AMP
REVISI
Topik:Topik:
• Pendahuluan : AMP di Indonesia
• Pengertian AMP: Definisi, Tujuan, Azas
• Perbandingan AMP Lama & Revisi
• Langkah AMP Revisi
• Mekanisme AMP Revisi
• Alur data AMP Revisi
• AMP Lintas Batas
PENDAHULUANPENDAHULUAN
AMP di Indonesia telah dilaksanakan sejak 1997.
Tetapi kegiatan AMP tidak selalu diikuti dengan
perbaikan pelayanan kesehatan maternal-perinatal
seperti yang diharapkan.
Beberapa kelemahan pelaksanaan AMP yang
terdeteksi, antara lain
Kesulitan analisis karena data tidak lengkap. Sistim pencatatan dan
Pelaporan kurang baik
Kurangnya keterlibatan lintas sektor dalam proses pengumpulan
data dan analisis
Terjadi Blaming, Shaming & Naming sehingga proses AMP tidak
langgeng
Tidak ada tindak lanjut terhadap rekomendasi dari proses AMP.
DEFINISI AMPDEFINISI AMP
Serangkaian kegiatan penelusuran sebab kematian atau
kesakitan ibu, perinatal, dan neonatal guna mencegah
kesakitan atau kematian serupa di masa mendatang
Proses penelaahan bersama kasus kesakitan dan
kematian ibu dan perinatal serta tatalaksananya.
Menggunakan berbagai informasi & pengalaman dari
kelompok terkait (keluarga, dukun, provider).
Untuk mendapat masukan tentang intervensi yang tepat
dilakukan agar kesakitan & kematian dapat dicegah
dimasa mendatang.
LAMA
REVISI
Serangkaian kegiatan penelusuran sebab kematian atau
kesakitan ibu, perinatal, dan neonatal guna mencegah
kesakitan atau kematian serupa di masa mendatang
TUJUAN UMUMTUJUAN UMUM AMPAMP
Menentukan sebab dan faktor terkait dalam kesakitan
dan kematian ibu dan perinatal (3 terlambat & 4 terlalu)
Memastikan dimana dan mengapa berbagai sistem &
program gagal dalam mencegah kematian
Kausa
Sistem
Menentukan jenis intervensi & pembinaan yang
diperlukan
Intervensi
TUJUAN KHUSUSTUJUAN KHUSUS AMPAMP
Pembahasan analitik kasus obstetri & perinatal-
neonatal secara teratur & berkesinambungan
Pengidentifikasian penyebab kematian & mengkaji
faktor- faktor penyebab
Pembelajaran, pembinaan, pelaporan & perencanaan
terpadu
Kesepakatan pemecahan masalah
Penentuan rekomendasi, intervensi, strategi
pembelajaran & pembinaan
Pemantauan, evaluasi dan pengembangan terhadap
rekomendasi
AZASAZAS AMPAMP
Anonimasi
AAZASZAS AMPAMP
Tidak menyebutkan identitas
Seluruh informasi identitas (nama, alamat)
kasus, petugas pelaksana, dan institusi
kesehatan yang memberikan pelayanan kepada
ibu/ neonatal yang sakit/ meninggal
dianonimkan sebelum proses pengkajian kasus
No Name
AAZASZAS AMPAMP
Tidak mempermalukan
Dengan anonimasi maka potensi kegiatan AMP
dalam mempermalukan petugas atau institusi
kesehatan dapat diminimalkan.
No Shame
AAZASZAS AMPAMP
Tidak menyalahkan
Dengan anonimasi maka potensi menyalahkan
dan menghakimi (blaming) petugas atau
institusi kesehatan dapat dihindari.
Penganoniman juga diharapkan dapat membuat
petugas kesehatan yang memberikan
pelayanan bersedia untuk lebih terbuka & tidak
menyembunyikan informasi yang ditakutkan
dapat menyudutkan petugas tersebut.
No Blame
AAZASZAS AMPAMP
Tidak untuk mengadili
Seluruh informasi yang diperoleh dalam
kegiatan AMP ini tidak dapat digunakan
sebagai bahan bukti di persidangan (no pro
justisia).
