LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM DASAR-DASAR EKOLOGI
ACARA I
SALINITAS SEBAGAI FAKTOR PEMBATAS ABIOTIK
Disusun oleh :
Nama : Achmad Chaza Ainal Chaq
NIM : 13903
Kelompok : IV
Golongan : A3
Asisten : - Muhamad Rom Ali Fikri
- Dhika Cahyasita
- Izza Hasna Syarifa
LABORATORIUM EKOLOGI TANAMAN
JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015
ACARA I
SALINITAS SEBAGAI FAKTOR PEMBATAS
I. TUJUAN
1. Mengetahui dampak salinitas terhadap pertumbuhan tanaman
2. Mengetahui tanggapan tanaman kacang tunggak terhadap tingkat salinitas
yang berbeda.
II. TINJAUAN PUSTAKA
Perubahan iklim global disebabkan antara lain karena terjadinya
peningkatan emisi gas rumah kaca akibat berbagai aktivitas manusia yang
kemudian mendorong terjadinya peningkatan suhu bumi (Praven, 2007 cit.
Suwignyo, 2010). Perubahan iklim yang terjadi tersebut akan sangat
mempengaruhi sistem pertanian karena iklim merupakan unsur utama dalam
sistem metabolisme dan fisiologi tanaman. Dalam upaya mengantisipasi
terjadinya perubahan tersebut, adaptasi sistem usahatani, pola tanam, pergeseran
jenis dan varietas merupakan hal-hal yang perlu dilakukan (Suwignyo, 2010 ).
Posisi Indonesia yang berada di daerah tropis dan sebagai negara kepulauan
sangat rawan terhadap perubahan iklim. Dampak pemanasan global terhadap
wilayah pesisir akan menyebabkan terjadinya peningkatan muka air laut sehingga
akan memberikan pengaruh yang sangat besar (Wieczorek-Zeul, 2008 cit.
Suwignyo, 2010).
Lahan rawa pasang surut yang merupakan lahan yang terletak di daerah
pesisir merupakan daerah yang sangat rentan dengan berbagai kondisi yang
marginal (Suwignyo, 2003a, Suwignyo, 2003b cit. Suwignyo, 2010). Peningkatan
muka air laut akan menyebabkan terjadinya peningkatan salinitas air yang
kemudian berpengaruh terhadap sistem pola tanam di daerah itu. Akumulasi
garam dapat terjadi karena adanya pergerakan dan penguapan air dari muka air
tanah sehingga garam tertinggal di tanah karena leaching yang rendah (Grattan,
2005 cit. Suwignyo, 2010). Beberapa perlakuan dan pengelolaan praktis dapat
dilakukan untuk mengurangi tingkat garam di tanah. Perlakuan yang diberikan
terhadap tanaman dapat meningkatkan daya toleransi tanaman terhadap salinitas
(Suwignyo et.al.,2011 cit. Suwignyo, 2010). Adaptasi toleransi terhadap garam
terjadi pada tanaman sorgum (Amzallag, 1999 cit. Suwignyo, 2010). Pada
tanaman tomat, perlakuan awal garam pada fase pertumbuhan tertentu dapat
meningkatkan kapasitas tanaman untuk beradaptasi terhadap salinitas sehingga
menjadi lebih toleran (Cuartero et al., 2006 cit. Suwignyo, 2010). Perlakuan
konsentasi rendah NaCl diketahui dapat meningkatkan toleransi tanaman padi bila
kemudian mendapat perlakuan NaCl yang tinggi (Bonilla et al., 1995 cit.
Suwignyo, 2010). Penelitian ini dilakukan untuk mencari metode budidaya
tanaman jagung di lahan pasang surut melalui peningkatan toleransi tanaman
terhadap kondisi stres salin (Suwignyo, 2010).
Hukum Minimum Liebig mengatakan untuk dapat bertahan dan hidup di
dalam keadaan tertentu, suatu organisme harus memiliki bahan-bahan penting
yang diperlukan untuk pertumbuhan dan berkembang biak (Odum, 2004).
Hukum Toleransi Shelford mengatakan kehadiran dan keberhasilan
sesuatu organisme tergantung kepada lengkapnya kompleks-kompleks keadaan.
Juga Ketiadaan atau kegagalan suatu organisme dapat dikendalikan oleh
kekurangan atau kelebihan secara kualitatif dan kuantitatif dari salah satu dari
beberapa faktor yang mungkin mendekati batas-batas tolerasi organisme tersebut
(Odum, 2004).
