Al-Qur’an bukanlah sebuah buku dalam pengertian 
umum, ketika ia tidak pernah diformulasikan, tetapi di 
wahyukan secara berangsur-angsur kepada Nabi 
Muhammad S.A.W. sejauh situasi-situasi menuntutnya. Al-qur’an 
pun menyadari kenyataan ini sebagai suatu yang 
akan menimbulkan keusilan di kalangan pembantahnya. 
Seperti yang di yakini sampai sekarang, pewahyuan al-qur’an 
secara total dalam sekali waktu secara sekaligus 
adalah sesuatu yang tidak mungkin, karena pada 
kenyataannya al-qur’an diturunkan sebagai petunjuk baik 
kaum muslimin secara berangsur-angsur sesuai dengan 
kebutuhan-kebutuhan yang timbul.
 Bagaimana pengertian Asbab an-nuzul ? 
 Apa urgensi dan kegunaan Asbab an-nuzul ? 
 Bagaimana pengelompokan ayat-ayat Al- 
Qur’an dari segi Asbab an-nuzul ? 
 Apa itu ilmu Asbab an-nuzul ?
Kata Asbab An-Nuzul ( أ سبا ب النزول ) terdiri atas kata Asbab ( أ سبا ب ) dan 
An-Nuzul ( النزول ). Secara etimologis berarti sebab atau alasan sedangkan An- 
Nuzul penurunan Al-Qur’an dari Allah, kepada Nabi Muhammad S.A.W 
melalui malaikat jibril. 
Banyak pengertian terminologi yang dirumuskan oleh para ulama 
diantaranya: 
Mana’ Al-Qthathan: 
ما نز ل قران بشأنه وقت وقوعه كحادثةأوسؤالز 
Artinya: “Asbab an-nuzul adalah peristiwa-peristiwa yang 
menyebabkan turunnya al-Qur’an berkenaan dengan waktu peristiwa itu 
terjadi, baik berupa satu kejadian atau berupa pertanyaan yang diajukan kepada 
nabi”. 
Menurut Ahli Ulumul Qur’an 
سبب النزول ما نزلت ألأ يات بسبببه متضمنة له او مجيبة عنه او مبينة لحكمه زمن وقو عه 
Artinya: “Asbab an-nuzul adalah sesuatu yang karena sesuatu itu 
menyebabkan satu atau beberapa ayat al-Qur’an diturunkan (dalam rangka) 
menjawab atau menjelaskan hukumnya disaat sesuatu itu terjadi”.
Dari beberapa pengertian Asbab An-Nuzul dapat 
disimpulkan bahwa Asbab An-Nuzul adalah kejadian 
atau peristiwa yang melatar belakangi turunnya ayat al- 
Qur’an. Ayat tersebut dalam rangka menjawab, 
menjelaskan dan menjelaskan masalah-masalah yang 
timbul dari kejadian-kejadian tersebut. Asbab An-Nuzul 
merupakan bahan-bahan sejarah yang dapat dipakai 
untuk memberikan keterangan-keterangan terhadap 
lembaran-lembaran dan memberinya konteks dalam 
memahami perintah-perintahnya. 
Bentuk-bentuk peristiwa yang melatar belakangi 
turunnya al-Qur’an itu tersebut sangat beragam 
diantaranya, berupa konflik tentang kafir qurais, konflik 
sosial yang terjadi antara suku aus dan suku khazraj.
Dari contoh diatas, dapatlah diketahui 
bahwa meskipun pada umumnya Asbab An- 
Nuzul itu terjadi lebih dulu dari turunnya ayat, 
tetapi terkadang justru sebaliknya yakni 
diturunkan dulu ayat al-Qur’an sedangkan 
hukum atau peristiwa itu sendiri baru terjadi 
setelah sekian lama ayat diturunkan. Keadaan 
demikian tentu saja tidak mengindikasikan 
keganjilan bagi al-Qur’an, akan tetapi justru 
sebaliknya menunjukkan fariabilitas al-Qur’an 
dalam memberikan informasi.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa 
urgensi asbab nuzul dalam memahami al-quran 
sebagai berikut: 
1. Membantu dalam memahami sekaligus mengatasi 
ketidakpastian dalam menangkap pesan-pesan 
ayat-ayat al-quran. 
