๏‚— Project Procurement Management mencakup proses-
proses yang diperlukan untuk membeli atau memperoleh
produk, jasa, yang dibutuhkan dari luar organisasi .
๏‚— Why Outsource
๏‚— Agar Organisasi dapat tetap fokus pada bisnis utamanya
๏‚— Mempermudah akses keterampilan dan teknologi
๏‚— Memberikan fleksibilitas
๏‚— Meningkatkan akuntabilitas
Project
Procurement
Management
Control
Procurement
Conduct
Procurement
Plan
Procurement
Close
Procurement
Proses menentukan apa yang dibutuhkan, kapan
dibutuhkan dan bagaimana proses pengadaannya.
Dalam perencaan ini harus diputuskan apa yang
harus diambil dari luar, tipe kontrak dan
menggambarkan kerja yang harus dilakukan oleh
distributor kelak
12.1.1.1 Project Management Plan
Digunakan untuk membuat plan procurement , Di dalam
nya terdapat Scope Baseline yang berisi Project Scope
Statement, WBS , dan WBS dictionary
12.1.1.2 Requirement Documentation
Requirement Documentation terdiri atas :
๏‚— Informasi penting tentang persyaratan proyek yang di
pertimbangkan selama perencanaan
๏‚— Persyaratan โ€“persyaratan dengan inplikasi bersifat
kontrak dan hukum
12.1.1.3 Risk Register
Menyediakan data tentang Resiko-resiko yang mungkin di
temui di proyek , dan juga penangananya.untuk
mengupdate Risk register harus mengupdate project
document update
12.1.1.4 Activity Resource Requirement
Berisi informasi tentang requirement yang bersifat khusus
seperti orang , peralatan , atau lokasi
12.1.1.5 Project Schedule
Berisi informasi tentang jadwal yang diperlukan atau
jadwal yang dicantumkan dalam laporan.
12.1.1.6 Activity Cost Estimate
Merupakan perkiraan biaya yang berhubungan dengan
aktivitas pengadaan , digunakan untuk mengevaluasi
kewajaran tawaran dan juga seller yang potensial.
12.1.1.7 Stakeholder Register
Memberikan rincian tentang Stakeholder yang terlibat
dalam proyek dan juga peran dan kepentingan mereka
dalam proyek
12.1.1.8 Enterprise Environmental Factors
Faktor- faktor luar yang mempengaruhi plan procurement
meliputi:
๏‚— Kondisi pasar
๏‚— Produk, layanan, dan hasil yang tersedia di pasar
๏‚— Seller , termasuk kinerja masa lalu atau reputasinya
๏‚— Persyaratan umum dan persyaratan untuk produk/jasa
๏‚— Kebutuhan โ€“kebutuhan lokal yang unik.
12.1.1.9 Organizational Process Assets
Yang termasuk organizational process assets meliputi:
๏‚— Kebijakan formal pengadaan , prosedur , dan pedoman.
๏‚— Sistem manajemen yang dipertimbangkan dalam
mengembangkan procurement management plan dan
memilih hubungan yang bersifat kontrak yang akan
digunakan
๏‚— Sistem Seller yang terpercaya yang diputuskan
memenuhi syarat berdasarkan pengalaman-pengalaman
sebelumnya.
๏‚— 1. Fixed Price Contracts
Kategori kontrak ini melibatkan pengaturan harga yang
tetap untuk produk, layanan , atau hasil yang akan
diberikan.
Tipe-tipe kontrak seperti
๏‚— FFP(Firm Fixed Contracts)
๏‚— FPIF(Fixed Price Incentive fee contracts)
๏‚— FP-EPA(Fixed Price With Economic Price Adjustment
Contracts)
๏‚— Firm Fixed Contracts(FFP)
๏‚— Jenis kontrak yang umum digunakan
๏‚— Harga barang di tetapkan di awal
๏‚— Setiap kenaikan harga , merupakan tanggung jawab
Seller
๏‚— Buyer harus tepat menentukan produk atau jasa yang
akan di beli
๏‚— Setiap perubahan pada spesifikasi pengadaan
meningkatkan biaya pada buyer
๏‚— Fixed Price Incentive Fee Contracts (FPIF)
๏‚— Memberikan beberapa fleksibilitas kepada buyer dan
seller ketika terdapat penyimpangan performance
๏‚— Terdapat biaya insentif keuangan yang berkaitan dengan
biaya ,jadwal , atau kinerja teknis dari seller.
๏‚— Harga kontrak akhir ditentukan setelah selesai semua
pekerjaan berdasarkan kinerja seller.
๏‚— Ditetapkan price ceiling dan semua biaya di atas price
ceiling tanggung jawab seller.
๏‚— Fixed Price with Economic Price Adjusment
Contract(FP-EPA)
๏‚— Digunakan ketika periode kinerja seller mencakup
periode bertahuntahun(jangka panjang)
๏‚— Kontrak dengan harga tetap, tetapi dengan ketentuan
khusus memungkinkan untuk penyesuian akhir harga
kontrak karena kondisi berubah, ex inflasi
๏‚— FP-EPA kontrak dimaksudkan untuk melindungi seller
dan buyer dari kondisi eksternal di luar kendali mereka
๏‚— 2. Cost Reimbursable Contracts
Merupakan kategori kontrak yang melibatkan
pembayaran (biaya pengganti )kepada seller untuk semua
biaya yang dikeluarkan untuk pekerjaan yang telah
diselesaikan , ditambah biaya yang mewakili keuntungan
seller.
