 6. LILA : 25 cm 7. Tanda-tanda vital :TD : 120/80 mmHg N : 84x/mnt R : 18x/mnt T : 36,0 C C. Pemeriksaan fisik Inspeksi 1. Kepala
  • 3.
    a. Rambut :Kebersihan: Bersih, tidak berketombe Warna : Hitam Kekuatan : Kuat, tidak rontok b. Mata :Kelopak mata : Tidak oedema Konjungtiva : Tidak anemis Sclera : Tidak ikterik c. Hidung : Bersih d. Telinga : Bersih, tidak ada pengeluaran e. Mulut dan gigi: Bibir : Normal Lidah : Bersih Gigi : ada caries Gusi : Tidak ada stomatitis 2. Leher : Kelenjar Thyroid : Tidak ada pembengkakan Kelenjar Limfe : Tidak ada pembengkakan 3. Dada a. Payudara 1) Pembesaran : Ada 2) Putting susu : Menonjol 3) Pengeluaran ASI : Sudah ada berupa colostrum 4) Simetris : Ya 5) Benjolan : ada 6) Rasa nyeri : ada 7) Hyperpigmentasi : Ada b. Abdomen :ada bekas operasi, TFU 3 jari bawah pusat. c. Ekstermitas atas : lengkap kiri dan akanan, fungsi pergerakan baik, tidak ada oedema, keadaan bersih. d. Ekstermitas bawah : tungkai tidak ada oedema, fungsi pergerakan baik, tidak ada cacat, tidak ada varises, lengkap kanan kiri, reflek patella baik. e. Genetalia : tidak ada oedema dan varises pada vulva, ada pengeluaran darah nifas warna merah. f. Punggung : tulang sedikit lordosis.
  • 4.
    g. Rectum :tidak ada hemoroid. h. Anogenital : perineum normal tidak ada laserasi jalan lahir, tidak ada pembengkakan pada vulva, anus normal II. IDENTIFIKASI MASALAH, DIAGNOSA, DAN KEBUTUHAN A. Diagnosa : Ibu ny.AP1A0 AH1 post partum hari ke 2 dengan bendungan ASI B. Dasar : 1. Ibu mengatakan payudara terasa nyeri, dan bengkak, 2. Ibu mengatakan melahirkan anaknya 2 hari yang lalu pada tanggal 2 maret 2013. 3. Ibu mengatakan belum pernah keguguran 4. Pengeluarah pervaginam berupa lochea rubra 5. Kontraksi uterus baik C. Masalah : Payudara nyeri dan bengkak D. Kebutuhan : Penanganan bendungan ASI, KIE tentang menyusui III. ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL Mastitis IV. TINDAKAN SEGERA Penanganan bendungan ASI,KIE tentang menyusui. V. PERENCANAAN Tanggal/pukul : 4 maret 2013, 21.10 wib 1. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan 3. jelaskan tentang bendungan ASI yang ibu alami 4. beritahu ibu bahwa keluhan yang ibu rasakan sekarang ini 5. Beritahu ibu cara mengatasi keluhan yang ibu rasakan, 6. Ajarkan kepada ibu cara perawatan/masase payudara, 7. Ajarkan ibu teknik dan posisi menyusui yang baik 8. Ajarkan ibu cara memeras ASI untuk mengosongkan payudara 9. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi sayuran hijau 10. Anjurkan ibu banyak beristirahat VI. PELAKSANAAN Tanggal/pukul : 4 maret 2013, 21.25 wib
  • 5.
