Pengembangan Paragraf 
Adhitya Dharmawan (10112225) 
Fauzan Hilmy (12112820) 
Helmi J Rakasiwi (13112374) 
SoftSkill Bahasa Indonesia 
3ka08 
Universitas Gunadarma 
2014
2 
1.Paragraf 
 Paragraf disebut juga alinea. Kata paragraf diserap dalam bahasa Indoensia dari 
bahasa Inggris paragraph, sedangkan alinea diserap dari bahasa Belanda dengan 
ejaan yang sama. Kata alenia bahasa Belanda itu sendiri berasal dari bahasa latina 
lenia yang berarti ‘mulai dari baris baru’. Adapun bahasa Inggris paragraphberasal 
dari bahasa Yunani para yang berarti ‘sebelum’ dan grafein yang berarti ‘menulis; 
menggores’.Pada mulanya paragraf atau alenia tidak dituliskan terpisah dengan 
mulai garis baru seperti yang kita kenal sekarang, tetapi dituliskan menyatu dalam 
sebuah teks dengan menggunakan tanda sebagai ciri awal paragraf (Sakri 1992:1). 
 Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau 
topik.Paragraf merupakan perpaduan kalimat-kalimat yang memperlihatkan kesatuan 
pikiran atau kalimat-kalimat yang berkaitan dalam membentuk gagasan atau topik 
tersebut.Sebuah paragraf mungkin terdiri atas sebuah kalimat, mungkin terdiri atas 
dua buah kalimat, mungkin juga lebih dari dua buah kalimat. Bahkan sering kita 
temukan sebuah paragraf terdiri atas lebih dari lima buah kalimat. Meskipun paragraf 
terdiri atas beberapa kalimat, tidak satu pun dari kalimat-kalimat itu yang 
membicarakan soal lain. 
 Seluruh paragraf memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya 
bertalian erat dengan masalah itu (Arifin 1988:125).Jadi, paragraf adalah bagian-bagian 
karangan yang terdiri atas kalimat-kalimat yang berhubungan secara utuh dan 
padu serta merupakan satu kesatuan pikiran.
3 
2.Gagasan Utama Paragraf 
 Dalam karya tulis, sebuah paragraf hendaknya memiliki sebuah gagasan 
utama.Gagasan utama tersebut dituang dalam sebuah kalimat topik. 
Setelah penetapan kalimat topik, barulah penulis mengembangkan 
paragraf itu dengan gagasan-gagasan bawahan yang akan menunjang atau 
menjelaskan kalimat topik tersebut. Gagasan bawahan tertampung dalam 
kalimat-kalimat penunjang. Paragraf akan ditutup oleh sebuah kalimat 
penutup atau kalimat pengalih (yang akan mengalihkan perhatian pembaca 
kepada paragraf selanjutnya). 
 Panjang sebuah paragraf bervariasi, bergantung dari gagasan utama yang 
akan digarap dalam paragraf tersebut. Akan tetapi, minimal, dalam karya 
ilmiah, sebuah paragraf terdiri atas tiga kalimat.Kalimat-kalimat tersebut 
ialah (1) kalimat topik, (2) kalimat penunjang, dan (3) kalimat penutup atau 
pengalih.
4 
3.Syarat Paragraf Yang Baik 
 Paragraf yang baik hendaknya memenuhi dua syarat, yaitu (1) kesatuan 
dan (2) kepaduan (Arifin 1988:126; Soedjito 1991:30).Selanjutnya Sakri 
(1992:2) menambahkan ciri ketiga paragraf yang baik, yakni memiliki isi 
yang memadai.Berikut ini diuraikan secara rinci. 
 A. Kesatuan 
 Fungsi paragraf adalah untuk mengembangkan gagasan pokok 
tersebut.Untuk itu, di dalam pengembangannya, uraian-uraian dalam 
sebuah paragraf tidak boleh menyimpang dari gagasan pokok tersebut. 
Dengan kata lain, uraian-uraian dalam sebuah paragraf diikat oleh satu 
gagasan pokok dan merupakan satu kesatuan. Semua kalimat yang 
terdapat dalam sebuah paragraf harus terfokus pada gagasan pokok. 
 B. Kepaduan 
 Kepaduan paragraf dapat dilihat dari penyusunan kalimat secara logis dan 
dari ungkapan-ungkapan (kata-kata) pengait antarkalimat. Urutan yang logis 
akan terlihat dalam susunan kalimat-kalimat dalam paragraf itu. Dalam 
paragraf itu tidak ada kalimat yang sumbang atau keluar dari permasalahan 
yang dibicarakan.
5 
3.Syarat Paragraf Yang Baik 
 Ungkapan pengait antarkalimat dapat berupa ungkapan penghubung 
transisi. Beberapa kata transisi yang dapat digunakan untuk 
menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain adalah 
sebagai berikut. 
 Hubungan tambahan: lebih lagi, selanjutnya, tambahan pula, di samping itu, 
lalu, berikutnya, demikian pula, begitu juga, lagi pula. 
 Hubungan pertentangan: akan tetapi, namun, bagaimanapun, walaupun 
demikian, sebaliknya, meskipun begitu, lain halnya. 
 Hubungan perbandingan: sama dengan itu, dalam hal yang demikian, 
sehubungan dengan itu. 
 Hubungan akibat: oleh sebab itu, jadi, akibatnya, maka. 
 Hubungan tujuan: untuk itu, untuk maksud itu. 
 Hubungan singkatan: singkatnya, pendeknya, akhirnya, pada umumnya, 
dengan kata lain, sebagai simpulan. 
 Hubungan waktu: sementara itu, segera setelah itu, beberapa saat 
kemudian.
6 
3.Syarat Paragraf Yang baik 
 Hubungan tempat: berdekatan dengan itu. 
 C. Isi yang memadai 
 Sebuah paragraf dikatan memiliki isi yang memadai jika memiliki 
sejumlah rincian yang terpilih dengan patut sebagai pendukung pokok 
pikiran paragraf. Pembaca berharap akan menemukan semua informasi 
yang kerkaitan dengan pokok pikiran paragraf secara memadai. 
Pembaca akan kecewa bila gagasan yang terkandung dalam sebuah 
paragraf tidak jelas atau tidak didukung dengan rincian yang memadai. 
Paragraf yang hanya terdiri atas satu atau dua kalimat, jelas tidak 
memadai dalam hal isi.Paling tidak kalimat utama dijelaskan oleh 
beberapa kalimat penjelas.
7 
4.Pengembangan Paragraf 
 Mengarang adalah mengembangkan beberapa kalimat topik.Dalam karangan itu kita 
harus mengembangkan paragraf demi paragraf.Oleh karena itu, kita harus dapat 
menempatkan kalimat topik. 
 Salah satu cara berlatih mengembangkan paragraf dapat dilakukan dengan membuat 
kerangka paragraf dahulu sebelum menulis paragraf itu. Dan kerangka paragraf itu 
terdiri dari gagasan pokok dan gagasan penunjang. 