2. Mengatasi keraguan ayat yang diduga 
mengandung pengertian umum. 
3. Mengkhusukan hukum yang terkandung dalam 
ayat al-Qur’an. 
4. Mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan ayat 
al-Quran turun. 
5. Memudahkan untuk menghafal dan memahami 
ayat, serta untuk memantabkan wahyu kedalam 
hati orang yang mendengarnya.
Beberapa ulama’ sepakat bahwa konteks 
kesejarahan yang terakumulasi dalam riwayat-riwayat 
Asbab An-Nuzul merupakan satu hal yang 
signifikan untuk memahami pesan-pesan al-Quran. 
Diantaranya ibnu taimiyyah menyatakan: 
معر فة سبب النزول تعين علي فهم الا ية فان العلم با لسبب يو رث العلم 
بامسبب 
Artinya: “Asbab An-Nuzul sangat menolong 
dalam menginterpretasi al-Quran”. 
Menurut ibnu daqiq al-iled menyatakan 
بنان سبب النزول طريق قويّ في فهم معانى الكتاب العزيز 
Artinya : “Penjelasan terhadap asbab anuzul 
merupakan metode yang kondusif untuk 
menginterpretasikan makna-makna al-qur’an.”
Menurut Assuyuthi fungsi dan kegunaan 
mempelajari Asbab An-Nuzul adalah sebagai berikut: 
1. Mengetahui sisi-sisi positif yang mendorong atas 
pensyari’atan hukum. 
2. Dalam mengkhususkan hukum bagi siapa yang 
berpegang dengan kaidah bahwasanya ungkapan 
al-Quran itu didasarkan atas kekhususan sebab. 
3. Kenyataan menujukakkan bahwa ada kalanya 
lafal dalam ayat al-Qur’an itu bersifat umum, dan 
terkadang memerlukan pengkhususkan yang 
pengkhususannya itu sendiri justru terletak pada 
pengetahuan tentang sebab turun ayat itu.
Dilihat dari sudut pandang sebab-sebab ayat al-qur’an 
diturunkan dapat dikelasifikasikan kedalam 2 
kelompok yakni: Kelompok ayat-ayat al-quran yang 
dapat dikenali Asbab An-Nuzulnya dan kelompok 
ayat-ayat al-quran yang tidak diketahui Asbab An- 
Nuzulnya. Atau dalam ungkapan Al-Buthi, ada 
kelompok ayat yang penurunannya dipertaudkan 
dengan sejumlah sebab dan kejadian yang melatar 
belakanginya, dan ini jumlahnya relatif lebih banyak. 
Sedangkan sebagian ayat yang lain turun tanpa 
Asbab An-Nuzul yang mendahuluinya. Ayat-ayat 
yang turun tanpa sebab yang mendahului ini pada 
umumnya ialah ayat-ayat yang berkaitan dengan 
kisah umat manusia masa lalu serta sifat-sifat surga 
dan neraka.
Paling sedikit ada 3 kemungkinan mengapa tidak 
seluruh ayat al-quran dapat diketahui sebab-sebab yang 
melatar belakangi penurunannya dan masing-masing 
kemungkinan itu terkait erat antara santu dengan yang lain. 
1. Tidak semua hal yang berkaitan dengan proses turun al-qur’an 
terkover oleh para sahabat yang langsung 
menyaksikan proses penurunan wahyu al-qur’an. 
2. Penyaksian para sahabatterhadap hal-hal yang 
berkaitan dengan proses penurunan wahyu al-qur’an 
tidak semuanya dicatat. Kalaupun kemudian dicatat, 
pencatatan itu sendiri dapat dikatakan sudah terlambat. 
Sehingga kalupun semua proses penuruna al-qur’an itu 
secara keseluruhan terekam oleh para sahabat, tentu ada 
yang hilang dari ingatan mereka, mengingat 
keterlambatan pencatatan itu tadi.