Berdasarkan ketahanan terhadap salinitasnya tumbuhan dibedakan menjadi
dua yaitu halopita dan glikofita. Tumbuhan halopita merupakan tumbuhan yang
mampu bertahan dalam kondisi salinitas tinggi, sedangkan glikofita merupakan
tumbuhan yang tidak dapat hidup dalam kondisi yang demikian (Garg Rohini
et.al., 2013).
Salinitas berpengaruh terhadap menurunnya pertumbuhan tanaman sebagai
akibat dari penurunan luas daun dan jumlah daun. Sehingga hal itu dapat
mengganggu proses fotosintesis, jika proses fotosintesis terganggu maka energi
yang dihasilkan tumbuhan sangat sedikit. Hal tersebut mengakibatkan pasokan
hasil fotosintesis yang terangkut pun sangat kurang untuk pertumbuhan tanaman.
Salinitas dengan taraf rendah hingga sedang terutama berpengaruh terhadap nilai
osmotik di daerah perakaran tanaman (Munns dan Termaat,1985 cit.
Shannon,1999 cit. Syakir M, 2008).
III. METODE PELAKSANAAN
Pada praktikum ini digunakan alat – alat berupa timbangan analitik, gelas
ukur, erlenmeyer, alat pengaduk, peralatan tanam, penggaris. Sedangkan bahan-
bahan yang digunakan yaitu benih tanaman yang terdiri atas benih padi, kacang
tunggak, kacang hijau, timun, polibag, NaCl teknis, pupuk kandang, dan kertas
label. Langkah kerja dalam praktikum ini dilakukan dalam dua bagian. Bagian
pertama, yakni pembuatan larutan NaCl, dan bagian kedua yaitu persiapan bahan
tanam dan penanaman.
Pada pembuatan NaCl dibutuhkan air dengan kandungan garam NaCl 0
ppm, 3000 ppm, dan 6000 ppm. Setelah NaCl siap langkah selanjutnya adalah
mengecambahkan biji selama 7 hari dan dilakukan penyiraman dengan air biasa.
Setelah 7 hari dilakukan penyiraman menggunakan air salin atau air garam 0 ppm,
3000 ppm, dan 6000 ppm sampai 7 kali penyiraman yang di setiap penyiraman
diberi selang waktu 2 hari. Pengamatan yang dilakukan selama penyiraman yaitu
tinggi tanaman dan jumlah daun. Setelah 21 hari penanaman dilakukan
pemanenan, kemudian dihitung panjang akar, berat basah serta berat keringnya.
IV. HASIL PENGAMATAN
NO
JENIS
TANAMAN
PERLAKUAN
PENELITIAN
1 2 3 4 5 6 7
1
KACANG
TANAH
0 PPM 6.6 8.83 11.96 12.67 15.06 16.12 17.25
3.000 PPM 5.78 9.12 12.11 12.79 13.86 14.9 16.02
6.000 PPM 5.49 8.84 10.88 12.02 13.12 13.69 14.57
2 TIMUN
0 PPM 6.31 7.95 8.93 10.72 11.11 11.62 12.81
3.000 PPM 6.5 8.13 9.28 9.95 10.4 11.46 12.71
6.000 PPM 6.36 8.16 8.87 10.72 11.28 11.8 12.11
3 PADI
0 PPM 9.64 13.82 16.02 15.2 16.16 16.84 17.45
3.000 PPM 8.63 12.41 15.14 15.79 16.56 17.33 16.9
6.000 PPM 10.68 13.42 16.22 15.6 16.78 17.77 18.37
NO
JENIS
TANAMAN
PERLAKUAN
PENELITIAN
1 2 3 4 5 6 7
1
KACANG
TANAH
0 PPM 2.75 4.250 5.417 5.583 6.583 7.167 8.167
3.000 PPM 2.583 4.000 5.750 6.75 7.583 7.917 8.667
6.000 PPM 2.750 4 5.667 6.000 7.333 7.800 8.083
2 TIMUN
0 PPM 1.833 2.667 2.667 3.25 3.583 3.833 3.917
3.000 PPM 1.917 2.667 2.75 3.417 3.5 4.033 4.25
6.000 PPM 1.75 2.667 2.833 3.333 3.75 3.717 3.917
3 PADI
0 PPM 1.833 1.833 2.167 2.417 2.417 2.65 2.833
3.000 PPM 1.667 1.833 2.167 2.25 2.667 2.633 2.833
6.000 PPM 1.667 1.667 2.083 2.583 2.75 2.75 2.75
NO
JENIS
TANAMAN
PERLAKUAN P. AKAR LUAS DAUN BERAT SEGAR BERAT KERING
1
KACANG
TANAH
0 PPM 18.30 216.28 8.53 1.59
3.000 PPM 21.91 204.32 9.41 1.41
6.000 PPM 21.35 247.61 8.49 1.56
2 TIMUN
0 PPM 15.50 249.14 4.29 1.12
3.000 PPM 13.40 223.90 5.18 1.18
6.000 PPM 12.79 246.27 4.88 1.05
3 PADI
0 PPM 7.11 1505.65 0.16 1.33
3.000 PPM 6.21 4005.85 0.18 1.40
6.000 PPM 6.95 3006.77 0.22 1.50
V. PEMBAHASAN
Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh dari pemberian air
yang bersifat salin pada masing-masing tanaman yang diamati yaitu Timun,
Kacang tanah, dan Padi. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara
salinitas dengan pertumbuhan tanaman, hal ini didasarkan pada teori toleransi
shelford yang mengatakan bahwa terdapat batas minimum dan maksimum dari
kebutuhan tanaman untuk mengonsumsi suatu zat. Oleh karena itu, praktikum ini
bertujuan untuk mengetahui ketahanan tanaman terhadap kadar salin yang
berbeda, sehingga dapat diketahui juga batas toleransi maksimum maupun
minimum dari kadar salin yang dapat dikonsumsi oleh tanaman.
