KELOMPOK I
13521061
13521062
13521063
13521064
13521065
13521066
13521067
13521068
13521069
13521070
13521071
13521072
13521073

Karunia Rahmawati
Muhammad Laksmana Wibowo
Restin Dwi Puspita
Muhammad Feri Susanto
Eleonora Amelia
Zulkarnain Mustapha
Akhmad Faozi
Arif Ferdiyanto
Neneng Sari Indah
Cahyo Bagaskoro
Indah Pertiwi
Muhammad Fakhrizal Abdillah
Banda Dwi Julianto
ALKENA
Alkena merupakan senyawa
hidrokarbon tidak jenuh
dengan ikatan
rangkap dua (–C=C–). Alkena
paling sederhana yaitu
etena, C2H4. Rumus
umum alkena CnH2n.
STRUKTUR SENYAWA ALKENA
• Alkena adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki sekurang-kurangnya satu
ikatan rangkap 2.
• Setiap atom karbon yang memiliki ikatan rangkap 2 tersebut memiliki 3 orbital
hibrida sp2 yang terletak pada bidang datar dengan sudut 120°.
• Masing-masing orbital sp2 ini overlap dengan sebuah orbital atom lain
membentuk ikatan 
.
• Ikatan kedua pada ikatan rangkap(ikatan
) terbentuk akibat overlap sisi
dengan sisi dari orbital p atom karbon.
Bagaimana jika senyawa alkena memiliki empat substituen yang
berbeda, seperti1-bromo-2-kloropropena?

Untuk memberi nama isomer dengan sistem E,Z, pertama kita harus
menentukan prioritas relatif dari dua gugus yang terikat pada satu atom
karbon sp2.
Jika gugus prioritas utama berada pada sisi yang sama dari ikatan
rangkap, maka isomer tersebut memiliki konfigurasi Z (zusammen=
bersama). Jika gugus prioritas utama berada pada sisi yang
berseberangan, maka isomer tersebut memiliki konfigurasi E(entgegen=
lawan).
BAGAIMANA CARA MENENTUKAN GUGUS
PRIORITAS UTAMA?
ATURAN 1.
• Prioritas relatif dua gugus tergantung pada nomor atom dari atom
yang terikat langsung padakarbon sp2. Semakin besar nomor
atomnya, semakin tinggi prioritasnya.
• Sebagai contoh, pada senyawa berikut ini, salah satu atom karbon
sp2 terikat pada Br dan H, dan atom yang lain terikat pada Cl dan C
• Br memiliki nomor atom yang lebih besar daripada H, sehingga Br
memiliki prioritas yang lebih besar daripada H.
• Cl memiliki nomor atom yang lebih besar daripada C, sehingga Cl
memiliki prioritas yang lebih besar daripada C.
• Oleh karena itu isomer sebelah kiri memiliki gugus-gugus prioritas
utama pada sisi yang sama, sehingga isomer tersebut merupakan
isomer Z.
• Isomer sebelah kanan memiliki gugus-gugus prioritas utama pada
sisi yang berlawanan, sehingga isomer tersebut merupakan isomer
E.
ATURAN 2.
• Jika kedua gugus substituen yang terikat langsung pada karbon sp2
dimulai dengan atom yang sama
(disebuttie), makakitaharusbergerakkedepandarititikikatandanmelihat
nomoratom dariatom yang terikatpadaatom tang
terikatlangsungpadatied atom.
• Sebagaicontoh, padasenyawaberikutini, salahsatuatom
karbonsp2terikatpadaCldanC darigugusCH2Cl.
• Cl> C, sehinggaClmemilikiprioritasyang lebihbesardaripadaC
•Atom karbon sp2 yang lain terikat pada dua atom C, masing-masing
dari gugus CH2OH dan CH(CH3)2, sehingga pada titik ini ada tie.
•C pada gugus CH2OH terikat pada O, H, dan H, sementara C pada
gugus CH(CH3)2 terikat pada C, C, dan H.
•Dari keenam atom ini O memiliki nomor atom terbesar, sehingga gugus
CH2OH memiliki prioritas lebih besar daripada gugus CH(CH3)2.
ATURAN 3.
• Jika satu atom (pada substituen) terikat pada atom lain melalui ikatan
rangkap 2 atau 3, maka atom tersebut dianggap seolah-olah terikat
pada 2 atau 3 atom yang sama.
• Sebagai contoh, pada senyawa berikut ini, salah satu atom karbon
sp2 terikat pada gugus CH2CH3 dan CH=CH2, sementara atom
karbon sp2 yang lain terikat pada gugus CH2OH dan C
CH.

