Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

82192446 gardu-distribusi

9,471 views

Published on

  • Be the first to like this

82192446 gardu-distribusi

  1. 1. GARDU DISTRIBUSIA. PendahuluanPengertian umum yang dimaksud dengan Gardu Distribusi adalah suatu tempat/ bangunan instalasi listriyang didalamnya terdapat alat-alat : Pemutus, penghubung, pengaman dan trafo distribusi untukmendistribusikan tenaga listrik sesuai dengan kebutuhan tegangan konsumen. Peralatan-peralatan iniadalah untuk menunjang mencapai pendistribusian Tenaga Listrik secara baik yang mencakupkontinuitas pelayanan yang terjamin, mutu yang tinggi dan menjamin keselamatan bagi manusia. FungsiGardu Distribusi Adalah Sebagai Berikut :1. Menyalurkan/ meneruskan tenaga listrik tegangan menengah ke konsumen tegangan rendah.2. Menurut tegangan menengah menjadi tegangan rendah selanjutnya disalurkan kekonsumentegangan rendah.3. Menyalurkan/ meneruskan tenaga listrik tegangan menengah ke gardu distribusi lainnya dan ke garduhubung.Gardu Kios Gardu kios adalah Gardu Distribusi yang pembangunannya bisanya bersifat untuksementara saja selama ada rehabilitasi gardu. Bangunannya terdiri dari rangka besi dan dindingnya dariSeng serta lantainya biasanya terbuat dari kayu atau beton. Ruangan pada gardu ini terdiri dari 3 bagian,yaitu :- Ruangan Tegangan Menengah- Ruang Trafo- Ruang Tegangan RendahGardu Beton/ Tembok Sesuai dengan namanya maka gardu ini ter buat dari beton. Type dari bagunanini bermacam-macam sesuai dengan lokasi dan kebutuhan . Kapasitas transformator yang dipasang padagardu ini dapat lebih besar dibandingkan dengan gardu-gardu sebelumnnya yang sudah dijelaskan.Jumlah Trafo yang dapat ditampung dalam gardu ini dapat lebih dari 1 buah, dimana hal ini bargantungdari kebutuhan dan lokasi yang ada. Kapasitas trafo yang paling besar untuk gardu ini adalah 400 KVAs/d 630 KVA tetapi ada pula tempat-tampat tertentu trafo mancapai 1000 KVA. Oleh karenakemampuannya yang cukup besar maka pembangunan gardu ini biasanya dilaksanakan pada daerah-daerah yang mempunyai kepadatan lebih besar/ daerah kawasan industri. Pada gardu beton jenis yanglama biasanya ruangan tegangan menengah, ruangan trafo dan ruangan tegangan rendah dipisahkanoleh skat tembok atau terali kawat. Jenis gardu ini biasanya disebut jenis Open Type. Sedangkanbangunan beton yang baru sekat-sekat tak ada dimungkinkan karena instalasi tegangan menengah adadalam kontak yang tertutup yang biasanya disebut cubikel sehingga lebih aman dan mudah dalampengoprasian dan hemat tempat. Karena peralatan tegangan menengah berada didalam cubikel makagardu beton ini gardu beton Close type. Perlengkapan yang ada pada gardu ini antara lain :
  2. 2. - Cubikel- Rak Tegangan Rendah - Dan lain-lainPeralatan Yang Digunakan Rak TR untuk 4 jurusan Berfungsi untuk, setelah tegangan ke Rak TRselanjutnya tegangan didistribusikan dengan melalui jurusan-jurusan yang sudah terbagi-bagi, padajurusan ini ada sebanyak 4 buah (namun ada juga yang sampai 8 jurusan). Penyekat/ Batas untuk RakTrafo Berfungsi sebagai, pemisah/ pembatas antara tempat (trafo yang satu dengan yang lainnya agartidak keliru), juga demi keselamatan kerja, perawatan trafo. Handle utama Berfungsi sebagaipenghubung tegangan dari AS trafo dengan kemampuan 400 A, juga berfungsi sebagai pengaman yangsudah dilengkapi dengan sekring / fuse untuk mengamankan trafo. Lemari Hitung Berfungsi sebagai,lemari penghubung yang disalurkan dari gardu induk yang menghasilkan tagangan Kilo Volt dan lemarihitung dapat dipakai sebagai pusat beban atau daya. Kubikel Kubikel sering