BASIC PROCUREMENT &
PURCHASING
15 – 16 December 2015
TUJUAN:
Anda akan mampu untuk:
β€’ Memahami regulasi, administrasi, & prosedur
procurement/purchasing.
β€’ Memahami keterkaitan planning & realisasi order
dalam proses procurement/purchasing.
β€’ Memahami implementasi sistem e-Procurement.
β€’ Memahami metode sourcing, teknik analisa
penawaran, & strategi negosiasi.
β€’ Memahami proses evaluasi kinerja supplier/vendor.
PERKENALKAN SAYA……
RAMBO
INSTRUCTOR & CONSULTANT

  
 

POIN PEMBAHASAN:
1. Strategy, Policies , & Procedures
2. Strategic Sourcing
3. Procurement & Purchasing Plan
4. Order Management
5. e-Procurement System
6. Contract Management
7. Vendor Selection & Bid Analysis Methods
8. Key Performance Indicators & Vendor
Evaluation
STRATEGY, POLICIES, & PROCEDURE
MODUL – 1
Paradigma Procurement
β€’ Memiliki target untuk memperoleh barang dan jasa
sesuai dengan ketepatan jumlah, kualitas, waktu, biaya,
dan tempat.
β€’ Bersifat strategis melalui pendekatan optimalisasi
pemanfaatan sumber daya.
β€’ Meningkatkan daya saing dan persaingan bisnis yang
sehat.
β€’ Fleksibel dan inovatif sesuai dengan perkembangan
teknologi dan bisnis.
β€’ Memegang teguh prinsip good governance.
β€’ Bermanfaat bagi masyarakat.
Filosofi Procurement
Upaya mendapatkan barang dan jasa yang
dibutuhkan dan dilakukan berdasarkan
pemikiran logis dan sistemastis, mengikuti
norma dan etika yang berlaku sesuai metode
dan proses pengadaan barang dan jasa yang
baku.
Procurement vs Purchasing
Procurement = PENGADAAN.
β€’ Procurement (pengadaan
barang) melingkupi
Purchasing, Expediting, dan
Traffic. Lingkup procurement
lebih luas
Purchasing = PEMBELIAN.
β€’ Purchasing hanya
melingkupi pembelian
barang dimana purchaser
membeli barang dengan
meminta penawaran dari
vendor, melakukan
negosiasi, dan akhirnya
membuat PO.
Procurement vs Purchasing
β€’ Expediting,
– Bertugas untuk memonitor dan memastikan spesifikasi,
quantity, deskripsi, dan hal-hal yang berkaitan dengan PO
(purchase order) sesuai dengan kontrak atau SPK (Surat
Perjanjian Kerja).
β€’ Traffic/Transportasi.
– Bertugas untuk melakukan koordinasi dengan forwarder
(Penyedia Jasa Transportasi) untuk melakukan pengiriman
material ke site, sehingga barang dikirim aman dan sampai
di site.
Tujuan dari Purchasing
β€’ Mengembangkan dan melaksanakan rencana-
rencana purchasing/pembelian untuk produk
dan jasa yang mendukung strategi operasi
perusahaan
MANAJEMEN PEMBELIAN
DIDEFINISIKAN, DIVISUALKAN, DIUKUR,
DIKENDALIKAN, DILAPORKAN, DAN DIPERBAIKI
MANAJEMEN
PEMBELIAN
PENGETAHUAN
KETRAMPILAN
PERALATAN
TEKNIK
SISTEM
A
P
L
I
K
A
S
I
PENGADAAN MATERIAL, KOMPONEN, DLL.
Pola Hubungan Internal Purchasing
Legal
Accounting
Operations
Data
processing
Design
Receiving
Suppliers
Siklus Pembelian
β€’ Requisition received
β€’ Supplier selected
β€’ Order is placed
β€’ Monitor orders
β€’ Receive orders
Purchasing
Legal
Accounting
Operations
Data
process-
ing
Design
Receiving
Suppliers
β€’ Centralized purchasing
– Pembelian ditangani oleh satu departemen
khusus dan tersentral.
β€’ Decentralized purchasing
– Departemen Individu atau terpisah lokasi
menangani permintaan pembelian di lokasinya
sendiri.
Centralized vs Decentralized Purchasing
MANAJEMEN PENGADAAN
β€’ Bagian dari supply chain management yang secara
sistematik dan strategis memproses pengadaan
barang dan jasa mulai dari sumber barang sampai
dengan tempat tujuan berdasarkan tepat mutu,
jumlah, harga, waktu, sumber dan tempat, untuk
memenuhi kebutuhan pelanggan.
Objek Pengadaan
β€’ Barang
– Benda dalam berbagai bentuk dan uraian,
yang meliputi bahan baku, barang Β½ jadi,
barang jadi dan peralatan.
β€’ Jasa
– Layanan pekerjaan yang mencakup jasa
konstruksi, jasa konsultasi, dan jasa
lainnya.
Model Procurement
β€’ Fokus pada bisnis.
β€’ Adaptif terhadap tren terkini.
β€’ Berbasis sistem teknologi informasi.
β€’ Transformasi proses berkesinambungan.
β€’ Kemitraan strategis.
β€’ Pengembangan SDM Pengadaan.
β€’ Inovasi terus – menerus.
Ruang Lingkup Manajemen Pengadaan
β€’ Ketentuan Umum Pengadaan.
β€’ Perencanaan dan Strategi Pengadaan.
β€’ Tender.
β€’ Kontrak.
β€’ Praktek Pengadaan Terbaik.
Hubungan Manajemen Pengadaan
dan SCM
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT
PROCUREMENT
LOGISTICS
WAREHOUSING,
TRANSPORT,
DISTRIBUTION.
MATERIAL &
ASSET
Kebijakan Procurement
β€’ Melaksanakan pengadaan barang dan jasa berdasarkan
kebutuhan sesuai peraturan yang berlaku secara efektif dan
efisien.
β€’ Melaksanakan pengadaan barang dan jasa berdasarkan
prinsip QCD (Quality, Cost, Delivery).
β€’ Melaksanakan pengadaan barang dan jasa berbasis
procurement one.
β€’ Melaksanakan pengadaan barang dan jasa langsung ke
produsen , dengan mengutamakan produsen dalam negeri
atau melalui distributor yang ditunjuk oleh produsen dalam
negeri.
β€’ Melaksanakan pengadaan sendiri barang dan jasa secara
swakelola atau mealui pemasok.
β€’ Melaksanakan pengadaan barang dan jasa di dalam wilayah
negara republik indonesia sesuai dengan perundang-
undangan yang berlaku di negara RI.
Kebijakan Procurement
β€’ Mengutamakan penggunaan produk dalam negeri dan
peningkatan potensi nasional.
β€’ Menjamin kepastian peraturan dan usaha serta memberi
kesempatan berusaha bagi produsen dan perusahaan
dalam negeri, terutama usaha kecil.
β€’ Menciptakan iklim persaingan yang serhat, tertibdan
terkendali, dengan cara meningkatkan transparansi dalam
pelaksanaan pengadaan barang dan jasa.
β€’ Mempercepat proses pelaksanaan dan memperpendek
waktu proses dan birokrasi pengadaan barang dan jasa.
β€’ Melaksanakan kegiatan pengadaan sesuai ketentuan
kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan.
β€’ Meningkatkan kinerja dan tanggung jawab para perencana,
pelaksana, serta pengawas pengadaan barang dan jasa.
Fungsi Procurement
β€’ Pembelian (Purchasing)
β€’ Penyewaan (Leasing)
β€’ Konstruksi (Constructions)
β€’ Konsultasi (Consultation)
β€’ Inspeksi (Inspection)
β€’ Swakelola (Self Management)
β€’ Tukar Tambah (Trade in)
β€’ Beli Kembali (Factory Buy Back)
β€’ Barter (Exchange)
Peran dari Procurement
β€’ Proses penentuan secara
sistematik terhadap apa
(spesifikasi, kualitas), kapan
(Jadwal, waktu pengiriman),
Bagaimana (sumber, sistem) dan
berapa (kuantitas) untuk
mengadakan barang dan jasa dari
sumber pengadaan sampai ke
tempat tujuan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
Pedoman Praktek Etika Pengadaan
β€’ Menjunjung tinggi profesi pengadaan.
β€’ Melaksanakan prinsip pengadaan secara konsekuen dalam
pengambilan keputusan secara terbuka, transparan, efisien, efektif,
tidak diskriminatif, persaingan sehat, akuntabel, dan kredibel.
β€’ Melakukan kegiatan sesuai peraturan, kaidah, kompetensi, dan
kewenangan.
β€’ Menegakkan kehormatan, integritas, kejujuran, dan martabat
profesi pengadaan.
β€’ Menghindari konflik kepentingan.
β€’ Tidak melakukan dan tidak kompromi terhadap korupsi, kolusi, dan
nepotisme.
β€’ Loyal kepada perusahaan dan intitusi pemberi kerja.
β€’ Menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang.
β€’ Memegang teguh rahasia jabatan.
Pedoman Praktek Etika Pengadaan
β€’ Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan
(conflict of interest).
β€’ Mencegah dan menghindari praktek persaingan tidak sehat.
β€’ Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang telah
ditetapkan.
β€’ Menghindari dan mencegah terjadinya kebocoran keuangan.
β€’ Menghargai hak para pihak.
β€’ Tidak menerima, tidak memberi, tidak meminta, tidak menawarkan
atau tidak menjanjikan untuk memberi imbalan atau menerima
hadiah berupa apa saja kepada dan dari siapapun yang diketahui
dan patut diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa.
β€’ Tidak memalsukan dokumen atau menggunakan dokumen yang
tidak sah.
β€’ Menghindari loyalitas ganda.
β€’ Tidak melakukan insider trading.
β€’ Meningkatkan pengetahuan pribadi.
Procurement Principle
β€’ Efektif.
β€’ Efisien.
β€’ Kompetitif.
β€’ Transparan.
β€’ Adil.
Procurement Profesional
β€’ Manajemen, metode, strategi pengadaan, dan rantai
pasokan.
β€’ Tujuan dan sasaran bisnis perusahaan.
β€’ Analitis, Kreatif, dan Inovatif. Serta efisien dan efektif.
β€’ Bernegosiasi, berkomunikasi dengan praktis.
β€’ Integritas dan standar etika tinggi.
β€’ Pengetahuan teknis terhadap barang dan jasa.
β€’ Pengetahuan tentang kontrak dan hukum perdagangan.
β€’ Pengetahuan teknis analisis harga dan biaya.
β€’ Pengetahuan operasional semua sektor.
β€’ Koperatif dan mengikuti kemajuan zaman.
Business Process
Procurement
β€’ Proses Penunjukkan
Langsung.
β€’ Proses Pemilihan Langsung.
1. Pengadaan Barang & Jasa – Nilai ≀
$50,000.00
Business Process
Procurement
β€’ Proses Penunjukkan
Langsung.
β€’ Proses Pemilihan Langsung.
β€’ Pelelangan Umum/Terbatas.
2. Pengadaan Barang & Jasa –
Nilai β‰₯ $50,000.00
Business Process Procurement Stages
Tahap proses bisnis pengadaan didasarkan pada:
β€’ Pedoman Tata Kerja (PTK) BPMIGAS Nomor 007 Revisi-
II/PTK/I/2011 serta perubahan terakhir, tentang
Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak
Kerja Sama.
β€’ 2. Surat Keputusan Kepala SKK Migas Nomor KEP-
0066/SKKO0000/2013/S0 tentang Perubahan Ketentuan
Buku Kedua Pedoman Tata Kerja Nomor 007-REVISI-
II/PTK/I/2011 tentang Pengelolaan Rantai Suplai
Kontraktor Kontrak Kerja Sama
STRATEGIS SOURCING
MODUL – 2
Jenis Permintaan Pengadaan
οƒ˜ Standar Requisition
Formulir permintaan standar yang memuat kebutuhan barang dan jasa
(Apa, Berapa banyak, dan Kapan).
οƒ˜ Electronic Requisition
Permintaan kebutuhan secara elektronik (on-line).
οƒ˜ Bill of Material
Daftar kebutuhan material yang berisikan semua informasi material
dan komponen yang dibutuhkan untuk tujuan produksi dan
pelaksanaan proyek.
οƒ˜ System Generated Requisition
Sistem pelaksanaan secara intergrasi mulai dari perencanaan,
rencana kebutuhan material, produksi, sampai dengan penjualan
atau penyelesaian pekerjaan.
οƒ˜ Traveling Requisition (Permintaan berdasarkan catatan)
Stock Card memuat catatan tentang jumlah yang diterima, jenis
barang, sumber pengadaan, dilengkapi oleh pemakai dengan
jumlah yang dibutuhkan dan waktu diperlukan.
οƒ˜ Stock Review dan Control
Data pemakaian dan formula penentuan kebutuhan.
Source Supplier
β€’ Satu sumber pengadaan –
Single Source.
β€’ Sumber pengadaan
tunggal – Sole Source.
β€’ Sumber pengadaan ganda
– Multiple Source.
β€’ Suplai terintegrasi –
Integrated Supply.
Informasi Sumber Pengadaan
οƒΌ Buyer’s Guide.
οƒΌ Business Directories.
οƒΌ Telephone Directories.
οƒΌ Chamber of Commerce.
οƒΌ Asosiasi Industri dan
Profesi.
οƒΌ Pameran Industri dan
Perdagangan
οƒΌ Sales Persons.
οƒΌ Government Sources.
οƒΌ Sumber Internasional.
οƒΌ Direct Marketing.
οƒΌ Merchandise Market.
οƒΌ Internal User
Departement.
οƒΌ Sarana Internet.
Strategic Sourcing
Keputusan Pengadaan
Keputusan Pengadaan didasarkan pada:
– Strategi Operasional.
________________________________________
– Strategi Keuangan.
________________________________________
– Strategi Pemasaran.
________________________________________
– Strategi Persediaan.
________________________________________
β€’ Ketersediaan Kapasitas
β€’ Keahlian
β€’ Pertimbangan kualitas
β€’ Permintaan
β€’ Biaya
β€’ Strategi
Faktor-fakor penentuan Make or Buy
Strategic Sourcing
β€’ Buat atau Beli
– Pertimbangan untuk membuat sendiri atau membeli
barang dan jasa, didasarkan pada perhitungan:
FCM + VCM (BEP) = FCB + VCB (BEP)
– Contoh.
Cost Make Buy
Fixed Rp. 25,000,000 Rp. 5,000,000
Variabel Rp. 500,000 Rp. 600,000
Total Cost Make = Total Cost Buy
25,000,000+500,000 BEP = 5,000,000+600,000 BEP
100,000 BEP = 20,000,000
BEP = 200 units.
Strategic Sourcing
β€’ Sewa atau Beli
– Pertimbangan Sewa atau Beli.
________________________________________
________________________________________
________________________________________
– Kelebihan Sewa atau Beli.
________________________________________
________________________________________
________________________________________
Strategic Sourcing
Procurement Life Time
9 Langkah Procurement Life Time:
1. Melaksanakan informasi tentang sumber pengadaan tersedia.
2. Melaksanakan Request for Quotation (RFQ), Request for
Proposal (RFP), dan Request for Information (RFI).