tie
DERET HOMOLOG ALKENA
Tata Nama
1. Rantai utama adalah rantai terpanjang dan
memiliki ikatan rangkap
contoh :
H3C

H2
C

C
CH2

H2
C

H2
C

CH3
Tata Nama
2. Penomoran dimulai dari
terdekat dengan rangkap
contoh :
H3C

H2
C

2

3

C
1

CH2

H2
C

4 H2

C

ujung

5

CH3

yang
Tata Nama
3. Cara penulisan sama seperti alkana tapi
akhiran “ana” diganti “ena”
no alkil – alkil – no rangkap – alkena
contoh :
H2
C

H3C
etil

2

3

C
1

H2
C

4 H2

C

CH2

2-etil-1-pentena

5

CH3
Tata Nama
4. Jika terdapat lebih dari satu rangkap maka
di
depan
kata
“ena”
ditambahi
di=2,tri=3, tetra=4, penta=5,dst
contoh :
H2
C

H3C

etil

2

C

3

C
H

4

C
H

5

CH3

1 CH
2

2-etil-1,3-pentadiena
TATA NAMA ALKENA
1) Alkena rantai lurus
Atom karbon yang berikatan rangkap ( C = C ) diberi nomor yang
menunjukkan ikatan rangkap tersebut. Penomoran dimulai dari
ujung rantai yang paling dekat dengan ikatan rangkap.
Contoh:
5
4
3 2
1
1
2
3
4
5
H3C – CH2 – CH = CH – CH3 bukan H3C – CH2 – CH = CH –
CH3
Sehingga, nama senyawa di atas yaitu 2 – pentena
2) Alkena dengan rantai bercabang

a) Rantai utama yaitu rantai yang terpanjang dan
mengandungikatan rangkap.
b) Penomoran rantai utama diawali dari yang paling
dengan ikatan rangkap, bukan cabang yang
terdekat.
c) Urutan penulisan nama: nomor cabang, nama
cabang, nomor ikatan rangkap, nama alkena.
Contoh:
a) H3C – CH = CH – CH2 – CH3
b) H3C – CH = CH – CH – CH3
|
CH3

` 2–pentena
4–metil – 2–pentena

dekat
3) Alkena dengan lebih dari satu ikatan rangkap

Jika alkena memiliki lebih dari satu ikatan rangkap, namanya diberi
tambahan diena (untuk dua ikatan rangkap) atau triena (untuk tiga
ikatan rangkap).
Contoh:
a) H3C – CH = CH – CH2 – CH = CH2
b) H3C – C = CH – CH – CH = CH2
|
|
CH3 C2H5

1,4–heksadiena
3-etil– 5 metil–1,4heksadiena
Isomeri Alkena
Dibedakan menjadi tiga:
1. Isomer rantai
2. Isomer posisi
3. Isomer geometri
1. Isomer Rantai
Rumus molekul sama, rantai beda.
Contoh : C7H14
H3C

H2
C

H2
C

C

H2
C

CH3

2-etil-1-pentena

CH2
CH3
CH2
HC
CH 2

C
H

H2
C

CH3

3-etil-1-pentena
2. Isomer posisi
Rumus molekul sama, rantai sama, posisi rangkap
beda.
Contoh : C7H14
H3C

H2
C

C

H2
C

H2
C

CH3

2-etil-1-pentena

CH2

H3C

H2
C

C
CH3

C
H

H2
C

CH3

2-etil-2-pentena
3. Isomer geometri
Rumus molekul sama, rantai sama, posisi rangkap
sama, bentuk ruang beda
Contoh : C4H8
H3C

CH3
C

H3C
C

C

H

H

cis-2-butena

H
C

H

trans-2-butena

CH3
ISOMER CIS DAN TRANS
•Karena dua orbital p yang membentuk ikatan 
harus sejajar agar
diperoleh overlap maksimum, maka rotasi pada ikatan rangkap sulit
terjadi.
•Jika terjadi rotasi maka kedua orbital p tidak lagi overlap, dan ikatan 
terputus.
• Energi yang diperlukan untuk rotasi ikatan rangkap = 63 kkal/mol
(energi rotasi ikatan tunggal= 2,9 kkal/mol).
• Karena ada energy barrier untuk terjadinya rotasi ikatan rangkap
C=C, maka senyawa alkena seperti 2-pentena dapat memiliki dua
bentuk yang berbeda.
• Atom-atom hidrogen yang terikat pada karbon sp2 dapat berada
pada sisi yang sama dari ikatan rangkap 
disebut isomer cis.
• Atom-atom hidrogen yang terikat pada karbon sp2 dapat pula berada
pada sisi yang berseberangan 
disebut isomer trans.
Jika salah satu dari ikatan rangkap karbon sp2 terikat pada dua
substituen yang identik, maka hanya ada satu struktur yang mungkin
untuk senyawa alkena tersebut, tidak ada isomer cis dan trans.
SIFAT ALKENA