3. Terbuka lebar kemungkinan ada sejumlah ayat-ayat 
al-qur’an yang penurunannya memang 
tetap dipandang tepat dengan atau tanpa 
didahului oleh sebab-sebab yang melatar 
belakanginya atau tanpa dikaitkan langsung 
dengan suatu peristiwa atau untuk mengenali 
Asbab An-Nuzul ayat, selain bisa ditelusuru 
melalui sejumlah kitab tafsir, atau dengan 
pertanyaan yang mendahuluinya.
Ilmu yang membahas tentang Asbab An- 
Nuzul biasa disebut dengan ilmu Sabab Nuzul 
atau ilmu Asbabin Nuzul. Akan halnya cabang 
ilmu-ilmu yang lain, ilmu Asbabin Nuzul tubuh 
dan berkembang secara evolusi dan alamiah. 
Maksutnya, berkembang sedikit demi sedikit dan 
tidak pernah direkayasa apalagi dipaksakan. Al- 
Qur’an diturunkan Allah kemuka bumi ini denga 
maksut utama sebagai petunjuk atau pedoman 
bagi umat manusia. Pada umumnya dan 
petunjuk serta pemberi kabar berita bagi orang-orang 
beriman pada khususnya.
Sebagai petunjuk, tentu saja al-Qur’an diturunkan 
sedemikian rupa supanya mudah di pahami dan mudah 
diamalkan oleh orang-orang beriman. Untuk kepentingan 
itulah maka ayat-ayat al-Qur’an diturunkan secara 
evolusioner, dalam waktu yang cukup panjang (22 tahun, 2 
bulan, 22 hari) dengan maksut supaya benar-benar mudah 
dihayati oleh siapapun yang menerimanya. 
Proses penurunan al-Qur’an tampak didesain 
sedemikian rupa sehingga benar-benar sesuai dengan 
kebutuhan umat manusia dalam memecahkan problem 
yang timbul diwaktu itu dan untuk dikenang seterusnya. 
Latar belakang dan situasi penurunan al-Quran inilah pada 
intinya yang kemudian mendorong para ahli ilmu al-Quran 
berkreasi untuk melakukan penalaran terhdapnya dan 
merangkainya menjadi teori keilmuan yang kemudian 
dikenal dengan sebutan ilmu Asbabin Nuzul.
Asbab An-Nuzul adalah peristiwa yang terjadi 
pada zaman Rasulullah S.A.W. oleh karena itu, tidak 
ada jalan lain untuk mengetahuinya selain 
mengambil sumber dari orang yang menyaksikan 
peristiwa tersebut, dalam dah ini, riwayat para 
sahabat Rasulullah S.A.W yang mendengar dan 
menyaksikan kejadian yang berhubungan dengan 
turunnya ayat tertentu. Dengan demikian dalam 
membahas Asbab An-Nuzul, pendapat atau 
penafsiran tidak mempunyai peran yang berarti. 
Syekh Imam Abi Hasan Ali bin Ahmad Al-Wahidiy 
Al-Nisaburiy dalam kitab Asbab An-Nuzulnya 
mengatakan,” didalam pembicaraan Asbab An- 
Nuzul Al-Qu’an tidak dibenarkan kecuali dengan 
riwayat dan mendengar dari mereka yang secara 
langsung menyaksikan peristiwa Nuzul, dan 
bersungguh-sungguh dalam mencarinya.
Para ulama menempatkan studi-studi yang 
menyangkut hadits Rasulullah Sebagai suatu studi 
kesejarahan yang paling selektif dibandingkan studi 
sejarah manapun. Oleh karena itu sekalipun misalnya 
usaha pen-takhashshush-an (spesialisasi) studi Asbab 
An-Nuzul baru dimulai 200 tahun lebih setelah 
Rasulullah wafat tetapi nilai akurasinya bisa 
dipertanggungjawabkan secara turun temurun dari 
satu generasi kegenerasi berikutnya. Riwayat-riwayat 
menyangkut ayat al-qur’an, mulai Asbab An- 
Nuzulnya, penafsirannya, dan hal-hal lainnya selalu 
dipelajari secara sungguh-sungguh, kemudian dihafal, 
dipelihara baik-baik, dan dijaga pada sekitar tahun 200 
H, timbul ide dari Ali bin Al-Madiniy untuk 
membukukan Asbab An-Nuzul dalam karya ilmiyah 
tersendiri yang ia beri judul Asbab An-Nuzul.
