SlideShare a Scribd company logo
1 of 28
Download to read offline
RELAY
RELAY
A. Pengertian Relay
Relay adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan
oleh arus listrik. Secara prinsip, relai merupakan
tuas saklar dengan lilitan kawat pada batang besi
(solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus
listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya
magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak
saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan,
gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar
kembali terbuka.Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang
besar (misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai arus/tegangan
yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC).
Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan
pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik. Secara sederhana relay
elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut :
• Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka)
kontak saklar.
• Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik.
Di bawah ini contoh relay yang beredar di pasaran
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 1
RELAY
Gambar 2.1 Relay yang tersedia di pasaran
B. Mengapa perlu belajar Relay?
� Sebelum tahun 70an, relay merupakan “otak” dari rangkaian
pengendali.
� Mulai tahun 70an, muncul PLC yang mulai menggantikan posisi
relay.
Secara umum, relay digunakan untuk memenuhi fungsi – fungsi berikut :
� Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dari jarak jauh
� Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan
o Contoh : starting relay pada mesin mobil
� Pengatur logika kontrol suatu sistem
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 2
RELAY
C. Dasar-dasar Relay
Dalam pemakaiannya biasanya relay yang digerakkan dengan arus DC
dilengkapi dengan sebuah dioda yang di-paralel dengan lilitannya dan dipasang
terbaik yaitu anoda pada tegangan (-) dan katoda pada tegangan (+). Ini bertujuan
untuk mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada saat relay berganti posisi dari
on ke off agar tidak merusak komponen di sekitarnya.
Konfigurasi dari kontak-kontak relay ada tiga jenis, yaitu:
• Normally Open (NO), apabila kontak-kontak tertutup saat relay dicatu
• Normally Closed (NC), apabila kontak-kontak terbuka saat relay dicatu
• Change Over (CO), relay mempunyai kontak tengah yang normal tertutup,
tetapi ketika relay dicatu kontak tengah tersebut akan membuat hubungan
dengan kontak-kontak yang lain.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 3
RELAY
Penggunaan relay perlu memperhatikan tegangan pengontrolnya serta
kekuatan relay men-switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya tertera pada body
relay. Misalnya relay 12VDC/4 A 220V, artinya tegangan yang diperlukan sebagai
pengontrolnya adalah 12Volt DC dan mampu men-switch arus listrik (maksimal)
sebesar 4 ampere pada tegangan 220 Volt. Sebaiknya relay difungsikan 80% saja dari
kemampuan maksimalnya agar aman, lebih rendah lagi lebih aman.Relay jenis lain
ada yang namanya reedswitch atau relay lidi. Relay jenis ini berupa batang kontak
terbuat dari besi pada tabung kaca kecil yang dililitin kawat. Pada saat lilitan kawat
dialiri arus, kontak besi tersebut akan menjadi magnet dan saling menempel sehingga
menjadi saklar yang on. Ketika arus pada lilitan dihentikan medan magnet hilang dan
kontak kembali terbuka (off).
Penemu relay pertama kali adalah Joseph Henry pada tahun 1835.
Benda satu ini paling banyak di pake dimobil-mobil sekarang. Kegunaan
utamanya adalah meningkat kan efisiensi elektris pada sebuah rangkaian kabel.
Contoh : Device yang mau di hidupkan : electric Fan. Anda ingin dia hidup jika ac
hidup...nah..cara paling gampangnya nyuntik dari kabel kompresor ac kan..tetapi
kabel dari kompresor ac itu sudah terbebani oleh daya yang digunakan oleh
kompresor itu sendiri,.apa bila dibebani lagi oleh electric fan ditakutkan akan
overload maka dapat digunakan relay sehingga load yang di ambil dari kabel
kompresor sangat kecil karena hanya digunakan untuk menyalakan relay. (0,5
ampere). Sedangkan beban untuk menghidupkan electric fan ditanggung oleh Relay
tersebut.
D. Prinsip Kerja Relay
� Relay terdiri dari
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 4
RELAY
� Coil & Contact
coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik, sedang contact adalah
sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus listrik di coil.
Contact ada 2 jenis : Normally Open (kondisi awal sebelum diaktifkan open), dan
Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close).
Secara sederhana berikut ini prinsip kerja dari relay : ketika Coil mendapat
energi
listrik (energized), akan timbul gaya elektromagnet yang akan menarik armature
yang
berpegas, dan contact akan menutup.
Gambar 2.2 Skema relay elektromekanik
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 5
RELAY
Selain berfungsi sebagai komponen elektronik, relay juga mempunyai fungsi
sebagai pengendali sistem. Sehingga relay mempunyai 2 macam simbol yang
digunakan pada :
o Rangkaian listrik (hardware)
o Program (software)
Berikut ini simbol yang digunakan :
Gambar 2.3 Rangkaian dan simbol logika relay
Simbol selalu mewakili kondisi relay tidak dienergized.
E. Cara Kerja Relay
Cara kerja relay sangat sederhana. Disini kita akan membahas relay pada
umumnya.
Relay Segi (contoh : Hella, Bosch dll)
relay terdiri dari 2 terminal trigger, 1 terminal input dan 1 terminal output.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 6
RELAY
1. Terminal trigger : yaitu terminal yang akan mengaktifkan relay..seperti
alat electronic lainya relay akan aktif apabila di aliri arus + dan arus -. Nah
pada contoh relay yang kita gunakan terminal trigger ini adalah 85 dan 86.
2. Terminal input : yaitu terminal tempat kita memberikan masukan..pada
contoh adalah terminal 30
3. Terminal output : yaitu tempat keluarnya output pada contoh adalah
terminal 87
F. Spesifikasi Relay
Dalam data sheet, penjelasan untuk coil dan contact terpisah. Hal ini
menyebabkan masing – masing mempunyai spesifikasi yang berbeda – beda juga.
Perhatikan table berikut.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 7
RELAY
G. Macam – macam konfigurasi Relay
� Konfigurasi relay digolongkan berdasar jumlah pole dan throw.
� Pole : banyaknya contact yang dimiliki oleh relay
� Throw : banyaknya kondisi (state) yang mungkin dimiliki contact
H. Jenis – jenis Relay
Seperti saklar, relay juga dibedakan berdasar pole dan throw yang
dimilikinya. Berikut definisi pole dan throw:
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 8
RELAY
• Pole : banyaknya contact yang dimiliki oleh relay
• Throw : banyaknya kondisi (state) yang mungkin dimiliki contact
Berikut ini penggolongan relay berdasar jumlah pole dan throw :
• SPST (Single Pole Single Throw)
• DPST (Double Pole Single Throw)
• SPDT (Single Pole Double Throw)
• DPDT (Double Pole Double Throw)
• 3PDT (Three Pole Double Throw)
• 4PDT (Four Pole Double Throw)
Berikut ini rangkaian dan simbol macam-macam relay tersebut.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 9
RELAY
Gambar 2.4 Relay jenis Single Pole Double Throw (SPDT)
Gambar 2.5 Relay dengan contact lebih dari satu
Jenis – jenis relay lain:
 timing relay
Timing relay adalah jenis relay yang khusus. Cara kerjanya ialah sebagai berikut :
jika
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 10
RELAY
coil dari timing relay ON, maka beberapa detik kemudian, baru contact relay akan
ON atauOFF (sesuai jenis NO/NC contact).
Simbol dari timing relay bisa dilihat pada gambar 2.6
 latching relay
Latching relay ialah jenis relay digunakan untuk latching atau mempertahankan
kondisi aktif input sekalipun input sebenarnya sudah mati. Cara kerjanya ialah
sebagai
berikut : jika latch coil diaktifkan, ia tidak akan bisa dimatikan kecuali unlatch coil
diaktifkan.
Simbol dari latching relay bisa dilihat pada gambar 2.7.
Gambar 2.6 Simbol coil dan contact dari timing relay
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 11
RELAY
Gambar 2.7 Simbol coil dan contact dari latching relay
 Reed Relay
Reed Relay memiliki seperangkat kontak di dalam vakum atau gas inert untuk
mengisi tabung gelas, yang melindungi kontak terhadap korosi atmosfer. Kontak
tertutup oleh medan magnet yang dihasilkan ketika arus mengalir melalui kumparan
di sekeliling tabung gelas. Reed relay mampu switching kecepatan lebih cepat
daripada jenis relay yang lebih besar, tetapi beralih rendah arus dan tegangan
peringkat. Lihat juga saklar buluh.
[sunting] Mercury-dibasahi estafet
I. Fungsi Relay
o Kontrol tegangan tinggi rangkaian dengan sinyal bertegangan rendah, seperti
dalam beberapa jenis modem atau audio amplifier.
o Kontrol sebuah rangkaian arus tinggi dengan sinyal arus rendah, seperti pada
solenoid starter dari sebuah mobil.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 12
RELAY
o Mendeteksi dan mengisolasi kesalahan pada jalur
transmisi dan distribusi dengan membuka dan
menutup pemutus rangkaian (perlindungan
relay),
Sebuah kumparan relay DPDT AC dengan
kemasan “ice cube”
o Isolasi mengendalikan rangkaian dari rangkaian yang dikontrol ketika kedua
berada pada potensi yang berbeda, misalnya ketika mengendalikan sebuah
perangkat bertenaga utama dari tegangan rendah switch. Yang terakhir ini
sering digunakan untuk mengontrol pencahayaan kantor sebagai kawat
tegangan rendah dapat dengan mudah diinstal di partisi, yang dapat
dipindahkan sesuai kebutuhan sering berubah. Mereka mungkin juga akan
dikendalikan oleh hunian kamar detektor dalam upaya untuk menghemat