SIFAT FISIKA

SIFAT KIMIA
SIFAT FISIKA
Alkena memiliki sifat fisika yang sama dengan alkana.
Perbedaannya
yaitu, alkena sedikit larut dalam air. Hal ini disebabkan oleh
adanya
ikatan rangkap yang membentuk ikatan ╥. Ikatan ╥ tersebut
akan ditarik oleh hidrogen dari air yang bermuatan positif
sebagian.
SIFAT KIMIA

OKSIDASI

ADISI HALOGEN
( F2, Br 2, I2 )

ADISI H2

ADISI ASAM
HALIDA
OKSIDASI
ADISI H2
ADISI HALOGEN
( F2, Br 2, I2 )
ADISI ASAM
HALIDA
Kegunaan senyawa alkena
•Etilen merupakan senyawa organik yang paling banyak diproduksi di
dunia(80 juta ton/tahun). Etilen digunakan sebagai bahan baku untuk
polyetilen, etanol, asam asetat, etilen glikol, dan vynil klorida.
•Etilen juga merupakan hormon yang mengontrol pertumbuhan dan
perubahan-perubahan lain dalam jaringan tumbuhan.
•Etilen mempengaruhi berkecambahnya biji, kematangan bunga dan
buah. Contoh: tomat.
ATURAN MARKOVNIKOV
• Dalam reaksi adisi H-X (hidrogen halida) pada senyawa alkena yang
taksimetris, maka hidrogen dari asam(H) akan terikat pada karbon
yang memiliki hidrogen paling banyak, dan halida (X) akan terikat
pada karbon dengan jumlah hidrogen lebih sedikit.
• Aturan Markovnikov ini empiris, yaitu hanya berdasarkan
pengamatan karena pada waktu itu belum dikenal konsep
mekanisme reaksi.
TINJAUAN MEKANISTIK ATURAN
MARKOVNIKOV
Contoh: reaksi2-metil-2-butena dengan HBr
Belajar adalah ibadah, maka
perlu keikhlasan untuk
menjalankannya
ALKENA

