ALIRAN – ALIRAN
DRAMA
Shared by : weny manies cupcupidagh
JENIS ALIRAN-ALIRAN DRAMA
 Klasik
 Neo Klasik
 Romantik
 Realisme
 Simbolisme
 Ekspresionisme
 Absurdisme
KLASIK
 Adalah aturan sebuah naskah yang sangat ditaati
(tunduk pada trilogi Aristoteles), dan mengarah
kepada cerita Yunani-Romawi.
 Pada aliran ini, watak pelaku yang baik dan
buruk/jahat sangat nampak. Yang benar akan
mendapat ganjaran, dan yang jahat akan mendapat
hukuman.
 Ciri-ciri Drama Aliran Klasik :
Materi berdasarkan motif Yunani/Romawi, baik
cerita klasik maupun sejarah
Akting Bergaya Deklamasi
Monolog sangat panjang (untuk memberikan
kesempatan berdeklamasi yang berlebih-lebihan),
akibatnya laku dramatis terhambat
Tunduk kepada Trilogi Aristoteles
CIRI DRAMA YUNANI KLASIK :
 Pertunjukan dilakukan di amphitheater.
 Sudah menggunakan naskah lakon.
 Seluruh pemainnya pria bahkan peran wanitanya
dimainkan pria dan memakai topeng karena setiap
pemain memerankan lebih dari satu tokoh
 Cerita yang dimainkan adalah tragedi yang
membuat penonton tegang, takut, dan kasihan serta
cerita komedi yang lucu, kasar dan sering mengeritik
tokoh terkenal pada waktu itu.
 Selain pemeran utama juga ada pemain khusus
untuk kelompok koor (penyanyi), penari, dan narator
(pemain yang menceritakan jalannya pertunjukan).
 Kostum, untuk pakaian tokoh sehari-hari tunik,
sepanjang lutut, tidak bersulam, dan tanpa lengan.
PENGARANG DRAMA YUNANI KLASIK:
 Aeschylus (525-SM). Dialah yang pertama kali
mengenalkan tokoh protagonis dan antagonis sehingga
mampu menghidupkan peran. Karyanya yang terkenal
adalah Trilogi Oresteia yang terdiri dari Agamennon ,
The Libatian Beavers, dan The Furies.
 Shopocles (496-406 SM) dengan karya yang terkenal
adalah Oedipus The King, Oedipus at Colonus,
Antigone.
 Euripides (484-406 SM) dengan karya-karyanya
antara lain Medea, Hyppolitus, The Troyan Woman,
Cyclops.
 Aristophanes (448-380 SM) penulis naskah drama
komedi. Dengan karyanya yang terkenal adalah
Lysistrata, The Wasps, he Clouds, The Frogs, The
Birds.
CIRI DRAMA ROMAWI KLASIK :
 Koor tidak lagi berfungsi mengisi setiap adegan.
 Musik menjadi pelengkap seluruh adegan. Tidak
hanya menjadi tema cerita tetapi juga menjadi
ilustrasi cerita.
 Tema berkisar pada masalah hidup kesenjangan
golongan menengah.
 Karakteristik tokoh tergantung kelas yaitu orang
tua yang bermasalah dengan anak-anaknya atau
kekayaan, anak muda yang melawan kekuasaan
orang tua dan lain sebagainya.
 Seluruh adegan terjadi di rumah, di jalan, dan di
halaman.
NEO-KLASIK
 Aliran ini merasuki drama dan teater terutama di
Prancis, yaitu ketika teori neoklasik dari Italia
masuk ke Prancis kira-kira tahun 1630-n.
 Dasar – Dasar teori Neo- Klasik Menurut
Sumardjo :
Hanya ada dua bentuk drama, yaitu tragedi dan
komedi, dan keduanya tidak boleh dicampur
Drama harus berisi ajaran moral yang disajikan
secara menarik
Kesatuan waktu, tempat, dan kejadian harus
dipertahankan
NEO-KLASIK
Para Penulis Drama Neo-Klasik :
a. Piere Corniele (1606-1684), karyanya :
Horace, Cinna, Polyeucte, buku teori
drama dengan judul “Risalah” tentang
Tragedi.
b. Jean Racine (1639-1699), karyanya : Les
Plaideurs, Esther, Athalie, dll.
c. Moliere (1622 – 1673), asli namanya
adalah Jean Baptiste Poquelin, karyanya :
Dokter Gadungan, Sekolah Istri, Calon
Gentelman, dll.
