SlideShare a Scribd company logo
1 of 25
MAKSUD PENERAPAN 5S
PERUBAHAN PERILAKU MELALUI PERUBAHAN TEMPAT KERJA
PELATIHAN 5S
Sikap Perilaku Tempat Kerja
PENERAPAN 5S
Budaya Sikap Kebiasaan Perilaku Tempat Kerja
politeknik negeri
padang
1
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SASARAN PENERAPAN 5S
 Mewujudkan tempat kerja yang nyaman
dan pekerjaan yang menyenangkan.
 Melatih manusia pekerja yang mampu
mandiri mengelola pekerjaannya.
 Mewujudkan perusahaan bercitra positif di
mata pelanggan tercermin dari kondisi
tempat kerja.
politeknik negeri
padang
2
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
DAMPAK PENERAPAN 5S
 Zero (meminimumkan potensi terjadinya) :
~ Accident (kecelakaan kerja)
~ Breakdown (gangguan kerusakan)
~ Crisis (krisis)
~ Defect (cacat atau salah kerja)
 Manusia yang bersemangat kerja
 Organisasi yang siap mengikuti perubahan sesuai
arahan strategi pimpinan
politeknik negeri
padang
3
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
PENYAMAAN POLA PIKIR
Sebelum memulai program penerapan 5S, perlu
dilakukan penyamaan pola pikir setiap karyawan
akan arti “pemborosan” ditempat kerja.
Dengan pola pikir yang sama diharapkan akan
mempercepat penerapan program 5S di tempat
kerja. Cara efektif yang biasa dilakukan adalah
bersama-sama keliling area kerja untuk melihat,
mencatat dan memberikan saran pemecahan
adanya pemborosan
politeknik negeri
padang
4
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
Pemborosan adalah
Segala sesuatu yang :
• Tidak memberikan nilai tambah
• Berlebihan dari kebutuhan minimum
• Tidak membantu suatu proses
• Tidak menguntungkan secara materi
politeknik negeri
padang
5
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEIRI = PEMILAHAN
MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN
Menentukan barang yang diperlukan atau yang
tidak diperlukan, menyingkirkan barang yang
tidak diperlukan, sekaligus memastikan bahwa
barang yang diperlukan disimpan dalam
jangkauan supaya lebih efisien dengan
memperhatikan frekuensi pemakaian.
Barang yang tidak dipakai di tempat kerja akan
berdampak terhadap inventory, menurunkan
produktifitas dan menimbulkan bahaya.
politeknik negeri
padang
6
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEIRI = PEMILAHAN
MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN
Sebelum memulai dilakukan gerakan 5S, sebaiknya dilakukan
pengambilan gambar (difoto) terlebih dahulu
1. Dapatkah kita menemukan barang yang tidak
diperlukan?
 Sesungguhnya, terdapat barang yang tidak diperlukan di dalam
setiap pabrik.
 Barang yang tidak diperlukan artinya barang tersebut tidak
dibutuhkan untuk produksi saat ini.
 Perhatikan dengan baik sekeliling tempat kerja kita.
politeknik negeri
padang
7
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEIRI = PEMILAHAN
MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN
2. Strategi Label Merah : Ringkas Visual
2.1. Apa yang dimaksud Strategi Label Merah
 Ini adalah teknik ringkas yang sangat penting
 Segera setelah barang yang diperlukan ditemukan, barang ini ditandai
dengan label merah, sehingga setiap orang dapat secara jelas melihat
apa yang perlu dibuang atau dipindahkan.
 Penggunaan label merah dapat merupakan satu rahasia kelangsungan
hidup perusahaan.
2.2. Apa yang ditempeli label merah ?
 Beri label merah pada setiap barang yang tidak diperlukan.
 Pada bagian produksi, berarti memeriksa persediaan bahan baku,
peralatan/mesin, dsb.
 Pada bagian administrasi – termasuk dokumen, alat tulis dan mesin
 Namun jangan sekali-kali memberi label merah kepada orang
meskipun seringkali diinginkan.
politeknik negeri
padang
8
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEIRI = PEMILAHAN
MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN
3. Menentukan standart untuk label merah
“Membuang barang itu pemborosan !”
“Merepotkan bagi saya untuk membuat semua ini”
“Kita mungkin masih akan menggunakannya lagi dikemudian hari”
 Ungkapan diatas sangat umum dan reaksi yang spontan terhadap gagasan
untuk membuang barang yang tidak diperlukan, baik itu di rumah atau di
pabrik.
 Sangat penting untuk menentukan standart yang jelas tentang “apa yang
benar-benar diperlukan” dan “apa yang tidak diperlukan” untuk mengatasi
perdebatan ini.
4. Membuat Label Merah
 Label berwarna merah agar langsung terlihat dan menarik perhatian apabila
ada “kotoran” di pabrik.
 Label merah ini juga untuk memperingatkan orang agar memperhatikan
keselamatan orang lain.
 Bahan apapun bisa digunakan asalkan menyolok.
politeknik negeri
padang
9
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEIRI = PEMILAHAN
MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN
5. Menempelkan label merah
“Bukankah sebaiknya para pekerja yang menempelkan label di tempat
kerjanya ?”
 Tidak, menempelkan label-label memerlukan pandangan dari orang kedua.
 Itu artinya bahwa orang lain selain yang menempati ruang/tempat tersebut
yang berhak menempelkan label merah.
 Tempelkan label merah pada setiap barang yang meragukan !.
6. Tindak lanjut dan evaluasi
 Langkah berikutnya adalah untuk memperjelas MENGAPA label merah
ditempelkan dan menentukan tindakan apa yang paling tepat untuk diambil.