 Paragraf dibangun oleh lebih dari satu kalimat.Pengembangan paragraf adalah 
perincian dan pengurutan pikiran yang terpadu yang diwujudkan melalui penataan 
kalimat-kalimat. Penggunaan kalimat topik yang tepat akan memudahkan pembaca 
membuat ringkasan dari sebuah karya tulis. 
 Kalimat-kalimat penunjang akan mengembangkan gagasan yang terdapat dalam 
kalimat topik. Dalam ringkasan kalimat-kalimat penunjang ini dapat diabaikan.Oleh 
karena itu, ada tiga persoalan yang tercakup di dalamnya. 
 
 kemampuan menentukan dan meletakkan kalimat topik secara tepat. 
 kemampuan memerinci secara maksimal gagasan utama paragraf ke dalam gagasan 
bawahan. 
 kemampuan mengurutkan gagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur.
8 
5.Teknik Atau Pola 
Pengembangan Paragraf 
 Secara garis besar teknik pengembangan paragraf ada dua macam.Teknik 
pertama, menggunakan “ilustrasi“.Apa yang dikatakan kalimat topik itu 
dilukiskan dan digambarkan dengan kalimat-kalimat penjelas sehingga di 
depan pembaca tergambar dengan nyata apa yang dimaksud oleh penulis. 
Teknik kedua, dengan “analisis”, yaitu apa yang dinyatakan kalimat topik 
dianalisis secara logika sehingga penyataan tadi merupakan suatu yang 
meyakinkan. 
 Dalam praktek pengembangan paragraf, kedua teknik di atas dapat dirinci 
lagi menjadi beberapa cara yang lebih praktis, di antaranya dengan 
 Memaparkan hal-hal yang khusus (umum-khusus/khusus-umum), 
 Memberikan contoh, 
 Menampilkan fakta-fakta, 
 Memberikan alasan-alasan, dan 
 Dengan bercerita, definisi luas, atau campuran. Ketiga cara tersebut dapat 
dilihat pada contoh-contoh berikut
9 
5.Teknik Atau Pola 
Pengembangan Paragraf 
A. Pengembangan Paragraf dengan Memaparkan Hal-Hal Khusus 
 Kalimat Utama ditulis pada awal paragraf, kemudian diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas.Berikut 
ini contoh pengembangan paragraf dengan memaparkan hal-hal khusus. 
 Contoh: 
 Semua isi alam ini ciptaan Tuhan.Ciptaan Tuhan yang paling berkuasa di dunia ini 
adalah manusia.Manusia diizinkan oleh Tuhan memanfaatkan isi alam ini sebaik-baiknya.Akan 
tetapi, tidak diizinkan menyiksa, mengabaikan, dan menyia-nyiakan. 
 Paragraf seperti ini dinamakan paragraf deduktif.Paragraf-paragraf dalam karya ilmiah umumnya 
berbentuk deduktif. 
 Selain itu, paragraf dapat disusun dengan cara mengembangkan ide pokok secara khusus-umum. 
Berikut ini contoh pengembangan paragraf khusus-umum 
 Contoh: 
 Sudah beberapa kali Pancasila dirongrong bahkan hendak diubah dan dipecah-pecah.Namun, 
setiap usaha yang hendak mengubah, merongrong, dan memecah-mecah itu ternyata gagal. 
Betapa pun usaha itu dipersiapkan dengan cara yang teliti dan matang, semuanya dapat 
dihancurleburkan. Bukti yang lalu meyakinkan kita bahwa Pancasila benar-benar sakti, tidak 
dapat diubah dan dipecah-pecah. 
 Paragraf seperti ini dinamakan paragraf induktif.Mula-mula dikemukakan hal-hal khusus 
kemudian dipaparkan hal umum yang merupakan pikiran pokok.
10 
5.Teknik Atau Pola 
Pengembangan Paragraf 
B. Pengembangan Paragraf dengan Pemberian Contoh 
Dalam jenis pengembangan ini dikemukakan suatu pernyataan, kemudian disebutkan 
rincian-rincian berupa contoh-contoh kongkret. Berikut ini contoh pengembangan 
paragraf dengan memberikan contoh-contoh: 
 Kesalahan dalam penulisan karya ilmiah, pada umumnya terletak pada pemilihan 
kata (diksi) dan penyusunan kalimat efektif. Kesalahan pemilihan kata yang tepat, di 
antaranya digunakannya kata sering, mungkin, kadang-kadang, 
sangat, danmemang yang mengarah pada ketidakyakinan penulis akan hal yang 
dikemukakan. Adapun kesalahan penyusunan kalimat efektif, misalnya menulis 
kalimat yang panjang yang di dalamnya terdapat kata yang tidak perlu, seperti 
penulisan kata dapat, telah, dan adalah pada kalimat Dalam bab ini dapat dituliskan 
dua hal yang telah menjadi temuan penelitian ini adalah sebagai berikut. 
 Untuk itu dalam menggunakan cara ini, penulis hendaknya pandai memilih contoh-contoh 
yang umum, representatif, dan dapat mewakili keadaan sebenarnya.
11 
5.Teknik Atau Pola 
Pengembangan Paragraf 
C. Pengembangan Paragraf dengan Menampilkan Fakta-Fakta 
 Pengembangan paragraf dengan cara ini mula-mula dikemukakan pendapat umum yang menjadi pikiran pokok 
kemudian kalimat-kalimat penjelas yang merupakan fakta-fakta yang meyakinkan pendapat tersebut. Berikut ini 
contoh pengembangan paragraf dengan cara tersebut: 
 Banyak ilmuwan Indonesia yang tidak dapat menggunakan paragraf secara efektif.Kagagalan ini terjadi karena 
tidak dipahaminya fungsi paragraf sebagai pemersatu kalimat-kalimat yang koheren serta berhubungan secara 
sebab dan akibat untuk menjelaskan suatu kesatuan gagasan atau tema.Oleh karena itu, sering dijumpai tulisan 
yang sukar dipahami sebab tidak jelas pemisahan bagian-bagiannya untuk menghasilkan argumen yang 
meyakinkan. 
D. Pengembangan Paragraf dengan Memberikan Alasan-Alasan 
 Alasan-alasan yang digunakan untuk mengembangkan paragraf jenis ini dapat berupa sebab-akibat atau akibat-sebab. 
Dalam pengembangan jenis sebab-akibat, lebih dahulu dikemukakan fakta yang menjadi sebab terjadinya 
sesuatu kemudian diikuti rincian-rincian sebagai akibatnya.Dalam hal ini, sebab merupakan pikiran utama, 
sedangkan akibat merupakan pikiran-pikiran penjelas. 
