ISTILAH-ISTILAH DALAM DRAMA
1. 1. Sutradara
Sutradara adalah orang yang memberi pengarahan dan bertanggung jawab atas
masalah artistik dan teknis dalam pementasan drama, pembuatan film
1. 2. Produser
Produser adalah staf produksi yang pertama kali dalam struktur perencanaan
pementasan teater. Tugas seorang produser adalah:
a. mengurus produksi secara keseluruhan
b. memilih karyawan
c. menentukan anggaran belanja
d. membuat Program kerja.SEE MORE
1. Babak
Babak merupakan bagian dari lakon drama. Satu lakon drama mungkin saja terdiri dari satu, dua,
atau tiga babak. Mungkin juga lebih. Dalam pementasan, batas antara babak satu dan babak lain
ditandai dengan turunnya layar, atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak. Bila lampu itu
dinyalakan kembali atau layar ditutup kembali, biasanya ada perubahan penataan panggung yang
menggambarkan setting yang berbeda. Baik setting tempat, waktu, maupun suasana terjadinya
suatu peristiwa.
2. Adegan
Adegan adalah bagian dari babak. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang
merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak. Setiap kali terjadi penggantian
adegan tidak selalu diikuti dengan penggantian setting.
3. Prolog
Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. Prolog memainkan peran yang besar dalam
menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon (cerita) yang akan disajikan. Itulah
sebahnya, prolog sering berisi sinopsis lakon, perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya, serta
konflik-konflik yang akan terjadi di panggung.
4. Epilog
Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. Isinya, biasanya berupa kesimpulan
atau ajaran yang bisa diambill dari tontonan drama yang baru saja disajikan.
5. Dialog
Dialog adalah percakapan para pemain. Dialog memainkan peran yang amat penting karena
menjadi pengarah lakon drama. Artinya, jalannya cerita drama itu diketahui oleh penonton lewat
dialog para pemainnya. Agar dialog itu tidak hambar, pengucapannya harus disertai penjiwaan
emosional. Selain itu, pelafalannya harus jelas dan cukup keras sehingga dapat didengar semua
penonton. Seorang pemain yang berbisik, misalnya, harus diupayakan agar bisikannya tetap dapat
didengarkan para penonton.
6. Monolog
Monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. Apa yang diucapkan itu tidak
ditujukan kepada orang lain. Isinya, mungkin ungkapan rasa senang, rencana yang akan
dilaksanakan, sikap terhadap suatu kejadian, dan lain-lain.
7. Mimik
Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami
pemain. Ekspresi wajah pemain yang sedang sedih tentu saja berbeda dengan ketika sedang
marah.
8. Pantomim
Pantomim adalah ekspresi gerak-gerik tuhuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain.
9. Pantomimik
Pantomimik adalah perpaduan ekspresi gerak-gerik wajah dan gerak-gerik tubuh untuk
menunjukkan emosi yang dialami pemain.
10. Gestur
Gestur adalah gerak-gerak besar, yaitu gerakan tangan, kaki, kepala, dan tubuh pada umumnya
yang dilakukan pemain.
11. Bloking
Bloking adalah aturan berpindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar
penampilan pemain tidak menjemukan.
12. Gait
Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara
bergerak pemain.
13. Akting
Akting adalah gerakan-gerakan yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang
dimainkannya. Bila gerakan-gerakan itu terlalu banyak, dinamakan over akting (laku lajak).
14. Aktor
Aktor adalah orang yang melakukan akting, yaitu pemain drama. Pengertian aktor bisa
menjangkau pemain pria dan wanita, khusus pemain wanita disebut aktris.
15. Improvisasi
Improvisasi adalah gerakan-gerakan atau ucapan-ucapan penyeimbang untuk lebih menghidupkan
pemeranan.
16. ilustrasi
Ilustrasi adalah iringan bunyi-bunyian untuk memperkuat suasana yang sedang digambarkan.
Sering juga istilah ilustrasi ini diganti musik pengiring.
1. Kontemporer
Kontemporer adalah lakon atau naskah serba bebas yang tidak terikat aturan atau kelaziman.
2. Kostum
Kostum adalah pakaian para pemain yang dikenakannya pada saat memerankan tokoh cerita di
panggung.
3. Skenario
Skenario adalah susunan garis-garis besar lakon drama yang akan diperagakan para pemain.
4. Panggung
Panggung adalah tempat para aktor memainkan drama. Biasanya dibuat lebih tinggi daripada
tempat duduk penonton agar penonton yang duduk paling belakang pun dapat menyaksikan apa
yang diperagakan aktor di panggung.
5. Layar
Layar adalah kain penutup panggung bagian depan yang dapat dibuka dan ditutup sesuai
kebutuhan. Tidak semua panggung dilengkapi layar.
6. Skeneri
Skeneri adalah dekorasi yang mendukung dan
menguatkan suasana permainan.