politeknik negeri
padang
10
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEITON = PENATAAN
MEMBENAHI TEMPAT PENYIMPANAN
Prinsip dasar Seiton adalah melakukan pengaturan
lingkungan kerja dan peralatan secara rapi
dengan sasaran tata letak dan penempatan yang
efisien sehingga pemborosan waktu untuk
mencari barang bisa dihilangkan, untuk
memperlancar pekerjaan
politeknik negeri
padang
11
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEITON = PENATAAN
MEMBENAHI TEMPAT PENYIMPANAN
1. Membersihkan sebelum Penataan
 Hal pertama yang dibutuhkan adalah beberapa pekerjaan dengan memakai
sapu dan lap untuk menghilangkan kotoran.
 Penataan berarti menstandartkan tempat penyimpanan, namun
penstandartan tidak dapat dimulai sampai semuanya menjadi bersih.
2. Membuat Denah Tempat Penyimpanan
 Apakah pabrik kita mempunyai denah tempat penyimpanan yang tepat ?
 Setiap mesin dan setiap tempat penyimpanan memerlukan tempatnya
sendiri.
3. Menambah Warna pada Tempat Kerja : Strategi Pengecatan
A. Lantai :
 Semua lingkungan kerja dicat dengan warna yang tidak menimbulkan
stress.
 Tempat istirahat sebaiknya memakai warna yang berkesan rileks.
 Lantai dapat dicat setelah layout telah benar-benar ditentukan dan semua
barang mempunyai tempat yang pasti.
politeknik negeri
padang
12
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEITON = PENATAAN
MEMBENAHI TEMPAT PENYIMPANAN
B. Menggambar garis di lantai
 Sekali warna lantai telah ditentukan, maka lantai dapat dibagi menjadi
bagian-bagian dengan menggunakan garis.
1. Mulai dengan garis pemisah
a. Garis pemisah
 Garis pemisah adalah garis yang membedakan lorong dan tempat kerja.
Meskipun biasanya garis-garis tersebut berwarna kuning, tetapi dapat
juga digunakan warna putih.
b. Garis jalan keluar / masuk
 Kita tidak diperkenankan jalan pada garis atau melangkah diatasnya.
 Jalan keluar / masuk harus dibuat dan diberi tanda.
 Ini yang dikenal sebagai garis keluar / masuk
politeknik negeri
padang
13
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEITON = PENATAAN
MEMBENAHI TEMPAT PENYIMPANAN
c. Garis pintu masuk
 Kebanyakan kita telah mengalami bahwa pintu tiba-tiba terbuka langsung di
depan.
 Penting mengetahui dari arah mana pintu terbuka.
d. Garis arus lalu lintas
 Kanan atau kiri ?
 Hal yang penting adalah menetapkan kebijakan arus lalu lintas untuk tempat
berjalan dan berkendara di dalam pabrik.
 Ini adalah cara utama untuk menghindari tabrakan dan kecelakaan.
e. Pola selang – seling
 Pola selang-seling terdiri atas garis miring kuning dan hitam, yang
berfungsi sebagai tanda bahaya.
f. Garis ruang penyimpanan
 Ruangan untuk tempat penyimpanan harus jelas dipisahkan dengan garis.
 Contoh utama adalah meja & tempat kerja yang digunakan untuk menyimpan
pekerjaan yang sedang berlangsung.
politeknik negeri
padang
14
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEISO = KEBERSIHAN
MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN
1. Urutan dalam Seiso
o Tujuan dari kebersihan adalah untuk menghilangkan semua debu dan kotoran dan
menjaga tempat kerja selalu bersih.
o Apakah kita membersihkan tempat kerja setiap hari ?
2. Sasaran Seiso
Terdapat tiga kategori luas untuk mentargetkan Seiso, yaitu : area penyimpanan,
peralatan dan lingkungan.
a. Area Penyimpanan
- Kategori ini termasuk bermacam-macam barang dan tempat.
- Sehingga apa yang sebenarnya harus dibersihkan.
b. Peralatan
- Kita harus selalu merawat mesin kita sendiri dan menjaga kebersihan serta
kerapiannya.
- Ini adalah pandangan dari kita bersama
politeknik negeri
padang
15
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEISO = KEBERSIHAN
MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN
c. Lingkungan
• Bila tempat dimana kita bekerja setiap hari tertutup dengan debu yang
melekat, kita akan dengan mudah mengalami depresi.
• Buatlah bersih dan nyaman serta pertahankan selalu.
3. Tanggungjawab Seiso (Kebersihan)
o Siapa bertanggungjawab untuk membersihkan tempat istirahat.
o Apakah kebersihan dilakukan setiap hari atau dua hari sekali ?
o Siapa bertanggung jawab untuk apa ?
a. Peta tanggung jawab Seiso (kebersihan)
- Tanggungjawab Seiso atas tempat kerja sebaiknya dibagi kedalam wilayah
kecil.
- Setiap orang harus membersihkan tempat kerjanya secara bersama.
politeknik negeri
padang
16
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEISO = KEBERSIHAN
MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN
b. Jadwal Kebersihan
• Sebelum membuat jadwal Seiso, buatlah daftar dari semua kegiatan Seiso.
• Lebih baik ada sistem shift terutama untuk membersihkan area yang
dipakai bersama.
1. Menentukan Metode Seiso (kebersihan)
Sekali kita telah menentukan SIAPA yang bertugas SEISO dan KAPAN,
kita dapat juga menentukan BAGAIMANA SEISO dapat dilakukan.
a. Lima menit bersih
- Kedengarannya 5 menit tidak merupakan waktu yang cukup untuk
mengerjakan sesuatu yang berarti.
- Tetapi bila kebersihan dilaksanakan secara efisien, kita akan terkejut
berapa banyak dapat dihasilkan !.
politeknik negeri
padang
17
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEISO = KEBERSIHAN
MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN
b. Urutan Kebersihan
 Bila kita baru mendengar kata “bersih”, siapapun tidak ada yang tahu apa yang harus
dilakukan atau bagaimana memulainya.
 Lima menit dapat berlalu dengan bila kita hanya berpikir apa yang dikerjakan!.
c. Tugas dan alat kebersihan
Sekali kita telah menetapkan tugas Seiso dengan memastikan barang apa yang perlu
dibersihkan, selanjutnya adalah membuat daftar dari semua alat untuk pekerjaan
tersebut.
5. Persiapan untuk Membersihkan Alat
Alat kebersihan harus selalu disimpan di tempat yang mudah dijangkau
6. Penerapan Seiso
 Sekarang adalah saatnya untuk mulai bersih
 Lihatlah betapa bersihnya hasil yang didapatkan dalam waktu hanya 5 menit
politeknik negeri
padang
18
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEIKETSU = STANDARTISASI
MEMPERTAHANKAN TEMPAT KERJA YG BERSIH
Apabila kegiatan Seiri, Seiton dan Seiso telah selesai, selanjutnya
kondisi ini harus dipertahankan sebagai suatu kebiasaan.
Diperlukan adanya standart berikut sarana untuk pengecekan,
disosialisasikan dan dilakukan review secara berkala.
Peringatan – peringatan visual yang menarik dan diatur secara kreatif
sangat diperlukan untuk membantu setiap orang memahami tentang
perlunya standartisasi untuk kebersihan dan bagaimana
melaksanakannya.
Alat bantu visual (gambar) ini juga sangat diperlukan untuk
mempermudah menunjukkan penyebab penyimpangan itu bisa terjadi
dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut.
politeknik negeri
padang
19
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEIKETSU = STANDARTISASI
MEMPERTAHANKAN TEMPAT KERJA YG BERSIH
1. Tempat Kerja yang Selalu Rapi
 Tempat kerja dapat selalu dijaga bersih dan tertata apabila setiap orang
mau berpartisipasi.
 Rahasianya adalah dengan mengingat 3 prinsip TIDAK
# TIDAK ada barang yang tidak diperlukan.
# TIDAK ada barang yang berserakan
# TIDAK ada barang / tempat yang kotor
2. Periksa Dulu Barang yang Tidak Diperlukan
a. Daftar periksa untuk barang yang diperlukan
 Untuk memeriksa apabila terdapat barang yang tidak diperlukan
yang masih tertinggal setelah pelaksanaan Strategi Label Merah
politeknik negeri
padang
20
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEIKETSU = STANDARTISASI
MEMPERTAHANKAN TEMPAT KERJA YG BERSIH
b. Daftar barang tersisa
 Sungguh menakjubkan berapa banyak barang-barang yang tidak
diperlukan muncul.
 Melalui penerapan Strategi Label Merah, sedikitnya pabrik menghasilkan
truk berisi sisa – sisa barang.
3. Memeriksa Tempat Penyimpanan
a. Daftar periksa tempat penyimpanan
 Apakah semua persediaan barang dan peralatan tertata dengan rapi
 Marilah melihat daftar periksa beberapa tempat penyimpangan.
b. Daftar Penilaian
 Dari semua langkah 5S, Seiketsu (Penataan) adalah yang paling luas
jangkauannya.
 Pemeriksaan kembali adalah penting dan daftar penilaian sangat berguna
untuk ini.
 Bila terdapat lebih dari 45% jawaban TIDAK pada daftar, maka penting
untuk kembali pada langkah I, Seiketsu (penataan)
politeknik negeri
padang
21
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SEIKETSU = STANDARTISASI
MEMPERTAHANKAN TEMPAT KERJA YG BERSIH
4. Pemeriksaan Debu dan Kotoran
 Dengan meraba sepanjang kusen, segera tahu “kebersihan” ditempat kerja.
 Marilah memikirkan tindakan perbaikan.
politeknik negeri
padang
22
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SHITSUKE = KEDISIPLINAN
PENGENDALIAN DITEMPAT KERJA
Shitsuke adalah terciptanya suatu kebiasaan yang baik dari setiap
orang yang terlibat untuk melakukan setiap hal dengan benar
sesuai standart yang telah ditetapkan. Perilaku disiplin diharapkan
tercipta bagi seluruh orang terutama anggota dalam segmennya
1. Pengendalian Visual : Langkah Pertama dalam Kedisiplinan
 Tempat kerja yang sehat merupakan tempat yang selalu terbuka bagi
kritik yang membangun.
 Memberi dan menerima kritik yang membangun adalah suatu dasar dari
langkah 5S – Shitsuke,
 Idealnya adalah menciptakan tempat kerja dimana masalah dapat
langsung dikenali, sehingga tindakan perbaikan dapat diambil.
politeknik negeri
padang
23
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SHITSUKE = KEDISIPLINAN
PENGENDALIAN DITEMPAT KERJA
2. Pameran Foto 5 S
 Pabrik harus sudah banyak perubahan sejak pengambilan foto pada permulaan langkah
I.
 Sudah waktunya untuk mengadakan pameran sebelum dan sesudah pengambilan foto
5S.
3. Slogan 5S
 Seluruh jajaran perusahaan harus terlibat dalam 5S.
 Cara untuk membuat setiap orang tertarik adalah dengan meminta sedikitnya satu
gagasan untuk slogan 5S di setiap tempat strategis.
4. Evaluasi
 Sudah waktunya untuk mengevaluasi secara menyeluruh mengenai efektifitas
pemeriksaan 5S menurut jenis tempat kerja.
 Hasil harus diumumkan dan hadiah dapat diberikan sebagai insentif untuk perbaikan
selanjutnya.
politeknik negeri
padang
24
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464
SUDAHKAH ADA PERBAIKAN
Tempat kerja yang sudah lebih bersih
 Bagaimana pendapat anda mengenai foto sebelum dan sesudah 5S ?
 Apakah mungkin untuk mempertahankan ?
 Hanya bila kita menjadikannya sebagai suatu kebiasaan.
politeknik negeri
padang
25
ir.darman dapersal dinar,mpd, bme
081374669464

