Instalasi listrik Ir. Damar Aji

92,429 views

Published on

30 Comments
32 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
92,429
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
140
Actions
Shares
0
Downloads
5,679
Comments
30
Likes
32
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Instalasi listrik Ir. Damar Aji

  1. 1. Ir. A.Damar Aji
  2. 2. PANEL
  3. 3. 1. Klasifikasi Tegangan TR G TM TT TET TT TM TR LoadG = Generator Perubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrikTr = Transformator daya yang berguna untuk menaikkan dan menurunkan teganganTR = Tegangan Rendah 220/380 Volt, tegangan konsumen (domestik).TM = Tegangan Menengah 20 kVTT = Tegangan Tinggi 70 - 150 kVETT = Tegangan Extra Tinggi 500 kV
  4. 4. Sistem Jaringan Tegangan Rendah
  5. 5. Kawat Grounding/Arde/Protective Earth.“Grounding/Arde/Protective Earth” adalah sambungan ke Bumi yangberarti sebagai penampung muatan, penghantar tersebut tersambungdengan Netral/Nol dari panel untuk menjamin adanya nilai tahananyang cukup kecil, yang akan mengerjakan CB Jika terjadi gangguanlistrik (lihat gambar ),Penghantar PE/Arde, sekring dan Circuit Breakeradalah peralatan standar pada rangkaian listrik
  6. 6. PRINSIP DASAR INSTALASI LISTRIK. 1.KEAMANAN Keamanan ditujukan untuk keselamatan manusia,ternak dan harta benda. pemeriksaan, inspeksi, pengawasan dari instalasi sebelum digunakan /disambung dan setiap perubahan yang penting perlu diberi tanda (kode). untuk keamanan dalam pekerjaan selanjutnya.Mengapa arus Listrik Berbahaya?
  7. 7. • Kematian yang diakibatkan arus listrik menduduki urutan ke Empat (9%) yang disebabkan kesalahan yang fatal pada Industri selain akibat kesalahan dalam konstruksi .• National Safety Council (lembaga safety nasional di Amerika memperkirakan 600 orang meninggal akibat arus listrik. Banyak kecelakaan pada system tegangan dibawah 600 Volt (Tegangan rendah)• 3,600 kejadian akibat kontak listrik mengakibatkan luka di Amerika dan 4000 kejadian tidak membahayakan
  8. 8. Effects Listrik pada tubuh kitaLampu pijar kecil dengan daya 6 Watt akan mengalirkan arus 0,05Ampere, arus sekecil itu dapat berakibat fatal, table diatasbeberapa efek dari arus listrik (dalam milli ampere) jika melaluibadan manusia seberat 60 kg ( data diatas untuk nilai 0,5 -1,5 mA)
  9. 9. BAHAYA LISTRIK !!! Coba Sebutkan Yang Lain ????
  10. 10. 2 13 4
  11. 11. Akibat Menyentuh Tegangan
  12. 12. PERALATAN SAFETY
  13. 13. 2. KEANDALAN• Keandalan yang tinggi diperlukan untuk mengatasi kerusakan dalam batas-batas normal termasuk kesederhanaan sistim misalkan mudah untuk dimengerti dalam pengoperasian pada keadaan normal maupun dalam keadaan darurat . untuk selanjutnya dapat digabungkan dengan peralatan -peralatan listrik yang lain.
  14. 14. 3. KETERSEDIAAN• Semua peralatan termasuk peralatan harus mudah diatur menurut operasinya baik dalam pemeriksaan pengawasan pemeliharaan dan perbaikan serta mudah dalam memasangnya.diberi label atau sejenisnya yang menunjukan penggunaan peralatan tersebut. Agar terhindar dari kebingungan atau kesimpang siuran.
  15. 15. 4. KEMUDAHAN• Pemberian daya yang kontinyu adalah sangat penting. Sumberdaya cadangan yang diperlukan untuk memberikan daya seluruh atau sebagian dari beban. Keluasan dari sistim listrik yaitu sistim tersebut dapat diadakan perubahan jika perlu diperbaharuai dan diperluas untuk keperluan lain pada masa yang akan datang.
  16. 16. 5. PENGARUH PADA LINGKUNGAN• Pengaruh dalam macam- macam hal mis: Polusi, Bising,dll termasuk juga keindahan6. EKONOMIS Sejak Perencanaan pemasangan sampai dengan pengoperasian harus diperhitungkan biayanya sesuai dengan investasinya
  17. 17. DEFINISI DAN ISTILAH. Peralatan-peralatan listrik.Setiap peralatan yang digunakan untuk :pembangkit, konversi,transmisi, distribusi, atau pemakai dari energi listrik misalnya: mesin-mesin,transformator,alat-alat ukur,peralatan pengaman,pengawatan dll. Instalasi listrik Setiap kombinasi dari penyambungan peralatan listrik yang menggunakan ruang atau lokasi Bagian Aktif peralatan.Setiap penghantar atau bagian yang menghantarkan yang padakeadaan normal bertegangan.,bagian penghantar yang terbuka.
  18. 18. Tegangan Imbas atau bocor.Bagian yang menghantarkan yang dapat menyebabkan bahaya sentuhan bila terjadi kesalahan dan tidak membahayakan. Arus lebih. Nilai arus yang melebihi nominalnya Arus nominal . Besarnya arus kerja yang mendasari pembuatan peralatan ,besarnya ditentukan oleh pabrik pembuat peralatan tsb. Arus Gangguan. Arus yang disebabkan oleh kerusakan isolasi atau kegagalan isolasi.
  19. 19. Arus gangguan tanah. Arus gangguan yang mengalir ke tanah. Arus Kejut.Arus yang mengalir melalui badan manusia atau binatang dalam nilai tertentu( tergantung pada frekwensi,harmonis,waktu) dan dapat menimbulkan luka.
  20. 20. 6. PEMILIHAN KOMPONEN-KOMPONEN LISTRIK6.1. SESUAI DENGAN STANDAR.IEC (International Electrotechnical Commision). LMK, SPLN,SNI, di IndonesiaSAFETY MARKS.BS = British StandartAS =Australian Standart.JIS = Japan Industrial Standart.ANSI = American National Standart Instititut.AS = Australian Standart.ASTM = American Socety for Testing and Material.CAMA = Control and Automation Manufactures Association (Inggris).CEBEC = Commite Electrotecnique Belge.CEC = Canadian Electrical Code.CEE = Commission on Rules for the Approval of Electrical Equipment.CEI = Comitato Electrotecnico Italiano.CSA = Canadian Standart Association.DEMKO = Danmark Elektriske Materiel Kontrol.DIN = Deutsches Institut fur Normung.IEE = Institution of Elecrical Engineers.IS = Indian Standart.
  21. 21. SAFETY MARK dalam Logo
  22. 22. Peralatan yang sudah ditest oleh LMK diberi Tanda Dibawah ini contoh kabel yang sesuai dengan standart:
  23. 23. KONDISI KERJA. PERALATANTegangan.• Pada umumnya peralatan bekerja pada tegangan 220 V untuk 1 phasa dan 380 V untuk 3 phasa.pada peralatan tertentu harus mempu menahan kenaikan tegangan yang terjadi 15% pada pelayanan normal.Arus• Arus harus sesuai dengan kerja peralatan dalam kondisi nomal Dalam saat tertentu peralatan harus mampu menahan arus tidak normal sebelum alat pengamannya bekerja.FREKWENSI:• Batas frekwensi dari peralat harus sesuai dengan frekwensi sumber.DAYA• Peralatan harus memiliki karakteristik daya yang mampu bekerja dalam kondisi normal.PENGGABUNGANNYA.• Peralatan dipilih untuk tidak mengalami kerusakan pada peralatan lain dan tidak merusakan sumber daya pada kondisi normal.
  24. 24. KELAS PENGAMAN (pada pesawat-pesawat listrik) Peralatan dengan isolasi biasa tanpa KELAS O dilengkapi pentanahan KELAS I seperti kelas O tetapi dilengkapi pentanahan. KELAS II Peralatan tanpa pentanahan dengan dobel isolasi Peralatan yang hanya bekerja pada KELAS III tegangan extra rendah <50 V. 50 V 220 V Peralatan yang dihubungkan pada trafo isolasi. KELAS IV 220 V 220 V disamping itu ada simbol lain yang juga harus diperhatikan misalnya: simbol yang biasa tertera pada peralatan,pintu,dll. misalnya untuk menunjukan tegangan tinggi tanda terminal untuk pentanahan biasa memakai kabel dengan warna hijau/kuning
  25. 25. 6. INTERNATIONAL PROTECTION (IP)Angka pertama perlindungan terhadap sentuhan dan terhadap benda lain Tanpa perlindungan terhadap penysupan benda 0 padat dari luar. Terlindung terhadap benda lain/ terhadap 1 penyusupan benda padat dari luar.dengan ukuran 50 mm e.g. contact with hand. Terlindung terhadap penyusupan benda padat 2 dari luar. .dengan ukuran 12 mm e.g. contact with finger. Terlindung terhadap penyusupan benda padat 3 dari luar. .dengan ukuran 2,5 mm, e.g. contact with wires. Terlindung terhadap penyusupan benda padat 4 dari luar. dengan ukuran 1mm .e.g. contact with fine wires. Terlindung terhadap endapan benda padat/debu 5 dari luar 6 Terlindung terhadap penyusupan debu.