Seluruh informasi adalah bersifat rahasia dan
hanya dapat digunakan untuk keperluan
memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan
maternal dan perinatal/neonatal
No Pro Justice
Perbandingan AMP Lama & RevisiPerbandingan AMP Lama & Revisi
AMP Lama AMP Revisi
Formulir data 5 jenis formulir
Informasi terbatas
8 jenis formulir
Informasi lebih
lengkap
Instrumen pengkaji Tidak ada Ada
Pengkajian & Pembelajaran Digabung Terpisah
Pembelajaran Untuk semua orang Dibagi menurut
keperluan:
•Individu
•Teknis
•Massa
Pengkaji •Perseorangan
•Internal
•Tim
•Internal & Eksternal
TUJUH LANGKAH AMPTUJUH LANGKAH AMP
1. Identifikasi kasus & Pelaporan data kematian
Pelaporan
Penelusuran
Pengiriman berkas
2. Registrasi & Anonimasi
Identitas kasus (ibu & bayi)
Institusi & unit pelaksana kasus
Personil pelaksana kasus
3. Pemilihan kasus, pemilihan pengkaji, penjadualan
Sebagian atau seluruh kasus
Kriteria pemilihan kasus & pemilihan pengkaji
Penggiliran pengkaji
4. Penggandaan & pengiriman bahan kajian
Kelengkapan berkas
TUJUH LANGKAH AMPTUJUH LANGKAH AMP
5. Lokakarya pengkajian kasus
Analisis penyebab kematian
Klasifikasi
Rekomendasi
6. Pendataan & pengolahan hasil kajian
Derajat standar pelayanan
Penyebab kematian
Faktor yang dapat dicegah/ dihindari
Rekomendasi
7. Pendataan & pengolahan hasil kajian
Pembelajaran
Pelaporan
Perencanaan
Modul 04
Halaman
15
Mekanisme kerjaMekanisme kerja
Alur data pada AMP
PENCATATAN & PELAPORANPENCATATAN & PELAPORAN
Form R (rujukan maternal & perinatal)
Form OM & OP (otopsi verbal maternal & otopsi verbal
perinatal)
AMP Lama
Tingkat Puskesmas
Tingkat Rumah Sakit
Form MP (maternal & perinatal)
Form MA (medical audit)
PENCATATAN & PELAPORANPENCATATAN & PELAPORAN
AMP Revisi
Formulir Maternal Perinatal
1 Pemberitahuan/ Informasi Kematian IK IKM IKP
2 Daftar Kematian di fasilitas kesehatan DK DKM DKP
3 Rekapitulasi Kematian di Dinkes
Kab/Kota
RK RKM RKP
4 Otopsi Verbal OV OVM OVP
5 Rekam Medis Kematian RM RMM RMP
6 Rekam Medis Kematian Perantara RM-P RMMP RMPP
7 Pengkaji P PM PP
8 Ringkasan Pengkaji RP RPM RPP
STRUKTUR ANATOMI
FORMULIR INSTRUMEN AMP
1. IKP
Untuk menemukan dan
mengumpulkan data kematian
Kunjungan rumah/ RT/ Kades/ Faskes
1. Lokasi terjadinya kematian
2. Keterangan neonatus meninggal
3. Pengisi formulir
2. DKP
Untuk melaporkan kematian di
wilayah kerja puskesmas atau rumah
sakit ke Dinas Kes Kab/Kota
3. RKP
oleh Dinkes Kab/Kota
Kunjungan rumah/ RT/ Kades/ Faskes
1. Nama neonatus meninggal
2. Umur
3. Orang tua
4. Alamat
5. Lahir hidup/ mati
6. Dugaan sebab kematian
7. Tanggal meninggal
8. Tempat meninggal
3. OVP
Untuk mengumpulkan data non
medis
Interview kepada keluarga, dukun atau informan
lain
1.Identitas responden
2.Lokasi &waktu terjadinya kematian
3.Identitas ibu dan ayah
4.Neonatus
a. Kronologis kasus b. Kondisi saat lahir c.
Neonatus lahir mati d. Neonatus lahir hidup e.