Pengaruh yang tampak dari perbedaan kadar salin yang diberikan antara
lain pertumbuhan tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat basah, dan berat
kering tanaman. Pengaruh tersebut dapat dilihat seberapa kuat korelasinya dengan
kadar salin dengan melihat perbedaan antara jumlah atau kadar salin yang
diberikan dengan besar pengaruh yang diberikan. Hal ini akan dibahas lebih detail
dengan membahas satu persatu grafik atau histogram yang mempresentasikan
tingkat pengaruh kadar terhadap:
a. Tinggi tanaman
salin.
0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
20
1 2 3 4 5 6 7
PanjangTanaman
Pengamatan ke-
Kacang Tanah
0 ppm
3000 ppm
6000 ppm
Grafik di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap tinggi tanaman.
Terlihat bahwa pada penyiraman air dengan kadar salinitas rendah yaitu 0 ppm
untuk tanaman kacang tanah memiliki tinggi tanamana yang lebih tinggi daripada
penyiraman dengan air yang kadar salinitasnya lebih tinggi, dan pada kadar salin
3000 ppm tanaman lebih tinggi daripada tanaman dengan penyiraman air yang
kadar salinnya 6000 ppm.
Grafik di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap tinggi tanaman
Timun. Terlihat bahwa di akhir pengamatan penyiraman dengan kadar salinitas air
rendah memiliki tinggi tanaman timun yang lebih tinggi daripada yang lebih
besar.
0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
20
1 2 3 4 5 6 7
TinggiTanaman
Pengmatan Ke-
Padi
0 PPM
3.000 PPM
6.000 PPM
0
2
4
6
8
10
12
14
1 2 3 4 5 6 7
Tinggitanaman
Pengamatan ke-
Timun
0 PPM
3.000 PPM
6.000 PPM
Grafik di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap tinggi tanaman Padi.
Terdapat perbedaan antara pengaruh kadar salin pada penyiraman tanaman padi
dengan tanaman timun dan kacang tanah. Hal ini disebabkan karena adanya
perbedaan kebutuhan mineral yang membuat air salin, sehingga tanaman padi
lebih cepat tumbuh dengan penyiraman air dengan kadar salin tinggi.
b.jumlah daun
Grafik di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap jumlah daun
tanaman kacang tanah. Terlihat di akhir pengamatan bahwa jumlah daun
terbanyak terdapat pada tanaman kacang tanah dengan perlakuan penyiraman
dengan air kadar salin 3000 ppm, yang berati untuk jumlah daun tanaman kacang
tanah optimal pada penyiraman dengan air berkdar salin 3000 ppm
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1 2 3 4 5 6 7
Jumlahdaun
Pengamatan ke-
Kacang Tanah
0 PPM
3.000 PPM
6.000 PPM
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
1 2 3 4 5 6 7
Jumlahdaun
Pengamatan Ke-
Timun
0 PPM
3.000 PPM
6.000 PPM
Grafik di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap jumlah daun
tanaman timun. Terlihat terdapat kesamaan antara grafik pengaruh terhadap
kacang tanah dan timun, yaitu kadar salin yang sesuai untuk pertumbuhan daun
ada pada perlakuan penyiraman air berkadar salin 3000 ppm.
