Kelas X TKJ – II 
NAMA KELOMPOK : 
1. Ramadhan Reggya Putra 
2. Wike Norma Wineka 
3. Yadi Setiawan 
4. Solihin muhamad nur 
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI 
BANDUNG, INDONESIA 
Jalan AH Nasution 105 Cibiru, Bandung 40614. 
Kota Bandung
 Secara etimologis asbab al nuzul terdiri dari 
kata “asbab” (bentuk pluraldari kata “sabab”) 
yang mempunyai arti latar belakang, alasan 
atau sebab. sedang kata “nuzul” berasal dari 
kata “nazala” yang berarti turun. 
 Menurut Al-Ghazali “Nuzul” adalah 
perpindahan sesuatu dari posisi tertinggi ke 
posisi yang rendah
 Dengan demikian asbab al nuzul adalah suatu 
konsep, teori, atau berita tentang sebab-sebab 
turunnya wahyu tertentu dari Al- 
Qur’an kepada nabi Muhammad, baik berupa 
satu ayat maupun rangkaian ayat.
 Dari segi jumlah sebab dan ayat yang turun, 
asbabul nujul dapat dibagi kepada ta’addud al-asbab 
wal al—najil wahid (sebab turunya lebih dari 
satu dan ini persoalan yang terkandung dalam ayat 
atau kelompok ayat yang turun satu) dan ta’addud 
alnazil wa al-sabab wahid (ini persoalan yang 
terkandung dalam ayat atau kelompok ayat yang 
turun lebih dari satu sedang sebab turunnya satu). 
Sebab turunya ayat di sebut ta’addud karena wahid 
atau tunggal bila riwayatnya hanya satu, sebaliknya 
apa bila satu ayat atau kelompok ayat yang turun 
disebut ta’addud al-nazil.
 Jika di temukan dua riwayat atau lebih tentang 
sebab turun ayat-ayat dan masing-masing 
menyebutkan sebab yang jelas dan berbeda yang 
di sebutkan lawannya, maka riwayat ini harus di 
teliti dan dianalisis, permasalahannya ada empat 
bentuk: pertama, salah satu dari keduanya shahih 
dan lainnya tidak. Kedua keduanya shahih akan 
tetapu salah mempunyai penguat (murajjih) dan 
lainnya tidak. Ketiga, keduannya shahih dan 
keduanya sama-sama tidak mempunyai penguat 
(murajjih). Akan tetapi keduanya dapat diambil 
sekaligus. Keempat, keduanya shahih, tidak 
mempunyai penguat (murajjih) dan tidak mungkin 
mengambil keduanya sekaligus.
 Perlunya pengetahuan asbabun nuzul, al-wahidi 
berkata: “ tidak mungkin kita mengetahui 
penafsiran ayat al-qur’an tanpa mengetahui 
kisahnya dan sebab turunya ayat adalah jalan 
yang kuat dalam memahami makna al-qur’an”. 
Ibnu taimiyah berkata: mengetahui sebab turunya 
ayat membantu untuk memahami ayat al-qur’an. 
Sebab pengetahuantentang “sebab” akan 
membawa kepada pengetahuan tentang yang 
disebabkan (akibat). Namun sebagai mana telah 
di terangkan sebelumnya tidak semua al-qur’an 
mempunya sebab turun, ayat-ayat yang 
mempunyai sebab turun juga tidak semuanya 
harus diketahui,
 tanpa mengetahui ayat tersebut bisa 
dipahami, ahmad adil kamal menjelaskan 
bahwa turunnya ayat-ayat al-qur’an melalui 
tiga cara : pertama ayat-ayat turun sebagai 
reaksi terhadap pertanyaan yang di 
kemukakan kepada nabi. Kedua ayat-ayat 
turun sebagai permulaan tanpa didahului 
oleh peristiwa atau pertanyaan. Ketiga ayat-ayat 
yang mempunyai sebab turun itu terbagi 
menjadi dua kelompok;
 ayat-ayat yang sebab turunnya harus diketahui ( 
hukum ) karena asbabun nuzulnya harus 
diketahui agar penetapan hukumnya tidak 
menjadi keliru. Ayat-ayat yang sebab turunnya 
tidak harus diketahui, ( ayat yang menyangkut 
kisah dalam al-qur’an). Kebanyakan ayat-ayat 
kisah turun tanpa sebab yang khusus, namun ini 
tidak benar bahwa semua ayat-ayat kisah semua 
ayat-ayat kisah tidak perlu mengetahui sebab 
turunnya, bagaimanapun sebagian kisah alqur’an 
tidak dapat di pahami tanpa pengetahuan 
tentang seaba turunnya.
 Asbabun Nuzul didefinisikan “ sebagai suatu hal yang 
karenanya al-qur’an di turunkan untuk menerangkan 
setatu hukumnya, pada masa hal itu terjadi, baik 
merupakan peristiwa maupun pertanyaan”, serta 
memiliki paedah didalamnya 
 Cara turunya asbabun nuzul itu : pertama ayat-ayat 
turun sebagai reaksi terhadap pertanyaan yang di 
kemukakan ke pada nabi. Kedua ayat-ayat turun 
sebagai permulan tanpa di dahului oleh peristiwa atau 
pertanyaan. Ketiga ayat yang mempunyai sebab turun 
itu terbagi menjadi dua kelompok; ayat-ayat yang 
sebab turunya harus diketahui ( hukum) karena asbabun 
nuzulnya harus diketahui agar penentapan hukum 
tidakmenjadi keliru. Ayat-ayat yang sebab turunya tidak 
harus diketahui. ( ayat yang menyangkut kisah dalan al-qur’an).
