Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
STIMULUS CONTROL
PengertianDimana, sebuah tingkah laku cenderunguntuk muncul saat spesific antecedentstimulus ada/terjadi. (Antecedentstimu...
Stimulus                Discrimination                   TrainingPengembangan   The Three-Term  Stimulus       Contingency...
Stimulus Discrimination TrainingStimulus kontrol berkembang karena tingkah laku diperkuathanya jika stimulus antisedent ya...
Dua langkah yang terdapat pada stimulus discriminationtraining:1. Saat discriminative stimulus (SD) muncul/hadir, tingkah ...
The Three-Term Contingency      Menurut Skinner (1969), stimulus discriminationtraining melibatkan three-term contingency,...
Notasi yang digunakan untuk mendeskripsikanthree-term contingency yang menyertakanreinforcement adalah:SD R SRDimana SD = ...
Generalization   Pada kasus tertentu, kondisi antecedent dimana      tingkah laku tersebut diperkuat (denganreinforcement)...
Contoh:Amy belajar untuk mengenal warna merah.Saat gurunya menunjukkan sebuah buku yangberwarna merah, Amy dapat mengataka...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Stimulus kontrol

2,235 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Stimulus kontrol

  1. 1. STIMULUS CONTROL
  2. 2. PengertianDimana, sebuah tingkah laku cenderunguntuk muncul saat spesific antecedentstimulus ada/terjadi. (Antecedentstimulus adalah stimulus yangmendahului terjanya tingkah laku).Sebuah tingkah laku dikatakan berada dibawah kontrol stimulus ketikakemungkinan peningkatan perilaku itumuncul saat stimulus antesedent terjadi.
  3. 3. Stimulus Discrimination TrainingPengembangan The Three-Term Stimulus Contingency Kontrol Generalization
  4. 4. Stimulus Discrimination TrainingStimulus kontrol berkembang karena tingkah laku diperkuathanya jika stimulus antisedent yang spesifik hadir/ada. Oleh karena itu, tingkah laku akan kembali muncul/berlanjut dimasa yang akan datang hanya jika stimulus antesedent hadir. Antecedent stimulus yang muncul/hadir saat tingkah laku diperkuat di berinama discriminative stimulus (SD).Secara sederhana SD/discriminative stimulus dapat dipahami sebagai stimulus spesifik yang memicu timbulnya sebuah tingkah laku, tingkah laku tidak muncul kecuali stimulus spesifik ini terjadi. Jadi SD merupakan stimulus spesifik (hanya dengan stimulus ini, bukan stimulus lain) yang menyebabkan sebuah tingkah laku muncul. Proses penguatan (reinforcing) tingkah laku hanya disaat stimulus antesedent spesifik (discriminative stimulus) hadir, disebut stimulus discrimination training.
  5. 5. Dua langkah yang terdapat pada stimulus discriminationtraining:1. Saat discriminative stimulus (SD) muncul/hadir, tingkah lakudiperkuat.2. Saat antecedent stimulus yang lainnya diberikan (bukandiscriminative stimulus (SD)), tingkah laku tersebut tidakmengalami penguatan (tidak diperkuat). Selamadiscrimination training berlangsung, antecedent stimulus lainyang muncul saat tingkah laku tidak diperkuat disebut S-delta(S∆).Sebagai hasil dari discrimination training, tingkah lakucenderung untuk muncul kembali dimasa mendatang saat SDdimunculkan/tampil tapi akan cenderung untuk tidak munculsaat S∆ dimunculkan.
  6. 6. The Three-Term Contingency Menurut Skinner (1969), stimulus discriminationtraining melibatkan three-term contingency, dimanakonsekuensi (penguat atau punisher) adalah bagiandari munculnya tingkah laku hanya saat spesifikstimulus antecedent muncul. Three-Term Contingencymelibatkan hubungan antara stimulus antecedent,tingkah laku, dan konsekuensi dari tingkah laku. Analisbehavior biasanya menyebutnya ABCs (antecedents,behavior, consequences) dari tingkah laku Stimulusantecedent berkembang menjadi stimulus controlkarena tingkah laku diperkuat atau dipunis hanya jikastimulus antecedent muncul.
  7. 7. Notasi yang digunakan untuk mendeskripsikanthree-term contingency yang menyertakanreinforcement adalah:SD R SRDimana SD = discriminative stimulus, R = respos, danSR = reinfocer (reinforcing stimulus) . Sedangkannotasi three-term contingency yang menyertakanpunishment adalah:SD R SpSP = punisher ( punishing stimulus)
  8. 8. Generalization Pada kasus tertentu, kondisi antecedent dimana tingkah laku tersebut diperkuat (denganreinforcement) atau terhenti (dengan extinction atau punishment) adalah spesifik namun di kasus lain, kondisi antecedent meluas dan tervariasi. Ketika control stimulus dari sebuah tingkah laku menjadi meluas – hal ini, saat tingkah laku terjadi dalam cakupan situasi antecedent – kita katakana bahwa generalisasi stimulus (stimulus generalization) sedang terjadi.
  9. 9. Contoh:Amy belajar untuk mengenal warna merah.Saat gurunya menunjukkan sebuah buku yangberwarna merah, Amy dapat mengatakan”merah”. Generalization dikatakan telahterjadi saat Amy juga berkata “merah” saatgurunya menunjukkan kepada Amy sebuahbola yang berwarna merah, buku yangberwarna merah, atau objek lainnya yangberwarna merah.

×