Kondisi terburuk
5.Riwayat kehamilan & persalinan sekarang
6.Riwayat kehamilan & persalinan terdahulu
7.Masalah non medis
8.Resume
4.RMP
Untuk mencari data medis di tempat
pelayanan akhir
Data dari rekam medis fasilitas kesehatan tempat ibu/ bayi meninggal
1. Lokasi & waktu terjadinya kematian perinatal-neonatal
2. Identitas neonatus, ibu dan bapak
3. Neonatus
a. kronologis kasus b. Kondisi saat lahir c Lahir mati d. Lahir hidup e.
Kondisi saat masuk f. Kondisi terburuk g. Diagnostik penunjang
h.Tindakan lain
4. Riwayat kehamilan dan persalinan sekarang
5. Riwayat kehamilan dan persalinan terdahuludahulu
6. Sarana dan prasarana
7. Masalah non medis
8. Resume
9. Penyebab kematian
10. Otopsi
11. Penyelesaian formulir
5. RMP PERANTARA
Untuk mencari data medis yang
diperlukan di tempat pelayanan antara
(sebelum pelayanan terakhir)
Data dari rekam medis fasilitas kesehatan selain
fasilitas akhir
1. Lokasi perawatan
2. Identitas neonatus, ibu dan bapak
3. Neonatus
a. Kronolologis kasus b. Kondisi saat lahir c.
Neonatus lahir mati d. Neonatus lahir hidup e.
Kondisi neonatus saat masuk di fasilitas
kesehatan f. Kondisi terburuk g. Diagnostik
penunjang selama di fasilitas kesehatan
4. Riwayat kehamilan &persalinan sekarang
5. Resume
6. Penyelesaian formulir
6. FORMULIR PENGKAJI & RINGKASAN
Untuk melakukan analisis medis dan non medis
setiap kasus kematian berdasarkan informasi / RMP
Perantara
1. Lokasi dan waktu terjadinya kematian
2. Identitas ibu dan bapak
3. Ringkasan masalah dan tata laksana pada neonatus
a. Data kelahiran b. Jika neonatus lahir mati c. Jika neonatus
lahir hidup
4. Ringkasan masalah dan tata laksana
a. Kehamilan b. Persalinan
5. Riwayat kehamilan dan persalinan terdahulu
6. Masalah sarana, prasarana dan non medis
7. Resume atau daftar masalah
a. Keadaan neonatus atau daftar masalah b. Keadaan ibu
c. Proses persalinan
6. Daftar pengkaji
Kasus kematian ibu atau
perinatal lintas batas
adalah:
ď‚—suatu kasus kematian yang terjadi pada ibu atau
perinatal/ neonatal yang terjadi di suatu daerah
dimana domisili ibu atau neonatal berasal dari
kabupaten/kota berbeda dengan kabupaten/kota
tempat kematiannya.
Beberapa hal yang perlu disesuaikan
dalam kasus seperti ini:
ď‚—Pelaporan Kematian
1.Apabila kematian terjadi di RS/fasilitas kesehatan
lain: RS/fasilitas kesehatan lain melaporkan
kematian kepada Dinas Kesehatan setempat
dimana RS/fasilitas kesehatan tersebut berada
melalui sistem pelaporan yang sudah ada dengan
keterangan bahwa kematian adalah kematian
yang berasal dari luar wilayah.
2.Apabila kematian terjadi di masyarakat:
Puskesmas setempat laporan kepada Dinas
Kesehatan/Puskesmas di tempat tinggal
ibu/bayi
ď‚—Pengambilan Data
Setelah dinas kesehatan kabupaten setempat menerima
laporan kematian, maka dinas kesehatan tadi melakukan
koordinasi dengan dinkes domisili ibu yang meninggal.
Dinas kesehatan setempat akan melakukan penelusuran
kejadian kematian dengan meminta institusi kesehatan
yang terlibat untuk mengisi form-form yang sudah
ditentukan.
Institusi tempat kematian terjadi berusaha memberikan
formulir yang sudah diisi selengkap lengkapnya dan akan
menyerahkan form-form yang telah diisi kepada dinas
kesehatan domisili ibu yang meninggal.