 Contoh: 
 (1) Kemampuan menyusun paragraf yang baik adalah modal kesuksesan bagi mahasiswa. (2) Ia dapat 
mengungkapkan ide atau gagasannya dengan jelas kepada dosen atau kepada partisipan ketika berdiskusi. (3) 
Tugas-tugas juga terbaca dan dapat dipahami dengan cepat oleh dosen karena ide, gagasan, maupun 
argumentasinya dipaparkan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang singkat, padat, dan jelas. (4) Dosen tidak 
segan memberikan nilai yang bagus karena tidak memusingkan kepala ketika memeriksa dan argumentasinya 
jelas meskipun kurang tepat. 
 Paragraf tersebut tergolong paragraf deduktif. Kalimat (1) merupakan sebab, sedangkan kalimat (2), (3), dan (4) 
merupakan akibat.
12 
5.Teknik Atau Pola 
Pengembangan Paragraf 
 Dalam suatu rentetan proses, peristiwa kedua yang semula sebagai akibat itu dapat menjadi sebab pada 
peristiwa ketiga. Demikian seterusnya sehingga proses itu menjadi rentetan sebab-akibat yang panjang. Contoh 
pengembangan paragraf jenis ini sebagai berikut: 
 Ketidakjelasan dalam mengemukakan pendapat atau maksud penulis atau pembicara kepada pembaca atau 
penulis dapat mengakibatkan terjadinya konflik. Konflik itu terjadi karena pesan yang disampaikan pembicara 
atau penulis ditangkap lain oleh pendengar atau pembaca. Pendengar atau pembaca menyampaikan pesan yang 
ditangkapnya kepada yang bersangkutan.Orang yang bersangkutan tidak terima dan membalasnya. 
 Kebalikan pengembangan sebab-akibat ialah akibat-sebab.Dalam hal ini, akibat suatu kejadian merupakan 
pikiran-pikiran utama, sedangkan sebab merupakan pikiran penjelas. 
 Dia terpaksa tidak melanjutkan kuliahnya di Unnes.Sudah beberapa bulan ibunya sakit.Ayahnya sudah 
meninggal satu tahun yang lalu.Adik-adiknya masih kecil.Sementara ibunya membutuhnya biaya pengobatan. 
Untuk itu, terpaksa ia harus meninggalkan kuliahnya karena harus bekerja. 
E. Pengembangan Paragraf dengan Perbandingan 
 Dalam jenis pengembangan ini dipaparkan semua persamaan dan atau perbedaan tentang dua atau lebih 
objek/gagasan.Paragraf berikut merupakan paragraf yang dikembangkan dengan perbandingan. 
 Contoh A: 
 (1) Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal cipta sastra yang disebut pantun dan syair. (2) Kedua cipta 
sastra itu berbentuk puisi dan tergolong hasil sastra lama. (3) Kedua puisi lama itu jumlah baris-barisnya sama, 
yaitu empat baris. (4) Baik pantun maupun syair seperti pada bentuk aslinya, tidak kita jumpai pada cipta sastra 
masa kini. (5) Kalau pun ada, biasanya hanya dalam nyanyian saja. 
 Pada pengembangan contoh A di atas dipaparkan perbandingan pantun dan syair dari segi persamaan-persamannya. 

13 
5.Teknik Atau Pola 
Pengembangan Paragraf 
Contoh B: 
 (1) Pantun dan syair mempunyai beberapa perbedaan. (2) Perbedaannya terlihat jelas pada sajaknya. (3) Pantun 
bersajak silang (abab), sedangkan syair bersajak sama (aaaa). (4) Selain itu, dua baris pertama pada pantun 
hanya berupa sampiran, sedangkan isinya terletak pada baris ketiga dan keempat. (5) Pada syair yang tidak ada 
sampiran, keempat barisnya mengandung isi yang saling bertautan. 
 Pada pengembangan contoh B di atas, dipaparkan perbandingan pantun dan syair dari segi perbedaan-perbedaannya. 
Contoh C: 
 (1) Pantun dan syair mempunyai beberapa persamaan dan perbedaan. (2) Keduanya tergolong puisi lama yang 
terdiri atas empat baris. (3) Pada syair keempat barisnya merupakan isi, sedangkan pada pantun isinya terletak 
pada baris ketiga dan keempat. (5) Pantun berasal dari bumi Indonesia, sedangkan syair berasal dari sastra 
Arab. 
 Pada pengembangan contoh C di atas, perbandingan dipaparkan dengan persamaan–kalimat (2)–dan 
perbedaan-perbedaan–kalimat (3), (4), dan (5). 
 Pengembangan dan perbandingan dapat disusun dengan dua cara. Cara pertama, mula-mula dituliskan semua 
rincian tentang hal I, kemudian rincian semua hal II.Jadi, rincian masing-masing disebutkan secara 
terpisah.Paragraf itu seolah-olah terbagi atas dua bagian, yaitu bagian I + rincian-rinciannya, dan bagian II + 
rincian-rinciannya juga. 
 Pengembangan dengan perbandingan cara kedua ialah rincian-rincian hal I, itu dituliskan tidak terpisah, artinya 
selalu dalam satu kalimat, dan seterusnya. Lihat pengembangan contoh c, kalimat (3), (4), dan (5). Rincian-rincian 
yang disebutkan dalam cara kedua itu harus sejajar. Dalam praktek mengarang lebih banyak digunakan 
cara yang kedua sebab persamaan dan perbedaan dua hal yang dibandingkan itu lebih mudah dipahami dan 
diingat. Sebab itu, hendaklah dipakai cara kedua.
14 
5.Teknik Atau Pola 
Pengembangan Paragraf 
F. Pengembangan Paragraf dengan Definisi Luas 
 Definisi luas (definisi formal yang diperluas) dapat dipakai untuk 
mengembangkan pokok pikiran.Semua penjelasan atau uraian menuju pada 
perumusan definisi itu.Berikut contoh pengembangan paragraf dengan 
definisi luas. 
 Karangan eksposisi adalah karangan yang berusaha menerangkan suatu 
hal atau sesuatu gagasan.Dalam memaparkan sesuatu, kita dapat 
menjelaskan dan memberi keterangan belaka, dapat pula mengembangkan 
sebuah gagasan sehingga menjadi luas dan gampang dimengerti.Panjang 
karangan tidak dibatasi, bergantung pada kemampuan pengarang dalam 
memaparkan atau memberikan penjelasan ide atau gagasan yang 
disampaikan. 
 Pengembangan dengan definisi luas tidak hanya berupa paragraf, bahkan 
dapat pula berupa sebuah buku. Meskipun demikian, dasar-dasar definisi 
tetap sama.
15 
5.Teknik Atau Pola 
Pengembangan Paragraf 
G. Pengembangan Paragraf dengan Campuran 
 Dalam jenis pengembangan ini, rincian-rincian terhadap kalimat utama terdiri atas campuran dari 
dua atau lebih cara pengembangan paragraf. Jadi, misalnya terdapat campuran umum-khusus 
dengan sebab akibat, sebab-akibat dengan perbandingan, contoh-contoh dengan perbandingan, 
dan sebagainya.Berikut contoh pengembangan paragraf jenis ini. 
