HIDROKARBON
Perbaikan Kimia Semester 1 Kelas 11
Nama : Fatimah Fitri Fajarwati
Kelas : XI IPA 1
Senyawa
Hidrokarbon
SiklikAlifatik
Alkena
Jenuh
Alkuna Sikloalkana
Benzena &
Turunannya
Alkana
Tak Jenuh Alisiklik Aromatik
HIDROKARBON
Senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang tersusun
atas unsur karbon dan hidrogen.
Senyawa hidrokarbon dibagi menjadi dua kelompok besar,
yaitu:
1. Senyawa hidrokarbon alifatik, yaitu senyawa hidrokarbon
yang mempunyai rantai lurus (terbuka) dan atau bercabang.
Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya,
dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Jenuh, yaitu pada rantai karbonnya semuanya berikatan
tunggal, biasa disebut alkana.
b. Tak Jenuh, yaitu pada rantai karbonya terdapat ikatan
rangkap. Ikatan rangkap dua disebut alkena, ikatan
rangkap tiga disebut alkuna.
2. Senyawa hidrokarbon siklik, yaitu senyawa hidrokarbon yang
mempunyai struktur melingkar. Dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
a. Alisiklik, yaitu pada struktur cincin nya berikatantunggal.
b. Aromatik, yaitu senyawa organik yang mengandung cincin
benzena.
KEKHASAN ATOM KARBON
1. Atom karbon memiliki 4 ikatan kovalen yang kuat dan stabil.
2. Karbon mempunyai 4 elektron valensi. Hal itu menguntungkan
karena untuk mencapai kestabilan, karbon dapat membentuk 4
ikatan.
3. Atom karbon dapat membentuk rantai karbon yang bervariasi.
4. Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon berbeda.
5. Atom karbon relatif kecil. Sehingga ikatan kovalen yang dibentu
karbon relatif kuat, selain itu karbon dapat membentuk ikatan
rangkap dan ikatan rangkap tiga.
RANTAI ATOM KARBON
Atom karbon dapat membentuk ikatan antaratom karbon
berupa ikatan tunggal, ikatan rangkap, atau rangkap tiga.
Atom karbon dapat pula membentuk rantai lingkar (siklik)
Macam bentuk ikatan dan bentuk rantai karbon dalam senyawa karbon
PERBEDAAN SIFAT SENYAWA ORGANIK DAN
SENYAWA ANORGANIK
Meskipun tidak ada perbedaan sifat yang tegas, kedua
kelompok senyawa tersebut mempunyai ciri umum yang
berbeda.
a. Stabilitas terhadap pemanasan
Senyawa organik kurang stabil terhadap pemanasan.
b. Titik cair dan titik didih
Senyawa organik umumnya mempunyai titik cair dan
titik didih yang relatif rendah.
c. Kelarutan
Senyawa organik lebih mudah larut dalam pelarut
yang nonpolar, sebaliknya senyawa organik lebih
mudah larut dalam pelarut polar.
d. Kereaktifan
Reaksi-reaksi senyawa organik umumnya berlangsung
lebih lambat daripada reaksi senyawa anorganik,
kecuali pembakaran.
PENGGOLONGAN HIDROKARBON
Berdasarkan bentuk rantai karbonnya, hidrokarbon
digolongkan ke dalam hidrokarbon alifatik, alisiklik, atau aromatik.
Berdasarkan jenis ikatan antaratom karbonnya, hidrokarbon
dibedakan atas jenuh dan tak jenuh.
ALKANA
Alkana merupakan hidrokarbon alifatik jenuh, yaitu hidrokarbon
dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbon-karbonnya merupakan
ikatan tunggal.
Rumus Umum Alkana
CnH2n+2
APA ITU ALKANA??
 Alkana merupakan hidrokarbon alifatik jenuh
dimana setiap atom karbonnya dapat membentuk
empat ikatan kovalen tunggal.
 Sumber alkana yang terbanyak adalah minyak
bumi dan gas alam. Alkana diperoleh dari minyak
bumi dengan cara distilasi bertingkat.
 Senyawa alkana yang banyak digunakan dalam
sehari-hari adalah gas elpiji digunakan sebagai
bahan bakar kompor gas.
SIFAT FISIS/ SIFAT FISIK ALKANA
 Semua alkana merupakan senyawa nonpolar
sehingga sukar larut dalam air. Jika alkana
bercampur dengan air, lapisan alkana berada di
atas, sebab massa jenisnya lebih kecil daripada 1.