Beberapa hal yang perlu disesuaikan
dalam kasus seperti ini:
Mekanisme
Kematian
Lintas Batas
AMP Lintas batas
Bidan RS 1 RS 2
Dinkes
Propinsi
Dinkes
Kab/Kot
a
Dinkes
Kab/Kot
a
Dinkes
Kab/Kot
a
Pelaksana AMP:
Laporan Angka Kematian:
Dinkes Kab/Kota tempat kematian terjadi (lokus delikti)
Puskesmas domisili pasien (sesuai KTP)
* Meminta informasi Fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya
Dinkes Kab/Kota yang dilalui dalam proses rujukan,
meneruskan ke fasilitas kesehatan yang bersangkutan
* Pemberitahuan Dinkes Propinsi atasannya
Dinkes Propinsi yang dilalui dalam proses rujukan
* Mendapatkan informasi Fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya
Fasilitas kesehatan di luar wilayah kerja, melalui
Dinkes Kab/Kota yang bersangkutan
OV RM-P OV RM-P OV RM-P
Dinkes
Kab/Kot
a
Dinkes
Propinsi
Angka
Kematian
KTP
PKM PONED
AMP
RS 3
OV RMRM-P
Mazami Enterprise © 2010
Tim AMP
Pengkaji
Manajemen
Formulir untuk AMP
IK
PKM RS
DK RK
Dinkes Kab/Kota
OV RM-P RM
OV RM-P RM
P1 P2 P3
Rekomend
asi
Hasil
Pengkajian
Penggandaan
Distribusi
Lokakarya Pengkaji
Sesi Pembelajaran
Nakes
pelaksana
kasus
Nakes
bukan
pelaksana
kasus
Kelompok
pembelaja
aran
umum
Individual Kelompok
terfokus
Massal
Ketua
Tim AMP
Anonimasi
RP
Mazami Enterprise © 2010
Bidan PKM PKM PONED
CM CM
RS 1
CM
OV
OV
OV
OV
OV
OV
RM-P
RM-P
RM-P
OV
OV
OV
RM-P
RM-P
RM
OV
OV
RM
RM merupakan salinan CM di tempat meninggal
RM-P merupakan salinan CM di tempat yang telah dilewati
Formulir persiapan AMP
Mazami Enterprise © 2010
Terima kasihTerima kasih
Untuk mutu pelayanan yang lebih baik

AMP Revisi

  • 1.
  • 2.
    Topik:Topik: • Pendahuluan :AMP di Indonesia • Pengertian AMP: Definisi, Tujuan, Azas • Perbandingan AMP Lama & Revisi • Langkah AMP Revisi • Mekanisme AMP Revisi • Alur data AMP Revisi • AMP Lintas Batas
  • 3.
    PENDAHULUANPENDAHULUAN AMP di Indonesiatelah dilaksanakan sejak 1997. Tetapi kegiatan AMP tidak selalu diikuti dengan perbaikan pelayanan kesehatan maternal-perinatal seperti yang diharapkan. Beberapa kelemahan pelaksanaan AMP yang terdeteksi, antara lain Kesulitan analisis karena data tidak lengkap. Sistim pencatatan dan Pelaporan kurang baik Kurangnya keterlibatan lintas sektor dalam proses pengumpulan data dan analisis Terjadi Blaming, Shaming & Naming sehingga proses AMP tidak langgeng Tidak ada tindak lanjut terhadap rekomendasi dari proses AMP.
  • 4.
    DEFINISI AMPDEFINISI AMP Serangkaiankegiatan penelusuran sebab kematian atau kesakitan ibu, perinatal, dan neonatal guna mencegah kesakitan atau kematian serupa di masa mendatang Proses penelaahan bersama kasus kesakitan dan kematian ibu dan perinatal serta tatalaksananya. Menggunakan berbagai informasi & pengalaman dari kelompok terkait (keluarga, dukun, provider). Untuk mendapat masukan tentang intervensi yang tepat dilakukan agar kesakitan & kematian dapat dicegah dimasa mendatang. LAMA REVISI Serangkaian kegiatan penelusuran sebab kematian atau kesakitan ibu, perinatal, dan neonatal guna mencegah kesakitan atau kematian serupa di masa mendatang
  • 5.