  26. 26. Angka ke dua Perlindungan terhadap cairan Tanpa perlindungan terhadap air 0 1 Terlindung terhadap tetesan air secara vertikal Terlindung terhadap tetesan air secara 2 miring(tetesan tak langsung). Terlindung terhadap semburan air yang 3 halus/Spray proof 4 Terlindung terhadap cipratan air /splash proof 5 Terlindung terhadap semprotan air / Hose proof Terlindung terhadap Semburan/ Gelombang air 6 / Wave Terlindung terhadap Celupan air bersifat 7 sementara. 8 Terlindung terhadap rendaman air /Immersion
  27. 27. Selain simbol angka juga ada simbol sebagaiberikut:Tahan Tetesan airtahan semburan air yang halusTahan Cipratan airTahan Siraman airTahan Semprotan airTahan Tekanan lebih dari 5 bar 5
  28. 28. • Tahan endapan debu• Tahan penyusupan debu• Tahan Korosi C• Tahan ledakan (Explosion Proof) ex• Tahan panas• Tahan dingin.
  29. 29. Gangguan Hubung Singkat.RSTNPE
  30. 30. IArus t waktu Sub transien transien Steady state
  31. 31. Arus (Ampere) KERJA PENGAMAN HUBUNG SINGKAT Arus Hubung Singkat Prospetif CUT OFF T (detik) CUT OFF = Titik kerja dari sekring
  32. 32. JENIS-JENIS SEKRING1. SEKRING DIAZED DAN NEOZED (D-Fuse dan N-Fuse)
  33. 33. Bentuk dan Konstruksi D-Fuse dan N-Fuse
  34. 34. 2. HRC FUSE / NH FUSE HRC = HIGH RUPTURING CAPACITY NH = Niederspannungs-Hochleistungs-Sicherung (NH-Sicherung)Fuse Base Fuse Puller Fuse Link/patron
  35. 35. Elemen Lebur pada Sekring HRC
  36. 36. 3. CARTRIDGE FUSEUntuk peralatan Untuk Kelistrikan Otomotif, Elektronika kadang disebut Plug-in fuse
  37. 37. 4. SEKRING TABUNG TEGANGAN TINGGI
  38. 38. KARAKTERISTIK SEKRINGWaktu Lebur - data Arus - 3 - 32 A ARUS DALAM AMPERE
  39. 39. Penandaan Pada Sekring
  40. 40. Penandaan Sekring Penandaan Karakteistik sekring FF atau UR Verry Fast Acting,Sekring untuk pengaman semiconductor F Fast acting Fuse M Medium Acting Fuse T Slow Acting Fuse TT Very slow acting Fuse Penandaan Sekring standar Eropa Penandaan Breaking Capasity Sekring Karakteristik Sekring GL ; gG; gB ; gTr ; gR g = Full range Lihat dibawah * aM ; aR a = Partial Range Lihat dibawah * Fungsional Class :g = Full range = Sekring yang dapat dialiri arus sesuai ratingnya secara terus menerus, akan putus jika dialiri arus yang rendah diatas ratingnya sampai dengan breaking capasitynya a = Partial Range = Sekring yang dapat dialiri arus sesuai ratingnya secara terus menerus,akan putus jika dialiri arus diatas ratingnya pada beberapa kali In sampai dengan breaking capasitynya
  41. 41. Huruf ke dua Karakteristik Sekring L General Aplikasi,Normal Blow, Pengaman wiring G General Aplikasi,Normal Blow B General Aplikasi,Normal Blow,Robust Design untuk pengaman pada Instalasi pertambangan Tr Pengaman Tranformator R Very fast Acting. Pengaman semi konduktor M Pengaman Motor Listrik, mampu untuk starting motor Karakteristik aM Sebagai pengaman motor dan sebagai back-up pengaman jika terjadi hubung singkat pada kabel. Tidak dapat sebagai pengaman over load. Karakteristik aR Sebagai pengaman semikonduktor dan sebagai back-up pengaman jika terjadi hubung singkat Tidak dapat sebagai pengaman over load. Karakteristik gB Sebagai pengaman dan sebagai back-up pengaman pada Instalasi pertambangan,Fusenya jenis Quick acting sebagai pengaman jika terjadi hubung singkat .
  42. 42. Karakteristik gL Sebagai pengaman Instalasi secara umum dengan nama baru gG. Karakteristik gG Sebagai pengaman instalasi secara umum, pengaman jala-jala, transformator dan kapasitor jika terjadi hubung singkat Karakteristik gR Sebagai pengaman penggunaan secara umum pada rangkaian semi konduktor , umumnya untuk rating < 100 A. Karakteristik gRL Sebagai pengaman penggunaan secara umum pada rangkaian semi konduktor dan jaringan suplai, jenis sekring kombinasi baru. Karakteristik gTrSebagai pengaman penggunaan secara umum sebagai pengaman overloadpada transformator daya, sebagai pengaman hubung singkat pada bus bar tegangan rendah, juga dirancang untuk diskriminasi pengaman pada tegangan tinggi.
  43. 43. Pengaman Hubung singkat dan Beban Lebih CIRCUIT BREAKER ( Pemutus Tenaga)a). Pengaman jenis mini (MCB) Miniatur Circuit Breakerb). Pengaman jenis compact (MCCB) Moulded Case Circuit Breaker atau ada produsen menyebut dengan NFB = No Fuse Breaker
  44. 44. Pemutus Rangkaian (Circuit Breaker) adalah saklar yang bekerjasecara otomatis yang dirancang sebagai pengaman rangkaian darikerusakan yang disebabkan oleh beban lebih (overload) atauhubung pendek (short Circuit/korsleting)tidak seperti sekring yang hanya bekerja sekali saja dan harus diganti, sedangkan Pemutus Rangkaian (Circuit Breaker) dapat di reset/start ulang baik secara manual maupun otomatis. Pemutus rangkaian dibuat dalam ukuran yang bervariasi mulai dari yang berukuran kecil (mini) sebagai pengaman peralatan rumah tangga sampai yang berukuran besar (Switch-gear) yang dirancang sebagai pengaman rangkaian suplai tegangan tinggi dari jaringan kota/PLN
  45. 45. KOMPONEN PADA CBa). Pengaman relay thermis b). Pengaman relay elektromagnetis
  46. 46. Konstruksi MCB 1.Actuator lever 2.Actuator mechanism 3.Contacts 4.Terminals 5.Bimetallic strip 6.Calibration screw assembly. 7.Solenoid 8.Arc divider / extinguisher
  47. 47. MCB 3 PhasaMCB 1 Phasa
  48. 48. Moulded Case Circuit Breaker
  49. 49. MCCB
  50. 50. KARAKTERISTIK MCCB
  51. 51. 12.3. Pengaman arus bocor ke Tanah (Earth Leakage Circuit Breaker/ELCB). • Sentuhan tidak langsung : seseorang menyentuh bagian peralatan/instalasi yang dapat menghantarkan. Yang dalam keadaan normal tidak bertegangan, karena adanya kegagalan isolasi maka menjadi bertegangan.•Tegangan sentuh yang paling tinggi adalah > 50 Volt.
  52. 52. Cara pengamanannya : 1. Isolasi pengaman: 2. Memberi isolasi tambahan pada peralatan 3. Memakai peralatan bertanda double isolasi :Pengamanan dengan tegangan ektra rendah pengaman berupa : Memberi pengaman dengan tegangan kerja tidak lebih dari 50 Volt yaitu dengan cara: • Trafo pengaman. • Penyearah dengan trafo pengaman. • Konverter dengan trafo pemisah. • Perangkat generator-motor dengan lilitan yang terpisah. • Aki dan baterai.
  53. 53. ms W aktu 1000 5000 2 1 4 1 5 2000 1000 3 500 200 100 50 20 10 0,1 0,2 0,5 1 2 5 10 20 50 100 200 500 1000 2000 5000 1000 Arus m A1. Kesemutan. 5. Denyutan jantung2. Getaran kejut (tidak berbahaya). kacau (berhenti).3. Gangguan pada sistem pernafasan.4. Kontraksi pada jantung (bersifat mematikan, tetapi biasanya masih bisa disembuhkan.
  54. 54. Jika arus bocor mencapai 500 mA maka akan timbul percikanapi, maka untuk menghindari peralatan dari kebakaranbiasana dipakai ELCB dengan sesitifitas <300 m A. R S T ELCB Test R
  55. 55. Multimeter adalah suatu alat ukur yangdigunakan untuk mengukur beberapabesaran listrik( AVO meter = Ampere, Volt, Ohm meter ).Pada dasarnya alat ini merupakan gabungandari alat ukur tegangan searah, arus searah(DC), resistansi, tegangan bolak-balik danarus bolak-balik (AC).
  56. 56. Multimeter terdiri dari 2 jenis yaitu : Digital dan Analog
  57. 57. Pemakaian Analog Tester
  58. 58. Mengukur Dioda
  59. 59. OHMMETER• Ohmmeter dipasang PARALEL dengan tahanan yang akan diukur (Rx) dan Rx harus tidak bertegangan
  60. 60. Ohmmeter ada dua macam, yaitu :Tipe Seri• Tipe ini memiliki skala yang khas dan berbeda dengan skala lainnya, yaitu skala nol (0) di sebelah kanan dan skala tak berhingga (~) di sebelah kiri.• Selain itu juga memiliki skala pengali (10x, 100x , 1kx), sehingga tipe ini cocok untuk mengukur nilai resistansi yang besar (dalam k). Perlu diingat pada awal pemakaian harus dilakukan set nol (menempatkan jarum penunjuk tepat pada posisi nol), yaitu dengan menghubungsingkatkan kedua terminal Ohmmeter.• Demikian juga bila skala pengali yang digunakan dirubah (misalnya 10x menjadi 100x), perlu dilakukan set nol ulang.
  61. 61. Tipe Paralel• Tipe ini memiliki skala sama dengan alat ukur yang lain, yaitu skala nol (0) di sebelah kiri dan tipe ini cocok untuk mengukur nilai tahanan yang kecil (0-500)• Pada awal pemakaian, Rx harus dihubungkan terlebih dahulu dengan terminal Ohmmeter, barulah alat ukur diposisikan pada batas ukurnya.
