Paragraf
Bahasa Indonesia
Simon Patabang, ST., MT.
Fak. Teknik
Jurusan Teknik Elektro
Univ. Atma Jaya Makassar
Pengertian
• PARAGRAF adalah satuan bahasa yang mengemuka-
kan sebuah pokok pikiran atau satu gagasan utama
yang disampaikan dalam himpunan kalimat yang
saling berkaitan.
• Gagasan utama tersebut harus dijelaskan oleh
gagasan-gagasan bawahan, sehingga dalam sebuahgagasan-gagasan bawahan, sehingga dalam sebuah
paragraf terdapat beberapa kalimat yang saling tekait.
• Rangkaian kalimat tersebut tidak boleh bertentangan
dengan kalimat gagasan utama.
• Kalimat yang berisi gagasan utama disebut kalimat
topik dan kalimat yang bergagasan bawahan adalah
kalimat penjelasan.
Contoh :
(1) Sampah selamanya selalu memusingkan. (2) Berkali-
kali masalahnya diseminarkan dan berkali-kali pula
solusinya dirancang. (3) Namun, berbagai keterbatasan
tetap menjadikan sampah sebagai masalah yang pelik. (4)
Pada waktu diskusi atau seminar sampah berlangsung,
penimbunan sampah terus terjadi. (5) Hal ini mendapatpenimbunan sampah terus terjadi. (5) Hal ini mendapat
perhatian serius karena masalah sampah berkaitan dengan
pencemaran air dan banjir. (6) Selama pengumpulan,
pengangkutan, pembuangan akhir, dan pengolahan sampah
itu belum dapat dilaksanakan dengan baik, selama itu pula
sampah menjadi masalah. (Arifin,2011:116)
Keenam kalimat dalam paragraph di atas membicarakan
soal sampah, sehingga topik dalam paragraf tersebut adalah
“masalah sampah”. Kalimat-kalimatnya koherensi atau
saling terkait dan logis sehingga pembaca dapat dengan
mudah memahami topik “masalah sampah” dalam paragrafmudah memahami topik “masalah sampah” dalam paragraf
itu dengan baik.
Fungsi Paragraf
Fungsi Paragraph bagi Penulis
(1) Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan
memisahkan satu tema dari tema yang lain.
(2) Merupakan wadah atau tempat untuk mengungkapkan
sebuah idea atau pokok pikiran secara tertulis.
(3) Memisahkan setiap pokok pikiran, sehingga tidak terjadi(3) Memisahkan setiap pokok pikiran, sehingga tidak terjadi
percampuran di antara pokok pikiran lainnya.
(4) Penulis tidak cepat lelah untuk menyelesaikan sebuah
karangan dan termotivasi melanjutkan paragraf
berikutnya.
(5) Paragraf dapat dimanfaatkan sebagai pembatas antar
bab dalam satu kesatuan yang koherensi: bab
pendahuluan, bab isi, dan bab kesimpulan.
Fungsi Paragraf bagi Pembaca
(1) Pembaca dengan jelas memahami gagasan utama
paragraf penulis.
(2) Pembaca dengan mudah “menikmati” karangan secara
utuh, sehingga memperoleh informasi penting dan
kesan yang kondusif.
(3) Pembaca sangat tertarik dan bersemangat membaca
paragraf per paragraf karena tidak membosankan atauparagraf per paragraf karena tidak membosankan atau
tidak melelahkan.
(4) Pembaca dapat belajar bagaimana cara menarik untuk
menyampaikan sebuah gagasan dalam paragraf tulis.
(5) Pembaca merasa tertarik dan termotivasi dengan cara
menjelaskan paragraf tidak hanya dengan kata-kata,
tetapi dapat juga dengan gambar, bagan, diagram,
grafik, dan kurva.
Syarat Paragraf yang Baik dan Benar
Paragraf yang baik dan efektif harus memenuhi persyaratan
berikut :
(1) Semua kalimat harus mengemukakan satu tema yang
jelas.
(2) Koherensi yang padu, yaitu setiap kalimat dalam pa-
ragraf saling terkait dalam paragraf. Cara Mengaitkan
antar kalimat dalam paragraf dapat dilakukan denganantar kalimat dalam paragraf dapat dilakukan dengan
cara berikut :
(a) Pengulangan kata kunci (repetisi) yang terdapat
dalam setiap kalimat.
(b) Penggunaan kata penghubung (konjungsi) setiap
awal kalimat dengan tepat dan benar.
(c) Penggunaan kata ganti orang atau kata ganti
penunjuk sebagai pengganti gagasan utama dengan
kata-kata seperti: dia, mereka,nya, itu, tersebut, ini.
(3) Penggunaan metode pengembangan paragraf
sebagai penjelasan gagasan utama paragraf.
(4) Setiap paragraf harus mempunyai satu gagasan
utama yang ditulis dalam kalimat topik. Posisi
Kalimat topik dalam paragraf ditempatkan pada
(a) Kalimat topik pada awal paragraf (deduktif),
(b) Kalimat topik pada akhir paragraf (induktif,(b) Kalimat topik pada akhir paragraf (induktif,
(c) Kalimat topik pada awal dan akhir paragraf
(deduktif—induktif)
(d) Kalimat topik pada tengah paragraf (ineratif)
(e) Kalimat topik pada semua kalimat dalam paragraf
(deskriptif).