energi,
o Logika fungsi. Sebagai contoh, DAN fungsi boolean direalisasikan dengan
menghubungkan relay normal kontak terbuka secara seri, maka fungsi ATAU
dengan menghubungkan normal kontak terbuka secara paralel. Perubahan-atas
atau Formulir C kontak melakukan XOR (eksklusif atau) fungsi. Fungsi yang
sama untuk NAND dan NOR yang dicapai dengan menggunakan kontak
normal tertutup. Tangga bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk
merancang jaringan logika relai.
o Awal komputasi. Sebelum tabung vakum dan transistor, relay digunakan
sebagai unsur-unsur logis dalam komputer digital. Lihat ARRA (komputer),
Harvard Mark II, Zuse Z2, dan Zuse Z3.
o Safety-logika kritis. Karena relay jauh lebih tahan daripada semikonduktor
radiasi nuklir, mereka banyak digunakan dalam keselamatan-logika kritis,
seperti panel kontrol penanganan limbah radioaktif mesin.
o Waktu tunda fungsi. Relay dapat dimodifikasi untuk menunda pembukaan
atau penutupan menunda satu set kontak. Yang sangat singkat (sepersekian
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 13
RELAY
detik) penundaan ini akan menggunakan tembaga disk antara angker dan
bergerak blade perakitan. Arus yang mengalir dalam disk mempertahankan
medan magnet untuk waktu yang singkat, memperpanjang waktu rilis. Untuk
sedikit lebih lama (sampai satu menit) keterlambatan, sebuah dashpot
digunakan. Sebuah dashpot adalah sebuah piston diisi dengan cairan yang
diperbolehkan untuk melarikan diri perlahan-lahan. Jangka waktu dapat
divariasikan dengan meningkatkan atau menurunkan laju aliran. Untuk jangka
waktu lebih lama, mesin jam mekanik timer diinstal.
J. Relay sebagai pengendali
Salah satu kegunaan utama relay dalam dunia industri ialah untuk
implementasi logika kontrol dalam suatu sistem. Sebagai “bahasa pemrograman”
digunakan konfigurasi yang disebut ladder diagram atau relay ladder logic.
Berikut ini beberapa petunjuk tentang relay ladder logic (ladder diagram):
� Diagram wiring yang khusus digunakan sebagai bahasa pemrograman untuk
rangkaian kontrol relay dan switching.
� LD Tidak menunjukkan rangkaian hardware, tapi alur berpikir.
� LD Bekerja berdasar aliran logika, bukan aliran tegangan/arus.
• Relay Ladder Logic terbagi menjadi 3 komponen :
1. Input � pemberi informasi
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 14
RELAY
2. Logic � pengambil keputusan
3. Output � usaha yang dilakukan
Diagram sederhana dari sistem kontrol berbasis relay yang menggambarkan
penjelasan di atas dapat dilihat pada gambar 2.8.
Dari gambar di atas nampak bahwa sistem kendali dengan relay ini
mempunyai inputdevice (misalnya: berbagai macam sensor, switch) dan output
device (misalnya : motor, pompa, lampu). Dalam rangkaian logikanya, masing-
masing input, output, dan semua komponen yang dipakai mengikuti standard khusus
yang unik dan telah ditetapkan secara internasional
Gambar 2.8 Sistem kontrol berbasis relay
Sebagai awal, pada gambar di bawah dapat dilihat aplikasi relay untuk
membentuk gerbang – gerbang logika sederhana (AND, OR, NOT, dan latching).
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 15
RELAY
Gambar 2.9 Relay untuk membentuk gerbang logika
Sebagai pengendali, relay dapat mengatur komponen – komponen lain yang
membentuk suatu sistem kendali di industri, di antaranya : switch, timer, counter,
sequencer, dan lain – lain. Semuanya adalah komponen – komponen dalam bentuk
hardware.
Perhatikan gambar – gambar berikut.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 16
RELAY
Gambar 2.10 Pneumatic Timer
Gambar 2.11 Thermal & solid state timer
Gambar 2.12 Counter elektromekanik
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 17
RELAY
K. Contoh aplikasi pengendalian sistem dengan relay dan PLC
Berikut ini adalah contoh aplikasi menggunakan relay sebagai pengendali
yang
kemudian digantikan dengan menggunakan PLC. Aplikasi berikut digunakan untuk
mengendalikan motor, rangkaian kontrol elektris berbasis relay berikut biasa
digunakan.
Rangkaian di atas menggunakan relay sebagai pengendali, berikutnya relay akan
digantikan dengan PLC sebagai pengendali.
Langkah pertama ialah merangkai input device pada modul input PLC.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 18
RELAY
Kemudian dilanjutkan dengan merangkai output device pada modul output PLC.
Buat logika sistem dengan ladder diagram PLC.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 19
RELAY
Jika disatukan, berikut ini diagram hubungan keseluruhan dari modul input – program
CPU – modul output PLC.
 Keuntungan PLC dibanding relay
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 20
RELAY
Dari contoh di atas, tampak bahwa PLC control mempunyai banyak
keuntungan
dibandingkan relay control.
Berikut keuntungan – keuntungan lain dari PLC :
• Pengkabelan pada sistem berkurang sampai 80%.
• Konsumsi daya jauh lebih hemat.
• PLC mempunyai self diagnostic function yang memudahkan troubleshooting pada
PLC.
• Perubahan logika kontrol sangat mudah, cukup dengan melakukan pemrograman
ulang (secara software).
• Komponen sistem seperti relay dan timer berkurang cukup banyak pada sistem
dengan PLC.
• Jauh lebih cepat karena PLC berbasis mikroprosesor (dalam kisaran miliseconds).
• Pada sistem dengan I/O yang banyak dan kompleks, penggunaan PLC lebih
hemat dibanding penggunaan relay.
• Keandalan PLC lebih tinggi dari pada relay mekanis dan timer.
• Dokumentasi sistem dengan PLC jauh lebih mudah, karena ladder diagram dapat
dicetak dengan mudah.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 21
RELAY
L. Faktor Pemilihan Relay Yang Tepat
Pemilihan relay yang tepat untuk aplikasi tertentu memerlukan evaluasi dari berbagai
faktor:
 Jumlah dan jenis kontak - biasanya terbuka, biasanya tertutup, (double-
lemparan)
 Hubungi urutan - "Membuat sebelum Break" atau "Break sebelum Membuat".
Sebagai contoh, gaya lama diperlukan pertukaran telepon Make-sebelum-
putus sehingga sambungan tidak berkurang sementara panggilan melalui
nomor tersebut.
 Penilaian kontak - saklar relay kecil beberapa ampere, besar dinilai untuk
kontaktor hingga 3000 ampere, bolak-balik atau arus searah
 Voltage rating kontak - relay kontrol tipikal diberi nilai 300 VAC atau 600
VAC, otomotif jenis sampai 50 VDC, khusus relay tegangan tinggi sekitar
15 000 V
 Coil tegangan - mesin-alat biasanya relay 24 VAC, 120 atau 250 VAC, relay
untuk saklar mungkin 125 V atau 250 VDC gulungan, "sensitif" relay
beroperasi pada beberapa milliamperes
 Coil saat ini - Biasanya di kisaran 40-200 mA untuk 0-24 VDC kumparan.
 Paket / kandang - terbuka, sentuhan-aman, tegangan ganda untuk isolasi
antara rangkaian, ledakan bukti, outdoor, minyak dan tahan splash, dicuci
untuk perakitan papan sirkuit cetak .
 Majelis - Beberapa fitur relay stiker yang menjaga kandang tertutup untuk
membolehkan posting solder PCB agen pembersih. Yang dihapus setelah
pemasangan selesai.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 22
RELAY
 Mount - soket, pasang papan, kereta api gunung, panel mount, melalui panel
mount, kandang untuk me-mount pada dinding atau peralatan .
 Switching waktu - di mana kecepatan tinggi diperlukan.
 "Kering" kontak - bila beralih sinyal tingkat yang sangat rendah, bahan
kontak khusus mungkin diperlukan seperti kontak berlapis emas.
 Hubungi perlindungan - menekan lengkung di sirkuit sangat induktif .
 Coil perlindungan - menekan lonjakan tegangan yang dihasilkan bila beralih
kumparan arus.
 Isolasi antara sirkuit dan kontak koil
 Aerospace atau tahan radiasi pengujian, jaminan kualitas istimewa
 Diharapkan beban mekanis akibat percepatan - beberapa relay yang
digunakan pada aplikasi ruang angkasa dirancang untuk berfungsi dalam
beban kejut dari 50 g atau lebih
 Aksesoris seperti timer, pembantu kontak, lampu pilot, tes kancing
 Stray magnetik hubungan antara gulungan yang berdekatan relay pada sebuah
printed circuit board.
Contoh aplikasi Relay :
 Relay Klakson
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 23
RELAY
Pada kendaraan dengan kabel klakson hanya satu..diman ground langsung di
ambil dari body kendaraan.
Jika tombol klakson di pencet maka dari kabel original mobil akan
menghasilkan arus +, arus - sudah stand by maka seketika itu juga arus + dari 30 akan
di teruskan ke klakson melalui terminal 87.
Dan masih banyak lagi contoh kegunaan relay sangat bermanfaat jika kita
mengetahui dasar dari cara kerja relay sehingga kita dapat dengan mudah
mengaplikasikannya pada kebutuhan kita.
 Interlaced Relay.
Ini salah satu contoh aplikasi Relay yang lumayan rumit. Fungsi : digunakan
sebagai teknik mengamankan mobil. Jadi mobil kita tidak akan bisa di start kalau kita
belum menyalakan lampu dim sekali matau menginjak rem sekali (pilih salah satu
mekanismenya bisa dim atau rem.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 24
RELAY
Ini menggunakan 3 buah Relay.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 25
RELAY
• Relay pertama digunakan untuk menerima trigger dari lampu dim/ rem..dan
mempertahankan signal sekali tersebut sebagai trigger bagi relay yang lain..
• Relay kedua digunakan untuk starter.hanya akan aktif jika dan hanya jika relay
pertama dan relay ke tiga aktif. (syarat relay pertama aktif dilakukan sekali dim
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 26
RELAY
atau sekali injak rem yang dilakukan setelah kunci kontak ada pada posisi ON/IG)
• Relay ketiga digunakan untuk membalikan polarity dari output Kunci kontak
starter dari + menjadi -. Kemudian mengirimkannya ke relay kedua.
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 27
RELAY
POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 28