ASBAB AN-NUZUL

ASBAB AN-NUZUL

  • 2.
    Al-Qur’an bukanlah sebuahbuku dalam pengertian umum, ketika ia tidak pernah diformulasikan, tetapi di wahyukan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad S.A.W. sejauh situasi-situasi menuntutnya. Al-qur’an pun menyadari kenyataan ini sebagai suatu yang akan menimbulkan keusilan di kalangan pembantahnya. Seperti yang di yakini sampai sekarang, pewahyuan al-qur’an secara total dalam sekali waktu secara sekaligus adalah sesuatu yang tidak mungkin, karena pada kenyataannya al-qur’an diturunkan sebagai petunjuk baik kaum muslimin secara berangsur-angsur sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan yang timbul.
  • 3.
     Bagaimana pengertianAsbab an-nuzul ?  Apa urgensi dan kegunaan Asbab an-nuzul ?  Bagaimana pengelompokan ayat-ayat Al- Qur’an dari segi Asbab an-nuzul ?  Apa itu ilmu Asbab an-nuzul ?
  • 4.
    Kata Asbab An-Nuzul( أ سبا ب النزول ) terdiri atas kata Asbab ( أ سبا ب ) dan An-Nuzul ( النزول ). Secara etimologis berarti sebab atau alasan sedangkan An- Nuzul penurunan Al-Qur’an dari Allah, kepada Nabi Muhammad S.A.W melalui malaikat jibril. Banyak pengertian terminologi yang dirumuskan oleh para ulama diantaranya: Mana’ Al-Qthathan: ما نز ل قران بشأنه وقت وقوعه كحادثةأوسؤالز Artinya: “Asbab an-nuzul adalah peristiwa-peristiwa yang menyebabkan turunnya al-Qur’an berkenaan dengan waktu peristiwa itu terjadi, baik berupa satu kejadian atau berupa pertanyaan yang diajukan kepada nabi”. Menurut Ahli Ulumul Qur’an سبب النزول ما نزلت ألأ يات بسبببه متضمنة له او مجيبة عنه او مبينة لحكمه زمن وقو عه Artinya: “Asbab an-nuzul adalah sesuatu yang karena sesuatu itu menyebabkan satu atau beberapa ayat al-Qur’an diturunkan (dalam rangka) menjawab atau menjelaskan hukumnya disaat sesuatu itu terjadi”.
  • 5.
    Dari beberapa pengertianAsbab An-Nuzul dapat disimpulkan bahwa Asbab An-Nuzul adalah kejadian atau peristiwa yang melatar belakangi turunnya ayat al- Qur’an. Ayat tersebut dalam rangka menjawab, menjelaskan dan menjelaskan masalah-masalah yang timbul dari kejadian-kejadian tersebut. Asbab An-Nuzul merupakan bahan-bahan sejarah yang dapat dipakai untuk memberikan keterangan-keterangan terhadap lembaran-lembaran dan memberinya konteks dalam memahami perintah-perintahnya. Bentuk-bentuk peristiwa yang melatar belakangi turunnya al-Qur’an itu tersebut sangat beragam diantaranya, berupa konflik tentang kafir qurais, konflik sosial yang terjadi antara suku aus dan suku khazraj.
  • 6.
    Dari contoh diatas,dapatlah diketahui bahwa meskipun pada umumnya Asbab An- Nuzul itu terjadi lebih dulu dari turunnya ayat, tetapi terkadang justru sebaliknya yakni diturunkan dulu ayat al-Qur’an sedangkan hukum atau peristiwa itu sendiri baru terjadi setelah sekian lama ayat diturunkan. Keadaan demikian tentu saja tidak mengindikasikan keganjilan bagi al-Qur’an, akan tetapi justru sebaliknya menunjukkan fariabilitas al-Qur’an dalam memberikan informasi.