ALIRAN ROMANTIK
 Berkembang antara tahun 1800-1850
 Lahirnya drama romantik ditandai dengan
adanya prinsip kaum romantik bahwa dalam
menulis drama terdapat kebebasan dalam
berkreativitas untuk memahami manusia dan
semesta, atau drama berkaitan dengan
kehidupan manusia.
 Adalah aliran yang mementingkan curahan
perasaan dan menggetarkan yang
diungkapkan dalam estetika diksi dan gaya
bahasa yang mendayu-dayu.
CIRI – CIRI ALIRAN ROMANTIK
 Kebebasan Bentuk
 Mementingkan curahan perasaan
 Keinginan untuk kembali ke tengah alam,
kembali kepada sifat-sifat yang asli, alam
yang belum tersentuh tangan-tangan
manusia.
 Sering dikaitkan dengan percintaan yang
asyik dunia muda-mudi yang masih hijau dan
belum banyak pengalaman
 Materinya bunuh-membunuh, teriak-teriakan
dalam gelap, dll
 Mementingkan Keindahan Bahasa
 Menonjolkan aspek visual
ALIRAN REALISME
 Aliran ini berkembang sekitar tahun 1850-n
 Adalah sebuah aliran dalam drama yang
menggambarkan kenyataan kehidupan
subjektif, kenyataan hidup sehari-hari,
pengungkapan secara terus-terang.
 Tokoh dalam drama aliran realisme :
Alexander Dumas Jr, Augier, Ibsen
(Perancis), Pinero, Joens Galsworthy, dan
Shaw (Inggris),dll
ALIRAN SIMBOLISME
 Merupakan aliran dalam sastra yang
mencoba mengungkapkan ide-ide dan emosi
lebih dengan sugesti-sugesti dari pada
menggunakan ekspresi langsung melalui
objek-objek, kata-kata, dan bunyi.
 Sastra simbolik banyak menggunakan simbol
atau lambang dalam mengungkapkan
pemikiran, emosi, secara samar-samar dan
misterius.
 Tokoh – tokohnya : Gordon Craig , Maeterlick,
Wagner, Appia, Craig, dan Lorca.
ALIRAN DRAMA EKSPRESIONISME
 Istilah Ekspresionisme diambil dari gerakan seni
rupa pada akhir abad ke-19.
 Muncul pada tahun 1910 di Jerman.
 Puncak aliran ini adalah pada saat perang dunia I
dan merosot tahun 1925.
 adalah lahir dari anggapan bahwa dalam berkarya
yang penting apa yang diungkapkan itu harus
sesuai dengan suara hati. Aliran ini menolak
anggapan bahwa drama hanya merupakan sesuatu
yang tidak berkaitan dengan hati penulis atau
masyarakatnya, namun harus menyuarakan hati
nurani
CIRI – CIRI ALIRAN EKSPRESIONISME
Mengekspresikan pandangan seni
mereka atau emosi secara kuat
Tidak memperlakukan realitas
secara obyektif
Menyajikan kesan – kesan dari
pengarangnya.
ALIRAN DRAMA ABSURDISME
 Adalah gaya yang menyajikan satu lakon yang
seolah tidak memiliki ikatan rasional antara
peristiwa satu dengan yang lain, antara
percakapan satu dengan yang lain.
 Absurd artinya : tidak rasional.
 Drama absurdisme merupakan puncak
perkembangan drama dunia.
 Drama absurd berarti drama yang ditulis dengan
bentuk-bentuk atau cerita yang tidak bisa
dipahami secara rasional.
 Tokoh yang muncul pada masa ini : Samuel Backett
dengan karyanya Waiting For Got Out yang
diindonesiakan oleh WS Rendra dengan judul
Menunggu Godot dan Uegene lonesco
‫ا‬‫ر‬‫شك‬

Aliran aliran drama

  • 1.
