Kultur Feces dalam
Pemeriksaan Mikrobiologi
Venny Patricia, S.Pd, M.Kes
Jenis – jenis Spesimen
Darah
Saluran cerna
(Feces, swab rectal)
Saluran nafas (Sputum, swab
tenggorok, swab hidung)
Luka/Pus
Urine
Saluran genital
(swab vagina, swab
uretra)
Pre Analitik Feces
• Alat untuk pengambilan sampel feces  Cary-Blair,
(bila cair maka dilakukan dengan swab rectal)
• Bila padat menggunakan kontainer steril
Jenis-jenis konsistensi Feces
SPESIMEN SALURAN CERNA
 lambung,duodenum, usus halus dan kolon
A. Spesimen feses
• Isolasi : Shigellae,Salmonella,Campylobacter spp
• Feses segar ± 5-10 gr  wadah bersih,jangan tercampur
urine atau air kloset
• Bila tidak dikultur dalam 1 jam  masukkan medium
buffered glycerol saline
• Feses berdarah/berlendir ambil bagian berdarah/berlendir
tsb
B. Usap dubur (rectal swab)
Pada pasien (dws dan bayi) dg diare akut, konstipasi,
pasien dehidrasi atau pasien shock
Penyimpanan dan pengiriman spesimen :
- Segera kirim ke lab (Kurang dari 2 jam sesudah
pengambilan spesimen)
- Bila jarak diperkirakan > 2 jam  media Carry-
Blair disimpan dalam suhu 4oC tidak lebih dari 24 jam
ALUR Pengambilan
Feces Segar
01
02
03
04
Pasien diharuskan
BAK terlebih dahulu 
agar feces tidak
tercemar urin
Kemudian diambil feces
nya dengan
menggunakan sendok
feces container steril
sebanyak 5 gr
Pasien diinstruksikan
untuk BAB langsung
pada dry pan
Catatan: feces
encer ambil 5
ml; feces granul
ambil 1 gr.
Feces yg tanpa
media transport
> 2 jam 
DITOLAK
Prosedur Pengambilan Swab rectal
1
Pasien dengan
posisi tidur miring
dengan satu kali
ditekuk
2
3
4
5
6
Dubur
direnggangkan dan
pasien menarik
nafas yg dalam
Masukkan swab steril yg
sdh dibasahi NaCl
fisiologis sedalam 2-3 cm,
diputar sambil menekan
dinding rektum
Tarik lidi kapas
keluar dengan
diputar searah
Masukkan lidi kapas
ke dalam media
transport
(Carry-Blair)
Tutup tabung Carry-
Blair dengan rapat
Skema Pemeriksaan Feces
Tabel Uji Biokimia 5...(1)
Tabel Uji Biokimia 5...(2)
Tabel Uji Biokimia 5...(3)
Tabel Uji Biokimia 5...(4)
Tabel Uji Biokimia 5...(5)
Tabel Uji Biokimia 5...(5)
Tabel Uji Biokimia 5...(6)
Tabel Uji Biokimia 6
Prosedur Pembacaan Koloni Feces
E.Coli pada MCA
Shigella pada MCA
Pembacaan koloni
Shigella pada SS Agar
V. cholera pada MC Agar
A. hydrophila pada TCBS
Camyobcater pada Campy Agar
Listeria pada Listeria Agar
PART 2
KULTUR DARAH
Pedoman pengambilan spesimen berdasarkan jenis spesimen
1. SPESIMEN DARAH
• Jumlah dan waktu Pengambilan kultur sebaiknya
sebelum dilakukan tindakan klinis /sebelum diberi
AB/3 hr bebas AB
• Darah diambil pada saat suhu tubuh naik, ok.
