PENYUSUN : 
YOS FERDI ARDIANSYAH 
ARI MUHAMMAD 
FEBRI AKBARSYAH 
TINA KARTA 
TEKNIK ELEKTRO PLTU (B2) 
AKADEMI KOMUNITAS NEGERI LAHAT 
TAHUN AJARAN 2014 / 2015
 ALAT UKUR KUMPARAN PUTAR (PERMANENT MAGNET MOVING COIL 
(PMMC) ) 
DEFINISI 
Alat ukur kumparan putar adalah alat pengukur yang bekerja atas dasar adanya suatu 
kumparan listrik yang ditempatkan pada medan magnet yang berasal dari suatu magnet 
permanen. Arus yang dialirkan melalui kumparan akan menyebabkan kumparan tersebut 
berputar. 
Alat ukur kumparan putar adalah alat ukur yang penting yang dipakai untuk bermacam arus, 
yaitu arus searah dan arus bolak-balik. Dalam alat ukur kumparan putar pada umumnya 
kumparan putarnya dibuat dari kerangka berbahan alumunium, tembaga atau alumunium 
halus dan berosilasi.
BAGIAN-BAGIAN PENYUSUN 
Alat kumparan putar terdiri dari kumparan putar, jarum penunjuk, beban penyeimbang, 
magnet permanen, pegas dan penyangga. Kumparan diletakkan diantara magnet permanen 
pada suatu inti besi yg berbentuk silinder agar arah dari medan magnet selalu tegak lurus 
teradap kumparan putar. 
Jarum penunjuk merupakan bagian yg menunjukkan besaran dr suatu hasil pengukuran. 
Terdapat dua jenis jarum penunjuk yaitu jarum penunjuk yg tipis untuk alat ukur dgn ketelitian 
tinggi dan jarum penunjuk yg tebal untuk memudahkan pembacaan dari kejauhan dan 
biasanya diletakkan pada panel listrik. 
Beban penyeimbang diletakkan di belakang jarum penunjuk yg berfungsi sebagai penyeimbang 
sehingga poros penyangga jarum penunjuk berada tepat di titik beratnya. Tujuan diberikannya 
beban penyeimbang ini adalah untuk mengurangi gesekan serta goncangan pada jarum 
penunjuk ketika menyimpang atau berdefleksi. 
Magnet permanen yang diberikan berguna untuk membangkitkan medan magnet disekitar 
kumparan putar dan akan menimbulkan momen gerak pada kumparan putar apabila dialiri 
arus. Penyangga pada alat ukur kumparan putar ini berfungsi menahan berat kumparan putar 
beserta jarum penunjuknya. Gesekan yg terjadi antara penyangga (jewel) dengan poros 
perputarannya (pivot) harus diusahakan sekecil mungkin. 
Pegas atau per yg dipasang pada alat ukur kumparan putar ini berfungsi untuk memberikan 
momen perlawanan terhadap momen gerak sehingga didapat suatu keseimbangan momen 
atau gaya pada harga penunjuknya.
PRINSIP KERJA 
Prinsip kerja alat ukur kumparan ini adalah adanya gaya pada penghantar 
berarus yg diletakkan pada medan magnet (berdasarkan percobaan Lorentz). 
Pada alat ukur kumparan putar pada umumnya terdapat baterai yg 
memungkinkan arus searah melalui alat ukur tersebut saat probe dihubungkan 
sehingga kemudian jarum penunjuk bergerak. 
Simpangan atau defleksi jarum penunjuk terjadi karena adanya interaksi antar 
arus dan medan magnet pada kumparan putar. Arus pada kumparan putar 
mengakibatkan gaya elektromagnetis yg memiliki arah tertentu sehingga jarum 
menyimpang.
Secara listrik kerangka alumunium kumparan putar merupakan jaringan hubung 
pendek (short circuit), dan memberikan pada kumparan momen peredam. 
