AKUNTANSI
PERSEDIAAN
Akuntansi Keuangan Menengah 1
Adopted by:
Padlah Riyadi., MM., MH., M.Ak., CA., Ak.,Asean CPA., CIFRS., CPRM., CIAP., CIAE., CLMA
2
PERSEDIAAN
Aset dalam bentuk barang atau perlengkapan(supplies)
yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung
kegiatan operasional atau barang-barang yang
dimaksudkan untuk dijual dalam waktu 12 bulan dari
tanggal perolehan.
3
CAKUPAN PERSEDIAAN
 Barang atau perlengkapan untuk operasional
 Bahan atau perlengkapan untuk proses produksi
 Barang dalam proses produksi
 Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan
kepada masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan
4
CONTOH PERSEDIAAN
 Barang konsumsi
 Amunisi
 Bahan untuk pemeliharaan
 Suku cadang
 Persediaan untuk tujuan strategis/ berjaga-jaga
 Materai baku
 Barang dalam proses/setengah jadi
5
 Barang atau perlengkapan - Barang Habis Pakai
(supplies) yg digunakan sendiri - Barang Tak Habis Pakai
dalam rangka kegiatan operasional - Barang Bekas Pakai
 Barang yang dibeli untuk
dijual atau diserahkan kepada
konsumen.
 Barang yang digunakan dalam - Barang Baku atau supplies
proses produksi jika - Barang Dalam Proses
memproduksi sendiri (setengah jadi)
(swakelola) - Barang jadi
6
JENIS PERSEDIAAN
 Perusahaan dagang
Persediaan berupa barang yang dibeli dengan tujuan
untuk dijual
 Perusahaan manufaktur
Bahan baku dan penolong, Barang dalam proses, Barang
jadi/produk selesai
7
PENGAKUAN PERSEDIAAN
 Persediaan diakui pada saat diterima atau hak
kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah
 Harga Pokok (Cost) Persediaan adalah jumlah semua
pengeluaran langsung atau tidak langsung yang
berhubungan dengan perolehan, penyiapan dan
penempatan persediaan tersebut agar dapat dijual.
8
MASALAH KEPEMILIKAN BARANG
Barang sudah dicatat sebagai persediaan didasarkan pada hak
kepemilikannya. Penentuan perpindahan hak atas barang antara
lain timbul dalam keadaan:
 Barang dalam perjalanan (Good in Transit)
 Barang yang dipisahkan
 Barang Konsinyasi
 Barang Angsuran
9
Goods on Transit
 FOB Shipping Point : hak atas seluruh muatan beralih ke
pembeli dengan pada saat pengiriman. Ketika barang dalam
perjalanan dimasukkan dalam persediaan si pembeli.
 FOB Destination : hak tidak beralih sampai barang diterima oleh
pembeli. Ketika barang dalam perjalanan dimasukkan dalam
persediaan si penjual,
10
Barang yang Dipisahkan
 Apabila melakukan pembelian tetapi pengiriman tidak
dilakukan sekaligus maka pembeli dapat mencatat
pembelian dan menambah persediaan barangnya.
11
Barang Konsinyasi
 Sebelum barang tersebut dijual masih tetap menjadi
persediaan pihak yang menitipkan (consignor) dan pihak
yang menerima titipan (consignee) tidak mempunyai hak
atas barang tersebut sehingga tidak mencatat sebagai
persediaan
12
Penjualan Angsuran
 Hak atas barang tetap pada penjual sampai seluruh harga
jualnya dilunasi. Penjual akan melaporkan barang
tersebut dalam persediaannya dikurangi dengan jumlah
yang sudah dibayar. Pembeli akan melaporkan barang-
barang tersebut dalam persediaannya sejumlah yang
sudah dibayarkan.
13
PENGUKURAN PERSEDIAAN
 Biaya perolehan apabila diperoleh dengan pembelian
 Biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi
sendiri
 Nilai wajar apabila apabila diperoleh dengan cara lainnya
seperti donasi/rampasan
14
 Biaya Perolehan Persediaan diperoleh dengan pembelian
= Harga Pembelian + Biaya Pengangkutan +
Biaya Penanganan – Potongan Harga-
Rabat
 Biaya Standar Persediaan diperoleh dg memproduksi sendiri
= Biaya langsung+ Biaya tidak langsung
 Nilai wajar Persediaan diperoleh dengan cara lain, misal
donasi/rampasan
= Nilai tukar aset secara wajar
15
METODE PENCATATAN PERSEDIAAN
1. Metode Fisik/Periodic, pada metode fisik setiap ada mutasi persediaan
tidak ada catatannya sehingga untuk mengetahui nilai persediaan harus
dilakukan dengan penghitungan secara fisik. Begitu juga harga pokok
penjualan baru dapat dihitung setelah persediaan akhir sudah dihitung.
2. Metode Buku/Perpectual, pada metode ini setiap ada mutasi persediaan
selalu dilakukan pencatatan sehingga sewaktu-waktu dapat diketahui saldo
dari persediaan.
