Agriculture Land Use System
Analysis (ALUSA)
Analisis Sistem Pemanfaatan
Lahan Pertanian.
Lahan (pertanian) sebagai
sumberdaya di bbrp kawasan
lambat laun menjadi
Langka.
Penyebab:
• Pertambahan penduduk tinggi
• Perubahan kebutuhan manusia
Akibat : terjadi kompetisi
penggunaan lahan yang
berbeda dlm hamparan
lahan yg sama.
Population race
Human needs
Land
Degradation
Land
Exploitations
Segitiga Kritis Jackson 1974
Penddk & Kbth manusia meningkat
- Pangan
- Sandang
- Papan
Kecukupan pangan --- Peningkatan
produksi menjadi keharusan
Cara: perluasan areal, intensifikasi,
upaya pendampingan petani.
Eksploitasi Lahan
Perubahan budidaya tanaman yang
diawali oleh perubahan orientasi
dari budidaya tanaman subsisten
ke budidaya yg berorientasi pasar.
Pemberian sarana produksi yang
tidak memperhatikan daya dukung
lahan. Akibatnya potensi produksi
lahan menjadi menurun, justru
terjadi kerusakan lahan dan
dampak negatip ikutan kepada
penduduk (manusia).
Kontestasi / kompetisi pemanfaatan
Lahan.
Setiap terjadi KPL selalu diakhiri
dengan kekalahan fihak pertanian.
Lahan pertanian yang sudah mapan
dan setrategis biasanya menjadi
incaran untuk pemanfaatan lahan
lain.
Lahan pertanian semakin menyempit
Pertanian Pindah ke Area Terlangkaui
Problematik yang dihadapi:
* Topografi lahan
* Kesuburan tanah
* Jauh dari pemukiman
* Tadah hujan
Perlu perencanaan penggunaan
lahan yang tepat/sesuai dengan
kondisi lahan.
Up-land Agriculture
Analisis Sistem Pemanfaatan Lahan Pertanian
(ALUSA) dlm Land Use Planning (LUP).
Alusa adalah alat bantu dan sebagai dasar
untuk perencanaan pemanfaatan lahan.
Tujuannya:
Menganalisis kesesuaian suatu hamparan
lahan yg berbeda utk alternatif bentuk
penggunaan lahan yang spesifik.
Analisis seberapa jauh kebutuhan
penggunan lahan tertentu yang dapat
dipenuhi oleh suatu satuan lahan
(land unit).
Prinsip dalam ALUSA
1. Kesesuaian lahan dianalisis dan
diklasifikasikan utk tujuan jenis
penggunaan spesifik.
2. Analisis/evaluasi memerlukan suatu
perbandingan yang ingin dicapai dng
masukan yg diperlukan pd jenis
penggunaan tertentu.
3. Diperlukan pendekatan multi
disiplin.
4. Evaluasi/analisis dibuat relevan dng
kond. fisik sosek di area.
5. Kesesuaian mengacu pada dasar
penggunaan yg berlanjut.
6. Evaluasi meliputi perbandingan lebih
dari satu jenis penggunaan.
Crop Ecology
Posisi Alusa Dlm Land Use Planning
NATURAL RESOURCES PRESURE ON THE LAND socio-ec cond.
- Non Optimal Use - Increasing Population
- degradation - low income
RECOGNIZING THE NEED FOR CHANGE
DEVELOPMENT OBJECTIVES
Policy
Considerations
ALUSA
DECISION ON CHANGES IN LANDUSE
MANAGEMENT PLANS
DECISION ON IMPLEMENTATION
CHANGED LANDUSE
Ecologically Sound Sustainable Use MONITORING Improving Living Conditions
Sumber: FAO,1983; Huizing, 1987, van Duivenboden. 1996
Lahan dan Penggunaan Lahan Dlm Alusa
land Land use Land use system
+
Alusa/evaluasi lahan pd dasarnya
melakukan evaluasi penggunaan lahan,
bukan mengevaluasi lahan itu sendiri,
tetapi kesesuaian lahan utk penggunaan
lahan tertentu (Beek, 1978)
Land use
system
INPUT:
Economic
environmental
OUTPUT
Economic
environmental
Env./ecological output:
Soil losses by erosion
Salinisation
Polution of ground water
Destruction of natural
vegetation and natural
predators.
