BBLR 
CHUSNUL KHOTIMAH 
(P07124112050)
PENGERTIAN 
Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah 
bayi dengan berat lahir kurang dari 
2500 gram tanpa memandang masa 
gestasi.
Bayi berat lahir rendah (BBLR) berdasarkan 
batasan berat badan dapat dibagi 3, yaitu : 
•Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi 
dengan berat lahir antara 1500 gram sampai 
dengan 2500 gram. 
•Bayi Berat Lahir Sangat Rendah (BBLSR) adalah 
bayi dengan berat lahir antara 1000 gram 
sampai kurang dari 1500 gram. 
•Bayi Berat Lahir Amat Sangat Rendah (BBLASR) 
adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 1000 
gram.
Bayi berat lahir rendah (BBLR) berdasarkan 
maturitas yaitu: 
1. Prematuritas Murni 
Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat 
badannya sesuai dengan berat badan untuk masa 
gestasinya itu atau biasa disebut neonatus kurang 
bulan-sesuai untuk masa kehamilan (NKB-SMK) 
2. Dismaturitas 
Bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat 
badan seharusnya untuk masa gestasi. Berarti bayi 
mengalami retardasi pertumbuhan intrauterine dan 
merupakan bayi yang kecil untuk masa 
kehamilannya (KMK)
Untuk menentukan apakah bayi itu lahir prematur SMK 
(Sesuai Masa Kehamilan), matur normal, KMK atau 
BMK (Besar untuk Masa Kehamilan) dapat dengan 
membandingkan berat badan bayi dalam gram dengan 
usia kehamilan dalam minggu yang kemudian diplot di 
kurva pertumbuhan dan perkembangan intrauterin dari 
Battaglia dan Lubchenco (1967). Dari kurva ini didapat : 
– Pertumbuhan janin normal / berat bayi matur 
normal dan bayi prematur (SMK) terletak di 
antara persentil ke-10 dan persentil ke-90 
– Bayi KMK beratnya di bawah persentil ke-10 
– Bayi BMK beratnya di atas persentil ke-90
ETIOLOGI 
A. Faktor Ibu 
1.Toksemia gravidarum (pre-eklampsia dan 
eklampsia) 
2.Riwayat kelahiran premature sebelumnya, 
perdarahan antepartum dan malnutrisi, anemia 
sel sabit. 
3.Kelainan bentuk uterus (misal : uterus 
bikurnis, inkompeten serviks). 
4.Tumor
Lanjutan... 
5. Ibu yang menderita penyakit antara lain : 
a) Akut dengan gejala panas tinggi (misal : tifus abdominalis 
dan malaria). 
b) Kronis (misal: TBC, penyakit jantung, hipertensi, penyakit 
ginjal (glomerulonefritis akut). 
6. Trauma pada masa kehamilan antara lain jatuh 
7. Kebiasaan ibu (ketergantungan obat narkotik, rokok dan 
alkohol) 
8. Usia ibu pada waktu hamil kurang dari 20 tahun atau lebih 
dari 35 tahun. 
9. Paritas ibu 
Jumlah anak lebih dari 4 dapat menimbulkan gangguan 
pertumbuhan janin sehingga melahirkan bayi dengan 
berat lahir rendah dan perdarahan saat persalinan karena 
keadaan rahim biasanya sudah lemah.
Lanjutan... 
B. Faktor Janin 
1.Kehamilan ganda. 
Berat badan kedua janin pada kehamilan kembar tidak 
sama, dapat berbeda antara 50 sampai 1.000 gram, 
karena pembagian darah pada placenta untuk kedua 
janin tidak sama. 
2.Hidramnion 
3.Ketuban pecah dini. 
4.Cacat bawaan, kelainan kromosom. 
5.Infeksi (misal : rubella) 
6.Insufensi plasenta. 
Plasenta secara anatomi dan fisiologi tidak mampu 
memberi nutrisi dan oksigen kepada janin
Lanjutan... 
C. Faktor Plasenta 
Plasenta privea. 
