BARTOLINITIS
DAN
INFEKSI KELENJAR SKENE
KELOMPOK 3
Anggota Kelompok :
Intan Kurniawati P-2722 4012 145
Lidya Aneke P-2722 4012 148
Niken Luriantika P-2722 4012 152
Novita Dewi P-2722 4012 153
Titis Haryani P-2722 4012 161
BARTOLINITIS
A. Pengertian
Bartolinitis adalah Infeksi
pada kelenjar bartolin atau
bartolinitis juga dapat
menimbulkan pembengkakan
pada alat kelamin luar wanita.
Biasanya, pembengkakan
disertai dengan rasa nyeri
hebat bahkan sampai tak bisa
berjalan. Juga dapat disertai
demam, seiring
pembengkakan pada kelamin
yang memerah.
B. Penyebab Bartolinitis
Bartolinitis disebabkan oleh infeksi kuman pada
kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina
agak keluar. Mulai dari chlamydia, gonorrhea, dan
sebagainya. Infeksi ini kemudian menyumbat mulut
kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina
• Infeksi alat kelamin wanita bagian bawah biasanya
disebabkan oleh :
Virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks.
Jamur : kandida albikan.
Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis.
Bakteri : neiseria gonore.
• Infeksi alat kelamin wanita bagian atas :
Virus : klamidia trakomatis dan parotitis
epidemika.
Jamur : asinomises.
Bakteri : neiseria gonore, stafilokokus dan
E.coli
C. Diagnosis
Lama kelamaan cairan memenuhi kantong
kelenjar sehingga disebut sebagai kista
(kantong berisi cairan). “Kuman dalam vagina
bisa menginfeksi salah satu kelenjar bartolin
hingga tersumbat dan membengkak. Jika tak
ada infeksi, tak akan menimbulkan keluhan
D. Tanda dan Gejala
• Pada vulva : perubahan warna kulit,membengkak,
timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekan.
• Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali
bila penderia berjalan atau duduk,juga dapat
disertai demam
• Kebanyakkan wanita dengan penderita ini datang
ke PUSKESMAS dengan keluhan keputihan dan
gatal, rasa sakit saat berhubungan dengan suami,
rasa sakit saat buang air atau ada benjolan di
sekitar alat kelamin.
• Terdapat abses pada daerah kelamin
• Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid
berbau dan bercampur dengan darah
E. Pengobatan
Pengobatan yang cukup efektif saat ini adalah
dengan: antibiotika golongan cefadroxyl 500 mg,
diminum 3×1 sesudah makan, selama sedikitnya 5-7
hari, dan asam mefenamat 500 mg (misalnya:
ponstelax, molasic, dll), diminum 3×1 untuk meredakan
rasa nyeri dan pembengkakan, hingga kelenjar tersebut
mengempis.
F. Pencegahan
• Hindari melakukan hubungan seksual
berganti-ganti pasangan. Ingat, kuman juga
bisa berasal dari pasangan Anda. Jika Anda
berganti-ganti pasangan, tak gampang
mendeteksi sumber penularan bakteri.
Peradangan berhubungan erat dengan
penyakit menular seksual dan pola seksual
bebas.
• Biasakan membersihkan alat kelamin setelah
berhubungan seksual.
• Hindari mengenakan celana ketat, karena
dapat memicu kelembapan. Pilih pakaian
dalam dari bahan yang menyerap keringat
agar daerah vital selalu kering.
• Berhati-hatilah saat menggunakan toilet
umum. Siapa tahu, ada penderita radang yang
menggunakannya sebelum Anda.
1. Memberitahu hasil Pemeriksaan dengan spekulum
: ostium uteri eksternum bisa tampak normal,
kemerahan atau erosif. Tampak vaginal discharge
dengan sifat mukoid keruh, mukopurulen atau
purulen. Mungkin didapatkan komplikasi seperti :
bartolinitis
#pasien mengetahui hasil pemeriksaan.
2. Memberitahu penyebab bartolinitis adalah oleh
infeksi kuman ,Virus, Jamur, Bakteri ,Protozoa
#Pasien memahami tentang penyebab dari infeksi
bartoliniti tersebut.
3. Menjelaskan penyebab Bartolinitis pasien mengetahui
dan memahami penyebanya
#pasien memahami yang di jelsakan oleh bidan.
4. Bidan memberitahukan terapi untuk penanganan
keluhan pasien nya yaitu:
Pengobatan yang cukup efektif saat ini adalah dengan:
antibiotika golongan cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1
sesudah makan, selama sedikitnya 5-7 hari, dan asam
mefenamat 500 mg (misalnya: ponstelax, molasic, dll),
diminum 3×1 untuk meredakan rasa nyeri dan
pembengkakan, hingga kelenjar tersebut mengempis.
