Landasan  &  Kerangka Berpikir Filosofis, Ilmiah, Teologis Sebuah Pengantar   ( Oleh Arianto Achmad)
Kerangka Umum Landasan dan Kerangka Berpikir Konsep-konsep Tunggal:  Kuda, Tuhan, Putih, Tinggi dll. Majemuk:  Kudaputih, Tuhantinggi. Inilah Pengetahuan Tasawwuri Inilah pengetahuan Tasdhiqi: Konsep-konsep yang telah dilakukan penilaian padanya. Inilah Pengetahuan Tasawwuri: Konsep-konsep yang belum ada penilaian padanya KE-YAKIN-AN Api itu membakar kayu Sudut Segitiga berjumlah 180% Tuhan itu Pencipta Alam Tuhan itu pencipta Alam Jibril pembawa wahyu KE-IMAN-AN Apa landasan  Penilaian? Apakah kriteria  Penilaian itu? Apa Alat  Pengetahuan? Bagaimana caranya Pengetahuan dapat Hadir dalam pikiran? Teori  Pengingatan Kembali Teori  Rasionalisme Teori  Empirikal Teori  Intizai Akal Hati Doktrin Akli Doktrin Empirikal Doktrin  Skriptual Empat Teori  Pengetahuan Tiga Doktrin  Landasan Penilaian Tiga Macam Kerangka Barpikir  Deduktif Induktif Qiyas
Konsepsi: Gagasan/ide-ide sederhana kita yang belum ada penilaian padanya. Konsepsi karena belum melalui penilaian maka ia dapat benar/salah   Realitas Alam Akal Realitas Alam Khayal Realitas Alam Material Persepsi Akal Persepsi Khayal Persepsi Indera Tasdhiq Pengetahuan  Keyakinan Proses Deduksi (penilaian)  Konsepsi Akal Konsepsi Khayal Konsepsi Materi Apa landasan penilaian Kita  yang kebenarannya  bersifat Mutlak? Tasawwur/Konsepsi & Tasdhiq/Assent
Konsepsi :   Gagasan/ide-ide sederhana kita yang belum ada penilaian padanya Seperti gagasan kita tentang: Putih, api, kuda dll. Panjang & Pendek dll Akal, malaikat, nilai dll Diketahui dengan cara: Persepsi Inderawi Persepsi khayal Persepsi Akal
Pembagian Konsepsi Konsepai Tunggal: 1.Tunggal Dharuri  Seperti ide-ide empiris kita Mis: Pohon, batu kuda dll.  2. Tunggal Nazhari Seperti ide-ide abstrak kita Mis: Tuhan, Malaikat dll Konsepsi Majemuk 1.Majemuk Dharuri Seperti ide-ide empiris kita Mis: Kudaputih dll 2.  Majemuk Nazhari Seperti ide-ide abstrak kita Mis: Tuhanperkasa
Polemik diseputar asal- usul Konsepsi Teori Pengingatan Kembali dari Plato Teori Rasionalisme dari Descartes & Immanuel Kant Teori Empirisme dari John Lucke Teori Intiza dari M. Baqir Ash-Shadar
Tahapan Pengetahuan  Tahapan I (Primer)  yakni:  ide/gagasan yang didapat dari persepsi inderawi. Seperti; Putih, api, kuda dll. Tahapan II (sekunder) Yakni:  ide/gagasan yang didapat dari tahap pertama. Seperti; Tinggi, Rendah ,  Akal, malaikat, nilai dll. Karena itu ide/gagasan  tahapan II ini bersifat universal & Partikulir
Tasdhiq:   gagasan/ide-ide penilaian kita yang telah melalui proses penilaian.   Seperti ide/gagasan kita bahwa:  Panas dapat memuaikan logam. Luas sudut segi tiga 180. Tuhan Pencipta alam raya. Diketahui dengan cara: Induksi/Eksperimen  &  Deduksi/silogisme Deduksi/silogisme Deduksi/silogisme  & Intuisi/ Pensucian Jiwa
Keyakinan:  Konsepsi atau Tasdhiq? Konsepsi karena merupakan gagasan-gagasan yang didalamnya belum ada penilaian padanya, oleh karena itu ia tak layak untuk diyakini.Namun berbeda dengan Tasdhiq. Tasdhiq karena merupakan gagasan/ide-ide yang telah ada penilaian padanya. Maka pengetahuan tasdhiqlah yang memberi kepada manusia keyakinan.