More Related Content

What's hot

Partisi matriks untuk menghitung nilai eigen (Bagian I)
Partisi matriks untuk menghitung nilai eigen (Bagian I)Partisi matriks untuk menghitung nilai eigen (Bagian I)
Partisi matriks untuk menghitung nilai eigen (Bagian I)bernypebo
 
Penerapan Persamaan Diferensial Parsial
Penerapan Persamaan Diferensial ParsialPenerapan Persamaan Diferensial Parsial
Penerapan Persamaan Diferensial ParsialHidayatul Mustafidah
 
Transformasi Fourier Waktu Kontinyu
Transformasi Fourier Waktu KontinyuTransformasi Fourier Waktu Kontinyu
Transformasi Fourier Waktu Kontinyuyusufbf
 
Metode numerik [rifqi.ikhwanuddin.com]
Metode numerik [rifqi.ikhwanuddin.com]Metode numerik [rifqi.ikhwanuddin.com]
Metode numerik [rifqi.ikhwanuddin.com]Tri Jayanti
 
Laporan praktikum mikrokontroler dengan led
Laporan praktikum mikrokontroler dengan led Laporan praktikum mikrokontroler dengan led
Laporan praktikum mikrokontroler dengan led Wesnu Prajati
 
Rumus menghitung kecepatan sinkron pada kelistrikkan
Rumus menghitung kecepatan sinkron pada kelistrikkanRumus menghitung kecepatan sinkron pada kelistrikkan
Rumus menghitung kecepatan sinkron pada kelistrikkanHerry SR
 