3. Melaksanakan prakualifikasi terhadap kemampuan teknis dan
management untuk
4. Melaksanakan proses tender.
5. Melaksanakan negosiasi.
6. Melaksanakan pembuatan dan penandatangan kontrak.
7. Melaksanakan proses pelaksanaan pekerjaan, pengiriman,
penerimaan, pelatihan dan pembayaran.
8. Melaksanakan pemakaian dan pemeliharaan.
9. Melaksanakan pergantian dan pengadaan kembali.
Strategic Sourcing
Procurement Lead Time
Keseluruhan waktu yang dibutuhkan untuk proses
pengadaan barang, mulai sejak barang diminta sampai
dengan barang tiba di gudang/lokasi pemakai dan siap
pakai.
Procurement Lead Time dibagi menjadi 2 sisi:
β€’ Kategori lead time pengadaan.
β€’ Waktu sejak penerbitan PO.
Strategic Sourcing
Value Analysis vs Outsourcing
β€’ Value analysis
– Pengujian fungsi-sungsi komponen dan material yang
dibeli dalam usaha untuk menurunkan biaya dan
memperbaiki kinerja.
β€’ Outsourcing
– Pembelian barang-barang atau jasa dari sumber luar/lain
dari pada membuat atau menyediakannya dalam bentuk
in-house.
Strategic Sourcing
Faktor-Faktor Outsourcing
β€’ Biaya untuk make vs. buy
β€’ Stabilitas dalam permintaan.
β€’ Kualitas dari supplier
β€’ Menjaga pengendalian ketat.
β€’ Tersedianya kapasitas pada saat tidak jalan.
Strategic Sourcing
Faktor-Faktor Outsourcing
β€’ Lead times untuk setiap alternatif
β€’ Siapa mempunyai paten, keahlian, dll.
β€’ Stabilitas teknologi
β€’ Konsitensi/pertentangan dengan operasi
sekarang.
Strategic Sourcing
β€’ Apresiasi Produk Dalam Negeri
β€’ Pengadaan berbasis Lingkungan (Green
Procurements).
β€’ Sistem Pengadaan Kontemporer.
– E – procurement.
– Procurement Card.
– Electronic Reverse Auction (E-RA).
– Call Off Order (Pemasokan berdasarkan Perintah).
– Price Agreement (Perjanjian Harga).
PROCUREMENT & PURCHASING
PLAN
MODUL – 3
Purchase Planning
β€’ Kebutuhan barang dan
jasa – jumlah &
spesifikasi.
β€’ Target yang akan dicapai.
β€’ Anggaran dan biaya
pengadaan.
β€’ Penyiapan dokumen
pengadaan.
β€’ Analisis pasar.
β€’ Sumber pengadaan.
β€’ Metode pengadaan.
β€’ Tender – evaluasi –
negosiasi dan kontrak.
β€’ Transportasi.
β€’ Inspeksi dan pengawasan
mutu.
β€’ Hubungan kemitraan
dengan pemasok.
β€’ Peningkatan produk
dalam negeri.
β€’ Serah – terima pekerjaan.
β€’ Pelaporan.
Spesifikasi Pengadaan
β€’ Spesifikasi teknis Barang.
β€’ Spesifikasi teknis
pekerjaan Jasa Konstruksi.
β€’ Spesifikasi teknis
pekerjaan Jasa Konsultasi.
β€’ Spesifikasi teknis
pekerjaan Jasa Lainnya.
Biaya Pengadaan
Komponen biaya pekerjaan pengadaan barang
dan jasa meliputi:
β€’ Pekerjaan pengadaan barang.
β€’ Pekerjaan jasa konstruksi.
β€’ Pekerjaan jasa konsultasi
β€’ Pekerjaan jasa lainnya.
Ini semua tercantum dalam formulir TKDN.
Biaya Pengadaan
Formulir TKDN
KOMPONEN BIAYA KDN KDL TOTAL
(COST COMPONENT) % Rp. / US$
b c d e = b/d f = d x e
Material Pembantu Rp. - - 0% -
(Material Used) US$
Peralatan dan Fasilitas Kerja Rp. - - - 0% -
(Equipments) US$
Tenaga Kerja dan Konsultan Rp. - - - 0% -
(Personnel) US$
Manajemen Rp. - - - 0% -
(Management) US$
Jasa Umum, dll. Rp. - - - 0% -
(Other Services) US$
JUMLAH BIAYA (βˆ‘ I s/d V) Rp. - - 100% -
(TOTAL COST) US$
KOMPONEN BUKAN BIAYA Rp. -
(NON COMPONENT COST) US$
JUMLAH NILAI PENAWARAN Rp. -
(TOTAL QUOTED PRICE) US$
Catatan/Note:
l Biaya komponen dalam negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri dan atau dikerjakan oleh
WNI/perusahaan nasional.
l Biaya komponen luar negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari luar negeri, dimiliki oleh produsen luar negeri atau
dimiliki oleh orang/perusahaan asing atau dikerjakan oleh oramg/perusahaan asing.
l Perhitungan TKDN dilakjukan oleh penyediaan jasa.
COLL BID NO. __________________________
(Nama Pekerjaan)
PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI, JASA / LAINNYA.
DOMESTIC CONTENT CALCULATION - SERVICES
B
IV
V
VI
I
II
NAMA PENYEDIA BARANG / JASA PT. ONE UTAMA
A
TKDN
(a)
Rp. / US$
NAMA REKANAN
NAMA PENANGGUNG JAWAB
III
C
% TKDN Jasa =
% TKDN Jasa =
Jumlah biaya total (A,VI,d) - Biaya Komponen Luar Negeri
Jumlah biaya total (A,VI,d)
= 100%
Jumlah biaya komponen dalam negeri| (A, V, b)
Jumlah biaya total (A,VI,d)
= 100%
Strategi Pengadaan
Tujuan dari strategi pengadaan:
β€’ Mengetahui profil pasar.
β€’ Menentukan jumlah sumber pengadaan.
β€’ Mengetahui kerjasama yang sesuai.
β€’ Menentukan jenis kontrak.
β€’ Menentukan cara dan metode pengadaan.
Strategi Pengadaan
Model Posisi Pengadaan
Kegunaan model posisi pengadaan:
β€’ Menggambarkan profil barang dan jasa yang diperlukan.
β€’ Dampak bila items tidak dipenuhi.
β€’ Peluang dan resiko pengadaan.
RISK
VALUE
Strategi Pengadaan
Model Persepsi Supplier (Pemasok)
Strategi Pengadaan
Model Posisi Pengadaan
Kegunaan model posisi pengadaan:
β€’ Menggambarkan profil barang dan jasa yang diperlukan.
β€’ Dampak bila items tidak dipenuhi.
β€’ Peluang dan resiko pengadaan.
RISK
VALUE
ROUTINE
BOTTLENECK
LEVERAGE
CRITICAL / STRATEGIC
Strategi Pengadaan
Model Persepsi Supplier (Pemasok)
DAYA TARIK
VALUE
MARGINAL
DEVELOP
EXPLICIT
CORE
Strategi Pengadaan
Model Persepsi Supplier (Pemasok)
Marginal:
β€’ Motivasi pemasok rendah.
β€’ Potensi pengembangan kecil.
β€’ Transaksi sebagai bisnis sampingan.
Exploit:
β€’ Nilai pengadaan besar, tapi pemasok tidak tertarik adakan
kerjasama jangka panjang.
β€’ Pemasok tidak ambisi untuk menjadi klien utama.
Develop:
β€’ Nilai pengadaan kecil, tapi pemasok senang.
β€’ Mengembangkan hubungan kemitraan dan jangka panjang.
Core:
β€’ Kerjasama merupakan bisnis inti dan utama.
β€’ Membina hubungan kemitraan (partnership).
Karakteristik Pengadaan
Resiko Pemasok Nilai Daya Tarik
Routine
Leverage
Bottleneck
Critical
Karakteristik Pengadaan
Resiko Pemasok Nilai Daya Tarik
Routine Rendah Banyak Rendah Rendah
Leverage Rendah Banyak Tinggi Tinggi
Bottleneck Tinggi Sedikit Rendah Rendah
Critical Tinggi Sedikit Tinggi Tinggi
Kriteria Kontrak Pengadaan
a. Spot Procure
– Mudah bertransaksi
– Tidak ada hubungan khusus.
– Bukan barang kebutuhan utama.
– Produk standar.
b. Fixed Contract
– Ruang lingkup, jumlah, spesifikasi, dan harga jelas.
– Kebutuhan sering dan jumlah dapat diprediksi.
c. Long-term Contract
– Fixed contract yang berjangka panjang.
d. Partnership (Kemitraan)
– Saling percaya.
– Mempunyai tujuan yang sama.
– Fokus pada biaya, bukan harga.
– Perjanjian jangka panjang.
– Sharing risk.
Kriteria Kontrak Pengadaan
Kontrak yang sesuai:
β€’ Routine – Marginal : ________________
β€’ Routine – Develop : ________________
β€’ Leverage – Exploit : ________________
β€’ Leverage – Core : ________________
β€’ Bottleneck – Develop : ________________
β€’ Critical/Strategic – Core : ________________
Kriteria Kontrak Pengadaan
Kontrak yang sesuai:
β€’ Routine – Marginal : Spot Procure
β€’ Routine – Develop : Long-term Contract
β€’ Leverage – Exploit : Spot Procure
β€’ Leverage – Core : Fixed Contract
β€’ Bottleneck – Develop : Long-term Contract
β€’ Critical/Strategic – Core : Partnership
Kriteria Kontrak Pengadaan
Meningkatkan VALUE & Menurunkan RESIKO:
1. Meningkatkan VALUE.
– ___________________________________________
___________________________________________
– ___________________________________________
___________________________________________
– ___________________________________________
2. Menurunkan RESIKO.
– ___________________________________________
– ___________________________________________
– ___________________________________________
Kriteria Kontrak Pengadaan
Meningkatkan VALUE & Menurunkan RESIKO:
1. Meningkatkan VALUE.
– Menggabungkan permintaan item yang sama dalam 1
kontrak pengadaan.
– Menggabungkan permintaan dari beberapa unit bisnis.
– Membeli item secara bersama-sama.
2. Menurunkan RESIKO.
– Standarisasi item.
– Sumber pengadaan yang tepat.
– Tingkatkan kompetensi pemasok.
Terobosan Strategi Pengadaan
β€’ Value Engineering.
β€’ Supplier early involvement.
β€’ Spesifikasi tepat.
β€’ Vendor relationship.
β€’ E-Procurement
β€’ Pengadaan berbasis kemitraan dan sharing facilities.
β€’ Pengadaan jumlah besar.
β€’ Memperpendek jalur birokrasi.
β€’ Meningkatkan kemampuan negosiasi.
β€’ Pengadaan langsung ke produsen.
β€’ Prakualifikasi pemasok yang ketat.
β€’ Spesifikasi lengkap, rinci, sesuai dengan perkembangan.
ORDER MANAGEMENT
MODUL – 4
Pentingnya pengendalian persediaan
1. Mengurangi investasi inventory
2. Memperbesar kepuasan
pelanggan
3. Memperbesar efisiensi orang dan
mesin
4. Memperbesar profit
5. Tidak setiap waktu dapat
diadakan
PENGENDALIAN INVENTORY
ABC ANALYSIS EOQ
ο‚© Analisa pembagian
persediaan kedalam tiga
kelompok berdasarkan
volume tahunan dalam
jumlah uang.
ο‚© Pemanfaatan prinsip
pareto, yang menyatakan
ada beberapa yang
penting dan banyak yang
tidak penting.
Perhitungan untuk
menentukan jumlah yang
akan di pesan atau di
buat dengan
memperhitungkan biaya
yang seekonomis
mungkin untuk
pengadaan
Langkah Analisa ABC
1. Kalkulasi pemakaian
tahunan dalam unit untuk
setiap itemnya
2. Penggunaan yang
berulang dengan biaya
per unit untuk
menentukan pemakaian
tahunan dalam rupiah / $
3. Buat ranking pemakaian
tahunan dalam rupiah /$
dari tertinggi sampai
terendah
4. Lakukan ABC kategori
Klasifikasi
A. Amount (value)
65 – 80 %,
item 5 – 20 %
B. Amount (value)
30-15 %, item 30 -
40 %
C. Amount (value)
5 - 10 %, item 40 -
70 %
A. Amount 65 %, item 5 %
B. Amount 30%, item 30 %
C. Amount 5 %, item 65 %
ANALISA ABC INVENTORY
No. Part Jumlah Unit Biaya / Unit ($) Total Biaya ($)
1 1100 2 2,200
2 600 40 24,000
3 100 4 400
4 1300 1 1,300
5 100 60 6,000
6 10 25 250
7 100 2 200
8 1500 2 3,000
9 200 2 400
10 500 1 500
Total 5510 $38,250
Bila diketahui data selama 1 tahun dibawah ini:
1. Kalkulasikan dalam penggunaan biaya dalam setahun.
ANALISA ABC INVENTORY
No. Part Total
Biaya ($)
Kumulatif
Biaya ($)
Kumulatif Biaya
(%)
Kumulatif
item (%)
Class
2 24,000 24,000 62.75 10 A
5 6,000 30,000 78.43 20 A
8 3,000 33,000 86.27 30 B
1 2,200 35,200 92.03 40 B
4 1,300 36,500 95,42 50 B
10 500 37,000 96.73 60 C
9 400 37,400 97.78 70 C
3 400 37,800 98.82 80 C
6 250 38,050 99.48 90 C
7 200 38,250 100 100 C
2. Buat daftar items, kalkulasikan kumulatifnya.
3. Klasifikasikan sesuai A, B, dan C.
ANALISA ABC INVENTORY
ANALISA ABC INVENTORY
No. Part Jumlah Unit Biaya / Unit ($)
1 1100 2
2 600 550
3 100 150
4 1300 6
5 100 350
6 10 70
7 100 100
8 2200 4
9 200 2
10 500 7
Bila diketahui data selama 1 tahun dibawah ini:
1. Kalkulasikan dalam penggunaan biaya dalam setahun.
ANALISA ABC INVENTORY
No. Part Total
Biaya ($)
Kumulatif
Biaya ($)
Kumulatif Biaya
(%)
Kumulatif
item (%)
Class
2 24,000 24,000 62.75 10 A
5 6,000 30,000 78.43 20 A
8 3,000 33,000 86.27 30 B
1 2,200 35,200 92.03 40 B
4 1,300 36,500 95,42 50 B
10 500 37,000 96.73 60 C
9 400 37,400 97.78 70 C
3 400 37,800 98.82 80 C
6 250 38,050 99.48 90 C
7 200 38,250 100 100 C
2. Buat daftar items, kalkulasikan kumulatifnya.
3. Klasifikasikan sesuai A, B, dan C.
Klasifikasi
A. Amount 70 %, item 10 %
B. Amount 20%, item 20 %
C. Amount 10 %, item 70 %
Hubungan biaya dalam persediaan
Carrying Cost
Cost
Lot Sizing
Fixed cost
Cost
Lot Sizing
EOQ
Total Cost
Cost
Lot Sizing
Fixed cost
minimum
Cost
Ordering Cost
Lot Sizing
Economic Order Quantity
Units ; E OQ = 2 US
IC
U = Pemakaian tahunan dalam unit
S = Set up atau biaya order
I = Inventory carrying cost
C = Unit cost
Economic Order Quantity
Dollars ; E OQ = 2 AS
I
A = Pemakaian tahunan dalam dollars (US $ )
S = Set up atau biaya order
I = Inventory carrying cost
Economic Order Quantity
Diketahui:
β€’ U = Pemakaian tahunan dalam unit 5,500
β€’ A = Pemakaian dalam dollar $ 60,000
β€’ S = Set up cost / ordering cost $ 100
β€’ I = Inventory carrying cost $ 0,20
β€’ C = Unit cost $ 10
Economic Order Quantity
Units ; E OQ = 2 US
IC
= 2 x 5,500 x 100 = 550,000
0,2 x 10
= 741,62 Set
β€’ $ ; E OQ = 2 AS
I
= 2x $60,000 x 100 = $60,000,000
0,2
= $ 7,745.96
EOQ-KU
KASUS – PERUSAHAAN ABC.