disebut juga lamari TM yangberfungsi langsung sebagai alat penghubung dan pemutus antara tegangan menengah (TM) atau arusyang masuk ke trafo (gardu yang lain). Transformator Yang Digunakan :1. Transformator Tegangan Transformator tegangan berfungsi sebagai penurun tegangan tinggi/menengah menjadi tegangan rendah untuk besaran ukur sesuai dengan alat-alat ukur.2. Transformator Arus Transformator arus berfungsi untuk menurunkan arus besar pada tegangantinggi/ menengah menjadi arus kecil pada tegangan rendah untuk besaran ukur, sesuai alat-alat ukur.3. Kombinasi transformator Arus dan Tegangan Yaitu suatu mesin listrik statis yang bekerja dengan kerasdan azas induksi yang berguna untuk mentransfer tenaga dari kumparan sekunder dengan disertaiperubahan arus dan tegangan sesuai dengan perbandingan transformator, tetapi frekwensinya tetap.ArresterArrester petiratau disingkat Arrester adalah suatu alat pelindung bagi peralatan tenaga listrikterhadapsuraya petir. Alat pelindung terhadap gangguan surya ini berfungsi melindungi sistem tenaga listrikdengan cara membatasi surja tegangan yang lebih dasn mengalirkannya ketanah. Berhubung denganfungsinya itu ia harus dapat menahan tegangan sistem 50 Hz untuk waktu yang tak terbatas dan harusdapat melewatkan surja arus ketanah tanpa mengalami kerusakan. Ia berlaku sebagai jalan pintassekitar isolasi. Arrester membentuk jalan yang mudah untuk dilalui arus kilat atau petir, sehingga tidaktimbul tegangan lebih yang tinggi pada peralatan. Selain melindungi peralatan dari tegangan lebih yangdiakibatkan tegangan lebih external, arrester juga melindungi peralatan yang diakibatkan oleh teganganlebih internalseperti surja hubung, selain itu arester juga merupakan kunci dari koordinasi isolasi suatusistem tenaga listrik. Bila surja (surge) datang ke gardu induk arrester bekerja melepaskan muatan listrik(discharge) serta mengurangi tegangan abnormal yang akan mengenai peralatan gardu induk.Prinsip Kerja Arrester Pada prinsipnya arrester membentuk jalan yang mudah dilalui oleh petir, sehinggatidak timbul tegangan lebih yang tinggi pada peralatan. Pada kondisi normal arrester berlaku sebagaiisolator tetapibila timbul surja arrester berlaku sebagai konduktor yang berfungsi melewatkan aliran
  3. 3. arus arus yang tinggi ke tanah. Setelah Surja itu hilang arrester harus dengan cepat kembali menjadiisolator. Pada pokoknya arrester ini terdiri dari dua unsur, yaitu :1. Sela api (spark gap)2. Tahanan kran (valve resistor)Keduanya dihubungkan secara seri. Batas atas dan bawah dari tegangan percikan ditentukan olehtegangan sistem maksimum dan oleh tingkat isolasi peralatan yang dilindungi. Seringkali masalah inidapat dipecahkan hanya dengan menerapkan cara-cara khusus pengaturan tegangan (voltage control)oleh karena itu sebenarnya arrester terdiri dari tiga unsur diantaranya, yaitu :1. Sela api (spark gap)2. Tahanan kran (valve resistor)3. Tahanan katup dan sistem pengaturan atau pembagian tegangan (grading sistem).Macam-macam arrester Arrester yang diketahui terdiri dari dua jenis, yaitu :1. Arrester jenis ekspulsi ( expulsion type) atau tabung pelindung( protektor tube)2.Arrester katup (value type)Arrester jenis ekspulsi atau tabung pelindung Pada prinsipnya terdiri dari sela percik yang ada dalamtabung serat dan sela percik batang yang ada diluar udara atau disebut juga sela seri, Arrester jeniskatup Arrester jenis katup ini terdiri dari sela percik terbagi atau sela seri yang terhubung denganelemen tahanan yang mempunyai karakteristik tidak linear.Tegangan frekuensi dasar tidak dapat menimbulkan tembus pada sela