Tipe-tipe kontrak meliputi:
๏‚— CPFF(Cost Plus Fixed Fee Contracts)
๏‚— CPIF(Cost Plus Incentive Fee Contracts)
๏‚— CPAF(Cost Plus Award Fee Contracts)
๏‚— Cost Plus Fixed Fee Cntracts (CPFF)
Pembayaran hanya dibayarkan sesuai dengan pekerjaan
yang telah di selesaikan oleh seller
๏‚— Cost Plus Incentive Fee Contracts (CPIF)
Pembayaran sesuai dengan kinerja dari seller tetapi jika
biaya akhir tidak sama dengan perkiraan Estimasi Cost
maka akan ada share dari cost antara seller dan buyer
sesuai dengan kesepakatanya.
๏‚— Cost Plus Award Fee Contracts(CPAF)
Pembayaran diberikan sesuai dengan kinerja seller dan
juga biaya award karena kepuasan kepada kinerja seller.
๏‚— 3. Time and Material Contracts(T&M)
Campuran dari kontrak harga tetap dan kontrak harga
penggantian . Kontrak ini sering digunakan untuk
tambahan staff, akuisisi ahli , dan dukungan luar ketika
sebuah pernyataan yang tepat untuk pekerjaan tidak dapat
dengan cepat ditentukan.
12.1.2.1 Make or buy Analysis
Adalah teknik yang umum digunakan untuk menentukan
apakah pengadaan ,dapat di upayakan oleh organisasi atau
harus di beli dari sumber luar.
12.1.2.2 Expert Judgement
Digunakan untuk mengevaluasi proposal dari seller.dan
juga masukannya di perlukan dalam proses plan
procurement
12.1.2.3 Market Research
๏‚— Meliputi pemeriksaan industri dan kemampuan vendor
tertentu .
๏‚— Terdapat Review dari berbagai sumber tentang
kemampuan pasar
๏‚— Dapat mengevaluasi tujuan pengadaan yang
dihubungkan dengan perkembangan teknologi serta
analisis resiko agar mendapat vendor yang dapat
menyediakan bahan-bahan atau jasa yang diinginkan
12.1.2.4 Meetings
Perlu diadakan Meeting agar dapat membantu dalam
proses plan procurement. Agar dapat di tentukan opsi
palaing menguntungkan dalam proses pengadaan.
12.1.3.1 Procurement management plan
menggambarkan bagaimana proses pengadaan akan
dikelola dari dokumen pengadaan Diantaranya terdapat:
๏‚— -Tipe kontrak yang digunakan
๏‚— -Masalah manajemen resiko
๏‚— -Manajemen beberapa supplier yang terlibat,dll
12.1.3.2 Procurement Statement of work
Menjelaskan pengadaan barang secara cukup rinci untuk
menentukankan calon seller apakah mereka mampu
memberikan produk, jasa, atau hasil yang tepat dan sesuai.
12.1.3.3 Procurement Documents
Digunakan untuk mengumpulkan proposal dari calon penjual . Istilah-
istilah seperti tawaran, tender, atau quotatiom umumnya digunakan
ketika keputusan pemilihan seller akan didasarkan pada harga (
seperti ketika membeli komersial atau item standar ) , sedangkan istilah
seperti proposal umumnya digunakan ketika pertimbangan lain , seperti
kemampuan teknis, dll.
12.1.3.4 Source Selection Criteria
Digunakan untuk menilai proposal penjual (seller). Contoh source selesction
criteria seperti :
๏‚— -Understanding of need
๏‚— -Overal of life cycle cost
๏‚— -Technical capability
๏‚— -Risk
๏‚— -Management approach(pendekatan manajemen)
๏‚— -Technical approach(pendekatan teknis), dll
12.1.3.5 Make or buy Decision
Laporan pekerjaan yang berupa keputusan dari pilihan apakah
barang dan jasa diperoleh dari luar organisasi proyek, atau akan
dilakukan secara internal oleh tim proyek
12.1.3.6 Change Request
Sebuah keputusan yang melibatkan barang pengadaan,
jasa, atau sumber daya biasanya mengalami perubahan.
Juga berkaitan dengan permintaan perubahan tambahan
dan perubahan permintaan yang kemudian diproses
untuk diperiksa dan dan dikontrol melalui proses terpadu
12.1.3.7 Project Document Update
Merupakan update dokumen yang terjadi karena dalam
kegiatan proyek terjadi perubahan. Perbaikan tetap harus
mendukung target dan capaian akhir dari suatu proyek
๏‚— proses mendapatkan respon seller, memilih seller, dan
pemberian kontrak. Dalam proses ini, tim akan
menerima tawaran atau proposal yang kemudian akan
menerapkan kriteria seleksi yang ditetapkan
sebelumnya untuk memilih satu atau lebih seller yang
memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan dan
diterima sebagai seller.
12.2.1.1 Procurement Management plan
Menjelaskan bagaimana proses procurement akan di
kelola dari pengembangan procurement
dokumentation.berdasrkan kontrak.
12.2.1.2 Procurement Document
Menyediakan data tentang audit dari kontrak dan
persetujuan lainya
12.2.1.3 Source Selection Criteria
Berisi informasi yang menjadi kriteria dipilihnya para
suplier dalam proyek . Kriteria seperti capability,
technical expertise , life cycle cost , delivery date,
product cost , berdasarkan kontrak.
12.2.1.4 Seller proposal
Seller proposal dibutuhkan untuk menentukan Seller yang
potensial dan juga diperlukan dalam memilih seller yang
akan diajak berkerja sama.
12.2.1.5 Project Document
Berisi risk register dan risk related contract decision
12.2.1.6 Make or Buy Decision
Merupakan hasil dari Make-or-buy analysis yang
menentukan apakah produk atau servis tertentu
dibuat/ dilakukan dalam organisasi atau dibeli saja
dari pihak ketiga. Keputusan ini mempertimbangkan
kondisi keuangan proyek, sehingga analisa keuangan
harus dilakukan secara cermat.