Apa Landasan Penilaian kita yang mesti bersifat mutlak? Tiga Mazhab pemikiran: Mazhab Metafisika kita Mazhab Empirisme Mazhab Skriptualisme
Mazhab Metafisika kita Mazhab berpikir ini bertumpuh pada doktrin Aqliyah.
Doktrin ini menyatakan bahwa: Prinsip Niscaya Lagi Rasional merupakan Landasan penilaian manusia terhadap segala sesuatu. Prinsip ini dikatakan  Niscaya Lagi Rasional  lantaran Ia merupakan watak dasar segala realitas. Prinsip ini dikatakan  Niscaya Lagi Rasional  lantaran Ia merupakan watak Wujud itu sendiri.
Prinsip ini dipergunakan dalam aspek Dalam aspek Teoritis. Ia hanya dapat dipergunakan   Oleh   manusia yang telah baliq  dan yang   waras.  Itulah mengapa para filusuf dan sainstis hanya dari kalangan orang-orang baliq dan waras saja. Dalam aspek Praktis. Ia hanya dapat dipergunakan  oleh semua binatang dan  Manusia (baik waras atau  tidak maupun baliq atau tidak). Mis: Binatang dapat   Membedakan   antara api dan air . Bayi dapat membedakan lapar d an kenyang.
Pengetahuan penilaian (tasdhiq) menurut Metafisika kita terdiri dari dua macam: 1. Tasdhiq Dharuri: Gagasan-gagasan penilaian yang tanpa adanya proses tindak berfikir Seperti:  penilaian kita bahwa segi tiga itu tidak sama dengan segi empat itu benar.  atau Seperti:  penilaian kita bahwa segi  tiga itu hanya sama dengan segitiga Itu salah. Di sini penilaian kita pada Kedua Proposisi ini tidak didasarkan pada tindak berpikir.  2. Tasdhiq Nazhori: Gagasan-gagasan penilaian yang melalui proses tindak berfikir. Seperti:   penilaian kita bahwa sudut segi tiga itu 180.  atau Seperti:   penilaian kita bahwa atom dapat di ubah menjadi bom. Di sini penilaian kita kedua proposisi ini berdasarkan tindak berpikir.
Apa itu Berfikir? L= ? Aktifitas  Akal Dalam mengetahui  L=? Pengetahuan  Sebelumnya Rumus Mis: ½ a.t PNLR 1.  Non Kontradiksi S ≠ -S, S = S S  ≠ > = -S 2. Kausalitas A  S Pengetahuan Universal/ Premis Minor X = 4 Y = 4 Soal: Sesuatu yg belum Diket. Proses Deduksi Diket dgn cara  Observasi/Eksperimen Pengetahuan Partikulir/ Premis Minor Jadi Berpikir   adalah: aktifitas akal dlm upaya mengetahui soal untuk Mendapatkan pengetahuan baru melalui pengetahuan sebelumnya.