    ALIRAN – ALIRAN DRAMA Sharedby : weny manies cupcupidagh
  • 2.
    JENIS ALIRAN-ALIRAN DRAMA Klasik  Neo Klasik  Romantik  Realisme  Simbolisme  Ekspresionisme  Absurdisme
  • 3.
    KLASIK  Adalah aturansebuah naskah yang sangat ditaati (tunduk pada trilogi Aristoteles), dan mengarah kepada cerita Yunani-Romawi.  Pada aliran ini, watak pelaku yang baik dan buruk/jahat sangat nampak. Yang benar akan mendapat ganjaran, dan yang jahat akan mendapat hukuman.  Ciri-ciri Drama Aliran Klasik : Materi berdasarkan motif Yunani/Romawi, baik cerita klasik maupun sejarah Akting Bergaya Deklamasi Monolog sangat panjang (untuk memberikan kesempatan berdeklamasi yang berlebih-lebihan), akibatnya laku dramatis terhambat Tunduk kepada Trilogi Aristoteles
  • 4.
    CIRI DRAMA YUNANIKLASIK :  Pertunjukan dilakukan di amphitheater.  Sudah menggunakan naskah lakon.  Seluruh pemainnya pria bahkan peran wanitanya dimainkan pria dan memakai topeng karena setiap pemain memerankan lebih dari satu tokoh  Cerita yang dimainkan adalah tragedi yang membuat penonton tegang, takut, dan kasihan serta cerita komedi yang lucu, kasar dan sering mengeritik tokoh terkenal pada waktu itu.  Selain pemeran utama juga ada pemain khusus untuk kelompok koor (penyanyi), penari, dan narator (pemain yang menceritakan jalannya pertunjukan).  Kostum, untuk pakaian tokoh sehari-hari tunik, sepanjang lutut, tidak bersulam, dan tanpa lengan.
  • 6.
    PENGARANG DRAMA YUNANIKLASIK:  Aeschylus (525-SM). Dialah yang pertama kali mengenalkan tokoh protagonis dan antagonis sehingga mampu menghidupkan peran. Karyanya yang terkenal adalah Trilogi Oresteia yang terdiri dari Agamennon , The Libatian Beavers, dan The Furies.  Shopocles (496-406 SM) dengan karya yang terkenal adalah Oedipus The King, Oedipus at Colonus, Antigone.  Euripides (484-406 SM) dengan karya-karyanya antara lain Medea, Hyppolitus, The Troyan Woman, Cyclops.  Aristophanes (448-380 SM) penulis naskah drama komedi. Dengan karyanya yang terkenal adalah Lysistrata, The Wasps, he Clouds, The Frogs, The Birds.
  • 7.
    CIRI DRAMA ROMAWIKLASIK :  Koor tidak lagi berfungsi mengisi setiap adegan.  Musik menjadi pelengkap seluruh adegan. Tidak hanya menjadi tema cerita tetapi juga menjadi ilustrasi cerita.  Tema berkisar pada masalah hidup kesenjangan golongan menengah.  Karakteristik tokoh tergantung kelas yaitu orang tua yang bermasalah dengan anak-anaknya atau kekayaan, anak muda yang melawan kekuasaan orang tua dan lain sebagainya.  Seluruh adegan terjadi di rumah, di jalan, dan di halaman.
  • 9.
    NEO-KLASIK  Aliran inimerasuki drama dan teater terutama di Prancis, yaitu ketika teori neoklasik dari Italia masuk ke Prancis kira-kira tahun 1630-n.  Dasar – Dasar teori Neo- Klasik Menurut Sumardjo : Hanya ada dua bentuk drama, yaitu tragedi dan komedi, dan keduanya tidak boleh dicampur Drama harus berisi ajaran moral yang disajikan secara menarik Kesatuan waktu, tempat, dan kejadian harus dipertahankan
  • 10.