PERBEDAAN PENCATATAN
16
Transaksi Prepetual Periodik
Pembelian Persediaan xx
Kas/Hut xx
Pembelian xx
Kas/Hut xx
Retur pembelian
& pot harga
Hutang xx
Persediaan xx
Hutang xx
Retur Pemb xx
Biaya Angkut Persediaan xx
Kas xx
Bi. Angkut xx
kas xx
17
Pembayaran Hutang xx
Kas xx
Persed xx
Hutang xx
Kas xx
Pot pemb xx
Penjualan Kas/Piut xx
Penjualan xx
HPPenj xx
Persed xx
Kas/Piut xx
Penjualan xx
Retur penj & pot
harga
Retur penj xx
Piutang xx
Persediaan xx
HPPenj xx
Retur penj xx
Piutang xx
18
Pelunasan/
Penerimaan kas
Kas xx
Pot Penj xx
Piutang xx
Kas xx
Pot Penj xx
Piutang xx
19
PERBEDAAN PENCATATAN
Pembelian Persediaan - Periodic
Pembelian 3,000
Hutang Dagang 3,000
Penjualan periode berjalan - Periodic
Piutang Dadang 4,125
Penjualan 4,125
Piutang Dagang 4,125
Penjualan 4,125
Harga Pokok Penjualan 2,750
Persediaan Barang Dagang 2,750
Persediaan Barang Dagang 3,000
Utang Dagang 3,000
Pembelian Persediaan - Perpetual
Penjualan selama periode - Perpetual
20
METODE PENENTUAN HARGA POKOK
PERSEDIAAN
 Metode Identifikasi Khusus (Specific Identification)
 Metode FIFO (First In First Out)
 Metode LIFO (Last In First Out)
 Metode Rata-Rata (Average)
 Metode LCM (Lower of Cost or Market)
 Metode Taksiran ; Retail Methode, Gross Profit Methode,
21
Identifikasi Khusus
 Metode ini berdasarkan anggapan bahwa arus barang harus
sama dengan arus biaya. Tiap jenis barang dipisah
berdasarkan harga pokoknya dan tiap kelompok dibuatkan
kartu persediaan sendiri. Contohnya ponsel merek A tipe 123
dibuatkan kartu persediaan sendiri.
 Harga pokok penjualan terdiri dari harga pokok barang-
barang yang dijual, dan sisanya merupakan persediaan akhir.
 Metode ini dapat digunakan perusahaan yang menggunakan
prosedur pencatatan persediaan dengan cara periodik
maupun perpectual.
 Tetapi karena cara ini menimbulkan banyak pekerjaan
tambahan maupun gudang yang luas maka jarang digunakan.
 Metode ini biasanya diterapkan pada perusahaan yang
menjual produk dengan harga mahal, jumlah dan jenis
produknya terbatas.
22
Contoh Metode Identifikasi Khusus :
Mobil A Mobil B Mobil C
Pembelian Rp 40.000 Rp 50.000 Rp 180.000
Penjualan Rp 45.000
Jurnal untuk mencatat pembelian :
Pembelian (Mobil A) Rp 40.000,00
Pembelian (Mobil B) Rp 50.000,00
Pembelian (Mobil C) Rp 180.000,00
Kas ( Hutang) Rp 270.000,00
Jurnal untuk mencatat penjualan :
Kas ( Piutang ) Rp 45.000,00
Penjualan Rp 45.000,00
Menentukan persediaan akhir:
Mobil yang belum terjual adalah mobil B dan Mobil C yang nilai
belinya adalah : Rp. 50.000,00 + Rp. 180.000,00 = Rp. 230.000,00
Melaporan Persediaan dalam neraca akhir
23
Perpetual Inventory Costs
Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan
FIFO and LIFO Perpetual Systems
Cost of
Mdse. Sold
Item 127B Units Cost Price
Jan. 1 Inventory 10 $20
4 Penjualan 7 $30
10 Pembelian 8 21
22 Penjualan 4 31
28 Penjualan 2 32
30 Pembelian 10 22
24
25
Item 127B
FIFO Perpetual Inventory Account
Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Jan. 1 10 20 200
Perusahaan memulai usahanya
dengan 10 units barang 127B
senilai $200.
26
Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan
FIFO and LIFO Perpetual Systems
Cost of
Mdse. Sold
Item 127B Units Cost Price
Jan. 1 Inventory 10 $20
4 Penjuala 7 $30
10 Pembelian 8 21
22 Penjualan 4 31
28 Penjualan 2 32
30 Pembelian 10 22
FIFO Perpetual Inventory Account
4 Januari, 7 units barang
127B terjual seharga @ $30.
27
Item 127B
FIFO Perpetual Inventory Account
Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Penjualan 7 units menyisakan
saldo 3 units.
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
Jan. 1 10 20 200
4 Januari , 7 units barang
127B terjual seharga @ $30.
28
Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan
FIFO and LIFO Perpetual Systems
Cost of
Mdse. Sold
Item 127B Units Cost Price
Jan. 1 Inventory 10 $20
4 Sale 7 $30
10 Purchase 8 21
22 Sale 4 31
28 Sale 2 32
30 Purchase 10 22
FIFO Perpetual Inventory Account
10 January , perusahaan membeli 8
units seharga @ $21.
29
Item 127B
FIFO Perpetual Inventory Account
Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
10 8 21 168 3 20 60
8 21 168
10 January, perusahaan membeli
8 units seharga @ $21.
Karena harga pembelian $21 berbeda
dengan harga perolehan sebelumnya 3
units persediaan yang ada, saldo
bersediaan sebesar 11 units perhitungkan
secara terpisah.
30
Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan
FIFO and LIFO Perpetual Systems
Cost of
Mdse. Sold
Item 127B Units Cost Price
Jan. 1 Inventory 10 $20
4 Penjualan 7 $30
10 Pembelian 8 21
22 Penjualan 4 31
28 Penjualan 2 32
30 Pembelian 10 22
FIFO Perpetual Inventory Account
22 Januari, perusahaan
menjual 4 units @ $31.
31
Item 127B
Purchases Cost of Mdse. Sold Inventory Balance
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
10 8 21 168 3 20 60
8 21 168
FIFO Perpetual Inventory Account
22 3 20 60
1 21 21 7 21 147
Untuk 4 units yang terjual, 3
diantaranya berasal dari
persediaan yang pertama masuk
22 January,
perusahaan menjual 4
units @ $31.
32
FIFO Perpetual Inventory Account
28 Januari , perusahaan
menjual 2 units @ $32.
Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan
FIFO and LIFO Perpetual Systems
Cost of
Mdse. Sold
Item 127B Units Cost Price
Jan. 1 Inventory 10 $20
4 Penjualan 7 $30
10 Pembelian 8 21
22 Penjualan 4 31
28 Penjualan 2 32
30 Pembelian 10 22
33
Item 127B
Pembelian Penjualan Saldo Persediaan
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
10 8 21 168 3 20 60
8 21 168
FIFO Perpetual Inventory Account
22 3 20 60
1 21 21 7 21 147
28 2 21 42 5 21 105
28 Januari , perusahaan
menjual 2 units @ $32.
34
FIFO Perpetual Inventory Account
30 Januari, pembelian 10 units
tambahan barang 127B seharga @ $22.
Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan
FIFO and LIFO Perpetual Systems
Cost of
Mdse. Sold
Item 127B Units Cost Price
Jan. 1 Inventory 10 $20
4 Penjualan 7 $30
10 Pembelian 8 21
22 Penjualan 4 31
28 Penjualan 2 32
30 Pembelian 10 22
35
Item 127B
Penjualan Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
10 8 21 168 3 20 60
8 21 168
FIFO Perpetual Inventory Account
22 3 20 60
1 21 21 7 21 147
28 2 21 42 5 21 105
30 10 22 220 5 21 105
10 22 220
Totals 18 $388 13 $263 15 $325
30 January , pembelian 10
units tambahan barang
127B seharga @ $22.
36
37
Item 127B
LIFO Perpetual Inventory Account
Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Jan. 1 10 20 200
Perusahaan memulai awal
tahun dengan 10 units barang
127B yang tersedia dengan
total harga $200.
38
Item 127B
LIFO Perpetual Inventory Account
Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
4 January , perusahaan
menjual 7 units seharga @
$30.
39
Item 127B
LIFO Perpetual Inventory Account
Purchases Cost of Mdse. Sold Inventory Balance
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
10 8 21 168 3 20 60
8 21 168
10 January ,
perusahaan membeli 8
units seharga @ $21.
Penyajian data
persediaan yg terkini.
40
Item 127B
LIFO Perpetual Inventory Account
Purchases Cost of Mdse. Sold Inventory Balance
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
10 8 21 168 3 20 60
8 21 168
On January 22, the
firm sells four
units at $31 each.
22 4 21 84 3 20 60
4 21 84
4 units terjual, semuanya
berasal dari pembelian yang
paling terakhir seharga @ $21.
41
Item 127B
LIFO Perpetual Inventory Account
Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
10 8 21 168 3 20 60
8 21 168
28 Januari, terjual 2
units seharga @ $32 .
22 4 21 84 3 20 60
4 21 84
28 2 21 42 3 20 60
2 21 42
42
Item 127B
LIFO Perpetual Inventory Account
Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
10 8 21 168 3 20 60
8 21 168
30 January, pembelian 10
units seharga @ $22 .
22 4 21 84 3 20 60
4 21 84
28 2 21 42 3 20 60
2 21 42
30 10 22 220 3 20 60
2 21 42
10 22 220
43
Item 127B
LIFO Perpetual Inventory Account
Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan
Unit Total Unit Total Unit Total
Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost
Jan. 1 10 20 200
4 7 20 140 3 20 60
10 8 21 168 3 20 60
8 21 168
22 4 21 84 3 20 60
4 21 84
28 2 21 42 3 20 60
2 21 42
30 10 22 220 3 20 60
2 21 42
10 22 220
Totals 18 $388 13 $266 15 $322
44
Fifo
Periodic
45
Jan. 1 Persediaan
Awal
200 units @ $9
Mar. 10 Pembelian
300 units @ $10
400 units @ $11 Sept. 21 Pembelian
100 units @ $12 Nov. 18 Pembelian
1,000 units tersedia
untuk dijual
Fifo Periodic
46
Fifo Periodic
200 units @ $9
300 units @ $10
400 units @ $11
100 units @ $12
1,000 units tersedia
untuk dijual
$10,400
= $1,800 Jan. 1
= 3,000 Mar. 10
= 4,400 Sept. 21
= 1,200 Nov. 18
Nilai persediaan
tersedian untuk dijual
47
Fifo Periodic
Perhitungan fisik pada 31
December menunjukkan
bahwa 700 dari 1,000
units telah terjual.
Menggunakan fifo, unit yang pertama
kali dibeli secara teori adalah yang
pertama dikeluarkan. Kita mulai
dengan perhitungan pada 1 January .
48
Fifo Periodic
200 units @ $9
300 units @ $10
400 units @ $11
100 units @ $12
1,000 units tersedia
untuk dijual
$10,400
= $1,800 Jan. 1
= 3,000 Mar. 10
= 4,400 Sept. 21
= 1,200 Nov. 18
Terjual 200
Terjual 300
Sold 200 of these
200 units @ $11
= $ 0 Jan. 1
= 0 Mar. 10
= 2,200 Sept. 21
$ 3,400
Persediaan Akhir
49
Nilai persediaan tersedia u/ dijual $10,400
Dikurangi persediaan akhir 3,400
Harga Pokok Penjualan $ 7,000
Fifo Periodic
50
Jan. 1
200 units at $9
Summary of Fifo Periodic
Mar. 10
300 units at $10
Sep. 21
400 units at $11
Nov. 18
100 units at $12
$1,800
$3,000
$4,400
$1,200
Pembelian
Persediaan
Tersedia u/
Dijual
$1,800
$3,000
$2,200
Harga Pokok
Penjualan
200 units at $9
$10,400
$2,200
$1,200
$7,000
Merchandise
Inventory
$3,400
300 units at $10
200 units at $11
200 units at $11
100 units at $12
1,000 units
700 units
300 units
51
Lifo
Periodic
52
Jan. 1 Persediaan
Awal
200 units @ $9
Mar. 10 Pembelian
300 units @ $10
400 units @ $11 Sept. 21 Pembelian
100 units @ $12 Nov. 18 Pembelian
1,000 units tersedia
untuk dijual
Lifo Periodic
Menggunakan lifo, barang yang
terakhir dibeli adalah barang yang
pertama dikeluarkan untuk dijual
53
Jan. 1 Persediaan
Awal
200 units @ $9
Mar. 10 Pembelian
300 units @ $10
400 units @ $11 Sept. 21 Pembelian
100 units @ $12 Nov. 18 Purchase
1,000 units tersedia
untuk dijual
Lifo Periodic
Asumsikan lagi bahwa
700 units terjual selama
periode berjalan .