bakterimia bersifat intermitten  sebaiknya
diambil 2-3x
• Untuk typhoid  demam minggu pertama
2. Volume darah
Bayi diambil sebanyak 1-3 ml
Anak-anak diperlukan 3-5 ml/1 X ambil
Dewasa diperlukan 10-20 ml/ 1 X ambil
3. Darah diambil melalui vena atau arteri secara aseptik  bersihkan tpt
pengambilan dgn alkohol 70% lalu diswab melingkar dari tengah ke
tepi, diikuti dengan Povidon iodine 10% dgn cara yang sama
4. Darah langsung dimasukkan ke dalam media tanpa antikoagulan (kaldu
BHI,TSB, Bactec), bila media tidak tersedia gunakan antikoagulan
sodium polyanitol sulfonat (SPS) 0,05% dan kirim segera ke
laboratorium dalam suhu kamar
Kultur darah
Aerob
Kultur darah
An aerob
5. SPESIMEN URINE
1. Urin porsi tengah
a. Pasien wanita ;
Bersihkan ujung uretra
dan vestibulum
vagina dengan air
Buka labia mayor selama
berkemih
Mulailah miksi beberapa
saat dan tampunglah urin
porsi tengah dalam pot
steril, sisanya dibuang
Pot jangan sampai
menyentuh daerah
genitalia
b. Pasien pria :
Cucilah penis
terutama bagian
daerah uretra dg air
Mulailah miksi
beberapa saat dan
tampung urin porsi
tengah dalam pot
steril
Pot jangan
menyentuh genitalia
2. Straight catheter urine
Sebelum dikateterisasi, pasien disuruh
minum hingga vesika urinaria penuh
Bagian ujung uretra pasien dibersihka dgn air
Dengan menggunakan teknik steril masukkan kateter ke dalam vesika urinaria
Kumpulkan urin 15-30 ml dan buang dari ujung kateter
Ambil urin porsi tengah dan akhir dan masukkan ke pot steril
3. Indwelling catheter urine
Dilakukan bila pasien tidak bisa berkemih
Bersihkan catheter collection port dg alkohol 70%
Dg teknik steril lakukan pungsi pada collection port dg jarum
suntik
Jangan mengambil urin dari kantong urin
Aspirasi urin dan masukkan dalam pot steril
4. Supra pubic aspiration (SPA)
Sebelum SPA pasien minum sampai vesika urinaria penuh
Disinfeksi kulit daerah supra pubik di atas vesika urinaria
Buat luka sayatan kecil di atas daerah simfisis pubis
Aspirasi urin dari vesika urinaria tsb
Teknik ini tidak lazim karena nyeri
Untuk pem. anaerob spesimen harus diambil dg cara ini
Transportasi spesimen harus < 2 jam, bila > 2 jam, simpan di suhu 4°C
Untuk kultur yang terbaik  urin pagi 3 hari berturut-turut
Tidak direkomendasikan kultur dari urin 24jam
Pada label tuliskan cara pengambilan
TERIMA KASIH

1. Stool Culture.ppt

  • 1.
    Kultur Feces dalam PemeriksaanMikrobiologi Venny Patricia, S.Pd, M.Kes
  • 2.
    Jenis – jenisSpesimen Darah Saluran cerna (Feces, swab rectal) Saluran nafas (Sputum, swab tenggorok, swab hidung) Luka/Pus Urine Saluran genital (swab vagina, swab uretra)
  • 3.
    Pre Analitik Feces •Alat untuk pengambilan sampel feces  Cary-Blair, (bila cair maka dilakukan dengan swab rectal) • Bila padat menggunakan kontainer steril
  • 4.
  • 5.
    SPESIMEN SALURAN CERNA lambung,duodenum, usus halus dan kolon A. Spesimen feses • Isolasi : Shigellae,Salmonella,Campylobacter spp • Feses segar ± 5-10 gr  wadah bersih,jangan tercampur urine atau air kloset • Bila tidak dikultur dalam 1 jam  masukkan medium buffered glycerol saline • Feses berdarah/berlendir ambil bagian berdarah/berlendir tsb
  • 6.
    B. Usap dubur(rectal swab) Pada pasien (dws dan bayi) dg diare akut, konstipasi, pasien dehidrasi atau pasien shock Penyimpanan dan pengiriman spesimen : - Segera kirim ke lab (Kurang dari 2 jam sesudah pengambilan spesimen) - Bila jarak diperkirakan > 2 jam  media Carry- Blair disimpan dalam suhu 4oC tidak lebih dari 24 jam
  • 7.
    ALUR Pengambilan Feces Segar 01 02 03 04 Pasiendiharuskan BAK terlebih dahulu  agar feces tidak tercemar urin Kemudian diambil feces nya dengan menggunakan sendok feces container steril sebanyak 5 gr Pasien diinstruksikan untuk BAB langsung pada dry pan Catatan: feces encer ambil 5 ml; feces granul ambil 1 gr. Feces yg tanpa media transport > 2 jam  DITOLAK
  • 8.