seri. Apabila sela seri tembuspada saat tibanya suatu surja yang cukup tinggi, alat tesebut menjadi penghantar. Sela seri itu tidak bisamenghantar. Sela seri itu tidak bisa memutuskan arussusulan. Dalam hal ini ia dibantu oleh tahanan taklinear yang mempunyai karakteristik tahanan arus kecil untuk arus besar dan tahanan besar untuk arussusulan dari frekuensi dasar terlihat pada karakteristik volt ampere. Arrester jenis katup ini dibagi dalamtoga jenis, yaitu :1. Arrester katup jenis gardu (Station)2. Arrester katup jenis saluran (intermediate)3. Arrester katup jenis distribusi untuk mesin-mesin (Distribution)Sehingga, Gardu distribusi merupakan salah satu komponen dari suatu sistem distribusi yang berfungsiuntuk menghubungkan jaringan ke konsumen atau untuk membagikan/mendistribusikan tenaga listrikpada beban/konsumen baik konsumen tegangan menengah maupun konsumen tegangan rendah.Transformator distribusi digunakan untuk menurunkan tegangan listrik dari jaringan distribusi tegangan
  4. 4. tinggi menjadi tegangan terpakai pada jaringan distribusi tegangan rendah (step down transformator);misalkan tegangan 20 KV menjadi tegangan 380 volt atau 220 volt. Sedang transformator yangdigunakan untuk menaikan tegangan listrik (step up transformator), hanya digunakan pada pusatpembangkit tenaga listrik agar tegangan yang didistribusikan pada suatu jaringan panjang (long line)tidak mengalami penurunan tegangan (voltage drop) yang berarti; yaitu tidak melebihi ketentuanvoltage drop yang diperkenankan 5% dari tegangan semula. Jenis transformator yang digunakan adalahtransformator satu phasa dan transformator tiga phase. Adakalanya untuk melayani beban tiga phasedipakai tiga buah transformator satu phase dengan hubungan bintang (star conection) Ү atau hubungandelta (delta conection) Δ. Sebagian besar pada jaringan distribusi tegangan tinggi (primer) sekarang inidipakai transformator tiga phase untuk jenis out door. Yaitu jenis transformator yang diletakkan diatastiang dengan ukuran lebih kecil dibandingkan dengan jenis in door, yaitu jenis yang diletakkan didalamrumah gardu.BAGIAN-BAGIAN SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK1. Jaringan SubtransmisiJaringan subtransmisi berfungsi menyalurkan daya listrik dari sumber daya besar menuju gardu indukyang terletak di daerah tertentu. Biasanya menggunakan tegangan tinggi (70-150 kv) ataupun teganganextra tinggi (500 kv) dalam penyaluran tegangannya, hal dilakukan untuk berbagai alasan efisiensi,antara lain, penggunaan penampang penghantar menjadi efisien, karena arus yang mengalir akanmenjadi lebih kecil, ketika tegangan tinggi diterapkan (Sakti, 2008:4)2 Gardu Induk DistribusiDibagi menjadi dua bagian yaitu Gardu Induk dan Gardu Hubung :a. Gardu Induk (GI)Gardu induk berfungsi menerima daya listrik dari jaringan subtransmisi dan menurunkan tegangannyamenjadi tegangan jaringan distribusi primer (Jaringan Tegangan Menengah/ JTM). Jadi pada bagian initerjadi penurunan tegangan dari tegangan tinggi ataupun tegangan extra tinggi ke tegangan menengah20 kv.b. Gardu Hubung (GH)Gardu hubung berfungsi menerima daya listrik dari gardu induk yang telah diturunkan menjadi teganganmenengah dan menyalurkan atau membagi daya listrik tanpa merubah tegangannya melalui jaringandistribusi primer (JTM) menuju gardu atau transformator distribusi.3 Jaringan Distribusi Primer / Jaringan Tegangan Menengah (JTM)