More Related Content

Similar to presentasi-5s-darmandd.ppt

Teknik Implementasi 5 s 5r seiketsu
Teknik Implementasi 5 s 5r seiketsuTeknik Implementasi 5 s 5r seiketsu
Teknik Implementasi 5 s 5r seiketsuHerry Prakoso
 
7 S TRIO MOTOR BISA.ppt
7 S TRIO MOTOR BISA.ppt7 S TRIO MOTOR BISA.ppt
7 S TRIO MOTOR BISA.pptpadlah1984
 
TRAINING_5R.pptx
TRAINING_5R.pptxTRAINING_5R.pptx
TRAINING_5R.pptxAndishanty
 
Teknik Penerapan 5S (1).pptx
Teknik Penerapan 5S (1).pptxTeknik Penerapan 5S (1).pptx
Teknik Penerapan 5S (1).pptxErwin196998
 
identifikasi-bahaya-dan-penilaian-risiko.pptx
identifikasi-bahaya-dan-penilaian-risiko.pptxidentifikasi-bahaya-dan-penilaian-risiko.pptx
identifikasi-bahaya-dan-penilaian-risiko.pptxhendrasetiawan451154
 
Pendidikan karakter KA.pptx
Pendidikan karakter KA.pptxPendidikan karakter KA.pptx
Pendidikan karakter KA.pptxriestysulist
 
PPT Induksi K3.pptx
PPT Induksi K3.pptxPPT Induksi K3.pptx
PPT Induksi K3.pptxarga63
 
Pengenalan 5R
Pengenalan 5RPengenalan 5R
Pengenalan 5RAmat Bejo
 
13 Fokus Sukses dalam Mengelola Pergudangan _ Materi Training "INVENTORY & W...
13 Fokus Sukses dalam Mengelola Pergudangan  _ Materi Training "INVENTORY & W...13 Fokus Sukses dalam Mengelola Pergudangan  _ Materi Training "INVENTORY & W...
13 Fokus Sukses dalam Mengelola Pergudangan _ Materi Training "INVENTORY & W...Kanaidi ken
 
Laporan bengkel kerja gegas-asas ketukangan
Laporan bengkel kerja gegas-asas ketukanganLaporan bengkel kerja gegas-asas ketukangan
Laporan bengkel kerja gegas-asas ketukangansppj1415
 
HSE PLAN PT IKAGRIYA DARMAPERSADA, PROYEK CITRA GARDEN BINTARO 2023 (1).pptx
HSE PLAN PT IKAGRIYA DARMAPERSADA, PROYEK CITRA GARDEN BINTARO 2023 (1).pptxHSE PLAN PT IKAGRIYA DARMAPERSADA, PROYEK CITRA GARDEN BINTARO 2023 (1).pptx
HSE PLAN PT IKAGRIYA DARMAPERSADA, PROYEK CITRA GARDEN BINTARO 2023 (1).pptxsavei05s0
 
"13 Fokus Sukses Mengelola Warehousing"_Materi Pelatihan WAREHOUSING MANAGEMENT
"13 Fokus Sukses Mengelola Warehousing"_Materi Pelatihan WAREHOUSING MANAGEMENT"13 Fokus Sukses Mengelola Warehousing"_Materi Pelatihan WAREHOUSING MANAGEMENT
"13 Fokus Sukses Mengelola Warehousing"_Materi Pelatihan WAREHOUSING MANAGEMENTKanaidi ken
 
837ddc1fdc65970103d029ed7165c46b.pptx
837ddc1fdc65970103d029ed7165c46b.pptx837ddc1fdc65970103d029ed7165c46b.pptx
837ddc1fdc65970103d029ed7165c46b.pptxMuhammadAfifS
 
Lokasi Fasilitas Industri
Lokasi Fasilitas IndustriLokasi Fasilitas Industri
Lokasi Fasilitas IndustriIndra West
 
Contoh Proposal usaha fashion
Contoh Proposal usaha fashionContoh Proposal usaha fashion
Contoh Proposal usaha fashionManchester United
 
PPT Safety Induction pada perusahaan .pptx
PPT Safety Induction pada perusahaan .pptxPPT Safety Induction pada perusahaan .pptx
PPT Safety Induction pada perusahaan .pptxGeoswaraSurveys
 

Similar to presentasi-5s-darmandd.ppt (20)

Teknik Implementasi 5 s 5r seiketsu
Teknik Implementasi 5 s 5r seiketsuTeknik Implementasi 5 s 5r seiketsu
Teknik Implementasi 5 s 5r seiketsu
 
7 S TRIO MOTOR BISA.ppt
7 S TRIO MOTOR BISA.ppt7 S TRIO MOTOR BISA.ppt
7 S TRIO MOTOR BISA.ppt
 
TRAINING_5R.pptx
TRAINING_5R.pptxTRAINING_5R.pptx
TRAINING_5R.pptx
 
Teknik Penerapan 5S (1).pptx
Teknik Penerapan 5S (1).pptxTeknik Penerapan 5S (1).pptx
Teknik Penerapan 5S (1).pptx
 
5R.pptx
5R.pptx5R.pptx
5R.pptx
 
Training 5S
Training 5STraining 5S
Training 5S
 
identifikasi-bahaya-dan-penilaian-risiko.pptx
identifikasi-bahaya-dan-penilaian-risiko.pptxidentifikasi-bahaya-dan-penilaian-risiko.pptx
identifikasi-bahaya-dan-penilaian-risiko.pptx
 
Pendidikan karakter KA.pptx
Pendidikan karakter KA.pptxPendidikan karakter KA.pptx
Pendidikan karakter KA.pptx
 
PPT Induksi K3.pptx
PPT Induksi K3.pptxPPT Induksi K3.pptx
PPT Induksi K3.pptx
 
Pengenalan 5R
Pengenalan 5RPengenalan 5R
Pengenalan 5R
 
Materi 5 S
Materi 5 SMateri 5 S
Materi 5 S
 
Induction training
Induction trainingInduction training
Induction training
 
13 Fokus Sukses dalam Mengelola Pergudangan _ Materi Training "INVENTORY & W...
13 Fokus Sukses dalam Mengelola Pergudangan  _ Materi Training "INVENTORY & W...13 Fokus Sukses dalam Mengelola Pergudangan  _ Materi Training "INVENTORY & W...
13 Fokus Sukses dalam Mengelola Pergudangan _ Materi Training "INVENTORY & W...
 
