Kelompok : 6
AndrieDarmawan` 0211 13017
Dadang 0211 13036
Lolla Thiadora 0211 13075
Ni putri ayu bunga kartika 0211 13076
Silvi Apriliyanti 0211 13086
2.
1. Pengertian Paragraf
Paragrafatau alinea merupakan sekumpulan kalimat yang saling berkaitan
antara kalimat yang satu dengan kalimat yang lain. Paragraf juga disebut sebagai
karangan singkat, karena dalam bentuk inilah penulis menuangkan ide atau
pikirannya sehingga membentuk suatu topik atau tema pembicaraan. Dalam 1
paragraf terdapat beberapa bentuk kalimat, kalimat-kalimat itu ialah kalimat
pengenal, kalimat utama (kalimat topik), kalimat penjelas, dan kalimat penutup.
Kalimat-kalimat ini terangkai menjadi satu kesatuan yang dapat membentuk
suatu gagasan. Panjang pendeknya suatu paragraf dapat menjadi penentu
seberapa banyak ide pokok paragraf yang dapat diungkapkan, terdapat paragraf
induktif dan deduktif.
3.
2. STRUKTUR PARAGRAF
Paragrafterdiri atas kalimat topik atau kalimat pokok dan kalimat penjelas atau kalimat
pendukung. Kalimat topik merupakan kalimat terpenting yang berisi ide pokok
alinea, biasanya ditempatkan secara jelas sebagai kalimat awal suatu paragraf. Sedangkan
kalimat penjelas atau kalimat pendukung berfungsi untuk menjelaskan atau mendukung
ide utama. sehingga ide atau gagasan yang terkandung kalam kalimat utama itu menjadi
semakin jelas.
Ciri kalimat topik adalah:
1. Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci atau diuraikan lebih lanjut
2. Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri
3. Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain
4. Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambung dan frasa transisi.
Ciri kalimat penjelas adalah:
1. (dari segi arti) sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri
2. Arti kalimat kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain
dalam paragraf
3. Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi
4. Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang mendukung kalimat
topik
7.
3. SYARAT-SYARAT PEMBENTUKANPARAGRAF
1. Kesatuan
Kesatuan paragraf ialah semua kalimat yang membangun paragraf secara bersama-sama menyatakan
suatu hal atau suatu tema tertenru. Kesatuan di sini tidak boleh diartikan bahwa paragraf itu memuat
satu hal saja.
2. Kepaduan
Kepaduan (koherensi) adalah kekompakan hubungan antara suatu kalimat dan kalimat yang lain
yang membentuk suatu paragraf kepaduan yang baik tetapi apabila hubungan timbal balik antar
kalimat yang membangun paragraf itu baik, wajar, dan mudah dipahami. Kepaduan sebuah paragraf
dibangun dengan memperhatikan beberapa hal, seperti pengulangan kata kunci, penggunaan kata
ganti, penggunaan transisi, dan kesejajaran(paralelisme).
3. Kelengkapan
Ialah suatu paragraf yang berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup untuk menunjang kalimat
topik. Paragraf yang hanya ada satu kalimat topik dikatakan paragraf yang kurang lengkap. Apabila
yang dikembangkan itu hanya diperlukan dengan pengulangan-pengulangan adalah paragraf yang
tidak lengkap.
4. Panjang Paragraf
Panjang paragraf dalam sebagai tulisan tidak sama, bergantung pada beberapa jauh/dalamnya suatu
Bahasa dan tingkat pembaca yang menjadi sasaran.
Memperhitungkan, 4 hal :
· Penyusunan kalimat topik,
· Penonjolan kalimat topik dalam paragraf,
· Pengembangan detail-detail penjelas yang tepat, dan
· Penggunaan kata-kata transisi, frase, dan alat-alat lain di dalam paragraf.
8.
5. Pola SusunanParagraf
Rangkaian pernyataan dalam paragraf harus disusun menurut pola yang taat asas, pernyataan yang
satu disusun oleh pernyatanyang lain dengan wajar dan bersetalian secara logis. Dengan cara itu
pembaca diajak oleh penulis untuk memahami paragraf sebagai satu kesatuan gagasan yang bulat.
Pola susunannya bermacam-macam, dan yang sering diterapkan dalam tulisan ilmiah. antara lain :
(1) pola runtunan waktu,
(2) pola uraian sebab akibat,
(3) pola perbandingan dan pertentangan,
(4) pola analogi,
(5) pola daftar, dan
(6) pola lain.
Ada tiga teknik pengembangan paragraf :
1. Secara alami
Pengembangan paragraf secara alami berdasarkan urutan ruang dan waktu. Urutan ruang
merupakan urutan yang akan membawa pembaca dari satu titik ke titik berikutnya dalam suatu ruang.
Urutan waktu adalah urutan yang menggambarkan urutan terjadinya peristiwa, perbuatan, atau
tindakan.