 Pada suhu kamar, empat suku pertama berwujud
gas, suku ke 5 hingga suku ke 16 berwujud cair, dan
suku diatasnya berwujud padat.
 Semakin banyak atom C, titik didih semakin tinggi.
Untuk alkana yang berisomer (jumlah atom C sama
banyak), semakin banyak cabang, titik didih semakin
kecil.
TABEL SIFAT FISIK ALKANA
TATA NAMA ALKANA
TATA NAMA ALKANA
1. Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam molekul.
2. Cabang diberi nama alkil, yaitu sama dengan nama
alkana yang sesuai tetapi akhiran ana diganti dengan il.
3. Posisi cabang ditunjukkan dengan awalan angka. Untuk
itu, rantai induk diberi nomor. Penomoran dimulai dari
salah satu ujung sedemikian rupa sehingga posisi
cabang mendapat nomor terkecil.
4. Bila terdapat lebih dari satu cabang sejenis, nama
cabang disebut sekali saja dengan diberi awalan,
misalnya 2 = di, 3 = tri, 4 = tetra, 5 = petra.
5. Bila terdapat lebih dari satu jenis cabang, maka
cabang-cabang tersebut ditulis sesuai dengan urutan
abjad.
GUGUS ALKIL sebagai cabang dengan rumus
CnH2n+1
SUKU KE RUMUS KIMIA NAMA ALKIL
1
2
3
4
5
6
CH3
C2H5
C3H7
C4H9
C5H11
C6H13
Metil
Etil
Propil
Butil
Pentil/ amil
Heksil
CONTOH
KEGUNAAN ALKANA
Kegunaan alkana dalam kehidupan sehari-hari:
1. Bahan bakar, misalnya elpiji, kerosin, bensin, dan solar
2. Pelarut, seperti petroleum eter dan nafta.
3. Sumber hidrogen, misalnya di industri amonia dan
pupuk.
4. Pelumas, misalnya C18H38.
5. Bahan baku untuk senyawa organik lain, misalnya
minyak bumi dan gas alam merupakan bahan baku
utama sintesis berbagai senyawa organik seperti
alkohol dan asamn karet sintesis cuka.
6. Bahan baku industri, berbagai produk industri seperti
plastik, detergen, karet sintetis, minyak rambut, dan
obat gosok dibuat dari minyak bumi dan gas alam.
ALKENA
Alkena merupakan senyawa hidrokarbon tidak
jenuh dengan ikatan rangkap dua (–C=C–). Alkena
paling sederhana yaitu etena, C2H4.
Rumus umum alkena.
CnH2n
DERET HOMOLOG ALKENA
TATA NAMA SENYAWA ALKENA
1. Rantai utama adalah rantai terpanjang dan
memiliki ikatan rangkap contoh :
H3C
H2
C C
H2
C
H2
C CH3
CH2
TATA NAMA ALKENA
2. Penomoran dimulai dari ujung yang terdekat
dengan rangkap contoh :
H3C
H2
C C
H2
C
H2
C CH3
CH2
1
5432
TATA NAMA ALKENA
3. Cara penulisan sama seperti alkana tapi akhiran
“ana” diganti “ena” no alkil – alkil – no rangkap –
alkena contoh :
H3C
H2
C C
H2
C
H2
C CH3
CH2
1
2 3 4 5
etil
2-etil-1-pentena
TATA NAMA ALKENA
4. Jika terdapat lebih dari satu rangkap maka di
depan kata “ena” ditambahi di=2,tri=3, tetra=4,
penta=5,dst contoh:
1
2 3 4 5
H3C
H2
C C C
H
C
H
CH3
CH2
etil
2-etil-1,3-pentadiena
TATA NAMA ALKENA
1. Alkena rantai lurus
Atom karbon yang berikatan rangkap ( C = C ) diberi
nomor yang menunjukkan ikatan rangkap tersebut.
Penomoran dimulai dari ujung rantai yang paling dekat dengan
ikatan rangkap.