Magnet permanen terdiri dari sepatu kutub dan magnet permanen berbentuk U. 
Magnet permanen terbuat dari logam alnico (campuran alumunium nikel dan 
cobalt) yg mempunyai kutub besi lunak yg ujungnya dibuat melengkung. 
Bila kumparan putar berputaryg disebabkan oleh arus yg melaluinya, maka 
dalam kerangkanya akan timbul arus induksi. Ini disebabkan karena karena 
putaran kerangka alumunium ini terjadi dalam medan magnet pada celah 
udara, sehingga tegangan yg berbanding lurus pada kecepatan perputaran 
akan diinduksikan dalam kerangka tsb. 
Arah dari tegangan dapat ditentukan melalui hukum tangan kanan fleming. 
Tegangan ini akan menyebabkan arus induksi mengalir ke dalam kerangka 
kumparan. Sebaliknya arah arus induksi ini akan memotong fluks magnet dalam 
celah udara bila kumparan berputar, dan akan dibangkitkan momen yang 
sebanding lurus dengan kecepatan putar. 
Akan tetapi arah dari momen ini adalah berlawanan dengan arah perputaran, 
menyebabkan perputaran terhambat. Dengan demikian terjadilah suatu 
redaman yg dapat melawan perputaran. Luas penampang kerangka kumparan 
putar mempengaruhi momen redam. Apabila luas penampangnya kecil berarti 
tahanannya besar dan arus induksi kecil sehingga momen redamannya menjadi 
berkurang.
PEREDAMAN ALAT UKUR KUMPARAN PUTAR 
Dalam alat ukur kumparan putar, pada umumnya kumparan putarnya dibentuk kerangka 
berbahan alumunium. Secara listrik kerangka tsb merupakan jaringan hubung pendek, dan 
memberikan pada kumparan momen peredam. Bila kumparan putar berputar disebabkan 
oleh arus yg melaluinya, maka dalam kerangkanya akan timbul arus induksi. 
Ini disebabkan karena putaran kerangka alumunium ini terjadi dalam medan magnet pada 
celah udara, sehingga tegangan yg berbanding pada kecepatan perputaran akan 
diinduksikan dalam kerangka tsb. Arah dari tegangan dapat ditentukan melalui hukum tangan 
kanan Fleming. 
Tegangan ini yg menyebabkan arus induksi yg mengalir ke dalam kerangka kumparan. 
Sebaliknya arah arus induksi ini akan memotong fluks magnet dalam celah udara bila 
kumparan berputar, dan akan dibangkitkan momen yg berbanding lurus dengan kecepatan 
putar. 
Akan tetapi arah dari momen ini adalah berlawanan dengan arah perputaran, menyebabkan 
perputaran terhambat. Dengan demikian, terjadilah redaman yg berusaha melawan 
perputaran.
KEGUNAAN ALAT UKUR KUMPARAN 
PUTAR 
 Pengukur Tegangan (Voltmeter) 
 Pengukur Arus (Amperemeter) 
 Galvanometer
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN ALAT UKUR KUMPARAN PUTAR 
Kelebihan : 
 Memerlukan daya rendah. 
 Skala seragam dan dapat dirancang untuk melampaui 270. 
 Mempunyai rasio torsi tinggi. 
 Dapat dimodifikasi dengan bantuan shunt dan tahanan seri untuk memperbesar batas ukur arus 
dan tegangan. 
 Tidak mempunyai kehilangan hysterisis 
 Peredaman dengan arus Eddy sangat efektif. 
 Karena medan yg bekerja pada alat ukur sangat kuat, alat ukur tidak banyak dipengaruhi oleh 
medan magnet luar. 
Kelemahan : 
 Karena konstruksi yg bagus dan perlunya kecermatan permesinan dan perakitan dari berbagai 
suku cadang, alat ukur ini lebih mahal dibanding dengan alat ukur besi putar. 