12.2.1.7 Procurement Statement of work
Dibutuhkandalam proses pengadaan. Statement Of Work
yang baik memberikan kesempatan bagi Selleruntuk
memahami dengan baik apa harapan dari buyer
(pelakuproyek), sehingga penawar dapat menilaia apakah
dirinya mampu memenuhi kebutuhan buyer/tidak
12.2.1.8 Organization Process Assets
Aset โ€“ aset organisasi yang mungkin di butuhkan
seperti:
๏‚— Daftar Calon seller yang prospektif
๏‚— Informasi tentang pengalaman masa lalu yang
relevan dengan seller , yang baik dan yang buruk.
12.2.2.1 Bidder Conferences
adalah pertemuan dengan semua calon seller dan buyer
sebelum pengajuan tawaran atau proposal. Konferensi ini
digunakan untuk memastikan bahwa semua calon seller
memiliki pemahaman yang jelas dan pemahaman yang
umum tentang pengadaan (baik teknis dan persyaratan
kontrak), dan tidak ada penawar yang menerima
perlakuan istimewa. tanggapan terhadap pertanyaan
dapat dimasukkan ke dalam dokumen
12.2.2.2 Proposal Evaluation Techniques
Dalam pengadaan yang kompleks, dimana pemilihan
sumber akan dibuat berdasarkan respon seller dengan
kriteria pertimbangan yang telah ditetapkan sebelumnya,
proses peninjauan evaluasi formal akan ditentukan oleh
kebijakan pembeli pengadaan
12.2.2.3 Independent Estimate
Untuk item pengadaan yang berjumlah banyak, organisasi
pengadaan dapat memilih untuk mempersiapkan
perkiraan mandiri, atau memiliki perkiraan biaya yang
telah disiapkan oleh estimator profesional di luar sebagai
benchamrking pada tanggapan yang diusulkan
12.2.2.4 Expert Judgement
Penilaian ahli dapat digunakan untuk mengevaluasi
proposal penjual. Evaluasi proposal dapat dicapai oleh tim
review multi-disiplin dengan keahlian di masing-masing
area yang dicakup oleh dokumen pengadaan dan kontrak
yang diusulkan
12.2.2.5 Adverting
Daftar penjual potensial yang ada, sering dikeluarkan
dengan menempatkan iklan di publikasi yang beredar
seperti koran atau publikasi khusus perdagangan.
12.2.2.6 Analytical Technique
dapat membantu organisasi dalam mengidentifikasi
kesiapan vendor ke keadaan akhir yang diinginkan,
menentukan biaya yang diharapkan untuk mendukung
penganggaran, dan menghindari pembengkakan biaya
akibat perubahan. Dengan mengamati performansi masa
lalu, tim dapat mengidentifikasi area yang mungkin
beresiko, dan yang perlu diawasi dengan ketat untuk
memastikan keberhasilan proyek
12.2.2.7 Procurement Negotiation
Negosiasi ini memperjelas struktur, persyaratan dan
ketentuan lain pembelian sehingga kesepakatan bersama
dapat dicapai sebelum penandatanganan kontrak.
Negosiasi disimpulkan dengan dokumen kontrak yang
dapat dieksekusi oleh buyer dan seller.
12.2.3.1 Sellected Seller
seller yang dipilih adalah seller yang dinilai berada dalam
kisaran yang kompetitif berdasarkan hasil dari proposal
atau evaluasi penawaran, dan yang telah dinegosiasikan
dalam draft kontrak yang akan menjadi kontrak
sebenarnya ketika penghargaan
12.2.3.2 Agreements
kesepakatan/perjanjian pegadaan meliputi syarat dan
kondisi, dan dapat menggabungkan item yang ditentukan
buyer mengenai apa yang kontraktor akan lakukan atau
berikan. Ini adalah tanggungjawab tim manajement
proyek untuk memastikan bahwa semua perjanjian
memenuhi kebutuhan proyek.
12.2.3.3 Resource Calendars
Kalender yang berisi informasi tentang sumberdaya ,
kapan di butuhkan dan juga berapa banyaknya.
12.2.3.4 Change request
Permintaan perubahan untuk rencana manajemen proyek,
rencana anak perusahaan, dan komponen lainnya diproses
untuk review dan disposisi melalui proses perform
integrated change control.
12.2.3.5 Project management plan Update
Elemen dari perencanaan manajemen proyek dapat di
perbaharui, tetapi tidak terbatas pada :
- -perencanaan biaya,, mengenai waktu atauu jadwal
lainnya
- lingkup awal
- jadwal awal
- perencanaan manajemen komunikasi
- perencanaan manajemen pengadaan
12.2.3.6 Project Document Update
dokumen proyek dapat diperbaharui, tetapi tidak terbatas
pada :
๏‚— - persyaratan dokumentasi
๏‚— - persyaratan penelusuran dokumentasi
- daftar resiko
- daftar stakeholder
๏‚— Proses mengelola procurement relationship ,
monitoring contracts performance, dan membuat
perubahan dan perbaikan sesuai dengan kebutuhan.
12.3.1.1 Project Management plan
Perencanaan manajemen proyek akan mendeskripsikan
bagaimana proses pengadaan akan dikelola dari
pengembangan dokumentasi pengadaan hingga
penutupan kontrak.
12.3.1.2 Procurement Document
Dokumen pengadaan meliputi pelengkapan laporan
pendukung untuk administrasi proses pengadaan. Hal ini
mencakup penghargaan pengadaan kontrak dan
pernyataan dalam bekerja.