Solusi plasenta. 
D. Faktor lingkungan 
Radiasi atau zat-zat beracun. 
E. Keadaan sosial ekonomi yang rendah 
F. Kebiasaan : pekerjaan yang melelahkan dan 
merokok 
G. Tingkat Pendidikan
INSIDEN 
Kejadian BBLR di Indonesia selama 5 tahun 
terakhir adalah sebesar 5,7%. Beberapa provinsi 
yang kejadian BBLR nya relatif jauh dengan rata-rata 
nasional, di antaranya Kepulauan Riau 
(8,3%), Bali (8,9%), NTT (10%), Kalimantan 
Tengah (10,8%), Kalimantan Selatan (9,1%) 
Sulawesi Utara (9,3%), Sulawesi Selatan (9,6%) 
dan Maluku Utara (11,3%) dan Papua Barat 
(8,9%).
PATOFISIOLOGI 
• Secara umum bayi BBLR ini berhubungan 
dengan usia kehamilan yang belum cukup 
bulan (prematur) disamping itu juga 
disebabkan dismaturitas. 
• Gizi yang baik diperlukan seorang ibu hamil 
agar pertumbuhan janin tidak mengalami 
hambatan, dan selanjutnya akan melahirkan 
bayi dengan berat normal. 
• Anemia dapat didefinisikan sebagai kondisi 
dengan kadar Hb berada di bawah normal.
TANDA DAN GEJALA 
1. Tanda dan gejala bayi Prematur 
• Kulit tipis dan mengkilap 
• Tulang rawan elinga sangat lunak, karena belum terbentuk 
dengan sempurna 
• Lanugo (rambut halus/lembut) masih banyak ditemukan terutama 
pada punggung 
• Jaringan payudara belum terlihat, puting masih berupa titik 
• Pada bayi perempuan labia mayora belum menutupi labia minora 
sedangkan pada bayi laki-laki skrotum belum banyak lipatan, 
testis kadang belum turun 
• Rajah telapak kaki kurang dari 1/3 bagian belum terbentuk 
• Kadang disertai dengan pernapasan tidak teratur 
• Aktifitas dan tangisnya lemah 
• Refleks menghisap dan menelan tidak efektif/lemah
Lanjutan... 
2. Tanda dan gejala bayi dismaturitas 
• Gerakan cukup aktif, tangis cukup kuat 
• Kulit keriput, lemak bawah kulit tipis 
• Bila kurang bulan jaringan payudara kecil, puting 
kecil. Bila cukup bulan payudara dan puting 
sesuai masa kehamilan 
• Bayi perempuan bila cukup bulan labia mayora 
menutupi labia minora sedangkan bayi laki-laki 
testis mungkin telah turun 
• Rajah telapak kaki lebih dari 1/3 bagian 
• Menghisap cukup kuat
KOMPLIKASI 
Komplikasi langsung yang dapat terjadi pada bayi berat 
lahir rendah yaitu: 
1. Hipotermi 
2. Hipoglikemia 
3. Hiperbilirubinemia 
4. Gangguan cairan dan elektrolit 
5. Sindroma gawat napas 
6. Paten duktus arteriosus 
7. Infeksi 
8. Perdarahan Intraventrikuler 
9. Apnea of prematurity 
10. Anemia
Lanjutan... 
Masalah jangka panjang yang mungkin timbul pada 
bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) antara lain : 
1.Gangguan perkembangan 
2.Gangguan pertumbuhan 
3.Gangguan penglihatan(Retinopati) 
4.Gangguan pendengaran 
5.Penyakit paru kronis 
6.Kenaikan angka kesakitan dan sering masuk 
rumah sakit 
7.Kenaikan frekuensi kelamin bawaan
PENANGANAN 
1. BBLR yang menangis termasuk ke dalam kriteria Bayi Lahir tanpa asfiksia. Bayi 
tersebut dalam keadaan bernapas baik dan warna air ketuban jernih. Untuk BBLR yang 
lahir menangis atau bernapas spontan ini dilakukan Asuhan BBLR tanpa asfiksia 
sebagai berikut: 
•Bersihkan lendir secukupnya kalau perlu 
•Keringkan dengan kain yang kering dan hangat 
•Segera berikan pada ibu untuk kontak kulit ibu dengan kulit bayi 
•Segera memberi ASI dini dengan membelai 
•Memandikan bayi dilakukan setelah 24 jam, atau lebih dari 24 jam jika bayi 
hipotermi < 36,5 C, suhu lingkungan dingin, ada penyulit yang lain. 