  • 7.
    Dari uraian diatasdapat disimpulkan bahwa urgensi asbab nuzul dalam memahami al-quran sebagai berikut: 1. Membantu dalam memahami sekaligus mengatasi ketidakpastian dalam menangkap pesan-pesan ayat-ayat al-quran. 2. Mengatasi keraguan ayat yang diduga mengandung pengertian umum. 3. Mengkhusukan hukum yang terkandung dalam ayat al-Qur’an. 4. Mengidentifikasi pelaku yang menyebabkan ayat al-Quran turun. 5. Memudahkan untuk menghafal dan memahami ayat, serta untuk memantabkan wahyu kedalam hati orang yang mendengarnya.
  • 8.
    Beberapa ulama’ sepakatbahwa konteks kesejarahan yang terakumulasi dalam riwayat-riwayat Asbab An-Nuzul merupakan satu hal yang signifikan untuk memahami pesan-pesan al-Quran. Diantaranya ibnu taimiyyah menyatakan: معر فة سبب النزول تعين علي فهم الا ية فان العلم با لسبب يو رث العلم بامسبب Artinya: “Asbab An-Nuzul sangat menolong dalam menginterpretasi al-Quran”. Menurut ibnu daqiq al-iled menyatakan بنان سبب النزول طريق قويّ في فهم معانى الكتاب العزيز Artinya : “Penjelasan terhadap asbab anuzul merupakan metode yang kondusif untuk menginterpretasikan makna-makna al-qur’an.”
  • 9.
    Menurut Assuyuthi fungsidan kegunaan mempelajari Asbab An-Nuzul adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui sisi-sisi positif yang mendorong atas pensyari’atan hukum. 2. Dalam mengkhususkan hukum bagi siapa yang berpegang dengan kaidah bahwasanya ungkapan al-Quran itu didasarkan atas kekhususan sebab. 3. Kenyataan menujukakkan bahwa ada kalanya lafal dalam ayat al-Qur’an itu bersifat umum, dan terkadang memerlukan pengkhususkan yang pengkhususannya itu sendiri justru terletak pada pengetahuan tentang sebab turun ayat itu.
  • 10.
    Dilihat dari sudutpandang sebab-sebab ayat al-qur’an diturunkan dapat dikelasifikasikan kedalam 2 kelompok yakni: Kelompok ayat-ayat al-quran yang dapat dikenali Asbab An-Nuzulnya dan kelompok ayat-ayat al-quran yang tidak diketahui Asbab An- Nuzulnya. Atau dalam ungkapan Al-Buthi, ada kelompok ayat yang penurunannya dipertaudkan dengan sejumlah sebab dan kejadian yang melatar belakanginya, dan ini jumlahnya relatif lebih banyak. Sedangkan sebagian ayat yang lain turun tanpa Asbab An-Nuzul yang mendahuluinya. Ayat-ayat yang turun tanpa sebab yang mendahului ini pada umumnya ialah ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah umat manusia masa lalu serta sifat-sifat surga dan neraka.
  • 11.
    Paling sedikit ada3 kemungkinan mengapa tidak seluruh ayat al-quran dapat diketahui sebab-sebab yang melatar belakangi penurunannya dan masing-masing kemungkinan itu terkait erat antara santu dengan yang lain. 1. Tidak semua hal yang berkaitan dengan proses turun al-qur’an terkover oleh para sahabat yang langsung menyaksikan proses penurunan wahyu al-qur’an. 2. Penyaksian para sahabatterhadap hal-hal yang berkaitan dengan proses penurunan wahyu al-qur’an tidak semuanya dicatat. Kalaupun kemudian dicatat, pencatatan itu sendiri dapat dikatakan sudah terlambat. Sehingga kalupun semua proses penuruna al-qur’an itu secara keseluruhan terekam oleh para sahabat, tentu ada yang hilang dari ingatan mereka, mengingat keterlambatan pencatatan itu tadi.
  • 12.