12.3.1.3 Agreement
Persetujuan yang di setujui oleh pihak yang terlibat
12.3.1.4 Approved Change Request
meliputi modifikasi atas aturan dan kondisi dari kontrak
yang meliputi pernyataan pengadaan kerja, harga, dan
deskripsi produk, jasa, atau hasil untuk disediakan.
12.3.1.5 Work Performance Request
Seller performance berhubungan dengan dokumen:
๏‚— Technical documentation โ€“
๏‚— Work Performance Information
12.3.1.6 Work Performance Data
meliputi tingkatan dimana standar kualitas terpenuhi,
biaya yang dikeluarkan, seller yang telah dibayar,
semuanya dikumpulkan sebagai bagian dalam eksekusi
proyek
12.3.2.1 Contract Change Control System
Contract Change Control System mendefinisikan proses
dimana pengadaan dapat dimodifikasi.
12.3.2.2 Procurement Performance Reviews
adalah rangkuman yang terstrukturisasi dari kemajuan
penjual untuk mengirimkan cakupan proyek dan kualitas,
hingga biaya dan jadwal, sebagai pembanding dalam
kontrak.
12.3.2.3 Inspection And Audits
Untuk memverifikasi proses penyelesaian dari kerja oleh
seller .
12.3.2.4 Performance Reporting
Menyediakan manajemen dengan informasi bagaimana
mengefektifkan seller dalam mencapai tujuan kontrak
12.3.2.5 Payment System
Seluruh pembayaran seharusnya dibuat dan
didokumentasikan dalam penyesuaian yang ketat sesuai
peraturan dalam kontrak
12.3.2.6 Claims Adinistration
Perubahan yang di claim adalah perubahan dimana buyer
dan seller tidak dapat mencapai persetujuan dalam
kompensasinya, perubahan ini disebut klaim. Klaim itu
didokumentasikan, diproses, dimonitor, dan dikelola di
seluruh daur hidup kontrak, biasanya disesuaikan dengan
aturan kontrak.
12.3.2.7 Record Management System
digunakan oleh manajer proyek untuk mengelola kontrak
dan dokumentasi pengadaan.
12.3.3.1 Work Performance Information
memberikan dasar untuk identifikasi masalah saat ini atau
potensial untuk mendukung klaim yang lainya atau
pengadaan baru .
12.3.3.1 Change Request
Permintaan perubahan seperti biaya awal,jadwal ,
dan plan procurement management, sebagai hasil
dari control procurement.
12.3.3.3 Project Management Plan Update
Bagian yang akan di Update seperti:
๏‚— Procurement management plan
๏‚— Schedule Baseline
๏‚— Cost Baseline
12.3.3.4 Project Document Update
Document yang akan di update meliputi,Procurement
document termasuk di dalamnya kontrak, aproved change
request, unapprove contract change dll.
12.3.3.5 Organizational Process Assets Update
Element yang di update adalah.
๏‚— Corespondensi
๏‚— Payment Schedule dan Request
๏‚— Seller Performance Evaluation documentation
adalah proses menyelesaikan setiap proyek pengadaan
Mendukung close project atau Phase project karena
melibatkan verifikasi bahwa semua pekerjaan dan
deliverable sudah diselesaikan.
12.4.1.1 Project Management Plan
sebuah perencanaan yang matang terhadap kontrak yang akan
dilaksanakan.
12.4.1.2 Procurement Documentation
Agar kontrak dapat diselesaikan, seluruh procurement
documentation harus dikumpulkan. Informasi yang ada
meliputi : jadwal kontrak, jangkauan proyek, kualitas, catatan
pembayaran, hasil inspeksi. Informasi-informasi ini dapat
digunakan sebagai pembelajaran dan dasar untuk bahas
evaluasi kontraktor.
12.4.2.1 Procurement Audits
Review secara terstruktur dari plan procurement yanng
dilakukan.
12.4.2.2 Negotiation Settlements
Penyelesaian masalah tidak bisa dicapai dengan negoisasi
langsung, beberapa alternative dispute resolution (ADR)
termasuk mediasi dapat di eksplorasi lebih jauh
12.4.2.3 Record Management System
digunakan oleh manajer proyek untuk mengelola kontrak dan
dokumentasi pengadaan dan catatan. Dokumen kontrak dan
korespondensi Diarsipkan melalui sistem pengelolaan catatan
sebagai bagian dari proses close procurement
12.4.3.1 Close Procurement
Supplier biasanya memerikan notifikasi secara formal untuk
menginformasikan bahwa kontrak telah selesai.
12.4.3.2 Organizational process asstes update
Ada beberapa elemen yang biasa di update :
๏‚— Procurement file : sekumpulan dokumentasi , termasuk
closed contract yang dipersiapkan untuk final project.
๏‚— Deliverable acceptance
๏‚— Lessons learned dokumentation : pembelajaran mendalam
untuk mengetahui recomendasi kedepan tentang
procurement lebih baik.
1 project-procurement

1 project-procurement

  • 2.
    ๏‚— Project ProcurementManagement mencakup proses- proses yang diperlukan untuk membeli atau memperoleh produk, jasa, yang dibutuhkan dari luar organisasi . ๏‚— Why Outsource ๏‚— Agar Organisasi dapat tetap fokus pada bisnis utamanya ๏‚— Mempermudah akses keterampilan dan teknologi ๏‚— Memberikan fleksibilitas ๏‚— Meningkatkan akuntabilitas
  • 3.
  • 4.
    Proses menentukan apayang dibutuhkan, kapan dibutuhkan dan bagaimana proses pengadaannya. Dalam perencaan ini harus diputuskan apa yang harus diambil dari luar, tipe kontrak dan menggambarkan kerja yang harus dilakukan oleh distributor kelak
  • 6.