Kalimat topik dalam paragraf ditulis dalam kalimat
tunggal atau kalimat majemuk bertingkat karena kedua
kalimat itu hanya menyampaikan satu gagasan utama.
(5) Penulis paragraf tetap memperhatikan kaidah satuan
bahasa yang lain, seperti ejaan, tanda baca, kalimat,
diksi, dan bentukan kata.
(6) Dalam penulisan karangan ilmiah, penulisan paragraf(6) Dalam penulisan karangan ilmiah, penulisan paragraf
harus memperhatikan hal-hal teknis penulisan seperti
kutipan, sumber rujukan, tata latak grafik, kurva, dan
gambar.
(7) Penulis pun memperhatikan jenis-jenis paragraf pada
posisi bagian karangan pendahuluan, isi, dan bagian
kesimpulan.
(8) Penulisan paragraf yang menjorok ke dalam, sejajar,
atau menekuk.
(9) Penulis juga memperhatikan jumlah kata atau jumlah
kalimat dalam sebuah paragraf, yaitu jumlah Kosa
kata paragraf antara 30—100 kata dan jumlah
kalimat minimal tiga kalimat.kalimat minimal tiga kalimat.
(10) Jika uraian paragraf melebihi 100 kata sebaiknya
dibuat menjadi dua paragraf.
JENIS-JENIS PARAGRAF
Macam jenis paragraf tersebut jika diperhatikan dari
berbagai sudut pandang adalah :
(1) Jenis paragraf diperhatikan dari satuan karangan, di
antaranya
(a) Paragraf pembuka yang terdapat pada awal karangan
sebagai pengantar pokok pikiran penulis yangsebagai pengantar pokok pikiran penulis yang
ditempatkan pada bagian pendahuluan.
(b) Paragraf isi adalah paragraf yang menguraikan pokok
masalah dalam karangan, yaitu bagian isi atau uraian
karangan.
(c) Paragraf penutup adalah paragraf yang menyimpulkan
atau mengakhiri sebuah karangan, yaitu bagian
penutup atau kesimpulan.
(2) Jenis paragraf diperhatikan dari sudut pandang sifat
tujuan karangan, di antaranya
(a) Paragraf eksposisi adalah paragraf yang
menginformasikan atau memaparkan pokok
masalah.
(b) Paragraf argumentative adalah paragaraf yang(b) Paragraf argumentative adalah paragaraf yang
mengemukan suatu pikiran dngan alasan logis.
(c) Paragraf deskriptif adalah jenis paragraf yang
memberikan suatu suasana, area, dan benda.
(d) Paragraf naratif adalah jenis paragraph yang
menceritakan suatu masalah.
(e) Paragraf persuasif adalah jenis paragraph yang
mempengaruhi atau merajuk orang tentang
sesuatu.
(3) Jenis paragraph diperhatikan dari posisi kalimat
topik dalam paragraf, di antaranya :
(a) Paragraf deduktif adalah jenis paragraf yang
menempatkan kalimat topik pada awal paragraf.
(b) Paragraf induktif adalah jenis paragraf yang
menempatkan kalimat topik pada akhir paragraf.
(c) Paragraf deduktif-induktif adalah jenis paragraf yang
menempatkan kalimat topik pada awal dan akhir
paragraf.
(d) Paragraf tersebar yaitu paragraf yang kalimat utamanya(d) Paragraf tersebar yaitu paragraf yang kalimat utamanya
atau gagasan utamanya tersebar pada keseluruhan
paragraf.
(4) Jenis paragraf diperhatikan dari cara atau metode
pengembangan paragraf, di antaranya :
(a) Paragraf menerangkan
(b) Paragraf merinci
(c) Paragraf contoh(c) Paragraf contoh
(d) Paragraf pembuktian
(e) Paragraf pertanyaan
(f) Paragraf perbandingan
(g) Paragraf sebab akibat
Jenis paragraf dari sudut pandang satuan karangan :
Jenis paragraf dari sudut pandang satuan karangan,
yaitu :
1. Paragraf pembuka
2. Paragraf isi
3. Paragraf penutup
1. Paragraf Pembuka
• Paragraf pembuka adalah paragraf yang mengawali
sebuah penulisan karangan dengan mengantarkan
pokok masalah dalam bagian pendahuluan karangan.
• Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun
paragraf pembuka karangan.
(1) Berfungsi mengantar pokok masalah karangan.(1) Berfungsi mengantar pokok masalah karangan.
(2) Sanggup menyiapkan pikiran pembaca pada pokok
masalah yang akan dijelaskan.
(3) Menggunakan kata-kata yang menarik perhatian
pembaca, sehingga mudah memahami pokok
masalah yang akan diuraikan.
(4) Kalimat dalam bagian ini tidak boleh terlalu panjang
karena belum menguraikan pokok pikiran.
2. Paragraf Isi
• Paragraf isi atau paragraf pengembang adalah jenis
paragraf yang berfungsi menguraikan atau memperjelas
pokok masalah yang akan diuraikan dalam karangan.