  62. 62. VOLTMETER• Voltmeter dipasang PARALEL terhadap tegangan yang akan diukur. Untuk pengukuran tegangan DC perlu diperhatikan polaritas (+ dan -) alat ukur . Jika polaritas tegangan yang akan diukur tidak sama dengan polaritas alat ukur, akan menyebabkan jarum bergerak ke kiri. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada alat ukur. Selain itu Voltmeter memiliki berbagai macam skala dan batas ukur (range). Pembacaan skala alat ukur ini harus disesuaikan dengan batas ukur yang digunakan.• Sebaiknya gunakanlah range yang terbesar terlebih dahulu, baru kemudian range diperkecil hingga diperoleh pembacaan sedikitnya 2/3 dari batas ukur
  63. 63. Mengukur Tegangan DC
  64. 64. AMMETER• Pemasangan Ammeter adalah SERI terhadap arus yang akan diukur. Biasanya skala Ammeter sama dengan skala Voltmeter, dan batas ukur yang tersedia juga bermacam-macam seperti halnya Voltmeter
  65. 65. HUKUM OHM• Tahanan adalah salah satu dari komponen yang banyak digunakan di dalam rangkaian Listrik, V  I R satuan tahanan adalah ohm (Ω), biasanya di beri tanda dengan huruf R.• Hukum Ohm menyatakan hubungan antara tegangan (V), arus (I) dan V tahanan (R) pada rangkaian Listrik adalah : R I
  66. 66. Di mana :V = Tegangan pada tahanan (Volt)I = Arus yang mengalir pada tahanan (Ampere)R = Besar nilai tahanan (Ohm)• Dalam pemakaian tahanan perlu diperhitungkan besar daya tahanan, agar daya yang diberikan tidak melebihi dari daya tahanan tersebut. A + - Vs R V
  67. 67. RANGKAIAN SERI, PARALEL, DAN KOMBINASI TAHANANHUBUNGAN SERI• Rangkaian disebut hubungan seri karena tahanannya dihubungkan secara berderet RT = R1 + R2 + R3 + .... + Rn .
  68. 68. PEMBAGI TEGANGAN• Hubungan seri dapat dinamakan sebagai “Pembagi Tegangan”. Pembagi tegangan dapat dipergunakan bila tegangan yang akan dipergunakan lebih kecil dari sumber. Biasanya E pembagi tegangan terdiri V  I  R2  .R2 dari dua resistor. R1  R2
  69. 69. HUBUNGAN PARALEL 1 1 1 1 1     .... RT R1 R2 R3 Rn
  70. 70. HUBUNGAN SERI – PARALEL R2 .R3 RT   R1 R2  R3
  71. 71. DAYA PADA RANGKAIAN DC Watt• Faktor terpenting dari tahanan adalah nilai tahanan dan daya dari tahanan. Bila kita menggunakan tahanan pada suatu rangkaian Listrik P V I maka kedua nilai itu harus diketahui 2 sebelumnya. Ini disebabkan pada saat tahanan tersebut dialiri arus P  I R Listrik, akan terjadi panas yang 2 kemudian disebar (disipasi daya). V P• Dengan demikian daya dari tahanan harus lebih besar dari daya yang R timbul dalam tahanan berupa panas• Besar daya dari tahanan dapat dihitung dari :
  72. 72. Pengukuran Tahanan Isolasi.Alat Ukur yang dipakai disebut Megger (MegaOhm Meter)
  73. 73. Pengukuran Tahanan Pentanahan.Peralatan yang dipakai adalah Earth Resistance Tester.
  74. 74. The kilo-watt-hour (kWh)kilowatt-hour (kWh) bukan satuan Dayamelainkan satuan energi. SedangKW adalah satuan Daya. = 1000 W or 1000 J/s.• Dengan rumus: energy = power × time• Jika diukur power in kW dengan waktunya dalam jam maka didapat :,• energy (kWh) = power (kW) × time (h)• The kilowatt-hour (kWh) is a unit of energy.• Jadi Energy (kWh) = power (kW) × time (h)• Biasa energy in joules (J) and waktu in seconds (s). The kW = 1000 W (1000 J/s). sedangkan 1 jam 3,600 seconds, maka• 1 kWh = 1,000 J/s × 3,600 s• 1 kWh = 3,600,000 J• 1 kWh = 3·6 MJ (mega joules:
  75. 75. kWh meter
  76. 76. PERBAIKAN FAKTOR DAYA Cos j1. Beban Resistif : adalah beban yang semata-mata terdiri dari tahanan ohmic saja, seperti lampu-lampu pijar, pemanas dan lain-lain. Beban ini mempunyai ciri-ciri bahwa daya yang dikonsumsinya semata-mata daya Aktif.2. Beban Induktif : adalah beban yang mengandung kumparan kawat yang dililit pada inti besi, seperti Motor listrik, Las listrik, Transformator, Ballast TL dan lain-lain. Beban ini mempunyai ciri-ciri bahwa disamping mengkonsumsir daya aktif juga menyedot daya reaktif yang diperlukan untuk pembentukan medan magnit dalam beban-beban tersebut. (Pada beban resistif daya reaktifnya adalah Nol).
  77. 77. Penjumlahan geometris dari daya reaktif dan daya aktif lazim disebut Daya Buta (Apparaent Power).Daya Buta = Daya Aktif + Daya Reaktif Daya Buta = S = kVA Daya Aktif = P = kW Daya Reaktif = Q = kVAr
  78. 78. Daya AktifDinyatakan dalam Watt atau KiloWatt. Adalah daya yang melakukan usaha yang sebenarnya (Effective Power). Daya ReaktifDinyatakan dalam VAR atau KVAR Daya Buta Dinyatakan dalam VA atau KVA.Semua kapasitas aparat-aparat listrik seperti Generator,Transformator, Daya PLN dan lain- lain dinyatakan dalam KVA.
  79. 79. Rasio antara Daya Aktif terhadap Daya Buta disebut Faktor Daya (Power Factor = Cos j). Daya AktifFaktor Daya = -------------- = Cos j Daya ButaMakin besar Daya Reaktif sesuatu beban, makin kecil pula Faktor Dayanya.
  80. 80. Untuk daya terpasang (PLN atau Genset) tertentu, bila terdapat banyak beban Induktif (Motor-motor, lampu-lampu TL dan sebagainya), sehingga Faktor Dayanya rendah sekali, maka Daya Aktif yang ditimbulkan akan jauh lebih kecil dari Daya Butanya Contoh :• Pabrik dengan Genset 200 KVA, bila Faktor Dayanya 0,5, maka Daya Aktifnya = 0,5 x 200 KVA = 100 KW.• Dengan perkataan lain, Genset atau Transformator (Trafo) tidak dimanfaatkan penuh (Under Utilized). Dalam keadaan seperti ini bila dipergunakan Daya Aktif lebih besar dari 100 KW, maka Genset akan berbeban lebih (Over load), dengan demikian Genset akan panas bahkan terbakar.
  81. 81. Untuk Daya Aktif (KW) tertentu, bila Faktor Daya (Cos j)rendah, maka dibutuhkan kapasitas daya (Daya Buta), Genset, Trafo dan penampang kabel Transmisi dan Distribusi yang sangat besar untuk memenuhinya. Contoh :Pabrik dengan Beban Total = 100 KW, bila Faktor Dayanya = 0,5 Maka dibutuhkanGenset/Trafo dengan daya: 100 ----- = 200 KVA 0,5Maka kabel Distribusi Utama berpenampang 150 mm2.Bila Faktor Dayanya = 0,8 Maka dibutuhkan Genset/Trafo dengan daya 100 ----- = 125 KVA 0,8Maka kabel Distribusi Utama berpenampang 95 mm2. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bila Faktor Daya rendah, maka investasi modal untuk Genset/Trafo maupun kabel menjadi besar. Pada tabel 1 berikut ini dapat diperlihatkan keuntungan-keuntungan yang diperoleh bila Faktor Daya ditingkatkan.Untuk Daya Aktif tertentu (KW tertentu, bila Faktor Daya renda, maka dibutuhkan Arus Listrik yang lebih besar dalam menghantar Daya Listrik pada sepanjang kabel instalasi maupun dalam Genset/Trafo. Akibatnya kehilangan Enersi (Current Heat Losses) dan penurunan tegangan (Voltage Drop) yang besar sepanjang kabel instalasi (lihat Tabel 1).