# pasien mengetahui dari terapi yang diberikan
5. Menjelaskan untuk memenuhi pola nutrisinya, yaitu
tetap menjaga pola makan dengan 4 sehat 5 sempurna
# pasien mengerti dan mau memenuhinya
7. Menganjurkan agar mengurangi aktivitasnya
#pasien mengerti dan mau menguranginya
8. Menganjurkan untuk cukup beristirahat yaitu 8
jam sehari
#pasien mengerti dan mau memenuhinya
9. Menganjurkan agar tidak terlalu stres ataupun
banyak beban pikiran, karena jika pasien
mengalami strees bisa mempengaruhi
pengeluaran hormon dalam tubuhnya sehingga
bisa memperlambat proses terapi
#pasien mengetahui dan memahaminya
10. Biasakan membersihkan alat kelamin setelah
BAB dan BAK
11. Alat reproduksi memiliki sistem pembersihan
diri untuk melawan kuman yang merugikan
kesehatan. Produk pembersih dan pengharum
vagina yang banyak diperdagangkan sebetulnya
tidak diperlukan. Sebaliknya jika digunakan
berlebihan bisa berbahaya.
12. Bidan menganjurkan pasien untuk melakukan
kunjungan ulang 1 bulan pertama pemakaian
terapi hormonal untuk mengetahui efek
terapinya, atau jika ada keluhan berlebih selama
pemakaian terapi hormonal
#pasien mau untuk melakukan kunjungan ulang
13. Bidan melakukan pendokumentasian
Bidan melakukan pendokumentasian secara
lengkap dan benar sesuai prosedur
INFEKSI
KELENJAR
SKENE
kelenjar Skene, atau kelenjar
paraurethral, ditemukan di kedua sisi uretra.
Mereka adalah homolog prostat pada pria dan
timbul dari sinus urogenital. Penyakit kelenjar Skene
relatif jarang terjadi yang termasuk antara lain
infeksi atau abses, kista, dan neoplasma. Insiden
pasti kondisi ini tidak diketahui. Kista atau abses
kelenjar Skene paling sering hadir dalam ketiga
untuk dekade keempat
Pengertian
Tanda dan Gejala
Gejala yang muncul dari abses / infeksi kelenjar
Skene atau kista adalah nyeri uretra, disuria,
dispareunia, kehadiran massa tanpa gejala, infeksi
saluran kemih berulang (ISK), uretra drainase, dan gejala
berkemih.
Infeksi kelenjar Skene dapat hadir dalam beberapa
cara. Dalam beberapa kasus, duktus terlihat dan
mungkin muncul meradang atau mengekspresikan
discharge purulen ketika diraba, tetapi tidak ada massa
diskrit. Lebih umum, ada kistik terkait massa disebabkan
oleh penutupan relatif dari saluran dan pengumpulan
cairan. Kista ini dapat menjadi sangat besar dan
menggantikan meatus uretra. melalui saluran atau pecah
ke dinding vagina anterior.
Diagnosis
kita mempertimbangkan diagnosis abses kelenjar Skene
atau infeksi tidak hanya pada pasien dengan anterior
vagina teraba dinding lesi, tetapi juga pada pasien dengan
nyeri kronis uretra, ISK berulang, atau dispareunia .
Diagnosis Skene kelenjar abses, infeksi, atau kista
umumnya dapat dibuat berdasarkan riwayat dan
pemeriksaan fisik. Ketika diagnosis diragukan,
pemeriksaan lebih lanjut dengan magnetic
resonance imaging (MRI).
Pengobatan
Manajemen konservatif dengan menyediakan
terapi antibiotik atau menunggu pecah spontan.
mengobati pasien dengan antibiotik dalam 2 minggu ..
Bakteri yang terkait dengan saluran Skene abses termasuk
Escherichia coli, bakteri coliform lainnya, Neisseria
gonorrhoeae, dan flora vagina.
Jika tidak ada respon, maka terapi bedah
ditawarkan. Jika respon yang terlihat terapi
antibiotik tetapi gejala kambuh, maka ulangi
antibiotik yang diberikan. Dalam era
meningkatnya resistensi antibiotik dan komplikasi
lain yang terkait dengan terapi antibiotik jangka
panjang, adalah wajar untuk mempertimbangkan
intervensi bedah setelah kegagalan atau
kambuhnya gejala berikut satu atau dua program
antibiotik jika pasien bergejala dan tepat
menasihati.