• Uraian pokok masalah dalam paragraf ini dapat
disampaikan dengan berbagai metode pengembangan
dan menampilkan hal-hal teknis uraian dalam karangan
ilmiah.ilmiah.
• Hal-hal yang diperhatikan dalam jenis paragraf ini
diantaranya:
(1) Mengemukakan pokok masalah dengan jelas dan
eksplisit.
(2) Perlu dijaga keserasian dan kelogisan antar paragraf.
(3) Pengambangan paragraf dapat menggunakan
jenis paragraf ekspositoris, argumentative,
Deskriptif, dan naratif.
(4) Memperhatikan hal teknis penulisan seperti(4) Memperhatikan hal teknis penulisan seperti
kutipan, sumber kutipan, penggunaan bagan
diagram Grafik kurva.
(5) Menyiapkan uraian pokok masalah yang
disentesiskan sebagai bahan paragraf
kesimpulan.
3. Paragraf Penutup
• Paragraf penutup merupakan pernyataan kembali
gagasan yang diuraikan atau merupakan jawaban
pertanyaan yang terdapat pada paragraph pembuka.
• Paragraf ini merupakan akhir sebuah karangan yang
dapat disampaikan secara singkat dalam rincian.
• Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan• Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan
paragraph penutup ini, antara lain :
1) Tidak boleh terlalu panjang.
2) Ditampilkan sebagai cerminan sebuah
kesimpulan.
3) Harus mendapat kesan positif dan informasi
4) Pengetahuan yang logis.
5) Paragraf ini dapat berupa jawaban singkat dari
uraian atau pertanyaan yang terdapat pada
paragraf Pembuka.
6) Paragraf ini jangan lagi menguraikan, mengutip,dan
mengemukakan masalah baru.
7) Berdasarkan apa yang disimpulkan dalam paragraf,
penulis dapat mengajukan rekomendasi atau
8) Usulan yang berupa saran karena keterbatasan
waktu dan dana yang penulis dapatkan.
Jenis paragraf diperhatikan dari sudut pandang
sifat tujuan karangan :
1. Deskripsi
2. Eksposisi2. Eksposisi
3. Narasi
1. Paragraf Deskripsi
• Paragraf deskripsi berisi kalimat-kalimat yang
mendeskripsikan, menggambarkan sesuatu.
• Contoh : Deskripsi kota Bandung pada pagi hari.
Bandung masih diselimuti kabut. Orang-orang baruBandung masih diselimuti kabut. Orang-orang baru
satu dua yang lalu lalang. Kendaraan hanya kadang-
kadang terdengar menderu. Yang tampak dominan
adalah para petugas kebersihan kota. Mereka sibuk
membersihkan sampah. Mereka bekerja dengan riang.
Kadang-kadang mereka bersenandung disela-sela
pekerjaannya. Perlahan tapi pasti keramaian kendaraan
di jalan bertambah sedikit demi sedikit.
2. Paragraf Eksposisi
• Paragraf eksposisi adalah paragraf yang berusaha
menjelaskan sesuatu atau memberikan sesuatu.
• Penjelasan atau pemberian seringkali bertolak dari satu
definisi.
• Contoh :
Kota Bandung adalah salah satu ibu kota propinsi dariKota Bandung adalah salah satu ibu kota propinsi dari
sekian banyak propinsi di Indonesia, yaitu propinsi Jawa
Barat. Kota Bandung dikenal juga sebagai kota Asia Afrika
sebab merupakatan kota tempat menyelenggarakan
Konferensi Asia Afrika Pertama. Selain itu, kota Bandung
pun memiliki banyak julukan, di antaranya sebagai Paris
van Java.
3. Paragraf Narasi
• Paragraf narasi adalah paragraf yang berusaha
menceritakan peristiwa demi peristiwa yang dialami
seorang tokoh.
• Contoh :
Hari itu ia telusuri sudut demi sudut kota Bandung
yang amat dicintainya seolah-olah tidak mau adayang amat dicintainya seolah-olah tidak mau ada
satu pun sudut yang terlewat. Setiap sudut yang
disinggahinya menyisahkan kenangan amat
mendalam baginya. Mula-mula ia telusuri sudut
Setiabudi. Di wilayah ini ia menyimpan amat banyak
kenangan. Penelusuran dilanjutkan ke wilayah balai
kota dan sekitarnya.
Di sini pun ia amat hanyut dengan kenangan
bersama-sama sahabatnya, juga kekasihnya. Lalu, ia
lanjutkan menyusuri wilayah alun-alun yang sekarang
telah berubah total dari masa dua puluh tahun yang
lalu. Lagi-lagi ia terhanyut dalam kenangan masalalu. Lagi-lagi ia terhanyut dalam kenangan masa
lalunya. Setiap tempat, setiap sudut kota itu, yang
ada hanyalah kenangan indah baginya, seluruhnya.
1. Paragraf deduktif yaitu paragraf yang kalimat
utamanya terletak pada awal paragraf.
Contoh :
Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat
Utamanya
Contoh :
Kota Bandung adalah kota yang paling kami
cintai. Kota ini lebih sejuk dari kota lain yang
sama besarnya di Indonesia. Kota ini juga lebih
aman dibandingkan kota lainnya. Kota ini lebih
kaya ragam budayanya dibanding kota lainnya
yang sejenis.