  82. 82. Tabel 1. Kehilangan enersi dan penurunan tegangan yang besar sepanjang kabel instalasi Cos j awal 0,5 0,5 0,6 0,6 0,7 0,7 Cos j akhir 0,8 0,9 0,8 0,9 0,8 0,9Pengurangan 37,5 44,5 25 % 33 % 12,5 22 %Arus Listrik % % %dan Daya ButaPengurangan 61% 69% 43,5 55,5 23% 39,5Kehilangan % % %Enersi padakabel instalasi
  83. 83. Mengatasinya dengan memasang Capasitor Bank• Sebelum Kapasitor dipasang : Daya Aktif dan Daya Reaktif yang diserap oleh beban Induktif seluruhnya disuplai oleh Generator/Trafo. Akibatnya Daya Buta (kapasitas dari Generator /Trafo menjadi besar).• Setelah Kapasitor dipasang : Seluruh atau sebagian besar Daya Reaktif yang diperlukan Beban Indusktif disuplai oleh Kapasitor. Dengan demikian beban Generator /Trafo yang kini hanya mensuplai Daya
  84. 84. MENGHITUNG DAYA REAKTIF YANG DIPERLUKAN UNTUK SUATU SISTEM KOMPENSASI Contoh :Sebuah instalasi pabrik memiliki Faktor Daya 0,7untuk beban puncak600 KW. Untuk meningkatkan Faktor Daya menjadi 0,95 diperlukan dayaKapasitor sebesar :Dari Tabel 2 didapat angka 0,691.Maka Daya Reaktif yang diperlukan = 0,691 x 600KW = 414 KVAR.Jika tidak memiliki data untuk beban, dapat jugadihitung menggunakan rumus :Daya Beban = V x I Cos j x Ö3dimana :• V = Tegangan Jaringan/Instalasi• I = Arus Jaringan/Instalasi• Cos j = Faktor Daya Jaringan/Instalasi
  85. 85. Pf Asli Cos j yang diinginkan (Cos j 2)Cos j1 100 95 90 85 80 60 1,333 1,000 0,849 0,713 0,583 62 1,266 0,940 0,782 0,646 0,516 64 1,201 0,937 0,717 0,581 0,451 66 1,138 0,872 0,654 0,518 0,388 68 1,078 0,749 0,594 0,458 0,328 70 1,020 0,691 0,536 0,400 0,270 72 0,964 0,635 0,480 0,344 0,214 74 0,909 0,580 0,425 0,289 0,159 76 0,855 0,526 0,371 0,235 0,105 78 0,802 0,473 0,318 0,182 0,052 80 0,750 0,421 0,266 0,130 82 0,698 0,369 0,214 0,078 84 0,646 0,317 0,162 0,026 86 0,593 0,264 0,109 88 0,540 0,211 0,056 90 0,484 0,155 92 0,426 0,097 94 0,303 0,034 96 0,292 98 0,203 100 0
  86. 86. Pada gambar berikut ini (Gambar 2) dapat dilihat suatu jaringan yang disuplai dari transformator sebelum menggunakan kompensasi dan sesudah menggunakan kompensasi.SEBELUM KOMPENSASI Energi SESUDAH KOMPENSASI Energireaktif seluruhnya disuplai oleh trafo reaktif sebagian/seluruhnya disuplai oleh kapasitor bank.
  87. 87. KOMPENSASI INDIVIDUAL UNTUK MOTOR- MOTOR LISTRIK Semua motor-motor listrik mengkonsumir Daya Aktif danDaya Reaktif. Daya Reaktif motor tergantung pada ukuran, keadaan beban, kecepatan, frekuensi dan tegangannya.Kapasitor adakalanya dihubungkan langsung pada terminal motor. Dalam hal demikian, kapasitas kapasitor (Qc) tidakboleh melebihi Daya Reaktif Beban Nol (No Load Reactive Power) dari motor. Kapasitas kapasitor (Qc) umumnya diambil 90% dari No Load Reactive Power). Untuk praktisnya pemilihan kapasitas Kapasitor untukhubungan langsung ke motor-motor listrik dapat dilihat pada Tabel 3 berikut ini :
  88. 88. Tabel 3.Pemilihan daya kapasitor untuk hubungan langsung ke motor- motor listrik Motor Power Rating Estimated capacitor power required for variuous speeds kW HP 3000 No u/min Full 1500 No load u/min Full 1000 No load u/min load load kVAR load kVAR Full load kVAR kVAR kVAR kVAR 0,18 1/4 0,1 0,2 0,2 0,3 0,4 0,5 0,37 1/2 0,3 0,4 0,4 0,5 0,5 0,6 0,55 3/4 0,4 0,5 0,4 0,5 0,5 0,6 0,75 1 0,5 0,6 0,5 0,7 0,6 0,8 1,1 1,5 0,7 0,9 0,7 1 0,9 1,2 1,5 2 0,8 1 1 1,2 1,1 1,4 2,2 3 1,1 1,4 1,2 1,5 1,4 1,8 3 4 1,5 1,8 1,6 2 1,8 2,4 4 5,5 1,8 2,3 2 2,6 2,2 2,9 5,5 7,5 2,2 2,9 2,4 3,3 2,7 3,6 7,5 10 3,4 4,4 3,6 4,8 4,1 5,4 11 15 5 6,5 5,5 7,2 6 8 15 20 6,5 8,5 7 9,5 8 10 18,5 25 8 11 9 12 10 13 22 30 10 12,5 11 13,5 12 15 37 50 18 24 20 27 22 30 45 60 19 28 21 31 24 34
  89. 89. PEMASANGAN CAPASITOR 1. Hubungan Langsung(Direct Connection atau Direct Compensation)
  90. 90. 2. Pemasangan Kapasitor Dipusatkan Pada Panel Utama (Centralized Compensation).
  91. 91. Panel Capasitor
  92. 92. Kesimpulan:1. Penambahan daya nyata (Active = KW) dalam sistem, sehingga dapat digunakan untuk beban yang lain.2. Untuk beban yang sama, KVA yang dibutuhkan berkurang, sehingga apabila ada penambahan beban dan akibat pengurangan KVA ini masih mencukupi, sehingga tidak perlu menambah daya dari PLN.3. Dengan losses dalam sistem dapat dikurangi, umur isolasi kabel dapat bertambah sehingga biaya investasi untuk penggantian kabel dapat ditunda.
  93. 93. Bila pabrik tersebut membeli/memasang Kapasitor : Faktor Daya 0,6 ditingkatkan menjadi 0,85 diperlukan Kapasitor Bank 80 KVAR dengan harga sekitar Rp 2.000.000,- (Tanpa Automatic Power Factor Regulator). Keuntungan yang diperoleh : Daya terpasang PLN cukup hanya 120 KW / 0,85 = 140 KVA Bea beban bulanan turun menjadi : 140 KVA x Rp 1.750,- = Rp 245.000,- atau terjadi pengurangan sebesar : Rp 350.00,- - Rp 245.000,- = Rp 105.000,- Daya terpasang yang semula 200 KVA turun menjadi 140 KVA. Kelebihan daya ini dapat dikembalikan kepada PLN atau dipakai untuk perluasan produksi. Biaya beban KVARH yang cukup besar itu akan hilang/diabaikan, sehingga dapat dihemat kira-kira Rp 150.000,- s/d Rp 250.000,- tiap bulan.
  94. 94. Contoh AplikasiSebuah pabrik dengan Faktor Daya 0,6 dengan dayaterpasang 200 KVA tanpa kapasitor. Faktor Daya 0,6; Daya Aktif 120 KW; Daya Reaktif 160 KVAR. Rekening bulanan yang harus dibayar : Bea beban 200 KVA = Rp 1.750 x 200 kVA = Rp 350.000,- Asumsi : Pemakaian listrik 200 jam/bulan Pemakaian KWH = 120 x 200 = 24.000 KWH Pemakaian KVARH = 160 x 200 = 32.000 KVARH Terdapat rencana oleh PLN akan membebani biaya atas beban KVARH kira-kira 40% dari biaya KWH/bulan. Selama Faktor Daya lebih besar atau sama dengan 0,85 (Peraturan PLN tahun 1989), maka biaya/denda KVARH ini ditiadakan.
  95. 95. Dari keterangan diatas (a dan b) dapat ditarik kesimpulan :Bahwa dengan memasang Kapasitor 80 KVAR terjadi penghematan = Rp 250.000,- s/d Rp 350.000,- tiap bulan. Dengan demikian investasi awaluntuk pembelian Kapasitor Bank yangberharga Rp 2.000.000,- akan kembali biayanya (Break Even Point) dalamwaktu paling lambat 8 (delapan) bulan sejak dipasang
  96. 96. KABEL/PENGHANTAR• Kabel adalah panjang dari satu atau lebih inti penghantar(urat), baik yang berbentuk solid (pejal) ataupun serabut yang masing-masing dilengkapi dengan isolasi sendiri dan berbentuk kesatuan. Penyatuan/penggabungan satu atau lebih inti pada umumnya dilengkapi dengan selubung atau mantel pelindung dengan demikian ada 3 hal pokok dari kabel yaitu:1. Konduktor/penghantar, merupakan media untuk menghantarkan listrik.2..Isolasi, merupakan bahan dielektrik yang berguna untuk mengisolasi dari yang satu terhadap yang lain dan juga terhadap lingkungannya.3. Pelindung luar, yang memberikan perlindungan terhadap kerusakan mekanis,pengaruh bahan kiamia,elektrolisis,api atau pengaruh luar lainnya yang merugikan.
  97. 97. KODE PENGENAL JENIS KABEL:• N - Kabel jenis standar, dengan tembaga sebagai penghantar• NA - Kabel jenis standar, dengan Aluminium sebagai penghantar• Y - Isolasi PVC• 2Y - Isolasi PE• 2X - Isolasi XLPE• S - Lapisan pita tembaga (pada kabel berurat tunggal)• SE - Lapisan pita tembaga pada tiap urat(Pada kabel berurat jamak)• C - Lapisaan kawat tembaga konsentris (sebagai penghantar Netral)• M - Selubung luar PVC Untuk Kabel NYM.• W... - Perisai pita tembaga bergelombang.• - Perisai pipa aluminium bergelombang.• - Perisai pipa baja bergelombang.• - Perisai pipa baja tahan karat bergelombang.• F - Kawat Fleksibel seperti pada NYAF• F - Perisai dari kawat baja pipih.• R - Perisai dari kawat baja bulat.• Gb - Perisai dari spiral pita baja.• B - Perisai dari pita baja.• T - Penggantung untuk kabel udara.• Y - Selubung luar PVC.• 2Y - Selubung luar PE• re - Penghantar padat bulat.• rm - Penghantar bulat berkawat banyak.• se - Penghantar padat bentuk sektor.• sm - Penghantar dipilin bentuk sektor• cc - Dipilin bulat dipadatkan.• - I *) -Kabel dengan sistim pengenal warna urat dengan hijau kuning.• - O *) -Kabel dengan sistim pengenal warna urat tanpa hijau kuning.• *) Untuk kabel dengan Eo/E = 0,6/1 kV; tidak berlaku bagi kabel dengan penghantar konsentris, misalnya kabel tegangan menengah dan tinggi.