Laporan praktikum mikrokontroler dengan led
Laporan praktikum mikrokontroler dengan ledLaporan praktikum mikrokontroler dengan led
Laporan praktikum mikrokontroler dengan ledSawah Dan Ladang Ku
 
Integral Riemann Stieltjes
Integral Riemann StieltjesIntegral Riemann Stieltjes
Integral Riemann StieltjesJoko Soebagyo
 
Fungsi alih sistem kontrol
Fungsi alih sistem kontrolFungsi alih sistem kontrol
Fungsi alih sistem kontrolarie eric
 
Bab iv. dinamika robot manipulator
Bab iv. dinamika robot manipulatorBab iv. dinamika robot manipulator
Bab iv. dinamika robot manipulatorRumah Belajar
 
Transformasi laplace
Transformasi laplaceTransformasi laplace
Transformasi laplacedwiprananto
 
Persamaan Diferensial [orde-2]
Persamaan Diferensial [orde-2]Persamaan Diferensial [orde-2]
Persamaan Diferensial [orde-2]Bogor
 
167618810 potensial-listrik
167618810 potensial-listrik167618810 potensial-listrik
167618810 potensial-listrikKevin Adit
 
Penyearah Gelombang 2 Dioda
Penyearah Gelombang 2 DiodaPenyearah Gelombang 2 Dioda
Penyearah Gelombang 2 DiodaAnnisa Nabila
 

What's hot (20)

Pengenalan Persamaan Differensial Parsial
Pengenalan Persamaan Differensial ParsialPengenalan Persamaan Differensial Parsial
Pengenalan Persamaan Differensial Parsial
 
Partisi matriks untuk menghitung nilai eigen (Bagian I)
Partisi matriks untuk menghitung nilai eigen (Bagian I)Partisi matriks untuk menghitung nilai eigen (Bagian I)
Partisi matriks untuk menghitung nilai eigen (Bagian I)
 
Interpolasi Newton
Interpolasi  NewtonInterpolasi  Newton
Interpolasi Newton
 
Penerapan Persamaan Diferensial Parsial
Penerapan Persamaan Diferensial ParsialPenerapan Persamaan Diferensial Parsial
Penerapan Persamaan Diferensial Parsial
 
Transformasi Fourier Waktu Kontinyu
Transformasi Fourier Waktu KontinyuTransformasi Fourier Waktu Kontinyu
Transformasi Fourier Waktu Kontinyu
 
6 pencocokan-kurva
6 pencocokan-kurva6 pencocokan-kurva
6 pencocokan-kurva
 
Metode numerik [rifqi.ikhwanuddin.com]
Metode numerik [rifqi.ikhwanuddin.com]Metode numerik [rifqi.ikhwanuddin.com]
Metode numerik [rifqi.ikhwanuddin.com]
 
Laporan praktikum mikrokontroler dengan led
Laporan praktikum mikrokontroler dengan led Laporan praktikum mikrokontroler dengan led
Laporan praktikum mikrokontroler dengan led
 
Parametric Equations
Parametric EquationsParametric Equations
Parametric Equations
 
Rumus menghitung kecepatan sinkron pada kelistrikkan
Rumus menghitung kecepatan sinkron pada kelistrikkanRumus menghitung kecepatan sinkron pada kelistrikkan
Rumus menghitung kecepatan sinkron pada kelistrikkan
 
Laporan praktikum mikrokontroler dengan led
Laporan praktikum mikrokontroler dengan ledLaporan praktikum mikrokontroler dengan led
Laporan praktikum mikrokontroler dengan led
 
Basis dan Dimensi
Basis dan DimensiBasis dan Dimensi
Basis dan Dimensi
 
Integral Riemann Stieltjes
Integral Riemann StieltjesIntegral Riemann Stieltjes
Integral Riemann Stieltjes
 
Fungsi alih sistem kontrol
Fungsi alih sistem kontrolFungsi alih sistem kontrol
Fungsi alih sistem kontrol
 
Bab iv. dinamika robot manipulator
Bab iv. dinamika robot manipulatorBab iv. dinamika robot manipulator
Bab iv. dinamika robot manipulator
 
Transformasi laplace
Transformasi laplaceTransformasi laplace
Transformasi laplace
 
Markov process
Markov processMarkov process
Markov process
 
Persamaan Diferensial [orde-2]
Persamaan Diferensial [orde-2]Persamaan Diferensial [orde-2]
Persamaan Diferensial [orde-2]
 
167618810 potensial-listrik
167618810 potensial-listrik167618810 potensial-listrik
167618810 potensial-listrik
 
Penyearah Gelombang 2 Dioda
Penyearah Gelombang 2 DiodaPenyearah Gelombang 2 Dioda
Penyearah Gelombang 2 Dioda
 

Similar to 124751174 34489925-makalah-relay-ika-2 b

Elektronika digital dioda, resistor, & transistor
Elektronika digital dioda, resistor, & transistorElektronika digital dioda, resistor, & transistor
Elektronika digital dioda, resistor, & transistorDian Nugroho
 
Dasar dasar teknik elektronika
Dasar dasar teknik elektronikaDasar dasar teknik elektronika
Dasar dasar teknik elektronikaaliluqman
 
Bacaan 2. komponen alat kontrol motor listrik
Bacaan 2. komponen alat kontrol motor listrikBacaan 2. komponen alat kontrol motor listrik
Bacaan 2. komponen alat kontrol motor listrikMisbahul Ilmi
 
Pengenalan komponen elektronika
Pengenalan komponen elektronikaPengenalan komponen elektronika
Pengenalan komponen elektronikatugassiswapkwu
 
Essay praktikum dasar teknik elektro
Essay praktikum dasar teknik elektroEssay praktikum dasar teknik elektro
Essay praktikum dasar teknik elektroIbrohim Ibrohim
 
PPT pertemuan 2 Elektronika Analog dan penerapannya.pptx
PPT pertemuan 2 Elektronika Analog dan penerapannya.pptxPPT pertemuan 2 Elektronika Analog dan penerapannya.pptx
PPT pertemuan 2 Elektronika Analog dan penerapannya.pptxSeptianRahmanHakim
 
Materi Pert 1 Komponen Elektronika.pptx
Materi Pert 1 Komponen Elektronika.pptxMateri Pert 1 Komponen Elektronika.pptx
Materi Pert 1 Komponen Elektronika.pptxRezaOktavia6
 
Switch gear presentation
Switch gear presentationSwitch gear presentation
Switch gear presentationMangwis
 

Similar to 124751174 34489925-makalah-relay-ika-2 b (20)

Materi Relay.pdf
Materi Relay.pdfMateri Relay.pdf
Materi Relay.pdf
 
03. relay
03. relay03. relay
03. relay
 
Relay.pptx
Relay.pptxRelay.pptx
Relay.pptx
 
K.O.N.T.A.K.T.O.R.pdf
K.O.N.T.A.K.T.O.R.pdfK.O.N.T.A.K.T.O.R.pdf
K.O.N.T.A.K.T.O.R.pdf
 
Ttl 2
Ttl 2Ttl 2
Ttl 2
 
Elektronika digital dioda, resistor, & transistor
Elektronika digital dioda, resistor, & transistorElektronika digital dioda, resistor, & transistor
Elektronika digital dioda, resistor, & transistor
 
Dasar dasar teknik elektronika
Dasar dasar teknik elektronikaDasar dasar teknik elektronika
Dasar dasar teknik elektronika
 