2. Paragraf induktif yaitu paragraf yang kalimat
utamanya terletak pada akhir paragraf.
Contoh :
Secara ekonomi, kota ini sangat kondusif untuk
berbisnis. Secara budaya, kota ini amat kaya akan
ragam budaya etnis. Penduduknya relatif terbuka
terhadap unsur etnis yang berbeda-beda dan yangterhadap unsur etnis yang berbeda-beda dan yang
memperkayanya. Secara geografis, kota ini terletak
di daerah yang relatif tinggi, namun tidak terlalu
tinggi yang membuat badan kami membeku seperti
es. Artinya, kota ini relatif sejuk. Itulah antara lain
tiga hal yang membuat kami merasa amat kerasan
tinggal di kota Bandung ini.
3. Paragraf deduktif-induktif yaitu paragraf yang kalimat
utamanya terletak pada awal dan akhir paragraf.
Faktor ekonomi, faktor budaya, dan faktor
geografislah yang membuat kami amat kerasan tinggal di
kota Paris Van Java ini. Secara ekonomis kami merasa
amat mudah mencari sesuap nasi di kota ini. Asal kreatif
hampir semua hal bisa dijadikan mata pencaharian.
Secara budaya kami juga mudah diterima lingkunganSecara budaya kami juga mudah diterima lingkungan
masyarakat Sunda, sekalipun kami berasal dari tanah Karo
yang terbuka benar kebudayaannya dengan mereka.
Mereka amat terbuka menerima pendatang dari mana
pun. Secara geografis, kami tidak terlalu kaget dengan
hawa kota Bandung yang sejuk, malah kami merasa amat
nyaman dibuatnya. Itulah tiga faktor yang membuat kami
lagi-lagi amat kerasan tinggal di kota Bandung: faktor
ekonomi, faktor budaya, dan faktor geografis.
4. Paragraf tersebar yaitu paragraf yang kalimat
utamanya atau gagasan utamanya tersebar pada
keseluruhan paragraf.
Contoh :
Tiba-tiba langit kota Bandung berubah menjadi
gelap gulita. Petirmenyambar-nyambar. Angin menderu
Tiba-tiba langit kota Bandung berubah menjadi
gelap gulita. Petirmenyambar-nyambar. Angin menderu
amat kencang. Listrik mati mendadak. Hujan datang
mengguyur amat tiba-tiba. Orang berlarian mencari
perlindungan. Klakson berbagai kendaraan berbunyi
serempak. Mobil-motor saling bertubrukan. Para sopir
saling memaki di antara mereka. Pak polisi
kebingungan menertibkan keadaan.
Koherensi kepaduan/ kekompakan yaitu semua
kalimat saling terkait dan tertuju kepada satu
pokok penjelasan. Hal-hal yang perlu
diperhatikan adalah :
a. Repetisi kepaduan paragraf dan kata kunci
b. Kata ganti menghindari monotoni/
bervariasi
c. Kata transisi penyambung antar kalimat
Contoh Penggunaan Repetisi :
Di dalam hidupnya, manusia membutuhkan
kasih sayang. Kasih sayang itu dibutuhkan untuk
menjaga harmoni hidup. Tanpa kasih sayang dimenjaga harmoni hidup. Tanpa kasih sayang di
antara sesama manusia, hidup manusia akan
seperti binatang belaka.
Contoh Penggunaan Kata Ganti
Lukman dan Rumi adalah dua kakak beradik.
Mereka tinggal di sebuah komplek perumahan
di Bandung Timur. Keduanya hidup rukun.di Bandung Timur. Keduanya hidup rukun.
Mereka pergi ke sekolah selalu bersama-sama.
Orang tua mereka sangat bahagia melihat
keduanya.
Kata Transisi :
Digunakan sebagai penghubung antar kalimat sbb:
1. tambahan: lebih lagi, tambah pula, di samping itu,...
2. pertentangan: akan tetapi, bagaimanapun, sebaiknya,...
3. perbandingan: sebagaimana, dalam hal yang demikian
4. akibat/hasil: sebab itu, oleh sebab itu, jadi,...4. akibat/hasil: sebab itu, oleh sebab itu, jadi,...
5. tujuan: untuk itu, untuk maksud itu, supaya,...
6. singkatan, contoh, intensifikasi: singkatnya, dengan
kata lain, sesungguhnya,...
7. waktu: sementara itu, kemarin, segera
8. tempat: di sana, berikatan dengan, berdampingan
dengan,...
Contoh Penggunaan Kata Transisi
Dalam hidup manusia selalu ada kebahagiaan
dan kesedihan. Kedua hal itu datang silih
berganti. Seperti siang dan malam. Kebahagiaanberganti. Seperti siang dan malam. Kebahagiaan
selalu diharap-harap datangnya. Seperti halnya
kebahagiaan, kesedihan datang juga walaupun
tidak kita harapkan. Ringkasnya, keduanya
datang silih berganti.
Tugas
• Tentukan sendiri sebuah “Judul karangan”,
yang berhubungan dengan teknik elektro.
Tidak boleh copy paste
• Tuliskan pokok pikiran dari Judul karanganTuliskan pokok pikiran dari Judul karangan
tersebut.