    12.1.1.1 Project ManagementPlan Digunakan untuk membuat plan procurement , Di dalam nya terdapat Scope Baseline yang berisi Project Scope Statement, WBS , dan WBS dictionary
  • 7.
    12.1.1.2 Requirement Documentation RequirementDocumentation terdiri atas : ๏‚— Informasi penting tentang persyaratan proyek yang di pertimbangkan selama perencanaan ๏‚— Persyaratan โ€“persyaratan dengan inplikasi bersifat kontrak dan hukum
  • 8.
    12.1.1.3 Risk Register Menyediakandata tentang Resiko-resiko yang mungkin di temui di proyek , dan juga penangananya.untuk mengupdate Risk register harus mengupdate project document update
  • 9.
    12.1.1.4 Activity ResourceRequirement Berisi informasi tentang requirement yang bersifat khusus seperti orang , peralatan , atau lokasi
  • 10.
    12.1.1.5 Project Schedule Berisiinformasi tentang jadwal yang diperlukan atau jadwal yang dicantumkan dalam laporan.
  • 11.
    12.1.1.6 Activity CostEstimate Merupakan perkiraan biaya yang berhubungan dengan aktivitas pengadaan , digunakan untuk mengevaluasi kewajaran tawaran dan juga seller yang potensial.
  • 12.
    12.1.1.7 Stakeholder Register Memberikanrincian tentang Stakeholder yang terlibat dalam proyek dan juga peran dan kepentingan mereka dalam proyek
  • 13.
    12.1.1.8 Enterprise EnvironmentalFactors Faktor- faktor luar yang mempengaruhi plan procurement meliputi: ๏‚— Kondisi pasar ๏‚— Produk, layanan, dan hasil yang tersedia di pasar ๏‚— Seller , termasuk kinerja masa lalu atau reputasinya ๏‚— Persyaratan umum dan persyaratan untuk produk/jasa ๏‚— Kebutuhan โ€“kebutuhan lokal yang unik.
  • 14.
    12.1.1.9 Organizational ProcessAssets Yang termasuk organizational process assets meliputi: ๏‚— Kebijakan formal pengadaan , prosedur , dan pedoman. ๏‚— Sistem manajemen yang dipertimbangkan dalam mengembangkan procurement management plan dan memilih hubungan yang bersifat kontrak yang akan digunakan ๏‚— Sistem Seller yang terpercaya yang diputuskan memenuhi syarat berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya.
  • 15.
    ๏‚— 1. FixedPrice Contracts Kategori kontrak ini melibatkan pengaturan harga yang tetap untuk produk, layanan , atau hasil yang akan diberikan. Tipe-tipe kontrak seperti ๏‚— FFP(Firm Fixed Contracts) ๏‚— FPIF(Fixed Price Incentive fee contracts) ๏‚— FP-EPA(Fixed Price With Economic Price Adjustment Contracts)
  • 16.
    ๏‚— Firm FixedContracts(FFP) ๏‚— Jenis kontrak yang umum digunakan ๏‚— Harga barang di tetapkan di awal ๏‚— Setiap kenaikan harga , merupakan tanggung jawab Seller ๏‚— Buyer harus tepat menentukan produk atau jasa yang akan di beli ๏‚— Setiap perubahan pada spesifikasi pengadaan meningkatkan biaya pada buyer
  • 17.
    ๏‚— Fixed PriceIncentive Fee Contracts (FPIF) ๏‚— Memberikan beberapa fleksibilitas kepada buyer dan seller ketika terdapat penyimpangan performance ๏‚— Terdapat biaya insentif keuangan yang berkaitan dengan biaya ,jadwal , atau kinerja teknis dari seller. ๏‚— Harga kontrak akhir ditentukan setelah selesai semua pekerjaan berdasarkan kinerja seller. ๏‚— Ditetapkan price ceiling dan semua biaya di atas price ceiling tanggung jawab seller.
  • 18.
    ๏‚— Fixed Pricewith Economic Price Adjusment Contract(FP-EPA) ๏‚— Digunakan ketika periode kinerja seller mencakup periode bertahuntahun(jangka panjang) ๏‚— Kontrak dengan harga tetap, tetapi dengan ketentuan khusus memungkinkan untuk penyesuian akhir harga kontrak karena kondisi berubah, ex inflasi ๏‚— FP-EPA kontrak dimaksudkan untuk melindungi seller dan buyer dari kondisi eksternal di luar kendali mereka
  • 19.
    ๏‚— 2. CostReimbursable Contracts Merupakan kategori kontrak yang melibatkan pembayaran (biaya pengganti )kepada seller untuk semua biaya yang dikeluarkan untuk pekerjaan yang telah diselesaikan , ditambah biaya yang mewakili keuntungan seller. Tipe-tipe kontrak meliputi: ๏‚— CPFF(Cost Plus Fixed Fee Contracts) ๏‚— CPIF(Cost Plus Incentive Fee Contracts) ๏‚— CPAF(Cost Plus Award Fee Contracts)
  • 20.
    ๏‚— Cost PlusFixed Fee Cntracts (CPFF) Pembayaran hanya dibayarkan sesuai dengan pekerjaan yang telah di selesaikan oleh seller
  • 21.
    ๏‚— Cost PlusIncentive Fee Contracts (CPIF) Pembayaran sesuai dengan kinerja dari seller tetapi jika biaya akhir tidak sama dengan perkiraan Estimasi Cost maka akan ada share dari cost antara seller dan buyer sesuai dengan kesepakatanya.
  • 22.
