DR. SUPRAMANA
DR. KIKIN HAMZAH MUTAQIN
PROF. MEITY S. SINAGA
DR. TITIEK S. YULIANI
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 1
HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN
PERKEBUNAN (PTN 308)
(BAGIAN PENYAKIT)
4
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 2
(PERTEMUAN IV)
PENYAKIT BATANG DAN
RANTING
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 3
FUNGSI BATANG
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 4
pendukung buah
nangka
kakao
durian
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 5
penghasil kayu
penebangan pohon
kayu gelondongan (log)
penglolahan kayu
lain-lain
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 6
penghasil getah
bahan pulp
pohon natal
tempat ???
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 7
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 8
PENYAKIT-PENYAKIT
BATANG DAN RANTING
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 9
1. JAMUR UPAS
Upasia salmonicolor
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 10
Jamur upas (pink disease)
 Penyakit penting pada tanaman
perkebunan (tahunan)
 Disebabkan oleh cendawan
Upasia salmonicolor (B. et Br.)
Tjokr. atau Corticium salmonicolor
(B. et Br.)
 Dapat menginfeksi lebih dari 141
jenis tumbuhan, dalam 104
marga (perkebunan, buah-
buahan, kehutanan, dll.)
 Infeksi mulai dari pangkal cabang
atau bagian bawah cabang
(bagian yang lebih lembab)
jamur upas
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 11
perkembangan jamur upas
Stadium Nama stadium / fase Perkembangan penyakit
1 Rumah labah-labah Cendawan membentuk miselium tipis
seperti perak atau sutera
2 Bongkol semu Terjadi gumpalan-gumpalan hifa di depan
sel lenti kulit batang
3 Teleomorf (kortisium) Membentuk kerak berwarna merah jambu
(spt warna ikan salmon), terbentuk
basidium dan basidiospora
4 Bongkol Pada sisi atas cabang (tempat infeksi)
terbentuk bongkol
5 Anomorf (nekator) Bongkol berkembang menjadi
sporodokium (tubuh buah berbentuk spt.
bantal) berwarna merah bata, membentuk
konidium
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 12
faktor-faktor yang berpengaruh
 Faktor yang paling berpengaruh adalah kelembaban udara
yang tinggi
 Curah hujan tinggi, karena spora yang lengket terutama
tersebar melalui percikan air
 Faktor yang berkontribusi: jarak tanam terlalu rapat, kebun
terletak di lembah, di dekat rawa atau persawahan, dll.
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 13
2. KANKER BATANG
(stem canKer)
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 14
KANKER
Gejala pada batang
yang terjadi karena
matinya kulit batang
(disebabkan oleh
penyebab biotik /
abiotik) sehingga
terjadi luka terbuka,
yang biasanya
dikelilingi oleh
jaringan kalus
kanker batang
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 15
penggolongan kanker
Diffuse canker → tidak ada
pembentukan kalus, kanker terus
menyebar
Target shaped canker → ada
pembentukan kalus, kanker punya
bentuk dan ukuran tertentu
diffuse canker
 kematian kulit batang tidak
mempunyai batas yang
tegas
 bila terus meluas hingga
menggelangi batang atau
ranting  mematikan
bagian tanaman di atasnya
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 16
target shaped canker
 canker mempunyai batas
yang tegas yang ditandai
dengan pembentukan kalus
 membentuk zona-zona
pertumbuhan hingga
membentuk seperti papan
target (o.r. menembak /
panahan)
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 17
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 18
bentuk lain kanker batang
mouldy rot (karet) busuk kulit batang
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 19
Pendarahan /stem bleeding kelapa
(Ceratocystis paradoxa)
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 20
sootybark
anthracnose canker
cytospora canker
Ilustrasi penyakit kanker batang
(Erwinia amylovora pada apel)
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 21
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 22
GANGGUAN LAIN
PADA BATANG
Puru / gall batang
(Agrobacterium tumefaciens)
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 23
Busuk kayu (wood decay)
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 24
Gambar busuk kayu (wood decay)
menyebabkan batang berlubang
mati pucuk (die back)
Kematian ranting yang dimulai
dari ujung, meluas ke pangkal
(die back), sering juga disebut
mati ujung
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 25
Gambar mati pucuk pada jeruk yang terserang
Radopholus similis
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 26
Benalu (mistletoe)
Gambar beberapa
jenis benalu yang
memarasit batang /
ranting tanaman
Benalu/mistletoe
 Benalu merupakan hemi parasit
pada tanaman, famili:
Loranthaceae, Santalaceae,
Viscaceae, dll.