Perusahaan ABC mengumpulkan data-data tahun
lalu sehingga diketahui sebagai berikut:
pemakaian tahunan produk dalam unit adalah
6500, Pemakaian dalam dollarnya adalah 65000,
dan unit biaya adalah $10 setiap unitnya.
Biaya-biaya set-up/pemesanan adalah $ 200.
Menurut pihak keuangan biaya penyimpanan
setiap unitnya adalah $0.02.
Hitung EOQnya, baik dalam unit dan dollar.
Economic Order Quantity
Units ; E OQ = 2 US
IC
= 2 x 6,500 x 10 = 550,000
0,2 x 200
= 180.28 Set
β€’ $ ; E OQ = 2 AS
I
= 2x $65,000 x 100 = $60,000,000
0,2
= $ 7,745.96
Titik pemesanan ulang
Reorder Point
=
Lead time (waktu tunggu antara pemesanan)
x
Rata-rata jumlah kebutuhan dalam satu perioda
+
Safety stock (stock tambahan/pengaman)
Titik pemesanan ulang
Contoh
Ada 15 Unit stock awal, yang sudah
mulai menyusut tapi ada 20 unit
yang akan datang pada 3 hari
kemudian. Rata-rata kebutuhan 5
unit yang dikirim sehari ,
merupakan lead time dalam sehari.
Titik pemesanan ulang
15 Unit stock awal,
20 unit yang akan datang pada 3 hari kemudian.
Rata-rata kebutuhan 5 unit sehari
Penurunan stock
0 1 2 3 4 5
Titik pemesanan ulang
Reorder point = 5 Unit x 1 hari + 2 Unit (safety stock) = 7 Units
Jika untuk stock awal terdapat 12 Unit, lihat chart dibawah ini
0 1 2 3 4 5
Pertimbangan
Per hari 5 Unit,maka
Untuk hari pertama
12 Unit - 5 Unit =
7 Unit
Pertimbangan dipakai 5 unit hari pertama,hari ke dua sisa 7
unit – 5 unit = 2 unit
0 1 2 3 4 5
7
12
7
Order point
Titik pemesanan ulang
Selanjutnya jika kemudian diorder lagi sebanyak 15 unit,
kenaikan inventory menjadi 17 unit
Pemakaian per
hari 5 unit sisa
12 unit
0 1 2 3 4 hari
17
12
7
E – PROCUREMENT
MODUL – 5
E – Procurement
Pengadaan secara elektronik (e-Proc) merupakan
pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dengan
menggunakan jaringan elektronik (jaringan internet
atau intranet) atau electronic data interchange
(EDI).
Tujuan:
β€’ Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
β€’ Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha.
β€’ Meningkatkan tingkat efisiensi proses pengadaan.
β€’ Mendukung proses monitoring dan audit.
β€’ Memenuhi kebutuhan akses informasi terkini.
E – Procurement
METODE e-Procurement:
β€’ e-Tendering.
β€’ e-Bidding.
β€’ e-Catalogue.
β€’ e-Purchasing.
CONTOH REGULASI E-PROCUREMENT
Standard Dokumen
Perpres 54/2010 jo Perpres 70/2012
Perka LKPP 2/2010
LPSE
Perka LKPP 18/2012
e-Tendering
Syarat Ketentuan
Aplikasi
Buku Panduan
Aplikasi
SOP/SLA
Perka LKPP 17/2012
e-Purchasing
Syarat Ketentuan
Aplikasi
Buku Panduan
Aplikasi
Tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang
dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh
semua penyedia barang/jasa yang terdaftar
pada sistem pengadaan secara elektronik
dengan cara menyampaikan 1 (satu) kali
penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.
E-TENDERING
No. Ketentuan
Perubahan
Perka 1/2011 Perka 18/2012
1. Penyusunan
jadwal tahapan
pemilihan
Penyusunan jadwal
pemilihan untuk
pengumuman,
Pengambilan (download)
dokumen lelang dan
pemasukan penawran
menggunakan hari
kalender dan
menghiraukan jam kerja
β€’ Penyusunan jadwal pemilihan
berdasarkan hari kalender dengan
memperhatikan jam dan hari
kerja untuk tahapan:
- Pemberian penjelasan
- batas akhir pemasukan
penawaran
- pembukaan penawaran
- Pembuktian kualifikasi
- Batas akhir sanggah/sanggah
banding
b. Wajib mengalokasikan minimal 2
hari kerja untuk tahapan
pemasukan dokumen penawaran
(yang memerlukan jaminan
penawaran) dan sanggah banding
KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
No. Ketentuan
Perubahan
Perka 1/2011 Perka 18/2012
2. Pemberian
Penjelasan
β€’ ULP tidak perlu
membuat BAPP
(tidak ada klausul
bahwa tanya jawab
merupakan BAPP)
β€’ Tidak ada klausul
mengenai pemberian
informasi penting
oleh pokja terkait
dokumen lelang
(tanpa harus ada
pertanyaan dari
peserta)
β€’ Kumpulan tanya jawab yang
dilakukan melalui aplikasi SPSE
merupakan Berita Acara
Pemberian Penjelasan, sehingga
pokja ULP tidak perlu membuat
BAPP tersendiri.
β€’ Pokja ULP dapat memberikan
informasi penting terkait
dokumen lelang
β€’ Apabila ada Perubahan
(addendum) Dokumen Pengadaan
maka addendum diunggah pada
aplikasi SPSE dengan batas akhir 2
hari sebelum tahap pemasukan
dokumen penawaran berakhir
KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
No. Ketentuan
Perubahan
Perka 1/2011 Perka 18/2012
3. Pemasukan
Kualifikasi
penyedia dilarang
memasukan softcopy
data kualifikasi pada
fasilitas unggahan lain
Menghapus klausul β€œpenyedia
dilarang memasukan softcopy
data kualifikasi pada fasilitas
unggahan lain”
Catatan:
β€’ Penyedia wajib mengisi form isian
data kualifikasi.
β€’ Sistem tidak akan melanjutkan
proses pengiriman data kualifikasi
apabila form isian data kualifikasi
tidak diisi oleh penyedia
β€’ Sistem tidak akan mengirimkan
scan dokumen data kualifikasi
yang diupload pada data penyedia
kepada Pokja.
KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
No. Ketentuan
Perubahan
Perka 1/2011 Perka 18/2012
4. Pembukaan
Dokumen
Penawaran
Belum mengatur kriteria
yang dianggap
penawaran.
β€’ Mengatur kriteria sebagai
penawaran yang masuk, yaitu:
Satu file: harga penawaran, jangka
waktu penawaran, dan
dekripsi/spesifikasi barang/jasa
yang ditawarkan.
Dua file atau dua tahap: harga
penawaran, daftar kuantitas dan
harga untuk kontrak harga
satuan/gabungan, jangka waktu
penawaran, dan
dekripsi/spesifikasi barang/jasa
yang ditawarkan
KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
No. Ketentuan
Perubahan
Perka 1/2011 Perka 18/2012
5. Pembuktian
Kualifikasi
Pembuktian dengan
meminta seluruh
dokumen walaupun
penyedia tsb sudah
pernah mengerjakan
pekerjaan sejenis.
Menambahkan klasusul:
Pokja ULP tidak perlu meminta
seluruh dokumen kualifikasi calon
pemenang atau penyedia barang/jasa
yang lulus prakualifikasi untuk
dilakukan pembuktian kualifikasi,
apabila calon pemenang atau
penyedia barang/jasa yang lulus
prakualifikasi sudah pernah
melaksanakan pekerjaan yang sejenis,
sama kompleksitasnya pada instansi
yang bersangkutan
KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
No. Ketentuan
Perubahan
Perka 1/2011 Perka 18/2012
6. Sanggahan β€’ Belum mengatur
sanggahan secara
offline
β€’ Belum mengatur
bahwa penyedia yang
menyanggah adalah
penyedia yang
memasukan
penawaran
a. Dalam hal terjadi gangguan
teknis/keadaan kahar yang
menyebabkan peserta pemilihan
tidak dapat mengirimkan sanggahan
secara online melalui aplikasi SPSE
dan/atau panitia pengadaan tidak
dapat mengirimkan jawaban sanggah
secara online melalui aplikasi SPSE
maka sanggahan dapat dilakukan
diluar aplikasi SPSE (offline)
b. Penyedia yang tidak memasukan
penawaran tidak dapat mnyanggah
KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
No. Ketentuan
Perubahan
Perka 1/2011 Perka 18/2012
7. Jaminan
Penawaran
Masih
mensyaratkan
jaminan
penawaran
β€’ jaminan penawaran pada E-Tendering dengan
metode E-Lelang tidak diperlukan untuk:
a. pengadaan barang/jasa yang
memiliki nilai paling tinggi Rp.
2.500.000.000,00 (dua miliar
lima ratus juta rupiah;atau
b. Pengadaan barang/jasa yang tidak
menimbulkan risiko apabila pemenang
mengundurkan diri menyebabkan
pekerjaan tidak dapat diselesaikan tepat
pada waktunya
b. jaminan penawaran asli untuk pasca kualifikasi,
disampaikan pada saat pembuktian kualifikasi dan
untuk prakualifikasi, disampaikan sebelum
penetapan pemenang.
KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
No. Ketentuan
Perubahan
Perka 1/2011 Perka 18/2012
8. SPPBJ Belum mengatur PPK
untuk menginput data
SPPBJ pada aplikasi SPSE
β€’ PPK menerbitkan SPPBJ secara
manual
β€’ PPK mengunggah Hasil
Pemindaian (scan) SPPBJ dan
mengirimkan kepada penyedia
barang/jasa melalui aplikasi SPSE
9. Kontrak Belum PPK untuk
menginput data Kontrak
pada aplikasi SPSE
β€’ Kontrak dibuat secara manual
β€’ PPK menginputkan data kontrak
pada aplikasi SPSE
KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
No. Ketentuan
Perubahan
Perka 1/2011 Perka 18/2012
10. Konsorsium Dalam hal konsorsium,
yang dapat mendaftar
lelang diperbolehkan
leadfirmnya saja
β€’ Dalam hal konsorsium leadfirm
dan/atau mitranya boleh
mendaftar lelang, namun yang
memasukan kualifikasi dan dok
penawaran hanya leadfirm.
11 Tindak lanjut
proses pemilihan
jika terjadi
gangguan
teknis/keadaan
kahar
Tidak mengatur
perubahan jadwal
-Mengatur untuk diperbolehkan
menyesuaikan jadwal
-Dapat membuat dan melaksanakan
solusi alternatif terhadap hal lain
yang tidak bisa diakomodir atau
terfasilitasi dalam aplikasi SPSE serta
wajib menuangkan hal tersebut
dalam (BAHP)/ (BAHS)/Berita acara
lainnya
KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
β€œ e-Purchasing: Tata cara pembelian
barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.”
β€œKatalog elektronik: sistem informasi elektronik
yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis
dan harga barang tertentu dari berbagai
penyedia barang/jasa pemerintah”
E-PURCHASING
1. Pasal 110 Perpres 70 Tahun 2012
2. Perka LKPP Nomor 17 Tahun 2012
3. SK Kepala LKPP tentang Penetapan
pencantuman barang/jasa
KETENTUAN E-PURCHASING
KETENTUAN PERKA 17/2012
(E-PURCHASING)
1. Ruang Lingkup:
β€’ Tata cara penyusunan e-Catalogue
β€’ Prosedur E-Purchasing
A. Tata cara penyusunan e-Catalogue
l Barang/jasa yang dicantumkan pada katalog elektronik
ditetapkan oleh Kepala LKPP.
l Penyedia yang masuk dalam katalog elektronik adalah
penyedia yang telah menandatangani kontrak payung
dengan LKPP
l Pemilihan penyedia barang/jasa dalam kontrak payung
dapat dilaksanakan dengan lelang/non lelang.
l Barang/jasa (spek dan harga) pada e-katalog ditayangkan
pada www.e-katalog.lkpp.go.id
KETENTUAN PERKA 17/2012
(E-PURCHASING)
B. Prosedur E-Purchasing
Dilaksanakan melalu aplikasi e-Purchasing pada SPSE
Ketentuan e-Purchasing:
1. Prosedur e-Purchasing (pada lampiran perka 17/2012)
2. syarat dan ketentuan penggunaan aplikasi
e-purchasing
3. panduan pengguna aplikasi (user guide)
STANDAR DOKUMEN PENGADAAN SECARA
ELEKTRONIK
I. Dasar Hukum:
A. Sebelum Perka 18/2012 tentang E-Tendering:
β€œPerka LKPP Nomor 5 Tahun 2011 tentang Standar Dokumen
Pengadaan Secara Elektronik”
B. Pada Perka 18/2012 tentang E-Tendering
- Pasal 6: β€œ Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik
Melekat pada aplikasi SPSE”
- Pasal 7: β€œPerka LKPP Nomor 5 Tahun 2011 dinyatakan tidak
berlaku”
STANDAR DOKUMEN PENGADAAN SECARA
ELEKTRONIK
II. SUBTANSI SDP SECARA ELEKTRONIK
1. Terdiri dari 8 SDP Secara Elektronik
2. Menggabungkan SDP manual berdasarkan jenis pengadaan
barang/jasa (barang/pekerjaan konstruksi/jasa konsultansi/
jasa lainnya) dan metode penilaian kualifikasi.