Grafik di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap jumlah daun
tanaman Padi. Terlihat bahwa penyiraman tanaman dengan air berkadar 3000 ppm
adalah perlakuan yang paling sesuai dengan pertumbuhan daun tanaman padi. Hal
ini ssama dengan tanaman kacang tanah dan timun
c. Panjang akar, Luas daun, dan berat segar.
0
0.5
1
1.5
2
2.5
3
1 2 3 4 5 6 7
Jumlahdaun
Pengamatan Ke-
Padi
0 ppm
3000 ppm
6000 ppm
0
5
10
15
20
25
0 ppm 3000 ppm 6000 ppm
Jumlah
Perlakuan
Kacang Tanah
P. AKAR (cm)
LUAS DAUN (dm2
BERAT SEGAR(gr)
BERAT KERING (gr)
Histogram di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap panjang akar,
luas daun, dan berat segar tanaman kacang tanah. Terlihat untuk panjang akar
pada tanaman kacang tanah ini yang terpanjang adalah pada perlakuan 3000 pmm
kadar salin dalam air dan yang terpendek adalah 0 ppm. Panjang akar dipengaruhi
oleh ketersediaan air yang dibutuhkan tanaman jadi pada kadr 0 ppm adalah kadar
yang optimal bagi tanaman kacang tanah jadi akarnya tidak terlalu panjang untuk
menjangkau air yang sesuai. Sedangkan untuk luas daun berat kering dan berat
segar tidak terlihat banyak perbedaan. Namun, tetap terdapat pengaruh kadar salin
air terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah.
Histogram di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap panjang akar,
luas daun, dan berat segar tanaman timun. Terlihat untuk panjang akar pada
tanaman timun ini yang terpanjang adalah pada perlakuan 0 pmm kadar salin
dalam air dan yang terpendek adalah 6000 ppm. Panjang akar dipengaruhi oleh
ketersediaan air yang dibutuhkan tanaman jadi pada kadar 6000 ppm adalah kadar
yang optimal bagi tanaman timun jadi akarnya tidak terlalu panjang untuk
menjangkau air yang sesuai kebutuhannya. Sedangkan untuk luas daun berat
kering dan berat segar tidak terlihat banyak perbedaan. Namun, tetap terdapat
pengaruh kadar salin air terhadap pertumbuhan tanaman timun.
0
2
4
6
8
10
12
14
16
18
0 ppm 3000 ppm 6000 ppm
Jumlah
Perlakuan
Timun
P. AKAR (cm)
LUAS DAUN (dm2
BERAT SEGAR(gr)
BERAT KERING (gr)
Histogram di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap panjang akar,
luas daun, dan berat segar tanaman kacang tanah. Terlihat untuk tanaman padi
terdapat perbedaan dari kavang tanah dan timun, yaitu yang lebih terpengaruh
oleh kadar salin adalah luas daun tanaman padi. Yang terluas adalah pada
perlakuan 3000 ppm.
0
5
10
15
20
25
30
35
40
45
0 ppm 3000 ppm 6000 ppm
Jumlah
Perlakuan
Padi
P. AKAR (cm)
LUAS DAUN (dm2
BERAT SEGAR(gr)
BERAT KERING (gr)
VI. KESIMPULAN
1. Salinitas pada air yang diserap tanaman berpengaruh terhadap panjang
akar, luas daun, dan berat segar, serta tinggi dan jumlah daun tanaman.
2. Salinitas bepengaruh terhadap tanaman kacang tanah , khususnya terhadap
pertumbuhannya.
DAFTAR PUSTAKA
Garg, R., Mohit V., Shashank A., Rama S., Manoj M., dan Mukesh J. 2013.
Deep transcriptome sequencing of wild halophyte rice, Portesia
coarctata, provides novel insights into the salinity and submergence
tolerance factors. Jurnal DNA Research 21:69-84.
Odum, E. P., dan Gray W. 1971. Terjemahan oleh Tjahjono Samingan dari buku
Fundamentals of Ecology. Yogyakarta. Gadjah Mada Press
Suwignyo, R. A., Reni H., dan Mardiyanto. 2010. Toleransi Tanaman Jagung
Terhadap Salinitas Dengan Perlakuan Stres Awal Rendah. Jurnal
Agrivigor 10:73-83.
Syakir, M., Nur M., dan Januati M. 2008. Pengaruh salinitas terhadap
pertumbuhan, produksi, dan mutu sambiloto. Jurnal Balai Penelitian
Tanaman Obat dan Aromatik 19:129-137.