7. 25. Backdrop
Backdrop adalah layar paling belakang. Kain yang dapat digulung atau dinaik-turunkan
dan membentuk latar belakang panggung
Macam-macam Drama Berdasarkan Isi Kandung Cerita
1. Drama komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan. Drama ini berfungsi
menyenangkan hati dan memancing suasana terbahak- bahak dan di dalamnya terdapat dialog
kocak yang bersifat menyindir dan biasanya berakhir dengan kebahagiaan. Drama komedi ini
menampilkan tokoh tolol, konyol, atau tokoh bijaksana tapi lucu. Contoh: Office Boy
Drama ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:
a. Komedi Situasi, yaitu cerita lucu yang kelucuannya bukan berasal dari para pemain,
melainkan karena situasinya.
b. Komedi Slapstic, yaitu cerita lucu yang diciptakan dengan adegan menyakiti para
pemainnya.
c. Komedi Satire, yaitu cerita lucu yang penuh sindiran tajam.
d. Komedi Farce, yaitu cerita lucu yang bersifat dagelan, sengaja menciptakan kelucuan
kelucuan dengan dialog dan gerak laku lucu.
1. Drama tragedi adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan. Cerita drama yang
termasuk jenis ini adalah cerita yang berakhir dengan duka lara atau kematian. Contoh film yang
termasuk jenis ini di antaranya Titanic, Romeo dan Juliet atau Ghost. Sementara contoh FTV
misteri yang termasuk dalam jenis ini misalnya Makhluk Tengah Malam yang ending-nya
bercerita tentang si istri yang melahirkan bayi genderuwo. Cerita ini bukan berakhir dengan
kematian, tapi kekecewaan atau kesedihan. Oleh karena itu, cerita Makhluk Tengah Malam dapat
digolongkan ke dalam jenis drama tragedi.
2. Drama tragedi-komedi adalah perpaduan antara drama komedi dan tragedi yaitu cerita yang ada
sedih dan ada lucunya. Contoh: Cinta Setaman
3. Drama misteri Adalah drama yang menahan perhatian penonton dengan suspense/ ketegangan,
baik yang berasal dari tindak kriminal atau makhluk gaib. Drama jenis ini dapat dibagi lagi dalam
beberapa bagian, yaitu Kriminal, Horor, dan Mistik.
a) Drama kriminal adalah cerita misteri yang sangat terasa unsur ketagangannya, dan
biasanya menceritakan seputar kasus pembunuhan atau pemerkosaan.
b) Drama horor adalah drama yang menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan roh
halus atau makhluk yang menakutkan, semacam setan.
c) Drama mistik adalah drama yang bercerita tentang hal-hal yang berkaitan dengan
klenik, perdukunan, atau unsur gaib.
1. Opera Opera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian. Contoh: The Phantom Of The
Opera
2. Operet / Operette Operet adalah opera yang ceritanya lebih pendek. Contoh: Operet bobo berjudul
“Monster Hipokrito”
3. Pantomim Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa
isyarat tanpa pembicaraan. Contoh: Charlie Chaplin
4. Passie adalah drama yang mengandung unsur agama/relijius. Contoh: Wali Songo
5. Melodrama adalah jenis drama yang bersifat sentimental dan melankolis. Ceritanya cenderung
terkesan mendayu-dayu dan mendramatisir kesedihan. Emosi penonton dipancing untuk merasa
iba pada tokoh protagonis. Penulis skenario cerita jenis ini jangan terjebak untuk membuat alur
yang lambat. Konflik harus tetap runtun dan padat. Justru dengan konflik yang bertubi-tubi pada si
tokoh akan semakin membuat penonton merasa kasihan dan bersimpati pada penderitanya. Contoh
sinetron jenis ini antara lain Bidadari, Menggapai Bintang, dan Chanda.
6. Drama sejarah adalah cerita jenis drama yang menampilkan kisah-kisah sejarah masa lalu, baik
tokoh maupun peristiwanya. Contoh film yang bercerita tentang peristiwa sejarah antara lain
November 1828, G-30-S/PKI, Soerabaya ’45, Janur Kuning, atau Serangan Fajar. Sementara kisah
yang menceritakan sejarah tapi lebih ditekankan pada tokohnya antara lain Tjoet Njak Dhien, Wali
Songo, dan R.A. Kartini.
Drama Berdasarkan sarana/alat yang digunakan panggung
1. Drama radio, drama radio tidak¢para aktor dipanggung pertunjukan. bisa dilihat dan diraba tetapi
hanya bisa ¢di dengar oleh penikmat.
2. Drama televisi, dapat didengar dan dilihat.
3. Drama film, drama ini hampir sama dengan drama televisi bedanya drama film menggunakan
layar lebar dan ¢biasanya dipertunjukkan di bioskop. Drama wayang, ciri khas tontonannya adalah
menggunakan wayang sebagai Drama¢sarananya. boneka, sama juga seperti drama wayang tetapi
menggunakan boneka.
Jenis-Jenis Alur
Jenis alur dapat dikelompokkan dengan menggunakan berbagai kriteria. Berdasarkan
kriteria urutan waktu:
 Alur maju
Alur maju disebut juga alur kronologis, alur lurus atau alur progresif. Peristiwa-peristiwa
ditampilkan secara kronologis, maju, secara runtut dari awal tahap, tengah hingga akhir.
 Alur mundur
Alur mundur disebut juga alur tak kronologis, sorot balik, regresif, atau flash-back.