 Loranthaceae: 73 genera, 900
species
 Penetrasi hingga sistem pembuluh
tanaman inang, menyerap air dan
unsur hara  fotosintesis sendiri
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 27
Pohon apel terparasit benalu
benalu
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 28
Tali putri (Cuscuta spp.)
 Anggota Cuscutaceae, ada
lebih dari 11 species parasitik
pd. tanaman lain
 Melilit tanaman dan
menyerap karbohidrat, air
dan nutrisi dari tanaman
melalui haustoria
 Dapat menjadi vektor
patogen tumbuhan lain,
misalnya fitoplasma
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 29
Pohon terparasit tali putri
Cuscuta spp.
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 30
Ilustrasi tumbuhan parasitik
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 31
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 32
CONTOH KASUS
PENYAKIT BATANG
TANAMAN TAHUNAN
TANAMAN PERKEBUNAN
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 33
1. Penyakit Batang Karet
No. Nama penyakit Patogen
1 Mouldyrot Ceratocystis fimbriata Ell. et Hals.
2 Kanker garis Phytophthora palmivora (Butl.) Butl.
3 Kanker bercak
Phytophthora palmivora (Butl.) Butl. dan
Pythium vexans de Bary
4 Kulit dalam coklat Gangguan fisiologi
5 Nekrosis kulit Fusarium sp.
6 Jamur upas Upasia salmonicolor (B. et Br.) Tjokr.
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 34
No. Nama penyakit Patogen
1
Vascular streak dieback /
VSD
Oncobasidium theobromae Talbot et
Keane.
2 Kanker batang Phytophthora palmivora (Butl.) Butl.
3 Jamur upas Upasia salmonicolor (B. et Br.) Tjokr.
4 Tunas bengkak Cocoa Swollen Shoot Virus
5 Sapu setan Crinipellis perniciosa (Stahel) Singer
6 Jamur rumah labah-labah Marasmius scandens Mass.
7 Layu Ceratocystis Ceratocystis fimbriata Ell. et Hals.
8 Penyakit Botryodiplodia Botryodiplodia theobromae Pat.
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 35
No. Nama penyakit Patogen
1 Jamur upas Upasia salmonicolor (B. et Br.) Tjokr.
2 Kanker batang Ascospora coffeae von Faber
3 Kanker belah Armillaria sp.
4 Jamur Gardenia Corticium gardeniae Zimm.
5 Mati pucuk Rhizoctonia sp.
6
Jamur
Helicobasidium
Helicobasidium compactum Boedijn
7 Jamur Koleroga Koleroga noxia Donk
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 36
Phytophthora palmivora
 Cendawan kosmopolit dan polifag
→ dapat menginfeksi 138 jenis
tumbuhan
 Faktor yang berpengaruh
kelembaban udara tinggi: iklim,
topografi, jarak tanam, lebar
tajuk, dll.
 Luka pada kulit batang: misal
karet (sistim sadap: kedalaman,
tinggi bidang sadapan dari
permukaan tanah), binatang,
angin, petir, dll.