 Beberapa kesalahan (error) terjadi karena pegas control dan magnet permanen yg sudah tua atau 
lama pemakaiannya.
TERIMA KASIH

ALAT UKUR LISTRIK PMMC

  • 1.
    PENYUSUN : YOSFERDI ARDIANSYAH ARI MUHAMMAD FEBRI AKBARSYAH TINA KARTA TEKNIK ELEKTRO PLTU (B2) AKADEMI KOMUNITAS NEGERI LAHAT TAHUN AJARAN 2014 / 2015
  • 2.
     ALAT UKURKUMPARAN PUTAR (PERMANENT MAGNET MOVING COIL (PMMC) ) DEFINISI Alat ukur kumparan putar adalah alat pengukur yang bekerja atas dasar adanya suatu kumparan listrik yang ditempatkan pada medan magnet yang berasal dari suatu magnet permanen. Arus yang dialirkan melalui kumparan akan menyebabkan kumparan tersebut berputar. Alat ukur kumparan putar adalah alat ukur yang penting yang dipakai untuk bermacam arus, yaitu arus searah dan arus bolak-balik. Dalam alat ukur kumparan putar pada umumnya kumparan putarnya dibuat dari kerangka berbahan alumunium, tembaga atau alumunium halus dan berosilasi.
  • 3.
    BAGIAN-BAGIAN PENYUSUN Alatkumparan putar terdiri dari kumparan putar, jarum penunjuk, beban penyeimbang, magnet permanen, pegas dan penyangga. Kumparan diletakkan diantara magnet permanen pada suatu inti besi yg berbentuk silinder agar arah dari medan magnet selalu tegak lurus teradap kumparan putar. Jarum penunjuk merupakan bagian yg menunjukkan besaran dr suatu hasil pengukuran. Terdapat dua jenis jarum penunjuk yaitu jarum penunjuk yg tipis untuk alat ukur dgn ketelitian tinggi dan jarum penunjuk yg tebal untuk memudahkan pembacaan dari kejauhan dan biasanya diletakkan pada panel listrik. Beban penyeimbang diletakkan di belakang jarum penunjuk yg berfungsi sebagai penyeimbang sehingga poros penyangga jarum penunjuk berada tepat di titik beratnya. Tujuan diberikannya beban penyeimbang ini adalah untuk mengurangi gesekan serta goncangan pada jarum penunjuk ketika menyimpang atau berdefleksi. Magnet permanen yang diberikan berguna untuk membangkitkan medan magnet disekitar kumparan putar dan akan menimbulkan momen gerak pada kumparan putar apabila dialiri arus. Penyangga pada alat ukur kumparan putar ini berfungsi menahan berat kumparan putar beserta jarum penunjuknya. Gesekan yg terjadi antara penyangga (jewel) dengan poros perputarannya (pivot) harus diusahakan sekecil mungkin. Pegas atau per yg dipasang pada alat ukur kumparan putar ini berfungsi untuk memberikan momen perlawanan terhadap momen gerak sehingga didapat suatu keseimbangan momen atau gaya pada harga penunjuknya.
  • 4.
    PRINSIP KERJA Prinsipkerja alat ukur kumparan ini adalah adanya gaya pada penghantar berarus yg diletakkan pada medan magnet (berdasarkan percobaan Lorentz). Pada alat ukur kumparan putar pada umumnya terdapat baterai yg memungkinkan arus searah melalui alat ukur tersebut saat probe dihubungkan sehingga kemudian jarum penunjuk bergerak. Simpangan atau defleksi jarum penunjuk terjadi karena adanya interaksi antar arus dan medan magnet pada kumparan putar. Arus pada kumparan putar mengakibatkan gaya elektromagnetis yg memiliki arah tertentu sehingga jarum menyimpang.
  • 5.