Peristiwa-peristiwa ditampilkan dari tahap akhir atau tengah dan baru kemudian tahap
awalnya.
Berdasarkan kriteria jumlah:
 Alur tunggal
Dalam alur tunggal biasanya cerita drama hanya menampilkan seorang tokoh
protagonis. Cerita hanya mengikuti perjalanan hidup tokoh tersebut.
 Alur jamak
Dalam alur jamak, biasanya cerita drama menampilkan lebih dari satu tokoh protagonis.
Perjalanan hidup tiap tokoh ditampilkan.
Berdasarkan kriteria hubungan antarperistiwa:
 Alur erat
Alur erat disebut juga alur ketat atau padat. Dalam drama yang beralur cepat, susul
menyusul, setiap bagian terasa penting dan menentukan.
 Alur longgar
Alur longgar berbanding terbalik dengan alur ketat. Hubungan antarperistiwanya longgar,
tersajikan secara lambat, dan diselingi berbagai peristiwa tambahan. Pembaca atau
penonton dapat meninggalkan atau mengabaikan adegan tertentu yang berkepanjangan
dengan tanpa kehilangan alur utama cerita.
Berdasarkan kriteria cara pengakhirannya:
 Alur tertutup
Dalam drama yang beralur tertutup, penampilan kisahnya diakhiri dengan kepastian atau
secara jelas.
 Alur terbuka
Dalam drama yang beralur terbuka, penampilan kisahnya diakhiri secara tidak pasti,
tidak jelas, serba mungkin. Jadi akhir ceritanya diserahkan kepada imajinasi pembaca
atau penonton.
Dalam Kamus Istilah Sastra, terdapat alur:
 Alur bawahan
Alur kedua atau tambahan yang disusupkan disela-sela bagian alur utama sebagai
variasi. Alur bawahan merupakan lakuan tersendiri tetapi yang masih ada hubungannya
dengan alur utama. Ada kalanya alur bawahan ini dimaksudkan untuk menimbulkan
kontras, adakalanya sejalan dengan alur utama.
 Alur erat (ketat)
Jalinan peristiwa yang sangat padu di dalam suatu karya sastra, kalau salah satu
peristiwa ditiadakan, keutuhan cerita akan terganggu.
 Alur longgar
Jalinan peristiwa yang tidak padu di dalam karya sastra, meniadakan salah satu
peristiwa tidak akan menganggu jalan cerita.
 Alur menanjak
Jalinan peristiwa dalam satu karya sastra yang semakin menanjak sifatnya. (Sudjiman,
1990: 5)
Unsur Intrinsik Drama
1. Tema
Tema adalah pikiran pokok yang mendasari lakon drama. Pikiran pokok ini dikembangkan
sedemikian rupa sehingga menjadi cerita yang lebih menarik. Tema dikembangkan melalui
alur dramatik melalui dialog tokoh-tokohnya. Tema adalah ide yang mendasari cerita sehingga
berperan sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakannya.
Tema merupakan ide pusat atau pikiran pusat, arti dan tujuan cerita, pokok pikiran dalam
karya sastra, gagasan sentral yang menjadi dasar cerita dan dapat menjadi sumber konflik-
konflik.
2. Amanat
Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca naskah atau
penonton drama. Pesan ini tidak disampaikan secara langsung, tapi lewat naskah drama yang
ditulisnya atau lakon drama itu sendiri. Penonton atau pembaca harus menyimpulkan sendiri
pesan moral apa yang diperoleh dari membaca naskah atau menonton drama tersebut.
3. Perwatakan/Karakter Tokoh
Perwatakan atau karakter tokoh adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam lakon
drama. Karakter ini diciptakan oleh penulis lakon untuk diwujudkan oleh para pemain drama.
Tokoh-tokoh drama disertai penjelasan mengenai nama, umur, jenis kelamin, ciri-ciri fisik,
jabatan, dan keadaan kejiwaannya. 3 macam perwatakan yakni:
1. Antagonis, tokoh utama berprilaku jahat
2. Protagonis, tokoh utama berprilaku baik
3. Tritagonis, tokoh yang berperanan sebagai tokoh pembantu
4. Dialog
Ciri khas suatu drama adalah naskah tersebut berbentuk percakapan atau dialog. Penulis
naskah drama harus memerhatikan pembicaraan yang akan diucapkan. Ragam bahasa dalam
dialog antartokoh merupakan ragam lisan yang komunikatif. Dialog melancarkan cerita atau
lakon. Dialog mencerminkan pikiran tokoh cerita. Dialog mengungkapkan watak para tokoh
cerita. Dialog merupakan hubungan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Dialog berfungsi
menghubungkan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Dialog juga berfungsi menggerakan
cerita dan melihat watak atau kepribadian tokoh cerita.
Ada dua macam tenik dialog, yaitu monolog dan konversi (percakapan). Ada juga teknik
dialog dalam bentuk prolog dan epilog. Prolog berarti pembukaan atau peristiwa pendahuluan
yang diucapkan pemeran utama dalam sandiwara. Epilog berarti bagian penutup pada karya
drama untuk menyampaikan atau menafsirkan maksud karya drama tersebut.