Prinsip Niscaya Lagi  Rasional. 1. Prinsip Non Kontradiksi Sesuatu tidak sama dengan bukan  sesuatu itu.  (S ≠  -S) 2. Prinsip keselarasan   Sesuatu itu hanya sama dengan  dirinya sendiri . (S=S) 3. Prinsip Keabadian Sesuatu tidak mungkin menjadi  bukan dirinya . (S ≠ >-S) 4. Prinsip Kausalitas Setiap akibat butuh sebab  untuk eksis.  (A  S) Jika Salah Maka yang benar Prinsip Niscaya Lagi Tak Rasional. 1. Prinsip Kontaradiksi Sesuatu tidak sama dengan  Dirinya sendiri.  (S S) 2.  Prinsip ketak-selarasan. Sesuatu hanya sama dengan  bukan dirinya.  (S=-S) 3. Prinsip Ketakabadian. Sesuatu dpt menjadi  bukan dirinya  (S=>-S) 4. Prinsip Kausalitas. Setiap akibat dapat terjadi  tanpa sebab.  (A  .....) Apa konsekuensi bila PNLR tidak Benar? ini memustahilkan ada Pengetahuan Tasawwur & Tasdhiqi Tasawwur : Api adalah Es & Es adalah Api Tasdhiq: Benar adalah Salah & Salah adalah Benar
Mazhab Empirisme Mazhab berfikir ini bertumpuh pada doktrin Emprikal (pengalaman)
Doktrin ini menyatakan bahwa Pengalaman merupakan landasan penilaian manusia terhadap segala sesuatu. Sekalipun sesuatu sangatlah jelas, manusia tidak mungkin dapat menilai bila ia tidak memiliki pengalaman berkenaan dengan sesuatu tersebut. Karena itu untuk sampainya pada kebenaran-kebenaran universal manusia memulai pengatahuannya dari pengalaman-pengalaman partikular yakni eksperimen/observasi.
Soal: Apa penyebab Pemuaian Logam? Buat Hipotesa Mis: Es Api Matahari Aktifitas  Akal Langka I Es  Api  Matahari Langka II Uji Hipotesa Besi  Besi  Besi Memuai Memuai Tidak Memuai Panas Uji Beberapa Logam = Pengalaman Partikulir Besi Tembaga Kuningan Almunium Emas Api  Matahari Apa kesamaan Memuai Memuai Memuai Memuai Memuai Langka III Uji Hipotesa Karena itu untuk sampai pada teori (kebenaran Universal) Dok. Ini gunakan Metode Induksi. Penyimpulan: Semua Logam bila  dipanaskan akan memuai Langka IV Teori: Pengetahuan Universal Inilah Metode Induksi Dari Ke
Misalnya Adakah awal dan akhir dari alam materi? Bila ada siapakah yang menciptakannya? Pertanyaan ini bagi metode induksi absur. Mengapa? Ini karena ketika ia tercipta kita tidak  Sebab bagi metode ini alam materi bagaikan buku tua yang kehilangan bab awal dan akhir. Sebab bagi metode ini berkenaan dengan awal akhir alam mater tidak ada pengalaman manusia tentangnya.
Siapakah yang  menciptakannya? Bagi Empirisme  adalah manusia Mengapa Manusia  & bkn yg lainnya? Ini krn ada pengalaman  kita tentangnya Siapakah  pembuatnya? Sebab tidak ada  pengalaman kita  tentangnya. Bagi Empirisme  Itu tidak ada. Yakni kita banyak Melihat  dimana manusia membuat rumah Mungkinkah Tuhan? Bagi Empirisme  Itu tidak benar Sebab tidak ada  pengalaman kita  tentangnya. Misalnya
Akibat logis dari Doktrin ini adalah: Menolak seluruh gagasan abstrak/metafisis sebagai pengetahuan objektif. Menolak seluruh asumsi akan adanya realitas abstrak/metafisis. Dengan demikian doktrin menolak realitas Teologi. Dengan demikian menolak agama & nilai-nilainya. Pendeknya semua realitas Abstrak/metafisis/ teologi adalah suatu ketahayyulan.