54
200 units @ $9
300 units @ $10
400 units @ $11
100 units @ $12
1,000 units tersedia
untuk dijual
Lifo Periodic
Sold these 100
Sold these 400
Sold 200 of these
100 units @ $10
= $1,800 Jan. 1
= 3,000 Mar. 10
= 4,400 Sept. 21
= 1,200 Nov. 18
$10,400
0
0
1,000
Persediaan Akhir
$2,800
55
Nilai persediaan tersedia untuk dijual $10,400
Dikurangi persediaan barang akhir 2,800
Harga Pokok Penjualan $ 7,600
Lifo Periodic
56
Jan. 1
200 units at $9
Summary of Lifo Periodic
Mar. 10
300 units at $10
Sep. 21
400 units at $11
Nov. 18
100 units at $12
$1,800
$3,000
$4,400
$1,200
$1,800
$1,000
Harga Pokok
Penjualan
200 units at $9
$10,400
$4,400
$1,200
$2,800
$7,600
100 units at $10
200 units at $10
400 units at $11
100 units at $12
$2,000
700 units
1,000 units
300 units
Pembelian
Persediaan
Tersedia u/
Dijual
Merchandise
Inventory
57
Jan. 1 Persediaan
awal
200 units @ $9
Mar. 10 Pembelian
300 units @ $10
400 units @ $11 Sept. 21 Pembelian
100 units @ $12 Nov. 18 Pembelian
1,000 units tersedia
untuk dijual
Metode Har
Rata-rata d
berdasarkan
rata dari unit
Average Cost Periodic
58
Average Cost Periodic
200 units @ $9 = $ 1,800
1,000 units tersedia
untuk dijual
300 units @ $10 = $ 3,000
400 units @ $11 = $ 4,400
100 units @ $11 = $ 1,200
$10,400 Nilai Persediaan
tersedia untuk
dijual
59
Nilai Persediaan Tersedia
untuk Dijual
Units Tersedia untuk
Dijual
= Nilai Rata-rata Unit
$10,400
1,000 Units
= $10.40 per Unit
Average Cost Periodic
60
Nilai Persediaan yg tersedia u/ dijual $10,400
Dikurangi persediaan barang akhir
($10.40 x 300) 3,120
Harga Pokok Penjualan $ 7,280
Untuk memverifikasi
jumlah ini, kalikan
700 units penjualan
dengan $10.40 =
$7,280.
Average Cost Periodic
61
Penilaian Persediaan Menurut
LCM (Lower Cost Method)
 Persediaan dinilai berdasarkan harga
terendah antara harga perolehan (buku)
dengan harga pasar persediaan
tersebut
 Dapat diberlakukan untuk tiap jenis
persediaan, kelompok persediaan atau
keseluruhan persediaan
62
Penilaian Persediaan Menurut
Harga Eceran
 Penilaian persediaan maupun harga pokok
persediaan dihitung dengan melihat harga
eceran masing-masing jenis persediaan.
 Didasarkan pada hubungan antara harga
pokok barang yang siap untuk dijual dengan
harga jualnya.
 Biasa digunakan untuk perusahaan yang
bergerak dalam bidang retail
63
Contoh Retail Methode
UD. Berkat mempunyai data persediaan sebagai berikut :
Harga Pokok Harga Jual
Persediaan awal 3.500.000 7.000.000
Pembelian 15.750.000 + 28.000.000 +
BTUD 19.250.000 35.000.000
% harga pokok terhadap harga jual :
(19.250.000/35.000.000) x 100% = 55 %
Penjualan bersih 29.500.000 –
Persediaan akhir eceran 5.500.000
Persediaan akhir eceran dengan harga pokok (perolehan) :
55 % x 5.500.000 = 3.025.000
Beban Pokok Penjualan :
19.250.000 – 3.025.000 = 16.225.000
64
Soal
Transaksi-transaksi dibawah ini adalah transaksi-transaksi yang bersangkutan
dengan jual beli barang dagangan PT. Mayora Tbk.
• Persediaan awal 1 Januari X1 Rp. 24.200.000.
• Pembelian tunai selama Tahun X1 Rp. 67.500.000.
• Pembelian retur selama tahun X1 Rp. 2.150.000.
• Penjualan tunai 25% diatas HPP tahun X1 Rp. 82.300.000.
• Penjualan retur (10% dari penjualan selama tahun X1 Rp. 8.230.000.
• Persediaan akhir 31 Desember X1 Rp. 30.294.000.
Diminta : Jurnal transaksi di atas dengan metode Periodeik atau perpectual
LATIHAN
65
Soal 2
Perusahaan menggunakan LCM dari harga perolehan atau
harga pasar untuk menyajikan nilai persediaan di Neraca.
Data yang tersedian pada 31 Desember X1
• Taksiran harga jual Rp. 9.000.000.
• Taksiran biaya penjualan Rp. 3.000.000.
• Taksiran laba normal Rp. 2.000.000.
• Berdasarkan data tersebut . Batas atas (ceilingnya
adalah sebesar)
66
Soal 3
Data persediaan PT. TBK pada 31 Desember X0 yang
ditentukan dengan nilai terendah dari harga perolehan :
Dari data tersebut tentukan nilai persediaan 31 Desember X0
Jenis
persediaan
Harga
perolehan
Harga
Pengganti
Batas atas Batas Bawah
Barang A 1.200 1.500 1.600 1.300
Barang B 900 1.000 950 800
Barang C 800 700 900 600

2. Akuntansi Persediaan.ppt

  • 1.