    TUJUAN UMUMTUJUAN UMUMAMPAMP Menentukan sebab dan faktor terkait dalam kesakitan dan kematian ibu dan perinatal (3 terlambat & 4 terlalu) Memastikan dimana dan mengapa berbagai sistem & program gagal dalam mencegah kematian Kausa Sistem Menentukan jenis intervensi & pembinaan yang diperlukan Intervensi
  • 6.
    TUJUAN KHUSUSTUJUAN KHUSUSAMPAMP Pembahasan analitik kasus obstetri & perinatal- neonatal secara teratur & berkesinambungan Pengidentifikasian penyebab kematian & mengkaji faktor- faktor penyebab Pembelajaran, pembinaan, pelaporan & perencanaan terpadu Kesepakatan pemecahan masalah Penentuan rekomendasi, intervensi, strategi pembelajaran & pembinaan Pemantauan, evaluasi dan pengembangan terhadap rekomendasi
  • 7.
  • 8.
    AAZASZAS AMPAMP Tidak menyebutkanidentitas Seluruh informasi identitas (nama, alamat) kasus, petugas pelaksana, dan institusi kesehatan yang memberikan pelayanan kepada ibu/ neonatal yang sakit/ meninggal dianonimkan sebelum proses pengkajian kasus No Name
  • 9.
    AAZASZAS AMPAMP Tidak mempermalukan Dengananonimasi maka potensi kegiatan AMP dalam mempermalukan petugas atau institusi kesehatan dapat diminimalkan. No Shame
  • 10.
    AAZASZAS AMPAMP Tidak menyalahkan Dengananonimasi maka potensi menyalahkan dan menghakimi (blaming) petugas atau institusi kesehatan dapat dihindari. Penganoniman juga diharapkan dapat membuat petugas kesehatan yang memberikan pelayanan bersedia untuk lebih terbuka & tidak menyembunyikan informasi yang ditakutkan dapat menyudutkan petugas tersebut. No Blame
  • 11.
    AAZASZAS AMPAMP Tidak untukmengadili Seluruh informasi yang diperoleh dalam kegiatan AMP ini tidak dapat digunakan sebagai bahan bukti di persidangan (no pro justisia). Seluruh informasi adalah bersifat rahasia dan hanya dapat digunakan untuk keperluan memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan maternal dan perinatal/neonatal No Pro Justice
  • 12.
    Perbandingan AMP Lama& RevisiPerbandingan AMP Lama & Revisi AMP Lama AMP Revisi Formulir data 5 jenis formulir Informasi terbatas 8 jenis formulir Informasi lebih lengkap Instrumen pengkaji Tidak ada Ada Pengkajian & Pembelajaran Digabung Terpisah Pembelajaran Untuk semua orang Dibagi menurut keperluan: •Individu •Teknis •Massa Pengkaji •Perseorangan •Internal •Tim •Internal & Eksternal
  • 13.
    TUJUH LANGKAH AMPTUJUHLANGKAH AMP 1. Identifikasi kasus & Pelaporan data kematian Pelaporan Penelusuran Pengiriman berkas 2. Registrasi & Anonimasi Identitas kasus (ibu & bayi) Institusi & unit pelaksana kasus Personil pelaksana kasus 3. Pemilihan kasus, pemilihan pengkaji, penjadualan Sebagian atau seluruh kasus Kriteria pemilihan kasus & pemilihan pengkaji Penggiliran pengkaji 4. Penggandaan & pengiriman bahan kajian Kelengkapan berkas
  • 14.
    TUJUH LANGKAH AMPTUJUHLANGKAH AMP 5. Lokakarya pengkajian kasus Analisis penyebab kematian Klasifikasi Rekomendasi 6. Pendataan & pengolahan hasil kajian Derajat standar pelayanan Penyebab kematian Faktor yang dapat dicegah/ dihindari Rekomendasi 7. Pendataan & pengolahan hasil kajian Pembelajaran Pelaporan Perencanaan
  • 15.
  • 16.
  • 17.