  98. 98. Sebagai contoh adalah:• NYFGbY-I 4 x 120 sm 0,6/1 kV• N - Kabel jenis standar, dengan tembaga sebagai penghantar• Y - Isolasi PVC• F - Kawat baja pipih• Gb - Perisai dari spiral pita baja.• Y - Selubung luar PVC.• -I - Kabel dengan sistim pengenal warna urat dengan hijau kuning.• 4 x 120 - Dengan jumlah inti 4 dan masing masing inti memiliki luas penampang 120 mm2• sm - Penghantar dipilin bentuk sektor• Jadi secara umum dapat diartikan adalah suatu kabel berperisai, berisolasi dan berselubung PVC, berinti 4 untuk teganga nominal 0,6/1 kV ,dengan penhantar tembaga yang dipilin berbentuk sektor dengan luas penampang nominal 120 mm2 . Salah satu inti dengan sistim pengenal warna hijau-kuning. Perisainya terdiri dari kawat baja pipih dengan spiral pita baja.
  99. 99. 8.1. Tahanan Penghantar• Tahanan dari penghantar tergantung dari tahanan jenisnya () bahan itu sendiri,berbanding lurus dengan panjangnya (l) dan berbanding terbalik dengan penampang penghantar itu sendiri. =a. Tahanan Jenis (= rho)adalah menunjukan tahanan dari suatu penghantar denganpanjang 1 m, penampang 1 mm pada suhu 20 C = R. A  .mm 2 A = luas penampang [mm2] l m l = panjang [m]  = Tahanan
  100. 100. 8.2. Rugi Tegangan• Rugi tegangan adalah besarnya tegangan yang ada pada kabel akibat adanya nilai tegangan dan nilai arus yang mengalir pada kabel. Makin besar nilai tahanan dan arus maka makin besar rugi tegangan yang terjadi. Hal ini juga mengakibatkan kerugian Daya yang cukup besar.
  101. 101. % Rugi tegangan yang diijinkan: V Penggunaan Jala-jala/jaringan0,5 % Dari jala-jala ke kWh meter1,5 % Dari meter ke peralatan pemakai/Instalasi penerangan3% Dari meter kemotor-motor /Instalasi Daya Contoh : Sebuah motor DC disuplai dari kabel NYM 2x4 mm2 sepanjang 28 m, arus yang Mengalir adalah 23 A Hitunglah : a. Rugi tegangan (Volt) b.Rugi tegangan (%). c.Apakah rugi tegangan tersebut masih diijinkan. Jawab :a. DV = 2 x l x I cx A = 2 x 28 x 23 56 x 4 = 5,75 V0lt b. Rugi tegangan = 5,75/220 V x 100 % = 2,6 % Rugi Tegangan tersebut diijinkan karena dibawah 3%.
  102. 102. Suhu Maksimum Yang Diijinkan Pada kabel pemasangan tetap Pada kabel fleksibel Suhu sekitar Suhu sekitarNo Jenis Isolasi Nomen Suhu Maks Min Suhu Maks Maks klatur penghan tar ºC ºC penghantar ºC ºC maks ºC maks ºC1 PVC biasa Y biasa 70 60 +5 70 60 +52 PVC spesial Yspesial 105 95 +5 - - -3 Karet biasa G 60 50 -25 60 50 -254 Karet butil 2G 85 75 -25 85 75 -255 Karet silikon Si - - - 180 170 -256 Polyethelene 2Y 70 60 -25 - - - (PE)7 Cross Link XLPE 85 75 -25 85 75 -25 PE8 Ethylene EPR 85 75 25 85 75 -25 Propy lene Rubber9 Mineral - 60 -25 - - -10 Kertas - 45 - - - -
  103. 103. Faktor pengisian kabel dalam pipa:Jumlah kabel Faktor pengisian dalam pipa 1 50% luas penampang dalam pipa 2 33% = 1/3 luas penampang dalam pipa.3 atau lebih 40% luas penampang dalam pipaPenggunaan tabel ini untuk menghindari kesulitan penarikan kabel tersebut.
  104. 104. JENIS DAN KARAKTERISTIK KABEL DAN PENGGUNAANNYA• 1. NYA : (Thermo Plastik Building Wire)• Rating Tegangan: 0,6/1 kV ,Ukuran 1............500 mm2Kawat tembaga padat berinti satu berisolasi PVC.• Penggunaan.: Untuk instalasi didalam ruangan dan dimasukan kedalam pipa instalasi. Untuk Pengawatan pada panel daya. Penempatan dalam ruang kering ISOLASI PVC Tembaga pejal
  105. 105. 2. NYAF : (Thermo Plastik Building Wire) Rating Tegangan: 0,6/1 kV ,Ukuran 0,5............400mm2Kawat tembaga serabut, berinti satu berisolasi PVC. Penggunaan.: Untuk instalasi didalam ruangan. UntukPengawatan pada panel kontrol. Penempatan dalam ruang kering,pada panel untuk segi keindahan dan kerapihan diletakan didalam wiring chanel (saluran kabel). ISOLASI PVC Tembaga serabut
  106. 106. Karakteristik Listrik NYA WIREUkuran Taha nan Kemam puan Reaktansi per Arus Test Hantar Arus penghantar Hubung Tegangan Suhu 30 C singkat selama 1 detikmm2 Penghantar Isolasi Dalam di Udara Ohm/Km kA kV/menit (perhitungan M,Ohm pipa Ampere Ohm/Km per Km Ampere 1 23,4 51 12 18 - - 2,5 1,5 11,9 51 15 24 - - 2,5 2,5 7,14 48 20 32 - - 2,5 4 4,47 44 25 43 - - 2,5 6 2,97 37 33 54 - - 2,5 10 1,77 36 45 74 - - 2,5 16 1,12 26 61 98 0,088 0,24 2,5 25 0,708 26 83 140 0,085 0,23 2,5 35 0,514 22 104 159 0,082 0,22 2,5 50 0,379 22 132 197 0,082 0,21 2,5 70 0,262 19 166 247 0,082 0,20 2,5 95 0,189 18 198 293 0,082 0,19 2,5 120 0,150 16 236 345 0,078 0,19 2,5 150 0,122 16 - 391 0,078 0,18 2,5 185 0,0972 16 - 448 0,078 0,18 2,5 240 0,0740 16 - 529 0,075 0,17 2,5 300 0,0590 15 - 609 0,075 0,17 2,5 400 0,0461 15 - 724 0,075 0,16 2,5 500 0,0366 15 - 828 0,075 0,16 2,5
  107. 107. Karakteristik Listrik NYAF WireUkuran Taha nan Kemam puan Arus Test Hantar Arus Hubung Tegangan Suhu 30 C singkat selama 1 detikmm2 Penghantar Isolasi Dalam di Udara kA kV/menit (perhitungan ) M,Ohm per pipa Ampere Ohm/Km Km Ampere 0,5 37,1 65 2,5 - 0,06 0,75 24,7 58 7 - 0,09 1 18,5 53 11 19 0,12 2,5 1,5 12,7 50 15 24 0,17 2,5 2,5 7,6 46 20 32 0,29 2,5 4 4,71 40 25 42 0,46 2,5 6 3,14 32 33 54 0,70 2,5 10 1,82 36 45 73 1,16 2,5 16 1,16 23 61 98 1,86 2,5 25 0,743 23 83 129 2,91 2,5 35 0,527 20 103 158 4,07 2,5 50 0,368 19 132 197 5,81 2,5 70 0,259 17 165 245 8,14 2,5 95 0,196 16 197 290 11,05 2,5 120 0,153 15 235 345 13,95 2,5 150 0,123 15 - 390 17,44 2,5 185 0,101 14 - 445 21,51 2,5 240 0,0763 14 - 525 27,91 2,5 300 0,0611 13 - 605 34,88 2,5 400 0,0463 13 - 725 46,51 2,5
  108. 108. 3.NYM.• Berinti tembaga pejal/padat dengan isolasi PVC mempunyai lapisan pengisi dan mempunyai pelindung luar dari bahan PVC berwarna putih. dengan cara penulisan• NYM 3 x 2,5 mm2 artinya memiliki 3 buah inti dengan luas penampang masing-masing inti 2,5 mm2• Penggunaan : Untuk instalasi penerangan didalam ruangan bisa didalam pipa ataupun tidak dengan cara diklem dengan klem kabel NYM.