3. Mengelektronikan proses yang ada di sdp manual dan
menambahkan ketentuan yang ada di perka 18/2012
STANDAR DOKUMEN PENGADAAN SECARA
ELEKTRONIK
4. Menambahkan ketentuan baru yang berbeda dengan SDP manual
antara lain:
a. ketentuan Jaminan penawaran (dapat/tidak disyaratkan) dan asli
wajib disampaikan ke Pokja
b. ketentuan Pembuktian kualifikasi (tidak perlu meminta seluruh
dokumen apabila penyedia pernah mengerjakan pekerjaan sejenis,
sama kompleksitasnya dan pada instansi bersangkutan)
c. Menghapus Ketentuan yang mengatur penyedia dapat meminta
penjelasan terkait dokumen pengadaan.
d. Sanggahan dapat dilakukan offline apabila terjadi keadaan
kahar/gangguan teknis
e. Dan ketentuan lain sesuai dengan perka 18/2012
Jenis SDP SDP MANUAL SDP SECARA
ELEKTRONIK
1. Barang Pelelangan Umum/Sederhana, Pasca Metode Satu
Sampul Sistem Gugur
E-Lelang Barang
Pasca Kualifikasi
Pelelangan Umum, Pasca Metode Dua Sampul Dengan
Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur
Ekonomis
Pelelangan Umum atau Terbatas Pra Satu Sampul Sistem
Gugur
E-Lelang Barang
PraKualifikasi
Pelelangan Umum /Terbatas, Pra Dua Sampul Dengan
Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur
Ekonomis
Pelelangan Umum /Terbatas Pra Dua Tahap Dengan
Evaluasi Sistem Gugur
Pelelangan Umum /Terbatas Pra Dua Tahap Dengan
Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur
Ekonomis
Jenis SDP SDP MANUAL SDP SECARA
ELEKTRONIK
2. Konstruksi Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung, Pasca, Metode
Satu Sampul Sistem Gugur
E-Lelang
Pekerjaan
Konstruksi
Pasca Kualifikasi
Pelelangan Umum, Pasca, Metode Dua Sampul Dengan
Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur
Ekonomis
Pelelangan Umum/Terbatas, Pra, Satu Sampul Sistem
Gugur
E-Lelang
Pekerjaan
Konstruksi
PraKualifikasi
Pelelangan Umum /Terbatas, Pra Dua Sampul Dengan
Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur
Ekonomis
Pelelangan Umum /Terbatas Pra Dua Tahap Dengan
Evaluasi Sistem Gugur
Pelelangan Umum /Terbatas Pra Dua Tahap Dengan
Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur
Ekonomis
Jenis SDP SDP MANUAL SDP SECARA
ELEKTRONIK
3. Jasa
Lainnya
Pelelangan Umum/Sederhana, Pasca, Metode Satu
Sampul Sistem Gugur
E-Lelang Jasa
Lainnya Pasca
Kualifikasi
Pelelangan Umum, Pasca, Metode Dua Sampul Dengan
Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur
Ekonomis
Pelelangan Umum, Pra Dua Sampul Dengan Evaluasi
Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur
Ekonomis
E-Lelang Jasa
Lainnya
PraKualifikasi
Pelelangan Umum, Pra Dua Tahap Dengan Evaluasi
Sistem Gugur
Pelelangan Umum , Pra Dua Tahap Dengan Evaluasi
Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur
Ekonomis
Jenis SDP SDP MANUAL SDP SECARA
ELEKTRONIK
4. Jasa
Konsultansi
Seleksi Umum/Sederhana, Pasca, Metode Evaluasi
Kualitas (Perorangan)
E-Seleksi Jasa
Konsultansi
Perorangan
Pasca Kualifikasi
Seleksi Umum, Pra Dua Sampul Dengan Evaluasi Sistem
kualitas dan biaya
E-Seleksi Jasa
Konsultansi
Badan Usaha,
Prakualifikasi
Seleksi Umum, Pra Dua Sampul Dengan Evaluasi Sistem
kualitas
Seleksi Umum, Pra Dua Sampul Dengan Evaluasi Sistem
Pagu Anggaran
Seleksi Umum/Sederhana, Pra satu Sampul Dengan
Evaluasi Sistem Pagu Anggaran
CONTRACT MANAGEMENT
MODUL – 6
Acquisition Process
KONTRAK
Perikatan perjanjian antara dua belah
pihak.
Bentuk Kontrak:
– Surat Perjanjian Borongan (SPB).
– Surat Perintah Kerja (SPK).
– Surat Pesanan (SP) / Purchase Order (PO)
– Surat Perintah Memulai Pekerjaan (Letter of
Intent).
– Tanpa Kontrak / PO.
SPB & SPK
β€’ Surat Perjanjian Borongan,
Bentuk kontrak antara Perusahaan Pengguna dengan
Penyedia dalam pelaksanaan Pengadaan Jasa.
β€’ Surat Perintah Kerja,
Bentuk kontrak antara Pengguna dengan Penyedia
dalam pelaksanaan pengadaan Jasa Konstruksi dan
Jasa Lainnya dengan batasan nilai tertentu.
PO – SPMP – Tanpa Kontrak
β€’ Purchase Order.
Bentuk kontrak antara Pengguna dengan Pemasok
barang dalam pelaksanaan pengadaan barang.
β€’ Surat Perintah Memulai Pekerjaan.
Perintah untuk memulai kerja mendahului SPB yang
sedang dalam proses penyelesaian atau pekerjaan dalam
keadaan mendesak / darurat.
β€’ Tanpa Kontrak.
Pengadaan barang dan jasa dengan nilai dibawah limitasi
tertentu secara cash dan carry, cukup dengan kwitansi.
Jenis Kontrak
1. Kontrak Lumpsum
2. Kontrak Harga Satuan
3. Kontrak Terima Jadi
4. Kontrak Persentase
5. Kontrak Tahun Tunggal
6. Kontrak Tahun Jamak
7. Kontrak Pengadaan Tunggal
8. Kontrak Pengadaan Bersama
CONTRACT DAN PERSETUJUAN JAMINAN
KUALITAS
ISI KONTRAK POIN-POIN KONTRAK
SPESIFIKASI Klarifikasi isi persyaratan teknik.
HARGA Klarifikasi jumlah, kemasan, kondisi
pengiriman, dll.
PENGIRIMAN Kondisi Normal & Darurat Pengiriman.
JUMLAH Jumlah pengiriman secara normal &
darurat.
PROSEDUR UNTUK BARANG
DEFEK
Penyelesaian barang defek yang terjadi.
KONDISI PERUBAHAN Respon jika ada perubahan.
SISTEM QA Prosedur audit & memberikan data, dll.
CONTRACT DAN PERSETUJUAN JAMINAN
KUALITAS
β€’ JAMINAN KUALITAS
β€’ PELAKSANAAN JAMINAN KUALITAS
β€’ STANDAR, SPESIFIKASI, DAN KETENTUAN UNTUK MERUBAH
β€’ INSPEKSI οƒ  METODE.
β€’ PENANGANAN KERUSAKAN/KEABNORMALAN.
β€’ DOKUMEN YANG MENUNJUKAN BAGAIMANA JAMINAN KUALITAS
DI JAGA
β€’ CATATAN EVALUASI KUALITAS
β€’ DIAGNOSA QUALITY CONTROL
β€’ DURASI UNTUK MANA PERSETUJUAN DIJEPIT DAN KETENTUAN
UNTUK MERUBAH
PERSETUJUAN JAMINAN KUALITAS:
VENDOR SELECTION & BID
ANALYSIS METHODS
MODUL – 7
β€’ Pemilihan suppliers.
β€’ Evaluasi sumber-sumber yang disuplai.
β€’ Audit supplier.
β€’ Sertifikasi supplier.
β€’ Hubungan dengan supplier.
Suppliers
PROSEDUR MEMILIH SUPPLIER
1. INFORMASI UMUM SUPPLIER,
2. PRODUK DAN PRODUKSI SUPPLIER,
3. PRESENTASI & CONTOH PRODUK
SUPPLIER
4. KUNJUNGAN KE SUPPLIER,
5. MEMILIH SUPPLIER DARI KRITERIA,
6. AKTUAL KEMAMPUAN DENGAN
CONTOH PROTOTYPE YANG KITA
INGINKAN.
β€’ Kualitas dan Jaminan Kualitas.
β€’ Fleksibelitas.
– Perubahan Produk atau jasa.
β€’ Lokasi.
– Lead times dan pengiriman tepat waktu.
β€’ Harga.
β€’ Stabilitas reputasi dan keuangan.
β€’ Catatan lainnya.
Faktor-Faktor Pemilihan Supplier
CONTOH
KEABNORMALAN
Supplier sebagai Partner
ASPEK PARTNER KEBALIKAN
Jumlah supplier
Masa hubungan
Hubungan
Harga rendah
Kehandalan
Keterbukaan
Kualitas
Volume bisnis
Lokasi
Fleksibelitas
Satu atau beberapa.
Jangka panjang.
Penting.
Tinggi.
Tinggi.
Ditanggung oleh
sumber.
Tinggi
Mungkin dekat.
Ditekankan untuk L/T
pendek.
Relatif tinggi.
Banyak.
Lainnya.
Singkat saja.
Pertimbangan mayor.
Mungkin tidak rendah.
Rendah.
Inpeksi pembeli.
Mungkin – banyak
supplier.
Tersebar luas.
Relatif rendah.
β€’ Ide-ide dari dapat memimpin untuk
memperbaiki persaingan:
– Menurunkan biaya pengadaan barang.
– Menurunkan biaya transportasi.
– Menurunkan biaya produksi.
– Memperbaiki kualitas produk.
– Memperbaiki desain produk.
– Menurunkan waktu ke pasar.
– Memperbaiki kepuasan pelanggan.
– Menurunkan biaya penyimpanan.
– Memperkenalkan produk atau jasa baru.
Supplier Partnerships
Procurement Method
Metode pemilihan pemasok
β€’ Pelelangan umum - Tender
β€’ Pelelangan terbatas – Limited Tender.
β€’ Pemilihan langsung – Direct Selection.
β€’ Penunjukan Langsung – Direct Assignment.
β€’ Swakelola – Self–Management.
Procurement Method
Metode seleksi Jasa Konsultasi
β€’ Seleksi Umum.
β€’ Seleksi Terbatas.
β€’ Seleksi Langsung.
β€’ Penunjukan Langsung – Direct Assignment.
Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
Harga Perkiraan Sendiri (HPS)/OE – Owner Estimate
berfungsi:
β€’ Menilai kewajaran dan rincian harga.
β€’ Dasar penetapan batas tertinggi penawaran.
β€’ Penetapan nilai jaminan.
β€’ Penetapan nilai terrendah penawaran.
β€’ Acuan penilaian dalam penetapan pemenang.
Harga Perkiraan Sendiri (HPS)
β€’ Nilai total bersifat terbuka dan tidak rahasia.
β€’ HPS disusun dengan memperhitungkan
keuntungan dan biaya overhead serta biaya
produk dalam negeri.
β€’ Rumus:
HPS = [Harga Barang PDN + {Harga Barang PLN x (100%+Pb)}]
2
Pb = Presentasi preferensi harga berdasarkan TKDN bagi
barang produksi dalam negeri.
Jenis Permintaan Penawaran
β€’ Permintaan Penawaran Harga – Request for quotation.
β€’ Permintaan Kualifikasi – Request for qualification.
β€’ Permintaan Informasi – Request for Informations.
β€’ Permintaan Proposal – Request for proposal
β€’ Undangan Penawaran – Invitation for bids.
β€’ Permintaan Penawaran Informal – Informal
Bids/Quotations.
β€’ Permintaan Penawaran Alternatif – Alternatif
Proposals.
β€’ Permintaan Penawaran Elektronik.
β€’ Permintaan Penawaran On-line.
Pre Bids Meeting
Poin Penjelasan:
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
_______________________________________
Penawaran Pemasok - Quotations
β€’ Dokumen yang berisi penawaran harga dari pemasok
sesuai persyaratan teknis dan administrasi
berdasarkan permintaan penawaran dari pengguna.
β€’ Metode penyampaian penawaran dimasukkan dalam
sampul tertutup (sealed biddings).
β€’ Jenis Penawaran:
– Penawaran Satu Tahap (one – step Bidding)
β€’ Metode satu sampul.
β€’ Metode dua sampul.
– Penawaran Dua Tahap (Two – steps Bidding).
Penawaran Tender
Penawaran tender yang dapat diterima adalah
yang memenuhi persyaratan:
β€’ Spesifikasi harus sesuai.
β€’ Sesuai dengan waktu yang ditentukan.
β€’ Memenuhi semua persyaratan jaminan
tender.
β€’ Penawaran yang tidak memenuhi persyaratan
akan ditolak.
Evaluasi Penawaran Tender
Faktor yang dievaluasi adalah:
β€’ Administrasi.
β€’ Teknis.
β€’ Analisa Harga dan Biaya:
– Harga barang atau jasa.
– Biaya administrasi,
– Biaya transportasi,
– Biaya pemasangan, perawatan, pelatihan dan garansi.
– Biaya pemakaian fasilitas perusahaan
Penentuan Harga
β€’ Daftar harga yang diumumkan
– Harga tetap atau penentuan awal.
β€’ Penawaran kompetitif
– e.g. government purchases of standard goods or
services
β€’ Negosiasi
– Transaksi win-win.
Metode Evaluasi Tender
β€’ Sistem Gugur
β€’ Sistem Nilai (Merrit Point System).
β€’ Sistem Passing Grade.
β€’ Sistem penilaian biaya selama umur ekonomis
β€’ Kombinasi Sistem Gugur dan Nilai.
Metode Evaluasi Tender
Evaluasi penawaran tender Jasa Konsultasi
β€’ Metode evaluasi kualitas.
β€’ Metode evaluasi kualitas dan Biaya.
β€’ Metode evaluasi pagu anggaran.
β€’ Metode evaluasi biaya terrendah.
β€’ Metode evaluasi penunjukkan langsung
KEY PERFORMANCE INDICATORS
& VENDOR EVALUATION
MODUL – 7
KEY PERFORMANCE INDICATORS
Top 5 KPI Procurement:
β€’ % Perfect purchase order rate.
β€’ $ Negotiated cost reduction savings.
β€’ % Supplier on-time delivery.
β€’ % Purchase spend from sales revenue.
β€’ % Cost reduction savings in procurement.
EVALUASI SUMBER-SUMBER PENYUPLAI
β€’ Vendor analysis: Pengevaluasian sumber-
sumber yang disuplai dalam kaitan dengan
harga, kualitas, reputasi dan jasa.
Contoh indikator yang di analisa:
HARGA.
KUALITAS.
JASA.
LOKASI.
KEBIJAKAN STOK.
FLEKSIBILITAS.
CONTOH
EVALUASI
SUPPLIER
NEGOTIATION
MODUL – additional
β€’ Negosiasi adalah suatu konfrontasi
menang-kalah.
β€’ Sasaran utama adalah memperoleh harga
yang rendah.
β€’ Setiap negosiasi adalah suatu transaksi
yang terisolasi.
Mitos Negosiasi dalam Pembelian
Proses untuk mencapai kesepakatan
dengan memperkecil perbedaan serta
mengembangkan persamaan guna
meraih tujuan bersama yang saling
menguntungkan.
NEGOSIASI
Negosiasi merupakan suatu proses :
Kemungkinan proses awal
dan akhir berlangsung lama dan lebih penting
NEGOSIASI
Diawali dengan langkah-langkah awal,
saling bertukar konsesi, sampai akhirnya
mencapai kesepakatan dan kegiatan
tindak lanjut yang diperlukan
Sikap
Konsesi
Skala
TAWAR MENAWAR NEGOSIASI
Untung - Rugi
Berbeda
Tetap
Sama-sama
Dipertukarkan
Berkembang
TAWAR MENAWAR VS
NEGOSIASI
NEGOSIASI
6 TAHAP
1. PENDAHULUAN :
Persiapan-persiapan sebelum Negosiasi
dimulai.
2. KEDUDUKAN AWAL :
Masing-masing pihak menentukan titik awal
untuk tawaran, ataupun permintaan tawaran.
3. PERTUKARAN KONSESI :
Kegiatan-kegiatan β€œmenerima dan memberi”
NEGOSIASI
6 TAHAP
4. KOMPROMI :
Masing-masing pihak telah cukup
saling mendekati, sehingga perbedaan
yang masih ada dapat diabaikan.