•Profilaksis suntikan Vitamin K1 1 mg dosis tunggal, IM pada paha kiri anterolateral 
•Salep mata antibiotik 
•Perawatan tali pusat: kering, bersih, tidak dibubuhi apapun dan terbuka 
•Bila berat lahir ≥ 2000 gram dan tanpa masalah atau penyulit, dapat diberikan 
Vaksinasi Hepatitis B pertama pada paha kanan 
2. BBLR yang tidak bernapas spontan dimasukkan ke dalam kategori Lahir dengan 
asfiksia dan harus segera dilakukan Langkah Awal Resusitasi dantahapan resusitasi 
berikutnya bila diperlukan.
PERAN BIDAN 
1. Asuhan pada BBLR sehat 
• Perawatan metode kanguru bagi bblr 
• Pemberian ASI pada bayi berat lahir rendah (bblr) 
• Pencegahan infeksi 
• Perawatan bblr pada minggu-minggu pertama 
• Pemberian imunisasi pada bblr 
• Mendeteksi tanda bahaya pada bayi baru lahir untuk persiapan prarujukan 
2. Asuhan pada BBLR sakit 
• Asuhan hipotermi 
• Asuhan infeksi 
• Asuhan ikterus neonatorum 
• Asuhan bblr dengan gangguan minum dan masalah pemberian ASI 
• Asuhan kejang 
• Asuhan spasme 
• Asuhan gangguan saluran cerna 
• Asuhan diare 
• Asuhan kelainan bawaan 
3. Asuhan pra rujukan BBLR 
4. Asuhan pasca perawatan BBLR 
5. Pemantauan Tumbuh Kembang BBLR
GAMSAHAMNIDA

Bblr

  • 1.
    BBLR CHUSNUL KHOTIMAH (P07124112050)
  • 2.
    PENGERTIAN Bayi beratlahir rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 2500 gram tanpa memandang masa gestasi.
  • 3.
    Bayi berat lahirrendah (BBLR) berdasarkan batasan berat badan dapat dibagi 3, yaitu : •Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi dengan berat lahir antara 1500 gram sampai dengan 2500 gram. •Bayi Berat Lahir Sangat Rendah (BBLSR) adalah bayi dengan berat lahir antara 1000 gram sampai kurang dari 1500 gram. •Bayi Berat Lahir Amat Sangat Rendah (BBLASR) adalah bayi dengan berat lahir kurang dari 1000 gram.
  • 4.
    Bayi berat lahirrendah (BBLR) berdasarkan maturitas yaitu: 1. Prematuritas Murni Masa gestasinya kurang dari 37 minggu dan berat badannya sesuai dengan berat badan untuk masa gestasinya itu atau biasa disebut neonatus kurang bulan-sesuai untuk masa kehamilan (NKB-SMK) 2. Dismaturitas Bayi lahir dengan berat badan kurang dari berat badan seharusnya untuk masa gestasi. Berarti bayi mengalami retardasi pertumbuhan intrauterine dan merupakan bayi yang kecil untuk masa kehamilannya (KMK)
  • 5.
    Untuk menentukan apakahbayi itu lahir prematur SMK (Sesuai Masa Kehamilan), matur normal, KMK atau BMK (Besar untuk Masa Kehamilan) dapat dengan membandingkan berat badan bayi dalam gram dengan usia kehamilan dalam minggu yang kemudian diplot di kurva pertumbuhan dan perkembangan intrauterin dari Battaglia dan Lubchenco (1967). Dari kurva ini didapat : – Pertumbuhan janin normal / berat bayi matur normal dan bayi prematur (SMK) terletak di antara persentil ke-10 dan persentil ke-90 – Bayi KMK beratnya di bawah persentil ke-10 – Bayi BMK beratnya di atas persentil ke-90
  • 6.