• Kembangkan tiap pokok pikiran menjadi
paragraf.
• Gunakan kalimat efektif dalam tiap pragraf.
• Hasil karangan maksimum 2 lembar.
Sekian

6 Paragraf

  • 1.
    Paragraf Bahasa Indonesia Simon Patabang,ST., MT. Fak. Teknik Jurusan Teknik Elektro Univ. Atma Jaya Makassar
  • 2.
    Pengertian • PARAGRAF adalahsatuan bahasa yang mengemuka- kan sebuah pokok pikiran atau satu gagasan utama yang disampaikan dalam himpunan kalimat yang saling berkaitan. • Gagasan utama tersebut harus dijelaskan oleh gagasan-gagasan bawahan, sehingga dalam sebuahgagasan-gagasan bawahan, sehingga dalam sebuah paragraf terdapat beberapa kalimat yang saling tekait. • Rangkaian kalimat tersebut tidak boleh bertentangan dengan kalimat gagasan utama. • Kalimat yang berisi gagasan utama disebut kalimat topik dan kalimat yang bergagasan bawahan adalah kalimat penjelasan.
  • 3.
    Contoh : (1) Sampahselamanya selalu memusingkan. (2) Berkali- kali masalahnya diseminarkan dan berkali-kali pula solusinya dirancang. (3) Namun, berbagai keterbatasan tetap menjadikan sampah sebagai masalah yang pelik. (4) Pada waktu diskusi atau seminar sampah berlangsung, penimbunan sampah terus terjadi. (5) Hal ini mendapatpenimbunan sampah terus terjadi. (5) Hal ini mendapat perhatian serius karena masalah sampah berkaitan dengan pencemaran air dan banjir. (6) Selama pengumpulan, pengangkutan, pembuangan akhir, dan pengolahan sampah itu belum dapat dilaksanakan dengan baik, selama itu pula sampah menjadi masalah. (Arifin,2011:116)
  • 4.
    Keenam kalimat dalamparagraph di atas membicarakan soal sampah, sehingga topik dalam paragraf tersebut adalah “masalah sampah”. Kalimat-kalimatnya koherensi atau saling terkait dan logis sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami topik “masalah sampah” dalam paragrafmudah memahami topik “masalah sampah” dalam paragraf itu dengan baik.
  • 5.
    Fungsi Paragraf Fungsi Paragraphbagi Penulis (1) Memudahkan pengertian dan pemahaman dengan memisahkan satu tema dari tema yang lain. (2) Merupakan wadah atau tempat untuk mengungkapkan sebuah idea atau pokok pikiran secara tertulis. (3) Memisahkan setiap pokok pikiran, sehingga tidak terjadi(3) Memisahkan setiap pokok pikiran, sehingga tidak terjadi percampuran di antara pokok pikiran lainnya. (4) Penulis tidak cepat lelah untuk menyelesaikan sebuah karangan dan termotivasi melanjutkan paragraf berikutnya. (5) Paragraf dapat dimanfaatkan sebagai pembatas antar bab dalam satu kesatuan yang koherensi: bab pendahuluan, bab isi, dan bab kesimpulan.
  • 6.
    Fungsi Paragraf bagiPembaca (1) Pembaca dengan jelas memahami gagasan utama paragraf penulis. (2) Pembaca dengan mudah “menikmati” karangan secara utuh, sehingga memperoleh informasi penting dan kesan yang kondusif. (3) Pembaca sangat tertarik dan bersemangat membaca paragraf per paragraf karena tidak membosankan atauparagraf per paragraf karena tidak membosankan atau tidak melelahkan. (4) Pembaca dapat belajar bagaimana cara menarik untuk menyampaikan sebuah gagasan dalam paragraf tulis. (5) Pembaca merasa tertarik dan termotivasi dengan cara menjelaskan paragraf tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dapat juga dengan gambar, bagan, diagram, grafik, dan kurva.
  • 7.
    Syarat Paragraf yangBaik dan Benar Paragraf yang baik dan efektif harus memenuhi persyaratan berikut : (1) Semua kalimat harus mengemukakan satu tema yang jelas. (2) Koherensi yang padu, yaitu setiap kalimat dalam pa- ragraf saling terkait dalam paragraf. Cara Mengaitkan antar kalimat dalam paragraf dapat dilakukan denganantar kalimat dalam paragraf dapat dilakukan dengan cara berikut : (a) Pengulangan kata kunci (repetisi) yang terdapat dalam setiap kalimat. (b) Penggunaan kata penghubung (konjungsi) setiap awal kalimat dengan tepat dan benar. (c) Penggunaan kata ganti orang atau kata ganti penunjuk sebagai pengganti gagasan utama dengan kata-kata seperti: dia, mereka,nya, itu, tersebut, ini.
  • 8.
    (3) Penggunaan metodepengembangan paragraf sebagai penjelasan gagasan utama paragraf. (4) Setiap paragraf harus mempunyai satu gagasan utama yang ditulis dalam kalimat topik. Posisi Kalimat topik dalam paragraf ditempatkan pada (a) Kalimat topik pada awal paragraf (deduktif), (b) Kalimat topik pada akhir paragraf (induktif,(b) Kalimat topik pada akhir paragraf (induktif, (c) Kalimat topik pada awal dan akhir paragraf (deduktif—induktif) (d) Kalimat topik pada tengah paragraf (ineratif) (e) Kalimat topik pada semua kalimat dalam paragraf (deskriptif).