    AKUNTANSI PERSEDIAAN Akuntansi Keuangan Menengah1 Adopted by: Padlah Riyadi., MM., MH., M.Ak., CA., Ak.,Asean CPA., CIFRS., CPRM., CIAP., CIAE., CLMA
  • 2.
    2 PERSEDIAAN Aset dalam bentukbarang atau perlengkapan(supplies) yang diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional atau barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual dalam waktu 12 bulan dari tanggal perolehan.
  • 3.
    3 CAKUPAN PERSEDIAAN  Barangatau perlengkapan untuk operasional  Bahan atau perlengkapan untuk proses produksi  Barang dalam proses produksi  Barang yang disimpan untuk dijual atau diserahkan kepada masyarakat dalam rangka kegiatan pemerintahan
  • 4.
    4 CONTOH PERSEDIAAN  Barangkonsumsi  Amunisi  Bahan untuk pemeliharaan  Suku cadang  Persediaan untuk tujuan strategis/ berjaga-jaga  Materai baku  Barang dalam proses/setengah jadi
  • 5.
    5  Barang atauperlengkapan - Barang Habis Pakai (supplies) yg digunakan sendiri - Barang Tak Habis Pakai dalam rangka kegiatan operasional - Barang Bekas Pakai  Barang yang dibeli untuk dijual atau diserahkan kepada konsumen.  Barang yang digunakan dalam - Barang Baku atau supplies proses produksi jika - Barang Dalam Proses memproduksi sendiri (setengah jadi) (swakelola) - Barang jadi
  • 6.
    6 JENIS PERSEDIAAN  Perusahaandagang Persediaan berupa barang yang dibeli dengan tujuan untuk dijual  Perusahaan manufaktur Bahan baku dan penolong, Barang dalam proses, Barang jadi/produk selesai
  • 7.
    7 PENGAKUAN PERSEDIAAN  Persediaandiakui pada saat diterima atau hak kepemilikannya dan/atau kepenguasaannya berpindah  Harga Pokok (Cost) Persediaan adalah jumlah semua pengeluaran langsung atau tidak langsung yang berhubungan dengan perolehan, penyiapan dan penempatan persediaan tersebut agar dapat dijual.
  • 8.
    8 MASALAH KEPEMILIKAN BARANG Barangsudah dicatat sebagai persediaan didasarkan pada hak kepemilikannya. Penentuan perpindahan hak atas barang antara lain timbul dalam keadaan:  Barang dalam perjalanan (Good in Transit)  Barang yang dipisahkan  Barang Konsinyasi  Barang Angsuran
  • 9.
    9 Goods on Transit FOB Shipping Point : hak atas seluruh muatan beralih ke pembeli dengan pada saat pengiriman. Ketika barang dalam perjalanan dimasukkan dalam persediaan si pembeli.  FOB Destination : hak tidak beralih sampai barang diterima oleh pembeli. Ketika barang dalam perjalanan dimasukkan dalam persediaan si penjual,
  • 10.
    10 Barang yang Dipisahkan Apabila melakukan pembelian tetapi pengiriman tidak dilakukan sekaligus maka pembeli dapat mencatat pembelian dan menambah persediaan barangnya.
  • 11.
    11 Barang Konsinyasi  Sebelumbarang tersebut dijual masih tetap menjadi persediaan pihak yang menitipkan (consignor) dan pihak yang menerima titipan (consignee) tidak mempunyai hak atas barang tersebut sehingga tidak mencatat sebagai persediaan
  • 12.
    12 Penjualan Angsuran  Hakatas barang tetap pada penjual sampai seluruh harga jualnya dilunasi. Penjual akan melaporkan barang tersebut dalam persediaannya dikurangi dengan jumlah yang sudah dibayar. Pembeli akan melaporkan barang- barang tersebut dalam persediaannya sejumlah yang sudah dibayarkan.
  • 13.
    13 PENGUKURAN PERSEDIAAN  Biayaperolehan apabila diperoleh dengan pembelian  Biaya standar apabila diperoleh dengan memproduksi sendiri  Nilai wajar apabila apabila diperoleh dengan cara lainnya seperti donasi/rampasan
  • 14.
    14  Biaya PerolehanPersediaan diperoleh dengan pembelian = Harga Pembelian + Biaya Pengangkutan + Biaya Penanganan – Potongan Harga- Rabat  Biaya Standar Persediaan diperoleh dg memproduksi sendiri = Biaya langsung+ Biaya tidak langsung  Nilai wajar Persediaan diperoleh dengan cara lain, misal donasi/rampasan = Nilai tukar aset secara wajar
  • 15.
    15 METODE PENCATATAN PERSEDIAAN 1.Metode Fisik/Periodic, pada metode fisik setiap ada mutasi persediaan tidak ada catatannya sehingga untuk mengetahui nilai persediaan harus dilakukan dengan penghitungan secara fisik. Begitu juga harga pokok penjualan baru dapat dihitung setelah persediaan akhir sudah dihitung. 2. Metode Buku/Perpectual, pada metode ini setiap ada mutasi persediaan selalu dilakukan pencatatan sehingga sewaktu-waktu dapat diketahui saldo dari persediaan.
  • 16.
    PERBEDAAN PENCATATAN 16 Transaksi PrepetualPeriodik Pembelian Persediaan xx Kas/Hut xx Pembelian xx Kas/Hut xx Retur pembelian & pot harga Hutang xx Persediaan xx Hutang xx Retur Pemb xx Biaya Angkut Persediaan xx Kas xx Bi. Angkut xx kas xx
  • 17.