 Bahasa tutur ialah bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari, terutama dalam 
percakapan. 
 Pada umumnya bersahaja/sederhana dan singkat bentuknya. 
 Kata-kata yang digunakan tidak banyak macam dan jumlahnya. 
 Lagi pula hanya menggunakan kata-kata yang lazim dipakai sehari-hari. 
 Untuk itu, digunakan kata kata tutur, yaitu kata yang hanya boleh dipakai dalam bahasa tutur, 
misalnya bilang, bikin, sendirian, nggak, emang, dipikirin, dan sebagainya. 
 Sering pula kata-katanya dibentuk secara salah, misalnya dibikin betul (dibetulkan), belum 
lihat (belum melihat), merobah (mengubah), dan sebagainya. 
 Lafalnya pun sering menyimpang dari lafal yang umum, misalnya: dapet 
(dapat), malem (malam), ampat (empat), dipersilahkan (dipersilakan), dan sebagainya. 
 Bahkan sering juga menggunakan urutan kata yang menyimpang dari bahasa umum, misalnya 
ini hari, itu orang, lain hari, lain kali, dan sebagainya.
16 
6.Metode Pengembangan Paragraf Yang 
Sering Ditemukan Dalam Berbagai 
Berbagai Keterangan 
1) Sudut Pandang. Untuk memperkaya sebuah uraian atau berita, kita dapat 
menguraikan hasil penyerapan pancaindera kita. Sudut pandang akan memerikan 
seseorang, sebuah ruang, suasana, sebuah benda, atau perasaan. Dengan 
demikian, kita dapat membangun suasana hati pembaca. 
2) Contoh. Sebuah gagasan bisa menjadi jelas jika diperkuat dengan beberapa contoh 
atau ilustrasi. Contoh itu dapat pula diuraikan dalam sebuah narasi atau deskripsi 
yang kuat, misalnya. 
3) Klimaks dan Antiklimaks. Paragraf diawali dengan gagasan bawahan yang tidak 
terlalu penting, diikuti oleh kalimat-kalimat yang berangsur-angsur meningkat 
kepentingannya.Paragraf diakhiri oleh kalimat yang paling tinggi tingkat 
kepentingannya.Secara logis, perkembangan paragraf seperti ini disebut sebagai 
pengembangan paragraf yang induktif.Sebaliknya, pengembangan paragraf yang 
antiklimaks dibangun oleh kalimat-kalimat yang berkurang kepentingannya. Paragraf 
ini akan diawali oleh kalimat yang paling tinggi tingkat kepentingannya, diikuti oleh 
kalimat-kalimat yang berangsur-angsur berkurang kepentingannya. Secara logis, 
pengembangan paragraf seperti ini disebut sebagai pengembangan deduktif.
17 
6.Metode Pengembangan Paragraf Yang 
Sering Ditemukan Dalam Berbagai 
Berbagai Keterangan 
4) Definisi Luas. Paragraf seperti ini biasanya menguraikan sebuah gagasan yang 
abstrak atau istilah yang menimbulkan kontroversi yang membutuhkan 
penjelasan.Jenis tulisan dalam paragraf seperti ini adalah eksposisi. 
5) Klasifikasi. Berbeda dari analisis atau uraian, pengembangan ini berusaha 
mengelompokkan berbagai hal yang dianggap memiliki kesamaan ke dalam satu 
kategori. Dengan demikian, hubungan di antara berbagai hal itu menjadi 
jelas.Paragraf dengan pengembangan klasifikasi ini juga merupakan jenis tulisan 
eksposisi. 
6) Perbandingan dan Pertentangan. Perbandingan dan pertentangan dapat digunakan 
secara bersamaan atau terpisah. Dalam perkembangan paragraf ini, unsur-unsur 
yang sama dari dua hal atau lebih diungkapkan dan diuraikan, diikuti dengan unsur-unsur 
yang membedakan dua hal atau lebih. Hal yang perlu diperhatikan adalah 
bahwa perbandingan dan pertentangan itu dilakukan berdasarkan tolok ukur yang 
sama. Pengembangan paragraf itu merupakan sebuah cara agar pembaca sampai 
pada suatu penilaian yang relatif sama mengenai dua hal atau lebih. Jenis tulisan 
yang digunakan di sini adalah jenis tulisan eksposisi.
18 
6.Metode Pengembangan Paragraf Yang 
Sering Ditemukan Dalam Berbagai 
Berbagai Keterangan 
7) Analogi. Dalam pengembangan paragraf analogis, uraian didasarkan pada 
kesamaan dari dua hal atau lebih. Dua hal atau lebih dibandingkan secara sistematis 
untuk menemukan hal-hal yang sama. Hal dibandingkan dapat berasal dari kategori 
yang sama atau, bahkan, dari satu atau beberapa kelas yang berbeda. Jenis tulisan 
yang digunakan di sini adalah tulisan eksposisi. 
8) Sebab-Akibat. Dalam paragraf ini diuraikan hal-hal yang menyebabkan suatu 
peristiwa terjadi atau, sebaliknya, diuraikan dahulu sebuah akibat baru diikuti oleh 
penyebabnya. Jenis karangan yang digunakan di sini dapat berupa jenis narasi atau 
eksposisi 
9) Proses. Pengembangan paragraf ini menguraikan proses bagaimana sesuatu terjadi 
atau terwujud. Jadi, dalam pengembangan ini ada urutan dari tindakan-tindakan 
untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu; atau urutan suatu 
peristiwa.Pengembangan paragraf ini juga dapat diisi dengan kalimat-kalimat yang 
menguraikan sesuatu ke dalam unsur-unsur yang membangunnya agar pembaca 
dapat lebih mudah memahami hal itu.Jenis karangan yang digunakan dalam 
pengembangan paragraf ini adalah eksposisi.
19 
6.Metode Pengembangan Paragraf Yang 
Sering Ditemukan Dalam Berbagai 
Berbagai Keterangan 
10) Umum-Khusus dan Khusus-Umum. Kedua cara pengembangan paragraf ini 
merupakan cara yang paling umum digunakan. Dalam pengembangan Umum- 
Khusus, gagasan utama atau kalimat topik diletakkan di awal paragraf, diikuti oleh 
kalimat-kalimat yang mengalndung gagasan bawahan.Secara logis, pengembangan 
paragraf seperti ini disebut sebagai pengembangan deduktif.Dalam pengembangan 
Khusus-Umum, gagasan utama diletakkan di akhir paragraf dengan sebuah kalimat 
kesimpulan.Paragraf diawali oleh kalimat-kalimat yang mengandung gagasan 
bawahan.Secara logis, perkembangan paragraf seperti ini disebut sebagai 
pengembangan paragraf yang induktif.Dapat pula, dilakukan variasi dengan 
menggabungkan kedua jenis pengembangan paragraf ini ke dalam sebuah 
paragraf.Jadi, paragraf diawali dengan sebuah kalimat topik yang umum diikuti 
dengan kalimat-kalimat yang mengandung gagasan bawahan.Kemudian, paragraf 
diakhiri dengan sebuah kalimat topik lagi yang bersifat menyimpulkan.Dengan 
demikian, secara logis, paragraf dikembangkan secara deduktif-induktif.