    ๏‚— Cost PlusAward Fee Contracts(CPAF) Pembayaran diberikan sesuai dengan kinerja seller dan juga biaya award karena kepuasan kepada kinerja seller.
  • 23.
    ๏‚— 3. Timeand Material Contracts(T&M) Campuran dari kontrak harga tetap dan kontrak harga penggantian . Kontrak ini sering digunakan untuk tambahan staff, akuisisi ahli , dan dukungan luar ketika sebuah pernyataan yang tepat untuk pekerjaan tidak dapat dengan cepat ditentukan.
  • 24.
    12.1.2.1 Make orbuy Analysis Adalah teknik yang umum digunakan untuk menentukan apakah pengadaan ,dapat di upayakan oleh organisasi atau harus di beli dari sumber luar.
  • 25.
    12.1.2.2 Expert Judgement Digunakanuntuk mengevaluasi proposal dari seller.dan juga masukannya di perlukan dalam proses plan procurement
  • 26.
    12.1.2.3 Market Research ๏‚—Meliputi pemeriksaan industri dan kemampuan vendor tertentu . ๏‚— Terdapat Review dari berbagai sumber tentang kemampuan pasar ๏‚— Dapat mengevaluasi tujuan pengadaan yang dihubungkan dengan perkembangan teknologi serta analisis resiko agar mendapat vendor yang dapat menyediakan bahan-bahan atau jasa yang diinginkan
  • 27.
    12.1.2.4 Meetings Perlu diadakanMeeting agar dapat membantu dalam proses plan procurement. Agar dapat di tentukan opsi palaing menguntungkan dalam proses pengadaan.
  • 28.
    12.1.3.1 Procurement managementplan menggambarkan bagaimana proses pengadaan akan dikelola dari dokumen pengadaan Diantaranya terdapat: ๏‚— -Tipe kontrak yang digunakan ๏‚— -Masalah manajemen resiko ๏‚— -Manajemen beberapa supplier yang terlibat,dll
  • 29.
    12.1.3.2 Procurement Statementof work Menjelaskan pengadaan barang secara cukup rinci untuk menentukankan calon seller apakah mereka mampu memberikan produk, jasa, atau hasil yang tepat dan sesuai.
  • 30.
    12.1.3.3 Procurement Documents Digunakanuntuk mengumpulkan proposal dari calon penjual . Istilah- istilah seperti tawaran, tender, atau quotatiom umumnya digunakan ketika keputusan pemilihan seller akan didasarkan pada harga ( seperti ketika membeli komersial atau item standar ) , sedangkan istilah seperti proposal umumnya digunakan ketika pertimbangan lain , seperti kemampuan teknis, dll.
  • 31.
    12.1.3.4 Source SelectionCriteria Digunakan untuk menilai proposal penjual (seller). Contoh source selesction criteria seperti : ๏‚— -Understanding of need ๏‚— -Overal of life cycle cost ๏‚— -Technical capability ๏‚— -Risk ๏‚— -Management approach(pendekatan manajemen) ๏‚— -Technical approach(pendekatan teknis), dll
  • 32.
    12.1.3.5 Make orbuy Decision Laporan pekerjaan yang berupa keputusan dari pilihan apakah barang dan jasa diperoleh dari luar organisasi proyek, atau akan dilakukan secara internal oleh tim proyek
  • 33.
    12.1.3.6 Change Request Sebuahkeputusan yang melibatkan barang pengadaan, jasa, atau sumber daya biasanya mengalami perubahan. Juga berkaitan dengan permintaan perubahan tambahan dan perubahan permintaan yang kemudian diproses untuk diperiksa dan dan dikontrol melalui proses terpadu
  • 34.
    12.1.3.7 Project DocumentUpdate Merupakan update dokumen yang terjadi karena dalam kegiatan proyek terjadi perubahan. Perbaikan tetap harus mendukung target dan capaian akhir dari suatu proyek
  • 35.
    ๏‚— proses mendapatkanrespon seller, memilih seller, dan pemberian kontrak. Dalam proses ini, tim akan menerima tawaran atau proposal yang kemudian akan menerapkan kriteria seleksi yang ditetapkan sebelumnya untuk memilih satu atau lebih seller yang memenuhi syarat untuk melakukan pekerjaan dan diterima sebagai seller.
  • 37.
    12.2.1.1 Procurement Managementplan Menjelaskan bagaimana proses procurement akan di kelola dari pengembangan procurement dokumentation.berdasrkan kontrak.
  • 38.
    12.2.1.2 Procurement Document Menyediakandata tentang audit dari kontrak dan persetujuan lainya
  • 39.
    12.2.1.3 Source SelectionCriteria Berisi informasi yang menjadi kriteria dipilihnya para suplier dalam proyek . Kriteria seperti capability, technical expertise , life cycle cost , delivery date, product cost , berdasarkan kontrak.
  • 40.
    12.2.1.4 Seller proposal Sellerproposal dibutuhkan untuk menentukan Seller yang potensial dan juga diperlukan dalam memilih seller yang akan diajak berkerja sama.
  • 41.
    12.2.1.5 Project Document Berisirisk register dan risk related contract decision
  • 42.
    12.2.1.6 Make orBuy Decision Merupakan hasil dari Make-or-buy analysis yang menentukan apakah produk atau servis tertentu dibuat/ dilakukan dalam organisasi atau dibeli saja dari pihak ketiga. Keputusan ini mempertimbangkan kondisi keuangan proyek, sehingga analisa keuangan harus dilakukan secara cermat.
  • 43.