LAMPIRAN
Acara 1 Praktikum Dasar-dasar Ekologi
Acara 1 Praktikum Dasar-dasar Ekologi

Acara 1 Praktikum Dasar-dasar Ekologi

  • 1.
    LAPORAN RESMI PRAKTIKUM DASAR-DASAREKOLOGI ACARA I SALINITAS SEBAGAI FAKTOR PEMBATAS ABIOTIK Disusun oleh : Nama : Achmad Chaza Ainal Chaq NIM : 13903 Kelompok : IV Golongan : A3 Asisten : - Muhamad Rom Ali Fikri - Dhika Cahyasita - Izza Hasna Syarifa LABORATORIUM EKOLOGI TANAMAN JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2015
  • 2.
    ACARA I SALINITAS SEBAGAIFAKTOR PEMBATAS I. TUJUAN 1. Mengetahui dampak salinitas terhadap pertumbuhan tanaman 2. Mengetahui tanggapan tanaman kacang tunggak terhadap tingkat salinitas yang berbeda. II. TINJAUAN PUSTAKA Perubahan iklim global disebabkan antara lain karena terjadinya peningkatan emisi gas rumah kaca akibat berbagai aktivitas manusia yang kemudian mendorong terjadinya peningkatan suhu bumi (Praven, 2007 cit. Suwignyo, 2010). Perubahan iklim yang terjadi tersebut akan sangat mempengaruhi sistem pertanian karena iklim merupakan unsur utama dalam sistem metabolisme dan fisiologi tanaman. Dalam upaya mengantisipasi terjadinya perubahan tersebut, adaptasi sistem usahatani, pola tanam, pergeseran jenis dan varietas merupakan hal-hal yang perlu dilakukan (Suwignyo, 2010 ). Posisi Indonesia yang berada di daerah tropis dan sebagai negara kepulauan sangat rawan terhadap perubahan iklim. Dampak pemanasan global terhadap wilayah pesisir akan menyebabkan terjadinya peningkatan muka air laut sehingga akan memberikan pengaruh yang sangat besar (Wieczorek-Zeul, 2008 cit. Suwignyo, 2010). Lahan rawa pasang surut yang merupakan lahan yang terletak di daerah pesisir merupakan daerah yang sangat rentan dengan berbagai kondisi yang marginal (Suwignyo, 2003a, Suwignyo, 2003b cit. Suwignyo, 2010). Peningkatan muka air laut akan menyebabkan terjadinya peningkatan salinitas air yang kemudian berpengaruh terhadap sistem pola tanam di daerah itu. Akumulasi garam dapat terjadi karena adanya pergerakan dan penguapan air dari muka air tanah sehingga garam tertinggal di tanah karena leaching yang rendah (Grattan, 2005 cit. Suwignyo, 2010). Beberapa perlakuan dan pengelolaan praktis dapat dilakukan untuk mengurangi tingkat garam di tanah. Perlakuan yang diberikan terhadap tanaman dapat meningkatkan daya toleransi tanaman terhadap salinitas
  • 3.
    (Suwignyo et.al.,2011 cit.Suwignyo, 2010). Adaptasi toleransi terhadap garam terjadi pada tanaman sorgum (Amzallag, 1999 cit. Suwignyo, 2010). Pada tanaman tomat, perlakuan awal garam pada fase pertumbuhan tertentu dapat meningkatkan kapasitas tanaman untuk beradaptasi terhadap salinitas sehingga menjadi lebih toleran (Cuartero et al., 2006 cit. Suwignyo, 2010). Perlakuan konsentasi rendah NaCl diketahui dapat meningkatkan toleransi tanaman padi bila kemudian mendapat perlakuan NaCl yang tinggi (Bonilla et al., 1995 cit. Suwignyo, 2010). Penelitian ini dilakukan untuk mencari metode budidaya tanaman jagung di lahan pasang surut melalui peningkatan toleransi tanaman terhadap kondisi stres salin (Suwignyo, 2010). Hukum Minimum Liebig mengatakan untuk dapat bertahan dan hidup di dalam keadaan tertentu, suatu organisme harus memiliki bahan-bahan penting yang diperlukan untuk pertumbuhan dan berkembang biak (Odum, 2004). Hukum Toleransi Shelford mengatakan kehadiran dan keberhasilan sesuatu organisme tergantung kepada lengkapnya kompleks-kompleks keadaan. Juga Ketiadaan atau kegagalan suatu organisme dapat dikendalikan oleh kekurangan atau kelebihan secara kualitatif dan kuantitatif dari salah satu dari beberapa faktor yang mungkin mendekati batas-batas tolerasi organisme tersebut (Odum, 2004). Berdasarkan ketahanan terhadap salinitasnya tumbuhan dibedakan menjadi dua yaitu halopita dan glikofita. Tumbuhan halopita merupakan tumbuhan yang mampu bertahan dalam kondisi salinitas tinggi, sedangkan glikofita merupakan tumbuhan yang tidak dapat hidup dalam kondisi yang demikian (Garg Rohini et.al., 2013). Salinitas berpengaruh terhadap menurunnya pertumbuhan tanaman sebagai akibat dari penurunan luas daun dan jumlah daun. Sehingga hal itu dapat mengganggu proses fotosintesis, jika proses fotosintesis terganggu maka energi yang dihasilkan tumbuhan sangat sedikit. Hal tersebut mengakibatkan pasokan hasil fotosintesis yang terangkut pun sangat kurang untuk pertumbuhan tanaman. Salinitas dengan taraf rendah hingga sedang terutama berpengaruh terhadap nilai osmotik di daerah perakaran tanaman (Munns dan Termaat,1985 cit. Shannon,1999 cit. Syakir M, 2008).