Env./ecological input:
Radiation
Rainfall
wind
Prosedur Alusa
1. Initial consultation
- Maksud dilakukan alusa
- Lokasi, luas, asesibilitas
- Detailness
- Keamanan
- Alusa terbuka/tertutup
- Sistem pengupahan dll
2. Pra-survei – survei sumberdaya alam
- Analisis klimatik/ agroekologik
- Land Mapping Unit
3. Pelaksanaan survei
- Penentuan, pengamatan dan pengu-
kuran sifat2 lahan dalam setiap
satuan lahan
a. Survei pertanian dan land use
- Present land use, teknologi
budidaya
- Crop Indicator
b. Survei sosial ekonomi
Seleksi Tipe penggunaan lahan
yang relevan. Kbth penggunaan
lahan (LUR) -- LQ/LK
4. Pasca survei & Pelaporan
Fase Pasca Survei:
- analisis data fisik , sosial, ekonomi
- Matching antara LQ/LK dari LUR
dengan LQ/LK hasil pengamatan di
setiap satuan lahan
- Klasifikasi kesesuaian lahan
modifikasi LUT/ perbaikan lahan.
Pendekatan Dlm Prosedur Alusa
Pendekatan : Dua tahap dan Paralel
Konsultasi awal
Basic
Survey
Land Classification
Sos ec
Analysis
Quantitatif Land
Classification
Basic
Survey
Qual &
Quant.
Land
Classifi-
tion
Socio
Economic
Analysis
Kesesuaian lahan utk penggunaan
lahan tertentu digambarkan oleh
kelayakan sosek dan kelayakan
ekologik.
Banyak petani di negara yang sedang
berkembang lebih tertarik meminimal
kan resiko gagal panen dp memaksimal
kan produksi tanaman.
Hal ini penting utk dipertimbangkan dlm hal
Ketidak menentunya, spt fluktuasi cuaca/harga
/suplai pupuk. Thd kesesuaian lhn.
Lahan, Unit Pemetaan lahan (LMU) dalam
Evaluasi lahan /Alusa.
Lahan : terdiri dr semua kondisi
lingkungan fisik dan biotik yang
penting untuk penggunaan lhn
(LU) yg potensial.
Komponen lahan : iklim, bentuk lhn, tanah,
batuan, flora, fauna dan air.
Bentang lahan sgt heterogen kond lingk
nya, shg tidak mungkin dpt dipetakan
sekaligus, perlu dibagi menjadi LMU.
Tujuan dasar penentuan LMU adalah bahwa
LMU harus mempunyai relevansi maksimum
terhadap kisaran penggunaan lahan yang
dipertimbangkan dlm Alusa / evaluasi.
LMU: area lahan yg memp sifat2 spesifik
yg digunakan sbg dasar Alusa/ EL.
Petunjuk penentuan LMU:
1. LMU harus sehomogen mungkin
2. Mempunyai nilai praktis dlm
hubungannya dng. Rencana penggunaan
lahan.
3. Dapat dipetakan secara ajeg.
4. LMU dibuat sesederhana mungkin dan
didasarkan pd sifat2 yang siap diamati di
lapangan.
LMU tdk pernah homogen keseluruhan.
Sebab: keberagaman alamiah suatu
sifat lahan pd umumnya terlalu besar
utk dapat dipetakan.
Tergantung pula skala peta, komplek –
sitas terrain dan kualitas surveyor.
Ekstrapolasi data iklim seringkali dilakukan sebab
hanya sedikit st. Pengamat cuaca yang tersedia.
Heterogenitas dlm pemetaan dan data iklim tdk
cukup berpengaruh terhadap
Kepercayaan alusa/LE.