5. Alur/Plot
Alur/plot cerita atau jalan cerita. Dalam drama juga mengenal tahapan plot yang dimulai
dari tahapan permulaan, tahapan pertikaian, tahapan perumitan, tahapan puncak, tahapan
peleraian, dan tahapan akhir.
Alur dalam drama dibagi menjadi babak-babak dan adegan-adegan. Babak adalah bagian dari
plot atau alur dalam sebuah drama yang ditandai oleh perubahan setting atau latar. Sedangkan
adegan merupakan babak yang ditandai oleh perubahan jumlah tokoh ataupun perubahan yang
dibicarakan. Alur cerita ini dapat dibagi menjadi beberapa, pengenalan, pertikaian/konflik,
komplikasi, klimaks, peleraian, dan, penyelesaian. (EK3RK)
1. Pengenalan/Eksposisi. Pengenalan adalah bagian yang mengantarkan atau
memaparkan tokoh, menjelaskan latar cerita, dan gambaran peristiwa yang akan
terjadi. Pada tahap ini penonton diperkenalkan dengan tokoh-tokoh drama beserta
wataknya, dan fakta-fakta tertentu, baik secara eksplisit maupun implisit
2. Konflik. Konflik adalah persoalan-persoalan pokok yang mulai melibatkan para
pemain drama. Dalam tahap ini mulai ada kejadian (insiden) atau peristiwa yang
merupakan dasar dari drama tersebut.
3. Komplikasi. Komplikasi merupakan tahap dimana insiden yang terjadi mulai
berkembang dan menimbulkan konflik-konflik yang semakin banyak dan ruwet.
Banyak persoalan yang kait-mengait, tetapi semuanya masih menimbulkan tanda
tanya.
4. Klimaks. Klimaks adalah tahapan puncak dari berbagai konflik yang terjadi dalam
drama tersebut. Bila dilihat dari sudut pembaca naskah atau penonton drama maka
klimaks adalah puncak ketegangan. Bila dilihat dari sudut konflik maka klimaks
adalah titik pertikaian paling ujung antar pemain drama.
5. Resolusi/Peleraian. Dalam tahap ini dilakukan penyelesaian konflik. Jalan keluar
penyelesaian konflik-konflik yang terjadi sudah mulai tampak jelas.
6. Penyelesaian. Penyelesaian merupakan tahap terakhir dari sebuah drama. Dalam tahap
terakhir ini semua konflik berakhir dan cerita selesai.
6. Latar/Setting
Latar adalah tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah drama. Latar tidak
hanya merujuk kepada tempat, tetapi juga ruang, waktu, alat-alat, benda-benda, pakaian,
sistem pekerjaan, dan sistem kehidupan yang berhubungan dengan tempat terjadinya peristiwa
yang menjadi latar ceritanya.
7. Bahasa
Setiap penulis drama mempunyai gaya sendiri dalam mengolah kosa kata sebagai sarana
untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Selain berkaitan dengan pemilihan kosa kata,
bahasa juga berkaitan dengan pemilihan gaya bahasa (style). Bahasa yang dipilih pengarang
untuk kemudian dipakai dalam naskah drama tulisannya pada umumnya adalah bahasa yang
mudah dimengerti (bersifat komunikatif), yakni ragam bahasa yang dipakai dalam kehidupan
keseharian. Bahasa yang berkaitan dengan situasi lingkungan, sosial budaya, dan pendidikan.
Bahasa yang dipakai dipilih sedemikian rupa dengan tujuan untuk menghidupkan cerita
drama, dan menghidupkan dialog-dialog yang terjadi di antara para tokoh ceritanya. Demi
pertimbangan komunikatif ini seorang pengarang drama tidak jarang sengaja mengabaikan
aturan aturan yang ada dalam tata bahasa baku.
8. Interpretasi
Penulis naskah drama selalu memanfaatkan kehidupan masyarakat sebagai sumber gagasan
dalam menulis naskah drama. Naskah yang ditulisnya dapat dipertanggungjawabkan,
terutama secara nalar. Artinya ketika naskah drama tersebut dipentaskan akan terasa wajar,
logis, tidak janggal dan tidak aneh. Bahkan harus diupayakan menyerupai kehidupan yang
sebenarnya dalam masyarakat.
Tambahan :
Judul adalah kepala karangan atau nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang
dapat menyiratkan isi buku tersebut. Judul suatu karya drama juga merupakan kunci untuk
melihat keseluruhan makna drama. Judul isi karangan selalu berkaitan erat. Judul karangan
seringkali berfungsi menunjukan unsur-unsur tertentu dari karya sastra, misalnya :
1. Dapat menunjukan tokoh utama
2. Dapat menunjukan alur atau waktu
3. Dapat menunjukan objek yang dikemukakan dalam suatu cerita
4. Dapat mengidentifikasi keadaan atau suasana cerita
Petunjuk Laku atau catatan pinggir berisi penjelasan kepada pembaca atau para
pendukung pementasan mengenai keadaan, suasana, peristiwa, atau perbuatan, tokoh, dan
unsur-unsur cerita lainnya.

Istilah

  • 1.