Contoh:
5 4 3 2 1 1 2 3 4 5
H3C – CH2 – CH = CH – CH3 bukan H3C – CH2 – CH = CH –
CH3
Sehingga, nama senyawa di atas yaitu 2 – pentena
2. Alkena dengan rantai bercabang
a) Rantai utama yaitu rantai yang terpanjang dan
mengandungikatan rangkap.
b) Penomoran rantai utama diawali dari yang paling
dekat dengan ikatan rangkap, bukan cabang yang
terdekat.
c) Urutan penulisan nama: nomor cabang, nama cabang,
nomor ikatan rangkap, nama alkena.
Contoh:
a) H3C – CH = CH – CH2 – CH3 ` 2–pentena
b) H3C – CH = CH – CH – CH3 4–metil – 2–pentena
|
CH3
3. Alkena dengan lebih dari satu ikatan rangkap
Jika alkena memiliki lebih dari satu ikatan rangkap, namanya diberi
tambahan diena (untuk dua ikatan rangkap) atau triena (untuk tiga
ikatan rangkap).
Contoh:
a) H3C – CH = CH – CH2 – CH = CH2 1,4–heksadiena
b) H3C – C = CH – CH – CH = CH2 3-etil– 5 metil–1,4heksadiena
| |
CH3 C2H5
ISOMER ALKENA
Dibedakan menjadi tiga:
1. Isomer rantai
2. Isomer posisi
3. Isomer geometri
1. ISOMER RANTAI
Rumus molekul sama, rantai beda.
Contoh : C7H14
H3C
H2
C C
H2
C
H2
C CH3
CH2
HC C
H
H2
C CH3
CH2
CH2
CH3
2-etil-1-pentena
3-etil-1-pentena
2. ISOMER POSISI
Rumus molekul sama, rantai sama, posisi rangkap
beda.
Contoh : C7H14
H3C
H2
C C
H2
C
H2
C CH3
CH2
H3C
H2
C C C
H
H2
C CH3
CH3
2-etil-1-pentena
2-etil-2-pentena
3. ISOMER GEOMETRI
Rumus molekul sama, rantai sama, posisi rangkap
sama, bentuk ruang beda
Contoh : C4H8
C C
H3C CH3
H H
C C
H3C H
H CH3
cis-2-butena trans-2-butena
KEGUNAAN SENYAWA ALKENA
Etilen merupakan senyawa organik yang paling
banyak diproduksi di dunia(80 juta ton/tahun). Etilen
digunakan sebagai bahan baku untuk polyetilen,
etanol, asam asetat, etilen glikol, dan vynil klorida.
Etilen juga merupakan hormon yang mengontrol
pertumbuhan dan perubahan-perubahan lain dalam
jaringan tumbuhan.
Etilen mempengaruhi berkecambahnya biji,
kematangan bunga dan buah. Contoh: tomat.
ALKUNA
Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon alifatik
tak jenuh yg memiliki 1 ikatan rangkap 3 (–C≡C–).
Sifat-nyasama denganAlkena namunlebih reaktif.
Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap 3
disebut alkadiuna, yang mempunyai 1 ikatan rangkap 2
dan 1 ikatanrangkap 3 disebut alkenuna.
Rumus Umum CnH2n-2
Alkuna merupakan deret senyawa hidrokarbon
tidak jenuh yang dalam tiap molekulnya mengandung
satu ikatan rangkap 3 diantara dua atom C yang
berurutan.
Untuk membentuk ikatan rangkap 3 atau 3 ikatan
kovalen diperlukan 6 elektron, sehingga tinggal satu
elektron pada tiap-tiap atom C tersisa untuk mengikat
atom H. Jumlah atom H, yang dapat diikat berkurang
dua, makarumus umumnyamenjadi
CnH2n+2 4H = CnH2n-2
Seperti halnya alkena, alkuna juga mempunyai
suku pertama dengan harga n = 2, sehingga rumus
molekulnya C2H2, sedang rumus strukturnya H – C º C
– H. Senyawa alkuna tersebut mempunyai nama etuna
atau dengan nama lazim asetilena. Asetilena merupakan
suatu gas yang dihasilkan dari reaksi karbon dengan air
dan banyak digunakan oleh tukang las untuk
menyambungbesi.