    Prosedur Pengambilan Swabrectal 1 Pasien dengan posisi tidur miring dengan satu kali ditekuk 2 3 4 5 6 Dubur direnggangkan dan pasien menarik nafas yg dalam Masukkan swab steril yg sdh dibasahi NaCl fisiologis sedalam 2-3 cm, diputar sambil menekan dinding rektum Tarik lidi kapas keluar dengan diputar searah Masukkan lidi kapas ke dalam media transport (Carry-Blair) Tutup tabung Carry- Blair dengan rapat
  • 9.
  • 10.
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
  • 17.
  • 18.
    Prosedur Pembacaan KoloniFeces E.Coli pada MCA Shigella pada MCA
  • 19.
    Pembacaan koloni Shigella padaSS Agar V. cholera pada MC Agar A. hydrophila pada TCBS Camyobcater pada Campy Agar Listeria pada Listeria Agar
  • 20.
  • 21.
    Pedoman pengambilan spesimenberdasarkan jenis spesimen 1. SPESIMEN DARAH • Jumlah dan waktu Pengambilan kultur sebaiknya sebelum dilakukan tindakan klinis /sebelum diberi AB/3 hr bebas AB • Darah diambil pada saat suhu tubuh naik, ok. bakterimia bersifat intermitten  sebaiknya diambil 2-3x • Untuk typhoid  demam minggu pertama
  • 22.
    2. Volume darah Bayidiambil sebanyak 1-3 ml Anak-anak diperlukan 3-5 ml/1 X ambil Dewasa diperlukan 10-20 ml/ 1 X ambil 3. Darah diambil melalui vena atau arteri secara aseptik  bersihkan tpt pengambilan dgn alkohol 70% lalu diswab melingkar dari tengah ke tepi, diikuti dengan Povidon iodine 10% dgn cara yang sama 4. Darah langsung dimasukkan ke dalam media tanpa antikoagulan (kaldu BHI,TSB, Bactec), bila media tidak tersedia gunakan antikoagulan sodium polyanitol sulfonat (SPS) 0,05% dan kirim segera ke laboratorium dalam suhu kamar
  • 23.
  • 24.
  • 25.
    5. SPESIMEN URINE 1.Urin porsi tengah a. Pasien wanita ; Bersihkan ujung uretra dan vestibulum vagina dengan air Buka labia mayor selama berkemih Mulailah miksi beberapa saat dan tampunglah urin porsi tengah dalam pot steril, sisanya dibuang Pot jangan sampai menyentuh daerah genitalia b. Pasien pria : Cucilah penis terutama bagian daerah uretra dg air Mulailah miksi beberapa saat dan tampung urin porsi tengah dalam pot steril Pot jangan menyentuh genitalia
  • 26.
    2. Straight catheterurine Sebelum dikateterisasi, pasien disuruh minum hingga vesika urinaria penuh Bagian ujung uretra pasien dibersihka dgn air Dengan menggunakan teknik steril masukkan kateter ke dalam vesika urinaria Kumpulkan urin 15-30 ml dan buang dari ujung kateter Ambil urin porsi tengah dan akhir dan masukkan ke pot steril
  • 27.
    3. Indwelling catheterurine Dilakukan bila pasien tidak bisa berkemih Bersihkan catheter collection port dg alkohol 70% Dg teknik steril lakukan pungsi pada collection port dg jarum suntik Jangan mengambil urin dari kantong urin Aspirasi urin dan masukkan dalam pot steril
  • 28.
    4. Supra pubicaspiration (SPA) Sebelum SPA pasien minum sampai vesika urinaria penuh Disinfeksi kulit daerah supra pubik di atas vesika urinaria Buat luka sayatan kecil di atas daerah simfisis pubis Aspirasi urin dari vesika urinaria tsb Teknik ini tidak lazim karena nyeri Untuk pem. anaerob spesimen harus diambil dg cara ini
  • 30.
    Transportasi spesimen harus< 2 jam, bila > 2 jam, simpan di suhu 4°C Untuk kultur yang terbaik  urin pagi 3 hari berturut-turut Tidak direkomendasikan kultur dari urin 24jam Pada label tuliskan cara pengambilan
  • 31.