5. KESIMPULAN :
Kompromi dan konsesi dikonsolidasikan
dan dicapai persetujuan.
6. TINDAK LANJUT :
Usaha untuk memastikan bahwa persetujuan
dikonfirmasikan dan dilaksanakan.
NEGOSIASI
DASAR-DASAR NEGOSIASI
1. Keterampilan dan kualitas pribadi
2. Pengetahuan dan Informasi
3. Sumber kekuatan
4. Strategi dan Taktik
5. Tahapan Tindakan
NEGOSIASI
THANK YOU

BASIC PROCUREMENT & PURCHASING_OK RAMBOE.pptx

  • 1.
    BASIC PROCUREMENT & PURCHASING 15– 16 December 2015
  • 2.
    TUJUAN: Anda akan mampuuntuk: β€’ Memahami regulasi, administrasi, & prosedur procurement/purchasing. β€’ Memahami keterkaitan planning & realisasi order dalam proses procurement/purchasing. β€’ Memahami implementasi sistem e-Procurement. β€’ Memahami metode sourcing, teknik analisa penawaran, & strategi negosiasi. β€’ Memahami proses evaluasi kinerja supplier/vendor.
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    POIN PEMBAHASAN: 1. Strategy,Policies , & Procedures 2. Strategic Sourcing 3. Procurement & Purchasing Plan 4. Order Management 5. e-Procurement System 6. Contract Management 7. Vendor Selection & Bid Analysis Methods 8. Key Performance Indicators & Vendor Evaluation
  • 7.
    STRATEGY, POLICIES, &PROCEDURE MODUL – 1
  • 8.
    Paradigma Procurement β€’ Memilikitarget untuk memperoleh barang dan jasa sesuai dengan ketepatan jumlah, kualitas, waktu, biaya, dan tempat. β€’ Bersifat strategis melalui pendekatan optimalisasi pemanfaatan sumber daya. β€’ Meningkatkan daya saing dan persaingan bisnis yang sehat. β€’ Fleksibel dan inovatif sesuai dengan perkembangan teknologi dan bisnis. β€’ Memegang teguh prinsip good governance. β€’ Bermanfaat bagi masyarakat.
  • 9.
    Filosofi Procurement Upaya mendapatkanbarang dan jasa yang dibutuhkan dan dilakukan berdasarkan pemikiran logis dan sistemastis, mengikuti norma dan etika yang berlaku sesuai metode dan proses pengadaan barang dan jasa yang baku.
  • 10.
    Procurement vs Purchasing Procurement= PENGADAAN. β€’ Procurement (pengadaan barang) melingkupi Purchasing, Expediting, dan Traffic. Lingkup procurement lebih luas Purchasing = PEMBELIAN. β€’ Purchasing hanya melingkupi pembelian barang dimana purchaser membeli barang dengan meminta penawaran dari vendor, melakukan negosiasi, dan akhirnya membuat PO.
  • 11.
    Procurement vs Purchasing β€’Expediting, – Bertugas untuk memonitor dan memastikan spesifikasi, quantity, deskripsi, dan hal-hal yang berkaitan dengan PO (purchase order) sesuai dengan kontrak atau SPK (Surat Perjanjian Kerja). β€’ Traffic/Transportasi. – Bertugas untuk melakukan koordinasi dengan forwarder (Penyedia Jasa Transportasi) untuk melakukan pengiriman material ke site, sehingga barang dikirim aman dan sampai di site.
  • 12.
    Tujuan dari Purchasing β€’Mengembangkan dan melaksanakan rencana- rencana purchasing/pembelian untuk produk dan jasa yang mendukung strategi operasi perusahaan
  • 13.
    MANAJEMEN PEMBELIAN DIDEFINISIKAN, DIVISUALKAN,DIUKUR, DIKENDALIKAN, DILAPORKAN, DAN DIPERBAIKI MANAJEMEN PEMBELIAN PENGETAHUAN KETRAMPILAN PERALATAN TEKNIK SISTEM A P L I K A S I PENGADAAN MATERIAL, KOMPONEN, DLL.
  • 14.
    Pola Hubungan InternalPurchasing Legal Accounting Operations Data processing Design Receiving Suppliers
  • 15.
    Siklus Pembelian β€’ Requisitionreceived β€’ Supplier selected β€’ Order is placed β€’ Monitor orders β€’ Receive orders Purchasing Legal Accounting Operations Data process- ing Design Receiving Suppliers
  • 16.
    β€’ Centralized purchasing –Pembelian ditangani oleh satu departemen khusus dan tersentral. β€’ Decentralized purchasing – Departemen Individu atau terpisah lokasi menangani permintaan pembelian di lokasinya sendiri. Centralized vs Decentralized Purchasing
  • 17.
    MANAJEMEN PENGADAAN β€’ Bagiandari supply chain management yang secara sistematik dan strategis memproses pengadaan barang dan jasa mulai dari sumber barang sampai dengan tempat tujuan berdasarkan tepat mutu, jumlah, harga, waktu, sumber dan tempat, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
  • 18.
    Objek Pengadaan β€’ Barang –Benda dalam berbagai bentuk dan uraian, yang meliputi bahan baku, barang Β½ jadi, barang jadi dan peralatan. β€’ Jasa – Layanan pekerjaan yang mencakup jasa konstruksi, jasa konsultasi, dan jasa lainnya.
  • 19.
    Model Procurement β€’ Fokuspada bisnis. β€’ Adaptif terhadap tren terkini. β€’ Berbasis sistem teknologi informasi. β€’ Transformasi proses berkesinambungan. β€’ Kemitraan strategis. β€’ Pengembangan SDM Pengadaan. β€’ Inovasi terus – menerus.
  • 20.
    Ruang Lingkup ManajemenPengadaan β€’ Ketentuan Umum Pengadaan. β€’ Perencanaan dan Strategi Pengadaan. β€’ Tender. β€’ Kontrak. β€’ Praktek Pengadaan Terbaik.
  • 21.
    Hubungan Manajemen Pengadaan danSCM SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PROCUREMENT LOGISTICS WAREHOUSING, TRANSPORT, DISTRIBUTION. MATERIAL & ASSET
  • 22.
    Kebijakan Procurement β€’ Melaksanakanpengadaan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan sesuai peraturan yang berlaku secara efektif dan efisien. β€’ Melaksanakan pengadaan barang dan jasa berdasarkan prinsip QCD (Quality, Cost, Delivery). β€’ Melaksanakan pengadaan barang dan jasa berbasis procurement one. β€’ Melaksanakan pengadaan barang dan jasa langsung ke produsen , dengan mengutamakan produsen dalam negeri atau melalui distributor yang ditunjuk oleh produsen dalam negeri. β€’ Melaksanakan pengadaan sendiri barang dan jasa secara swakelola atau mealui pemasok. β€’ Melaksanakan pengadaan barang dan jasa di dalam wilayah negara republik indonesia sesuai dengan perundang- undangan yang berlaku di negara RI.
  • 23.
    Kebijakan Procurement β€’ Mengutamakanpenggunaan produk dalam negeri dan peningkatan potensi nasional. β€’ Menjamin kepastian peraturan dan usaha serta memberi kesempatan berusaha bagi produsen dan perusahaan dalam negeri, terutama usaha kecil. β€’ Menciptakan iklim persaingan yang serhat, tertibdan terkendali, dengan cara meningkatkan transparansi dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. β€’ Mempercepat proses pelaksanaan dan memperpendek waktu proses dan birokrasi pengadaan barang dan jasa. β€’ Melaksanakan kegiatan pengadaan sesuai ketentuan kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan. β€’ Meningkatkan kinerja dan tanggung jawab para perencana, pelaksana, serta pengawas pengadaan barang dan jasa.
  • 24.
    Fungsi Procurement β€’ Pembelian(Purchasing) β€’ Penyewaan (Leasing) β€’ Konstruksi (Constructions) β€’ Konsultasi (Consultation) β€’ Inspeksi (Inspection) β€’ Swakelola (Self Management) β€’ Tukar Tambah (Trade in) β€’ Beli Kembali (Factory Buy Back) β€’ Barter (Exchange)
  • 25.
    Peran dari Procurement β€’Proses penentuan secara sistematik terhadap apa (spesifikasi, kualitas), kapan (Jadwal, waktu pengiriman), Bagaimana (sumber, sistem) dan berapa (kuantitas) untuk mengadakan barang dan jasa dari sumber pengadaan sampai ke tempat tujuan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  • 26.
    Pedoman Praktek EtikaPengadaan β€’ Menjunjung tinggi profesi pengadaan. β€’ Melaksanakan prinsip pengadaan secara konsekuen dalam pengambilan keputusan secara terbuka, transparan, efisien, efektif, tidak diskriminatif, persaingan sehat, akuntabel, dan kredibel. β€’ Melakukan kegiatan sesuai peraturan, kaidah, kompetensi, dan kewenangan. β€’ Menegakkan kehormatan, integritas, kejujuran, dan martabat profesi pengadaan. β€’ Menghindari konflik kepentingan. β€’ Tidak melakukan dan tidak kompromi terhadap korupsi, kolusi, dan nepotisme. β€’ Loyal kepada perusahaan dan intitusi pemberi kerja. β€’ Menghindari dan mencegah penyalahgunaan wewenang. β€’ Memegang teguh rahasia jabatan.
  • 27.
    Pedoman Praktek EtikaPengadaan β€’ Menghindari dan mencegah terjadinya pertentangan kepentingan (conflict of interest). β€’ Mencegah dan menghindari praktek persaingan tidak sehat. β€’ Menerima dan bertanggung jawab atas segala keputusan yang telah ditetapkan. β€’ Menghindari dan mencegah terjadinya kebocoran keuangan. β€’ Menghargai hak para pihak. β€’ Tidak menerima, tidak memberi, tidak meminta, tidak menawarkan atau tidak menjanjikan untuk memberi imbalan atau menerima hadiah berupa apa saja kepada dan dari siapapun yang diketahui dan patut diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa. β€’ Tidak memalsukan dokumen atau menggunakan dokumen yang tidak sah. β€’ Menghindari loyalitas ganda. β€’ Tidak melakukan insider trading. β€’ Meningkatkan pengetahuan pribadi.
  • 28.
    Procurement Principle β€’ Efektif. β€’Efisien. β€’ Kompetitif. β€’ Transparan. β€’ Adil.
  • 29.
    Procurement Profesional β€’ Manajemen,metode, strategi pengadaan, dan rantai pasokan. β€’ Tujuan dan sasaran bisnis perusahaan. β€’ Analitis, Kreatif, dan Inovatif. Serta efisien dan efektif. β€’ Bernegosiasi, berkomunikasi dengan praktis. β€’ Integritas dan standar etika tinggi. β€’ Pengetahuan teknis terhadap barang dan jasa. β€’ Pengetahuan tentang kontrak dan hukum perdagangan. β€’ Pengetahuan teknis analisis harga dan biaya. β€’ Pengetahuan operasional semua sektor. β€’ Koperatif dan mengikuti kemajuan zaman.
  • 30.
    Business Process Procurement β€’ ProsesPenunjukkan Langsung. β€’ Proses Pemilihan Langsung. 1. Pengadaan Barang & Jasa – Nilai ≀ $50,000.00
  • 31.
    Business Process Procurement β€’ ProsesPenunjukkan Langsung. β€’ Proses Pemilihan Langsung. β€’ Pelelangan Umum/Terbatas. 2. Pengadaan Barang & Jasa – Nilai β‰₯ $50,000.00
  • 32.
    Business Process ProcurementStages Tahap proses bisnis pengadaan didasarkan pada: β€’ Pedoman Tata Kerja (PTK) BPMIGAS Nomor 007 Revisi- II/PTK/I/2011 serta perubahan terakhir, tentang Pedoman Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak Kerja Sama. β€’ 2. Surat Keputusan Kepala SKK Migas Nomor KEP- 0066/SKKO0000/2013/S0 tentang Perubahan Ketentuan Buku Kedua Pedoman Tata Kerja Nomor 007-REVISI- II/PTK/I/2011 tentang Pengelolaan Rantai Suplai Kontraktor Kontrak Kerja Sama
  • 33.
  • 34.
    Jenis Permintaan Pengadaan οƒ˜Standar Requisition Formulir permintaan standar yang memuat kebutuhan barang dan jasa (Apa, Berapa banyak, dan Kapan). οƒ˜ Electronic Requisition Permintaan kebutuhan secara elektronik (on-line). οƒ˜ Bill of Material Daftar kebutuhan material yang berisikan semua informasi material dan komponen yang dibutuhkan untuk tujuan produksi dan pelaksanaan proyek. οƒ˜ System Generated Requisition Sistem pelaksanaan secara intergrasi mulai dari perencanaan, rencana kebutuhan material, produksi, sampai dengan penjualan atau penyelesaian pekerjaan. οƒ˜ Traveling Requisition (Permintaan berdasarkan catatan) Stock Card memuat catatan tentang jumlah yang diterima, jenis barang, sumber pengadaan, dilengkapi oleh pemakai dengan jumlah yang dibutuhkan dan waktu diperlukan. οƒ˜ Stock Review dan Control Data pemakaian dan formula penentuan kebutuhan.
  • 35.
    Source Supplier β€’ Satusumber pengadaan – Single Source. β€’ Sumber pengadaan tunggal – Sole Source. β€’ Sumber pengadaan ganda – Multiple Source. β€’ Suplai terintegrasi – Integrated Supply.
  • 36.
    Informasi Sumber Pengadaan οƒΌBuyer’s Guide. οƒΌ Business Directories. οƒΌ Telephone Directories. οƒΌ Chamber of Commerce. οƒΌ Asosiasi Industri dan Profesi. οƒΌ Pameran Industri dan Perdagangan οƒΌ Sales Persons. οƒΌ Government Sources. οƒΌ Sumber Internasional. οƒΌ Direct Marketing. οƒΌ Merchandise Market. οƒΌ Internal User Departement. οƒΌ Sarana Internet.
  • 37.
    Strategic Sourcing Keputusan Pengadaan KeputusanPengadaan didasarkan pada: – Strategi Operasional. ________________________________________ – Strategi Keuangan. ________________________________________ – Strategi Pemasaran. ________________________________________ – Strategi Persediaan. ________________________________________
  • 38.
    β€’ Ketersediaan Kapasitas β€’Keahlian β€’ Pertimbangan kualitas β€’ Permintaan β€’ Biaya β€’ Strategi Faktor-fakor penentuan Make or Buy
  • 39.
    Strategic Sourcing β€’ Buatatau Beli – Pertimbangan untuk membuat sendiri atau membeli barang dan jasa, didasarkan pada perhitungan: FCM + VCM (BEP) = FCB + VCB (BEP) – Contoh. Cost Make Buy Fixed Rp. 25,000,000 Rp. 5,000,000 Variabel Rp. 500,000 Rp. 600,000 Total Cost Make = Total Cost Buy 25,000,000+500,000 BEP = 5,000,000+600,000 BEP 100,000 BEP = 20,000,000 BEP = 200 units.
  • 40.