CaC2 (s) + 2 H20 (l) ® C2H2 (g) + Ca(OH)2 (aq)
karbidaasetilena
TATA NAMA ALKUNA
Nama Alkuna Rumus Molekul
Etuna C2H2
Propuna C3H4
Butuna C4H6
Pentuna C5H8
Heksuna C6H10
Heptuna C7H12
Oktuna C8H14
Dekuna C9H16
Nonuna C10H18
TATA NAMA ALKUNA
1.Memilih rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang
yang mengandung ikatan rangkap tiga. Contoh:
TATA NAMA ALKUNA
2. Penomoran alkuna dimulai dari salah satu ujung
rantai induk, sehingga atom C yang berikatan
rangkap tiga mendapat nomor terkecil. Contoh:
TATA NAMA ALKUNA
3.Penamaan, dengan urutan:
o nomor C yang mengikat cabang
o nama cabang
o nomor C yang berikatan rangkap tiga
o nama rantai induk (alkuna)
Contoh:
3–metil–1–butuna
SIFAT FISIS ALKUNA
 Alkuna-alkuna suku rendah pada suhu kamar berwujud gas,
sedangkan yang mengandung lima atau lebih atom karbon
berwujud gas.
 Memiliki massa jenis lebih kecil dari air.
 Tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik
yang non polar seperti eter, benzena, dan karbon tetraklorida.
 Titik didih alkuna makin tinggi seiring bertambahnya jumlah
atom karbon, tetapi makin rendah apabila terdapat rantai
samping atau makin banyak percabangan. Titik didih alkuna
sedikit lebih tinggi dari alkana dan alkuna yang berat
molekulnya hampir sama.
SIFAT KIMIA/REAKSI ALKUNA
Reaksi- reaksi pada alkuna mirip dengan
alkena, hanya berbeda pada kebutuhan jumlah
pereaksi untuk penjenuhan ikatan rangkap. Alkuna
membutuhkan jumlah pereaksi dua kali kebutuhan
pereaksi pada alkena untuk jumlah ikatan rangkap
yang sama.
MANFAAT ALKUNA
o Etuna (asetilena = C2H2) Asetilena merupakan suatugas yang
dihasilkandari reaksikarbon dengan air dan banyakdigunakan
untukmenyambung besi.
o Penerangan
o Sintesis senyawa lain.
*Alkuna yang mempunyai nilaiekonomis penting hanyalahetuna
(asetilena),C 2 H 2 . Gas asetilenadigunakanuntukmengelas
besi dan baja.
Hidrokarbon

Hidrokarbon

  • 1.
    HIDROKARBON Perbaikan Kimia Semester1 Kelas 11 Nama : Fatimah Fitri Fajarwati Kelas : XI IPA 1
  • 2.
  • 3.
    HIDROKARBON Senyawa hidrokarbon adalahsenyawa karbon yang tersusun atas unsur karbon dan hidrogen. Senyawa hidrokarbon dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu: 1. Senyawa hidrokarbon alifatik, yaitu senyawa hidrokarbon yang mempunyai rantai lurus (terbuka) dan atau bercabang. Berdasarkan ikatan yang terdapat pada rantai karbonnya, dibagi menjadi dua, yaitu: a. Jenuh, yaitu pada rantai karbonnya semuanya berikatan tunggal, biasa disebut alkana. b. Tak Jenuh, yaitu pada rantai karbonya terdapat ikatan rangkap. Ikatan rangkap dua disebut alkena, ikatan rangkap tiga disebut alkuna. 2. Senyawa hidrokarbon siklik, yaitu senyawa hidrokarbon yang mempunyai struktur melingkar. Dibagi menjadi dua jenis, yaitu: a. Alisiklik, yaitu pada struktur cincin nya berikatantunggal. b. Aromatik, yaitu senyawa organik yang mengandung cincin benzena.
  • 4.
    KEKHASAN ATOM KARBON 1.Atom karbon memiliki 4 ikatan kovalen yang kuat dan stabil. 2. Karbon mempunyai 4 elektron valensi. Hal itu menguntungkan karena untuk mencapai kestabilan, karbon dapat membentuk 4 ikatan. 3. Atom karbon dapat membentuk rantai karbon yang bervariasi. 4. Kedudukan atom karbon dalam rantai karbon berbeda. 5. Atom karbon relatif kecil. Sehingga ikatan kovalen yang dibentu karbon relatif kuat, selain itu karbon dapat membentuk ikatan rangkap dan ikatan rangkap tiga.
  • 5.
    RANTAI ATOM KARBON Atomkarbon dapat membentuk ikatan antaratom karbon berupa ikatan tunggal, ikatan rangkap, atau rangkap tiga. Atom karbon dapat pula membentuk rantai lingkar (siklik) Macam bentuk ikatan dan bentuk rantai karbon dalam senyawa karbon
  • 6.