    12.2.1.7 Procurement Statementof work Dibutuhkandalam proses pengadaan. Statement Of Work yang baik memberikan kesempatan bagi Selleruntuk memahami dengan baik apa harapan dari buyer (pelakuproyek), sehingga penawar dapat menilaia apakah dirinya mampu memenuhi kebutuhan buyer/tidak
  • 44.
    12.2.1.8 Organization ProcessAssets Aset โ€“ aset organisasi yang mungkin di butuhkan seperti: ๏‚— Daftar Calon seller yang prospektif ๏‚— Informasi tentang pengalaman masa lalu yang relevan dengan seller , yang baik dan yang buruk.
  • 45.
    12.2.2.1 Bidder Conferences adalahpertemuan dengan semua calon seller dan buyer sebelum pengajuan tawaran atau proposal. Konferensi ini digunakan untuk memastikan bahwa semua calon seller memiliki pemahaman yang jelas dan pemahaman yang umum tentang pengadaan (baik teknis dan persyaratan kontrak), dan tidak ada penawar yang menerima perlakuan istimewa. tanggapan terhadap pertanyaan dapat dimasukkan ke dalam dokumen
  • 46.
    12.2.2.2 Proposal EvaluationTechniques Dalam pengadaan yang kompleks, dimana pemilihan sumber akan dibuat berdasarkan respon seller dengan kriteria pertimbangan yang telah ditetapkan sebelumnya, proses peninjauan evaluasi formal akan ditentukan oleh kebijakan pembeli pengadaan
  • 47.
    12.2.2.3 Independent Estimate Untukitem pengadaan yang berjumlah banyak, organisasi pengadaan dapat memilih untuk mempersiapkan perkiraan mandiri, atau memiliki perkiraan biaya yang telah disiapkan oleh estimator profesional di luar sebagai benchamrking pada tanggapan yang diusulkan
  • 48.
    12.2.2.4 Expert Judgement Penilaianahli dapat digunakan untuk mengevaluasi proposal penjual. Evaluasi proposal dapat dicapai oleh tim review multi-disiplin dengan keahlian di masing-masing area yang dicakup oleh dokumen pengadaan dan kontrak yang diusulkan
  • 49.
    12.2.2.5 Adverting Daftar penjualpotensial yang ada, sering dikeluarkan dengan menempatkan iklan di publikasi yang beredar seperti koran atau publikasi khusus perdagangan.
  • 50.
    12.2.2.6 Analytical Technique dapatmembantu organisasi dalam mengidentifikasi kesiapan vendor ke keadaan akhir yang diinginkan, menentukan biaya yang diharapkan untuk mendukung penganggaran, dan menghindari pembengkakan biaya akibat perubahan. Dengan mengamati performansi masa lalu, tim dapat mengidentifikasi area yang mungkin beresiko, dan yang perlu diawasi dengan ketat untuk memastikan keberhasilan proyek
  • 51.
    12.2.2.7 Procurement Negotiation Negosiasiini memperjelas struktur, persyaratan dan ketentuan lain pembelian sehingga kesepakatan bersama dapat dicapai sebelum penandatanganan kontrak. Negosiasi disimpulkan dengan dokumen kontrak yang dapat dieksekusi oleh buyer dan seller.
  • 52.
    12.2.3.1 Sellected Seller selleryang dipilih adalah seller yang dinilai berada dalam kisaran yang kompetitif berdasarkan hasil dari proposal atau evaluasi penawaran, dan yang telah dinegosiasikan dalam draft kontrak yang akan menjadi kontrak sebenarnya ketika penghargaan
  • 53.
    12.2.3.2 Agreements kesepakatan/perjanjian pegadaanmeliputi syarat dan kondisi, dan dapat menggabungkan item yang ditentukan buyer mengenai apa yang kontraktor akan lakukan atau berikan. Ini adalah tanggungjawab tim manajement proyek untuk memastikan bahwa semua perjanjian memenuhi kebutuhan proyek.
  • 54.
    12.2.3.3 Resource Calendars Kalenderyang berisi informasi tentang sumberdaya , kapan di butuhkan dan juga berapa banyaknya.
  • 55.
    12.2.3.4 Change request Permintaanperubahan untuk rencana manajemen proyek, rencana anak perusahaan, dan komponen lainnya diproses untuk review dan disposisi melalui proses perform integrated change control.
  • 56.
    12.2.3.5 Project managementplan Update Elemen dari perencanaan manajemen proyek dapat di perbaharui, tetapi tidak terbatas pada : - -perencanaan biaya,, mengenai waktu atauu jadwal lainnya - lingkup awal - jadwal awal - perencanaan manajemen komunikasi - perencanaan manajemen pengadaan
  • 57.
    12.2.3.6 Project DocumentUpdate dokumen proyek dapat diperbaharui, tetapi tidak terbatas pada : ๏‚— - persyaratan dokumentasi ๏‚— - persyaratan penelusuran dokumentasi - daftar resiko - daftar stakeholder
  • 58.
    ๏‚— Proses mengelolaprocurement relationship , monitoring contracts performance, dan membuat perubahan dan perbaikan sesuai dengan kebutuhan.
  • 60.
    12.3.1.1 Project Managementplan Perencanaan manajemen proyek akan mendeskripsikan bagaimana proses pengadaan akan dikelola dari pengembangan dokumentasi pengadaan hingga penutupan kontrak.
  • 61.
    12.3.1.2 Procurement Document Dokumenpengadaan meliputi pelengkapan laporan pendukung untuk administrasi proses pengadaan. Hal ini mencakup penghargaan pengadaan kontrak dan pernyataan dalam bekerja.
  • 62.
    12.3.1.3 Agreement Persetujuan yangdi setujui oleh pihak yang terlibat
  • 63.