    17 Pembayaran Hutang xx Kasxx Persed xx Hutang xx Kas xx Pot pemb xx Penjualan Kas/Piut xx Penjualan xx HPPenj xx Persed xx Kas/Piut xx Penjualan xx Retur penj & pot harga Retur penj xx Piutang xx Persediaan xx HPPenj xx Retur penj xx Piutang xx
  • 18.
    18 Pelunasan/ Penerimaan kas Kas xx PotPenj xx Piutang xx Kas xx Pot Penj xx Piutang xx
  • 19.
    19 PERBEDAAN PENCATATAN Pembelian Persediaan- Periodic Pembelian 3,000 Hutang Dagang 3,000 Penjualan periode berjalan - Periodic Piutang Dadang 4,125 Penjualan 4,125 Piutang Dagang 4,125 Penjualan 4,125 Harga Pokok Penjualan 2,750 Persediaan Barang Dagang 2,750 Persediaan Barang Dagang 3,000 Utang Dagang 3,000 Pembelian Persediaan - Perpetual Penjualan selama periode - Perpetual
  • 20.
    20 METODE PENENTUAN HARGAPOKOK PERSEDIAAN  Metode Identifikasi Khusus (Specific Identification)  Metode FIFO (First In First Out)  Metode LIFO (Last In First Out)  Metode Rata-Rata (Average)  Metode LCM (Lower of Cost or Market)  Metode Taksiran ; Retail Methode, Gross Profit Methode,
  • 21.
    21 Identifikasi Khusus  Metodeini berdasarkan anggapan bahwa arus barang harus sama dengan arus biaya. Tiap jenis barang dipisah berdasarkan harga pokoknya dan tiap kelompok dibuatkan kartu persediaan sendiri. Contohnya ponsel merek A tipe 123 dibuatkan kartu persediaan sendiri.  Harga pokok penjualan terdiri dari harga pokok barang- barang yang dijual, dan sisanya merupakan persediaan akhir.  Metode ini dapat digunakan perusahaan yang menggunakan prosedur pencatatan persediaan dengan cara periodik maupun perpectual.  Tetapi karena cara ini menimbulkan banyak pekerjaan tambahan maupun gudang yang luas maka jarang digunakan.  Metode ini biasanya diterapkan pada perusahaan yang menjual produk dengan harga mahal, jumlah dan jenis produknya terbatas.
  • 22.
    22 Contoh Metode IdentifikasiKhusus : Mobil A Mobil B Mobil C Pembelian Rp 40.000 Rp 50.000 Rp 180.000 Penjualan Rp 45.000 Jurnal untuk mencatat pembelian : Pembelian (Mobil A) Rp 40.000,00 Pembelian (Mobil B) Rp 50.000,00 Pembelian (Mobil C) Rp 180.000,00 Kas ( Hutang) Rp 270.000,00 Jurnal untuk mencatat penjualan : Kas ( Piutang ) Rp 45.000,00 Penjualan Rp 45.000,00 Menentukan persediaan akhir: Mobil yang belum terjual adalah mobil B dan Mobil C yang nilai belinya adalah : Rp. 50.000,00 + Rp. 180.000,00 = Rp. 230.000,00 Melaporan Persediaan dalam neraca akhir
  • 23.
    23 Perpetual Inventory Costs DataBiaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20 4 Penjualan 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22
  • 24.
  • 25.
    25 Item 127B FIFO PerpetualInventory Account Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan. 1 10 20 200 Perusahaan memulai usahanya dengan 10 units barang 127B senilai $200.
  • 26.
    26 Data Biaya Persediaanuntuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20 4 Penjuala 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22 FIFO Perpetual Inventory Account 4 Januari, 7 units barang 127B terjual seharga @ $30.
  • 27.
    27 Item 127B FIFO PerpetualInventory Account Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Penjualan 7 units menyisakan saldo 3 units. Jan. 1 10 20 200 4 7 20 140 3 20 60 Jan. 1 10 20 200 4 Januari , 7 units barang 127B terjual seharga @ $30.
  • 28.
    28 Data Biaya Persediaanuntuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20 4 Sale 7 $30 10 Purchase 8 21 22 Sale 4 31 28 Sale 2 32 30 Purchase 10 22 FIFO Perpetual Inventory Account 10 January , perusahaan membeli 8 units seharga @ $21.
  • 29.
    29 Item 127B FIFO PerpetualInventory Account Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan. 1 10 20 200 4 7 20 140 3 20 60 10 8 21 168 3 20 60 8 21 168 10 January, perusahaan membeli 8 units seharga @ $21. Karena harga pembelian $21 berbeda dengan harga perolehan sebelumnya 3 units persediaan yang ada, saldo bersediaan sebesar 11 units perhitungkan secara terpisah.
  • 30.
    30 Data Biaya Persediaanuntuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20 4 Penjualan 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22 FIFO Perpetual Inventory Account 22 Januari, perusahaan menjual 4 units @ $31.
  • 31.
    31 Item 127B Purchases Costof Mdse. Sold Inventory Balance Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan. 1 10 20 200 4 7 20 140 3 20 60 10 8 21 168 3 20 60 8 21 168 FIFO Perpetual Inventory Account 22 3 20 60 1 21 21 7 21 147 Untuk 4 units yang terjual, 3 diantaranya berasal dari persediaan yang pertama masuk 22 January, perusahaan menjual 4 units @ $31.
  • 32.
    32 FIFO Perpetual InventoryAccount 28 Januari , perusahaan menjual 2 units @ $32. Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20 4 Penjualan 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22
  • 33.
    33 Item 127B Pembelian PenjualanSaldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan. 1 10 20 200 4 7 20 140 3 20 60 10 8 21 168 3 20 60 8 21 168 FIFO Perpetual Inventory Account 22 3 20 60 1 21 21 7 21 147 28 2 21 42 5 21 105 28 Januari , perusahaan menjual 2 units @ $32.
  • 34.