20 
Daftar Pusaka 
 http://evo3cx.wordpress.com/2013/10/08/pengembangan-paragraf/ 
 http://mahergabayu.blogspot.com/2011/01/paragraf-dan-pengembangan-paragraf.html 
 http://arkhodz.wordpress.com/b-indonesia/pertemuan-8-teknik-pengembangan-paragraf/

Pengembangan paragraf

  • 1.
    Pengembangan Paragraf AdhityaDharmawan (10112225) Fauzan Hilmy (12112820) Helmi J Rakasiwi (13112374) SoftSkill Bahasa Indonesia 3ka08 Universitas Gunadarma 2014
  • 2.
    2 1.Paragraf Paragraf disebut juga alinea. Kata paragraf diserap dalam bahasa Indoensia dari bahasa Inggris paragraph, sedangkan alinea diserap dari bahasa Belanda dengan ejaan yang sama. Kata alenia bahasa Belanda itu sendiri berasal dari bahasa latina lenia yang berarti ‘mulai dari baris baru’. Adapun bahasa Inggris paragraphberasal dari bahasa Yunani para yang berarti ‘sebelum’ dan grafein yang berarti ‘menulis; menggores’.Pada mulanya paragraf atau alenia tidak dituliskan terpisah dengan mulai garis baru seperti yang kita kenal sekarang, tetapi dituliskan menyatu dalam sebuah teks dengan menggunakan tanda sebagai ciri awal paragraf (Sakri 1992:1).  Paragraf adalah seperangkat kalimat yang membicarakan suatu gagasan atau topik.Paragraf merupakan perpaduan kalimat-kalimat yang memperlihatkan kesatuan pikiran atau kalimat-kalimat yang berkaitan dalam membentuk gagasan atau topik tersebut.Sebuah paragraf mungkin terdiri atas sebuah kalimat, mungkin terdiri atas dua buah kalimat, mungkin juga lebih dari dua buah kalimat. Bahkan sering kita temukan sebuah paragraf terdiri atas lebih dari lima buah kalimat. Meskipun paragraf terdiri atas beberapa kalimat, tidak satu pun dari kalimat-kalimat itu yang membicarakan soal lain.  Seluruh paragraf memperbincangkan satu masalah atau sekurang-kurangnya bertalian erat dengan masalah itu (Arifin 1988:125).Jadi, paragraf adalah bagian-bagian karangan yang terdiri atas kalimat-kalimat yang berhubungan secara utuh dan padu serta merupakan satu kesatuan pikiran.
  • 3.
    3 2.Gagasan UtamaParagraf  Dalam karya tulis, sebuah paragraf hendaknya memiliki sebuah gagasan utama.Gagasan utama tersebut dituang dalam sebuah kalimat topik. Setelah penetapan kalimat topik, barulah penulis mengembangkan paragraf itu dengan gagasan-gagasan bawahan yang akan menunjang atau menjelaskan kalimat topik tersebut. Gagasan bawahan tertampung dalam kalimat-kalimat penunjang. Paragraf akan ditutup oleh sebuah kalimat penutup atau kalimat pengalih (yang akan mengalihkan perhatian pembaca kepada paragraf selanjutnya).  Panjang sebuah paragraf bervariasi, bergantung dari gagasan utama yang akan digarap dalam paragraf tersebut. Akan tetapi, minimal, dalam karya ilmiah, sebuah paragraf terdiri atas tiga kalimat.Kalimat-kalimat tersebut ialah (1) kalimat topik, (2) kalimat penunjang, dan (3) kalimat penutup atau pengalih.
  • 4.
    4 3.Syarat ParagrafYang Baik  Paragraf yang baik hendaknya memenuhi dua syarat, yaitu (1) kesatuan dan (2) kepaduan (Arifin 1988:126; Soedjito 1991:30).Selanjutnya Sakri (1992:2) menambahkan ciri ketiga paragraf yang baik, yakni memiliki isi yang memadai.Berikut ini diuraikan secara rinci.  A. Kesatuan  Fungsi paragraf adalah untuk mengembangkan gagasan pokok tersebut.Untuk itu, di dalam pengembangannya, uraian-uraian dalam sebuah paragraf tidak boleh menyimpang dari gagasan pokok tersebut. Dengan kata lain, uraian-uraian dalam sebuah paragraf diikat oleh satu gagasan pokok dan merupakan satu kesatuan. Semua kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf harus terfokus pada gagasan pokok.  B. Kepaduan  Kepaduan paragraf dapat dilihat dari penyusunan kalimat secara logis dan dari ungkapan-ungkapan (kata-kata) pengait antarkalimat. Urutan yang logis akan terlihat dalam susunan kalimat-kalimat dalam paragraf itu. Dalam paragraf itu tidak ada kalimat yang sumbang atau keluar dari permasalahan yang dibicarakan.
  • 5.
    5 3.Syarat ParagrafYang Baik  Ungkapan pengait antarkalimat dapat berupa ungkapan penghubung transisi. Beberapa kata transisi yang dapat digunakan untuk menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat yang lain adalah sebagai berikut.  Hubungan tambahan: lebih lagi, selanjutnya, tambahan pula, di samping itu, lalu, berikutnya, demikian pula, begitu juga, lagi pula.  Hubungan pertentangan: akan tetapi, namun, bagaimanapun, walaupun demikian, sebaliknya, meskipun begitu, lain halnya.  Hubungan perbandingan: sama dengan itu, dalam hal yang demikian, sehubungan dengan itu.  Hubungan akibat: oleh sebab itu, jadi, akibatnya, maka.  Hubungan tujuan: untuk itu, untuk maksud itu.  Hubungan singkatan: singkatnya, pendeknya, akhirnya, pada umumnya, dengan kata lain, sebagai simpulan.  Hubungan waktu: sementara itu, segera setelah itu, beberapa saat kemudian.
  • 6.
    6 3.Syarat ParagrafYang baik  Hubungan tempat: berdekatan dengan itu.  C. Isi yang memadai  Sebuah paragraf dikatan memiliki isi yang memadai jika memiliki sejumlah rincian yang terpilih dengan patut sebagai pendukung pokok pikiran paragraf. Pembaca berharap akan menemukan semua informasi yang kerkaitan dengan pokok pikiran paragraf secara memadai. Pembaca akan kecewa bila gagasan yang terkandung dalam sebuah paragraf tidak jelas atau tidak didukung dengan rincian yang memadai. Paragraf yang hanya terdiri atas satu atau dua kalimat, jelas tidak memadai dalam hal isi.Paling tidak kalimat utama dijelaskan oleh beberapa kalimat penjelas.
  • 7.