    ISTILAH-ISTILAH DALAM DRAMA 1.1. Sutradara Sutradara adalah orang yang memberi pengarahan dan bertanggung jawab atas masalah artistik dan teknis dalam pementasan drama, pembuatan film 1. 2. Produser Produser adalah staf produksi yang pertama kali dalam struktur perencanaan pementasan teater. Tugas seorang produser adalah: a. mengurus produksi secara keseluruhan b. memilih karyawan c. menentukan anggaran belanja d. membuat Program kerja.SEE MORE 1. Babak Babak merupakan bagian dari lakon drama. Satu lakon drama mungkin saja terdiri dari satu, dua, atau tiga babak. Mungkin juga lebih. Dalam pementasan, batas antara babak satu dan babak lain ditandai dengan turunnya layar, atau lampu penerang panggung dimatikan sejenak. Bila lampu itu dinyalakan kembali atau layar ditutup kembali, biasanya ada perubahan penataan panggung yang menggambarkan setting yang berbeda. Baik setting tempat, waktu, maupun suasana terjadinya suatu peristiwa. 2. Adegan Adegan adalah bagian dari babak. Sebuah adegan hanya menggambarkan satu suasana yang merupakan bagian dari rangkaian suasana-suasana dalam babak. Setiap kali terjadi penggantian adegan tidak selalu diikuti dengan penggantian setting. 3. Prolog Prolog adalah kata pendahuluan dalam lakon drama. Prolog memainkan peran yang besar dalam menyiapkan pikiran penonton agar dapat mengikuti lakon (cerita) yang akan disajikan. Itulah sebahnya, prolog sering berisi sinopsis lakon, perkenalan tokoh-tokoh dan pemerannya, serta konflik-konflik yang akan terjadi di panggung. 4. Epilog Epilog adalah kata penutup yang mengakhiri pementasan. Isinya, biasanya berupa kesimpulan atau ajaran yang bisa diambill dari tontonan drama yang baru saja disajikan. 5. Dialog Dialog adalah percakapan para pemain. Dialog memainkan peran yang amat penting karena menjadi pengarah lakon drama. Artinya, jalannya cerita drama itu diketahui oleh penonton lewat dialog para pemainnya. Agar dialog itu tidak hambar, pengucapannya harus disertai penjiwaan emosional. Selain itu, pelafalannya harus jelas dan cukup keras sehingga dapat didengar semua penonton. Seorang pemain yang berbisik, misalnya, harus diupayakan agar bisikannya tetap dapat didengarkan para penonton. 6. Monolog Monolog adalah percakapan seorang pemain dengan dirinya sendiri. Apa yang diucapkan itu tidak ditujukan kepada orang lain. Isinya, mungkin ungkapan rasa senang, rencana yang akan dilaksanakan, sikap terhadap suatu kejadian, dan lain-lain. 7. Mimik Mimik adalah ekspresi gerak-gerik wajah (air muka) untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. Ekspresi wajah pemain yang sedang sedih tentu saja berbeda dengan ketika sedang marah.
  • 2.
    8. Pantomim Pantomim adalahekspresi gerak-gerik tuhuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. 9. Pantomimik Pantomimik adalah perpaduan ekspresi gerak-gerik wajah dan gerak-gerik tubuh untuk menunjukkan emosi yang dialami pemain. 10. Gestur Gestur adalah gerak-gerak besar, yaitu gerakan tangan, kaki, kepala, dan tubuh pada umumnya yang dilakukan pemain. 11. Bloking Bloking adalah aturan berpindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lain agar penampilan pemain tidak menjemukan. 12. Gait Gait berbeda dengan bloking karena gait diartikan tanda-tanda khusus pada cara berjalan dan cara bergerak pemain. 13. Akting Akting adalah gerakan-gerakan yang dilakukan pemain sebagai wujud penghayatan peran yang dimainkannya. Bila gerakan-gerakan itu terlalu banyak, dinamakan over akting (laku lajak). 14. Aktor Aktor adalah orang yang melakukan akting, yaitu pemain drama. Pengertian aktor bisa menjangkau pemain pria dan wanita, khusus pemain wanita disebut aktris. 15. Improvisasi Improvisasi adalah gerakan-gerakan atau ucapan-ucapan penyeimbang untuk lebih menghidupkan pemeranan. 16. ilustrasi Ilustrasi adalah iringan bunyi-bunyian untuk memperkuat suasana yang sedang digambarkan. Sering juga istilah ilustrasi ini diganti musik pengiring. 1. Kontemporer Kontemporer adalah lakon atau naskah serba bebas yang tidak terikat aturan atau kelaziman. 2. Kostum Kostum adalah pakaian para pemain yang dikenakannya pada saat memerankan tokoh cerita di panggung. 3. Skenario Skenario adalah susunan garis-garis besar lakon drama yang akan diperagakan para pemain. 4. Panggung Panggung adalah tempat para aktor memainkan drama. Biasanya dibuat lebih tinggi daripada tempat duduk penonton agar penonton yang duduk paling belakang pun dapat menyaksikan apa yang diperagakan aktor di panggung. 5. Layar Layar adalah kain penutup panggung bagian depan yang dapat dibuka dan ditutup sesuai kebutuhan. Tidak semua panggung dilengkapi layar. 6. Skeneri Skeneri adalah dekorasi yang mendukung dan menguatkan suasana permainan. 7. 25. Backdrop Backdrop adalah layar paling belakang. Kain yang dapat digulung atau dinaik-turunkan dan membentuk latar belakang panggung Macam-macam Drama Berdasarkan Isi Kandung Cerita
  • 3.