2. Klimaks dan Antiklimaks
Pengembangan paragraf teknik ini berdasarkan posisi tertentu dalam suatu rangkaian berupa posisi
yang tertinggi atau paling menojol. Jika posisi yang tertinggi itu diletakkan pads bagian akhir disebut
klimaks. Sebaliknya, jika penulis mengawali rangkaian dengan posisi paling menonjol kemudian
makin lama makin tidak menonjol disebut antiklimaks.
3. Umum Khusus dan Khusus Umum
Dalam bentuk Umum ke Khusus utama diletakkan di awal paragraf, disebut paragraf deduktif. Dalam
bentuk khusus-umum, gagasan utama diletakkan di akhir paragraf, disebut paragraf induktif.
9.
4.Macam-Macam Paragraf
Berdasarkan Jenisnya
1.Paragraf Narasi adalah paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau peristiwa.
Ciri-cirinya: ada kejadian, ada pelaku, dan ada waktu kejadian.
Paragraf narasi juga dapat dibedakan menurut jenis ceritanya, yaitu:
1. Narasi Ekspositoris ialah jenis narasi yang berisikan rangkaian perbuatan yang
disampaikan secara informatif sehingga pembaca mengetahui peristiwa itu secara
tepat.
2. Narasi Sugestif ialah jenis narasi yang hanya mengisahkan suatu hasil
rekaan, khayalan, atau imajinasi pengarang. Jenis karangan ini dapat dilihat pada
roman, cerpen, hikayat, dongeng, dan novel. Narasi sugestif selalu melibatkan daya
khayal atau imajinasi karena sasaran yang ingin dicapai yaitu kesan terhadap
peristiwa.
15.
Berdasarkan Letak KalimatUtamanya
1. Paragraf deduktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok
atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.
2. Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-
penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. Paragraf induktif dapat dibagi ke dalam tiga
jenis, yaitu generalisasi, analogi, dan kausalitas.
3. Paragraf campuran
Paragraf campuran ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal dan akhir paragraf.
Kalimat utama yang terletak diakhir merupakan kalimat yang bersifat penegasan kembali.
Berdasarkan Tujuannya
1. Paragraf pembuka
Paragraf pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas menyiapkan pikiran
pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.
2. Paragraf penghubung
Paragraf penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada pembaca. Secara
fisik, paragraf ini lebih panjang dari pada paragraf pembuka. Sifat paragraf-paragraf penghubung
bergantung pola dari jenis karangannya.
3. Paragraf penutup
Paragraf penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan kembali (untuk
eksposisi) mengenai hal-hal yang dianggap penting.
16.
Berdasarkan Isi
1. Paragrafdeskripsi
Paragraf deskripsi ditandai dengan kalimat utama yang tidak tercantum secara nyata dan tema
paragraf tersirat dalam keseluruhan paragraf. Biasanya dipakai untuk melakukan
sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita.
2. Paragraf proses
Paragraf proses ditandai dengan tidak terdapatnya kalimat utama dan pikiran utamanya tersirat
dalam kalimat-kalimat penjelas yang memaparkan urutan suatu kejadian atau proses, meliputi
waktu, ruang, klimaks dan antiklimaks.
3. Paragraf efektif
Paragraf efektif adalah paragraf yang memenuhi ciri paragraf yang baik. Paragrafnya terdiri atas
satu pikiran utama dan lebuh dari satu pikiran penjelas. Tidak boleh ada kalimat sumbang, harus
ada koherensi antar kalimat.
4. Paragraf contoh
Paragraf contoh adalah pengembangan kalimat topik dalam sebuah paragraf dengan
menggunakan contoh-contoh. Contoh-contoh itu dipakai untuk memperjelas maksud dalam
kalimat topik.
5. Paragraf pertanyaan
Kalimat topik dalam paragraf pertanyaan berbentuk kalimat tanya dan kalimat-kalimat
pengembangan dalam paragraf jenis ini juga biasa merupakan jawaban-jawaban atas
pertanyaan tersebut.
18.
5. Pengembangan Paragraf
Dalampengembangan paragraf ada dua persoalan utama yaitu:
1. Kemampuan memperinci secara maksimalgagasan utama paragraf ke dalam gagasan-
gagasan bawahan.
2. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasanbawahan ke dalam suatu urutan teratur.
Gagasan utama biasanya didukung oleh kalimat topik. Gagasan-gagasan bawahan dapat
didukung masing-masing oleh sebuah kalimat atau lebih. Adapun juga kemungkinan
bahwa semua gagasan bawahan sudah tercakup dalam kalimat topik.
Contoh:
Kerangka Paragraf
Gagasan Pokok : Keindahan alam di Batu Malang
Gagasan Penunjang : manusia telah mengubah segala-galanya
- hutan,sawah, dan ladang tergusur
- pohon tidak ada
- pagar bunga sudah diganti
- gedung merah dibangun