Kemiringan (%) Kelas Lereng Luas (ha)
13-21% IV 465
21-55% V 502
55-140% VI 203
Total 1170
Kemiringan Kelas dan Luas Lereng DAS Putih
Jenis Tanah Kode Tanah Luas (ha)
Asosiasi Typic Udortents_Andic Dystrudepts At 424
Typic Melanudands Tm 319
Humic Dystrudepts Hd 148
Lithic Udortents Lu 82
Andic Fragiudepts Af 197
Total 1.170
Data Jenis Tanah dan Luasannya di DAS Putih
Jenis Penggunaan Lahan Luas (Ha) %
Air Tawar 10,3 0,88
Kebun 4,1 0,35
Pemakaman 11,2 0,96
Pemukiman 84,9 7,25
Semak belukar/hutan 144,3 12,33
Tanah pertanian 948,0 78,23
Total 1.170,0 100
Luas Jenis Penggunaan Lahan DAS Putih
Prosedur Pembuatan LMUs
Overlay (tumpangsusun) dari:
1. Peta iklim
2. Peta kemiringan tanah
3. Peta jenis tanah
4. Peta penggunaan lahan
Peta Satuan Lahan
(Land Mapping Units)
Gambar 1: Peta satuan lahan di DAS Putih
LAND, Land Resource Survey
Dalam Alusa jenis informasi utama yg
diperlukan adalah: Agroklimatik, tanah
bentuk lahan, sumberdaya air, penutup
lahan/penggunaan lahan
Informasi agroklimatik meliputi tahapan
Sbb:
1. Koleksi data iklim yg tersedia
2. Analisis data /ekstrapolasi data
3. Analisis hub. antara variabel iklim
dng kebutuhan tanaman
GROWING PERIOD
Kendala di lapangan : data tidak
tersedia. - Perlu pengamatan /
pengukuran langsung penghitungan
dan ekstrapolasi data:
Ekstrapolasi data iklim:
1. Sistem poligon
2. Iso-hyet.
Data iklim kaitannya dengan
Pertanian (tadah hujan ).
1. Growing Period (GP)
2. GP – cropping pattern
3. GP – index pertanaman
ALUSA
Pilihan LQ / LK sbg Dasar Evaluasi
1. LQ dukur/diprediksi melalui LK
2. LK
3. Campuran LQ dan LK.
Kelebihan menggunakan LQ
a. LQ secara langsung berhubungan dng
Permintaan spesifik Land use.
b. LQ mempertimbangkan interaksi antar
faktor lingkungan.
c. Jumlah LQ lebih sedikit dp jumlah LK.
Kelebihan Menggunakan LK Untuk Dasar
Evaluasi:
a. LK dapat diamati dan diukur langsung
di lapangan.
b. Sederhana, langsung, memungkinkan
perbandingan langsung antara LK
hasil pengamatan dng dasar kesesuai
an.
Survei Pertanian dan
Penggunaan Lahan
Land Use (LU)
Pertimbangan seleksi tanaman dan Tipe
Penggunaan Lahan /Land Use Type (LUT)
a. Harapan/permintaan pemerintah
b. Present land use
c. Kesesuaian kond. Agroklimatk
d. Farming Systems
e. Local Agronomist
f. Market demand
Deskripsi tipe penggunaan lahan (LUT)
 Tanaman yg ditanam
 Orientasi pengusahaan
 Capital intensity
 Labour Intensity
 Teknical knowledge & attitude
 Penguasaan lahan
 Luas lahan
 Power
 Cropping characteristics
 Material input
 Cultural practices
 Hasil
 Infrastructure requirements
Kebutuhan Penggunaan Lahan
Land use requirements ( LUR ).
Pemilihan & penentuan LQ dan atau LK
berkait dng efisiensi fungsi mengacu pada
3 hal berikut:
1. Crop & ecological requirements.
2. Management Requirements
3. Conservation requirements
LUR diekspresikan dalam bentuk
Kualitas Lahan (LQ )dan atau karakteristik
Lahan ( LK ).
Contoh : LK utk Teh (Camellia sinensis L.)
a. Crop & ecological Requirements
b. Management Requirements
c. Conservation Requirements
Present land use mrpk titik awal mulai
pengembangan di suatu area.
“crop indicators”
Survei penggunaan lahan diperlukan utk
seleksi penggunaan lahan yg ada dan
relevan atau penggunaan lahan yang
diperbaiki (improved LMUs).