    34 FIFO Perpetual InventoryAccount 30 Januari, pembelian 10 units tambahan barang 127B seharga @ $22. Data Biaya Persediaan untuk mengilustrasikan FIFO and LIFO Perpetual Systems Cost of Mdse. Sold Item 127B Units Cost Price Jan. 1 Inventory 10 $20 4 Penjualan 7 $30 10 Pembelian 8 21 22 Penjualan 4 31 28 Penjualan 2 32 30 Pembelian 10 22
  • 35.
    35 Item 127B Penjualan HargaPokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan. 1 10 20 200 4 7 20 140 3 20 60 10 8 21 168 3 20 60 8 21 168 FIFO Perpetual Inventory Account 22 3 20 60 1 21 21 7 21 147 28 2 21 42 5 21 105 30 10 22 220 5 21 105 10 22 220 Totals 18 $388 13 $263 15 $325 30 January , pembelian 10 units tambahan barang 127B seharga @ $22.
  • 36.
  • 37.
    37 Item 127B LIFO PerpetualInventory Account Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan. 1 10 20 200 Perusahaan memulai awal tahun dengan 10 units barang 127B yang tersedia dengan total harga $200.
  • 38.
    38 Item 127B LIFO PerpetualInventory Account Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan. 1 10 20 200 4 7 20 140 3 20 60 4 January , perusahaan menjual 7 units seharga @ $30.
  • 39.
    39 Item 127B LIFO PerpetualInventory Account Purchases Cost of Mdse. Sold Inventory Balance Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan. 1 10 20 200 4 7 20 140 3 20 60 10 8 21 168 3 20 60 8 21 168 10 January , perusahaan membeli 8 units seharga @ $21. Penyajian data persediaan yg terkini.
  • 40.
    40 Item 127B LIFO PerpetualInventory Account Purchases Cost of Mdse. Sold Inventory Balance Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan. 1 10 20 200 4 7 20 140 3 20 60 10 8 21 168 3 20 60 8 21 168 On January 22, the firm sells four units at $31 each. 22 4 21 84 3 20 60 4 21 84 4 units terjual, semuanya berasal dari pembelian yang paling terakhir seharga @ $21.
  • 41.
    41 Item 127B LIFO PerpetualInventory Account Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan. 1 10 20 200 4 7 20 140 3 20 60 10 8 21 168 3 20 60 8 21 168 28 Januari, terjual 2 units seharga @ $32 . 22 4 21 84 3 20 60 4 21 84 28 2 21 42 3 20 60 2 21 42
  • 42.
    42 Item 127B LIFO PerpetualInventory Account Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan. 1 10 20 200 4 7 20 140 3 20 60 10 8 21 168 3 20 60 8 21 168 30 January, pembelian 10 units seharga @ $22 . 22 4 21 84 3 20 60 4 21 84 28 2 21 42 3 20 60 2 21 42 30 10 22 220 3 20 60 2 21 42 10 22 220
  • 43.
    43 Item 127B LIFO PerpetualInventory Account Pembelian Harga Pokok Penjualan Saldo Persediaan Unit Total Unit Total Unit Total Date Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Qty. Cost Cost Jan. 1 10 20 200 4 7 20 140 3 20 60 10 8 21 168 3 20 60 8 21 168 22 4 21 84 3 20 60 4 21 84 28 2 21 42 3 20 60 2 21 42 30 10 22 220 3 20 60 2 21 42 10 22 220 Totals 18 $388 13 $266 15 $322
  • 44.
  • 45.
    45 Jan. 1 Persediaan Awal 200units @ $9 Mar. 10 Pembelian 300 units @ $10 400 units @ $11 Sept. 21 Pembelian 100 units @ $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia untuk dijual Fifo Periodic
  • 46.
    46 Fifo Periodic 200 units@ $9 300 units @ $10 400 units @ $11 100 units @ $12 1,000 units tersedia untuk dijual $10,400 = $1,800 Jan. 1 = 3,000 Mar. 10 = 4,400 Sept. 21 = 1,200 Nov. 18 Nilai persediaan tersedian untuk dijual
  • 47.
    47 Fifo Periodic Perhitungan fisikpada 31 December menunjukkan bahwa 700 dari 1,000 units telah terjual. Menggunakan fifo, unit yang pertama kali dibeli secara teori adalah yang pertama dikeluarkan. Kita mulai dengan perhitungan pada 1 January .
  • 48.
    48 Fifo Periodic 200 units@ $9 300 units @ $10 400 units @ $11 100 units @ $12 1,000 units tersedia untuk dijual $10,400 = $1,800 Jan. 1 = 3,000 Mar. 10 = 4,400 Sept. 21 = 1,200 Nov. 18 Terjual 200 Terjual 300 Sold 200 of these 200 units @ $11 = $ 0 Jan. 1 = 0 Mar. 10 = 2,200 Sept. 21 $ 3,400 Persediaan Akhir
  • 49.
    49 Nilai persediaan tersediau/ dijual $10,400 Dikurangi persediaan akhir 3,400 Harga Pokok Penjualan $ 7,000 Fifo Periodic
  • 50.
    50 Jan. 1 200 unitsat $9 Summary of Fifo Periodic Mar. 10 300 units at $10 Sep. 21 400 units at $11 Nov. 18 100 units at $12 $1,800 $3,000 $4,400 $1,200 Pembelian Persediaan Tersedia u/ Dijual $1,800 $3,000 $2,200 Harga Pokok Penjualan 200 units at $9 $10,400 $2,200 $1,200 $7,000 Merchandise Inventory $3,400 300 units at $10 200 units at $11 200 units at $11 100 units at $12 1,000 units 700 units 300 units
  • 51.
  • 52.
    52 Jan. 1 Persediaan Awal 200units @ $9 Mar. 10 Pembelian 300 units @ $10 400 units @ $11 Sept. 21 Pembelian 100 units @ $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia untuk dijual Lifo Periodic Menggunakan lifo, barang yang terakhir dibeli adalah barang yang pertama dikeluarkan untuk dijual
  • 53.