  5. 5. Jaringan distribusi primer berfungsi menyalurkan daya listrik, menjelajahi daerah asuhan ke gardu /transformator distribusi. Jaringan distribusi primer dilayani oleh gardu hubung atau langsung dari garduinduk dan atau dari pusat pembangkit.4 Gardu Distribusi (GD)Gardu distribusi berfungsi untuk menurunkan tegangan primer (tegangan menengah) menjadi tegangansekunder (tegangan rendah) yang biasanya 127/220 volt atau 220/ 380 Volt.5 Jaringan Distribusi Sekunder/ Jaringan Tegangan Rendah (JTR)Jaringan distribusi sekunder berfungsi untuk menyalurkan/ menghubungkan sisi tegangan rendahtransformator distribusi ke konsumen mengunakan jaringan hantaran udara 3 fasa 4 kawat dengantegangan distribusi sekunder 127/ 220 Volt atau 220/ 380 Volt.Kecuali untuk daerah-daerah khusus dengan pertimbangan keindahan, keselamatan dan keandalan yangtinggi dipergunakan sistem kabel bawah tanah.6 Sambungan RumahPada sambungan rumah, biasanya tegangan yang diterima sebesar 110-400 volt, yaitu tegangan saluranbeban menghubung kepada peralatan. Pada sambungan rumah, tegangan yang diterima disesuaikanantara 220/380 volt.B. Macam-Macam Gardu DistribusiGardu distribusi dapat dibedakan dari beberapa hal yang diantaranya :1. Gardu Hubung Gardu hubung adalah gardu yang berfungsi untuk membagi beban padasejumlah gardu atau untuk menghubungkan satu feeder TM dengan feeder TM yang lain.Dengan demikian pada gardu ini hanya dilengkapi peralatan hubung dan bila perlu misalnyauntuk melayani konsumen TM dilengkapi dengan alat pembatas dan pengukur.2. Gardu TrafoGardu Trafo adalah gardu yang akan berfungsi untuk membagikan energi listrik pada konsumenyang memerlukan tegangan rendah. Dengan demikian pada gardu trafo dipasang/ditempatkan satuatau dua trafodistribusi yang dipergunakan untuk merubah tegangan menengah menjadi teganganrendah selain dari peralatan hubungnya untuk melayani konsumen tegangan rendah.3. Gardu Open Type (Gardu Sel)
  6. 6. Gardu open type adalah gardu distribusi yang mempunyai peralatan hubung terbuka. Dimanadalam bekerjanya pisau-pisau dalam peralatan hubung, dapat dengan mudah dilihat mata biasa(dapat diawasi) baik pada saat masuk (menutup) atau saat keluar (membuka). Biasanya tempatpemasangan peralatan hubung semacam ini diberi sekat antara satu dengan yang lainnya yangterbuat dari tembok dan karena hal ini, gardu tembol open type sering disebut gardu sel4. Gardu Closed Type (Gardu Kubikel)Gardu closed type adalah gardu distribusi baik gardu trafo atau gardu hubung yang memilikiperalatan hubung tertutup. Dimana peralatan hubung baik untuk incoming, aut going, pengamatantrafo dan sebagainnya ditempatkan dalam suatu lemari khusus yang tertutup sehingga bekerjanyapisau-pisau peralatan hubung tidak dapat dilihat yang disebut kubikel, untuk ini gardu dengan typeini sering disebut sebagai gardu kubikel.5. Gardu Tembok (Gardu Beton)Gardu tembok adalah gardu trafo /hubung yang secara keseluruhan konstruksinya tersebut daritembok/beton.6. Gardu Kios (Gardu Besi)Gardu kios adalah gardu yang bangunan keseluruhannya terbuat dari plat besi dengan konstruksiseperti kios.Konstruksi Gardu Kios 7.Gardu Portal Gardu portal adalah gardu trafo yang secara keseluruhan instalasinya dipasang pada 2buah tiang atau lebih.8. Gardu KontrolGardu kontrol adalah gardu trafo yang secara keseluruhan instalasinya dipasang pada satu tiang.C. Transformator DistribusiSebelum mengenl trafo nya, harus memahami apa itu trafo industri. Trafo Distribusi adalah merupakansuatu komponen yang sangat penting dalam penyaluran tenaga listrik dari gardu distribusi ke konsumen.Kerusakan pada Trafo Distribusi menyebabkan kontiniutas pelayanan terhadap konsumen akanterganggu (terjadi pemutusan aliran listrik atau pemadaman). Pemadaman merupakan suatu kerugianyang menyebabkan biaya-biaya pembangkitan akan meningkat tergantung harga KWH yang tidak