Informasi Perbandingan kesesuaian
lahan present land use dibutuhkan,
sebelum keputusan terhadap perubahan
penggunaan lahan diambil.
Klasifikasi Kesesuaian Lahan
Pada tahapan KKL terdapat
Tiga macam proses :
1. Matching
2. Klasifikasi kesesuaian lahan
3. Struktur Kesesuaian Lahan
Matching
1. Suatu proses membandingkan /
mencocokkan harkat atau nilai
kualitas lahan (LQ) / karakter lahan
( LK) dari suatu satuan lahan
(LMU) dengan kebutuhan lahan /
land requirements (LUR) dari
suatu tipe penggunaan lahan
(LUT).
2. Nilai LK / LQ dari masing2 kebutuhan
penggunaan lahan (LUR) dicocokkan lagi
dng LK/LQ masing2 satuan lahan (LMU
/ LU)
Proses matching tsb. diperoleh hasil
berupa klas kesesuaian lahan untuk
masing2 sifat lahan disebut kesesuaian
parsial (partial suitability)
Landuse Requirements (LUR) Tanaman Kentang
(Solanum tuberosum L.)
Karakteristik Lahan di Setiap Satuan Lahan
di DAS Putih
Lanjutan
LU
LQ
Af IV
Tg
Af V
Tg
At IV
Tg
At V
Tg
Hd IV
Tg
Hd
VTg
HdVI
Tg
Lu IV
Tg
Lu V
Tg
Lu VI
Tg
Tm V
Tg
Tm
VITg
tc1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
wa2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2
oa1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
rc1 S1 S2 S1 S3 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S3 S2
rc2 N N S2 S2 S2 N N N N N S2 S2
rc3 N S2 S2 S1 N N N N N N S1 S2
nr1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
nr2 S1 S1 S2 S2 S2 S2 S2 S1 S1 S1 S2 S2
nr3 S2 S2 S1 S2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S2
nr4 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
eh1 S2 N S2 N S2 N N S2 N N N N
eh2 S2 S2 S2 S2 S3 S3 S3 S3 S3 S3 S3 S3
lp1 S1 S2 S3 S3 S1 S2 S2 S1 S1 S1 S2 S2
lp2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
Kesesuaian Lahan Parsial Untuk Tanaman Kentang di 12 Satuan Lahan
Keterangan:
Toksisitas (tc) tc1 : rerata suhu (oC)
Ketersediaan air (wa) wa1:curah hujan bln ke1 (mm)
wa2:curah hujan bln 2&3 (mm)
wa3:cuarah hujanbln ke4 (mm)
Ketersediaan oksigen (oa) oa1:drainase
Media perakaran (rc) rc1: KTK (cmol)
rc2: bahan kasar (%)
rc3: kedalaman tanah (cm)
Retensi hara (nr) nr1 : KTK
nr2: kejenuhan basa
nr3: pH H2O
nr4: C-organik
Toksisitas (xc). xc1: salinitas(dS/m)
Bahaya erosi (eh) eh1: lereng (:% )
eh2 bahaya erosi
Persiapan lahan (lp) lp1:batuan permukaan
Lp2 singkapa batuan
LU
LQ
Af IV
Tg
Af V
Tg
At IV
Tg
At V
Tg
Hd IV
Tg
Hd
VTg
HdVI
Tg
Lu IV
Tg
Lu V
Tg
Lu VI
Tg
Tm V
Tg
Tm
VITg
tc1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
wa2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2
oa1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
rc1 S1 S2 S1 S3 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S3 S2
rc2 N N S2 S2 S2 N N N N N S2 S2
rc3 N S2 S2 S1 N N N N N N S1 S2
nr1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
nr2 S1 S1 S2 S2 S2 S2 S2 S1 S1 S1 S2 S2
nr3 S2 S2 S1 S2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S2
nr4 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
eh1 S2 N S2 N S2 N N S2 N N N N
eh2 S2 S2 S2 S2 S3 S3 S3 S3 S3 S3 S3 S3
lp1 S1 S2 S3 S3 S1 S2 S2 S1 S1 S1 S2 S2
lp2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1
Keseuaian Parsial Tan Kentang di 12 LMU DAS Putih
Keterangan
h; curah hujan, b: kejenuhan basa, l: lereng lahan, e:bahaya erosi, a: derajad keasaman tanah, st: kadar
batu di permukaan tanah, s: kedalaman tanah, bk: bahan kasar, tk: kapasitas tukar kation
Klas Kesesuaian Lahan keseluruhan untuk tanaman
Kentang di 12 satuan Lahan, DAS Putih
Satuan Lahan Kesesuaian tanaman
kentang
AfIVTg Nrc.