    PERBEDAAN SIFAT SENYAWAORGANIK DAN SENYAWA ANORGANIK Meskipun tidak ada perbedaan sifat yang tegas, kedua kelompok senyawa tersebut mempunyai ciri umum yang berbeda. a. Stabilitas terhadap pemanasan Senyawa organik kurang stabil terhadap pemanasan. b. Titik cair dan titik didih Senyawa organik umumnya mempunyai titik cair dan titik didih yang relatif rendah. c. Kelarutan Senyawa organik lebih mudah larut dalam pelarut yang nonpolar, sebaliknya senyawa organik lebih mudah larut dalam pelarut polar. d. Kereaktifan Reaksi-reaksi senyawa organik umumnya berlangsung lebih lambat daripada reaksi senyawa anorganik, kecuali pembakaran.
  • 7.
    PENGGOLONGAN HIDROKARBON Berdasarkan bentukrantai karbonnya, hidrokarbon digolongkan ke dalam hidrokarbon alifatik, alisiklik, atau aromatik. Berdasarkan jenis ikatan antaratom karbonnya, hidrokarbon dibedakan atas jenuh dan tak jenuh.
  • 8.
    ALKANA Alkana merupakan hidrokarbonalifatik jenuh, yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan karbon-karbonnya merupakan ikatan tunggal. Rumus Umum Alkana CnH2n+2
  • 9.
    APA ITU ALKANA?? Alkana merupakan hidrokarbon alifatik jenuh dimana setiap atom karbonnya dapat membentuk empat ikatan kovalen tunggal.  Sumber alkana yang terbanyak adalah minyak bumi dan gas alam. Alkana diperoleh dari minyak bumi dengan cara distilasi bertingkat.  Senyawa alkana yang banyak digunakan dalam sehari-hari adalah gas elpiji digunakan sebagai bahan bakar kompor gas.
  • 10.
    SIFAT FISIS/ SIFATFISIK ALKANA  Semua alkana merupakan senyawa nonpolar sehingga sukar larut dalam air. Jika alkana bercampur dengan air, lapisan alkana berada di atas, sebab massa jenisnya lebih kecil daripada 1.  Pada suhu kamar, empat suku pertama berwujud gas, suku ke 5 hingga suku ke 16 berwujud cair, dan suku diatasnya berwujud padat.  Semakin banyak atom C, titik didih semakin tinggi. Untuk alkana yang berisomer (jumlah atom C sama banyak), semakin banyak cabang, titik didih semakin kecil.
  • 11.
  • 12.
  • 14.
    TATA NAMA ALKANA 1.Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam molekul. 2. Cabang diberi nama alkil, yaitu sama dengan nama alkana yang sesuai tetapi akhiran ana diganti dengan il. 3. Posisi cabang ditunjukkan dengan awalan angka. Untuk itu, rantai induk diberi nomor. Penomoran dimulai dari salah satu ujung sedemikian rupa sehingga posisi cabang mendapat nomor terkecil. 4. Bila terdapat lebih dari satu cabang sejenis, nama cabang disebut sekali saja dengan diberi awalan, misalnya 2 = di, 3 = tri, 4 = tetra, 5 = petra. 5. Bila terdapat lebih dari satu jenis cabang, maka cabang-cabang tersebut ditulis sesuai dengan urutan abjad.
  • 15.
    GUGUS ALKIL sebagaicabang dengan rumus CnH2n+1 SUKU KE RUMUS KIMIA NAMA ALKIL 1 2 3 4 5 6 CH3 C2H5 C3H7 C4H9 C5H11 C6H13 Metil Etil Propil Butil Pentil/ amil Heksil
  • 16.
  • 17.
    KEGUNAAN ALKANA Kegunaan alkanadalam kehidupan sehari-hari: 1. Bahan bakar, misalnya elpiji, kerosin, bensin, dan solar 2. Pelarut, seperti petroleum eter dan nafta. 3. Sumber hidrogen, misalnya di industri amonia dan pupuk. 4. Pelumas, misalnya C18H38. 5. Bahan baku untuk senyawa organik lain, misalnya minyak bumi dan gas alam merupakan bahan baku utama sintesis berbagai senyawa organik seperti alkohol dan asamn karet sintesis cuka. 6. Bahan baku industri, berbagai produk industri seperti plastik, detergen, karet sintetis, minyak rambut, dan obat gosok dibuat dari minyak bumi dan gas alam.