Sumber :
http://ijammeru.blogspot.com/2011/06/makala
h-asuhan-kebidanan-iv-b.html
http://segerwarase2.blogspot.com/2014/03/inf
eksi-bartolinitis-nyeri-dan-bengkak.html

3. bartolinitis & infeksi kelenjar skene

  • 1.
  • 2.
    KELOMPOK 3 Anggota Kelompok: Intan Kurniawati P-2722 4012 145 Lidya Aneke P-2722 4012 148 Niken Luriantika P-2722 4012 152 Novita Dewi P-2722 4012 153 Titis Haryani P-2722 4012 161
  • 3.
    BARTOLINITIS A. Pengertian Bartolinitis adalahInfeksi pada kelenjar bartolin atau bartolinitis juga dapat menimbulkan pembengkakan pada alat kelamin luar wanita. Biasanya, pembengkakan disertai dengan rasa nyeri hebat bahkan sampai tak bisa berjalan. Juga dapat disertai demam, seiring pembengkakan pada kelamin yang memerah.
  • 4.
    B. Penyebab Bartolinitis Bartolinitisdisebabkan oleh infeksi kuman pada kelenjar bartolin yang terletak di bagian dalam vagina agak keluar. Mulai dari chlamydia, gonorrhea, dan sebagainya. Infeksi ini kemudian menyumbat mulut kelenjar tempat diproduksinya cairan pelumas vagina • Infeksi alat kelamin wanita bagian bawah biasanya disebabkan oleh : Virus : kondiloma akuminata dan herpes simpleks. Jamur : kandida albikan. Protozoa : amobiasis dan trikomoniasis. Bakteri : neiseria gonore.
  • 5.
    • Infeksi alatkelamin wanita bagian atas : Virus : klamidia trakomatis dan parotitis epidemika. Jamur : asinomises. Bakteri : neiseria gonore, stafilokokus dan E.coli
  • 6.
    C. Diagnosis Lama kelamaancairan memenuhi kantong kelenjar sehingga disebut sebagai kista (kantong berisi cairan). “Kuman dalam vagina bisa menginfeksi salah satu kelenjar bartolin hingga tersumbat dan membengkak. Jika tak ada infeksi, tak akan menimbulkan keluhan
  • 7.
    D. Tanda danGejala • Pada vulva : perubahan warna kulit,membengkak, timbunan nanah dalam kelenjar, nyeri tekan. • Kelenjar bartolin membengkak,terasa nyeri sekali bila penderia berjalan atau duduk,juga dapat disertai demam • Kebanyakkan wanita dengan penderita ini datang ke PUSKESMAS dengan keluhan keputihan dan gatal, rasa sakit saat berhubungan dengan suami, rasa sakit saat buang air atau ada benjolan di sekitar alat kelamin. • Terdapat abses pada daerah kelamin • Pada pemeriksaan fisik ditemukan cairan mukoid berbau dan bercampur dengan darah
  • 8.
    E. Pengobatan Pengobatan yangcukup efektif saat ini adalah dengan: antibiotika golongan cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan, selama sedikitnya 5-7 hari, dan asam mefenamat 500 mg (misalnya: ponstelax, molasic, dll), diminum 3×1 untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan, hingga kelenjar tersebut mengempis.
  • 9.
    F. Pencegahan • Hindarimelakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan. Ingat, kuman juga bisa berasal dari pasangan Anda. Jika Anda berganti-ganti pasangan, tak gampang mendeteksi sumber penularan bakteri. Peradangan berhubungan erat dengan penyakit menular seksual dan pola seksual bebas. • Biasakan membersihkan alat kelamin setelah berhubungan seksual.
  • 10.
    • Hindari mengenakancelana ketat, karena dapat memicu kelembapan. Pilih pakaian dalam dari bahan yang menyerap keringat agar daerah vital selalu kering. • Berhati-hatilah saat menggunakan toilet umum. Siapa tahu, ada penderita radang yang menggunakannya sebelum Anda.
  • 11.
    1. Memberitahu hasilPemeriksaan dengan spekulum : ostium uteri eksternum bisa tampak normal, kemerahan atau erosif. Tampak vaginal discharge dengan sifat mukoid keruh, mukopurulen atau purulen. Mungkin didapatkan komplikasi seperti : bartolinitis #pasien mengetahui hasil pemeriksaan. 2. Memberitahu penyebab bartolinitis adalah oleh infeksi kuman ,Virus, Jamur, Bakteri ,Protozoa #Pasien memahami tentang penyebab dari infeksi bartoliniti tersebut.
  • 12.