ALKENA

  • 1.
    KELOMPOK I 13521061 13521062 13521063 13521064 13521065 13521066 13521067 13521068 13521069 13521070 13521071 13521072 13521073 Karunia Rahmawati MuhammadLaksmana Wibowo Restin Dwi Puspita Muhammad Feri Susanto Eleonora Amelia Zulkarnain Mustapha Akhmad Faozi Arif Ferdiyanto Neneng Sari Indah Cahyo Bagaskoro Indah Pertiwi Muhammad Fakhrizal Abdillah Banda Dwi Julianto
  • 2.
    ALKENA Alkena merupakan senyawa hidrokarbontidak jenuh dengan ikatan rangkap dua (–C=C–). Alkena paling sederhana yaitu etena, C2H4. Rumus umum alkena CnH2n.
  • 3.
    STRUKTUR SENYAWA ALKENA •Alkena adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki sekurang-kurangnya satu ikatan rangkap 2. • Setiap atom karbon yang memiliki ikatan rangkap 2 tersebut memiliki 3 orbital hibrida sp2 yang terletak pada bidang datar dengan sudut 120°. • Masing-masing orbital sp2 ini overlap dengan sebuah orbital atom lain membentuk ikatan  . • Ikatan kedua pada ikatan rangkap(ikatan ) terbentuk akibat overlap sisi dengan sisi dari orbital p atom karbon.
  • 4.
    Bagaimana jika senyawaalkena memiliki empat substituen yang berbeda, seperti1-bromo-2-kloropropena? Untuk memberi nama isomer dengan sistem E,Z, pertama kita harus menentukan prioritas relatif dari dua gugus yang terikat pada satu atom karbon sp2.
  • 5.
    Jika gugus prioritasutama berada pada sisi yang sama dari ikatan rangkap, maka isomer tersebut memiliki konfigurasi Z (zusammen= bersama). Jika gugus prioritas utama berada pada sisi yang berseberangan, maka isomer tersebut memiliki konfigurasi E(entgegen= lawan).
  • 6.
    BAGAIMANA CARA MENENTUKANGUGUS PRIORITAS UTAMA? ATURAN 1. • Prioritas relatif dua gugus tergantung pada nomor atom dari atom yang terikat langsung padakarbon sp2. Semakin besar nomor atomnya, semakin tinggi prioritasnya. • Sebagai contoh, pada senyawa berikut ini, salah satu atom karbon sp2 terikat pada Br dan H, dan atom yang lain terikat pada Cl dan C
  • 7.
    • Br memilikinomor atom yang lebih besar daripada H, sehingga Br memiliki prioritas yang lebih besar daripada H. • Cl memiliki nomor atom yang lebih besar daripada C, sehingga Cl memiliki prioritas yang lebih besar daripada C. • Oleh karena itu isomer sebelah kiri memiliki gugus-gugus prioritas utama pada sisi yang sama, sehingga isomer tersebut merupakan isomer Z. • Isomer sebelah kanan memiliki gugus-gugus prioritas utama pada sisi yang berlawanan, sehingga isomer tersebut merupakan isomer E.
  • 8.
    ATURAN 2. • Jikakedua gugus substituen yang terikat langsung pada karbon sp2 dimulai dengan atom yang sama (disebuttie), makakitaharusbergerakkedepandarititikikatandanmelihat nomoratom dariatom yang terikatpadaatom tang terikatlangsungpadatied atom. • Sebagaicontoh, padasenyawaberikutini, salahsatuatom karbonsp2terikatpadaCldanC darigugusCH2Cl. • Cl> C, sehinggaClmemilikiprioritasyang lebihbesardaripadaC
  • 9.
    •Atom karbon sp2yang lain terikat pada dua atom C, masing-masing dari gugus CH2OH dan CH(CH3)2, sehingga pada titik ini ada tie. •C pada gugus CH2OH terikat pada O, H, dan H, sementara C pada gugus CH(CH3)2 terikat pada C, C, dan H. •Dari keenam atom ini O memiliki nomor atom terbesar, sehingga gugus CH2OH memiliki prioritas lebih besar daripada gugus CH(CH3)2.
  • 10.
    ATURAN 3. • Jikasatu atom (pada substituen) terikat pada atom lain melalui ikatan rangkap 2 atau 3, maka atom tersebut dianggap seolah-olah terikat pada 2 atau 3 atom yang sama. • Sebagai contoh, pada senyawa berikut ini, salah satu atom karbon sp2 terikat pada gugus CH2CH3 dan CH=CH2, sementara atom karbon sp2 yang lain terikat pada gugus CH2OH dan C CH. tie
  • 11.
  • 12.
    Tata Nama 1. Rantaiutama adalah rantai terpanjang dan memiliki ikatan rangkap contoh : H3C H2 C C CH2 H2 C H2 C CH3
  • 13.
    Tata Nama 2. Penomorandimulai dari terdekat dengan rangkap contoh : H3C H2 C 2 3 C 1 CH2 H2 C 4 H2 C ujung 5 CH3 yang
  • 14.
    Tata Nama 3. Carapenulisan sama seperti alkana tapi akhiran “ana” diganti “ena” no alkil – alkil – no rangkap – alkena contoh : H2 C H3C etil 2 3 C 1 H2 C 4 H2 C CH2 2-etil-1-pentena 5 CH3
  • 15.
    Tata Nama 4. Jikaterdapat lebih dari satu rangkap maka di depan kata “ena” ditambahi di=2,tri=3, tetra=4, penta=5,dst contoh : H2 C H3C etil 2 C 3 C H 4 C H 5 CH3 1 CH 2 2-etil-1,3-pentadiena