  7. 7. terjual. Pemilihan rating Trafo Distribusi yang tidak sesuai dengan kebutuhan beban akan menyebabkanefisiensi menjadi kecil, begitu juga penempatan lokasi Trafo Distribusi yang tidak cocok mempengaruhidrop tegangan ujung pada konsumen atau jatuhnya/turunnya tegangan ujung saluran/konsumen.Transformator atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat merubah tegangan tinggi kerendah atau sebaliknya dalam frekuensi sama. Trafo merupakan jantung dari distribusi dan transmisiyang diharapkan beroperasi maksimal (kerja terus menerus tanpa henti). Agar dapat berfungsi denganbaik, makan trafo harus dipelihara dan dirawat dengan baik menggunakan sistem dan peralatan yangtepat. Trafo dapat dibedakan berdasarkan tenaganya, trafo 500/150 kV dan 150/70 kV biasa disebuttrafo Interbus Transformator (IBT) dan trafo 150/20 kV dan 70/20 kV disebut trafo distribusi. Trafo padaumumnya ditanahkan pada titik netral sesuai dengan kebutuhan untuk sistem pengamanan atauproteksi. Sebagai contoh trafo 150/20 kV ditanahkan secara langsung di sisi netral 150 kV dan trafo70/20 kV ditanahkan dengan tahanan rendah atau tahanan tinggi atau langsung di sisi netral 20 kV.Trafo Distribusi dan bagiannyaBagian-bagian trafo distribusi adalah :Primary windingSecondary windingCoreTransformator distribusi berfungsi untuk menurunkan tegangan transmisi menengah 20kVketegangan distribusi 220/380V sehingga peralatannya adalah unit trafo( 3 phase ).Beberapa Komponen Trafo Distribusi1. Kumparan Tersier :Selain primer dan sekunder ada beberapa trafo yang dilengkapi dengan kumparan ketiga atautertiary winding . Ini diperlukan untuk memperoleh tegangan tersier atau untuk kebutuhan lain.Kumparan tersier sering dipergunakan juga untuk penyambungan peralatan bantu sepertikondensator synchrone, kapasitor shunt dan reactor shunt.2. Media pendingin :Minyak trafo harus memenuhi syarat diantaranya. :a. ketahanan isolasi ( >10kV/mm )b. Berat jenis harus kecilc. Viskositas Rendahd. Titik nyala yang tinggi, tidak mudah menguap yg dapat membahayakan
  8. 8. e. Tidak merusak bahan isolasi pada t ( sifatkimia ‘y)Transformator distribusi digunakan untuk membagi/menyalurkan arus atau energi listrik dengantegangan distribusi supaya jumlah energi yang tercecer dan hilang pada saluran tidak terlalu banyak.Untuk mengurangi panas akibat pembebanan pada transformator, maka diperlukan pendinginan.Menurut jenis pendinginannya, transformator distribusi dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :1. Transformator konvensional2. Transformator lengkap dengan pengaman sendiri3. Transformator lengkap dengan pengaman pada sisi sekunder Transformator konvensional, peralatansistem pengamanannya terdapat diluar transformator, sedangkan transformator dengan pengamansendiriterdapat di dalam transformator itu sehingga dikenal juga dengan Transformator Berpengaman Sendiri(BPS). Untuk maksud penyesuaian dengan tegangan beban, pada belitan sisi tegangan tinggi seringdiberi sadapan (tapping), sehingga dapat dipilih sampai 5% diatas atau 10% dibawah tegangannominalnyaGardu Tiang Trafo (GTT)Gardu Tiang Trafo(GTT) berlokasi dekat dengan konsumen, trafo dipasang pada tiang listrikdan menyatu dengan jaringan listrik. Untuk mengamankan trafo dan sistemnya, GTT dilengkapidengan unit-unit pengaman yang ditempatkan pada Perangkat Hubung Bagi Tegangan Rendah(PHB-TR) khususnya sistem pada PLN Distribusi Jatim. Trafo daya step down berfungsi untukmenurunkan dari tegangan menengah 20kV ke tegangan rendah 380/200 V(referensi tegangantrafo 400/231 V).