Bacaan 2. komponen alat kontrol motor listrik
Bacaan 2. komponen alat kontrol motor listrikBacaan 2. komponen alat kontrol motor listrik
Bacaan 2. komponen alat kontrol motor listrik
 
Pengenalan komponen elektronika
Pengenalan komponen elektronikaPengenalan komponen elektronika
Pengenalan komponen elektronika
 
Essay praktikum dasar teknik elektro
Essay praktikum dasar teknik elektroEssay praktikum dasar teknik elektro
Essay praktikum dasar teknik elektro
 
1806068 ibrohim - pte a
1806068   ibrohim - pte a1806068   ibrohim - pte a
1806068 ibrohim - pte a
 
Robot line follower sederhana menggunakan transisto dan photo dioda
Robot line follower sederhana menggunakan transisto dan photo diodaRobot line follower sederhana menggunakan transisto dan photo dioda
Robot line follower sederhana menggunakan transisto dan photo dioda
 
PPT pertemuan 2 Elektronika Analog dan penerapannya.pptx
PPT pertemuan 2 Elektronika Analog dan penerapannya.pptxPPT pertemuan 2 Elektronika Analog dan penerapannya.pptx
PPT pertemuan 2 Elektronika Analog dan penerapannya.pptx
 
CONTROL DEVICES
CONTROL DEVICESCONTROL DEVICES
CONTROL DEVICES
 
Relay, transistor
Relay, transistorRelay, transistor
Relay, transistor
 
Materi Pert 1 Komponen Elektronika.pptx
Materi Pert 1 Komponen Elektronika.pptxMateri Pert 1 Komponen Elektronika.pptx
Materi Pert 1 Komponen Elektronika.pptx
 
Simbol komponen
Simbol komponenSimbol komponen
Simbol komponen
 
Fly Back Type SMPS
Fly Back Type SMPSFly Back Type SMPS
Fly Back Type SMPS
 
SWITCH GEAR PADA SISTEM TENAGA LISTRIK
SWITCH GEAR  PADA  SISTEM TENAGA LISTRIK SWITCH GEAR  PADA  SISTEM TENAGA LISTRIK
SWITCH GEAR PADA SISTEM TENAGA LISTRIK
 
Switch gear presentation
Switch gear presentationSwitch gear presentation
Switch gear presentation
 

Recently uploaded

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptx
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptxDEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptx
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptxwawan479953
 
Aksi Nyata PMM Topik Refleksi Diri (1).pdf
Aksi Nyata PMM Topik Refleksi Diri (1).pdfAksi Nyata PMM Topik Refleksi Diri (1).pdf
Aksi Nyata PMM Topik Refleksi Diri (1).pdfEniNuraeni29
 
Aksi Nyata Menyebarkan (Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah) Oleh Nur A...
Aksi Nyata Menyebarkan (Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah) Oleh Nur A...Aksi Nyata Menyebarkan (Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah) Oleh Nur A...
Aksi Nyata Menyebarkan (Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah) Oleh Nur A...nuraji51
 
KELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKA
KELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKAKELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKA
KELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKAppgauliananda03
 
AKSI NYATA Numerasi Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptx
AKSI NYATA  Numerasi  Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptxAKSI NYATA  Numerasi  Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptx
AKSI NYATA Numerasi Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptxnursariheldaseptiana
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".
RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".
RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".Kanaidi ken
 
Topik 4_Eksplorasi Konsep LK Kelompok_Pendidikan Berkelanjutan
Topik 4_Eksplorasi Konsep LK Kelompok_Pendidikan BerkelanjutanTopik 4_Eksplorasi Konsep LK Kelompok_Pendidikan Berkelanjutan
Topik 4_Eksplorasi Konsep LK Kelompok_Pendidikan BerkelanjutanAyuApriliyanti6
 
PPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptx
PPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptxPPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptx
PPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptxJawahirIhsan
 
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Prov.Jabar_1504_Pengumuman Seleksi Tahap 2_CGP A11 (2).pdf
Prov.Jabar_1504_Pengumuman Seleksi Tahap 2_CGP A11 (2).pdfProv.Jabar_1504_Pengumuman Seleksi Tahap 2_CGP A11 (2).pdf
Prov.Jabar_1504_Pengumuman Seleksi Tahap 2_CGP A11 (2).pdfIwanSumantri7
 
Konseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusia
Konseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusiaKonseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusia
Konseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusiaharnosuharno5
 
power point bahasa indonesia "Karya Ilmiah"
power point bahasa indonesia "Karya Ilmiah"power point bahasa indonesia "Karya Ilmiah"
power point bahasa indonesia "Karya Ilmiah"baimmuhammad71
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Prakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptx
Prakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptxPrakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptx
Prakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptxHaryKharismaSuhud
 
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
PPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptx
PPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptxPPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptx
PPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptxriscacriswanda
 
Panduan Memahami Data Rapor Pendidikan 2024
Panduan Memahami Data Rapor Pendidikan 2024Panduan Memahami Data Rapor Pendidikan 2024
Panduan Memahami Data Rapor Pendidikan 2024RahmadLalu1
 
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdfAksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdfJarzaniIsmail
 

Recently uploaded (20)

DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptx
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptxDEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptx
DEMONSTRASI KONTEKSTUAL MODUL 1.3 CGP 10.pptx
 
Aksi Nyata PMM Topik Refleksi Diri (1).pdf
Aksi Nyata PMM Topik Refleksi Diri (1).pdfAksi Nyata PMM Topik Refleksi Diri (1).pdf
Aksi Nyata PMM Topik Refleksi Diri (1).pdf
 
Aksi Nyata Menyebarkan (Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah) Oleh Nur A...
Aksi Nyata Menyebarkan (Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah) Oleh Nur A...Aksi Nyata Menyebarkan (Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah) Oleh Nur A...
Aksi Nyata Menyebarkan (Pemahaman Mengapa Kurikulum Perlu Berubah) Oleh Nur A...
 
KELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKA
KELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKAKELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKA
KELAS 10 PERUBAHAN LINGKUNGAN SMA KURIKULUM MERDEKA
 
AKSI NYATA Numerasi Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptx
AKSI NYATA  Numerasi  Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptxAKSI NYATA  Numerasi  Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptx
AKSI NYATA Numerasi Meningkatkan Kompetensi Murid_compressed (1) (1).pptx
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".
RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".
RENCANA + Link2 MATERI Training _"SISTEM MANAJEMEN MUTU (ISO 9001_2015)".
 