    NEO-KLASIK Para Penulis DramaNeo-Klasik : a. Piere Corniele (1606-1684), karyanya : Horace, Cinna, Polyeucte, buku teori drama dengan judul “Risalah” tentang Tragedi. b. Jean Racine (1639-1699), karyanya : Les Plaideurs, Esther, Athalie, dll. c. Moliere (1622 – 1673), asli namanya adalah Jean Baptiste Poquelin, karyanya : Dokter Gadungan, Sekolah Istri, Calon Gentelman, dll.
  • 11.
    ALIRAN ROMANTIK  Berkembangantara tahun 1800-1850  Lahirnya drama romantik ditandai dengan adanya prinsip kaum romantik bahwa dalam menulis drama terdapat kebebasan dalam berkreativitas untuk memahami manusia dan semesta, atau drama berkaitan dengan kehidupan manusia.  Adalah aliran yang mementingkan curahan perasaan dan menggetarkan yang diungkapkan dalam estetika diksi dan gaya bahasa yang mendayu-dayu.
  • 12.
    CIRI – CIRIALIRAN ROMANTIK  Kebebasan Bentuk  Mementingkan curahan perasaan  Keinginan untuk kembali ke tengah alam, kembali kepada sifat-sifat yang asli, alam yang belum tersentuh tangan-tangan manusia.  Sering dikaitkan dengan percintaan yang asyik dunia muda-mudi yang masih hijau dan belum banyak pengalaman  Materinya bunuh-membunuh, teriak-teriakan dalam gelap, dll  Mementingkan Keindahan Bahasa  Menonjolkan aspek visual
  • 13.
    ALIRAN REALISME  Aliranini berkembang sekitar tahun 1850-n  Adalah sebuah aliran dalam drama yang menggambarkan kenyataan kehidupan subjektif, kenyataan hidup sehari-hari, pengungkapan secara terus-terang.  Tokoh dalam drama aliran realisme : Alexander Dumas Jr, Augier, Ibsen (Perancis), Pinero, Joens Galsworthy, dan Shaw (Inggris),dll
  • 14.
    ALIRAN SIMBOLISME  Merupakanaliran dalam sastra yang mencoba mengungkapkan ide-ide dan emosi lebih dengan sugesti-sugesti dari pada menggunakan ekspresi langsung melalui objek-objek, kata-kata, dan bunyi.  Sastra simbolik banyak menggunakan simbol atau lambang dalam mengungkapkan pemikiran, emosi, secara samar-samar dan misterius.  Tokoh – tokohnya : Gordon Craig , Maeterlick, Wagner, Appia, Craig, dan Lorca.
  • 15.
    ALIRAN DRAMA EKSPRESIONISME Istilah Ekspresionisme diambil dari gerakan seni rupa pada akhir abad ke-19.  Muncul pada tahun 1910 di Jerman.  Puncak aliran ini adalah pada saat perang dunia I dan merosot tahun 1925.  adalah lahir dari anggapan bahwa dalam berkarya yang penting apa yang diungkapkan itu harus sesuai dengan suara hati. Aliran ini menolak anggapan bahwa drama hanya merupakan sesuatu yang tidak berkaitan dengan hati penulis atau masyarakatnya, namun harus menyuarakan hati nurani
  • 16.
    CIRI – CIRIALIRAN EKSPRESIONISME Mengekspresikan pandangan seni mereka atau emosi secara kuat Tidak memperlakukan realitas secara obyektif Menyajikan kesan – kesan dari pengarangnya.
  • 17.
    ALIRAN DRAMA ABSURDISME Adalah gaya yang menyajikan satu lakon yang seolah tidak memiliki ikatan rasional antara peristiwa satu dengan yang lain, antara percakapan satu dengan yang lain.  Absurd artinya : tidak rasional.  Drama absurdisme merupakan puncak perkembangan drama dunia.  Drama absurd berarti drama yang ditulis dengan bentuk-bentuk atau cerita yang tidak bisa dipahami secara rasional.  Tokoh yang muncul pada masa ini : Samuel Backett dengan karyanya Waiting For Got Out yang diindonesiakan oleh WS Rendra dengan judul Menunggu Godot dan Uegene lonesco
  • 18.