  9. 9. Untuk lokasi Gardu Distribusi khususnya tipe Gardu Trafo (GTT) berdekatan langsung dengandaerah pelayanan konsumen, selanjutnya GTT disalurkan ke konsumen melewati jurusan-jurusan, dan untuk setiap unit GTT disalurkan empat jurusan.Jaringan Tegangan Menengah (JTM) atau Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 20kV.Karena tegangan masih tinggi belum dapat digunakan untuk mencatu beban secara langsung,kecuali pada beban yang didesain khusus. Ditribusi primer merupakan saluran yang akanmensuplay ke Gardu Tiang Trafo(GTT), unit peralatan yang termasuk sisi primer, sebagaiberikut :Saluran sambungan (jamper) dari SUTM ke unit trafo (Primer Trafo)Cut Out (CO)Ligthning Arrester (LA)Saluran masukan1. Saluran Sambungan dari SUTM ke Unit TrafoBesar arus sambungan SUTM menuju ke saluran trafo distribusi sisi primer dihitungberdasarkan besar kapasitas daya trafo terpasang.
  10. 10. single line GTTCut OutCut Out berfungsi untuk opersai dan sebagai unit trafo, cara kerjanya sebagai membuka dan menutupsaluran ke GTT, untuk mengoperasikan harus memakai tongkat khusus (stick) dan prinsip kerjanyaseperti sakelar . CO sebagai pengamanan trafo atau GTT, karena unit CO dilengkapi dengan Fuse Linkdan akan bekerja atau putus apabila dilewatioleh arus listrik yang lebih besar dari kapasitasnya prosesputusnya Fuse Link, bias disebabkan karena, SUTM terkena surja petir dan merambat pada saluranmasukan GTT. Pada saat ada gangguan hubung singkat pada saluran ke trafo atau pada unit trafonya.Saluran pengahantar dari SUTM ke CO memakai kabel jenis NYAF. Besar kapasitas CO tergantung daribesar Fuse Link, dan besar Fuse Link harus disesuaikan dengan daya trafo, dan berfungsi sebagaipengaman(seperti pada fuse atau sekering). Apabila terjadi gangguan pada unit trafo maka fuse linkakan putus, dan bisa diganti. Besar fuse link dari PLN adalah 3, 6, 10 A., karena disuaikan dengan besarkapasitas Trafo Distribusi milik PLN.Lightning ArresterLightning Arrester (LA) digunakan untuk pengamanan SUTM terhadap gangguan tegangan lebih surjapetir, system pemasangan LA, sebagai berikut :
  11. 11. LA dipasang antara SUTM dan COApabila SUTM terkena gangguan surja petir, maka arus gangguan akan diamankan LA dan selanjutnyadisalurkan ketanah. Apabila SUTM tersambar surja petir, maka arus gangguan akan diamankan CO lebihdan arus sisa gangguan akan diamankan lebih lanjut oleh LA.1. PHB-TRPerlengkapan Hubung Bagi jaringan distribusi tegangan rendah, PUIL mensyratkan sebagaiberikut:Pada jaringan distribusi tegangan rendah, PHB-TR berfungsi sebagai titik pencabangan jaringandan sambungan pelayanan.Instalasi PHB-TR pasangan luar dan pasangan dalam harus memenuhi persyaratan keamanandan keselamatan lingkungan, persyaratan teknis elektris dan mekanis, serta harus dilindungi darikemungkinan kerusakan mekanis.Pada setiap unit PHB-TR harus mempunyai peralatan minimal;o Satu sakelar masuk sirkit masuko Satu proteksi arus pada sirkit keluar atau kombinasi proteksi dan sakelar (MCB atauMCCB).o Arus minimal sakelar masuk minimal sama besar dengan arus nominal penghantarmasuk atau arus maksimal beban penuh.o Besar arus yang mengalir pada rel harus diperhitungkan sesuai kemampuan rel,temperature ruang dan kerja tidak boleh melebihi 65 oC.o Pemasangan rel telanjang harus sedemikian rupa sehingga memenuhi persyaratan jarak5 cm + 2/3 kV dari system tegangan nominal.PHB-TR adalah suatu perlengkapan listrik yang berfungsi sebagai pengendali, penghubung danmelindungi, serta membagi tenaga dari sumber tenaga listrik ke suatu beban atau pemakai. Untukinstrument ukur indicator dan terminasi, PHB-TR diisyaratkan sebagai berikut:Harus dipasang paling sedikit instrument indikator dengan warna yang sesuai.Panel PHB-TR utama pada gardu distribusi (GTT) harus dipasang instrument ukur minimal Voltmeter dan Ampere meter.Instrument indicator harus disambung pada sirkit masuk sebelum saklar masuk.Sambungan sirikit pada PHB harus memakai sepatu kabel yang sesuai dengan jenis metalnya danukuran penghantar serta harus dijepit/dipress pada penghantar, KHA terminal sepatu kanelharus minimum sama dengan kemampuan sakelar dari sirikit yang bersangkutan rangkaian.Pemegang kabel harus dapat memikul gaya berat, gaya tekan dan gaya tarik, sehingga gayatersebut tidak akan langsung dipikul oleh gawai listrik lain.