Topik 4_Eksplorasi Konsep LK Kelompok_Pendidikan Berkelanjutan
Topik 4_Eksplorasi Konsep LK Kelompok_Pendidikan BerkelanjutanTopik 4_Eksplorasi Konsep LK Kelompok_Pendidikan Berkelanjutan
Topik 4_Eksplorasi Konsep LK Kelompok_Pendidikan Berkelanjutan
 
PPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptx
PPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptxPPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptx
PPT PENDIDIKAN KELAS RANGKAP MODUL 3 KELOMPOK 3.pptx
 
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Prov.Jabar_1504_Pengumuman Seleksi Tahap 2_CGP A11 (2).pdf
Prov.Jabar_1504_Pengumuman Seleksi Tahap 2_CGP A11 (2).pdfProv.Jabar_1504_Pengumuman Seleksi Tahap 2_CGP A11 (2).pdf
Prov.Jabar_1504_Pengumuman Seleksi Tahap 2_CGP A11 (2).pdf
 
Konseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusia
Konseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusiaKonseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusia
Konseptual Model Keperawatan Jiwa pada manusia
 
power point bahasa indonesia "Karya Ilmiah"
power point bahasa indonesia "Karya Ilmiah"power point bahasa indonesia "Karya Ilmiah"
power point bahasa indonesia "Karya Ilmiah"
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Prakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptx
Prakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptxPrakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptx
Prakarsa Perubahan dan kanvas ATAP (1).pptx
 
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
PPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptx
PPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptxPPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptx
PPT MODUL 6 DAN 7 PDGK4105 KELOMPOK.pptx
 
Panduan Memahami Data Rapor Pendidikan 2024
Panduan Memahami Data Rapor Pendidikan 2024Panduan Memahami Data Rapor Pendidikan 2024
Panduan Memahami Data Rapor Pendidikan 2024
 
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdfAksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
 