Wabillahitaufik wallhidayah. 
Wassalamualaikum wr.wb

ASBABUN NUZUL

  • 1.
    Kelas X TKJ– II NAMA KELOMPOK : 1. Ramadhan Reggya Putra 2. Wike Norma Wineka 3. Yadi Setiawan 4. Solihin muhamad nur UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG, INDONESIA Jalan AH Nasution 105 Cibiru, Bandung 40614. Kota Bandung
  • 3.
     Secara etimologisasbab al nuzul terdiri dari kata “asbab” (bentuk pluraldari kata “sabab”) yang mempunyai arti latar belakang, alasan atau sebab. sedang kata “nuzul” berasal dari kata “nazala” yang berarti turun.  Menurut Al-Ghazali “Nuzul” adalah perpindahan sesuatu dari posisi tertinggi ke posisi yang rendah
  • 4.
     Dengan demikianasbab al nuzul adalah suatu konsep, teori, atau berita tentang sebab-sebab turunnya wahyu tertentu dari Al- Qur’an kepada nabi Muhammad, baik berupa satu ayat maupun rangkaian ayat.
  • 5.
     Dari segijumlah sebab dan ayat yang turun, asbabul nujul dapat dibagi kepada ta’addud al-asbab wal al—najil wahid (sebab turunya lebih dari satu dan ini persoalan yang terkandung dalam ayat atau kelompok ayat yang turun satu) dan ta’addud alnazil wa al-sabab wahid (ini persoalan yang terkandung dalam ayat atau kelompok ayat yang turun lebih dari satu sedang sebab turunnya satu). Sebab turunya ayat di sebut ta’addud karena wahid atau tunggal bila riwayatnya hanya satu, sebaliknya apa bila satu ayat atau kelompok ayat yang turun disebut ta’addud al-nazil.
  • 6.
     Jika ditemukan dua riwayat atau lebih tentang sebab turun ayat-ayat dan masing-masing menyebutkan sebab yang jelas dan berbeda yang di sebutkan lawannya, maka riwayat ini harus di teliti dan dianalisis, permasalahannya ada empat bentuk: pertama, salah satu dari keduanya shahih dan lainnya tidak. Kedua keduanya shahih akan tetapu salah mempunyai penguat (murajjih) dan lainnya tidak. Ketiga, keduannya shahih dan keduanya sama-sama tidak mempunyai penguat (murajjih). Akan tetapi keduanya dapat diambil sekaligus. Keempat, keduanya shahih, tidak mempunyai penguat (murajjih) dan tidak mungkin mengambil keduanya sekaligus.
  • 7.
     Perlunya pengetahuanasbabun nuzul, al-wahidi berkata: “ tidak mungkin kita mengetahui penafsiran ayat al-qur’an tanpa mengetahui kisahnya dan sebab turunya ayat adalah jalan yang kuat dalam memahami makna al-qur’an”. Ibnu taimiyah berkata: mengetahui sebab turunya ayat membantu untuk memahami ayat al-qur’an. Sebab pengetahuantentang “sebab” akan membawa kepada pengetahuan tentang yang disebabkan (akibat). Namun sebagai mana telah di terangkan sebelumnya tidak semua al-qur’an mempunya sebab turun, ayat-ayat yang mempunyai sebab turun juga tidak semuanya harus diketahui,
  • 8.
     tanpa mengetahuiayat tersebut bisa dipahami, ahmad adil kamal menjelaskan bahwa turunnya ayat-ayat al-qur’an melalui tiga cara : pertama ayat-ayat turun sebagai reaksi terhadap pertanyaan yang di kemukakan kepada nabi. Kedua ayat-ayat turun sebagai permulaan tanpa didahului oleh peristiwa atau pertanyaan. Ketiga ayat-ayat yang mempunyai sebab turun itu terbagi menjadi dua kelompok;
  • 9.
     ayat-ayat yangsebab turunnya harus diketahui ( hukum ) karena asbabun nuzulnya harus diketahui agar penetapan hukumnya tidak menjadi keliru. Ayat-ayat yang sebab turunnya tidak harus diketahui, ( ayat yang menyangkut kisah dalam al-qur’an). Kebanyakan ayat-ayat kisah turun tanpa sebab yang khusus, namun ini tidak benar bahwa semua ayat-ayat kisah semua ayat-ayat kisah tidak perlu mengetahui sebab turunnya, bagaimanapun sebagian kisah alqur’an tidak dapat di pahami tanpa pengetahuan tentang seaba turunnya.
  • 10.
     Asbabun Nuzuldidefinisikan “ sebagai suatu hal yang karenanya al-qur’an di turunkan untuk menerangkan setatu hukumnya, pada masa hal itu terjadi, baik merupakan peristiwa maupun pertanyaan”, serta memiliki paedah didalamnya  Cara turunya asbabun nuzul itu : pertama ayat-ayat turun sebagai reaksi terhadap pertanyaan yang di kemukakan ke pada nabi. Kedua ayat-ayat turun sebagai permulan tanpa di dahului oleh peristiwa atau pertanyaan. Ketiga ayat yang mempunyai sebab turun itu terbagi menjadi dua kelompok; ayat-ayat yang sebab turunya harus diketahui ( hukum) karena asbabun nuzulnya harus diketahui agar penentapan hukum tidakmenjadi keliru. Ayat-ayat yang sebab turunya tidak harus diketahui. ( ayat yang menyangkut kisah dalan al-qur’an).
  • 11.