    ETIOLOGI A. FaktorIbu 1.Toksemia gravidarum (pre-eklampsia dan eklampsia) 2.Riwayat kelahiran premature sebelumnya, perdarahan antepartum dan malnutrisi, anemia sel sabit. 3.Kelainan bentuk uterus (misal : uterus bikurnis, inkompeten serviks). 4.Tumor
  • 7.
    Lanjutan... 5. Ibuyang menderita penyakit antara lain : a) Akut dengan gejala panas tinggi (misal : tifus abdominalis dan malaria). b) Kronis (misal: TBC, penyakit jantung, hipertensi, penyakit ginjal (glomerulonefritis akut). 6. Trauma pada masa kehamilan antara lain jatuh 7. Kebiasaan ibu (ketergantungan obat narkotik, rokok dan alkohol) 8. Usia ibu pada waktu hamil kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. 9. Paritas ibu Jumlah anak lebih dari 4 dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan janin sehingga melahirkan bayi dengan berat lahir rendah dan perdarahan saat persalinan karena keadaan rahim biasanya sudah lemah.
  • 8.
    Lanjutan... B. FaktorJanin 1.Kehamilan ganda. Berat badan kedua janin pada kehamilan kembar tidak sama, dapat berbeda antara 50 sampai 1.000 gram, karena pembagian darah pada placenta untuk kedua janin tidak sama. 2.Hidramnion 3.Ketuban pecah dini. 4.Cacat bawaan, kelainan kromosom. 5.Infeksi (misal : rubella) 6.Insufensi plasenta. Plasenta secara anatomi dan fisiologi tidak mampu memberi nutrisi dan oksigen kepada janin
  • 9.
    Lanjutan... C. FaktorPlasenta Plasenta privea. Solusi plasenta. D. Faktor lingkungan Radiasi atau zat-zat beracun. E. Keadaan sosial ekonomi yang rendah F. Kebiasaan : pekerjaan yang melelahkan dan merokok G. Tingkat Pendidikan
  • 10.
    INSIDEN Kejadian BBLRdi Indonesia selama 5 tahun terakhir adalah sebesar 5,7%. Beberapa provinsi yang kejadian BBLR nya relatif jauh dengan rata-rata nasional, di antaranya Kepulauan Riau (8,3%), Bali (8,9%), NTT (10%), Kalimantan Tengah (10,8%), Kalimantan Selatan (9,1%) Sulawesi Utara (9,3%), Sulawesi Selatan (9,6%) dan Maluku Utara (11,3%) dan Papua Barat (8,9%).
  • 11.
    PATOFISIOLOGI • Secaraumum bayi BBLR ini berhubungan dengan usia kehamilan yang belum cukup bulan (prematur) disamping itu juga disebabkan dismaturitas. • Gizi yang baik diperlukan seorang ibu hamil agar pertumbuhan janin tidak mengalami hambatan, dan selanjutnya akan melahirkan bayi dengan berat normal. • Anemia dapat didefinisikan sebagai kondisi dengan kadar Hb berada di bawah normal.
  • 12.
    TANDA DAN GEJALA 1. Tanda dan gejala bayi Prematur • Kulit tipis dan mengkilap • Tulang rawan elinga sangat lunak, karena belum terbentuk dengan sempurna • Lanugo (rambut halus/lembut) masih banyak ditemukan terutama pada punggung • Jaringan payudara belum terlihat, puting masih berupa titik • Pada bayi perempuan labia mayora belum menutupi labia minora sedangkan pada bayi laki-laki skrotum belum banyak lipatan, testis kadang belum turun • Rajah telapak kaki kurang dari 1/3 bagian belum terbentuk • Kadang disertai dengan pernapasan tidak teratur • Aktifitas dan tangisnya lemah • Refleks menghisap dan menelan tidak efektif/lemah
  • 13.