    53 Jan. 1 Persediaan Awal 200units @ $9 Mar. 10 Pembelian 300 units @ $10 400 units @ $11 Sept. 21 Pembelian 100 units @ $12 Nov. 18 Purchase 1,000 units tersedia untuk dijual Lifo Periodic Asumsikan lagi bahwa 700 units terjual selama periode berjalan .
  • 54.
    54 200 units @$9 300 units @ $10 400 units @ $11 100 units @ $12 1,000 units tersedia untuk dijual Lifo Periodic Sold these 100 Sold these 400 Sold 200 of these 100 units @ $10 = $1,800 Jan. 1 = 3,000 Mar. 10 = 4,400 Sept. 21 = 1,200 Nov. 18 $10,400 0 0 1,000 Persediaan Akhir $2,800
  • 55.
    55 Nilai persediaan tersediauntuk dijual $10,400 Dikurangi persediaan barang akhir 2,800 Harga Pokok Penjualan $ 7,600 Lifo Periodic
  • 56.
    56 Jan. 1 200 unitsat $9 Summary of Lifo Periodic Mar. 10 300 units at $10 Sep. 21 400 units at $11 Nov. 18 100 units at $12 $1,800 $3,000 $4,400 $1,200 $1,800 $1,000 Harga Pokok Penjualan 200 units at $9 $10,400 $4,400 $1,200 $2,800 $7,600 100 units at $10 200 units at $10 400 units at $11 100 units at $12 $2,000 700 units 1,000 units 300 units Pembelian Persediaan Tersedia u/ Dijual Merchandise Inventory
  • 57.
    57 Jan. 1 Persediaan awal 200units @ $9 Mar. 10 Pembelian 300 units @ $10 400 units @ $11 Sept. 21 Pembelian 100 units @ $12 Nov. 18 Pembelian 1,000 units tersedia untuk dijual Metode Har Rata-rata d berdasarkan rata dari unit Average Cost Periodic
  • 58.
    58 Average Cost Periodic 200units @ $9 = $ 1,800 1,000 units tersedia untuk dijual 300 units @ $10 = $ 3,000 400 units @ $11 = $ 4,400 100 units @ $11 = $ 1,200 $10,400 Nilai Persediaan tersedia untuk dijual
  • 59.
    59 Nilai Persediaan Tersedia untukDijual Units Tersedia untuk Dijual = Nilai Rata-rata Unit $10,400 1,000 Units = $10.40 per Unit Average Cost Periodic
  • 60.
    60 Nilai Persediaan ygtersedia u/ dijual $10,400 Dikurangi persediaan barang akhir ($10.40 x 300) 3,120 Harga Pokok Penjualan $ 7,280 Untuk memverifikasi jumlah ini, kalikan 700 units penjualan dengan $10.40 = $7,280. Average Cost Periodic
  • 61.
    61 Penilaian Persediaan Menurut LCM(Lower Cost Method)  Persediaan dinilai berdasarkan harga terendah antara harga perolehan (buku) dengan harga pasar persediaan tersebut  Dapat diberlakukan untuk tiap jenis persediaan, kelompok persediaan atau keseluruhan persediaan
  • 62.
    62 Penilaian Persediaan Menurut HargaEceran  Penilaian persediaan maupun harga pokok persediaan dihitung dengan melihat harga eceran masing-masing jenis persediaan.  Didasarkan pada hubungan antara harga pokok barang yang siap untuk dijual dengan harga jualnya.  Biasa digunakan untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang retail
  • 63.
    63 Contoh Retail Methode UD.Berkat mempunyai data persediaan sebagai berikut : Harga Pokok Harga Jual Persediaan awal 3.500.000 7.000.000 Pembelian 15.750.000 + 28.000.000 + BTUD 19.250.000 35.000.000 % harga pokok terhadap harga jual : (19.250.000/35.000.000) x 100% = 55 % Penjualan bersih 29.500.000 – Persediaan akhir eceran 5.500.000 Persediaan akhir eceran dengan harga pokok (perolehan) : 55 % x 5.500.000 = 3.025.000 Beban Pokok Penjualan : 19.250.000 – 3.025.000 = 16.225.000
  • 64.
    64 Soal Transaksi-transaksi dibawah iniadalah transaksi-transaksi yang bersangkutan dengan jual beli barang dagangan PT. Mayora Tbk. • Persediaan awal 1 Januari X1 Rp. 24.200.000. • Pembelian tunai selama Tahun X1 Rp. 67.500.000. • Pembelian retur selama tahun X1 Rp. 2.150.000. • Penjualan tunai 25% diatas HPP tahun X1 Rp. 82.300.000. • Penjualan retur (10% dari penjualan selama tahun X1 Rp. 8.230.000. • Persediaan akhir 31 Desember X1 Rp. 30.294.000. Diminta : Jurnal transaksi di atas dengan metode Periodeik atau perpectual LATIHAN
  • 65.
    65 Soal 2 Perusahaan menggunakanLCM dari harga perolehan atau harga pasar untuk menyajikan nilai persediaan di Neraca. Data yang tersedian pada 31 Desember X1 • Taksiran harga jual Rp. 9.000.000. • Taksiran biaya penjualan Rp. 3.000.000. • Taksiran laba normal Rp. 2.000.000. • Berdasarkan data tersebut . Batas atas (ceilingnya adalah sebesar)
  • 66.
    66 Soal 3 Data persediaanPT. TBK pada 31 Desember X0 yang ditentukan dengan nilai terendah dari harga perolehan : Dari data tersebut tentukan nilai persediaan 31 Desember X0 Jenis persediaan Harga perolehan Harga Pengganti Batas atas Batas Bawah Barang A 1.200 1.500 1.600 1.300 Barang B 900 1.000 950 800 Barang C 800 700 900 600