1. Krn bersifat niscaya shg tak perlu menggunakan  pengalaman? Jika Ya, Maka Dok. Ini gugur Kritik Pertama Atas Doktrin Empirikal Doktrin ini menyatakan bahwa: Pengalaman merupakan landasan  penilaian atas segala sesuatu Bagi Empirisme Dok. Diakui Benar Apakah dok.  Ini diakui benar 2. Tetapi bila  Berdasarkan pengalaman maka Apakah Pengalaman Itu  niscaya kebenarannya? Jika Ya! sehingga dibenarkan tanpa  pengalaman?, Maka Dok. Ini gugur
Kritikan Kedua Atas Doktrin Empirisme Klp. Proposisi  A 1. Ada Manusia berkepala  tiga. 2. Ada Angsa Hitam. Klp. Proposisi  B 1. Ada Benda lebih besar  dari volumenya. 2. Ada segi tiga bersisi empat. Tidak ada pengalaman kita  pada Kedua klp. prosisi ini Dok. Ini menegaskan bahwa:  kita tidak dapat menilai sesuatu (proposisi) tanpa pengalaman Tetapi benarkah demikian? Tetapi apakah dengan demikian kita tidak dapat menilai keduanya?  Coba perhatikan Pd proposisi A terdapat dua jawaban  Yakni: 1. Mustahil. Jwb ini Jelas salah 2. Mungkin Jwb ini Jelas Benar Pd proposisi B terdapat dua jawaban  Yakni: 1. Mungkin Jwb ini Jelas salah 2. Mustahil Jwb ini Jelas Benar
Kesimpulan Mazhab ini secara tak sadar telah mengansumsikan kebenaran doktrinnya berdasarkan asumsi kaum metafisikal. Dok. Ini tidak dapat membedakan secara tegas mana proposisi mungkin & Mustahil. Sebab bagi Empirikal kedua proposisi itu sama yakni tak ada pengalaman.
Mazhab Skriptualisme Dok. Ini bertumpu pada teks-teks
Dok. Ini menolak dok. Aqliyah & Empirikal  sebagai landasan penilaian, sebab akal & indera bersifat relatif. Alasannya adalah: Karena kebenaran & kesalahan atau kebaikan & keburukan tidak bersifat objektif/Dzati, maka itu akal tidak dapat memahaminya. Akal dapat memahaminya ketika telah datang teks tentang hakikat sesuatu.  Alasannya adalah: Indera meperlihatkan pada kita tentang fenomena inderawi yang seringkali kontradiktif. Nasi terasa manis ketika sehat & pahit ketika sakit. Tongkat terlihat bengkok pada saat sebagian dalam air dan lurus ketika diangkat.
Dari gambar di atas dapat di simpulkan bahwa: Jika kita berdiri Di kitab A maka pastilah kitab B salah Jika kita berdiri Di kitab B maka pastilah kitab A salah Ini berarti bahwa landasan bersifat subjektif. Dok. Ini menyatakan bahwa: Teks merupakan landasan penilaian kita  terhadap segala sesuatu. Teks A Teks B  A ≠ B B ≠ A
Catatan Kita tidak menolak hal-hal yang disumbangkan empirikal & teks-teks suci. Tetapi yang kita tolak adalah bila empirikal dan teks menjadi landasan penilaian pokok manusia dalam segala hal. Adapun penting & perlunya sumbangsi Empirikal dan teks adalah pada kebutuhan akal manusia akan premis-premis minor dalam sistem deduksi/silogismenya.
Apakah bumi memiliki asal? Siapa pencipta bumi? Data objektif bumi Bumi  Bergerak Berubah Termodivikasi Premis Minor Pengetahuan Aqli Setiap yg  Berubah/ Bergerak/ Termodivikasi Pasti ada  Mengubah/Menggerak/ Memodivikasinya. Premis Mayor Deduksi/Silogisme Bumi ada yang mengubahnya Bumi ada yang mengerakkannya Bumi ada yang memodivikasinya Berarti Bumi ada Penciptanya Kesimpulan Contoh 1 Landasan Penilaian Data Empirikal
Apa hakikat jasad Di alam barzakh? Data objektif barzkh: Pada hari ini Kami tutup  mulut mereka; dan  berkatalah kepada Kami tangan mereka dan  memberi kesaksianlah  kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (Qs.36:65) Premis Minor Pengetahuan Aqli 1.  Setiap sesuatu  hanya menempati  ruangnya sendiri. 2.  Materi hanya  menpati alamnya  sendiri. Premis Mayor Deduksi/Silogisme Di Alam barzakh terdapat  jasad barzakhi bukan jasad materi  Kesimpulan Contoh 2 Landasan Penilaian Data teks suci
Wallahu ‘alam bissawab Wa ‘alaikum salam Wr. Wb.

1. epistemologi (selesai)

  • 1.