  109. 109. Karakteristik listrik NYM 3 x ….mm2 NYM-500 V SII 0209.78 (SPLN 42 - 2 :1981) Kabel tembaga berisolasi dan berselubung PVC Berinti 3Jumlah ukuran Tahanan Tahanan KHA Reaktansi per. Arus Test Tegangan inti mm2 Penghantar Isolasi di udara penghantar Hubung kV/menit (perhitungan dc) M,Ohm per pada 30 C Ohm/Km singkat Ohm/Km Km Ampere selama 1 detik kA 1,5 12,1 48 19 0,108 0,17 2 2,5 7,28 43 25 0,104 0,29 2 4 4,56 40 34 0,1 0,46 2 3 6 3,03 34 44 0,094 0,7 2 10 1,81 33 61 0,088 1,16 2 16 1,15 27 82 0,083 1,86 2 25 0,74 26 108 0,080 2,91 2 35 0,524 22 134 0,077 4,07 2
  110. 110. NYY - 0,6/1 kV.SII.0210.78 (SPLN 43-1 :1981) Kabel tembaga berisolasi dan berselubung PVC Berinti 5 Karakteristik Listrik NYY CABLEJumla ukura Tahanan Tahanan KHA KHA Reaktansi Arus Test h n Penghantar Isolasi di di per. Hubung Teganga inti mm2 (perhitungan M,Ohm Tanah udara penghant singkat n dc) per Km pada pada ar selama kV/meni pada 20 C 30 C 30 C Ohm/Km 1 detik t Ohm/Km Amp Amp kA 1,5 12,1 62 24 18 0,115 0,17 4 2,5 7,28 57 32 25 0,110 0,29 4 4 4,56 52 41 34 0,107 0,46 4 6 3,03 44 52 44 0,1 0,7 4 5 10 1,81 36 69 60 0,094 1,16 4 16 1,14 26 89 80 0,090 1,86 4 25 0,74 26 116 105 0,086 2,91 4 35 0,524 22 138 130 0,083 4,07 4 50 0,387 22 165 160 0,083 5,81 4
  111. 111. Sistim pemasangan Instalasi:1.Sistim Instalasi diluar gedung (out Door)2.Sistim instalasi didalam gedung.Pada sistim instalasi didalam gedung dibagi 2:1.Sistim instalasi diluar tembok (out bow/on Plaster)2. Sistim instalasi didalam tembok (inbow/in plaster)
  112. 112. Kelebihan dan kekurangan nya:• Sistim inbow:Kelebihannya:• Seluruh tarikan dan pasangan kabel dan pipa tidak terlihat oleh pemakai ruang atau gedung,ruangan akan terlihat indah dan rapi.• Tidak menggangu dalam penataan ruang.Kekurangannya:• Waktu pemasangan nya relatif lama• Sulit dalam melaksanakan perbaikan dan pengembangan Instalasi.• Biaya pemasangan cukup tinggi
  113. 113. Sistim Outbow: Kelebihannya:• Waktu pemasangan nya relatif lebih cepat• Mudah dalam melaksanakan perbaikan dan pengembangan Instalasi.• Biaya pemasangan relatif rendah Kekurangannya:• Seluruh tarikan dan pasangan kabel dan pipa terlihat oleh pemakai ruang atau gedung, keindahan dan kerapihan ruang sanagt tergantung dengan peralatan yang dipakai.• Cukup mempengaruhi dalam penataan ruang.
  114. 114. Sistim saluran kabel yaitu suatu sistim dimana sejumlah atau sekelompok kabel ditempatkan bersama-sama dalam satu saluran kemudian didistribusikan keperalatan listrik yang memerlukan atau yang telah ditentukan.Sistim saluran kabel terdiri dari 3 jenis:1. Pemasangan saluran diatas permukaan lantai dengan jarak tertentu dengan menggunakan Rak kabel/Tray2. Pemasangan saluran dibawah permukaan lantai dengan kedalaman tertentu (Cable Trench.)3. Pemasangan saluran kabel didalam ruangan khusus dan dilengkapi dengan rak-rak kabel
  115. 115. Sistim Suplai Utama Dari Pabrik dengan daya lebih Besar dari 201 kVASwitch gear tegangan rendahadalah panel berisi peralatan pengaman dan alat-alat ukur untuk sistimtegangan rendah ada banyak istilah yang dipakai Misalnya Untuk bagianutama disebut MainMDB : Main Distribution BoardLVMDP : Low voltage Main Distribution BoardUntuk Bagiannya disebut: SDB : Sub Distribution BoardLVSDP : Low voltage Sub Distribution BoardLP = Lighting Panel PP = Power Panel
  116. 116. Motor Induksi 3 Phasa Simbol untuk terminal Motor 3 phasa Asinkron.Standar VDE BS NEMA (Eropa/Intern (British (Amerika ational) Standart) standar)Terminal U V W A B C T1 T2 T3 U–X A2 – A1 T1 – T4Hubungan V–Y B2 – B1 T2 – T5 W–Z C2 – C1 T3 – T6
  117. 117. Sistim pengasutan motor induksi 3 phasa Daya NominalNo Sistim Pengasutan Motor (kW) 1 kurang dari DOL (Direct On Line) 1,5 - 2,25 2 sampai antara Bintang – Segitiga 4-6 3 sampai antara Bintang – Segitiga dilengkapi 8 - 12 Dengan tahanan –tahanan Transformator asut atau motor4 lebih dari 12 Angker gelang seret dengan tahanan asut rotor.
  118. 118. Pengasutan DOL (Direct On Line) Sistim pengasutan DOL adalah suatu cara pengasutan denganmenghubungkan langsung motor ke jala – jala melalui saklar tiga fasa. Caraini dilakukan apabila akibat arus mula tidak menimbulkan gangguan padajaringan sumber. Karena cara ini sederhana, murah dan memberikan torsimula yang baik, maka banyak dipakai khususnya pada motor – motor listrikberdaya kecil. Sistim DOL banyak dilakukan dengan menggunakan saklarmagnet (Kontaktor). Dengan menggunakan L1 saklar ini motor dapat dilayani L2dari jarak jauh dan secara otomatis. L3 N Pe L 1 3 5 F 95 2 4 6 OL 96 So 1 3 5 A1 13 97 K1M S1 K1M OL 2 4 6 A2 14 98 OL A1 K1M h1 U V W A2 M 3 phasa
  119. 119. Pembalikan Putaran Motor Pembalikan putaran motor terdiri dari hal – hal sebagai berikut : Pembalikan 2 buah terminal fasa motor 1 atau dengan lainnya (plugging). Pengasutan kembali pada arah putar yang berlawanan. Peristiwa pembalikan arah putar menyebabkan rugi – rugi panas dan tekanan yang timbul pada motor kira – kira tiga sampai dengan empat kali sebesar pada waktu pengasutan awal, atau dari keadaan diam. Pada motor induksi tiga fasa pembalikan arah putaran motor bergantung dari arah putaran medan putar didalam stator. Perubahan arah putar bisa diperoleh dengan mempertukarkan letak antara dua fasa yang berlainan satu sama lain
  120. 120. Mengatur Kecepatan Motor• Motor induksi pada umumnya berputar pada kecepatan konstan. Meskipun demikian pada penggunaan tertentu dikehendaki juga adanya pengaturan kecepatan. Kecepatan putar rotor dari motor induksi dinyatakan dengan per­samaan: 120 fNr = (1  S ) p• Maka ada tiga faktor yang me,upengaruhi putaran dari motor induksi, yakni: –f = frekuensi jala-jala –p = banyaknya kutub –S = slip.• Untuk mengubah kecepatan motor. dapat dilakukan dengan meng­ubah paling sedikit satu dari faktor-faktor tersebut.
  121. 121. Perubahan slip.• Slip diubah dengan memberi tahanan tambahan pada rangkaian rotor. Kerugiannya ialah: – efisiensi turun – pengaturannya jelek• Kerugian ini dapat dihindari dengan memberikan ggl lawan sebagai ganti dari tahanan tambahan pada rangkaian rotor. Untuk itu rotor ha­rus dilengkapi dengan komutator atau dengan “auxiliary comutating machine” yang dapat memberikan ggl lawan lewat slip ring. Mesin bantu dieksitasi oleh arus rotor itu sendiri. Karena perlu mesin bantu, maka hanya dipakai untuk motor yang ratingnya besar
  122. 122. Perubahan frekuensi• Frekuensi jala-jala besarnya tetap. Jadi tidak mungkin mengubah frekuensi motor yang disambungkan ke jala-jala.• Umumnya cara ini dipakai bila motor langsung dihubungkan ke generator (motor merupakan beban tunggal daripada generator). Kemudian dengan mengatur kecepatan pembangkit (generator) berarti mengatur kecepatan motor. Pembangkit digerakkan turbin. Jadi perubahan kece­patan terbatas karena efisiensi turbin turun bila kecepatannya berbeda dengan kecepatan yang telah ditentukan
  123. 123. Perubahan kutub.• Dengan mengubah jumlah kutub, maka putaran sinkron akan beru­bah sehingga putaran rotor berubah pula. Bila jumlah kutub bertambah, putaran sinkron akan turun.• Untuk memperoleh karakteristik motor yang baik pada tiap macam pu­tarannya, hubungan lilitan stator diubah dari “delta” ke “bintang” pada saat banyaknya kutub diubah. Perubahan ini juga mengubah tegangan per fasa yang dipakai.• Karena adanya kesulitan-kesulitan yang timbul pada waktu mengubah hubungan, umumnya perubahan kutub hanya dilakukan untuk dua macam putaran saja.• Dalam motor induksi rotor lilit, perubahan hubungan perlu dilakukan pada lilitan stator dan lilitan rotor. Kalau tidak, kopel negatif akan timbul
  124. 124. Simbol warna tombol tekan dan pengertiannya: Arti Warna Penggunaan Warna Kondisi darurat atau -Emergensi - Stop Merah gangguan -Pemadam kebakaran STOP atau OFF -STOP -Stop satu motor atau banyak motor -stop bagian dari mesin -Reset kombinasi dng Stop Intervensi - perubahan saat kondisi abnormal Kuning atau untuk menghindari keadaan yang tidak diinginkan START - ON -Umumnya untuk start Hijau -Start satu atau banyak motor -Start bagian pada mesin -kondisi saklar menutup (Closed) Tidak dapat dipakai -Tidak dapat dipakai untuk fungsi- Biru untuk fungsi-fungsi fungsi warna seperti diatas warna seperti diatas Hitam Tidak dapat dipakai - kemungkinan dapat dipakai untuk untuk fungsi-fungsi fungsi diatas kecuali fungsi Stop atau Abu-abu warna seperti diatas Off putih.