    Lanjutan... 2. Tandadan gejala bayi dismaturitas • Gerakan cukup aktif, tangis cukup kuat • Kulit keriput, lemak bawah kulit tipis • Bila kurang bulan jaringan payudara kecil, puting kecil. Bila cukup bulan payudara dan puting sesuai masa kehamilan • Bayi perempuan bila cukup bulan labia mayora menutupi labia minora sedangkan bayi laki-laki testis mungkin telah turun • Rajah telapak kaki lebih dari 1/3 bagian • Menghisap cukup kuat
  • 14.
    KOMPLIKASI Komplikasi langsungyang dapat terjadi pada bayi berat lahir rendah yaitu: 1. Hipotermi 2. Hipoglikemia 3. Hiperbilirubinemia 4. Gangguan cairan dan elektrolit 5. Sindroma gawat napas 6. Paten duktus arteriosus 7. Infeksi 8. Perdarahan Intraventrikuler 9. Apnea of prematurity 10. Anemia
  • 15.
    Lanjutan... Masalah jangkapanjang yang mungkin timbul pada bayi dengan berat lahir rendah (BBLR) antara lain : 1.Gangguan perkembangan 2.Gangguan pertumbuhan 3.Gangguan penglihatan(Retinopati) 4.Gangguan pendengaran 5.Penyakit paru kronis 6.Kenaikan angka kesakitan dan sering masuk rumah sakit 7.Kenaikan frekuensi kelamin bawaan
  • 16.
    PENANGANAN 1. BBLRyang menangis termasuk ke dalam kriteria Bayi Lahir tanpa asfiksia. Bayi tersebut dalam keadaan bernapas baik dan warna air ketuban jernih. Untuk BBLR yang lahir menangis atau bernapas spontan ini dilakukan Asuhan BBLR tanpa asfiksia sebagai berikut: •Bersihkan lendir secukupnya kalau perlu •Keringkan dengan kain yang kering dan hangat •Segera berikan pada ibu untuk kontak kulit ibu dengan kulit bayi •Segera memberi ASI dini dengan membelai •Memandikan bayi dilakukan setelah 24 jam, atau lebih dari 24 jam jika bayi hipotermi < 36,5 C, suhu lingkungan dingin, ada penyulit yang lain. •Profilaksis suntikan Vitamin K1 1 mg dosis tunggal, IM pada paha kiri anterolateral •Salep mata antibiotik •Perawatan tali pusat: kering, bersih, tidak dibubuhi apapun dan terbuka •Bila berat lahir ≥ 2000 gram dan tanpa masalah atau penyulit, dapat diberikan Vaksinasi Hepatitis B pertama pada paha kanan 2. BBLR yang tidak bernapas spontan dimasukkan ke dalam kategori Lahir dengan asfiksia dan harus segera dilakukan Langkah Awal Resusitasi dantahapan resusitasi berikutnya bila diperlukan.
  • 17.
    PERAN BIDAN 1.Asuhan pada BBLR sehat • Perawatan metode kanguru bagi bblr • Pemberian ASI pada bayi berat lahir rendah (bblr) • Pencegahan infeksi • Perawatan bblr pada minggu-minggu pertama • Pemberian imunisasi pada bblr • Mendeteksi tanda bahaya pada bayi baru lahir untuk persiapan prarujukan 2. Asuhan pada BBLR sakit • Asuhan hipotermi • Asuhan infeksi • Asuhan ikterus neonatorum • Asuhan bblr dengan gangguan minum dan masalah pemberian ASI • Asuhan kejang • Asuhan spasme • Asuhan gangguan saluran cerna • Asuhan diare • Asuhan kelainan bawaan 3. Asuhan pra rujukan BBLR 4. Asuhan pasca perawatan BBLR 5. Pemantauan Tumbuh Kembang BBLR
  • 18.