    Strategic Sourcing β€’ Sewaatau Beli – Pertimbangan Sewa atau Beli. ________________________________________ ________________________________________ ________________________________________ – Kelebihan Sewa atau Beli. ________________________________________ ________________________________________ ________________________________________
  • 41.
    Strategic Sourcing Procurement LifeTime 9 Langkah Procurement Life Time: 1. Melaksanakan informasi tentang sumber pengadaan tersedia. 2. Melaksanakan Request for Quotation (RFQ), Request for Proposal (RFP), dan Request for Information (RFI). 3. Melaksanakan prakualifikasi terhadap kemampuan teknis dan management untuk 4. Melaksanakan proses tender. 5. Melaksanakan negosiasi. 6. Melaksanakan pembuatan dan penandatangan kontrak. 7. Melaksanakan proses pelaksanaan pekerjaan, pengiriman, penerimaan, pelatihan dan pembayaran. 8. Melaksanakan pemakaian dan pemeliharaan. 9. Melaksanakan pergantian dan pengadaan kembali.
  • 42.
    Strategic Sourcing Procurement LeadTime Keseluruhan waktu yang dibutuhkan untuk proses pengadaan barang, mulai sejak barang diminta sampai dengan barang tiba di gudang/lokasi pemakai dan siap pakai. Procurement Lead Time dibagi menjadi 2 sisi: β€’ Kategori lead time pengadaan. β€’ Waktu sejak penerbitan PO.
  • 43.
    Strategic Sourcing Value Analysisvs Outsourcing β€’ Value analysis – Pengujian fungsi-sungsi komponen dan material yang dibeli dalam usaha untuk menurunkan biaya dan memperbaiki kinerja. β€’ Outsourcing – Pembelian barang-barang atau jasa dari sumber luar/lain dari pada membuat atau menyediakannya dalam bentuk in-house.
  • 44.
    Strategic Sourcing Faktor-Faktor Outsourcing β€’Biaya untuk make vs. buy β€’ Stabilitas dalam permintaan. β€’ Kualitas dari supplier β€’ Menjaga pengendalian ketat. β€’ Tersedianya kapasitas pada saat tidak jalan.
  • 45.
    Strategic Sourcing Faktor-Faktor Outsourcing β€’Lead times untuk setiap alternatif β€’ Siapa mempunyai paten, keahlian, dll. β€’ Stabilitas teknologi β€’ Konsitensi/pertentangan dengan operasi sekarang.
  • 46.
    Strategic Sourcing β€’ ApresiasiProduk Dalam Negeri β€’ Pengadaan berbasis Lingkungan (Green Procurements). β€’ Sistem Pengadaan Kontemporer. – E – procurement. – Procurement Card. – Electronic Reverse Auction (E-RA). – Call Off Order (Pemasokan berdasarkan Perintah). – Price Agreement (Perjanjian Harga).
  • 47.
  • 48.
    Purchase Planning β€’ Kebutuhanbarang dan jasa – jumlah & spesifikasi. β€’ Target yang akan dicapai. β€’ Anggaran dan biaya pengadaan. β€’ Penyiapan dokumen pengadaan. β€’ Analisis pasar. β€’ Sumber pengadaan. β€’ Metode pengadaan. β€’ Tender – evaluasi – negosiasi dan kontrak. β€’ Transportasi. β€’ Inspeksi dan pengawasan mutu. β€’ Hubungan kemitraan dengan pemasok. β€’ Peningkatan produk dalam negeri. β€’ Serah – terima pekerjaan. β€’ Pelaporan.
  • 49.
    Spesifikasi Pengadaan β€’ Spesifikasiteknis Barang. β€’ Spesifikasi teknis pekerjaan Jasa Konstruksi. β€’ Spesifikasi teknis pekerjaan Jasa Konsultasi. β€’ Spesifikasi teknis pekerjaan Jasa Lainnya.
  • 50.
    Biaya Pengadaan Komponen biayapekerjaan pengadaan barang dan jasa meliputi: β€’ Pekerjaan pengadaan barang. β€’ Pekerjaan jasa konstruksi. β€’ Pekerjaan jasa konsultasi β€’ Pekerjaan jasa lainnya. Ini semua tercantum dalam formulir TKDN.
  • 51.
    Biaya Pengadaan Formulir TKDN KOMPONENBIAYA KDN KDL TOTAL (COST COMPONENT) % Rp. / US$ b c d e = b/d f = d x e Material Pembantu Rp. - - 0% - (Material Used) US$ Peralatan dan Fasilitas Kerja Rp. - - - 0% - (Equipments) US$ Tenaga Kerja dan Konsultan Rp. - - - 0% - (Personnel) US$ Manajemen Rp. - - - 0% - (Management) US$ Jasa Umum, dll. Rp. - - - 0% - (Other Services) US$ JUMLAH BIAYA (βˆ‘ I s/d V) Rp. - - 100% - (TOTAL COST) US$ KOMPONEN BUKAN BIAYA Rp. - (NON COMPONENT COST) US$ JUMLAH NILAI PENAWARAN Rp. - (TOTAL QUOTED PRICE) US$ Catatan/Note: l Biaya komponen dalam negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari produsen dalam negeri dan atau dikerjakan oleh WNI/perusahaan nasional. l Biaya komponen luar negeri adalah biaya komponen yang dibeli dari luar negeri, dimiliki oleh produsen luar negeri atau dimiliki oleh orang/perusahaan asing atau dikerjakan oleh oramg/perusahaan asing. l Perhitungan TKDN dilakjukan oleh penyediaan jasa. COLL BID NO. __________________________ (Nama Pekerjaan) PERHITUNGAN TINGKAT KOMPONEN DALAM NEGERI, JASA / LAINNYA. DOMESTIC CONTENT CALCULATION - SERVICES B IV V VI I II NAMA PENYEDIA BARANG / JASA PT. ONE UTAMA A TKDN (a) Rp. / US$ NAMA REKANAN NAMA PENANGGUNG JAWAB III C % TKDN Jasa = % TKDN Jasa = Jumlah biaya total (A,VI,d) - Biaya Komponen Luar Negeri Jumlah biaya total (A,VI,d) = 100% Jumlah biaya komponen dalam negeri| (A, V, b) Jumlah biaya total (A,VI,d) = 100%
  • 52.
    Strategi Pengadaan Tujuan daristrategi pengadaan: β€’ Mengetahui profil pasar. β€’ Menentukan jumlah sumber pengadaan. β€’ Mengetahui kerjasama yang sesuai. β€’ Menentukan jenis kontrak. β€’ Menentukan cara dan metode pengadaan.
  • 53.
    Strategi Pengadaan Model PosisiPengadaan Kegunaan model posisi pengadaan: β€’ Menggambarkan profil barang dan jasa yang diperlukan. β€’ Dampak bila items tidak dipenuhi. β€’ Peluang dan resiko pengadaan. RISK VALUE
  • 54.
  • 55.
    Strategi Pengadaan Model PosisiPengadaan Kegunaan model posisi pengadaan: β€’ Menggambarkan profil barang dan jasa yang diperlukan. β€’ Dampak bila items tidak dipenuhi. β€’ Peluang dan resiko pengadaan. RISK VALUE ROUTINE BOTTLENECK LEVERAGE CRITICAL / STRATEGIC
  • 56.
    Strategi Pengadaan Model PersepsiSupplier (Pemasok) DAYA TARIK VALUE MARGINAL DEVELOP EXPLICIT CORE
  • 57.
    Strategi Pengadaan Model PersepsiSupplier (Pemasok) Marginal: β€’ Motivasi pemasok rendah. β€’ Potensi pengembangan kecil. β€’ Transaksi sebagai bisnis sampingan. Exploit: β€’ Nilai pengadaan besar, tapi pemasok tidak tertarik adakan kerjasama jangka panjang. β€’ Pemasok tidak ambisi untuk menjadi klien utama. Develop: β€’ Nilai pengadaan kecil, tapi pemasok senang. β€’ Mengembangkan hubungan kemitraan dan jangka panjang. Core: β€’ Kerjasama merupakan bisnis inti dan utama. β€’ Membina hubungan kemitraan (partnership).
  • 58.
    Karakteristik Pengadaan Resiko PemasokNilai Daya Tarik Routine Leverage Bottleneck Critical
  • 59.
    Karakteristik Pengadaan Resiko PemasokNilai Daya Tarik Routine Rendah Banyak Rendah Rendah Leverage Rendah Banyak Tinggi Tinggi Bottleneck Tinggi Sedikit Rendah Rendah Critical Tinggi Sedikit Tinggi Tinggi
  • 60.
    Kriteria Kontrak Pengadaan a.Spot Procure – Mudah bertransaksi – Tidak ada hubungan khusus. – Bukan barang kebutuhan utama. – Produk standar. b. Fixed Contract – Ruang lingkup, jumlah, spesifikasi, dan harga jelas. – Kebutuhan sering dan jumlah dapat diprediksi. c. Long-term Contract – Fixed contract yang berjangka panjang. d. Partnership (Kemitraan) – Saling percaya. – Mempunyai tujuan yang sama. – Fokus pada biaya, bukan harga. – Perjanjian jangka panjang. – Sharing risk.
  • 61.
    Kriteria Kontrak Pengadaan Kontrakyang sesuai: β€’ Routine – Marginal : ________________ β€’ Routine – Develop : ________________ β€’ Leverage – Exploit : ________________ β€’ Leverage – Core : ________________ β€’ Bottleneck – Develop : ________________ β€’ Critical/Strategic – Core : ________________
  • 62.
    Kriteria Kontrak Pengadaan Kontrakyang sesuai: β€’ Routine – Marginal : Spot Procure β€’ Routine – Develop : Long-term Contract β€’ Leverage – Exploit : Spot Procure β€’ Leverage – Core : Fixed Contract β€’ Bottleneck – Develop : Long-term Contract β€’ Critical/Strategic – Core : Partnership
  • 63.
    Kriteria Kontrak Pengadaan MeningkatkanVALUE & Menurunkan RESIKO: 1. Meningkatkan VALUE. – ___________________________________________ ___________________________________________ – ___________________________________________ ___________________________________________ – ___________________________________________ 2. Menurunkan RESIKO. – ___________________________________________ – ___________________________________________ – ___________________________________________
  • 64.
    Kriteria Kontrak Pengadaan MeningkatkanVALUE & Menurunkan RESIKO: 1. Meningkatkan VALUE. – Menggabungkan permintaan item yang sama dalam 1 kontrak pengadaan. – Menggabungkan permintaan dari beberapa unit bisnis. – Membeli item secara bersama-sama. 2. Menurunkan RESIKO. – Standarisasi item. – Sumber pengadaan yang tepat. – Tingkatkan kompetensi pemasok.
  • 65.
    Terobosan Strategi Pengadaan β€’Value Engineering. β€’ Supplier early involvement. β€’ Spesifikasi tepat. β€’ Vendor relationship. β€’ E-Procurement β€’ Pengadaan berbasis kemitraan dan sharing facilities. β€’ Pengadaan jumlah besar. β€’ Memperpendek jalur birokrasi. β€’ Meningkatkan kemampuan negosiasi. β€’ Pengadaan langsung ke produsen. β€’ Prakualifikasi pemasok yang ketat. β€’ Spesifikasi lengkap, rinci, sesuai dengan perkembangan.
  • 66.
  • 67.
    Pentingnya pengendalian persediaan 1.Mengurangi investasi inventory 2. Memperbesar kepuasan pelanggan 3. Memperbesar efisiensi orang dan mesin 4. Memperbesar profit 5. Tidak setiap waktu dapat diadakan
  • 68.
    PENGENDALIAN INVENTORY ABC ANALYSISEOQ ο‚© Analisa pembagian persediaan kedalam tiga kelompok berdasarkan volume tahunan dalam jumlah uang. ο‚© Pemanfaatan prinsip pareto, yang menyatakan ada beberapa yang penting dan banyak yang tidak penting. Perhitungan untuk menentukan jumlah yang akan di pesan atau di buat dengan memperhitungkan biaya yang seekonomis mungkin untuk pengadaan
  • 69.
    Langkah Analisa ABC 1.Kalkulasi pemakaian tahunan dalam unit untuk setiap itemnya 2. Penggunaan yang berulang dengan biaya per unit untuk menentukan pemakaian tahunan dalam rupiah / $ 3. Buat ranking pemakaian tahunan dalam rupiah /$ dari tertinggi sampai terendah 4. Lakukan ABC kategori Klasifikasi A. Amount (value) 65 – 80 %, item 5 – 20 % B. Amount (value) 30-15 %, item 30 - 40 % C. Amount (value) 5 - 10 %, item 40 - 70 %
  • 70.
    A. Amount 65%, item 5 % B. Amount 30%, item 30 % C. Amount 5 %, item 65 %
  • 71.
    ANALISA ABC INVENTORY No.Part Jumlah Unit Biaya / Unit ($) Total Biaya ($) 1 1100 2 2,200 2 600 40 24,000 3 100 4 400 4 1300 1 1,300 5 100 60 6,000 6 10 25 250 7 100 2 200 8 1500 2 3,000 9 200 2 400 10 500 1 500 Total 5510 $38,250 Bila diketahui data selama 1 tahun dibawah ini: 1. Kalkulasikan dalam penggunaan biaya dalam setahun.
  • 72.
    ANALISA ABC INVENTORY No.Part Total Biaya ($) Kumulatif Biaya ($) Kumulatif Biaya (%) Kumulatif item (%) Class 2 24,000 24,000 62.75 10 A 5 6,000 30,000 78.43 20 A 8 3,000 33,000 86.27 30 B 1 2,200 35,200 92.03 40 B 4 1,300 36,500 95,42 50 B 10 500 37,000 96.73 60 C 9 400 37,400 97.78 70 C 3 400 37,800 98.82 80 C 6 250 38,050 99.48 90 C 7 200 38,250 100 100 C 2. Buat daftar items, kalkulasikan kumulatifnya. 3. Klasifikasikan sesuai A, B, dan C.
  • 73.
  • 74.
    ANALISA ABC INVENTORY No.Part Jumlah Unit Biaya / Unit ($) 1 1100 2 2 600 550 3 100 150 4 1300 6 5 100 350 6 10 70 7 100 100 8 2200 4 9 200 2 10 500 7 Bila diketahui data selama 1 tahun dibawah ini: 1. Kalkulasikan dalam penggunaan biaya dalam setahun.
  • 75.
    ANALISA ABC INVENTORY No.Part Total Biaya ($) Kumulatif Biaya ($) Kumulatif Biaya (%) Kumulatif item (%) Class 2 24,000 24,000 62.75 10 A 5 6,000 30,000 78.43 20 A 8 3,000 33,000 86.27 30 B 1 2,200 35,200 92.03 40 B 4 1,300 36,500 95,42 50 B 10 500 37,000 96.73 60 C 9 400 37,400 97.78 70 C 3 400 37,800 98.82 80 C 6 250 38,050 99.48 90 C 7 200 38,250 100 100 C 2. Buat daftar items, kalkulasikan kumulatifnya. 3. Klasifikasikan sesuai A, B, dan C.
  • 76.
    Klasifikasi A. Amount 70%, item 10 % B. Amount 20%, item 20 % C. Amount 10 %, item 70 %
  • 77.
    Hubungan biaya dalampersediaan Carrying Cost Cost Lot Sizing Fixed cost Cost Lot Sizing EOQ Total Cost Cost Lot Sizing Fixed cost minimum Cost Ordering Cost Lot Sizing
  • 78.