124751174 34489925-makalah-relay-ika-2 b

  • 1. RELAY RELAY A. Pengertian Relay Relay adalah komponen elektronika berupa saklar elektronik yang digerakkan oleh arus listrik. Secara prinsip, relai merupakan tuas saklar dengan lilitan kawat pada batang besi (solenoid) di dekatnya. Ketika solenoid dialiri arus listrik, tuas akan tertarik karena adanya gaya magnet yang terjadi pada solenoid sehingga kontak saklar akan menutup. Pada saat arus dihentikan, gaya magnet akan hilang, tuas akan kembali ke posisi semula dan kontak saklar kembali terbuka.Relay biasanya digunakan untuk menggerakkan arus/tegangan yang besar (misalnya peralatan listrik 4 ampere AC 220 V) dengan memakai arus/tegangan yang kecil (misalnya 0.1 ampere 12 Volt DC). Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik. Secara sederhana relay elektromekanis ini didefinisikan sebagai berikut : • Alat yang menggunakan gaya elektromagnetik untuk menutup (atau membuka) kontak saklar. • Saklar yang digerakkan (secara mekanis) oleh daya/energi listrik. Di bawah ini contoh relay yang beredar di pasaran POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 1
  • 2. RELAY Gambar 2.1 Relay yang tersedia di pasaran B. Mengapa perlu belajar Relay? � Sebelum tahun 70an, relay merupakan “otak” dari rangkaian pengendali. � Mulai tahun 70an, muncul PLC yang mulai menggantikan posisi relay. Secara umum, relay digunakan untuk memenuhi fungsi – fungsi berikut : � Remote control : dapat menyalakan atau mematikan alat dari jarak jauh � Penguatan daya : menguatkan arus atau tegangan o Contoh : starting relay pada mesin mobil � Pengatur logika kontrol suatu sistem POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 2
  • 3. RELAY C. Dasar-dasar Relay Dalam pemakaiannya biasanya relay yang digerakkan dengan arus DC dilengkapi dengan sebuah dioda yang di-paralel dengan lilitannya dan dipasang terbaik yaitu anoda pada tegangan (-) dan katoda pada tegangan (+). Ini bertujuan untuk mengantisipasi sentakan listrik yang terjadi pada saat relay berganti posisi dari on ke off agar tidak merusak komponen di sekitarnya. Konfigurasi dari kontak-kontak relay ada tiga jenis, yaitu: • Normally Open (NO), apabila kontak-kontak tertutup saat relay dicatu • Normally Closed (NC), apabila kontak-kontak terbuka saat relay dicatu • Change Over (CO), relay mempunyai kontak tengah yang normal tertutup, tetapi ketika relay dicatu kontak tengah tersebut akan membuat hubungan dengan kontak-kontak yang lain. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 3
  • 4. RELAY Penggunaan relay perlu memperhatikan tegangan pengontrolnya serta kekuatan relay men-switch arus/tegangan. Biasanya ukurannya tertera pada body relay. Misalnya relay 12VDC/4 A 220V, artinya tegangan yang diperlukan sebagai pengontrolnya adalah 12Volt DC dan mampu men-switch arus listrik (maksimal) sebesar 4 ampere pada tegangan 220 Volt. Sebaiknya relay difungsikan 80% saja dari kemampuan maksimalnya agar aman, lebih rendah lagi lebih aman.Relay jenis lain ada yang namanya reedswitch atau relay lidi. Relay jenis ini berupa batang kontak terbuat dari besi pada tabung kaca kecil yang dililitin kawat. Pada saat lilitan kawat dialiri arus, kontak besi tersebut akan menjadi magnet dan saling menempel sehingga menjadi saklar yang on. Ketika arus pada lilitan dihentikan medan magnet hilang dan kontak kembali terbuka (off). Penemu relay pertama kali adalah Joseph Henry pada tahun 1835. Benda satu ini paling banyak di pake dimobil-mobil sekarang. Kegunaan utamanya adalah meningkat kan efisiensi elektris pada sebuah rangkaian kabel. Contoh : Device yang mau di hidupkan : electric Fan. Anda ingin dia hidup jika ac hidup...nah..cara paling gampangnya nyuntik dari kabel kompresor ac kan..tetapi kabel dari kompresor ac itu sudah terbebani oleh daya yang digunakan oleh kompresor itu sendiri,.apa bila dibebani lagi oleh electric fan ditakutkan akan overload maka dapat digunakan relay sehingga load yang di ambil dari kabel kompresor sangat kecil karena hanya digunakan untuk menyalakan relay. (0,5 ampere). Sedangkan beban untuk menghidupkan electric fan ditanggung oleh Relay tersebut. D. Prinsip Kerja Relay � Relay terdiri dari POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 4
  • 5. RELAY � Coil & Contact coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik, sedang contact adalah sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus listrik di coil. Contact ada 2 jenis : Normally Open (kondisi awal sebelum diaktifkan open), dan Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close). Secara sederhana berikut ini prinsip kerja dari relay : ketika Coil mendapat energi listrik (energized), akan timbul gaya elektromagnet yang akan menarik armature yang berpegas, dan contact akan menutup. Gambar 2.2 Skema relay elektromekanik POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 5
  • 6. RELAY Selain berfungsi sebagai komponen elektronik, relay juga mempunyai fungsi sebagai pengendali sistem. Sehingga relay mempunyai 2 macam simbol yang digunakan pada : o Rangkaian listrik (hardware) o Program (software) Berikut ini simbol yang digunakan : Gambar 2.3 Rangkaian dan simbol logika relay Simbol selalu mewakili kondisi relay tidak dienergized. E. Cara Kerja Relay Cara kerja relay sangat sederhana. Disini kita akan membahas relay pada umumnya. Relay Segi (contoh : Hella, Bosch dll) relay terdiri dari 2 terminal trigger, 1 terminal input dan 1 terminal output. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 6
  • 7. RELAY 1. Terminal trigger : yaitu terminal yang akan mengaktifkan relay..seperti alat electronic lainya relay akan aktif apabila di aliri arus + dan arus -. Nah pada contoh relay yang kita gunakan terminal trigger ini adalah 85 dan 86. 2. Terminal input : yaitu terminal tempat kita memberikan masukan..pada contoh adalah terminal 30 3. Terminal output : yaitu tempat keluarnya output pada contoh adalah terminal 87 F. Spesifikasi Relay Dalam data sheet, penjelasan untuk coil dan contact terpisah. Hal ini menyebabkan masing – masing mempunyai spesifikasi yang berbeda – beda juga. Perhatikan table berikut. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 7
  • 8. RELAY G. Macam – macam konfigurasi Relay � Konfigurasi relay digolongkan berdasar jumlah pole dan throw. � Pole : banyaknya contact yang dimiliki oleh relay � Throw : banyaknya kondisi (state) yang mungkin dimiliki contact H. Jenis – jenis Relay Seperti saklar, relay juga dibedakan berdasar pole dan throw yang dimilikinya. Berikut definisi pole dan throw: POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 8
  • 9. RELAY • Pole : banyaknya contact yang dimiliki oleh relay • Throw : banyaknya kondisi (state) yang mungkin dimiliki contact Berikut ini penggolongan relay berdasar jumlah pole dan throw : • SPST (Single Pole Single Throw) • DPST (Double Pole Single Throw) • SPDT (Single Pole Double Throw) • DPDT (Double Pole Double Throw) • 3PDT (Three Pole Double Throw) • 4PDT (Four Pole Double Throw) Berikut ini rangkaian dan simbol macam-macam relay tersebut. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 9
  • 10. RELAY Gambar 2.4 Relay jenis Single Pole Double Throw (SPDT) Gambar 2.5 Relay dengan contact lebih dari satu Jenis – jenis relay lain:  timing relay Timing relay adalah jenis relay yang khusus. Cara kerjanya ialah sebagai berikut : jika POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 10
  • 11. RELAY coil dari timing relay ON, maka beberapa detik kemudian, baru contact relay akan ON atauOFF (sesuai jenis NO/NC contact). Simbol dari timing relay bisa dilihat pada gambar 2.6  latching relay Latching relay ialah jenis relay digunakan untuk latching atau mempertahankan kondisi aktif input sekalipun input sebenarnya sudah mati. Cara kerjanya ialah sebagai berikut : jika latch coil diaktifkan, ia tidak akan bisa dimatikan kecuali unlatch coil diaktifkan. Simbol dari latching relay bisa dilihat pada gambar 2.7. Gambar 2.6 Simbol coil dan contact dari timing relay POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 11
  • 12. RELAY Gambar 2.7 Simbol coil dan contact dari latching relay  Reed Relay Reed Relay memiliki seperangkat kontak di dalam vakum atau gas inert untuk mengisi tabung gelas, yang melindungi kontak terhadap korosi atmosfer. Kontak tertutup oleh medan magnet yang dihasilkan ketika arus mengalir melalui kumparan di sekeliling tabung gelas. Reed relay mampu switching kecepatan lebih cepat daripada jenis relay yang lebih besar, tetapi beralih rendah arus dan tegangan peringkat. Lihat juga saklar buluh. [sunting] Mercury-dibasahi estafet I. Fungsi Relay o Kontrol tegangan tinggi rangkaian dengan sinyal bertegangan rendah, seperti dalam beberapa jenis modem atau audio amplifier. o Kontrol sebuah rangkaian arus tinggi dengan sinyal arus rendah, seperti pada solenoid starter dari sebuah mobil. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 12