    12.3.1.4 Approved ChangeRequest meliputi modifikasi atas aturan dan kondisi dari kontrak yang meliputi pernyataan pengadaan kerja, harga, dan deskripsi produk, jasa, atau hasil untuk disediakan.
  • 64.
    12.3.1.5 Work PerformanceRequest Seller performance berhubungan dengan dokumen: ๏‚— Technical documentation โ€“ ๏‚— Work Performance Information
  • 65.
    12.3.1.6 Work PerformanceData meliputi tingkatan dimana standar kualitas terpenuhi, biaya yang dikeluarkan, seller yang telah dibayar, semuanya dikumpulkan sebagai bagian dalam eksekusi proyek
  • 66.
    12.3.2.1 Contract ChangeControl System Contract Change Control System mendefinisikan proses dimana pengadaan dapat dimodifikasi.
  • 67.
    12.3.2.2 Procurement PerformanceReviews adalah rangkuman yang terstrukturisasi dari kemajuan penjual untuk mengirimkan cakupan proyek dan kualitas, hingga biaya dan jadwal, sebagai pembanding dalam kontrak.
  • 68.
    12.3.2.3 Inspection AndAudits Untuk memverifikasi proses penyelesaian dari kerja oleh seller .
  • 69.
    12.3.2.4 Performance Reporting Menyediakanmanajemen dengan informasi bagaimana mengefektifkan seller dalam mencapai tujuan kontrak
  • 70.
    12.3.2.5 Payment System Seluruhpembayaran seharusnya dibuat dan didokumentasikan dalam penyesuaian yang ketat sesuai peraturan dalam kontrak
  • 71.
    12.3.2.6 Claims Adinistration Perubahanyang di claim adalah perubahan dimana buyer dan seller tidak dapat mencapai persetujuan dalam kompensasinya, perubahan ini disebut klaim. Klaim itu didokumentasikan, diproses, dimonitor, dan dikelola di seluruh daur hidup kontrak, biasanya disesuaikan dengan aturan kontrak.
  • 72.
    12.3.2.7 Record ManagementSystem digunakan oleh manajer proyek untuk mengelola kontrak dan dokumentasi pengadaan.
  • 73.
    12.3.3.1 Work PerformanceInformation memberikan dasar untuk identifikasi masalah saat ini atau potensial untuk mendukung klaim yang lainya atau pengadaan baru .
  • 74.
    12.3.3.1 Change Request Permintaanperubahan seperti biaya awal,jadwal , dan plan procurement management, sebagai hasil dari control procurement.
  • 75.
    12.3.3.3 Project ManagementPlan Update Bagian yang akan di Update seperti: ๏‚— Procurement management plan ๏‚— Schedule Baseline ๏‚— Cost Baseline
  • 76.
    12.3.3.4 Project DocumentUpdate Document yang akan di update meliputi,Procurement document termasuk di dalamnya kontrak, aproved change request, unapprove contract change dll.
  • 77.
    12.3.3.5 Organizational ProcessAssets Update Element yang di update adalah. ๏‚— Corespondensi ๏‚— Payment Schedule dan Request ๏‚— Seller Performance Evaluation documentation
  • 78.
    adalah proses menyelesaikansetiap proyek pengadaan Mendukung close project atau Phase project karena melibatkan verifikasi bahwa semua pekerjaan dan deliverable sudah diselesaikan.
  • 80.
    12.4.1.1 Project ManagementPlan sebuah perencanaan yang matang terhadap kontrak yang akan dilaksanakan.
  • 81.
    12.4.1.2 Procurement Documentation Agarkontrak dapat diselesaikan, seluruh procurement documentation harus dikumpulkan. Informasi yang ada meliputi : jadwal kontrak, jangkauan proyek, kualitas, catatan pembayaran, hasil inspeksi. Informasi-informasi ini dapat digunakan sebagai pembelajaran dan dasar untuk bahas evaluasi kontraktor.
  • 82.
    12.4.2.1 Procurement Audits Reviewsecara terstruktur dari plan procurement yanng dilakukan.
  • 83.
    12.4.2.2 Negotiation Settlements Penyelesaianmasalah tidak bisa dicapai dengan negoisasi langsung, beberapa alternative dispute resolution (ADR) termasuk mediasi dapat di eksplorasi lebih jauh
  • 84.
    12.4.2.3 Record ManagementSystem digunakan oleh manajer proyek untuk mengelola kontrak dan dokumentasi pengadaan dan catatan. Dokumen kontrak dan korespondensi Diarsipkan melalui sistem pengelolaan catatan sebagai bagian dari proses close procurement
  • 85.
    12.4.3.1 Close Procurement Supplierbiasanya memerikan notifikasi secara formal untuk menginformasikan bahwa kontrak telah selesai.
  • 86.
    12.4.3.2 Organizational processasstes update Ada beberapa elemen yang biasa di update : ๏‚— Procurement file : sekumpulan dokumentasi , termasuk closed contract yang dipersiapkan untuk final project. ๏‚— Deliverable acceptance ๏‚— Lessons learned dokumentation : pembelajaran mendalam untuk mengetahui recomendasi kedepan tentang procurement lebih baik.

Editor's Notes

  • #52ย Untuk item pengadaan yang kompleks, negosiasi kontrak bisa menjadi proses yang independen dengan input dan output sendiri. Untuk item pengadaan yang sederhana, syarat dan kondisi kontrak dapat ditetapkan sebelumnya dan non-negotiable, dan hanya perlu diterima oleh seller
  • #83ย Tujuan procurement audit adalah untuk mengidentifikasi keberhasilan dan kegagalan yang menjamin pengakuan dalam persiapan kontrak atau kontrak administrasi lain dalam pengadaan proyek.