    3. Menjelaskan penyebabBartolinitis pasien mengetahui dan memahami penyebanya #pasien memahami yang di jelsakan oleh bidan. 4. Bidan memberitahukan terapi untuk penanganan keluhan pasien nya yaitu: Pengobatan yang cukup efektif saat ini adalah dengan: antibiotika golongan cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan, selama sedikitnya 5-7 hari, dan asam mefenamat 500 mg (misalnya: ponstelax, molasic, dll), diminum 3×1 untuk meredakan rasa nyeri dan pembengkakan, hingga kelenjar tersebut mengempis. # pasien mengetahui dari terapi yang diberikan 5. Menjelaskan untuk memenuhi pola nutrisinya, yaitu tetap menjaga pola makan dengan 4 sehat 5 sempurna # pasien mengerti dan mau memenuhinya
  • 13.
    7. Menganjurkan agarmengurangi aktivitasnya #pasien mengerti dan mau menguranginya 8. Menganjurkan untuk cukup beristirahat yaitu 8 jam sehari #pasien mengerti dan mau memenuhinya 9. Menganjurkan agar tidak terlalu stres ataupun banyak beban pikiran, karena jika pasien mengalami strees bisa mempengaruhi pengeluaran hormon dalam tubuhnya sehingga bisa memperlambat proses terapi #pasien mengetahui dan memahaminya 10. Biasakan membersihkan alat kelamin setelah BAB dan BAK
  • 14.
    11. Alat reproduksimemiliki sistem pembersihan diri untuk melawan kuman yang merugikan kesehatan. Produk pembersih dan pengharum vagina yang banyak diperdagangkan sebetulnya tidak diperlukan. Sebaliknya jika digunakan berlebihan bisa berbahaya. 12. Bidan menganjurkan pasien untuk melakukan kunjungan ulang 1 bulan pertama pemakaian terapi hormonal untuk mengetahui efek terapinya, atau jika ada keluhan berlebih selama pemakaian terapi hormonal #pasien mau untuk melakukan kunjungan ulang 13. Bidan melakukan pendokumentasian Bidan melakukan pendokumentasian secara lengkap dan benar sesuai prosedur
  • 15.
  • 16.
    kelenjar Skene, ataukelenjar paraurethral, ditemukan di kedua sisi uretra. Mereka adalah homolog prostat pada pria dan timbul dari sinus urogenital. Penyakit kelenjar Skene relatif jarang terjadi yang termasuk antara lain infeksi atau abses, kista, dan neoplasma. Insiden pasti kondisi ini tidak diketahui. Kista atau abses kelenjar Skene paling sering hadir dalam ketiga untuk dekade keempat Pengertian
  • 17.
    Tanda dan Gejala Gejalayang muncul dari abses / infeksi kelenjar Skene atau kista adalah nyeri uretra, disuria, dispareunia, kehadiran massa tanpa gejala, infeksi saluran kemih berulang (ISK), uretra drainase, dan gejala berkemih. Infeksi kelenjar Skene dapat hadir dalam beberapa cara. Dalam beberapa kasus, duktus terlihat dan mungkin muncul meradang atau mengekspresikan discharge purulen ketika diraba, tetapi tidak ada massa diskrit. Lebih umum, ada kistik terkait massa disebabkan oleh penutupan relatif dari saluran dan pengumpulan cairan. Kista ini dapat menjadi sangat besar dan menggantikan meatus uretra. melalui saluran atau pecah ke dinding vagina anterior.
  • 18.
    Diagnosis kita mempertimbangkan diagnosisabses kelenjar Skene atau infeksi tidak hanya pada pasien dengan anterior vagina teraba dinding lesi, tetapi juga pada pasien dengan nyeri kronis uretra, ISK berulang, atau dispareunia . Diagnosis Skene kelenjar abses, infeksi, atau kista umumnya dapat dibuat berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik. Ketika diagnosis diragukan, pemeriksaan lebih lanjut dengan magnetic resonance imaging (MRI).
  • 19.
    Pengobatan Manajemen konservatif denganmenyediakan terapi antibiotik atau menunggu pecah spontan. mengobati pasien dengan antibiotik dalam 2 minggu .. Bakteri yang terkait dengan saluran Skene abses termasuk Escherichia coli, bakteri coliform lainnya, Neisseria gonorrhoeae, dan flora vagina.
  • 20.
    Jika tidak adarespon, maka terapi bedah ditawarkan. Jika respon yang terlihat terapi antibiotik tetapi gejala kambuh, maka ulangi antibiotik yang diberikan. Dalam era meningkatnya resistensi antibiotik dan komplikasi lain yang terkait dengan terapi antibiotik jangka panjang, adalah wajar untuk mempertimbangkan intervensi bedah setelah kegagalan atau kambuhnya gejala berikut satu atau dua program antibiotik jika pasien bergejala dan tepat menasihati.
  • 21.