    PENCATATAN & PELAPORANPENCATATAN& PELAPORAN Form R (rujukan maternal & perinatal) Form OM & OP (otopsi verbal maternal & otopsi verbal perinatal) AMP Lama Tingkat Puskesmas Tingkat Rumah Sakit Form MP (maternal & perinatal) Form MA (medical audit)
  • 18.
    PENCATATAN & PELAPORANPENCATATAN& PELAPORAN AMP Revisi Formulir Maternal Perinatal 1 Pemberitahuan/ Informasi Kematian IK IKM IKP 2 Daftar Kematian di fasilitas kesehatan DK DKM DKP 3 Rekapitulasi Kematian di Dinkes Kab/Kota RK RKM RKP 4 Otopsi Verbal OV OVM OVP 5 Rekam Medis Kematian RM RMM RMP 6 Rekam Medis Kematian Perantara RM-P RMMP RMPP 7 Pengkaji P PM PP 8 Ringkasan Pengkaji RP RPM RPP
  • 19.
  • 20.
    1. IKP Untuk menemukandan mengumpulkan data kematian Kunjungan rumah/ RT/ Kades/ Faskes 1. Lokasi terjadinya kematian 2. Keterangan neonatus meninggal 3. Pengisi formulir
  • 21.
    2. DKP Untuk melaporkankematian di wilayah kerja puskesmas atau rumah sakit ke Dinas Kes Kab/Kota 3. RKP oleh Dinkes Kab/Kota Kunjungan rumah/ RT/ Kades/ Faskes 1. Nama neonatus meninggal 2. Umur 3. Orang tua 4. Alamat 5. Lahir hidup/ mati 6. Dugaan sebab kematian 7. Tanggal meninggal 8. Tempat meninggal
  • 22.
    3. OVP Untuk mengumpulkandata non medis Interview kepada keluarga, dukun atau informan lain 1.Identitas responden 2.Lokasi &waktu terjadinya kematian 3.Identitas ibu dan ayah 4.Neonatus a. Kronologis kasus b. Kondisi saat lahir c. Neonatus lahir mati d. Neonatus lahir hidup e. Kondisi terburuk 5.Riwayat kehamilan & persalinan sekarang 6.Riwayat kehamilan & persalinan terdahulu 7.Masalah non medis 8.Resume
  • 23.
    4.RMP Untuk mencari datamedis di tempat pelayanan akhir Data dari rekam medis fasilitas kesehatan tempat ibu/ bayi meninggal 1. Lokasi & waktu terjadinya kematian perinatal-neonatal 2. Identitas neonatus, ibu dan bapak 3. Neonatus a. kronologis kasus b. Kondisi saat lahir c Lahir mati d. Lahir hidup e. Kondisi saat masuk f. Kondisi terburuk g. Diagnostik penunjang h.Tindakan lain 4. Riwayat kehamilan dan persalinan sekarang 5. Riwayat kehamilan dan persalinan terdahuludahulu 6. Sarana dan prasarana 7. Masalah non medis 8. Resume 9. Penyebab kematian 10. Otopsi 11. Penyelesaian formulir
  • 24.
    5. RMP PERANTARA Untukmencari data medis yang diperlukan di tempat pelayanan antara (sebelum pelayanan terakhir) Data dari rekam medis fasilitas kesehatan selain fasilitas akhir 1. Lokasi perawatan 2. Identitas neonatus, ibu dan bapak 3. Neonatus a. Kronolologis kasus b. Kondisi saat lahir c. Neonatus lahir mati d. Neonatus lahir hidup e. Kondisi neonatus saat masuk di fasilitas kesehatan f. Kondisi terburuk g. Diagnostik penunjang selama di fasilitas kesehatan 4. Riwayat kehamilan &persalinan sekarang 5. Resume 6. Penyelesaian formulir
  • 25.
    6. FORMULIR PENGKAJI& RINGKASAN Untuk melakukan analisis medis dan non medis setiap kasus kematian berdasarkan informasi / RMP Perantara 1. Lokasi dan waktu terjadinya kematian 2. Identitas ibu dan bapak 3. Ringkasan masalah dan tata laksana pada neonatus a. Data kelahiran b. Jika neonatus lahir mati c. Jika neonatus lahir hidup 4. Ringkasan masalah dan tata laksana a. Kehamilan b. Persalinan 5. Riwayat kehamilan dan persalinan terdahulu 6. Masalah sarana, prasarana dan non medis 7. Resume atau daftar masalah a. Keadaan neonatus atau daftar masalah b. Keadaan ibu c. Proses persalinan 6. Daftar pengkaji
  • 26.