    3. Terbuka lebarkemungkinan ada sejumlah ayat-ayat al-qur’an yang penurunannya memang tetap dipandang tepat dengan atau tanpa didahului oleh sebab-sebab yang melatar belakanginya atau tanpa dikaitkan langsung dengan suatu peristiwa atau untuk mengenali Asbab An-Nuzul ayat, selain bisa ditelusuru melalui sejumlah kitab tafsir, atau dengan pertanyaan yang mendahuluinya.
  • 13.
    Ilmu yang membahastentang Asbab An- Nuzul biasa disebut dengan ilmu Sabab Nuzul atau ilmu Asbabin Nuzul. Akan halnya cabang ilmu-ilmu yang lain, ilmu Asbabin Nuzul tubuh dan berkembang secara evolusi dan alamiah. Maksutnya, berkembang sedikit demi sedikit dan tidak pernah direkayasa apalagi dipaksakan. Al- Qur’an diturunkan Allah kemuka bumi ini denga maksut utama sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia. Pada umumnya dan petunjuk serta pemberi kabar berita bagi orang-orang beriman pada khususnya.
  • 14.
    Sebagai petunjuk, tentusaja al-Qur’an diturunkan sedemikian rupa supanya mudah di pahami dan mudah diamalkan oleh orang-orang beriman. Untuk kepentingan itulah maka ayat-ayat al-Qur’an diturunkan secara evolusioner, dalam waktu yang cukup panjang (22 tahun, 2 bulan, 22 hari) dengan maksut supaya benar-benar mudah dihayati oleh siapapun yang menerimanya. Proses penurunan al-Qur’an tampak didesain sedemikian rupa sehingga benar-benar sesuai dengan kebutuhan umat manusia dalam memecahkan problem yang timbul diwaktu itu dan untuk dikenang seterusnya. Latar belakang dan situasi penurunan al-Quran inilah pada intinya yang kemudian mendorong para ahli ilmu al-Quran berkreasi untuk melakukan penalaran terhdapnya dan merangkainya menjadi teori keilmuan yang kemudian dikenal dengan sebutan ilmu Asbabin Nuzul.
  • 15.
    Asbab An-Nuzul adalahperistiwa yang terjadi pada zaman Rasulullah S.A.W. oleh karena itu, tidak ada jalan lain untuk mengetahuinya selain mengambil sumber dari orang yang menyaksikan peristiwa tersebut, dalam dah ini, riwayat para sahabat Rasulullah S.A.W yang mendengar dan menyaksikan kejadian yang berhubungan dengan turunnya ayat tertentu. Dengan demikian dalam membahas Asbab An-Nuzul, pendapat atau penafsiran tidak mempunyai peran yang berarti. Syekh Imam Abi Hasan Ali bin Ahmad Al-Wahidiy Al-Nisaburiy dalam kitab Asbab An-Nuzulnya mengatakan,” didalam pembicaraan Asbab An- Nuzul Al-Qu’an tidak dibenarkan kecuali dengan riwayat dan mendengar dari mereka yang secara langsung menyaksikan peristiwa Nuzul, dan bersungguh-sungguh dalam mencarinya.
  • 16.
    Para ulama menempatkanstudi-studi yang menyangkut hadits Rasulullah Sebagai suatu studi kesejarahan yang paling selektif dibandingkan studi sejarah manapun. Oleh karena itu sekalipun misalnya usaha pen-takhashshush-an (spesialisasi) studi Asbab An-Nuzul baru dimulai 200 tahun lebih setelah Rasulullah wafat tetapi nilai akurasinya bisa dipertanggungjawabkan secara turun temurun dari satu generasi kegenerasi berikutnya. Riwayat-riwayat menyangkut ayat al-qur’an, mulai Asbab An- Nuzulnya, penafsirannya, dan hal-hal lainnya selalu dipelajari secara sungguh-sungguh, kemudian dihafal, dipelihara baik-baik, dan dijaga pada sekitar tahun 200 H, timbul ide dari Ali bin Al-Madiniy untuk membukukan Asbab An-Nuzul dalam karya ilmiyah tersendiri yang ia beri judul Asbab An-Nuzul.