    1. Menjelaskan padaibu tentang kondisinya berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan bahwa ibu mengalami bendungan ASI 2. Menjelaskan tentang bendungan ASI yang ibu alami yaitu ASI yang tidak keluar karena adanya sumbatan saluran ASI sehingga kelenjar ASI membesar/membengkak dan menyebabkan rasa nyeri serta ASI tidak keluar 3. Memberitahu ibu bahwa keluhan yang ibu rasakan sekarang ini adalah pengaruh dari sumbatan ASI tersebut dan ibu akan diberikan pengobatan untuk megurangi keluhan yang ibu rasakan. 4. Memberitahu ibu cara mengatasi keluhan yang ibu rasakan, yaitu: Sebelum menyusui, pijat payudara dengan lembut, mulailah dari luar kemudian perlahan- lahan bergerak ke arah puting susu dan lebih berhati-hati pada area yang mengeras. 5. Menyusui sesering mungkin dengan jangka waktu selama mungkin, susui bayi dengan payudara yang sakit jika ibu kuat menahannya, karena bayi akan menyusui dengan penuh semangat pada awal sesi menyususi, sehingga bisa mengeringkannya dengan efektif - Lanjutkan dengan mengeluarkan ASI dari payudara itu setiap kali selesai menyusui jika bayi belum benar-benar menghabiskan isi payudara yang sakit tersebut. - Tempelkan handuk halus yang sudah dibasahi dengan air hangat pada payudara yang sakit beberapa kali dalam sehari (atau mandi dengan air hangat beberapa kali), lakukan pemijatan dengan lembut di sekitar area yang mengalami penyumbatan kelenjar susu dan secara perlahan-lahan turun ke arah puting susu. - Kompres dingin pada payudara di antara waktu menyusui. - Pakai bra yang dapat menyangga payudara 6. Mengajarkan kepada ibu cara perawatan/masase payudara, yaitu: Dengan tangan yang sudah dilicinkan dengan minyak lakukan pengurutan 3 macam cara : - Tempatkan kedua telapak tangan diantara ke 2 payudara kemudian urut keatas, terus kesamping, kebawah dan melintang hingga tangan menyangga payudara, kemudian lepaskan tangan dari payudara. - Telapak tangan kiri menopang payudara kiri dan jari-jari tangan saling dirapatkan, kemudian sisi kelingking tangan kanan mengurut payudara dari pangkal ke arah puting, demikian pula payudara kanan. - Telapak tangan menopang payudara pada cara ke-2 kemudian jari tangan kanan dikepalkan kemudian buku-buku jari tangan kanan mengurut dari pangkal ke arah puting. 7. Mengajarkan ibu teknik dan posisi menyusui yang baik, yaitu: - Usahakan pada saat menyusui ibu dalam keadaan tenang. Hindari menyusui pada saat
  • 6.
    keadaan haus danlapar oleh karena itu dianjurkan untuk minum segelas air /secukupnya sebelum menyusui - Memasukkan semua areola mamae kedalam mulut bayi - Ibu dapat menyusui dengan cara duduk atau berbaring dengan santai dan dapat menggunakan sandaran pada punggung - Sebelum menyusui usahakan tangan dan payudara dalam keadaan bersih - Payudara dipegang dengan ibu jari di atas, jari yang lain menopang di bawah (bentuk C) atau dengan menjepit payudara dengan jari telunjuk dan jari tengah (bentuk gunting) dibelakang areola - Berikan ASI pada bayi secara teratur dengan selang waktu 2-3 jam atau tanpa jadwal (on demand) selama 15 menit. Setelah salah satu payudara mulai terasa kosong, sebaiknya ganti menyusui pada payudara yang satunya - Setelah selesai menyusui oleskan ASI ke payudara, biarkan kering sebelum kembali memakai bra, langkah ini berguna untuk mencegah lecet pada puting - Sendawakan bayi tiap kali habis menyusui untuk mengeluarkan udara dari lambung bayi supaya bayi tidak kembung dan muntah 8. Mengajarkan ibu cara memeras ASI untuk mengosongkan payudara, yaitu : - Ibu mencuci tangan hingga bersih - Duduk atau berdiri dengan nyaman dan pegang cangkir atau mangkok bersih dan dekatkan pada payudara - Letakan ibu jari diatas puting dan areola dan jari telunjuk pada bagian bawah puting dan areola bersamaan dengan ibu jari dan jari lain menopang payudara - Tekan ibu jari dan telunjuk sedikit ke arah dada, jangan terlalu kuat agar tidak menyumbat aliran susu - Kemudain tekan sampai berada di sinus laktiferus yaitu tenpat tampungan ASI dibawah areola - Tekan dan lepas, kemudian tekan dan lepas kembali. Kalau teraba sakit berarti tekniknya salah. ASI akan mengalir terutama bila refleks oksitosinnya aktif. 9. Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi sayuran hijau dan makanan yang bergizi untuk memperbanyak dan memperlancar ASI, misalnya daun katuk, bayam dan lain-lain 10. Menganjurkan ibu banyak beristirahat, ibu dapat beristirahat dan tidur pada saat bayi tidur. Selain itu ibu juga jangan terlalu bekerja berat. Serta, mengingatkan ibu untuk selalu menjaga kebersihan diri, terutama di daerah payudara.
  • 7.
    VII. EVALUASI Tanggal/pukul :4 maret 2013, pukul 21.45 wib 1. Ibu mengerti dirinya sedang mengalami bendungan asi 2. Jelaskan pada ibu tentang kondisinya berdasarkan pemeriksaan yang telah dilakukan 3. Ibu mengerti tentang bendungan ASI yang ibu alami 4. Ibu mengerti bahwa keluhan yang ibu rasakan sekarang ini 5. Ibu mengerti cara mengatasi keluhan yang ibu rasakan, 6. Ibu mengerti cara perawatan/masase payudara, 7. Ibu mengerti dan dapat mmpratkan teknik dan posisi menyusui yang baik 8. Ibu mengerti dan dapat memeras ASI untuk mengosongkan payudara 9. Ibu bersedia untuk mengkonsumsi sayuran hijau 10. Ibu bersedia untuk beristirahat