  125. 125. B.Saklar jenis pilih.biasa disebut saklar pilih atau selektor switch (saklar posisi atausaklar kontrol), yaitu saklar yang digunakan untuk outputyang lebih dari satu, misalnya untuk merancang suatu kontrolyang diinginkan memiliki mode kerja yang beraneka ragam.
  126. 126. F. Limit Switch ( LS)Sebagai saklar pembatas,memiliki fungsi NO dan NC. suatusaklar yang akan bekerja jika tersentuh sesuatu benda karenaadanya gaya mekanis sehingga kontak bekerja.Terdiri darimacam-macam type (lihat lampiran). Bentuk-bentuk tuas Limit switch
  127. 127. 10. KONTAKTOR• Kontaktor adalah suatu alat pemutus dan penghubung atau switching beban, biasanya fungsi kontaktor ini pada suatu rangkaian kontrol digunakan sebagai penghubung beban seperti motor-motor listrik dan lain- lain.• Kontaktor bekerja berdasarkan prinsip elektromagnetik. Biasanya kontaktor SIMBOL mempunyai kontak dengan kutub banyak dan dilengkapi dengan beberapa kontak bantu Normal terrtutup(Normally Close/NC) dan Normal terbuka (Normally Open/NO).
  128. 128. Pemilihan Kontaktor AC :Intermitten duty:Adalah kelas dari maksimum kerja kontaktor saat ondan off per jam operasiClass 0,3 maksimum 30 operasi per jamClass 1 maksimum 120 operasi per jamClass 3 maksimum 300 operasi per jamClass 10 maksimum 1200 operasi per jamKatagori penggunaan ( Utilisation catagory):Ditunjukkan dari tipe beban yang dioperasikan , hal inisangat penting karena dapat meyakinkan kita dalammemilih kontaktor sehingga tidak salah pilih
  129. 129. Katagori Penggunaan Perkalian arus beban penuh KATAGORY PENGGUNAAN Operasi Normal Menutup Membuka AC1 untuk beban non nduktif atau resistif, atau 1 1 peralatan yang memiliki Cos  = 0,95 Contoh: Pemanas,Distribusi AC2 untuk starting dan inching motor slip 2,5 2,5 ring AC3 untuk starting dan off selama operasi 6 1 motor rotor sangkar, selama kondisi normal Contoh:Lift,Konveyor,Eskalator,Compresso r,Pompa,Kipas angin, Mills, mixers, AC AC4 Untuk starting,plugging,reversing, dan inching motor rotor sangkar. 6 6Plugging : Menyetop dan membalik motor secara cepat dengan merubah hubunganmotor ketika motor sedang bekerja.Inching (Jogging): Menghidupkan motor berulang ulang untuk peride waktu yang cepatdanuntuk gerakan yang kecil dari mekanis penggerak.
  130. 130. Spesifikasi KontaktorRating tegangan Operasi: Ve / Vnnilai dari tegangan dimana kontaktor mampu beroperasisesuai arus Nominalnya. Tegangan ini tidak boleh lebihbesar dari rating tegangan isolasi. Rating tegangan Isolasi: Tegangan pada saat pengujian kontaktor untuk pengujian tingkat dielektriknya.Rating thermal Current: (Ith)Adalah nilai arus pada saat pengujiansesuai Standar IEC Rating arus operasi (Ie / In ): Nilai arus sehingga kontaktor mampu beroperasi normal sesuai dengan tegangan operasinya dan katagori penggunaannya. Arus maksimum operasi berhubungan erat dengan panas yang timbul dan panasnya tidak akan melebihi panas yang diijinkan.Umur kontak (electrical life):Kemampuan berapa kali kontak bekerja padabeban penuh tanpa harus direparasi atau diganti.
  131. 131. Kontaktor dirancang untuk penggunaan kategori motor AC1 dan AC3.untuk penggunaan kategori motor AC2 dan AC4, perlu memperhatikan karakteristiknya dikatalog.Katagori Beban Fungsi Kontrol AplikasiAC1 Non induktif . switch-on .pemanas Pf  0,95 .distribusi AC2 Motor slip ring .start .mesin angkat .mematikan saat dijalankan .rem reegeneratif .inching AC3 Motor rotor .start .kompresor sangkar .mematikan saat .elevator Pf  0,45 dijalankan .mixer Ie<100A atau .pompa Pf  0,35 .eskaltor Ie>100A .kipas angin .penyejuk udara AC4 Motor rotor .start .mesin cetak sangkar .mematikan saat .mesin angkat Pf  0,45 dijalankan Ie<100A atau .rem regeneratif Pf  0,35 .reversing Ie>100A .inching
  132. 132. 11.OVER LOAD RELAY:• Adalah alat pengaman beban lebih dari motor, alat ini memiliki 2 bagian yaitu Elemen panas dan kontak NO dan NC• Kontak thermal overload relay ini biasanya digunakan sebagai input untuk menandakan kondisi gangguan atau memutuskan rangkaian pada saat terjadi beban lebih pada suatu beban yang dipasang pengaman beban lebih. Kontak TOR terdiri dari NO atau Normally Open dan NC atau Normally Close.• Elemen panas adalah sebagai sensor arus,jika arus melebihi nominalnya maka elemen panas akan membuat bimetal melengkung sehingga kontak akan bekerja, Arus yang diijinkan mengalir dapat diatur(disetting). Pemasangan overload relay biasa Gambar Thermal Overload Relay. digabungkan pada kontaktor.
  133. 133. 12. Penentuan Sistim pengaman Motor. PERSENTASE ARUS BEBAN PENUH JENIS MOTOR PEMUTUS TENAGA PENGAMAN LEBUR ( CIRCUIT BREAKER) (SEKRING)Motor sangkar atau serem 250 400pak,dengan pengasutan bintangsegitiga, DOL, dengan reaktoratau tahan an, dan motor 1 phasaMotor rotor sangkar atau 200 400serempak dengan pengasu tanautotransfor mer, atau motorsangkar reaktansi tinggiMotor rotor lilit atau 150 400Motor arus searah
  134. 134. Hubungan Sistem starter motor dengan sumber dan bentuk starter untuk sistem DOL : Direct On Line Asosiasi 1 komponen, terdiri dari 1 komponen gawai yang telah mencakup fungsi-fungsi pemisah, proteksi (hubung pendek & beban lebih) dan penyakelaran/control motor. Untuk memberikan tingkat pelayanan sebagai penyulang motor, pada asosiasi 1komponen memiliki koordinasi antar gawai-gawai yang berfungsi sebagai proteksi hubung pendek, beban lebihdan penyakelaran/control dalam komponen itu.
  135. 135. Asosiasi 2 komponen, terdiri dari 2 komponen, komponen pertama berfungsi sebagai pemisah dan proteksi (hubung pendek & beban lebih) dan komponen kedua sebagai control motor.Asosiasi 2 komponenmemiliki koordinasi antargawai-gawai yang berfungsisebagai proteksi hubungpendek dan beban lebih dikomponen 1, serta koordinasiantara komponen 2 yangberfungsi sebagaipenyakelaran/control
  136. 136. Asosiasi 3 komponen, terdiri dari 3 komponen, komponen pertama berfungsi sebagai pemisah dan proteksi hubung pendek, komponen kedua sebagai kontrol motor dan komponen ketiga sebagai proteksi beban lebih motor.Asosiasi 3 komponen meilikikoordinasi antar ketigakomponennya, komponen 1 yangberfungsi sebagai proteksi hubungpendek, komponen 2 yangberfungsi sebagaipenyakelaran/kontrol dankomponen 3 yang berfungsisebagai proteksi beban lebih
  137. 137. NAME PLATE
  138. 138. • - Design. This provides starting kVA, running kVA, and running KW characteristics. This is a product of the internal resistance of the rotor. Generally, designs B, C, and D are used: -- Design A is of limited usage. This motor has extremely high starting kVA, as much as 50 percent higher than the B, C, or D design motors. -- Design B is a standard rotor design. This type of rotor has a low internal resistance. It has normal starting torque, low starting current, and low slip at full load. -- Design C has a higher internal rotor resistance. This improves the rotor power factor at the start, providing more starting torque. Fully loaded, the extra resistance creates a greater slip. -- Design D has more resistance. The starting torque is maximum. -- Serial number. The serial number or identification number is extremely useful when dealing with the manufacturer. The serial number and appropriate information is maintained on file with the company. -- Type. This is the manufacturers specific application information. This will also identify the housing characteristics (waterproof, drip-proof, and so forth). --Service factor. This is an allowable overload above the full-load current. It is expressed as a decimal. Multiplying the full-load current by the service factor establishes the maximum allowable current acceptable above full-load current for a short period of time. -- Frame. Many of the dimensions found on a blueprint are incorporated in the frame identification. Some of these specifications may include the rotor shaft length, diameter, and machining the motor housing and bolting placements; and so forth.