    Landasan & Kerangka Berpikir Filosofis, Ilmiah, Teologis Sebuah Pengantar ( Oleh Arianto Achmad)
  • 2.
    Kerangka Umum Landasandan Kerangka Berpikir Konsep-konsep Tunggal: Kuda, Tuhan, Putih, Tinggi dll. Majemuk: Kudaputih, Tuhantinggi. Inilah Pengetahuan Tasawwuri Inilah pengetahuan Tasdhiqi: Konsep-konsep yang telah dilakukan penilaian padanya. Inilah Pengetahuan Tasawwuri: Konsep-konsep yang belum ada penilaian padanya KE-YAKIN-AN Api itu membakar kayu Sudut Segitiga berjumlah 180% Tuhan itu Pencipta Alam Tuhan itu pencipta Alam Jibril pembawa wahyu KE-IMAN-AN Apa landasan Penilaian? Apakah kriteria Penilaian itu? Apa Alat Pengetahuan? Bagaimana caranya Pengetahuan dapat Hadir dalam pikiran? Teori Pengingatan Kembali Teori Rasionalisme Teori Empirikal Teori Intizai Akal Hati Doktrin Akli Doktrin Empirikal Doktrin Skriptual Empat Teori Pengetahuan Tiga Doktrin Landasan Penilaian Tiga Macam Kerangka Barpikir Deduktif Induktif Qiyas
  • 3.
    Konsepsi: Gagasan/ide-ide sederhanakita yang belum ada penilaian padanya. Konsepsi karena belum melalui penilaian maka ia dapat benar/salah Realitas Alam Akal Realitas Alam Khayal Realitas Alam Material Persepsi Akal Persepsi Khayal Persepsi Indera Tasdhiq Pengetahuan Keyakinan Proses Deduksi (penilaian) Konsepsi Akal Konsepsi Khayal Konsepsi Materi Apa landasan penilaian Kita yang kebenarannya bersifat Mutlak? Tasawwur/Konsepsi & Tasdhiq/Assent
  • 4.
    Konsepsi : Gagasan/ide-ide sederhana kita yang belum ada penilaian padanya Seperti gagasan kita tentang: Putih, api, kuda dll. Panjang & Pendek dll Akal, malaikat, nilai dll Diketahui dengan cara: Persepsi Inderawi Persepsi khayal Persepsi Akal
  • 5.
    Pembagian Konsepsi KonsepaiTunggal: 1.Tunggal Dharuri Seperti ide-ide empiris kita Mis: Pohon, batu kuda dll. 2. Tunggal Nazhari Seperti ide-ide abstrak kita Mis: Tuhan, Malaikat dll Konsepsi Majemuk 1.Majemuk Dharuri Seperti ide-ide empiris kita Mis: Kudaputih dll 2. Majemuk Nazhari Seperti ide-ide abstrak kita Mis: Tuhanperkasa
  • 6.
    Polemik diseputar asal-usul Konsepsi Teori Pengingatan Kembali dari Plato Teori Rasionalisme dari Descartes & Immanuel Kant Teori Empirisme dari John Lucke Teori Intiza dari M. Baqir Ash-Shadar
  • 7.
    Tahapan Pengetahuan Tahapan I (Primer) yakni: ide/gagasan yang didapat dari persepsi inderawi. Seperti; Putih, api, kuda dll. Tahapan II (sekunder) Yakni: ide/gagasan yang didapat dari tahap pertama. Seperti; Tinggi, Rendah , Akal, malaikat, nilai dll. Karena itu ide/gagasan tahapan II ini bersifat universal & Partikulir
  • 8.
    Tasdhiq: gagasan/ide-ide penilaian kita yang telah melalui proses penilaian. Seperti ide/gagasan kita bahwa: Panas dapat memuaikan logam. Luas sudut segi tiga 180. Tuhan Pencipta alam raya. Diketahui dengan cara: Induksi/Eksperimen & Deduksi/silogisme Deduksi/silogisme Deduksi/silogisme & Intuisi/ Pensucian Jiwa
  • 9.