AfVTg Nrc,e
AtIVTg S3 l.
AtVTg Ne.
HdVTg Nre,e
LuVITg Nrc,e
TmVTg Ne
Struktur Klasifikasi Kesesuaian Lahan
Sistem klasifikasi lahan terdiri dari 4 kategori
yang menunjukkan tingkatan generalisasi yg
sifatnya menurun (FAO, 1976).
1. Ordo kesesuaian lahan (order) : menunjuk
kan jenis kesesuaian secara umum.
a. Ordo sesuai (S) : suitable
yaitu lahan yg dpt digunakan utk suatu
pemanfaatan yg berlanjut (sustain use)
tanpa/sedikit potensi resiko kerusakan/
mengurangi produktivitas lahan.
b. Ordo tidak sesuai (N): Not suitable.
Lahan mempunyai pembatas
sedemikian rupa shg tidak
memungkinkan suatu pemanfaatan
tertentu yg berlanjut.
2, Klas kesesuaian lahan (Class)
menunjukkan tingkat dalam ordo.
a. Klas sgt sesuai (S1): Sgt sesuai
(highly suitable) :
Lahan yg tdk memp pembatas berat
utk suatu pemanfaatan tertentu yang
berlanjut atau lahan hanya mempunyai
pembatas yg kurang berarti dan tidak
berpengaruh thd produktivitas lahan.
b. Klas cukup sesuai (S2) / moderately
suitable.
c. Klas kurang sesuai (S3)/ marginally
suitable.
Kesesuaian Lahan Tingkat Unit:
menggambarkan perbedaan kecil
pengelolaan yang diperlukan dalam
sub-klas
Contoh: S2n-1
S3we-2
Kesesuaian Lahan Sub-klas :
menunjukkan jenis pembatas / macam
perbaikan yang diperlukan dalqm klas.
contoh: S2n, S3me
Ekotan 15
Ekotan 15
Ekotan 15

Ekotan 15

  • 1.
    Agriculture Land UseSystem Analysis (ALUSA) Analisis Sistem Pemanfaatan Lahan Pertanian.
  • 2.
    Lahan (pertanian) sebagai sumberdayadi bbrp kawasan lambat laun menjadi Langka.
  • 3.
    Penyebab: • Pertambahan penduduktinggi • Perubahan kebutuhan manusia Akibat : terjadi kompetisi penggunaan lahan yang berbeda dlm hamparan lahan yg sama.
  • 4.
  • 5.
    Penddk & Kbthmanusia meningkat - Pangan - Sandang - Papan Kecukupan pangan --- Peningkatan produksi menjadi keharusan Cara: perluasan areal, intensifikasi, upaya pendampingan petani.
  • 6.
    Eksploitasi Lahan Perubahan budidayatanaman yang diawali oleh perubahan orientasi dari budidaya tanaman subsisten ke budidaya yg berorientasi pasar. Pemberian sarana produksi yang tidak memperhatikan daya dukung lahan. Akibatnya potensi produksi lahan menjadi menurun, justru terjadi kerusakan lahan dan dampak negatip ikutan kepada penduduk (manusia).
  • 7.
    Kontestasi / kompetisipemanfaatan Lahan. Setiap terjadi KPL selalu diakhiri dengan kekalahan fihak pertanian. Lahan pertanian yang sudah mapan dan setrategis biasanya menjadi incaran untuk pemanfaatan lahan lain.
  • 8.
  • 10.