  • 9.
    Kalimat topik dalamparagraf ditulis dalam kalimat tunggal atau kalimat majemuk bertingkat karena kedua kalimat itu hanya menyampaikan satu gagasan utama. (5) Penulis paragraf tetap memperhatikan kaidah satuan bahasa yang lain, seperti ejaan, tanda baca, kalimat, diksi, dan bentukan kata. (6) Dalam penulisan karangan ilmiah, penulisan paragraf(6) Dalam penulisan karangan ilmiah, penulisan paragraf harus memperhatikan hal-hal teknis penulisan seperti kutipan, sumber rujukan, tata latak grafik, kurva, dan gambar. (7) Penulis pun memperhatikan jenis-jenis paragraf pada posisi bagian karangan pendahuluan, isi, dan bagian kesimpulan.
  • 10.
    (8) Penulisan paragrafyang menjorok ke dalam, sejajar, atau menekuk. (9) Penulis juga memperhatikan jumlah kata atau jumlah kalimat dalam sebuah paragraf, yaitu jumlah Kosa kata paragraf antara 30—100 kata dan jumlah kalimat minimal tiga kalimat.kalimat minimal tiga kalimat. (10) Jika uraian paragraf melebihi 100 kata sebaiknya dibuat menjadi dua paragraf.
  • 11.
    JENIS-JENIS PARAGRAF Macam jenisparagraf tersebut jika diperhatikan dari berbagai sudut pandang adalah : (1) Jenis paragraf diperhatikan dari satuan karangan, di antaranya (a) Paragraf pembuka yang terdapat pada awal karangan sebagai pengantar pokok pikiran penulis yangsebagai pengantar pokok pikiran penulis yang ditempatkan pada bagian pendahuluan. (b) Paragraf isi adalah paragraf yang menguraikan pokok masalah dalam karangan, yaitu bagian isi atau uraian karangan. (c) Paragraf penutup adalah paragraf yang menyimpulkan atau mengakhiri sebuah karangan, yaitu bagian penutup atau kesimpulan.
  • 12.
    (2) Jenis paragrafdiperhatikan dari sudut pandang sifat tujuan karangan, di antaranya (a) Paragraf eksposisi adalah paragraf yang menginformasikan atau memaparkan pokok masalah. (b) Paragraf argumentative adalah paragaraf yang(b) Paragraf argumentative adalah paragaraf yang mengemukan suatu pikiran dngan alasan logis. (c) Paragraf deskriptif adalah jenis paragraf yang memberikan suatu suasana, area, dan benda.
  • 13.
    (d) Paragraf naratifadalah jenis paragraph yang menceritakan suatu masalah. (e) Paragraf persuasif adalah jenis paragraph yang mempengaruhi atau merajuk orang tentang sesuatu. (3) Jenis paragraph diperhatikan dari posisi kalimat topik dalam paragraf, di antaranya : (a) Paragraf deduktif adalah jenis paragraf yang menempatkan kalimat topik pada awal paragraf.
  • 14.
    (b) Paragraf induktifadalah jenis paragraf yang menempatkan kalimat topik pada akhir paragraf. (c) Paragraf deduktif-induktif adalah jenis paragraf yang menempatkan kalimat topik pada awal dan akhir paragraf. (d) Paragraf tersebar yaitu paragraf yang kalimat utamanya(d) Paragraf tersebar yaitu paragraf yang kalimat utamanya atau gagasan utamanya tersebar pada keseluruhan paragraf.
  • 15.
    (4) Jenis paragrafdiperhatikan dari cara atau metode pengembangan paragraf, di antaranya : (a) Paragraf menerangkan (b) Paragraf merinci (c) Paragraf contoh(c) Paragraf contoh (d) Paragraf pembuktian (e) Paragraf pertanyaan (f) Paragraf perbandingan (g) Paragraf sebab akibat
  • 16.
    Jenis paragraf darisudut pandang satuan karangan : Jenis paragraf dari sudut pandang satuan karangan, yaitu : 1. Paragraf pembuka 2. Paragraf isi 3. Paragraf penutup
  • 17.
    1. Paragraf Pembuka •Paragraf pembuka adalah paragraf yang mengawali sebuah penulisan karangan dengan mengantarkan pokok masalah dalam bagian pendahuluan karangan. • Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menyusun paragraf pembuka karangan. (1) Berfungsi mengantar pokok masalah karangan.(1) Berfungsi mengantar pokok masalah karangan. (2) Sanggup menyiapkan pikiran pembaca pada pokok masalah yang akan dijelaskan. (3) Menggunakan kata-kata yang menarik perhatian pembaca, sehingga mudah memahami pokok masalah yang akan diuraikan. (4) Kalimat dalam bagian ini tidak boleh terlalu panjang karena belum menguraikan pokok pikiran.
  • 18.