    Secara listrik kerangkaalumunium kumparan putar merupakan jaringan hubung pendek (short circuit), dan memberikan pada kumparan momen peredam. Magnet permanen terdiri dari sepatu kutub dan magnet permanen berbentuk U. Magnet permanen terbuat dari logam alnico (campuran alumunium nikel dan cobalt) yg mempunyai kutub besi lunak yg ujungnya dibuat melengkung. Bila kumparan putar berputaryg disebabkan oleh arus yg melaluinya, maka dalam kerangkanya akan timbul arus induksi. Ini disebabkan karena karena putaran kerangka alumunium ini terjadi dalam medan magnet pada celah udara, sehingga tegangan yg berbanding lurus pada kecepatan perputaran akan diinduksikan dalam kerangka tsb. Arah dari tegangan dapat ditentukan melalui hukum tangan kanan fleming. Tegangan ini akan menyebabkan arus induksi mengalir ke dalam kerangka kumparan. Sebaliknya arah arus induksi ini akan memotong fluks magnet dalam celah udara bila kumparan berputar, dan akan dibangkitkan momen yang sebanding lurus dengan kecepatan putar. Akan tetapi arah dari momen ini adalah berlawanan dengan arah perputaran, menyebabkan perputaran terhambat. Dengan demikian terjadilah suatu redaman yg dapat melawan perputaran. Luas penampang kerangka kumparan putar mempengaruhi momen redam. Apabila luas penampangnya kecil berarti tahanannya besar dan arus induksi kecil sehingga momen redamannya menjadi berkurang.
  • 7.
    PEREDAMAN ALAT UKURKUMPARAN PUTAR Dalam alat ukur kumparan putar, pada umumnya kumparan putarnya dibentuk kerangka berbahan alumunium. Secara listrik kerangka tsb merupakan jaringan hubung pendek, dan memberikan pada kumparan momen peredam. Bila kumparan putar berputar disebabkan oleh arus yg melaluinya, maka dalam kerangkanya akan timbul arus induksi. Ini disebabkan karena putaran kerangka alumunium ini terjadi dalam medan magnet pada celah udara, sehingga tegangan yg berbanding pada kecepatan perputaran akan diinduksikan dalam kerangka tsb. Arah dari tegangan dapat ditentukan melalui hukum tangan kanan Fleming. Tegangan ini yg menyebabkan arus induksi yg mengalir ke dalam kerangka kumparan. Sebaliknya arah arus induksi ini akan memotong fluks magnet dalam celah udara bila kumparan berputar, dan akan dibangkitkan momen yg berbanding lurus dengan kecepatan putar. Akan tetapi arah dari momen ini adalah berlawanan dengan arah perputaran, menyebabkan perputaran terhambat. Dengan demikian, terjadilah redaman yg berusaha melawan perputaran.
  • 8.
    KEGUNAAN ALAT UKURKUMPARAN PUTAR  Pengukur Tegangan (Voltmeter)  Pengukur Arus (Amperemeter)  Galvanometer
  • 9.
    KELEBIHAN DAN KEKURANGANALAT UKUR KUMPARAN PUTAR Kelebihan :  Memerlukan daya rendah.  Skala seragam dan dapat dirancang untuk melampaui 270.  Mempunyai rasio torsi tinggi.  Dapat dimodifikasi dengan bantuan shunt dan tahanan seri untuk memperbesar batas ukur arus dan tegangan.  Tidak mempunyai kehilangan hysterisis  Peredaman dengan arus Eddy sangat efektif.  Karena medan yg bekerja pada alat ukur sangat kuat, alat ukur tidak banyak dipengaruhi oleh medan magnet luar. Kelemahan :  Karena konstruksi yg bagus dan perlunya kecermatan permesinan dan perakitan dari berbagai suku cadang, alat ukur ini lebih mahal dibanding dengan alat ukur besi putar.  Beberapa kesalahan (error) terjadi karena pegas control dan magnet permanen yg sudah tua atau lama pemakaiannya.
  • 10.