    7 4.Pengembangan Paragraf  Mengarang adalah mengembangkan beberapa kalimat topik.Dalam karangan itu kita harus mengembangkan paragraf demi paragraf.Oleh karena itu, kita harus dapat menempatkan kalimat topik.  Salah satu cara berlatih mengembangkan paragraf dapat dilakukan dengan membuat kerangka paragraf dahulu sebelum menulis paragraf itu. Dan kerangka paragraf itu terdiri dari gagasan pokok dan gagasan penunjang.  Paragraf dibangun oleh lebih dari satu kalimat.Pengembangan paragraf adalah perincian dan pengurutan pikiran yang terpadu yang diwujudkan melalui penataan kalimat-kalimat. Penggunaan kalimat topik yang tepat akan memudahkan pembaca membuat ringkasan dari sebuah karya tulis.  Kalimat-kalimat penunjang akan mengembangkan gagasan yang terdapat dalam kalimat topik. Dalam ringkasan kalimat-kalimat penunjang ini dapat diabaikan.Oleh karena itu, ada tiga persoalan yang tercakup di dalamnya.   kemampuan menentukan dan meletakkan kalimat topik secara tepat.  kemampuan memerinci secara maksimal gagasan utama paragraf ke dalam gagasan bawahan.  kemampuan mengurutkan gagasan bawahan ke dalam suatu urutan yang teratur.
  • 8.
    8 5.Teknik AtauPola Pengembangan Paragraf  Secara garis besar teknik pengembangan paragraf ada dua macam.Teknik pertama, menggunakan “ilustrasi“.Apa yang dikatakan kalimat topik itu dilukiskan dan digambarkan dengan kalimat-kalimat penjelas sehingga di depan pembaca tergambar dengan nyata apa yang dimaksud oleh penulis. Teknik kedua, dengan “analisis”, yaitu apa yang dinyatakan kalimat topik dianalisis secara logika sehingga penyataan tadi merupakan suatu yang meyakinkan.  Dalam praktek pengembangan paragraf, kedua teknik di atas dapat dirinci lagi menjadi beberapa cara yang lebih praktis, di antaranya dengan  Memaparkan hal-hal yang khusus (umum-khusus/khusus-umum),  Memberikan contoh,  Menampilkan fakta-fakta,  Memberikan alasan-alasan, dan  Dengan bercerita, definisi luas, atau campuran. Ketiga cara tersebut dapat dilihat pada contoh-contoh berikut
  • 9.
    9 5.Teknik AtauPola Pengembangan Paragraf A. Pengembangan Paragraf dengan Memaparkan Hal-Hal Khusus  Kalimat Utama ditulis pada awal paragraf, kemudian diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas.Berikut ini contoh pengembangan paragraf dengan memaparkan hal-hal khusus.  Contoh:  Semua isi alam ini ciptaan Tuhan.Ciptaan Tuhan yang paling berkuasa di dunia ini adalah manusia.Manusia diizinkan oleh Tuhan memanfaatkan isi alam ini sebaik-baiknya.Akan tetapi, tidak diizinkan menyiksa, mengabaikan, dan menyia-nyiakan.  Paragraf seperti ini dinamakan paragraf deduktif.Paragraf-paragraf dalam karya ilmiah umumnya berbentuk deduktif.  Selain itu, paragraf dapat disusun dengan cara mengembangkan ide pokok secara khusus-umum. Berikut ini contoh pengembangan paragraf khusus-umum  Contoh:  Sudah beberapa kali Pancasila dirongrong bahkan hendak diubah dan dipecah-pecah.Namun, setiap usaha yang hendak mengubah, merongrong, dan memecah-mecah itu ternyata gagal. Betapa pun usaha itu dipersiapkan dengan cara yang teliti dan matang, semuanya dapat dihancurleburkan. Bukti yang lalu meyakinkan kita bahwa Pancasila benar-benar sakti, tidak dapat diubah dan dipecah-pecah.  Paragraf seperti ini dinamakan paragraf induktif.Mula-mula dikemukakan hal-hal khusus kemudian dipaparkan hal umum yang merupakan pikiran pokok.
  • 10.
    10 5.Teknik AtauPola Pengembangan Paragraf B. Pengembangan Paragraf dengan Pemberian Contoh Dalam jenis pengembangan ini dikemukakan suatu pernyataan, kemudian disebutkan rincian-rincian berupa contoh-contoh kongkret. Berikut ini contoh pengembangan paragraf dengan memberikan contoh-contoh:  Kesalahan dalam penulisan karya ilmiah, pada umumnya terletak pada pemilihan kata (diksi) dan penyusunan kalimat efektif. Kesalahan pemilihan kata yang tepat, di antaranya digunakannya kata sering, mungkin, kadang-kadang, sangat, danmemang yang mengarah pada ketidakyakinan penulis akan hal yang dikemukakan. Adapun kesalahan penyusunan kalimat efektif, misalnya menulis kalimat yang panjang yang di dalamnya terdapat kata yang tidak perlu, seperti penulisan kata dapat, telah, dan adalah pada kalimat Dalam bab ini dapat dituliskan dua hal yang telah menjadi temuan penelitian ini adalah sebagai berikut.  Untuk itu dalam menggunakan cara ini, penulis hendaknya pandai memilih contoh-contoh yang umum, representatif, dan dapat mewakili keadaan sebenarnya.
  • 11.
    11 5.Teknik AtauPola Pengembangan Paragraf C. Pengembangan Paragraf dengan Menampilkan Fakta-Fakta  Pengembangan paragraf dengan cara ini mula-mula dikemukakan pendapat umum yang menjadi pikiran pokok kemudian kalimat-kalimat penjelas yang merupakan fakta-fakta yang meyakinkan pendapat tersebut. Berikut ini contoh pengembangan paragraf dengan cara tersebut:  Banyak ilmuwan Indonesia yang tidak dapat menggunakan paragraf secara efektif.Kagagalan ini terjadi karena tidak dipahaminya fungsi paragraf sebagai pemersatu kalimat-kalimat yang koheren serta berhubungan secara sebab dan akibat untuk menjelaskan suatu kesatuan gagasan atau tema.Oleh karena itu, sering dijumpai tulisan yang sukar dipahami sebab tidak jelas pemisahan bagian-bagiannya untuk menghasilkan argumen yang meyakinkan. D. Pengembangan Paragraf dengan Memberikan Alasan-Alasan  Alasan-alasan yang digunakan untuk mengembangkan paragraf jenis ini dapat berupa sebab-akibat atau akibat-sebab. Dalam pengembangan jenis sebab-akibat, lebih dahulu dikemukakan fakta yang menjadi sebab terjadinya sesuatu kemudian diikuti rincian-rincian sebagai akibatnya.Dalam hal ini, sebab merupakan pikiran utama, sedangkan akibat merupakan pikiran-pikiran penjelas.  Contoh:  (1) Kemampuan menyusun paragraf yang baik adalah modal kesuksesan bagi mahasiswa. (2) Ia dapat mengungkapkan ide atau gagasannya dengan jelas kepada dosen atau kepada partisipan ketika berdiskusi. (3) Tugas-tugas juga terbaca dan dapat dipahami dengan cepat oleh dosen karena ide, gagasan, maupun argumentasinya dipaparkan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang singkat, padat, dan jelas. (4) Dosen tidak segan memberikan nilai yang bagus karena tidak memusingkan kepala ketika memeriksa dan argumentasinya jelas meskipun kurang tepat.  Paragraf tersebut tergolong paragraf deduktif. Kalimat (1) merupakan sebab, sedangkan kalimat (2), (3), dan (4) merupakan akibat.