    2. Paragraf Isi •Paragraf isi atau paragraf pengembang adalah jenis paragraf yang berfungsi menguraikan atau memperjelas pokok masalah yang akan diuraikan dalam karangan. • Uraian pokok masalah dalam paragraf ini dapat disampaikan dengan berbagai metode pengembangan dan menampilkan hal-hal teknis uraian dalam karangan ilmiah.ilmiah. • Hal-hal yang diperhatikan dalam jenis paragraf ini diantaranya: (1) Mengemukakan pokok masalah dengan jelas dan eksplisit. (2) Perlu dijaga keserasian dan kelogisan antar paragraf.
  • 19.
    (3) Pengambangan paragrafdapat menggunakan jenis paragraf ekspositoris, argumentative, Deskriptif, dan naratif. (4) Memperhatikan hal teknis penulisan seperti(4) Memperhatikan hal teknis penulisan seperti kutipan, sumber kutipan, penggunaan bagan diagram Grafik kurva. (5) Menyiapkan uraian pokok masalah yang disentesiskan sebagai bahan paragraf kesimpulan.
  • 20.
    3. Paragraf Penutup •Paragraf penutup merupakan pernyataan kembali gagasan yang diuraikan atau merupakan jawaban pertanyaan yang terdapat pada paragraph pembuka. • Paragraf ini merupakan akhir sebuah karangan yang dapat disampaikan secara singkat dalam rincian. • Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan• Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan paragraph penutup ini, antara lain : 1) Tidak boleh terlalu panjang. 2) Ditampilkan sebagai cerminan sebuah kesimpulan. 3) Harus mendapat kesan positif dan informasi 4) Pengetahuan yang logis.
  • 21.
    5) Paragraf inidapat berupa jawaban singkat dari uraian atau pertanyaan yang terdapat pada paragraf Pembuka. 6) Paragraf ini jangan lagi menguraikan, mengutip,dan mengemukakan masalah baru. 7) Berdasarkan apa yang disimpulkan dalam paragraf, penulis dapat mengajukan rekomendasi atau 8) Usulan yang berupa saran karena keterbatasan waktu dan dana yang penulis dapatkan.
  • 22.
    Jenis paragraf diperhatikandari sudut pandang sifat tujuan karangan : 1. Deskripsi 2. Eksposisi2. Eksposisi 3. Narasi
  • 23.
    1. Paragraf Deskripsi •Paragraf deskripsi berisi kalimat-kalimat yang mendeskripsikan, menggambarkan sesuatu. • Contoh : Deskripsi kota Bandung pada pagi hari. Bandung masih diselimuti kabut. Orang-orang baruBandung masih diselimuti kabut. Orang-orang baru satu dua yang lalu lalang. Kendaraan hanya kadang- kadang terdengar menderu. Yang tampak dominan adalah para petugas kebersihan kota. Mereka sibuk membersihkan sampah. Mereka bekerja dengan riang. Kadang-kadang mereka bersenandung disela-sela pekerjaannya. Perlahan tapi pasti keramaian kendaraan di jalan bertambah sedikit demi sedikit.
  • 24.
    2. Paragraf Eksposisi •Paragraf eksposisi adalah paragraf yang berusaha menjelaskan sesuatu atau memberikan sesuatu. • Penjelasan atau pemberian seringkali bertolak dari satu definisi. • Contoh : Kota Bandung adalah salah satu ibu kota propinsi dariKota Bandung adalah salah satu ibu kota propinsi dari sekian banyak propinsi di Indonesia, yaitu propinsi Jawa Barat. Kota Bandung dikenal juga sebagai kota Asia Afrika sebab merupakatan kota tempat menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika Pertama. Selain itu, kota Bandung pun memiliki banyak julukan, di antaranya sebagai Paris van Java.
  • 25.
    3. Paragraf Narasi •Paragraf narasi adalah paragraf yang berusaha menceritakan peristiwa demi peristiwa yang dialami seorang tokoh. • Contoh : Hari itu ia telusuri sudut demi sudut kota Bandung yang amat dicintainya seolah-olah tidak mau adayang amat dicintainya seolah-olah tidak mau ada satu pun sudut yang terlewat. Setiap sudut yang disinggahinya menyisahkan kenangan amat mendalam baginya. Mula-mula ia telusuri sudut Setiabudi. Di wilayah ini ia menyimpan amat banyak kenangan. Penelusuran dilanjutkan ke wilayah balai kota dan sekitarnya.
  • 26.
    Di sini punia amat hanyut dengan kenangan bersama-sama sahabatnya, juga kekasihnya. Lalu, ia lanjutkan menyusuri wilayah alun-alun yang sekarang telah berubah total dari masa dua puluh tahun yang lalu. Lagi-lagi ia terhanyut dalam kenangan masalalu. Lagi-lagi ia terhanyut dalam kenangan masa lalunya. Setiap tempat, setiap sudut kota itu, yang ada hanyalah kenangan indah baginya, seluruhnya.
  • 27.
    1. Paragraf deduktifyaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal paragraf. Contoh : Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utamanya Contoh : Kota Bandung adalah kota yang paling kami cintai. Kota ini lebih sejuk dari kota lain yang sama besarnya di Indonesia. Kota ini juga lebih aman dibandingkan kota lainnya. Kota ini lebih kaya ragam budayanya dibanding kota lainnya yang sejenis.