Laporan bengkel kerja gegas-asas ketukangan
Laporan bengkel kerja gegas-asas ketukanganLaporan bengkel kerja gegas-asas ketukangan
Laporan bengkel kerja gegas-asas ketukangan
 
HSE PLAN PT IKAGRIYA DARMAPERSADA, PROYEK CITRA GARDEN BINTARO 2023 (1).pptx
HSE PLAN PT IKAGRIYA DARMAPERSADA, PROYEK CITRA GARDEN BINTARO 2023 (1).pptxHSE PLAN PT IKAGRIYA DARMAPERSADA, PROYEK CITRA GARDEN BINTARO 2023 (1).pptx
HSE PLAN PT IKAGRIYA DARMAPERSADA, PROYEK CITRA GARDEN BINTARO 2023 (1).pptx
 
"13 Fokus Sukses Mengelola Warehousing"_Materi Pelatihan WAREHOUSING MANAGEMENT
"13 Fokus Sukses Mengelola Warehousing"_Materi Pelatihan WAREHOUSING MANAGEMENT"13 Fokus Sukses Mengelola Warehousing"_Materi Pelatihan WAREHOUSING MANAGEMENT
"13 Fokus Sukses Mengelola Warehousing"_Materi Pelatihan WAREHOUSING MANAGEMENT
 
837ddc1fdc65970103d029ed7165c46b.pptx
837ddc1fdc65970103d029ed7165c46b.pptx837ddc1fdc65970103d029ed7165c46b.pptx
837ddc1fdc65970103d029ed7165c46b.pptx
 
Lokasi Fasilitas Industri
Lokasi Fasilitas IndustriLokasi Fasilitas Industri
Lokasi Fasilitas Industri
 
Contoh Proposal usaha fashion
Contoh Proposal usaha fashionContoh Proposal usaha fashion
Contoh Proposal usaha fashion
 
PPT Safety Induction pada perusahaan .pptx
PPT Safety Induction pada perusahaan .pptxPPT Safety Induction pada perusahaan .pptx
PPT Safety Induction pada perusahaan .pptx
 

Recently uploaded

Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5
Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5
Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5KIKI TRISNA MUKTI
 
Aksi nyata Malaikat Kebaikan [Guru].pptx
Aksi nyata Malaikat Kebaikan [Guru].pptxAksi nyata Malaikat Kebaikan [Guru].pptx
Aksi nyata Malaikat Kebaikan [Guru].pptxsdn3jatiblora
 
Tugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docx
Tugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docxTugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docx
Tugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docxmawan5982
 
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdfContoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdfCandraMegawati
 
MATERI EKOSISTEM UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS
MATERI EKOSISTEM UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATASMATERI EKOSISTEM UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS
MATERI EKOSISTEM UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATASKurniawan Dirham
 
Aksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdf
Aksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdfAksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdf
Aksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdfDimanWr1
 
Materi Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptx
Materi Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptxMateri Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptx
Materi Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptxRezaWahyuni6
 
Dinamika Hidrosfer geografi kelas X genap
Dinamika Hidrosfer geografi kelas X genapDinamika Hidrosfer geografi kelas X genap
Dinamika Hidrosfer geografi kelas X genapsefrida3
 
AKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptxAKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptxWirionSembiring2
 
Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Fase C
Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Fase CModul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Fase C
Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Fase CAbdiera
 
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptxPerumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptxadimulianta1
 
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar mata pelajaranPPKn 2024.pdf
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar  mata pelajaranPPKn 2024.pdf2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar  mata pelajaranPPKn 2024.pdf
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar mata pelajaranPPKn 2024.pdfsdn3jatiblora
 
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfBab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfbibizaenab
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BAbdiera
 
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Abdiera
 
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptArkhaRega1
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKAMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKAAndiCoc
 
Modul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdf
Modul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdfModul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdf
Modul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdfSitiJulaeha820399
 
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..ikayogakinasih12
 
Aksi Nyata Modul 1.1 Calon Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.1 Calon Guru PenggerakAksi Nyata Modul 1.1 Calon Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.1 Calon Guru Penggeraksupriadi611
 

Recently uploaded (20)

Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5
Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5
Materi Strategi Perubahan dibuat oleh kelompok 5
 
Aksi nyata Malaikat Kebaikan [Guru].pptx
Aksi nyata Malaikat Kebaikan [Guru].pptxAksi nyata Malaikat Kebaikan [Guru].pptx
Aksi nyata Malaikat Kebaikan [Guru].pptx
 
Tugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docx
Tugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docxTugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docx
Tugas 1 ABK di SD prodi pendidikan guru sekolah dasar.docx
 
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdfContoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
Contoh Laporan Observasi Pembelajaran Rekan Sejawat.pdf
 
MATERI EKOSISTEM UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS
MATERI EKOSISTEM UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATASMATERI EKOSISTEM UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS
MATERI EKOSISTEM UNTUK SEKOLAH MENENGAH ATAS
 
Aksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdf
Aksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdfAksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdf
Aksi nyata disiplin positif Hj. Hasnani (1).pdf
 
Materi Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptx
Materi Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptxMateri Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptx
Materi Pertemuan Materi Pertemuan 7.pptx
 
Dinamika Hidrosfer geografi kelas X genap
Dinamika Hidrosfer geografi kelas X genapDinamika Hidrosfer geografi kelas X genap
Dinamika Hidrosfer geografi kelas X genap
 
AKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptxAKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptx
 
Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Fase C
Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Fase CModul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Fase C
Modul Ajar Pendidikan Pancasila Kelas 5 Fase C
 
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptxPerumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
 
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar mata pelajaranPPKn 2024.pdf
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar  mata pelajaranPPKn 2024.pdf2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar  mata pelajaranPPKn 2024.pdf
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar mata pelajaranPPKn 2024.pdf
 
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdfBab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
Bab 6 Kreatif Mengungap Rasa dan Realitas.pdf
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
 
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar Biologi Kelas 11 Fase F Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
 
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 pptppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
ppt-modul-6-pend-seni-di sd kelompok 2 ppt
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKAMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA
 
Modul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdf
Modul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdfModul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdf
Modul 1.2.a.8 Koneksi antar materi 1.2.pdf
 
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
AKSI NYATA NARKOBA ATAU OBAT TERLARANG..
 