Catatan penting tentang penyakit batang
dan ranting
 Patogen mempunyai kisaran tanaman inang yang luas
 Faktor cuaca dan cara kultur teknis → kelembaban udara
tinggi, sangat berpengaruh terhadap terjadinya epidemi
penyakit
 Luka pada batang: kultur teknis, serangga dan binatang lain,
iklim/cuaca → meningkatkan terjadinya epidemi penyakit
 6/1/2016  Dept.PTN-IPB  37
CONTOH KASUS DI LUAR NEGERI
1. PENYAKIT CINCIN MERAH
KELAPA DAN KELAPA SAWIT
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 38
Penyakit cincin merah
 Disebabkan oleh nematoda Bursaphelenchus cocophilus dan kumbang
aren / the African palm weevil (Rhynchophorus palmarum)
 Tanaman inang kelapa (Cocos nucifera) dan kelapa sawit (Elaeis guinensis)
 Kumbang tertular larva nematoda sebelum metamorfosis dan membawa
nematoda dalam tubuhnya hingga dewasa. Nematoda akan ditularkan ke
pangkal daun atau luka pada tanaman ketika meletakkan telur.
 Tanaman rentan dapat mati beberapa bulan setelah infeksi.
 Gejala penyakit: buah gugur prematur, bunga berwarna putih dan
nekrosis, daun-daun muda menguning, berubah keperakan, dan mati.
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 39
Gejala cincin merah
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 40
Tanaman kelapa sakit
Kumbang vektor
2. PENYAKIT DUTCH ELM DISEASE
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 41
penyakit dutch elm disease
 Menimbulkan epidemi di Belanda dan daratan Eropa
 Penyebab fungi Ceratocystis dan kumbang Scolytus
 Introduksi ke Amerika Serikat (USA) bersama importasi log pohon
elm yang mati dari Belanda → membawa fungi patogen dan
kumbang Scolytus strain Eropa
 Bekerjasama dengan Scolytus strain lokal → penyakit lebih ganas
dan menyebar secara ekstensif mematikan seluruh pohon elm di
pantai Timur USA dan Canada
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 42
penyakit Dutch elm disease
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 43
kumbang Scolytus (vektor)
galery
tanaman sakit
Terima kasih
6/1/2016 Dept.PTN-IPB 44

Hpkebun4

  • 1.
    DR. SUPRAMANA DR. KIKINHAMZAH MUTAQIN PROF. MEITY S. SINAGA DR. TITIEK S. YULIANI 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 1 HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN PERKEBUNAN (PTN 308) (BAGIAN PENYAKIT) 4
  • 2.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 2 (PERTEMUANIV) PENYAKIT BATANG DAN RANTING
  • 3.
  • 4.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 4 pendukungbuah nangka kakao durian
  • 5.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 5 penghasilkayu penebangan pohon kayu gelondongan (log) penglolahan kayu
  • 6.
    lain-lain 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 6 penghasilgetah bahan pulp pohon natal
  • 7.
  • 8.
  • 9.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 9 1.JAMUR UPAS Upasia salmonicolor
  • 10.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 10 Jamurupas (pink disease)  Penyakit penting pada tanaman perkebunan (tahunan)  Disebabkan oleh cendawan Upasia salmonicolor (B. et Br.) Tjokr. atau Corticium salmonicolor (B. et Br.)  Dapat menginfeksi lebih dari 141 jenis tumbuhan, dalam 104 marga (perkebunan, buah- buahan, kehutanan, dll.)  Infeksi mulai dari pangkal cabang atau bagian bawah cabang (bagian yang lebih lembab) jamur upas
  • 11.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 11 perkembanganjamur upas Stadium Nama stadium / fase Perkembangan penyakit 1 Rumah labah-labah Cendawan membentuk miselium tipis seperti perak atau sutera 2 Bongkol semu Terjadi gumpalan-gumpalan hifa di depan sel lenti kulit batang 3 Teleomorf (kortisium) Membentuk kerak berwarna merah jambu (spt warna ikan salmon), terbentuk basidium dan basidiospora 4 Bongkol Pada sisi atas cabang (tempat infeksi) terbentuk bongkol 5 Anomorf (nekator) Bongkol berkembang menjadi sporodokium (tubuh buah berbentuk spt. bantal) berwarna merah bata, membentuk konidium
  • 12.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 12 faktor-faktoryang berpengaruh  Faktor yang paling berpengaruh adalah kelembaban udara yang tinggi  Curah hujan tinggi, karena spora yang lengket terutama tersebar melalui percikan air  Faktor yang berkontribusi: jarak tanam terlalu rapat, kebun terletak di lembah, di dekat rawa atau persawahan, dll.