  • 12.
    12 5.Teknik AtauPola Pengembangan Paragraf  Dalam suatu rentetan proses, peristiwa kedua yang semula sebagai akibat itu dapat menjadi sebab pada peristiwa ketiga. Demikian seterusnya sehingga proses itu menjadi rentetan sebab-akibat yang panjang. Contoh pengembangan paragraf jenis ini sebagai berikut:  Ketidakjelasan dalam mengemukakan pendapat atau maksud penulis atau pembicara kepada pembaca atau penulis dapat mengakibatkan terjadinya konflik. Konflik itu terjadi karena pesan yang disampaikan pembicara atau penulis ditangkap lain oleh pendengar atau pembaca. Pendengar atau pembaca menyampaikan pesan yang ditangkapnya kepada yang bersangkutan.Orang yang bersangkutan tidak terima dan membalasnya.  Kebalikan pengembangan sebab-akibat ialah akibat-sebab.Dalam hal ini, akibat suatu kejadian merupakan pikiran-pikiran utama, sedangkan sebab merupakan pikiran penjelas.  Dia terpaksa tidak melanjutkan kuliahnya di Unnes.Sudah beberapa bulan ibunya sakit.Ayahnya sudah meninggal satu tahun yang lalu.Adik-adiknya masih kecil.Sementara ibunya membutuhnya biaya pengobatan. Untuk itu, terpaksa ia harus meninggalkan kuliahnya karena harus bekerja. E. Pengembangan Paragraf dengan Perbandingan  Dalam jenis pengembangan ini dipaparkan semua persamaan dan atau perbedaan tentang dua atau lebih objek/gagasan.Paragraf berikut merupakan paragraf yang dikembangkan dengan perbandingan.  Contoh A:  (1) Dalam kesusastraan Indonesia kita mengenal cipta sastra yang disebut pantun dan syair. (2) Kedua cipta sastra itu berbentuk puisi dan tergolong hasil sastra lama. (3) Kedua puisi lama itu jumlah baris-barisnya sama, yaitu empat baris. (4) Baik pantun maupun syair seperti pada bentuk aslinya, tidak kita jumpai pada cipta sastra masa kini. (5) Kalau pun ada, biasanya hanya dalam nyanyian saja.  Pada pengembangan contoh A di atas dipaparkan perbandingan pantun dan syair dari segi persamaan-persamannya. 
  • 13.
    13 5.Teknik AtauPola Pengembangan Paragraf Contoh B:  (1) Pantun dan syair mempunyai beberapa perbedaan. (2) Perbedaannya terlihat jelas pada sajaknya. (3) Pantun bersajak silang (abab), sedangkan syair bersajak sama (aaaa). (4) Selain itu, dua baris pertama pada pantun hanya berupa sampiran, sedangkan isinya terletak pada baris ketiga dan keempat. (5) Pada syair yang tidak ada sampiran, keempat barisnya mengandung isi yang saling bertautan.  Pada pengembangan contoh B di atas, dipaparkan perbandingan pantun dan syair dari segi perbedaan-perbedaannya. Contoh C:  (1) Pantun dan syair mempunyai beberapa persamaan dan perbedaan. (2) Keduanya tergolong puisi lama yang terdiri atas empat baris. (3) Pada syair keempat barisnya merupakan isi, sedangkan pada pantun isinya terletak pada baris ketiga dan keempat. (5) Pantun berasal dari bumi Indonesia, sedangkan syair berasal dari sastra Arab.  Pada pengembangan contoh C di atas, perbandingan dipaparkan dengan persamaan–kalimat (2)–dan perbedaan-perbedaan–kalimat (3), (4), dan (5).  Pengembangan dan perbandingan dapat disusun dengan dua cara. Cara pertama, mula-mula dituliskan semua rincian tentang hal I, kemudian rincian semua hal II.Jadi, rincian masing-masing disebutkan secara terpisah.Paragraf itu seolah-olah terbagi atas dua bagian, yaitu bagian I + rincian-rinciannya, dan bagian II + rincian-rinciannya juga.  Pengembangan dengan perbandingan cara kedua ialah rincian-rincian hal I, itu dituliskan tidak terpisah, artinya selalu dalam satu kalimat, dan seterusnya. Lihat pengembangan contoh c, kalimat (3), (4), dan (5). Rincian-rincian yang disebutkan dalam cara kedua itu harus sejajar. Dalam praktek mengarang lebih banyak digunakan cara yang kedua sebab persamaan dan perbedaan dua hal yang dibandingkan itu lebih mudah dipahami dan diingat. Sebab itu, hendaklah dipakai cara kedua.
  • 14.
    14 5.Teknik AtauPola Pengembangan Paragraf F. Pengembangan Paragraf dengan Definisi Luas  Definisi luas (definisi formal yang diperluas) dapat dipakai untuk mengembangkan pokok pikiran.Semua penjelasan atau uraian menuju pada perumusan definisi itu.Berikut contoh pengembangan paragraf dengan definisi luas.  Karangan eksposisi adalah karangan yang berusaha menerangkan suatu hal atau sesuatu gagasan.Dalam memaparkan sesuatu, kita dapat menjelaskan dan memberi keterangan belaka, dapat pula mengembangkan sebuah gagasan sehingga menjadi luas dan gampang dimengerti.Panjang karangan tidak dibatasi, bergantung pada kemampuan pengarang dalam memaparkan atau memberikan penjelasan ide atau gagasan yang disampaikan.  Pengembangan dengan definisi luas tidak hanya berupa paragraf, bahkan dapat pula berupa sebuah buku. Meskipun demikian, dasar-dasar definisi tetap sama.
  • 15.