  • 16.
    TATA NAMA ALKENA 1)Alkena rantai lurus Atom karbon yang berikatan rangkap ( C = C ) diberi nomor yang menunjukkan ikatan rangkap tersebut. Penomoran dimulai dari ujung rantai yang paling dekat dengan ikatan rangkap. Contoh: 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 H3C – CH2 – CH = CH – CH3 bukan H3C – CH2 – CH = CH – CH3 Sehingga, nama senyawa di atas yaitu 2 – pentena
  • 17.
    2) Alkena denganrantai bercabang a) Rantai utama yaitu rantai yang terpanjang dan mengandungikatan rangkap. b) Penomoran rantai utama diawali dari yang paling dengan ikatan rangkap, bukan cabang yang terdekat. c) Urutan penulisan nama: nomor cabang, nama cabang, nomor ikatan rangkap, nama alkena. Contoh: a) H3C – CH = CH – CH2 – CH3 b) H3C – CH = CH – CH – CH3 | CH3 ` 2–pentena 4–metil – 2–pentena dekat
  • 18.
    3) Alkena denganlebih dari satu ikatan rangkap Jika alkena memiliki lebih dari satu ikatan rangkap, namanya diberi tambahan diena (untuk dua ikatan rangkap) atau triena (untuk tiga ikatan rangkap). Contoh: a) H3C – CH = CH – CH2 – CH = CH2 b) H3C – C = CH – CH – CH = CH2 | | CH3 C2H5 1,4–heksadiena 3-etil– 5 metil–1,4heksadiena
  • 19.
    Isomeri Alkena Dibedakan menjaditiga: 1. Isomer rantai 2. Isomer posisi 3. Isomer geometri
  • 20.
    1. Isomer Rantai Rumusmolekul sama, rantai beda. Contoh : C7H14 H3C H2 C H2 C C H2 C CH3 2-etil-1-pentena CH2 CH3 CH2 HC CH 2 C H H2 C CH3 3-etil-1-pentena
  • 21.
    2. Isomer posisi Rumusmolekul sama, rantai sama, posisi rangkap beda. Contoh : C7H14 H3C H2 C C H2 C H2 C CH3 2-etil-1-pentena CH2 H3C H2 C C CH3 C H H2 C CH3 2-etil-2-pentena
  • 22.
    3. Isomer geometri Rumusmolekul sama, rantai sama, posisi rangkap sama, bentuk ruang beda Contoh : C4H8 H3C CH3 C H3C C C H H cis-2-butena H C H trans-2-butena CH3
  • 23.
    ISOMER CIS DANTRANS •Karena dua orbital p yang membentuk ikatan  harus sejajar agar diperoleh overlap maksimum, maka rotasi pada ikatan rangkap sulit terjadi. •Jika terjadi rotasi maka kedua orbital p tidak lagi overlap, dan ikatan  terputus.
  • 24.
    • Energi yangdiperlukan untuk rotasi ikatan rangkap = 63 kkal/mol (energi rotasi ikatan tunggal= 2,9 kkal/mol). • Karena ada energy barrier untuk terjadinya rotasi ikatan rangkap C=C, maka senyawa alkena seperti 2-pentena dapat memiliki dua bentuk yang berbeda. • Atom-atom hidrogen yang terikat pada karbon sp2 dapat berada pada sisi yang sama dari ikatan rangkap  disebut isomer cis. • Atom-atom hidrogen yang terikat pada karbon sp2 dapat pula berada pada sisi yang berseberangan  disebut isomer trans.
  • 25.
    Jika salah satudari ikatan rangkap karbon sp2 terikat pada dua substituen yang identik, maka hanya ada satu struktur yang mungkin untuk senyawa alkena tersebut, tidak ada isomer cis dan trans.
  • 26.
  • 27.
    SIFAT FISIKA Alkena memilikisifat fisika yang sama dengan alkana. Perbedaannya yaitu, alkena sedikit larut dalam air. Hal ini disebabkan oleh adanya ikatan rangkap yang membentuk ikatan ╥. Ikatan ╥ tersebut akan ditarik oleh hidrogen dari air yang bermuatan positif sebagian.
  • 28.
    SIFAT KIMIA OKSIDASI ADISI HALOGEN (F2, Br 2, I2 ) ADISI H2 ADISI ASAM HALIDA
  • 29.
  • 30.
  • 31.
  • 32.
  • 33.
    Kegunaan senyawa alkena •Etilenmerupakan senyawa organik yang paling banyak diproduksi di dunia(80 juta ton/tahun). Etilen digunakan sebagai bahan baku untuk polyetilen, etanol, asam asetat, etilen glikol, dan vynil klorida. •Etilen juga merupakan hormon yang mengontrol pertumbuhan dan perubahan-perubahan lain dalam jaringan tumbuhan. •Etilen mempengaruhi berkecambahnya biji, kematangan bunga dan buah. Contoh: tomat.
  • 34.
    ATURAN MARKOVNIKOV • Dalamreaksi adisi H-X (hidrogen halida) pada senyawa alkena yang taksimetris, maka hidrogen dari asam(H) akan terikat pada karbon yang memiliki hidrogen paling banyak, dan halida (X) akan terikat pada karbon dengan jumlah hidrogen lebih sedikit. • Aturan Markovnikov ini empiris, yaitu hanya berdasarkan pengamatan karena pada waktu itu belum dikenal konsep mekanisme reaksi.
  • 35.
    TINJAUAN MEKANISTIK ATURAN MARKOVNIKOV Contoh:reaksi2-metil-2-butena dengan HBr
  • 36.
    Belajar adalah ibadah,maka perlu keikhlasan untuk menjalankannya