  • 18.
    ALKENA Alkena merupakan senyawahidrokarbon tidak jenuh dengan ikatan rangkap dua (–C=C–). Alkena paling sederhana yaitu etena, C2H4. Rumus umum alkena. CnH2n
  • 19.
  • 20.
    TATA NAMA SENYAWAALKENA 1. Rantai utama adalah rantai terpanjang dan memiliki ikatan rangkap contoh : H3C H2 C C H2 C H2 C CH3 CH2
  • 21.
    TATA NAMA ALKENA 2.Penomoran dimulai dari ujung yang terdekat dengan rangkap contoh : H3C H2 C C H2 C H2 C CH3 CH2 1 5432
  • 22.
    TATA NAMA ALKENA 3.Cara penulisan sama seperti alkana tapi akhiran “ana” diganti “ena” no alkil – alkil – no rangkap – alkena contoh : H3C H2 C C H2 C H2 C CH3 CH2 1 2 3 4 5 etil 2-etil-1-pentena
  • 23.
    TATA NAMA ALKENA 4.Jika terdapat lebih dari satu rangkap maka di depan kata “ena” ditambahi di=2,tri=3, tetra=4, penta=5,dst contoh: 1 2 3 4 5 H3C H2 C C C H C H CH3 CH2 etil 2-etil-1,3-pentadiena
  • 24.
    TATA NAMA ALKENA 1.Alkena rantai lurus Atom karbon yang berikatan rangkap ( C = C ) diberi nomor yang menunjukkan ikatan rangkap tersebut. Penomoran dimulai dari ujung rantai yang paling dekat dengan ikatan rangkap. Contoh: 5 4 3 2 1 1 2 3 4 5 H3C – CH2 – CH = CH – CH3 bukan H3C – CH2 – CH = CH – CH3 Sehingga, nama senyawa di atas yaitu 2 – pentena
  • 25.
    2. Alkena denganrantai bercabang a) Rantai utama yaitu rantai yang terpanjang dan mengandungikatan rangkap. b) Penomoran rantai utama diawali dari yang paling dekat dengan ikatan rangkap, bukan cabang yang terdekat. c) Urutan penulisan nama: nomor cabang, nama cabang, nomor ikatan rangkap, nama alkena. Contoh: a) H3C – CH = CH – CH2 – CH3 ` 2–pentena b) H3C – CH = CH – CH – CH3 4–metil – 2–pentena | CH3
  • 26.
    3. Alkena denganlebih dari satu ikatan rangkap Jika alkena memiliki lebih dari satu ikatan rangkap, namanya diberi tambahan diena (untuk dua ikatan rangkap) atau triena (untuk tiga ikatan rangkap). Contoh: a) H3C – CH = CH – CH2 – CH = CH2 1,4–heksadiena b) H3C – C = CH – CH – CH = CH2 3-etil– 5 metil–1,4heksadiena | | CH3 C2H5
  • 27.
    ISOMER ALKENA Dibedakan menjaditiga: 1. Isomer rantai 2. Isomer posisi 3. Isomer geometri
  • 28.
    1. ISOMER RANTAI Rumusmolekul sama, rantai beda. Contoh : C7H14 H3C H2 C C H2 C H2 C CH3 CH2 HC C H H2 C CH3 CH2 CH2 CH3 2-etil-1-pentena 3-etil-1-pentena
  • 29.
    2. ISOMER POSISI Rumusmolekul sama, rantai sama, posisi rangkap beda. Contoh : C7H14 H3C H2 C C H2 C H2 C CH3 CH2 H3C H2 C C C H H2 C CH3 CH3 2-etil-1-pentena 2-etil-2-pentena
  • 30.
    3. ISOMER GEOMETRI Rumusmolekul sama, rantai sama, posisi rangkap sama, bentuk ruang beda Contoh : C4H8 C C H3C CH3 H H C C H3C H H CH3 cis-2-butena trans-2-butena
  • 31.