  • 13.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 13 2.KANKER BATANG (stem canKer)
  • 14.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 14 KANKER Gejalapada batang yang terjadi karena matinya kulit batang (disebabkan oleh penyebab biotik / abiotik) sehingga terjadi luka terbuka, yang biasanya dikelilingi oleh jaringan kalus kanker batang
  • 15.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 15 penggolongankanker Diffuse canker → tidak ada pembentukan kalus, kanker terus menyebar Target shaped canker → ada pembentukan kalus, kanker punya bentuk dan ukuran tertentu
  • 16.
    diffuse canker  kematiankulit batang tidak mempunyai batas yang tegas  bila terus meluas hingga menggelangi batang atau ranting  mematikan bagian tanaman di atasnya 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 16
  • 17.
    target shaped canker canker mempunyai batas yang tegas yang ditandai dengan pembentukan kalus  membentuk zona-zona pertumbuhan hingga membentuk seperti papan target (o.r. menembak / panahan) 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 17
  • 18.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 18 bentuklain kanker batang mouldy rot (karet) busuk kulit batang
  • 19.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 19 Pendarahan/stem bleeding kelapa (Ceratocystis paradoxa)
  • 20.
  • 21.
    Ilustrasi penyakit kankerbatang (Erwinia amylovora pada apel) 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 21
  • 22.
  • 23.
    Puru / gallbatang (Agrobacterium tumefaciens) 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 23
  • 24.
    Busuk kayu (wooddecay) 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 24 Gambar busuk kayu (wood decay) menyebabkan batang berlubang
  • 25.
    mati pucuk (dieback) Kematian ranting yang dimulai dari ujung, meluas ke pangkal (die back), sering juga disebut mati ujung 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 25 Gambar mati pucuk pada jeruk yang terserang Radopholus similis
  • 26.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 26 Benalu(mistletoe) Gambar beberapa jenis benalu yang memarasit batang / ranting tanaman
  • 27.
    Benalu/mistletoe  Benalu merupakanhemi parasit pada tanaman, famili: Loranthaceae, Santalaceae, Viscaceae, dll.  Loranthaceae: 73 genera, 900 species  Penetrasi hingga sistem pembuluh tanaman inang, menyerap air dan unsur hara  fotosintesis sendiri 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 27 Pohon apel terparasit benalu
  • 28.
  • 29.
    Tali putri (Cuscutaspp.)  Anggota Cuscutaceae, ada lebih dari 11 species parasitik pd. tanaman lain  Melilit tanaman dan menyerap karbohidrat, air dan nutrisi dari tanaman melalui haustoria  Dapat menjadi vektor patogen tumbuhan lain, misalnya fitoplasma 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 29 Pohon terparasit tali putri
  • 30.
  • 31.
  • 32.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 32 CONTOHKASUS PENYAKIT BATANG TANAMAN TAHUNAN TANAMAN PERKEBUNAN
  • 33.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 33 1.Penyakit Batang Karet No. Nama penyakit Patogen 1 Mouldyrot Ceratocystis fimbriata Ell. et Hals. 2 Kanker garis Phytophthora palmivora (Butl.) Butl. 3 Kanker bercak Phytophthora palmivora (Butl.) Butl. dan Pythium vexans de Bary 4 Kulit dalam coklat Gangguan fisiologi 5 Nekrosis kulit Fusarium sp. 6 Jamur upas Upasia salmonicolor (B. et Br.) Tjokr.