    15 5.Teknik AtauPola Pengembangan Paragraf G. Pengembangan Paragraf dengan Campuran  Dalam jenis pengembangan ini, rincian-rincian terhadap kalimat utama terdiri atas campuran dari dua atau lebih cara pengembangan paragraf. Jadi, misalnya terdapat campuran umum-khusus dengan sebab akibat, sebab-akibat dengan perbandingan, contoh-contoh dengan perbandingan, dan sebagainya.Berikut contoh pengembangan paragraf jenis ini.  Bahasa tutur ialah bahasa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari, terutama dalam percakapan.  Pada umumnya bersahaja/sederhana dan singkat bentuknya.  Kata-kata yang digunakan tidak banyak macam dan jumlahnya.  Lagi pula hanya menggunakan kata-kata yang lazim dipakai sehari-hari.  Untuk itu, digunakan kata kata tutur, yaitu kata yang hanya boleh dipakai dalam bahasa tutur, misalnya bilang, bikin, sendirian, nggak, emang, dipikirin, dan sebagainya.  Sering pula kata-katanya dibentuk secara salah, misalnya dibikin betul (dibetulkan), belum lihat (belum melihat), merobah (mengubah), dan sebagainya.  Lafalnya pun sering menyimpang dari lafal yang umum, misalnya: dapet (dapat), malem (malam), ampat (empat), dipersilahkan (dipersilakan), dan sebagainya.  Bahkan sering juga menggunakan urutan kata yang menyimpang dari bahasa umum, misalnya ini hari, itu orang, lain hari, lain kali, dan sebagainya.
  • 16.
    16 6.Metode PengembanganParagraf Yang Sering Ditemukan Dalam Berbagai Berbagai Keterangan 1) Sudut Pandang. Untuk memperkaya sebuah uraian atau berita, kita dapat menguraikan hasil penyerapan pancaindera kita. Sudut pandang akan memerikan seseorang, sebuah ruang, suasana, sebuah benda, atau perasaan. Dengan demikian, kita dapat membangun suasana hati pembaca. 2) Contoh. Sebuah gagasan bisa menjadi jelas jika diperkuat dengan beberapa contoh atau ilustrasi. Contoh itu dapat pula diuraikan dalam sebuah narasi atau deskripsi yang kuat, misalnya. 3) Klimaks dan Antiklimaks. Paragraf diawali dengan gagasan bawahan yang tidak terlalu penting, diikuti oleh kalimat-kalimat yang berangsur-angsur meningkat kepentingannya.Paragraf diakhiri oleh kalimat yang paling tinggi tingkat kepentingannya.Secara logis, perkembangan paragraf seperti ini disebut sebagai pengembangan paragraf yang induktif.Sebaliknya, pengembangan paragraf yang antiklimaks dibangun oleh kalimat-kalimat yang berkurang kepentingannya. Paragraf ini akan diawali oleh kalimat yang paling tinggi tingkat kepentingannya, diikuti oleh kalimat-kalimat yang berangsur-angsur berkurang kepentingannya. Secara logis, pengembangan paragraf seperti ini disebut sebagai pengembangan deduktif.
  • 17.
    17 6.Metode PengembanganParagraf Yang Sering Ditemukan Dalam Berbagai Berbagai Keterangan 4) Definisi Luas. Paragraf seperti ini biasanya menguraikan sebuah gagasan yang abstrak atau istilah yang menimbulkan kontroversi yang membutuhkan penjelasan.Jenis tulisan dalam paragraf seperti ini adalah eksposisi. 5) Klasifikasi. Berbeda dari analisis atau uraian, pengembangan ini berusaha mengelompokkan berbagai hal yang dianggap memiliki kesamaan ke dalam satu kategori. Dengan demikian, hubungan di antara berbagai hal itu menjadi jelas.Paragraf dengan pengembangan klasifikasi ini juga merupakan jenis tulisan eksposisi. 6) Perbandingan dan Pertentangan. Perbandingan dan pertentangan dapat digunakan secara bersamaan atau terpisah. Dalam perkembangan paragraf ini, unsur-unsur yang sama dari dua hal atau lebih diungkapkan dan diuraikan, diikuti dengan unsur-unsur yang membedakan dua hal atau lebih. Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa perbandingan dan pertentangan itu dilakukan berdasarkan tolok ukur yang sama. Pengembangan paragraf itu merupakan sebuah cara agar pembaca sampai pada suatu penilaian yang relatif sama mengenai dua hal atau lebih. Jenis tulisan yang digunakan di sini adalah jenis tulisan eksposisi.
  • 18.
    18 6.Metode PengembanganParagraf Yang Sering Ditemukan Dalam Berbagai Berbagai Keterangan 7) Analogi. Dalam pengembangan paragraf analogis, uraian didasarkan pada kesamaan dari dua hal atau lebih. Dua hal atau lebih dibandingkan secara sistematis untuk menemukan hal-hal yang sama. Hal dibandingkan dapat berasal dari kategori yang sama atau, bahkan, dari satu atau beberapa kelas yang berbeda. Jenis tulisan yang digunakan di sini adalah tulisan eksposisi. 8) Sebab-Akibat. Dalam paragraf ini diuraikan hal-hal yang menyebabkan suatu peristiwa terjadi atau, sebaliknya, diuraikan dahulu sebuah akibat baru diikuti oleh penyebabnya. Jenis karangan yang digunakan di sini dapat berupa jenis narasi atau eksposisi 9) Proses. Pengembangan paragraf ini menguraikan proses bagaimana sesuatu terjadi atau terwujud. Jadi, dalam pengembangan ini ada urutan dari tindakan-tindakan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu; atau urutan suatu peristiwa.Pengembangan paragraf ini juga dapat diisi dengan kalimat-kalimat yang menguraikan sesuatu ke dalam unsur-unsur yang membangunnya agar pembaca dapat lebih mudah memahami hal itu.Jenis karangan yang digunakan dalam pengembangan paragraf ini adalah eksposisi.
  • 19.
    19 6.Metode PengembanganParagraf Yang Sering Ditemukan Dalam Berbagai Berbagai Keterangan 10) Umum-Khusus dan Khusus-Umum. Kedua cara pengembangan paragraf ini merupakan cara yang paling umum digunakan. Dalam pengembangan Umum- Khusus, gagasan utama atau kalimat topik diletakkan di awal paragraf, diikuti oleh kalimat-kalimat yang mengalndung gagasan bawahan.Secara logis, pengembangan paragraf seperti ini disebut sebagai pengembangan deduktif.Dalam pengembangan Khusus-Umum, gagasan utama diletakkan di akhir paragraf dengan sebuah kalimat kesimpulan.Paragraf diawali oleh kalimat-kalimat yang mengandung gagasan bawahan.Secara logis, perkembangan paragraf seperti ini disebut sebagai pengembangan paragraf yang induktif.Dapat pula, dilakukan variasi dengan menggabungkan kedua jenis pengembangan paragraf ini ke dalam sebuah paragraf.Jadi, paragraf diawali dengan sebuah kalimat topik yang umum diikuti dengan kalimat-kalimat yang mengandung gagasan bawahan.Kemudian, paragraf diakhiri dengan sebuah kalimat topik lagi yang bersifat menyimpulkan.Dengan demikian, secara logis, paragraf dikembangkan secara deduktif-induktif.
  • 20.
    20 Daftar Pusaka  http://evo3cx.wordpress.com/2013/10/08/pengembangan-paragraf/  http://mahergabayu.blogspot.com/2011/01/paragraf-dan-pengembangan-paragraf.html  http://arkhodz.wordpress.com/b-indonesia/pertemuan-8-teknik-pengembangan-paragraf/