    Economic Order Quantity Units; E OQ = 2 US IC U = Pemakaian tahunan dalam unit S = Set up atau biaya order I = Inventory carrying cost C = Unit cost
  • 79.
    Economic Order Quantity Dollars; E OQ = 2 AS I A = Pemakaian tahunan dalam dollars (US $ ) S = Set up atau biaya order I = Inventory carrying cost
  • 80.
    Economic Order Quantity Diketahui: β€’U = Pemakaian tahunan dalam unit 5,500 β€’ A = Pemakaian dalam dollar $ 60,000 β€’ S = Set up cost / ordering cost $ 100 β€’ I = Inventory carrying cost $ 0,20 β€’ C = Unit cost $ 10
  • 81.
    Economic Order Quantity Units; E OQ = 2 US IC = 2 x 5,500 x 100 = 550,000 0,2 x 10 = 741,62 Set β€’ $ ; E OQ = 2 AS I = 2x $60,000 x 100 = $60,000,000 0,2 = $ 7,745.96
  • 82.
    EOQ-KU KASUS – PERUSAHAANABC. Perusahaan ABC mengumpulkan data-data tahun lalu sehingga diketahui sebagai berikut: pemakaian tahunan produk dalam unit adalah 6500, Pemakaian dalam dollarnya adalah 65000, dan unit biaya adalah $10 setiap unitnya. Biaya-biaya set-up/pemesanan adalah $ 200. Menurut pihak keuangan biaya penyimpanan setiap unitnya adalah $0.02. Hitung EOQnya, baik dalam unit dan dollar.
  • 83.
    Economic Order Quantity Units; E OQ = 2 US IC = 2 x 6,500 x 10 = 550,000 0,2 x 200 = 180.28 Set β€’ $ ; E OQ = 2 AS I = 2x $65,000 x 100 = $60,000,000 0,2 = $ 7,745.96
  • 84.
    Titik pemesanan ulang ReorderPoint = Lead time (waktu tunggu antara pemesanan) x Rata-rata jumlah kebutuhan dalam satu perioda + Safety stock (stock tambahan/pengaman)
  • 85.
    Titik pemesanan ulang Contoh Ada15 Unit stock awal, yang sudah mulai menyusut tapi ada 20 unit yang akan datang pada 3 hari kemudian. Rata-rata kebutuhan 5 unit yang dikirim sehari , merupakan lead time dalam sehari.
  • 86.
    Titik pemesanan ulang 15Unit stock awal, 20 unit yang akan datang pada 3 hari kemudian. Rata-rata kebutuhan 5 unit sehari Penurunan stock 0 1 2 3 4 5
  • 87.
    Titik pemesanan ulang Reorderpoint = 5 Unit x 1 hari + 2 Unit (safety stock) = 7 Units Jika untuk stock awal terdapat 12 Unit, lihat chart dibawah ini 0 1 2 3 4 5 Pertimbangan Per hari 5 Unit,maka Untuk hari pertama 12 Unit - 5 Unit = 7 Unit Pertimbangan dipakai 5 unit hari pertama,hari ke dua sisa 7 unit – 5 unit = 2 unit 0 1 2 3 4 5 7 12 7 Order point
  • 88.
    Titik pemesanan ulang Selanjutnyajika kemudian diorder lagi sebanyak 15 unit, kenaikan inventory menjadi 17 unit Pemakaian per hari 5 unit sisa 12 unit 0 1 2 3 4 hari 17 12 7
  • 89.
  • 90.
    E – Procurement Pengadaansecara elektronik (e-Proc) merupakan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa dengan menggunakan jaringan elektronik (jaringan internet atau intranet) atau electronic data interchange (EDI). Tujuan: β€’ Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas β€’ Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha. β€’ Meningkatkan tingkat efisiensi proses pengadaan. β€’ Mendukung proses monitoring dan audit. β€’ Memenuhi kebutuhan akses informasi terkini.
  • 91.
    E – Procurement METODEe-Procurement: β€’ e-Tendering. β€’ e-Bidding. β€’ e-Catalogue. β€’ e-Purchasing.
  • 92.
    CONTOH REGULASI E-PROCUREMENT StandardDokumen Perpres 54/2010 jo Perpres 70/2012 Perka LKPP 2/2010 LPSE Perka LKPP 18/2012 e-Tendering Syarat Ketentuan Aplikasi Buku Panduan Aplikasi SOP/SLA Perka LKPP 17/2012 e-Purchasing Syarat Ketentuan Aplikasi Buku Panduan Aplikasi
  • 93.
    Tata cara pemilihanpenyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan secara elektronik dengan cara menyampaikan 1 (satu) kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan. E-TENDERING
  • 94.
    No. Ketentuan Perubahan Perka 1/2011Perka 18/2012 1. Penyusunan jadwal tahapan pemilihan Penyusunan jadwal pemilihan untuk pengumuman, Pengambilan (download) dokumen lelang dan pemasukan penawran menggunakan hari kalender dan menghiraukan jam kerja β€’ Penyusunan jadwal pemilihan berdasarkan hari kalender dengan memperhatikan jam dan hari kerja untuk tahapan: - Pemberian penjelasan - batas akhir pemasukan penawaran - pembukaan penawaran - Pembuktian kualifikasi - Batas akhir sanggah/sanggah banding b. Wajib mengalokasikan minimal 2 hari kerja untuk tahapan pemasukan dokumen penawaran (yang memerlukan jaminan penawaran) dan sanggah banding KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
  • 95.
    No. Ketentuan Perubahan Perka 1/2011Perka 18/2012 2. Pemberian Penjelasan β€’ ULP tidak perlu membuat BAPP (tidak ada klausul bahwa tanya jawab merupakan BAPP) β€’ Tidak ada klausul mengenai pemberian informasi penting oleh pokja terkait dokumen lelang (tanpa harus ada pertanyaan dari peserta) β€’ Kumpulan tanya jawab yang dilakukan melalui aplikasi SPSE merupakan Berita Acara Pemberian Penjelasan, sehingga pokja ULP tidak perlu membuat BAPP tersendiri. β€’ Pokja ULP dapat memberikan informasi penting terkait dokumen lelang β€’ Apabila ada Perubahan (addendum) Dokumen Pengadaan maka addendum diunggah pada aplikasi SPSE dengan batas akhir 2 hari sebelum tahap pemasukan dokumen penawaran berakhir KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
  • 96.
    No. Ketentuan Perubahan Perka 1/2011Perka 18/2012 3. Pemasukan Kualifikasi penyedia dilarang memasukan softcopy data kualifikasi pada fasilitas unggahan lain Menghapus klausul β€œpenyedia dilarang memasukan softcopy data kualifikasi pada fasilitas unggahan lain” Catatan: β€’ Penyedia wajib mengisi form isian data kualifikasi. β€’ Sistem tidak akan melanjutkan proses pengiriman data kualifikasi apabila form isian data kualifikasi tidak diisi oleh penyedia β€’ Sistem tidak akan mengirimkan scan dokumen data kualifikasi yang diupload pada data penyedia kepada Pokja. KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
  • 97.
    No. Ketentuan Perubahan Perka 1/2011Perka 18/2012 4. Pembukaan Dokumen Penawaran Belum mengatur kriteria yang dianggap penawaran. β€’ Mengatur kriteria sebagai penawaran yang masuk, yaitu: Satu file: harga penawaran, jangka waktu penawaran, dan dekripsi/spesifikasi barang/jasa yang ditawarkan. Dua file atau dua tahap: harga penawaran, daftar kuantitas dan harga untuk kontrak harga satuan/gabungan, jangka waktu penawaran, dan dekripsi/spesifikasi barang/jasa yang ditawarkan KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
  • 98.
    No. Ketentuan Perubahan Perka 1/2011Perka 18/2012 5. Pembuktian Kualifikasi Pembuktian dengan meminta seluruh dokumen walaupun penyedia tsb sudah pernah mengerjakan pekerjaan sejenis. Menambahkan klasusul: Pokja ULP tidak perlu meminta seluruh dokumen kualifikasi calon pemenang atau penyedia barang/jasa yang lulus prakualifikasi untuk dilakukan pembuktian kualifikasi, apabila calon pemenang atau penyedia barang/jasa yang lulus prakualifikasi sudah pernah melaksanakan pekerjaan yang sejenis, sama kompleksitasnya pada instansi yang bersangkutan KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
  • 99.
    No. Ketentuan Perubahan Perka 1/2011Perka 18/2012 6. Sanggahan β€’ Belum mengatur sanggahan secara offline β€’ Belum mengatur bahwa penyedia yang menyanggah adalah penyedia yang memasukan penawaran a. Dalam hal terjadi gangguan teknis/keadaan kahar yang menyebabkan peserta pemilihan tidak dapat mengirimkan sanggahan secara online melalui aplikasi SPSE dan/atau panitia pengadaan tidak dapat mengirimkan jawaban sanggah secara online melalui aplikasi SPSE maka sanggahan dapat dilakukan diluar aplikasi SPSE (offline) b. Penyedia yang tidak memasukan penawaran tidak dapat mnyanggah KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
  • 100.
    No. Ketentuan Perubahan Perka 1/2011Perka 18/2012 7. Jaminan Penawaran Masih mensyaratkan jaminan penawaran β€’ jaminan penawaran pada E-Tendering dengan metode E-Lelang tidak diperlukan untuk: a. pengadaan barang/jasa yang memiliki nilai paling tinggi Rp. 2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah;atau b. Pengadaan barang/jasa yang tidak menimbulkan risiko apabila pemenang mengundurkan diri menyebabkan pekerjaan tidak dapat diselesaikan tepat pada waktunya b. jaminan penawaran asli untuk pasca kualifikasi, disampaikan pada saat pembuktian kualifikasi dan untuk prakualifikasi, disampaikan sebelum penetapan pemenang. KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
  • 101.
    No. Ketentuan Perubahan Perka 1/2011Perka 18/2012 8. SPPBJ Belum mengatur PPK untuk menginput data SPPBJ pada aplikasi SPSE β€’ PPK menerbitkan SPPBJ secara manual β€’ PPK mengunggah Hasil Pemindaian (scan) SPPBJ dan mengirimkan kepada penyedia barang/jasa melalui aplikasi SPSE 9. Kontrak Belum PPK untuk menginput data Kontrak pada aplikasi SPSE β€’ Kontrak dibuat secara manual β€’ PPK menginputkan data kontrak pada aplikasi SPSE KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
  • 102.
    No. Ketentuan Perubahan Perka 1/2011Perka 18/2012 10. Konsorsium Dalam hal konsorsium, yang dapat mendaftar lelang diperbolehkan leadfirmnya saja β€’ Dalam hal konsorsium leadfirm dan/atau mitranya boleh mendaftar lelang, namun yang memasukan kualifikasi dan dok penawaran hanya leadfirm. 11 Tindak lanjut proses pemilihan jika terjadi gangguan teknis/keadaan kahar Tidak mengatur perubahan jadwal -Mengatur untuk diperbolehkan menyesuaikan jadwal -Dapat membuat dan melaksanakan solusi alternatif terhadap hal lain yang tidak bisa diakomodir atau terfasilitasi dalam aplikasi SPSE serta wajib menuangkan hal tersebut dalam (BAHP)/ (BAHS)/Berita acara lainnya KETENTUAN PERKA 18/2012 (E-TENDERING)
  • 103.
    β€œ e-Purchasing: Tatacara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.” β€œKatalog elektronik: sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga barang tertentu dari berbagai penyedia barang/jasa pemerintah” E-PURCHASING
  • 104.
    1. Pasal 110Perpres 70 Tahun 2012 2. Perka LKPP Nomor 17 Tahun 2012 3. SK Kepala LKPP tentang Penetapan pencantuman barang/jasa KETENTUAN E-PURCHASING
  • 105.
    KETENTUAN PERKA 17/2012 (E-PURCHASING) 1.Ruang Lingkup: β€’ Tata cara penyusunan e-Catalogue β€’ Prosedur E-Purchasing A. Tata cara penyusunan e-Catalogue l Barang/jasa yang dicantumkan pada katalog elektronik ditetapkan oleh Kepala LKPP. l Penyedia yang masuk dalam katalog elektronik adalah penyedia yang telah menandatangani kontrak payung dengan LKPP l Pemilihan penyedia barang/jasa dalam kontrak payung dapat dilaksanakan dengan lelang/non lelang. l Barang/jasa (spek dan harga) pada e-katalog ditayangkan pada www.e-katalog.lkpp.go.id
  • 106.
    KETENTUAN PERKA 17/2012 (E-PURCHASING) B.Prosedur E-Purchasing Dilaksanakan melalu aplikasi e-Purchasing pada SPSE Ketentuan e-Purchasing: 1. Prosedur e-Purchasing (pada lampiran perka 17/2012) 2. syarat dan ketentuan penggunaan aplikasi e-purchasing 3. panduan pengguna aplikasi (user guide)
  • 107.
    STANDAR DOKUMEN PENGADAANSECARA ELEKTRONIK I. Dasar Hukum: A. Sebelum Perka 18/2012 tentang E-Tendering: β€œPerka LKPP Nomor 5 Tahun 2011 tentang Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik” B. Pada Perka 18/2012 tentang E-Tendering - Pasal 6: β€œ Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik Melekat pada aplikasi SPSE” - Pasal 7: β€œPerka LKPP Nomor 5 Tahun 2011 dinyatakan tidak berlaku”
  • 108.
    STANDAR DOKUMEN PENGADAANSECARA ELEKTRONIK II. SUBTANSI SDP SECARA ELEKTRONIK 1. Terdiri dari 8 SDP Secara Elektronik 2. Menggabungkan SDP manual berdasarkan jenis pengadaan barang/jasa (barang/pekerjaan konstruksi/jasa konsultansi/ jasa lainnya) dan metode penilaian kualifikasi. 3. Mengelektronikan proses yang ada di sdp manual dan menambahkan ketentuan yang ada di perka 18/2012
  • 109.
    STANDAR DOKUMEN PENGADAANSECARA ELEKTRONIK 4. Menambahkan ketentuan baru yang berbeda dengan SDP manual antara lain: a. ketentuan Jaminan penawaran (dapat/tidak disyaratkan) dan asli wajib disampaikan ke Pokja b. ketentuan Pembuktian kualifikasi (tidak perlu meminta seluruh dokumen apabila penyedia pernah mengerjakan pekerjaan sejenis, sama kompleksitasnya dan pada instansi bersangkutan) c. Menghapus Ketentuan yang mengatur penyedia dapat meminta penjelasan terkait dokumen pengadaan. d. Sanggahan dapat dilakukan offline apabila terjadi keadaan kahar/gangguan teknis e. Dan ketentuan lain sesuai dengan perka 18/2012
  • 110.
    Jenis SDP SDPMANUAL SDP SECARA ELEKTRONIK 1. Barang Pelelangan Umum/Sederhana, Pasca Metode Satu Sampul Sistem Gugur E-Lelang Barang Pasca Kualifikasi Pelelangan Umum, Pasca Metode Dua Sampul Dengan Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis Pelelangan Umum atau Terbatas Pra Satu Sampul Sistem Gugur E-Lelang Barang PraKualifikasi Pelelangan Umum /Terbatas, Pra Dua Sampul Dengan Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis Pelelangan Umum /Terbatas Pra Dua Tahap Dengan Evaluasi Sistem Gugur Pelelangan Umum /Terbatas Pra Dua Tahap Dengan Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis
  • 111.