  • 4.
    III. METODE PELAKSANAAN Padapraktikum ini digunakan alat – alat berupa timbangan analitik, gelas ukur, erlenmeyer, alat pengaduk, peralatan tanam, penggaris. Sedangkan bahan- bahan yang digunakan yaitu benih tanaman yang terdiri atas benih padi, kacang tunggak, kacang hijau, timun, polibag, NaCl teknis, pupuk kandang, dan kertas label. Langkah kerja dalam praktikum ini dilakukan dalam dua bagian. Bagian pertama, yakni pembuatan larutan NaCl, dan bagian kedua yaitu persiapan bahan tanam dan penanaman. Pada pembuatan NaCl dibutuhkan air dengan kandungan garam NaCl 0 ppm, 3000 ppm, dan 6000 ppm. Setelah NaCl siap langkah selanjutnya adalah mengecambahkan biji selama 7 hari dan dilakukan penyiraman dengan air biasa. Setelah 7 hari dilakukan penyiraman menggunakan air salin atau air garam 0 ppm, 3000 ppm, dan 6000 ppm sampai 7 kali penyiraman yang di setiap penyiraman diberi selang waktu 2 hari. Pengamatan yang dilakukan selama penyiraman yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun. Setelah 21 hari penanaman dilakukan pemanenan, kemudian dihitung panjang akar, berat basah serta berat keringnya.
  • 5.
    IV. HASIL PENGAMATAN NO JENIS TANAMAN PERLAKUAN PENELITIAN 12 3 4 5 6 7 1 KACANG TANAH 0 PPM 6.6 8.83 11.96 12.67 15.06 16.12 17.25 3.000 PPM 5.78 9.12 12.11 12.79 13.86 14.9 16.02 6.000 PPM 5.49 8.84 10.88 12.02 13.12 13.69 14.57 2 TIMUN 0 PPM 6.31 7.95 8.93 10.72 11.11 11.62 12.81 3.000 PPM 6.5 8.13 9.28 9.95 10.4 11.46 12.71 6.000 PPM 6.36 8.16 8.87 10.72 11.28 11.8 12.11 3 PADI 0 PPM 9.64 13.82 16.02 15.2 16.16 16.84 17.45 3.000 PPM 8.63 12.41 15.14 15.79 16.56 17.33 16.9 6.000 PPM 10.68 13.42 16.22 15.6 16.78 17.77 18.37 NO JENIS TANAMAN PERLAKUAN PENELITIAN 1 2 3 4 5 6 7 1 KACANG TANAH 0 PPM 2.75 4.250 5.417 5.583 6.583 7.167 8.167 3.000 PPM 2.583 4.000 5.750 6.75 7.583 7.917 8.667 6.000 PPM 2.750 4 5.667 6.000 7.333 7.800 8.083 2 TIMUN 0 PPM 1.833 2.667 2.667 3.25 3.583 3.833 3.917 3.000 PPM 1.917 2.667 2.75 3.417 3.5 4.033 4.25 6.000 PPM 1.75 2.667 2.833 3.333 3.75 3.717 3.917 3 PADI 0 PPM 1.833 1.833 2.167 2.417 2.417 2.65 2.833 3.000 PPM 1.667 1.833 2.167 2.25 2.667 2.633 2.833 6.000 PPM 1.667 1.667 2.083 2.583 2.75 2.75 2.75 NO JENIS TANAMAN PERLAKUAN P. AKAR LUAS DAUN BERAT SEGAR BERAT KERING 1 KACANG TANAH 0 PPM 18.30 216.28 8.53 1.59 3.000 PPM 21.91 204.32 9.41 1.41 6.000 PPM 21.35 247.61 8.49 1.56 2 TIMUN 0 PPM 15.50 249.14 4.29 1.12 3.000 PPM 13.40 223.90 5.18 1.18 6.000 PPM 12.79 246.27 4.88 1.05 3 PADI 0 PPM 7.11 1505.65 0.16 1.33 3.000 PPM 6.21 4005.85 0.18 1.40 6.000 PPM 6.95 3006.77 0.22 1.50
  • 6.