    KEGUNAAN SENYAWA ALKENA Etilenmerupakan senyawa organik yang paling banyak diproduksi di dunia(80 juta ton/tahun). Etilen digunakan sebagai bahan baku untuk polyetilen, etanol, asam asetat, etilen glikol, dan vynil klorida. Etilen juga merupakan hormon yang mengontrol pertumbuhan dan perubahan-perubahan lain dalam jaringan tumbuhan. Etilen mempengaruhi berkecambahnya biji, kematangan bunga dan buah. Contoh: tomat.
  • 32.
    ALKUNA Alkuna merupakan senyawahidrokarbon alifatik tak jenuh yg memiliki 1 ikatan rangkap 3 (–C≡C–). Sifat-nyasama denganAlkena namunlebih reaktif. Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap 3 disebut alkadiuna, yang mempunyai 1 ikatan rangkap 2 dan 1 ikatanrangkap 3 disebut alkenuna. Rumus Umum CnH2n-2
  • 33.
    Alkuna merupakan deretsenyawa hidrokarbon tidak jenuh yang dalam tiap molekulnya mengandung satu ikatan rangkap 3 diantara dua atom C yang berurutan. Untuk membentuk ikatan rangkap 3 atau 3 ikatan kovalen diperlukan 6 elektron, sehingga tinggal satu elektron pada tiap-tiap atom C tersisa untuk mengikat atom H. Jumlah atom H, yang dapat diikat berkurang dua, makarumus umumnyamenjadi CnH2n+2 4H = CnH2n-2
  • 34.
    Seperti halnya alkena,alkuna juga mempunyai suku pertama dengan harga n = 2, sehingga rumus molekulnya C2H2, sedang rumus strukturnya H – C º C – H. Senyawa alkuna tersebut mempunyai nama etuna atau dengan nama lazim asetilena. Asetilena merupakan suatu gas yang dihasilkan dari reaksi karbon dengan air dan banyak digunakan oleh tukang las untuk menyambungbesi. CaC2 (s) + 2 H20 (l) ® C2H2 (g) + Ca(OH)2 (aq) karbidaasetilena
  • 35.
    TATA NAMA ALKUNA NamaAlkuna Rumus Molekul Etuna C2H2 Propuna C3H4 Butuna C4H6 Pentuna C5H8 Heksuna C6H10 Heptuna C7H12 Oktuna C8H14 Dekuna C9H16 Nonuna C10H18
  • 36.
    TATA NAMA ALKUNA 1.Memilihrantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang yang mengandung ikatan rangkap tiga. Contoh:
  • 37.
    TATA NAMA ALKUNA 2.Penomoran alkuna dimulai dari salah satu ujung rantai induk, sehingga atom C yang berikatan rangkap tiga mendapat nomor terkecil. Contoh:
  • 38.
    TATA NAMA ALKUNA 3.Penamaan,dengan urutan: o nomor C yang mengikat cabang o nama cabang o nomor C yang berikatan rangkap tiga o nama rantai induk (alkuna) Contoh: 3–metil–1–butuna
  • 39.
    SIFAT FISIS ALKUNA Alkuna-alkuna suku rendah pada suhu kamar berwujud gas, sedangkan yang mengandung lima atau lebih atom karbon berwujud gas.  Memiliki massa jenis lebih kecil dari air.  Tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut-pelarut organik yang non polar seperti eter, benzena, dan karbon tetraklorida.  Titik didih alkuna makin tinggi seiring bertambahnya jumlah atom karbon, tetapi makin rendah apabila terdapat rantai samping atau makin banyak percabangan. Titik didih alkuna sedikit lebih tinggi dari alkana dan alkuna yang berat molekulnya hampir sama.
  • 40.
    SIFAT KIMIA/REAKSI ALKUNA Reaksi-reaksi pada alkuna mirip dengan alkena, hanya berbeda pada kebutuhan jumlah pereaksi untuk penjenuhan ikatan rangkap. Alkuna membutuhkan jumlah pereaksi dua kali kebutuhan pereaksi pada alkena untuk jumlah ikatan rangkap yang sama.
  • 41.
    MANFAAT ALKUNA o Etuna(asetilena = C2H2) Asetilena merupakan suatugas yang dihasilkandari reaksikarbon dengan air dan banyakdigunakan untukmenyambung besi. o Penerangan o Sintesis senyawa lain. *Alkuna yang mempunyai nilaiekonomis penting hanyalahetuna (asetilena),C 2 H 2 . Gas asetilenadigunakanuntukmengelas besi dan baja.