  • 13. RELAY o Mendeteksi dan mengisolasi kesalahan pada jalur transmisi dan distribusi dengan membuka dan menutup pemutus rangkaian (perlindungan relay), Sebuah kumparan relay DPDT AC dengan kemasan “ice cube” o Isolasi mengendalikan rangkaian dari rangkaian yang dikontrol ketika kedua berada pada potensi yang berbeda, misalnya ketika mengendalikan sebuah perangkat bertenaga utama dari tegangan rendah switch. Yang terakhir ini sering digunakan untuk mengontrol pencahayaan kantor sebagai kawat tegangan rendah dapat dengan mudah diinstal di partisi, yang dapat dipindahkan sesuai kebutuhan sering berubah. Mereka mungkin juga akan dikendalikan oleh hunian kamar detektor dalam upaya untuk menghemat energi, o Logika fungsi. Sebagai contoh, DAN fungsi boolean direalisasikan dengan menghubungkan relay normal kontak terbuka secara seri, maka fungsi ATAU dengan menghubungkan normal kontak terbuka secara paralel. Perubahan-atas atau Formulir C kontak melakukan XOR (eksklusif atau) fungsi. Fungsi yang sama untuk NAND dan NOR yang dicapai dengan menggunakan kontak normal tertutup. Tangga bahasa pemrograman yang sering digunakan untuk merancang jaringan logika relai. o Awal komputasi. Sebelum tabung vakum dan transistor, relay digunakan sebagai unsur-unsur logis dalam komputer digital. Lihat ARRA (komputer), Harvard Mark II, Zuse Z2, dan Zuse Z3. o Safety-logika kritis. Karena relay jauh lebih tahan daripada semikonduktor radiasi nuklir, mereka banyak digunakan dalam keselamatan-logika kritis, seperti panel kontrol penanganan limbah radioaktif mesin. o Waktu tunda fungsi. Relay dapat dimodifikasi untuk menunda pembukaan atau penutupan menunda satu set kontak. Yang sangat singkat (sepersekian POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 13
  • 14. RELAY detik) penundaan ini akan menggunakan tembaga disk antara angker dan bergerak blade perakitan. Arus yang mengalir dalam disk mempertahankan medan magnet untuk waktu yang singkat, memperpanjang waktu rilis. Untuk sedikit lebih lama (sampai satu menit) keterlambatan, sebuah dashpot digunakan. Sebuah dashpot adalah sebuah piston diisi dengan cairan yang diperbolehkan untuk melarikan diri perlahan-lahan. Jangka waktu dapat divariasikan dengan meningkatkan atau menurunkan laju aliran. Untuk jangka waktu lebih lama, mesin jam mekanik timer diinstal. J. Relay sebagai pengendali Salah satu kegunaan utama relay dalam dunia industri ialah untuk implementasi logika kontrol dalam suatu sistem. Sebagai “bahasa pemrograman” digunakan konfigurasi yang disebut ladder diagram atau relay ladder logic. Berikut ini beberapa petunjuk tentang relay ladder logic (ladder diagram): � Diagram wiring yang khusus digunakan sebagai bahasa pemrograman untuk rangkaian kontrol relay dan switching. � LD Tidak menunjukkan rangkaian hardware, tapi alur berpikir. � LD Bekerja berdasar aliran logika, bukan aliran tegangan/arus. • Relay Ladder Logic terbagi menjadi 3 komponen : 1. Input � pemberi informasi POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 14
  • 15. RELAY 2. Logic � pengambil keputusan 3. Output � usaha yang dilakukan Diagram sederhana dari sistem kontrol berbasis relay yang menggambarkan penjelasan di atas dapat dilihat pada gambar 2.8. Dari gambar di atas nampak bahwa sistem kendali dengan relay ini mempunyai inputdevice (misalnya: berbagai macam sensor, switch) dan output device (misalnya : motor, pompa, lampu). Dalam rangkaian logikanya, masing- masing input, output, dan semua komponen yang dipakai mengikuti standard khusus yang unik dan telah ditetapkan secara internasional Gambar 2.8 Sistem kontrol berbasis relay Sebagai awal, pada gambar di bawah dapat dilihat aplikasi relay untuk membentuk gerbang – gerbang logika sederhana (AND, OR, NOT, dan latching). POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 15
  • 16. RELAY Gambar 2.9 Relay untuk membentuk gerbang logika Sebagai pengendali, relay dapat mengatur komponen – komponen lain yang membentuk suatu sistem kendali di industri, di antaranya : switch, timer, counter, sequencer, dan lain – lain. Semuanya adalah komponen – komponen dalam bentuk hardware. Perhatikan gambar – gambar berikut. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 16
  • 17. RELAY Gambar 2.10 Pneumatic Timer Gambar 2.11 Thermal & solid state timer Gambar 2.12 Counter elektromekanik POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 17
  • 18. RELAY K. Contoh aplikasi pengendalian sistem dengan relay dan PLC Berikut ini adalah contoh aplikasi menggunakan relay sebagai pengendali yang kemudian digantikan dengan menggunakan PLC. Aplikasi berikut digunakan untuk mengendalikan motor, rangkaian kontrol elektris berbasis relay berikut biasa digunakan. Rangkaian di atas menggunakan relay sebagai pengendali, berikutnya relay akan digantikan dengan PLC sebagai pengendali. Langkah pertama ialah merangkai input device pada modul input PLC. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 18
  • 19. RELAY Kemudian dilanjutkan dengan merangkai output device pada modul output PLC. Buat logika sistem dengan ladder diagram PLC. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 19
  • 20. RELAY Jika disatukan, berikut ini diagram hubungan keseluruhan dari modul input – program CPU – modul output PLC.  Keuntungan PLC dibanding relay POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 20
  • 21. RELAY Dari contoh di atas, tampak bahwa PLC control mempunyai banyak keuntungan dibandingkan relay control. Berikut keuntungan – keuntungan lain dari PLC : • Pengkabelan pada sistem berkurang sampai 80%. • Konsumsi daya jauh lebih hemat. • PLC mempunyai self diagnostic function yang memudahkan troubleshooting pada PLC. • Perubahan logika kontrol sangat mudah, cukup dengan melakukan pemrograman ulang (secara software). • Komponen sistem seperti relay dan timer berkurang cukup banyak pada sistem dengan PLC. • Jauh lebih cepat karena PLC berbasis mikroprosesor (dalam kisaran miliseconds). • Pada sistem dengan I/O yang banyak dan kompleks, penggunaan PLC lebih hemat dibanding penggunaan relay. • Keandalan PLC lebih tinggi dari pada relay mekanis dan timer. • Dokumentasi sistem dengan PLC jauh lebih mudah, karena ladder diagram dapat dicetak dengan mudah. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 21
  • 22. RELAY L. Faktor Pemilihan Relay Yang Tepat Pemilihan relay yang tepat untuk aplikasi tertentu memerlukan evaluasi dari berbagai faktor:  Jumlah dan jenis kontak - biasanya terbuka, biasanya tertutup, (double- lemparan)  Hubungi urutan - "Membuat sebelum Break" atau "Break sebelum Membuat". Sebagai contoh, gaya lama diperlukan pertukaran telepon Make-sebelum- putus sehingga sambungan tidak berkurang sementara panggilan melalui nomor tersebut.  Penilaian kontak - saklar relay kecil beberapa ampere, besar dinilai untuk kontaktor hingga 3000 ampere, bolak-balik atau arus searah  Voltage rating kontak - relay kontrol tipikal diberi nilai 300 VAC atau 600 VAC, otomotif jenis sampai 50 VDC, khusus relay tegangan tinggi sekitar 15 000 V  Coil tegangan - mesin-alat biasanya relay 24 VAC, 120 atau 250 VAC, relay untuk saklar mungkin 125 V atau 250 VDC gulungan, "sensitif" relay beroperasi pada beberapa milliamperes  Coil saat ini - Biasanya di kisaran 40-200 mA untuk 0-24 VDC kumparan.  Paket / kandang - terbuka, sentuhan-aman, tegangan ganda untuk isolasi antara rangkaian, ledakan bukti, outdoor, minyak dan tahan splash, dicuci untuk perakitan papan sirkuit cetak .  Majelis - Beberapa fitur relay stiker yang menjaga kandang tertutup untuk membolehkan posting solder PCB agen pembersih. Yang dihapus setelah pemasangan selesai. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 22
  • 23. RELAY  Mount - soket, pasang papan, kereta api gunung, panel mount, melalui panel mount, kandang untuk me-mount pada dinding atau peralatan .  Switching waktu - di mana kecepatan tinggi diperlukan.  "Kering" kontak - bila beralih sinyal tingkat yang sangat rendah, bahan kontak khusus mungkin diperlukan seperti kontak berlapis emas.  Hubungi perlindungan - menekan lengkung di sirkuit sangat induktif .  Coil perlindungan - menekan lonjakan tegangan yang dihasilkan bila beralih kumparan arus.  Isolasi antara sirkuit dan kontak koil  Aerospace atau tahan radiasi pengujian, jaminan kualitas istimewa  Diharapkan beban mekanis akibat percepatan - beberapa relay yang digunakan pada aplikasi ruang angkasa dirancang untuk berfungsi dalam beban kejut dari 50 g atau lebih  Aksesoris seperti timer, pembantu kontak, lampu pilot, tes kancing  Stray magnetik hubungan antara gulungan yang berdekatan relay pada sebuah printed circuit board. Contoh aplikasi Relay :  Relay Klakson POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 23
  • 24. RELAY Pada kendaraan dengan kabel klakson hanya satu..diman ground langsung di ambil dari body kendaraan. Jika tombol klakson di pencet maka dari kabel original mobil akan menghasilkan arus +, arus - sudah stand by maka seketika itu juga arus + dari 30 akan di teruskan ke klakson melalui terminal 87. Dan masih banyak lagi contoh kegunaan relay sangat bermanfaat jika kita mengetahui dasar dari cara kerja relay sehingga kita dapat dengan mudah mengaplikasikannya pada kebutuhan kita.  Interlaced Relay. Ini salah satu contoh aplikasi Relay yang lumayan rumit. Fungsi : digunakan sebagai teknik mengamankan mobil. Jadi mobil kita tidak akan bisa di start kalau kita belum menyalakan lampu dim sekali matau menginjak rem sekali (pilih salah satu mekanismenya bisa dim atau rem. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 24
  • 25. RELAY Ini menggunakan 3 buah Relay. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 25
  • 26. RELAY • Relay pertama digunakan untuk menerima trigger dari lampu dim/ rem..dan mempertahankan signal sekali tersebut sebagai trigger bagi relay yang lain.. • Relay kedua digunakan untuk starter.hanya akan aktif jika dan hanya jika relay pertama dan relay ke tiga aktif. (syarat relay pertama aktif dilakukan sekali dim POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 26
  • 27. RELAY atau sekali injak rem yang dilakukan setelah kunci kontak ada pada posisi ON/IG) • Relay ketiga digunakan untuk membalikan polarity dari output Kunci kontak starter dari + menjadi -. Kemudian mengirimkannya ke relay kedua. POLITEKNIK NEGERI MALANG Page 27