    V. PEMBAHASAN Pada tabeldi atas dapat dilihat bahwa terdapat pengaruh dari pemberian air yang bersifat salin pada masing-masing tanaman yang diamati yaitu Timun, Kacang tanah, dan Padi. Hal ini membuktikan bahwa terdapat hubungan antara salinitas dengan pertumbuhan tanaman, hal ini didasarkan pada teori toleransi shelford yang mengatakan bahwa terdapat batas minimum dan maksimum dari kebutuhan tanaman untuk mengonsumsi suatu zat. Oleh karena itu, praktikum ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan tanaman terhadap kadar salin yang berbeda, sehingga dapat diketahui juga batas toleransi maksimum maupun minimum dari kadar salin yang dapat dikonsumsi oleh tanaman. Pengaruh yang tampak dari perbedaan kadar salin yang diberikan antara lain pertumbuhan tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat basah, dan berat kering tanaman. Pengaruh tersebut dapat dilihat seberapa kuat korelasinya dengan kadar salin dengan melihat perbedaan antara jumlah atau kadar salin yang diberikan dengan besar pengaruh yang diberikan. Hal ini akan dibahas lebih detail dengan membahas satu persatu grafik atau histogram yang mempresentasikan tingkat pengaruh kadar terhadap: a. Tinggi tanaman salin. 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 1 2 3 4 5 6 7 PanjangTanaman Pengamatan ke- Kacang Tanah 0 ppm 3000 ppm 6000 ppm
  • 7.
    Grafik di atasmempresentasikan pengaruh salinitas terhadap tinggi tanaman. Terlihat bahwa pada penyiraman air dengan kadar salinitas rendah yaitu 0 ppm untuk tanaman kacang tanah memiliki tinggi tanamana yang lebih tinggi daripada penyiraman dengan air yang kadar salinitasnya lebih tinggi, dan pada kadar salin 3000 ppm tanaman lebih tinggi daripada tanaman dengan penyiraman air yang kadar salinnya 6000 ppm. Grafik di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap tinggi tanaman Timun. Terlihat bahwa di akhir pengamatan penyiraman dengan kadar salinitas air rendah memiliki tinggi tanaman timun yang lebih tinggi daripada yang lebih besar. 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 1 2 3 4 5 6 7 TinggiTanaman Pengmatan Ke- Padi 0 PPM 3.000 PPM 6.000 PPM 0 2 4 6 8 10 12 14 1 2 3 4 5 6 7 Tinggitanaman Pengamatan ke- Timun 0 PPM 3.000 PPM 6.000 PPM
  • 8.
    Grafik di atasmempresentasikan pengaruh salinitas terhadap tinggi tanaman Padi. Terdapat perbedaan antara pengaruh kadar salin pada penyiraman tanaman padi dengan tanaman timun dan kacang tanah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan kebutuhan mineral yang membuat air salin, sehingga tanaman padi lebih cepat tumbuh dengan penyiraman air dengan kadar salin tinggi. b.jumlah daun Grafik di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap jumlah daun tanaman kacang tanah. Terlihat di akhir pengamatan bahwa jumlah daun terbanyak terdapat pada tanaman kacang tanah dengan perlakuan penyiraman dengan air kadar salin 3000 ppm, yang berati untuk jumlah daun tanaman kacang tanah optimal pada penyiraman dengan air berkdar salin 3000 ppm 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 Jumlahdaun Pengamatan ke- Kacang Tanah 0 PPM 3.000 PPM 6.000 PPM 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 2 3 4 5 6 7 Jumlahdaun Pengamatan Ke- Timun 0 PPM 3.000 PPM 6.000 PPM
  • 9.