  • 34.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 34 No.Nama penyakit Patogen 1 Vascular streak dieback / VSD Oncobasidium theobromae Talbot et Keane. 2 Kanker batang Phytophthora palmivora (Butl.) Butl. 3 Jamur upas Upasia salmonicolor (B. et Br.) Tjokr. 4 Tunas bengkak Cocoa Swollen Shoot Virus 5 Sapu setan Crinipellis perniciosa (Stahel) Singer 6 Jamur rumah labah-labah Marasmius scandens Mass. 7 Layu Ceratocystis Ceratocystis fimbriata Ell. et Hals. 8 Penyakit Botryodiplodia Botryodiplodia theobromae Pat.
  • 35.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 35 No.Nama penyakit Patogen 1 Jamur upas Upasia salmonicolor (B. et Br.) Tjokr. 2 Kanker batang Ascospora coffeae von Faber 3 Kanker belah Armillaria sp. 4 Jamur Gardenia Corticium gardeniae Zimm. 5 Mati pucuk Rhizoctonia sp. 6 Jamur Helicobasidium Helicobasidium compactum Boedijn 7 Jamur Koleroga Koleroga noxia Donk
  • 36.
    6/1/2016 Dept.PTN-IPB 36 Phytophthorapalmivora  Cendawan kosmopolit dan polifag → dapat menginfeksi 138 jenis tumbuhan  Faktor yang berpengaruh kelembaban udara tinggi: iklim, topografi, jarak tanam, lebar tajuk, dll.  Luka pada kulit batang: misal karet (sistim sadap: kedalaman, tinggi bidang sadapan dari permukaan tanah), binatang, angin, petir, dll.
  • 37.
    Catatan penting tentangpenyakit batang dan ranting  Patogen mempunyai kisaran tanaman inang yang luas  Faktor cuaca dan cara kultur teknis → kelembaban udara tinggi, sangat berpengaruh terhadap terjadinya epidemi penyakit  Luka pada batang: kultur teknis, serangga dan binatang lain, iklim/cuaca → meningkatkan terjadinya epidemi penyakit  6/1/2016  Dept.PTN-IPB  37
  • 38.
    CONTOH KASUS DILUAR NEGERI 1. PENYAKIT CINCIN MERAH KELAPA DAN KELAPA SAWIT 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 38
  • 39.
    Penyakit cincin merah Disebabkan oleh nematoda Bursaphelenchus cocophilus dan kumbang aren / the African palm weevil (Rhynchophorus palmarum)  Tanaman inang kelapa (Cocos nucifera) dan kelapa sawit (Elaeis guinensis)  Kumbang tertular larva nematoda sebelum metamorfosis dan membawa nematoda dalam tubuhnya hingga dewasa. Nematoda akan ditularkan ke pangkal daun atau luka pada tanaman ketika meletakkan telur.  Tanaman rentan dapat mati beberapa bulan setelah infeksi.  Gejala penyakit: buah gugur prematur, bunga berwarna putih dan nekrosis, daun-daun muda menguning, berubah keperakan, dan mati. 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 39
  • 40.
    Gejala cincin merah 6/1/2016Dept.PTN-IPB 40 Tanaman kelapa sakit Kumbang vektor
  • 41.
    2. PENYAKIT DUTCHELM DISEASE 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 41
  • 42.
    penyakit dutch elmdisease  Menimbulkan epidemi di Belanda dan daratan Eropa  Penyebab fungi Ceratocystis dan kumbang Scolytus  Introduksi ke Amerika Serikat (USA) bersama importasi log pohon elm yang mati dari Belanda → membawa fungi patogen dan kumbang Scolytus strain Eropa  Bekerjasama dengan Scolytus strain lokal → penyakit lebih ganas dan menyebar secara ekstensif mematikan seluruh pohon elm di pantai Timur USA dan Canada 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 42
  • 43.
    penyakit Dutch elmdisease 6/1/2016 Dept.PTN-IPB 43 kumbang Scolytus (vektor) galery tanaman sakit
  • 44.