    Keyakinan: Konsepsiatau Tasdhiq? Konsepsi karena merupakan gagasan-gagasan yang didalamnya belum ada penilaian padanya, oleh karena itu ia tak layak untuk diyakini.Namun berbeda dengan Tasdhiq. Tasdhiq karena merupakan gagasan/ide-ide yang telah ada penilaian padanya. Maka pengetahuan tasdhiqlah yang memberi kepada manusia keyakinan.
  • 10.
    Apa Landasan Penilaiankita yang mesti bersifat mutlak? Tiga Mazhab pemikiran: Mazhab Metafisika kita Mazhab Empirisme Mazhab Skriptualisme
  • 11.
    Mazhab Metafisika kitaMazhab berpikir ini bertumpuh pada doktrin Aqliyah.
  • 12.
    Doktrin ini menyatakanbahwa: Prinsip Niscaya Lagi Rasional merupakan Landasan penilaian manusia terhadap segala sesuatu. Prinsip ini dikatakan Niscaya Lagi Rasional lantaran Ia merupakan watak dasar segala realitas. Prinsip ini dikatakan Niscaya Lagi Rasional lantaran Ia merupakan watak Wujud itu sendiri.
  • 13.
    Prinsip ini dipergunakandalam aspek Dalam aspek Teoritis. Ia hanya dapat dipergunakan Oleh manusia yang telah baliq dan yang waras. Itulah mengapa para filusuf dan sainstis hanya dari kalangan orang-orang baliq dan waras saja. Dalam aspek Praktis. Ia hanya dapat dipergunakan oleh semua binatang dan Manusia (baik waras atau tidak maupun baliq atau tidak). Mis: Binatang dapat Membedakan antara api dan air . Bayi dapat membedakan lapar d an kenyang.
  • 14.
    Pengetahuan penilaian (tasdhiq)menurut Metafisika kita terdiri dari dua macam: 1. Tasdhiq Dharuri: Gagasan-gagasan penilaian yang tanpa adanya proses tindak berfikir Seperti: penilaian kita bahwa segi tiga itu tidak sama dengan segi empat itu benar. atau Seperti: penilaian kita bahwa segi tiga itu hanya sama dengan segitiga Itu salah. Di sini penilaian kita pada Kedua Proposisi ini tidak didasarkan pada tindak berpikir. 2. Tasdhiq Nazhori: Gagasan-gagasan penilaian yang melalui proses tindak berfikir. Seperti: penilaian kita bahwa sudut segi tiga itu 180. atau Seperti: penilaian kita bahwa atom dapat di ubah menjadi bom. Di sini penilaian kita kedua proposisi ini berdasarkan tindak berpikir.
  • 15.
    Apa itu Berfikir?L= ? Aktifitas Akal Dalam mengetahui L=? Pengetahuan Sebelumnya Rumus Mis: ½ a.t PNLR 1. Non Kontradiksi S ≠ -S, S = S S ≠ > = -S 2. Kausalitas A S Pengetahuan Universal/ Premis Minor X = 4 Y = 4 Soal: Sesuatu yg belum Diket. Proses Deduksi Diket dgn cara Observasi/Eksperimen Pengetahuan Partikulir/ Premis Minor Jadi Berpikir adalah: aktifitas akal dlm upaya mengetahui soal untuk Mendapatkan pengetahuan baru melalui pengetahuan sebelumnya.
  • 16.
    Prinsip Niscaya Lagi Rasional. 1. Prinsip Non Kontradiksi Sesuatu tidak sama dengan bukan sesuatu itu. (S ≠ -S) 2. Prinsip keselarasan Sesuatu itu hanya sama dengan dirinya sendiri . (S=S) 3. Prinsip Keabadian Sesuatu tidak mungkin menjadi bukan dirinya . (S ≠ >-S) 4. Prinsip Kausalitas Setiap akibat butuh sebab untuk eksis. (A S) Jika Salah Maka yang benar Prinsip Niscaya Lagi Tak Rasional. 1. Prinsip Kontaradiksi Sesuatu tidak sama dengan Dirinya sendiri. (S S) 2. Prinsip ketak-selarasan. Sesuatu hanya sama dengan bukan dirinya. (S=-S) 3. Prinsip Ketakabadian. Sesuatu dpt menjadi bukan dirinya (S=>-S) 4. Prinsip Kausalitas. Setiap akibat dapat terjadi tanpa sebab. (A .....) Apa konsekuensi bila PNLR tidak Benar? ini memustahilkan ada Pengetahuan Tasawwur & Tasdhiqi Tasawwur : Api adalah Es & Es adalah Api Tasdhiq: Benar adalah Salah & Salah adalah Benar
  • 17.