    1. Drama komediadalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan. Drama ini berfungsi menyenangkan hati dan memancing suasana terbahak- bahak dan di dalamnya terdapat dialog kocak yang bersifat menyindir dan biasanya berakhir dengan kebahagiaan. Drama komedi ini menampilkan tokoh tolol, konyol, atau tokoh bijaksana tapi lucu. Contoh: Office Boy Drama ini terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu: a. Komedi Situasi, yaitu cerita lucu yang kelucuannya bukan berasal dari para pemain, melainkan karena situasinya. b. Komedi Slapstic, yaitu cerita lucu yang diciptakan dengan adegan menyakiti para pemainnya. c. Komedi Satire, yaitu cerita lucu yang penuh sindiran tajam. d. Komedi Farce, yaitu cerita lucu yang bersifat dagelan, sengaja menciptakan kelucuan kelucuan dengan dialog dan gerak laku lucu. 1. Drama tragedi adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan. Cerita drama yang termasuk jenis ini adalah cerita yang berakhir dengan duka lara atau kematian. Contoh film yang termasuk jenis ini di antaranya Titanic, Romeo dan Juliet atau Ghost. Sementara contoh FTV misteri yang termasuk dalam jenis ini misalnya Makhluk Tengah Malam yang ending-nya bercerita tentang si istri yang melahirkan bayi genderuwo. Cerita ini bukan berakhir dengan kematian, tapi kekecewaan atau kesedihan. Oleh karena itu, cerita Makhluk Tengah Malam dapat digolongkan ke dalam jenis drama tragedi. 2. Drama tragedi-komedi adalah perpaduan antara drama komedi dan tragedi yaitu cerita yang ada sedih dan ada lucunya. Contoh: Cinta Setaman 3. Drama misteri Adalah drama yang menahan perhatian penonton dengan suspense/ ketegangan, baik yang berasal dari tindak kriminal atau makhluk gaib. Drama jenis ini dapat dibagi lagi dalam beberapa bagian, yaitu Kriminal, Horor, dan Mistik. a) Drama kriminal adalah cerita misteri yang sangat terasa unsur ketagangannya, dan biasanya menceritakan seputar kasus pembunuhan atau pemerkosaan. b) Drama horor adalah drama yang menceritakan hal-hal yang berkaitan dengan roh halus atau makhluk yang menakutkan, semacam setan. c) Drama mistik adalah drama yang bercerita tentang hal-hal yang berkaitan dengan klenik, perdukunan, atau unsur gaib. 1. Opera Opera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian. Contoh: The Phantom Of The Opera 2. Operet / Operette Operet adalah opera yang ceritanya lebih pendek. Contoh: Operet bobo berjudul “Monster Hipokrito” 3. Pantomim Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan. Contoh: Charlie Chaplin 4. Passie adalah drama yang mengandung unsur agama/relijius. Contoh: Wali Songo 5. Melodrama adalah jenis drama yang bersifat sentimental dan melankolis. Ceritanya cenderung terkesan mendayu-dayu dan mendramatisir kesedihan. Emosi penonton dipancing untuk merasa iba pada tokoh protagonis. Penulis skenario cerita jenis ini jangan terjebak untuk membuat alur yang lambat. Konflik harus tetap runtun dan padat. Justru dengan konflik yang bertubi-tubi pada si
  • 4.
    tokoh akan semakinmembuat penonton merasa kasihan dan bersimpati pada penderitanya. Contoh sinetron jenis ini antara lain Bidadari, Menggapai Bintang, dan Chanda. 6. Drama sejarah adalah cerita jenis drama yang menampilkan kisah-kisah sejarah masa lalu, baik tokoh maupun peristiwanya. Contoh film yang bercerita tentang peristiwa sejarah antara lain November 1828, G-30-S/PKI, Soerabaya ’45, Janur Kuning, atau Serangan Fajar. Sementara kisah yang menceritakan sejarah tapi lebih ditekankan pada tokohnya antara lain Tjoet Njak Dhien, Wali Songo, dan R.A. Kartini. Drama Berdasarkan sarana/alat yang digunakan panggung 1. Drama radio, drama radio tidak¢para aktor dipanggung pertunjukan. bisa dilihat dan diraba tetapi hanya bisa ¢di dengar oleh penikmat. 2. Drama televisi, dapat didengar dan dilihat. 3. Drama film, drama ini hampir sama dengan drama televisi bedanya drama film menggunakan layar lebar dan ¢biasanya dipertunjukkan di bioskop. Drama wayang, ciri khas tontonannya adalah menggunakan wayang sebagai Drama¢sarananya. boneka, sama juga seperti drama wayang tetapi menggunakan boneka. Jenis-Jenis Alur Jenis alur dapat dikelompokkan dengan menggunakan berbagai kriteria. Berdasarkan kriteria urutan waktu:  Alur maju Alur maju disebut juga alur kronologis, alur lurus atau alur progresif. Peristiwa-peristiwa ditampilkan secara kronologis, maju, secara runtut dari awal tahap, tengah hingga akhir.  Alur mundur Alur mundur disebut juga alur tak kronologis, sorot balik, regresif, atau flash-back. Peristiwa-peristiwa ditampilkan dari tahap akhir atau tengah dan baru kemudian tahap awalnya. Berdasarkan kriteria jumlah:  Alur tunggal Dalam alur tunggal biasanya cerita drama hanya menampilkan seorang tokoh protagonis. Cerita hanya mengikuti perjalanan hidup tokoh tersebut.  Alur jamak Dalam alur jamak, biasanya cerita drama menampilkan lebih dari satu tokoh protagonis. Perjalanan hidup tiap tokoh ditampilkan. Berdasarkan kriteria hubungan antarperistiwa:  Alur erat Alur erat disebut juga alur ketat atau padat. Dalam drama yang beralur cepat, susul menyusul, setiap bagian terasa penting dan menentukan.  Alur longgar
  • 5.