  • 28.
    2. Paragraf induktifyaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak pada akhir paragraf. Contoh : Secara ekonomi, kota ini sangat kondusif untuk berbisnis. Secara budaya, kota ini amat kaya akan ragam budaya etnis. Penduduknya relatif terbuka terhadap unsur etnis yang berbeda-beda dan yangterhadap unsur etnis yang berbeda-beda dan yang memperkayanya. Secara geografis, kota ini terletak di daerah yang relatif tinggi, namun tidak terlalu tinggi yang membuat badan kami membeku seperti es. Artinya, kota ini relatif sejuk. Itulah antara lain tiga hal yang membuat kami merasa amat kerasan tinggal di kota Bandung ini.
  • 29.
    3. Paragraf deduktif-induktifyaitu paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal dan akhir paragraf. Faktor ekonomi, faktor budaya, dan faktor geografislah yang membuat kami amat kerasan tinggal di kota Paris Van Java ini. Secara ekonomis kami merasa amat mudah mencari sesuap nasi di kota ini. Asal kreatif hampir semua hal bisa dijadikan mata pencaharian. Secara budaya kami juga mudah diterima lingkunganSecara budaya kami juga mudah diterima lingkungan masyarakat Sunda, sekalipun kami berasal dari tanah Karo yang terbuka benar kebudayaannya dengan mereka. Mereka amat terbuka menerima pendatang dari mana pun. Secara geografis, kami tidak terlalu kaget dengan hawa kota Bandung yang sejuk, malah kami merasa amat nyaman dibuatnya. Itulah tiga faktor yang membuat kami lagi-lagi amat kerasan tinggal di kota Bandung: faktor ekonomi, faktor budaya, dan faktor geografis.
  • 30.
    4. Paragraf tersebaryaitu paragraf yang kalimat utamanya atau gagasan utamanya tersebar pada keseluruhan paragraf. Contoh : Tiba-tiba langit kota Bandung berubah menjadi gelap gulita. Petirmenyambar-nyambar. Angin menderu Tiba-tiba langit kota Bandung berubah menjadi gelap gulita. Petirmenyambar-nyambar. Angin menderu amat kencang. Listrik mati mendadak. Hujan datang mengguyur amat tiba-tiba. Orang berlarian mencari perlindungan. Klakson berbagai kendaraan berbunyi serempak. Mobil-motor saling bertubrukan. Para sopir saling memaki di antara mereka. Pak polisi kebingungan menertibkan keadaan.
  • 31.
    Koherensi kepaduan/ kekompakanyaitu semua kalimat saling terkait dan tertuju kepada satu pokok penjelasan. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : a. Repetisi kepaduan paragraf dan kata kunci b. Kata ganti menghindari monotoni/ bervariasi c. Kata transisi penyambung antar kalimat
  • 32.
    Contoh Penggunaan Repetisi: Di dalam hidupnya, manusia membutuhkan kasih sayang. Kasih sayang itu dibutuhkan untuk menjaga harmoni hidup. Tanpa kasih sayang dimenjaga harmoni hidup. Tanpa kasih sayang di antara sesama manusia, hidup manusia akan seperti binatang belaka.
  • 33.
    Contoh Penggunaan KataGanti Lukman dan Rumi adalah dua kakak beradik. Mereka tinggal di sebuah komplek perumahan di Bandung Timur. Keduanya hidup rukun.di Bandung Timur. Keduanya hidup rukun. Mereka pergi ke sekolah selalu bersama-sama. Orang tua mereka sangat bahagia melihat keduanya.
  • 34.
    Kata Transisi : Digunakansebagai penghubung antar kalimat sbb: 1. tambahan: lebih lagi, tambah pula, di samping itu,... 2. pertentangan: akan tetapi, bagaimanapun, sebaiknya,... 3. perbandingan: sebagaimana, dalam hal yang demikian 4. akibat/hasil: sebab itu, oleh sebab itu, jadi,...4. akibat/hasil: sebab itu, oleh sebab itu, jadi,... 5. tujuan: untuk itu, untuk maksud itu, supaya,... 6. singkatan, contoh, intensifikasi: singkatnya, dengan kata lain, sesungguhnya,... 7. waktu: sementara itu, kemarin, segera 8. tempat: di sana, berikatan dengan, berdampingan dengan,...
  • 35.
    Contoh Penggunaan KataTransisi Dalam hidup manusia selalu ada kebahagiaan dan kesedihan. Kedua hal itu datang silih berganti. Seperti siang dan malam. Kebahagiaanberganti. Seperti siang dan malam. Kebahagiaan selalu diharap-harap datangnya. Seperti halnya kebahagiaan, kesedihan datang juga walaupun tidak kita harapkan. Ringkasnya, keduanya datang silih berganti.
  • 36.
    Tugas • Tentukan sendirisebuah “Judul karangan”, yang berhubungan dengan teknik elektro. Tidak boleh copy paste • Tuliskan pokok pikiran dari Judul karanganTuliskan pokok pikiran dari Judul karangan tersebut. • Kembangkan tiap pokok pikiran menjadi paragraf. • Gunakan kalimat efektif dalam tiap pragraf. • Hasil karangan maksimum 2 lembar.
  • 37.