    Jenis SDP SDPMANUAL SDP SECARA ELEKTRONIK 2. Konstruksi Pelelangan Umum/Pemilihan Langsung, Pasca, Metode Satu Sampul Sistem Gugur E-Lelang Pekerjaan Konstruksi Pasca Kualifikasi Pelelangan Umum, Pasca, Metode Dua Sampul Dengan Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis Pelelangan Umum/Terbatas, Pra, Satu Sampul Sistem Gugur E-Lelang Pekerjaan Konstruksi PraKualifikasi Pelelangan Umum /Terbatas, Pra Dua Sampul Dengan Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis Pelelangan Umum /Terbatas Pra Dua Tahap Dengan Evaluasi Sistem Gugur Pelelangan Umum /Terbatas Pra Dua Tahap Dengan Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis
  • 112.
    Jenis SDP SDPMANUAL SDP SECARA ELEKTRONIK 3. Jasa Lainnya Pelelangan Umum/Sederhana, Pasca, Metode Satu Sampul Sistem Gugur E-Lelang Jasa Lainnya Pasca Kualifikasi Pelelangan Umum, Pasca, Metode Dua Sampul Dengan Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis Pelelangan Umum, Pra Dua Sampul Dengan Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis E-Lelang Jasa Lainnya PraKualifikasi Pelelangan Umum, Pra Dua Tahap Dengan Evaluasi Sistem Gugur Pelelangan Umum , Pra Dua Tahap Dengan Evaluasi Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis
  • 113.
    Jenis SDP SDPMANUAL SDP SECARA ELEKTRONIK 4. Jasa Konsultansi Seleksi Umum/Sederhana, Pasca, Metode Evaluasi Kualitas (Perorangan) E-Seleksi Jasa Konsultansi Perorangan Pasca Kualifikasi Seleksi Umum, Pra Dua Sampul Dengan Evaluasi Sistem kualitas dan biaya E-Seleksi Jasa Konsultansi Badan Usaha, Prakualifikasi Seleksi Umum, Pra Dua Sampul Dengan Evaluasi Sistem kualitas Seleksi Umum, Pra Dua Sampul Dengan Evaluasi Sistem Pagu Anggaran Seleksi Umum/Sederhana, Pra satu Sampul Dengan Evaluasi Sistem Pagu Anggaran
  • 114.
  • 115.
    Acquisition Process KONTRAK Perikatan perjanjianantara dua belah pihak. Bentuk Kontrak: – Surat Perjanjian Borongan (SPB). – Surat Perintah Kerja (SPK). – Surat Pesanan (SP) / Purchase Order (PO) – Surat Perintah Memulai Pekerjaan (Letter of Intent). – Tanpa Kontrak / PO.
  • 116.
    SPB & SPK β€’Surat Perjanjian Borongan, Bentuk kontrak antara Perusahaan Pengguna dengan Penyedia dalam pelaksanaan Pengadaan Jasa. β€’ Surat Perintah Kerja, Bentuk kontrak antara Pengguna dengan Penyedia dalam pelaksanaan pengadaan Jasa Konstruksi dan Jasa Lainnya dengan batasan nilai tertentu.
  • 117.
    PO – SPMP– Tanpa Kontrak β€’ Purchase Order. Bentuk kontrak antara Pengguna dengan Pemasok barang dalam pelaksanaan pengadaan barang. β€’ Surat Perintah Memulai Pekerjaan. Perintah untuk memulai kerja mendahului SPB yang sedang dalam proses penyelesaian atau pekerjaan dalam keadaan mendesak / darurat. β€’ Tanpa Kontrak. Pengadaan barang dan jasa dengan nilai dibawah limitasi tertentu secara cash dan carry, cukup dengan kwitansi.
  • 118.
    Jenis Kontrak 1. KontrakLumpsum 2. Kontrak Harga Satuan 3. Kontrak Terima Jadi 4. Kontrak Persentase 5. Kontrak Tahun Tunggal 6. Kontrak Tahun Jamak 7. Kontrak Pengadaan Tunggal 8. Kontrak Pengadaan Bersama
  • 119.
    CONTRACT DAN PERSETUJUANJAMINAN KUALITAS ISI KONTRAK POIN-POIN KONTRAK SPESIFIKASI Klarifikasi isi persyaratan teknik. HARGA Klarifikasi jumlah, kemasan, kondisi pengiriman, dll. PENGIRIMAN Kondisi Normal & Darurat Pengiriman. JUMLAH Jumlah pengiriman secara normal & darurat. PROSEDUR UNTUK BARANG DEFEK Penyelesaian barang defek yang terjadi. KONDISI PERUBAHAN Respon jika ada perubahan. SISTEM QA Prosedur audit & memberikan data, dll.
  • 120.
    CONTRACT DAN PERSETUJUANJAMINAN KUALITAS β€’ JAMINAN KUALITAS β€’ PELAKSANAAN JAMINAN KUALITAS β€’ STANDAR, SPESIFIKASI, DAN KETENTUAN UNTUK MERUBAH β€’ INSPEKSI οƒ  METODE. β€’ PENANGANAN KERUSAKAN/KEABNORMALAN. β€’ DOKUMEN YANG MENUNJUKAN BAGAIMANA JAMINAN KUALITAS DI JAGA β€’ CATATAN EVALUASI KUALITAS β€’ DIAGNOSA QUALITY CONTROL β€’ DURASI UNTUK MANA PERSETUJUAN DIJEPIT DAN KETENTUAN UNTUK MERUBAH PERSETUJUAN JAMINAN KUALITAS:
  • 121.
    VENDOR SELECTION &BID ANALYSIS METHODS MODUL – 7
  • 122.
    β€’ Pemilihan suppliers. β€’Evaluasi sumber-sumber yang disuplai. β€’ Audit supplier. β€’ Sertifikasi supplier. β€’ Hubungan dengan supplier. Suppliers
  • 123.
    PROSEDUR MEMILIH SUPPLIER 1.INFORMASI UMUM SUPPLIER, 2. PRODUK DAN PRODUKSI SUPPLIER, 3. PRESENTASI & CONTOH PRODUK SUPPLIER 4. KUNJUNGAN KE SUPPLIER, 5. MEMILIH SUPPLIER DARI KRITERIA, 6. AKTUAL KEMAMPUAN DENGAN CONTOH PROTOTYPE YANG KITA INGINKAN.
  • 124.
    β€’ Kualitas danJaminan Kualitas. β€’ Fleksibelitas. – Perubahan Produk atau jasa. β€’ Lokasi. – Lead times dan pengiriman tepat waktu. β€’ Harga. β€’ Stabilitas reputasi dan keuangan. β€’ Catatan lainnya. Faktor-Faktor Pemilihan Supplier
  • 125.
  • 126.
    Supplier sebagai Partner ASPEKPARTNER KEBALIKAN Jumlah supplier Masa hubungan Hubungan Harga rendah Kehandalan Keterbukaan Kualitas Volume bisnis Lokasi Fleksibelitas Satu atau beberapa. Jangka panjang. Penting. Tinggi. Tinggi. Ditanggung oleh sumber. Tinggi Mungkin dekat. Ditekankan untuk L/T pendek. Relatif tinggi. Banyak. Lainnya. Singkat saja. Pertimbangan mayor. Mungkin tidak rendah. Rendah. Inpeksi pembeli. Mungkin – banyak supplier. Tersebar luas. Relatif rendah.
  • 127.
    β€’ Ide-ide daridapat memimpin untuk memperbaiki persaingan: – Menurunkan biaya pengadaan barang. – Menurunkan biaya transportasi. – Menurunkan biaya produksi. – Memperbaiki kualitas produk. – Memperbaiki desain produk. – Menurunkan waktu ke pasar. – Memperbaiki kepuasan pelanggan. – Menurunkan biaya penyimpanan. – Memperkenalkan produk atau jasa baru. Supplier Partnerships
  • 128.
    Procurement Method Metode pemilihanpemasok β€’ Pelelangan umum - Tender β€’ Pelelangan terbatas – Limited Tender. β€’ Pemilihan langsung – Direct Selection. β€’ Penunjukan Langsung – Direct Assignment. β€’ Swakelola – Self–Management.
  • 129.
    Procurement Method Metode seleksiJasa Konsultasi β€’ Seleksi Umum. β€’ Seleksi Terbatas. β€’ Seleksi Langsung. β€’ Penunjukan Langsung – Direct Assignment.
  • 130.
    Harga Perkiraan Sendiri(HPS) Harga Perkiraan Sendiri (HPS)/OE – Owner Estimate berfungsi: β€’ Menilai kewajaran dan rincian harga. β€’ Dasar penetapan batas tertinggi penawaran. β€’ Penetapan nilai jaminan. β€’ Penetapan nilai terrendah penawaran. β€’ Acuan penilaian dalam penetapan pemenang.
  • 131.
    Harga Perkiraan Sendiri(HPS) β€’ Nilai total bersifat terbuka dan tidak rahasia. β€’ HPS disusun dengan memperhitungkan keuntungan dan biaya overhead serta biaya produk dalam negeri. β€’ Rumus: HPS = [Harga Barang PDN + {Harga Barang PLN x (100%+Pb)}] 2 Pb = Presentasi preferensi harga berdasarkan TKDN bagi barang produksi dalam negeri.
  • 132.
    Jenis Permintaan Penawaran β€’Permintaan Penawaran Harga – Request for quotation. β€’ Permintaan Kualifikasi – Request for qualification. β€’ Permintaan Informasi – Request for Informations. β€’ Permintaan Proposal – Request for proposal β€’ Undangan Penawaran – Invitation for bids. β€’ Permintaan Penawaran Informal – Informal Bids/Quotations. β€’ Permintaan Penawaran Alternatif – Alternatif Proposals. β€’ Permintaan Penawaran Elektronik. β€’ Permintaan Penawaran On-line.
  • 133.
    Pre Bids Meeting PoinPenjelasan: _______________________________________ _______________________________________ _______________________________________ _______________________________________ _______________________________________ _______________________________________ _______________________________________
  • 134.
    Penawaran Pemasok -Quotations β€’ Dokumen yang berisi penawaran harga dari pemasok sesuai persyaratan teknis dan administrasi berdasarkan permintaan penawaran dari pengguna. β€’ Metode penyampaian penawaran dimasukkan dalam sampul tertutup (sealed biddings). β€’ Jenis Penawaran: – Penawaran Satu Tahap (one – step Bidding) β€’ Metode satu sampul. β€’ Metode dua sampul. – Penawaran Dua Tahap (Two – steps Bidding).
  • 135.
    Penawaran Tender Penawaran tenderyang dapat diterima adalah yang memenuhi persyaratan: β€’ Spesifikasi harus sesuai. β€’ Sesuai dengan waktu yang ditentukan. β€’ Memenuhi semua persyaratan jaminan tender. β€’ Penawaran yang tidak memenuhi persyaratan akan ditolak.
  • 136.
    Evaluasi Penawaran Tender Faktoryang dievaluasi adalah: β€’ Administrasi. β€’ Teknis. β€’ Analisa Harga dan Biaya: – Harga barang atau jasa. – Biaya administrasi, – Biaya transportasi, – Biaya pemasangan, perawatan, pelatihan dan garansi. – Biaya pemakaian fasilitas perusahaan
  • 137.
    Penentuan Harga β€’ Daftarharga yang diumumkan – Harga tetap atau penentuan awal. β€’ Penawaran kompetitif – e.g. government purchases of standard goods or services β€’ Negosiasi – Transaksi win-win.
  • 138.
    Metode Evaluasi Tender β€’Sistem Gugur β€’ Sistem Nilai (Merrit Point System). β€’ Sistem Passing Grade. β€’ Sistem penilaian biaya selama umur ekonomis β€’ Kombinasi Sistem Gugur dan Nilai.
  • 139.
    Metode Evaluasi Tender Evaluasipenawaran tender Jasa Konsultasi β€’ Metode evaluasi kualitas. β€’ Metode evaluasi kualitas dan Biaya. β€’ Metode evaluasi pagu anggaran. β€’ Metode evaluasi biaya terrendah. β€’ Metode evaluasi penunjukkan langsung
  • 140.
    KEY PERFORMANCE INDICATORS &VENDOR EVALUATION MODUL – 7
  • 141.
    KEY PERFORMANCE INDICATORS Top5 KPI Procurement: β€’ % Perfect purchase order rate. β€’ $ Negotiated cost reduction savings. β€’ % Supplier on-time delivery. β€’ % Purchase spend from sales revenue. β€’ % Cost reduction savings in procurement.
  • 142.
    EVALUASI SUMBER-SUMBER PENYUPLAI β€’Vendor analysis: Pengevaluasian sumber- sumber yang disuplai dalam kaitan dengan harga, kualitas, reputasi dan jasa. Contoh indikator yang di analisa: HARGA. KUALITAS. JASA. LOKASI. KEBIJAKAN STOK. FLEKSIBILITAS.
  • 143.
  • 144.
  • 145.
    β€’ Negosiasi adalahsuatu konfrontasi menang-kalah. β€’ Sasaran utama adalah memperoleh harga yang rendah. β€’ Setiap negosiasi adalah suatu transaksi yang terisolasi. Mitos Negosiasi dalam Pembelian
  • 146.
    Proses untuk mencapaikesepakatan dengan memperkecil perbedaan serta mengembangkan persamaan guna meraih tujuan bersama yang saling menguntungkan. NEGOSIASI
  • 147.
    Negosiasi merupakan suatuproses : Kemungkinan proses awal dan akhir berlangsung lama dan lebih penting NEGOSIASI Diawali dengan langkah-langkah awal, saling bertukar konsesi, sampai akhirnya mencapai kesepakatan dan kegiatan tindak lanjut yang diperlukan
  • 148.
    Sikap Konsesi Skala TAWAR MENAWAR NEGOSIASI Untung- Rugi Berbeda Tetap Sama-sama Dipertukarkan Berkembang TAWAR MENAWAR VS NEGOSIASI NEGOSIASI
  • 149.
    6 TAHAP 1. PENDAHULUAN: Persiapan-persiapan sebelum Negosiasi dimulai. 2. KEDUDUKAN AWAL : Masing-masing pihak menentukan titik awal untuk tawaran, ataupun permintaan tawaran. 3. PERTUKARAN KONSESI : Kegiatan-kegiatan β€œmenerima dan memberi” NEGOSIASI
  • 150.
    6 TAHAP 4. KOMPROMI: Masing-masing pihak telah cukup saling mendekati, sehingga perbedaan yang masih ada dapat diabaikan. 5. KESIMPULAN : Kompromi dan konsesi dikonsolidasikan dan dicapai persetujuan. 6. TINDAK LANJUT : Usaha untuk memastikan bahwa persetujuan dikonfirmasikan dan dilaksanakan. NEGOSIASI
  • 151.
    DASAR-DASAR NEGOSIASI 1. Keterampilandan kualitas pribadi 2. Pengetahuan dan Informasi 3. Sumber kekuatan 4. Strategi dan Taktik 5. Tahapan Tindakan NEGOSIASI
  • 152.