    Alur longgar berbandingterbalik dengan alur ketat. Hubungan antarperistiwanya longgar, tersajikan secara lambat, dan diselingi berbagai peristiwa tambahan. Pembaca atau penonton dapat meninggalkan atau mengabaikan adegan tertentu yang berkepanjangan dengan tanpa kehilangan alur utama cerita. Berdasarkan kriteria cara pengakhirannya:  Alur tertutup Dalam drama yang beralur tertutup, penampilan kisahnya diakhiri dengan kepastian atau secara jelas.  Alur terbuka Dalam drama yang beralur terbuka, penampilan kisahnya diakhiri secara tidak pasti, tidak jelas, serba mungkin. Jadi akhir ceritanya diserahkan kepada imajinasi pembaca atau penonton. Dalam Kamus Istilah Sastra, terdapat alur:  Alur bawahan Alur kedua atau tambahan yang disusupkan disela-sela bagian alur utama sebagai variasi. Alur bawahan merupakan lakuan tersendiri tetapi yang masih ada hubungannya dengan alur utama. Ada kalanya alur bawahan ini dimaksudkan untuk menimbulkan kontras, adakalanya sejalan dengan alur utama.  Alur erat (ketat) Jalinan peristiwa yang sangat padu di dalam suatu karya sastra, kalau salah satu peristiwa ditiadakan, keutuhan cerita akan terganggu.  Alur longgar Jalinan peristiwa yang tidak padu di dalam karya sastra, meniadakan salah satu peristiwa tidak akan menganggu jalan cerita.  Alur menanjak Jalinan peristiwa dalam satu karya sastra yang semakin menanjak sifatnya. (Sudjiman, 1990: 5)
  • 6.
    Unsur Intrinsik Drama 1.Tema Tema adalah pikiran pokok yang mendasari lakon drama. Pikiran pokok ini dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi cerita yang lebih menarik. Tema dikembangkan melalui alur dramatik melalui dialog tokoh-tokohnya. Tema adalah ide yang mendasari cerita sehingga berperan sebagai pangkal tolak pengarang dalam memaparkan karya fiksi yang diciptakannya. Tema merupakan ide pusat atau pikiran pusat, arti dan tujuan cerita, pokok pikiran dalam karya sastra, gagasan sentral yang menjadi dasar cerita dan dapat menjadi sumber konflik- konflik. 2. Amanat Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca naskah atau penonton drama. Pesan ini tidak disampaikan secara langsung, tapi lewat naskah drama yang ditulisnya atau lakon drama itu sendiri. Penonton atau pembaca harus menyimpulkan sendiri pesan moral apa yang diperoleh dari membaca naskah atau menonton drama tersebut. 3. Perwatakan/Karakter Tokoh Perwatakan atau karakter tokoh adalah keseluruhan ciri-ciri jiwa seorang tokoh dalam lakon drama. Karakter ini diciptakan oleh penulis lakon untuk diwujudkan oleh para pemain drama. Tokoh-tokoh drama disertai penjelasan mengenai nama, umur, jenis kelamin, ciri-ciri fisik, jabatan, dan keadaan kejiwaannya. 3 macam perwatakan yakni: 1. Antagonis, tokoh utama berprilaku jahat 2. Protagonis, tokoh utama berprilaku baik 3. Tritagonis, tokoh yang berperanan sebagai tokoh pembantu 4. Dialog Ciri khas suatu drama adalah naskah tersebut berbentuk percakapan atau dialog. Penulis naskah drama harus memerhatikan pembicaraan yang akan diucapkan. Ragam bahasa dalam dialog antartokoh merupakan ragam lisan yang komunikatif. Dialog melancarkan cerita atau lakon. Dialog mencerminkan pikiran tokoh cerita. Dialog mengungkapkan watak para tokoh cerita. Dialog merupakan hubungan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Dialog berfungsi menghubungkan tokoh yang satu dengan tokoh yang lain. Dialog juga berfungsi menggerakan cerita dan melihat watak atau kepribadian tokoh cerita. Ada dua macam tenik dialog, yaitu monolog dan konversi (percakapan). Ada juga teknik dialog dalam bentuk prolog dan epilog. Prolog berarti pembukaan atau peristiwa pendahuluan yang diucapkan pemeran utama dalam sandiwara. Epilog berarti bagian penutup pada karya drama untuk menyampaikan atau menafsirkan maksud karya drama tersebut. 5. Alur/Plot Alur/plot cerita atau jalan cerita. Dalam drama juga mengenal tahapan plot yang dimulai dari tahapan permulaan, tahapan pertikaian, tahapan perumitan, tahapan puncak, tahapan peleraian, dan tahapan akhir. Alur dalam drama dibagi menjadi babak-babak dan adegan-adegan. Babak adalah bagian dari plot atau alur dalam sebuah drama yang ditandai oleh perubahan setting atau latar. Sedangkan adegan merupakan babak yang ditandai oleh perubahan jumlah tokoh ataupun perubahan yang dibicarakan. Alur cerita ini dapat dibagi menjadi beberapa, pengenalan, pertikaian/konflik, komplikasi, klimaks, peleraian, dan, penyelesaian. (EK3RK)
  • 7.