    Pertanian Pindah keArea Terlangkaui Problematik yang dihadapi: * Topografi lahan * Kesuburan tanah * Jauh dari pemukiman * Tadah hujan Perlu perencanaan penggunaan lahan yang tepat/sesuai dengan kondisi lahan.
  • 11.
  • 12.
    Analisis Sistem PemanfaatanLahan Pertanian (ALUSA) dlm Land Use Planning (LUP). Alusa adalah alat bantu dan sebagai dasar untuk perencanaan pemanfaatan lahan. Tujuannya: Menganalisis kesesuaian suatu hamparan lahan yg berbeda utk alternatif bentuk penggunaan lahan yang spesifik. Analisis seberapa jauh kebutuhan penggunan lahan tertentu yang dapat dipenuhi oleh suatu satuan lahan (land unit).
  • 13.
    Prinsip dalam ALUSA 1.Kesesuaian lahan dianalisis dan diklasifikasikan utk tujuan jenis penggunaan spesifik. 2. Analisis/evaluasi memerlukan suatu perbandingan yang ingin dicapai dng masukan yg diperlukan pd jenis penggunaan tertentu. 3. Diperlukan pendekatan multi disiplin.
  • 14.
    4. Evaluasi/analisis dibuatrelevan dng kond. fisik sosek di area. 5. Kesesuaian mengacu pada dasar penggunaan yg berlanjut. 6. Evaluasi meliputi perbandingan lebih dari satu jenis penggunaan.
  • 15.
    Crop Ecology Posisi AlusaDlm Land Use Planning NATURAL RESOURCES PRESURE ON THE LAND socio-ec cond. - Non Optimal Use - Increasing Population - degradation - low income RECOGNIZING THE NEED FOR CHANGE DEVELOPMENT OBJECTIVES Policy Considerations ALUSA DECISION ON CHANGES IN LANDUSE MANAGEMENT PLANS DECISION ON IMPLEMENTATION CHANGED LANDUSE Ecologically Sound Sustainable Use MONITORING Improving Living Conditions Sumber: FAO,1983; Huizing, 1987, van Duivenboden. 1996
  • 16.
    Lahan dan PenggunaanLahan Dlm Alusa land Land use Land use system + Alusa/evaluasi lahan pd dasarnya melakukan evaluasi penggunaan lahan, bukan mengevaluasi lahan itu sendiri, tetapi kesesuaian lahan utk penggunaan lahan tertentu (Beek, 1978)
  • 17.
    Land use system INPUT: Economic environmental OUTPUT Economic environmental Env./ecological output: Soillosses by erosion Salinisation Polution of ground water Destruction of natural vegetation and natural predators. Env./ecological input: Radiation Rainfall wind
  • 18.
    Prosedur Alusa 1. Initialconsultation - Maksud dilakukan alusa - Lokasi, luas, asesibilitas - Detailness - Keamanan - Alusa terbuka/tertutup - Sistem pengupahan dll 2. Pra-survei – survei sumberdaya alam - Analisis klimatik/ agroekologik - Land Mapping Unit
  • 19.
    3. Pelaksanaan survei -Penentuan, pengamatan dan pengu- kuran sifat2 lahan dalam setiap satuan lahan a. Survei pertanian dan land use - Present land use, teknologi budidaya - Crop Indicator b. Survei sosial ekonomi Seleksi Tipe penggunaan lahan yang relevan. Kbth penggunaan lahan (LUR) -- LQ/LK 4. Pasca survei & Pelaporan
  • 20.
    Fase Pasca Survei: -analisis data fisik , sosial, ekonomi - Matching antara LQ/LK dari LUR dengan LQ/LK hasil pengamatan di setiap satuan lahan - Klasifikasi kesesuaian lahan modifikasi LUT/ perbaikan lahan.
  • 21.
    Pendekatan Dlm ProsedurAlusa Pendekatan : Dua tahap dan Paralel Konsultasi awal Basic Survey Land Classification Sos ec Analysis Quantitatif Land Classification Basic Survey Qual & Quant. Land Classifi- tion Socio Economic Analysis
  • 22.