    Mazhab Empirisme Mazhabberfikir ini bertumpuh pada doktrin Emprikal (pengalaman)
  • 18.
    Doktrin ini menyatakanbahwa Pengalaman merupakan landasan penilaian manusia terhadap segala sesuatu. Sekalipun sesuatu sangatlah jelas, manusia tidak mungkin dapat menilai bila ia tidak memiliki pengalaman berkenaan dengan sesuatu tersebut. Karena itu untuk sampainya pada kebenaran-kebenaran universal manusia memulai pengatahuannya dari pengalaman-pengalaman partikular yakni eksperimen/observasi.
  • 19.
    Soal: Apa penyebabPemuaian Logam? Buat Hipotesa Mis: Es Api Matahari Aktifitas Akal Langka I Es Api Matahari Langka II Uji Hipotesa Besi Besi Besi Memuai Memuai Tidak Memuai Panas Uji Beberapa Logam = Pengalaman Partikulir Besi Tembaga Kuningan Almunium Emas Api Matahari Apa kesamaan Memuai Memuai Memuai Memuai Memuai Langka III Uji Hipotesa Karena itu untuk sampai pada teori (kebenaran Universal) Dok. Ini gunakan Metode Induksi. Penyimpulan: Semua Logam bila dipanaskan akan memuai Langka IV Teori: Pengetahuan Universal Inilah Metode Induksi Dari Ke
  • 20.
    Misalnya Adakah awaldan akhir dari alam materi? Bila ada siapakah yang menciptakannya? Pertanyaan ini bagi metode induksi absur. Mengapa? Ini karena ketika ia tercipta kita tidak Sebab bagi metode ini alam materi bagaikan buku tua yang kehilangan bab awal dan akhir. Sebab bagi metode ini berkenaan dengan awal akhir alam mater tidak ada pengalaman manusia tentangnya.
  • 21.
    Siapakah yang menciptakannya? Bagi Empirisme adalah manusia Mengapa Manusia & bkn yg lainnya? Ini krn ada pengalaman kita tentangnya Siapakah pembuatnya? Sebab tidak ada pengalaman kita tentangnya. Bagi Empirisme Itu tidak ada. Yakni kita banyak Melihat dimana manusia membuat rumah Mungkinkah Tuhan? Bagi Empirisme Itu tidak benar Sebab tidak ada pengalaman kita tentangnya. Misalnya
  • 22.
    Akibat logis dariDoktrin ini adalah: Menolak seluruh gagasan abstrak/metafisis sebagai pengetahuan objektif. Menolak seluruh asumsi akan adanya realitas abstrak/metafisis. Dengan demikian doktrin menolak realitas Teologi. Dengan demikian menolak agama & nilai-nilainya. Pendeknya semua realitas Abstrak/metafisis/ teologi adalah suatu ketahayyulan.
  • 23.
    1. Krn bersifatniscaya shg tak perlu menggunakan pengalaman? Jika Ya, Maka Dok. Ini gugur Kritik Pertama Atas Doktrin Empirikal Doktrin ini menyatakan bahwa: Pengalaman merupakan landasan penilaian atas segala sesuatu Bagi Empirisme Dok. Diakui Benar Apakah dok. Ini diakui benar 2. Tetapi bila Berdasarkan pengalaman maka Apakah Pengalaman Itu niscaya kebenarannya? Jika Ya! sehingga dibenarkan tanpa pengalaman?, Maka Dok. Ini gugur
  • 24.