  139. 139. Pengoperasian Motor Induksi Standar VDE (Eropa/International) BS NEMA (British Standart) (Amerika standar)Terminal U V W A B C T1 T2 T3Hubungan U–X A2 – A1 T1 – T4 V–Y B2 – B1 T2 – T5 W–Z C2 – C1 T3 – T6 Simbol untuk terminal Motor 3 phasa Asinkron.No Daya Nominal Motor (kW) Sistim Pengasutan1 kurang dari 1,5 - 2,25 DOL (Direct On Line)2 sampai antara 4 - 6 Bintang – Segitiga3 sampai antara 8 - 12 Bintang – Segitiga dilengkapi dengan tahanan –tahanan4 lebih dari 12 Transformator asut atau motor angker gelang seret dengan tahanan asut rotor. Sistim pengasutan motor induksi 3 phasa
  140. 140. Pada saat start motor induksi memerlukan arus yang besar sehingga dapat mengganggu tegangan jala-jala. untuk mengatasi hal ini digunakan beberapa macam caraUntuk motor sangkar tahanan rotor sangkar tetap dan kecil dibandingkan dengan reaktansinya yang sangat besar pada saat start. Hal ini mengakibatkan arus start I2 dari rotor sangatbesar dan perbedaan sudut (terbelakang) dengan E2 sangat besar sehingga menghasilkan kopelmula yang membahayakan Supaya didapat kerja motor yang memuaskan hal ini harus diatasi. Caranya dapat dilakukan dengan:
  141. 141. Pengasutan DOL (Direct On Line) Sistim pengasutan DOL adalah suatu cara pengasutan denganmenghubungkan langsung motor ke jala – jala melalui saklar tiga fasa. Caraini dilakukan apabila akibat arus mula tidak menimbulkan gangguan padajaringan sumber. Karena cara ini sederhana, murah dan memberikan torsimula yang baik, maka banyak dipakai khususnya pada motor – motor listrikberdaya kecil. Sistim DOL banyak dilakukan dengan menggunakan saklarmagnet (Kontaktor). Dengan menggunakan L1 saklar ini motor dapat dilayani L2dari jarak jauh dan secara otomatis. L3 N Pe L 1 3 5 F 95 2 4 6 OL 96 So 1 3 5 A1 13 97 K1M S1 K1M OL 2 4 6 A2 14 98 OL A1 K1M h1 U V W A2 M 3 phasa
  142. 142. 5 x 125 x 4000 22,47 1500Tabel ukuran Rel (Busbar) Tembaga , 5 x 100 x 4000 18,00 1345 Berat dan KHA 5 x 80 x 4000 14,34 1110 5 x 60 x 4000 10,47 865 5 x 50 x 4000 9,00 740 UKURAN ( mm) BERAT (Kg) KHA ( Ampere ) 5 x 40 x 4000 7,16 610 15 x 100 x 4000 54,1 2400 5 x 35 x 4000 6,27 535 12 x 100 x 4000 43,2 2100 5 x 30 x 4000 5,39 480 10 x 200 x 4000 72,0 3140 5 x 25 x 4000 4,47 415 10 x 160 x 4000 57,28 2620 5 x 20 x 4000 3,63 345 10 x 150 x 4000 54,1 2400 4 x 50 x 4000 7,16 660 10 x 120 x 4000 43,2 2100 4 x 40 x 4000 5,74 540 10 x 100 x 4000 36,0 1800 4 x 35 x 4000 5,00 475 10 x 80 x 4000 28,64 1525 4 x 30 x 4000 4,29 430 10 x 60 x 4000 21,5 1200 4 x 25 x 4000 3,61 365 10 x 50 x 4000 18.0 1060 4 x 20 x 4000 2,86 306 10 x 40 x 4000 14,35 880 4 x 15 x 4000 2,15 235 10 x 30 x 4000 10,76 700 3 x 50 x 4000 5,39 570 8 x 60 x 4000 17,28 1110 3 x 40 x 4000 4,29 470 8 x 50 x 4000 14,34 950 3 x 35 x 4000 3,78 405 8 x 40 x 4000 11,45 795 3 x 30 x 4000 3,33 350 8 x 30 x 4000 8,66 630 3 x 25 x 4000 2,70 300 7 x 35 x 4000 8,85 600 3 x 20 x 4000 2,20 245 6 x 100 x 4000 21,5 1200 3 x 17 x 4000 1,82 200 6 x 60 x 4000 12,88 955 3 x 15 x 4000 1,61 165 6 x 50 x 4000 10,74 815 2 x 30 x 4000 2.2 295 6 x 40 x 4000 8,76 675 2 x 25 x 4000 1,8 255 6 x 30 x 4000 6,44 535 2 x 20 x 4000 1,44 205 6 x 25 x 4000 6,54 460 2 x 15 x 4000 1,1 155
  143. 143. 14. Tabel Daya Motor MotorTiga Fasa 4 Kutub 50/60 Hz Motor fasa TunggalkW hp 220V 240V kW hp 220-240V 380V 415V 440V 500V 660V 1000V A A A A A A A A A0,37 0,5 3,9 3,6 0,37 0,5 1,8 1.03 - 0,99 1 0,6 0,40,55 0,75 5,2 4,8 0,55 0,75 2.75 1,6 - 1,36 1,21 0,9 0,60,75 1 6,6 6,1 0,75 1 3.5 2 2 1,68 1,5 1,1 0,751,1 1,5 9,6 8,8 1,1 1,5 4.4 2,6 2,5 2,37 2 1,5 11,5 2 12,7 11,7 1,5 2 6.1 3,5 3,5 3,06 2,6 2 1,31,8 2,5 15,7 14,4 2,2 3 8,7 5 5 4,42 3,8 2,8 1,92,2 3 18,6 17,1 3 4 11,5 6,6 6,6 5,77 5 3,8 2,5 3 4 24,3 22,2 3,7 5 13,5 7,7 7,5 7,1 5,9 4,4 3 4 5 29,6 27,1 4 5,5 14,5 8,5 8,4 7,9 6,5 4,9 3,34,4 6 34,7 31,8 5,5 7,5 20 11,5 11 10,4 9 6,6 1,35,2 7 39,8 36,5 7,5 10 27 15,5 14 13,7 12 8,9 65,5 7,5 42,2 38,7 9 12 32 18,5 17 16,9 13,9 10,6 7 6 8 44,5 40,8 10 13,5 35 20 - - 15 11,5 7,5 7 9 49,5 45,4 11 15 39 22 21 20,1 18,4 14 97,5 54,4 50 15 20 52 30 28 26,5 23 17,3 12 18,5 25 64 37 35 32,8 28,5 21,3 14,5 22 30 75 44 40 39 33 25,4 17 25 35 85 52 47 45,3 39,4 30,3 20 30 40 103 60 55 51,5 45 34,6 23 33 45 113 68 60 58 50 39 25
  144. 144. 15. Name Plate Motor.Keterangan.1. Jenis arus. Contoh : D untuk arus 3 phasa.2. Model operasi Contoh : Mot untuk motor.3. Kerja atau Nomor seri.4. Tipe atau nomor katalog.5. Jenis penyambungannya.6. Rating tegangan Volt.7. Rating arus Amp. 15. Tipe sambungan untuk eksitasi.8. Rating daya out put. 16. Tulisan "Laufer" pada mesin9. Simbol kVA,kW,W,atau VA. induksi.10.Rating Power Faktor, Cos . 17. Tegangan rotor - Locked.11.Duty Factor, Contoh: AB 40% 18. Arus rotor pada kondisi rating ED. operasi.12.Arah putaran. Contoh : 19. Penandaan tambahan jika hanya. diperlukan13.Rating kecepatan RPM.14.Rating Frekwensi. Hz. Simbol pabrik atau nama pabrik pembuat bisa ditambahkan
  145. 145. NAME PLATE
  146. 146. • Design A PENGGUNAAN TERBATAS memiliki star yang tinggi 50 percent lebih tinggi dari B, C, or D• Design B standard . Memiliki resistansi dengan torsi starting normal , arus start kecil dan slip yang rendah.• Design C memiliki higher internal rotor resistance.• Design D resistance lebih besar . The starting torque is maximum.• Serial number.• Service factor. Nilai overload dari motor Jika Service factor = 1,1 maka motor dapat dibebani 10% lebih dari arus• Frame. Ukuran frame motor
  147. 147. Sistim pengaman Motor. PERSENTASE ARUS BEBAN PENUH JENIS MOTOR PEMUTUS TENAGA PENGAMAN LEBUR ( CIRCUIT BREAKER) (SEKRING)Motor sangkar atau serempak,dengan 250 400 pengasutan - bintang segitiga,DOL,dengan reaktor atau tahanan, dan motor 1 phasaMotor rotor sangkar atau serempak dengan 200 400 pengasutan auto transformer, atau motor sangkar reaktansi tinggiMotor rotor lilit atau Motor arus searah 150 400
  148. 148. 15.1. Kelas Isolasi. Pada motor juga tertera CL.Ins atau I. KL atau Ins.Class Isolasi kelas Y Terdiri dari bahan-bahan atau kombinasi bahanseperti : kapas,sutra dan kertas tanpa di impregnasi atau bahan lain yang sejenis yang dapat digunakan pada suhu 90°C Isolasi kelas A. Terdiri dari bahan-bahan seperti kapas,sutra dan kertas yang diimpregnasi dengan bahan yang sesuai atau dilapisi atau dicelup dalam cairan dielektrik misalnya minyak dan tahan pada suhu 105°C. Isolasi kelas E.Terdiri dari bahan-bahan atau kombinasinya yang berdasarkan pengalaman atau percobaan bahan itu dapat dipergunakan pada suhu kerja 120°C Isolasi kelas B. Terdiri dari bahan-bahan atau kombinasi bahan seperti mika, fiber glass, asbes dansebagainya yang dilapisi atau diimpregnasi dengan suatu unsur yang mampu bekerja pada suhu 130°C Isolasi kelas F Terdiri dari bahan-bahan atau kombinasi bahan seperti mika, fiberglass,asbes dllyang dilapisi atau diimpregnasi dengan suatu unsur yang mampu bekerja pada suhu 155°C Isolasi kelas H Terdiri dari bahan-bahan seperti silikon elastis atau kombinasi bahan seperti mika, fiber glass, asbes dan sebagainya yang dilapisi atau diimpregnasi dengan suatu unsur misalnya silikon yang mengandung damar yang mampu bekerja pada suhu 180°C Isolasi kelas C. Terdiri dari bahan-bahan atau kombinasinya seperi mika,porselen,gelas,kwarsa dan asbes dengan atau tanpa ikatan organik yang mampu bekerja pada suhu 180°C

×