    1. Pengenalan/Eksposisi. Pengenalanadalah bagian yang mengantarkan atau memaparkan tokoh, menjelaskan latar cerita, dan gambaran peristiwa yang akan terjadi. Pada tahap ini penonton diperkenalkan dengan tokoh-tokoh drama beserta wataknya, dan fakta-fakta tertentu, baik secara eksplisit maupun implisit 2. Konflik. Konflik adalah persoalan-persoalan pokok yang mulai melibatkan para pemain drama. Dalam tahap ini mulai ada kejadian (insiden) atau peristiwa yang merupakan dasar dari drama tersebut. 3. Komplikasi. Komplikasi merupakan tahap dimana insiden yang terjadi mulai berkembang dan menimbulkan konflik-konflik yang semakin banyak dan ruwet. Banyak persoalan yang kait-mengait, tetapi semuanya masih menimbulkan tanda tanya. 4. Klimaks. Klimaks adalah tahapan puncak dari berbagai konflik yang terjadi dalam drama tersebut. Bila dilihat dari sudut pembaca naskah atau penonton drama maka klimaks adalah puncak ketegangan. Bila dilihat dari sudut konflik maka klimaks adalah titik pertikaian paling ujung antar pemain drama. 5. Resolusi/Peleraian. Dalam tahap ini dilakukan penyelesaian konflik. Jalan keluar penyelesaian konflik-konflik yang terjadi sudah mulai tampak jelas. 6. Penyelesaian. Penyelesaian merupakan tahap terakhir dari sebuah drama. Dalam tahap terakhir ini semua konflik berakhir dan cerita selesai. 6. Latar/Setting Latar adalah tempat terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah drama. Latar tidak hanya merujuk kepada tempat, tetapi juga ruang, waktu, alat-alat, benda-benda, pakaian, sistem pekerjaan, dan sistem kehidupan yang berhubungan dengan tempat terjadinya peristiwa yang menjadi latar ceritanya. 7. Bahasa Setiap penulis drama mempunyai gaya sendiri dalam mengolah kosa kata sebagai sarana untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Selain berkaitan dengan pemilihan kosa kata, bahasa juga berkaitan dengan pemilihan gaya bahasa (style). Bahasa yang dipilih pengarang untuk kemudian dipakai dalam naskah drama tulisannya pada umumnya adalah bahasa yang mudah dimengerti (bersifat komunikatif), yakni ragam bahasa yang dipakai dalam kehidupan keseharian. Bahasa yang berkaitan dengan situasi lingkungan, sosial budaya, dan pendidikan. Bahasa yang dipakai dipilih sedemikian rupa dengan tujuan untuk menghidupkan cerita drama, dan menghidupkan dialog-dialog yang terjadi di antara para tokoh ceritanya. Demi pertimbangan komunikatif ini seorang pengarang drama tidak jarang sengaja mengabaikan aturan aturan yang ada dalam tata bahasa baku. 8. Interpretasi Penulis naskah drama selalu memanfaatkan kehidupan masyarakat sebagai sumber gagasan dalam menulis naskah drama. Naskah yang ditulisnya dapat dipertanggungjawabkan, terutama secara nalar. Artinya ketika naskah drama tersebut dipentaskan akan terasa wajar, logis, tidak janggal dan tidak aneh. Bahkan harus diupayakan menyerupai kehidupan yang sebenarnya dalam masyarakat. Tambahan : Judul adalah kepala karangan atau nama yang dipakai untuk buku atau bab dalam buku yang dapat menyiratkan isi buku tersebut. Judul suatu karya drama juga merupakan kunci untuk
  • 8.
    melihat keseluruhan maknadrama. Judul isi karangan selalu berkaitan erat. Judul karangan seringkali berfungsi menunjukan unsur-unsur tertentu dari karya sastra, misalnya : 1. Dapat menunjukan tokoh utama 2. Dapat menunjukan alur atau waktu 3. Dapat menunjukan objek yang dikemukakan dalam suatu cerita 4. Dapat mengidentifikasi keadaan atau suasana cerita Petunjuk Laku atau catatan pinggir berisi penjelasan kepada pembaca atau para pendukung pementasan mengenai keadaan, suasana, peristiwa, atau perbuatan, tokoh, dan unsur-unsur cerita lainnya.