    Grafik di atasmempresentasikan pengaruh salinitas terhadap jumlah daun tanaman timun. Terlihat terdapat kesamaan antara grafik pengaruh terhadap kacang tanah dan timun, yaitu kadar salin yang sesuai untuk pertumbuhan daun ada pada perlakuan penyiraman air berkadar salin 3000 ppm. Grafik di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap jumlah daun tanaman Padi. Terlihat bahwa penyiraman tanaman dengan air berkadar 3000 ppm adalah perlakuan yang paling sesuai dengan pertumbuhan daun tanaman padi. Hal ini ssama dengan tanaman kacang tanah dan timun c. Panjang akar, Luas daun, dan berat segar. 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 1 2 3 4 5 6 7 Jumlahdaun Pengamatan Ke- Padi 0 ppm 3000 ppm 6000 ppm 0 5 10 15 20 25 0 ppm 3000 ppm 6000 ppm Jumlah Perlakuan Kacang Tanah P. AKAR (cm) LUAS DAUN (dm2 BERAT SEGAR(gr) BERAT KERING (gr)
  • 10.
    Histogram di atasmempresentasikan pengaruh salinitas terhadap panjang akar, luas daun, dan berat segar tanaman kacang tanah. Terlihat untuk panjang akar pada tanaman kacang tanah ini yang terpanjang adalah pada perlakuan 3000 pmm kadar salin dalam air dan yang terpendek adalah 0 ppm. Panjang akar dipengaruhi oleh ketersediaan air yang dibutuhkan tanaman jadi pada kadr 0 ppm adalah kadar yang optimal bagi tanaman kacang tanah jadi akarnya tidak terlalu panjang untuk menjangkau air yang sesuai. Sedangkan untuk luas daun berat kering dan berat segar tidak terlihat banyak perbedaan. Namun, tetap terdapat pengaruh kadar salin air terhadap pertumbuhan tanaman kacang tanah. Histogram di atas mempresentasikan pengaruh salinitas terhadap panjang akar, luas daun, dan berat segar tanaman timun. Terlihat untuk panjang akar pada tanaman timun ini yang terpanjang adalah pada perlakuan 0 pmm kadar salin dalam air dan yang terpendek adalah 6000 ppm. Panjang akar dipengaruhi oleh ketersediaan air yang dibutuhkan tanaman jadi pada kadar 6000 ppm adalah kadar yang optimal bagi tanaman timun jadi akarnya tidak terlalu panjang untuk menjangkau air yang sesuai kebutuhannya. Sedangkan untuk luas daun berat kering dan berat segar tidak terlihat banyak perbedaan. Namun, tetap terdapat pengaruh kadar salin air terhadap pertumbuhan tanaman timun. 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 0 ppm 3000 ppm 6000 ppm Jumlah Perlakuan Timun P. AKAR (cm) LUAS DAUN (dm2 BERAT SEGAR(gr) BERAT KERING (gr)
  • 11.
    Histogram di atasmempresentasikan pengaruh salinitas terhadap panjang akar, luas daun, dan berat segar tanaman kacang tanah. Terlihat untuk tanaman padi terdapat perbedaan dari kavang tanah dan timun, yaitu yang lebih terpengaruh oleh kadar salin adalah luas daun tanaman padi. Yang terluas adalah pada perlakuan 3000 ppm. 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 0 ppm 3000 ppm 6000 ppm Jumlah Perlakuan Padi P. AKAR (cm) LUAS DAUN (dm2 BERAT SEGAR(gr) BERAT KERING (gr)
  • 12.
    VI. KESIMPULAN 1. Salinitaspada air yang diserap tanaman berpengaruh terhadap panjang akar, luas daun, dan berat segar, serta tinggi dan jumlah daun tanaman. 2. Salinitas bepengaruh terhadap tanaman kacang tanah , khususnya terhadap pertumbuhannya.
  • 13.
    DAFTAR PUSTAKA Garg, R.,Mohit V., Shashank A., Rama S., Manoj M., dan Mukesh J. 2013. Deep transcriptome sequencing of wild halophyte rice, Portesia coarctata, provides novel insights into the salinity and submergence tolerance factors. Jurnal DNA Research 21:69-84. Odum, E. P., dan Gray W. 1971. Terjemahan oleh Tjahjono Samingan dari buku Fundamentals of Ecology. Yogyakarta. Gadjah Mada Press Suwignyo, R. A., Reni H., dan Mardiyanto. 2010. Toleransi Tanaman Jagung Terhadap Salinitas Dengan Perlakuan Stres Awal Rendah. Jurnal Agrivigor 10:73-83. Syakir, M., Nur M., dan Januati M. 2008. Pengaruh salinitas terhadap pertumbuhan, produksi, dan mutu sambiloto. Jurnal Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik 19:129-137.
  • 14.