    Kritikan Kedua AtasDoktrin Empirisme Klp. Proposisi A 1. Ada Manusia berkepala tiga. 2. Ada Angsa Hitam. Klp. Proposisi B 1. Ada Benda lebih besar dari volumenya. 2. Ada segi tiga bersisi empat. Tidak ada pengalaman kita pada Kedua klp. prosisi ini Dok. Ini menegaskan bahwa: kita tidak dapat menilai sesuatu (proposisi) tanpa pengalaman Tetapi benarkah demikian? Tetapi apakah dengan demikian kita tidak dapat menilai keduanya? Coba perhatikan Pd proposisi A terdapat dua jawaban Yakni: 1. Mustahil. Jwb ini Jelas salah 2. Mungkin Jwb ini Jelas Benar Pd proposisi B terdapat dua jawaban Yakni: 1. Mungkin Jwb ini Jelas salah 2. Mustahil Jwb ini Jelas Benar
  • 25.
    Kesimpulan Mazhab inisecara tak sadar telah mengansumsikan kebenaran doktrinnya berdasarkan asumsi kaum metafisikal. Dok. Ini tidak dapat membedakan secara tegas mana proposisi mungkin & Mustahil. Sebab bagi Empirikal kedua proposisi itu sama yakni tak ada pengalaman.
  • 26.
    Mazhab Skriptualisme Dok.Ini bertumpu pada teks-teks
  • 27.
    Dok. Ini menolakdok. Aqliyah & Empirikal sebagai landasan penilaian, sebab akal & indera bersifat relatif. Alasannya adalah: Karena kebenaran & kesalahan atau kebaikan & keburukan tidak bersifat objektif/Dzati, maka itu akal tidak dapat memahaminya. Akal dapat memahaminya ketika telah datang teks tentang hakikat sesuatu. Alasannya adalah: Indera meperlihatkan pada kita tentang fenomena inderawi yang seringkali kontradiktif. Nasi terasa manis ketika sehat & pahit ketika sakit. Tongkat terlihat bengkok pada saat sebagian dalam air dan lurus ketika diangkat.
  • 28.
    Dari gambar diatas dapat di simpulkan bahwa: Jika kita berdiri Di kitab A maka pastilah kitab B salah Jika kita berdiri Di kitab B maka pastilah kitab A salah Ini berarti bahwa landasan bersifat subjektif. Dok. Ini menyatakan bahwa: Teks merupakan landasan penilaian kita terhadap segala sesuatu. Teks A Teks B A ≠ B B ≠ A
  • 29.
    Catatan Kita tidakmenolak hal-hal yang disumbangkan empirikal & teks-teks suci. Tetapi yang kita tolak adalah bila empirikal dan teks menjadi landasan penilaian pokok manusia dalam segala hal. Adapun penting & perlunya sumbangsi Empirikal dan teks adalah pada kebutuhan akal manusia akan premis-premis minor dalam sistem deduksi/silogismenya.
  • 30.
    Apakah bumi memilikiasal? Siapa pencipta bumi? Data objektif bumi Bumi Bergerak Berubah Termodivikasi Premis Minor Pengetahuan Aqli Setiap yg Berubah/ Bergerak/ Termodivikasi Pasti ada Mengubah/Menggerak/ Memodivikasinya. Premis Mayor Deduksi/Silogisme Bumi ada yang mengubahnya Bumi ada yang mengerakkannya Bumi ada yang memodivikasinya Berarti Bumi ada Penciptanya Kesimpulan Contoh 1 Landasan Penilaian Data Empirikal
  • 31.
    Apa hakikat jasadDi alam barzakh? Data objektif barzkh: Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (Qs.36:65) Premis Minor Pengetahuan Aqli 1. Setiap sesuatu hanya menempati ruangnya sendiri. 2. Materi hanya menpati alamnya sendiri. Premis Mayor Deduksi/Silogisme Di Alam barzakh terdapat jasad barzakhi bukan jasad materi Kesimpulan Contoh 2 Landasan Penilaian Data teks suci
  • 32.
    Wallahu ‘alam bissawabWa ‘alaikum salam Wr. Wb.