Aksi Nyata Modul 1.1 Calon Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.1 Calon Guru PenggerakAksi Nyata Modul 1.1 Calon Guru Penggerak
Aksi Nyata Modul 1.1 Calon Guru Penggerak
 

presentasi-5s-darmandd.ppt

  • 1. MAKSUD PENERAPAN 5S PERUBAHAN PERILAKU MELALUI PERUBAHAN TEMPAT KERJA PELATIHAN 5S Sikap Perilaku Tempat Kerja PENERAPAN 5S Budaya Sikap Kebiasaan Perilaku Tempat Kerja politeknik negeri padang 1 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 2. SASARAN PENERAPAN 5S  Mewujudkan tempat kerja yang nyaman dan pekerjaan yang menyenangkan.  Melatih manusia pekerja yang mampu mandiri mengelola pekerjaannya.  Mewujudkan perusahaan bercitra positif di mata pelanggan tercermin dari kondisi tempat kerja. politeknik negeri padang 2 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 3. DAMPAK PENERAPAN 5S  Zero (meminimumkan potensi terjadinya) : ~ Accident (kecelakaan kerja) ~ Breakdown (gangguan kerusakan) ~ Crisis (krisis) ~ Defect (cacat atau salah kerja)  Manusia yang bersemangat kerja  Organisasi yang siap mengikuti perubahan sesuai arahan strategi pimpinan politeknik negeri padang 3 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 4. PENYAMAAN POLA PIKIR Sebelum memulai program penerapan 5S, perlu dilakukan penyamaan pola pikir setiap karyawan akan arti “pemborosan” ditempat kerja. Dengan pola pikir yang sama diharapkan akan mempercepat penerapan program 5S di tempat kerja. Cara efektif yang biasa dilakukan adalah bersama-sama keliling area kerja untuk melihat, mencatat dan memberikan saran pemecahan adanya pemborosan politeknik negeri padang 4 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 5. Pemborosan adalah Segala sesuatu yang : • Tidak memberikan nilai tambah • Berlebihan dari kebutuhan minimum • Tidak membantu suatu proses • Tidak menguntungkan secara materi politeknik negeri padang 5 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 6. SEIRI = PEMILAHAN MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN Menentukan barang yang diperlukan atau yang tidak diperlukan, menyingkirkan barang yang tidak diperlukan, sekaligus memastikan bahwa barang yang diperlukan disimpan dalam jangkauan supaya lebih efisien dengan memperhatikan frekuensi pemakaian. Barang yang tidak dipakai di tempat kerja akan berdampak terhadap inventory, menurunkan produktifitas dan menimbulkan bahaya. politeknik negeri padang 6 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 7. SEIRI = PEMILAHAN MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN Sebelum memulai dilakukan gerakan 5S, sebaiknya dilakukan pengambilan gambar (difoto) terlebih dahulu 1. Dapatkah kita menemukan barang yang tidak diperlukan?  Sesungguhnya, terdapat barang yang tidak diperlukan di dalam setiap pabrik.  Barang yang tidak diperlukan artinya barang tersebut tidak dibutuhkan untuk produksi saat ini.  Perhatikan dengan baik sekeliling tempat kerja kita. politeknik negeri padang 7 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 8. SEIRI = PEMILAHAN MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN 2. Strategi Label Merah : Ringkas Visual 2.1. Apa yang dimaksud Strategi Label Merah  Ini adalah teknik ringkas yang sangat penting  Segera setelah barang yang diperlukan ditemukan, barang ini ditandai dengan label merah, sehingga setiap orang dapat secara jelas melihat apa yang perlu dibuang atau dipindahkan.  Penggunaan label merah dapat merupakan satu rahasia kelangsungan hidup perusahaan. 2.2. Apa yang ditempeli label merah ?  Beri label merah pada setiap barang yang tidak diperlukan.  Pada bagian produksi, berarti memeriksa persediaan bahan baku, peralatan/mesin, dsb.  Pada bagian administrasi – termasuk dokumen, alat tulis dan mesin  Namun jangan sekali-kali memberi label merah kepada orang meskipun seringkali diinginkan. politeknik negeri padang 8 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 9. SEIRI = PEMILAHAN MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN 3. Menentukan standart untuk label merah “Membuang barang itu pemborosan !” “Merepotkan bagi saya untuk membuat semua ini” “Kita mungkin masih akan menggunakannya lagi dikemudian hari”  Ungkapan diatas sangat umum dan reaksi yang spontan terhadap gagasan untuk membuang barang yang tidak diperlukan, baik itu di rumah atau di pabrik.  Sangat penting untuk menentukan standart yang jelas tentang “apa yang benar-benar diperlukan” dan “apa yang tidak diperlukan” untuk mengatasi perdebatan ini. 4. Membuat Label Merah  Label berwarna merah agar langsung terlihat dan menarik perhatian apabila ada “kotoran” di pabrik.  Label merah ini juga untuk memperingatkan orang agar memperhatikan keselamatan orang lain.  Bahan apapun bisa digunakan asalkan menyolok. politeknik negeri padang 9 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 10. SEIRI = PEMILAHAN MEMBUANG BARANG YANG TIDAK DIPERLUKAN 5. Menempelkan label merah “Bukankah sebaiknya para pekerja yang menempelkan label di tempat kerjanya ?”  Tidak, menempelkan label-label memerlukan pandangan dari orang kedua.  Itu artinya bahwa orang lain selain yang menempati ruang/tempat tersebut yang berhak menempelkan label merah.  Tempelkan label merah pada setiap barang yang meragukan !. 