    Kasus kematian ibuatau perinatal lintas batas adalah: ď‚—suatu kasus kematian yang terjadi pada ibu atau perinatal/ neonatal yang terjadi di suatu daerah dimana domisili ibu atau neonatal berasal dari kabupaten/kota berbeda dengan kabupaten/kota tempat kematiannya.
  • 27.
    Beberapa hal yangperlu disesuaikan dalam kasus seperti ini: ď‚—Pelaporan Kematian 1.Apabila kematian terjadi di RS/fasilitas kesehatan lain: RS/fasilitas kesehatan lain melaporkan kematian kepada Dinas Kesehatan setempat dimana RS/fasilitas kesehatan tersebut berada melalui sistem pelaporan yang sudah ada dengan keterangan bahwa kematian adalah kematian yang berasal dari luar wilayah. 2.Apabila kematian terjadi di masyarakat: Puskesmas setempat laporan kepada Dinas Kesehatan/Puskesmas di tempat tinggal ibu/bayi
  • 28.
    ď‚—Pengambilan Data Setelah dinaskesehatan kabupaten setempat menerima laporan kematian, maka dinas kesehatan tadi melakukan koordinasi dengan dinkes domisili ibu yang meninggal. Dinas kesehatan setempat akan melakukan penelusuran kejadian kematian dengan meminta institusi kesehatan yang terlibat untuk mengisi form-form yang sudah ditentukan. Institusi tempat kematian terjadi berusaha memberikan formulir yang sudah diisi selengkap lengkapnya dan akan menyerahkan form-form yang telah diisi kepada dinas kesehatan domisili ibu yang meninggal. Beberapa hal yang perlu disesuaikan dalam kasus seperti ini:
  • 29.
  • 30.
    AMP Lintas batas BidanRS 1 RS 2 Dinkes Propinsi Dinkes Kab/Kot a Dinkes Kab/Kot a Dinkes Kab/Kot a Pelaksana AMP: Laporan Angka Kematian: Dinkes Kab/Kota tempat kematian terjadi (lokus delikti) Puskesmas domisili pasien (sesuai KTP) * Meminta informasi Fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya Dinkes Kab/Kota yang dilalui dalam proses rujukan, meneruskan ke fasilitas kesehatan yang bersangkutan * Pemberitahuan Dinkes Propinsi atasannya Dinkes Propinsi yang dilalui dalam proses rujukan * Mendapatkan informasi Fasilitas kesehatan di wilayah kerjanya Fasilitas kesehatan di luar wilayah kerja, melalui Dinkes Kab/Kota yang bersangkutan OV RM-P OV RM-P OV RM-P Dinkes Kab/Kot a Dinkes Propinsi Angka Kematian KTP PKM PONED AMP RS 3 OV RMRM-P Mazami Enterprise © 2010
  • 31.
    Tim AMP Pengkaji Manajemen Formulir untukAMP IK PKM RS DK RK Dinkes Kab/Kota OV RM-P RM OV RM-P RM P1 P2 P3 Rekomend asi Hasil Pengkajian Penggandaan Distribusi Lokakarya Pengkaji Sesi Pembelajaran Nakes pelaksana kasus Nakes bukan pelaksana kasus Kelompok pembelaja aran umum Individual Kelompok terfokus Massal Ketua Tim AMP Anonimasi RP Mazami Enterprise © 2010
  • 32.
    Bidan PKM PKMPONED CM CM RS 1 CM OV OV OV OV OV OV RM-P RM-P RM-P OV OV OV RM-P RM-P RM OV OV RM RM merupakan salinan CM di tempat meninggal RM-P merupakan salinan CM di tempat yang telah dilewati Formulir persiapan AMP Mazami Enterprise © 2010
  • 33.
    Terima kasihTerima kasih Untukmutu pelayanan yang lebih baik