  12. 12. Tipe-tipe Jaringan Distribusi Tegangan Menengah 20 KVJaringan Pada Sistem Distribusi tegangan menengah (Primer 20kV) dapat dikelompokkanmenjadi lima model, yaitu Jaringan Radial, Jaringan hantaran penghubung (Tie Line), JaringanLingkaran (Loop), Jaringan Spindel dan Sistem Gugus atau Kluster.A. Jaringan RadialSistem distribusi dengan pola Radial seperti Gambar di bawah ini Adalah sistem distribusi yangpaling sederhana dan ekonomis. Pada sistem ini terdapat beberapa penyulang yang menyuplaibeberapa gardu distribusi secara radial.Dalam penyulang tersebut dipasang gardu-gardu distribusi untuk konsumen. Gardu distribusiadalah tempat dimana trafo untuk konsumen dipasang. Bisa dalam bangunan beton ataudiletakan diatas tiang. Keuntungan dari sistem ini adalah sistem ini tidak rumit dan lebih murahdibanding dengan sistem yang lain.Namun keandalan sistem ini lebih rendah dibanding dengan sistem lainnya. Kurangnyakeandalan disebabkan karena hanya terdapat satu jalur utama yang menyuplai gardu distribusi,sehingga apabila jalur utama tersebut mengalami gangguan, maka seluruh gardu akan ikutpadam. Kerugian lain yaitu mutu tegangan pada gardu distribusi yang paling ujung kurang baik,hal ini dikarenakan jatuh tegangan terbesar ada diujung saluran.
  13. 13. B. Jaringan Hantaran Penghubung (Tie Line)Sistem distribusi Tie Line seperti Gambar di bawah ini digunakan untuk pelanggan penting yangtidak boleh padam (Bandar Udara, Rumah Sakit, dan lainlain). Sistem ini memiliki minimal duapenyulang sekaligus dengan tambahan Automatic Change Over Switch / Automatic TransferSwitch, setiap penyulangterkoneksi ke gardu pelanggan khusus tersebut sehingga bila salahsatu penyulang mengalami gangguan maka pasokan listrik akan di pindah ke penyulang lain.C. Jaringan Lingkar (Loop)Pada Jaringan Tegangan Menengah Struktur Lingkaran (Loop) seperti Gambar di bawa inidimungkinkan pemasokannya dari beberapa gardu induk, sehingga dengan demikian
  14. 14. D. Jaringan SpindelSistem Spindel seperti pada Gambar di bawah ini adalah suatu pola kombinasi jaringan dari polaRadial dan Ring. Spindel terdiri dari beberapa penyulang (feeder) yang tegangannya diberikandari Gardu Induk dan tegangan tersebut berakhir pada sebuah Gardu Hubung (GH).Pada sebuah spindel biasanya terdiri dari beberapa penyulang aktif dan sebuah penyulangcadangan (express) yang akan dihubungkan melalui gardu hubung. Pola Spindel biasanyadigunakan pada jaringan tegangan menengah (JTM) yang menggunakan kabel tanah/salurankabel tanah tegangan menengah (SKTM). Namun pada pengoperasiannya, sistem Spindelberfungsi sebagai sistem Radial. Di dalam sebuah penyulang aktif terdiri dari gardu distribusiyang berfungsi untuk mendistribusikan tegangan kepada konsumen baik konsumen teganganrendah (TR) atau tegangan menengah (TM).
  15. 15. E. Sistem Gugus atau Sistem KlusterKonfigurasi Gugus seperti pada Gambar di bawah ini banyak digunakan untuk kota besar yangmempunyai kerapatan beban yang tinggi. Dalam sistem ini terdapat Saklar Pemutus Beban, danpenyulang cadangan.Dimana penyulang ini berfungsi bila ada gangguan yang terjadi pada salah satu penyulangkonsumen maka penyulang cadangan inilah yang menggantikan fungsi suplai kekonsumen.

×