6. Tindak lanjut dan evaluasi  Langkah berikutnya adalah untuk memperjelas MENGAPA label merah ditempelkan dan menentukan tindakan apa yang paling tepat untuk diambil. politeknik negeri padang 10 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 11. SEITON = PENATAAN MEMBENAHI TEMPAT PENYIMPANAN Prinsip dasar Seiton adalah melakukan pengaturan lingkungan kerja dan peralatan secara rapi dengan sasaran tata letak dan penempatan yang efisien sehingga pemborosan waktu untuk mencari barang bisa dihilangkan, untuk memperlancar pekerjaan politeknik negeri padang 11 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 12. SEITON = PENATAAN MEMBENAHI TEMPAT PENYIMPANAN 1. Membersihkan sebelum Penataan  Hal pertama yang dibutuhkan adalah beberapa pekerjaan dengan memakai sapu dan lap untuk menghilangkan kotoran.  Penataan berarti menstandartkan tempat penyimpanan, namun penstandartan tidak dapat dimulai sampai semuanya menjadi bersih. 2. Membuat Denah Tempat Penyimpanan  Apakah pabrik kita mempunyai denah tempat penyimpanan yang tepat ?  Setiap mesin dan setiap tempat penyimpanan memerlukan tempatnya sendiri. 3. Menambah Warna pada Tempat Kerja : Strategi Pengecatan A. Lantai :  Semua lingkungan kerja dicat dengan warna yang tidak menimbulkan stress.  Tempat istirahat sebaiknya memakai warna yang berkesan rileks.  Lantai dapat dicat setelah layout telah benar-benar ditentukan dan semua barang mempunyai tempat yang pasti. politeknik negeri padang 12 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 13. SEITON = PENATAAN MEMBENAHI TEMPAT PENYIMPANAN B. Menggambar garis di lantai  Sekali warna lantai telah ditentukan, maka lantai dapat dibagi menjadi bagian-bagian dengan menggunakan garis. 1. Mulai dengan garis pemisah a. Garis pemisah  Garis pemisah adalah garis yang membedakan lorong dan tempat kerja. Meskipun biasanya garis-garis tersebut berwarna kuning, tetapi dapat juga digunakan warna putih. b. Garis jalan keluar / masuk  Kita tidak diperkenankan jalan pada garis atau melangkah diatasnya.  Jalan keluar / masuk harus dibuat dan diberi tanda.  Ini yang dikenal sebagai garis keluar / masuk politeknik negeri padang 13 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 14. SEITON = PENATAAN MEMBENAHI TEMPAT PENYIMPANAN c. Garis pintu masuk  Kebanyakan kita telah mengalami bahwa pintu tiba-tiba terbuka langsung di depan.  Penting mengetahui dari arah mana pintu terbuka. d. Garis arus lalu lintas  Kanan atau kiri ?  Hal yang penting adalah menetapkan kebijakan arus lalu lintas untuk tempat berjalan dan berkendara di dalam pabrik.  Ini adalah cara utama untuk menghindari tabrakan dan kecelakaan. e. Pola selang – seling  Pola selang-seling terdiri atas garis miring kuning dan hitam, yang berfungsi sebagai tanda bahaya. f. Garis ruang penyimpanan  Ruangan untuk tempat penyimpanan harus jelas dipisahkan dengan garis.  Contoh utama adalah meja & tempat kerja yang digunakan untuk menyimpan pekerjaan yang sedang berlangsung. politeknik negeri padang 14 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 15. SEISO = KEBERSIHAN MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN 1. Urutan dalam Seiso o Tujuan dari kebersihan adalah untuk menghilangkan semua debu dan kotoran dan menjaga tempat kerja selalu bersih. o Apakah kita membersihkan tempat kerja setiap hari ? 2. Sasaran Seiso Terdapat tiga kategori luas untuk mentargetkan Seiso, yaitu : area penyimpanan, peralatan dan lingkungan. a. Area Penyimpanan - Kategori ini termasuk bermacam-macam barang dan tempat. - Sehingga apa yang sebenarnya harus dibersihkan. b. Peralatan - Kita harus selalu merawat mesin kita sendiri dan menjaga kebersihan serta kerapiannya. - Ini adalah pandangan dari kita bersama politeknik negeri padang 15 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 16. SEISO = KEBERSIHAN MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN c. Lingkungan • Bila tempat dimana kita bekerja setiap hari tertutup dengan debu yang melekat, kita akan dengan mudah mengalami depresi. • Buatlah bersih dan nyaman serta pertahankan selalu. 3. Tanggungjawab Seiso (Kebersihan) o Siapa bertanggungjawab untuk membersihkan tempat istirahat. o Apakah kebersihan dilakukan setiap hari atau dua hari sekali ? o Siapa bertanggung jawab untuk apa ? a. Peta tanggung jawab Seiso (kebersihan) - Tanggungjawab Seiso atas tempat kerja sebaiknya dibagi kedalam wilayah kecil. - Setiap orang harus membersihkan tempat kerjanya secara bersama. politeknik negeri padang 16 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 17. SEISO = KEBERSIHAN MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN b. Jadwal Kebersihan • Sebelum membuat jadwal Seiso, buatlah daftar dari semua kegiatan Seiso. • Lebih baik ada sistem shift terutama untuk membersihkan area yang dipakai bersama. 1. Menentukan Metode Seiso (kebersihan) Sekali kita telah menentukan SIAPA yang bertugas SEISO dan KAPAN, kita dapat juga menentukan BAGAIMANA SEISO dapat dilakukan. a. Lima menit bersih - Kedengarannya 5 menit tidak merupakan waktu yang cukup untuk mengerjakan sesuatu yang berarti. - Tetapi bila kebersihan dilaksanakan secara efisien, kita akan terkejut berapa banyak dapat dihasilkan !. politeknik negeri padang 17 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 18. SEISO = KEBERSIHAN MENGATUR PROSEDUR KEBERSIHAN HARIAN b. Urutan Kebersihan  Bila kita baru mendengar kata “bersih”, siapapun tidak ada yang tahu apa yang harus dilakukan atau bagaimana memulainya.  Lima menit dapat berlalu dengan bila kita hanya berpikir apa yang dikerjakan!. c. Tugas dan alat kebersihan Sekali kita telah menetapkan tugas Seiso dengan memastikan barang apa yang perlu dibersihkan, selanjutnya adalah membuat daftar dari semua alat untuk pekerjaan tersebut. 5. Persiapan untuk Membersihkan Alat Alat kebersihan harus selalu disimpan di tempat yang mudah dijangkau 6. Penerapan Seiso  Sekarang adalah saatnya untuk mulai bersih  Lihatlah betapa bersihnya hasil yang didapatkan dalam waktu hanya 5 menit politeknik negeri padang 18 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 19. SEIKETSU = STANDARTISASI MEMPERTAHANKAN TEMPAT KERJA YG BERSIH Apabila kegiatan Seiri, Seiton dan Seiso telah selesai, selanjutnya kondisi ini harus dipertahankan sebagai suatu kebiasaan. Diperlukan adanya standart berikut sarana untuk pengecekan, disosialisasikan dan dilakukan review secara berkala. Peringatan – peringatan visual yang menarik dan diatur secara kreatif sangat diperlukan untuk membantu setiap orang memahami tentang perlunya standartisasi untuk kebersihan dan bagaimana melaksanakannya. Alat bantu visual (gambar) ini juga sangat diperlukan untuk mempermudah menunjukkan penyebab penyimpangan itu bisa terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. politeknik negeri padang 19 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 20. SEIKETSU = STANDARTISASI MEMPERTAHANKAN TEMPAT KERJA YG BERSIH 1. Tempat Kerja yang Selalu Rapi  Tempat kerja dapat selalu dijaga bersih dan tertata apabila setiap orang mau berpartisipasi.  Rahasianya adalah dengan mengingat 3 prinsip TIDAK # TIDAK ada barang yang tidak diperlukan. # TIDAK ada barang yang berserakan # TIDAK ada barang / tempat yang kotor 2. Periksa Dulu Barang yang Tidak Diperlukan a. Daftar periksa untuk barang yang diperlukan  Untuk memeriksa apabila terdapat barang yang tidak diperlukan yang masih tertinggal setelah pelaksanaan Strategi Label Merah politeknik negeri padang 20 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 21. SEIKETSU = STANDARTISASI MEMPERTAHANKAN TEMPAT KERJA YG BERSIH b. Daftar barang tersisa  Sungguh menakjubkan berapa banyak barang-barang yang tidak diperlukan muncul.  Melalui penerapan Strategi Label Merah, sedikitnya pabrik menghasilkan truk berisi sisa – sisa barang. 3. Memeriksa Tempat Penyimpanan a. Daftar periksa tempat penyimpanan  Apakah semua persediaan barang dan peralatan tertata dengan rapi  Marilah melihat daftar periksa beberapa tempat penyimpangan. b. Daftar Penilaian  Dari semua langkah 5S, Seiketsu (Penataan) adalah yang paling luas jangkauannya.  Pemeriksaan kembali adalah penting dan daftar penilaian sangat berguna untuk ini.  Bila terdapat lebih dari 45% jawaban TIDAK pada daftar, maka penting untuk kembali pada langkah I, Seiketsu (penataan) politeknik negeri padang 21 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 22. SEIKETSU = STANDARTISASI MEMPERTAHANKAN TEMPAT KERJA YG BERSIH 4. Pemeriksaan Debu dan Kotoran  Dengan meraba sepanjang kusen, segera tahu “kebersihan” ditempat kerja.  Marilah memikirkan tindakan perbaikan. politeknik negeri padang 22 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 23. SHITSUKE = KEDISIPLINAN PENGENDALIAN DITEMPAT KERJA Shitsuke adalah terciptanya suatu kebiasaan yang baik dari setiap orang yang terlibat untuk melakukan setiap hal dengan benar sesuai standart yang telah ditetapkan. Perilaku disiplin diharapkan tercipta bagi seluruh orang terutama anggota dalam segmennya 1. Pengendalian Visual : Langkah Pertama dalam Kedisiplinan  Tempat kerja yang sehat merupakan tempat yang selalu terbuka bagi kritik yang membangun.  Memberi dan menerima kritik yang membangun adalah suatu dasar dari langkah 5S – Shitsuke,  Idealnya adalah menciptakan tempat kerja dimana masalah dapat langsung dikenali, sehingga tindakan perbaikan dapat diambil. politeknik negeri padang 23 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 24. SHITSUKE = KEDISIPLINAN PENGENDALIAN DITEMPAT KERJA 2. Pameran Foto 5 S  Pabrik harus sudah banyak perubahan sejak pengambilan foto pada permulaan langkah I.  Sudah waktunya untuk mengadakan pameran sebelum dan sesudah pengambilan foto 5S. 3. Slogan 5S  Seluruh jajaran perusahaan harus terlibat dalam 5S.  Cara untuk membuat setiap orang tertarik adalah dengan meminta sedikitnya satu gagasan untuk slogan 5S di setiap tempat strategis. 4. Evaluasi  Sudah waktunya untuk mengevaluasi secara menyeluruh mengenai efektifitas pemeriksaan 5S menurut jenis tempat kerja.  Hasil harus diumumkan dan hadiah dapat diberikan sebagai insentif untuk perbaikan selanjutnya. politeknik negeri padang 24 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464
  • 25. SUDAHKAH ADA PERBAIKAN Tempat kerja yang sudah lebih bersih  Bagaimana pendapat anda mengenai foto sebelum dan sesudah 5S ?  Apakah mungkin untuk mempertahankan ?  Hanya bila kita menjadikannya sebagai suatu kebiasaan. politeknik negeri padang 25 ir.darman dapersal dinar,mpd, bme 081374669464