    Kesesuaian lahan utkpenggunaan lahan tertentu digambarkan oleh kelayakan sosek dan kelayakan ekologik. Banyak petani di negara yang sedang berkembang lebih tertarik meminimal kan resiko gagal panen dp memaksimal kan produksi tanaman. Hal ini penting utk dipertimbangkan dlm hal Ketidak menentunya, spt fluktuasi cuaca/harga /suplai pupuk. Thd kesesuaian lhn.
  • 23.
    Lahan, Unit Pemetaanlahan (LMU) dalam Evaluasi lahan /Alusa. Lahan : terdiri dr semua kondisi lingkungan fisik dan biotik yang penting untuk penggunaan lhn (LU) yg potensial. Komponen lahan : iklim, bentuk lhn, tanah, batuan, flora, fauna dan air. Bentang lahan sgt heterogen kond lingk nya, shg tidak mungkin dpt dipetakan sekaligus, perlu dibagi menjadi LMU.
  • 24.
    Tujuan dasar penentuanLMU adalah bahwa LMU harus mempunyai relevansi maksimum terhadap kisaran penggunaan lahan yang dipertimbangkan dlm Alusa / evaluasi. LMU: area lahan yg memp sifat2 spesifik yg digunakan sbg dasar Alusa/ EL. Petunjuk penentuan LMU: 1. LMU harus sehomogen mungkin 2. Mempunyai nilai praktis dlm hubungannya dng. Rencana penggunaan lahan. 3. Dapat dipetakan secara ajeg. 4. LMU dibuat sesederhana mungkin dan didasarkan pd sifat2 yang siap diamati di lapangan.
  • 25.
    LMU tdk pernahhomogen keseluruhan. Sebab: keberagaman alamiah suatu sifat lahan pd umumnya terlalu besar utk dapat dipetakan. Tergantung pula skala peta, komplek – sitas terrain dan kualitas surveyor. Ekstrapolasi data iklim seringkali dilakukan sebab hanya sedikit st. Pengamat cuaca yang tersedia. Heterogenitas dlm pemetaan dan data iklim tdk cukup berpengaruh terhadap Kepercayaan alusa/LE.
  • 27.
    Kemiringan (%) KelasLereng Luas (ha) 13-21% IV 465 21-55% V 502 55-140% VI 203 Total 1170 Kemiringan Kelas dan Luas Lereng DAS Putih
  • 29.
    Jenis Tanah KodeTanah Luas (ha) Asosiasi Typic Udortents_Andic Dystrudepts At 424 Typic Melanudands Tm 319 Humic Dystrudepts Hd 148 Lithic Udortents Lu 82 Andic Fragiudepts Af 197 Total 1.170 Data Jenis Tanah dan Luasannya di DAS Putih
  • 31.
    Jenis Penggunaan LahanLuas (Ha) % Air Tawar 10,3 0,88 Kebun 4,1 0,35 Pemakaman 11,2 0,96 Pemukiman 84,9 7,25 Semak belukar/hutan 144,3 12,33 Tanah pertanian 948,0 78,23 Total 1.170,0 100 Luas Jenis Penggunaan Lahan DAS Putih
  • 32.
    Prosedur Pembuatan LMUs Overlay(tumpangsusun) dari: 1. Peta iklim 2. Peta kemiringan tanah 3. Peta jenis tanah 4. Peta penggunaan lahan Peta Satuan Lahan (Land Mapping Units)
  • 33.
    Gambar 1: Petasatuan lahan di DAS Putih
  • 34.
    LAND, Land ResourceSurvey Dalam Alusa jenis informasi utama yg diperlukan adalah: Agroklimatik, tanah bentuk lahan, sumberdaya air, penutup lahan/penggunaan lahan Informasi agroklimatik meliputi tahapan Sbb: 1. Koleksi data iklim yg tersedia 2. Analisis data /ekstrapolasi data 3. Analisis hub. antara variabel iklim dng kebutuhan tanaman GROWING PERIOD
  • 35.
    Kendala di lapangan: data tidak tersedia. - Perlu pengamatan / pengukuran langsung penghitungan dan ekstrapolasi data: Ekstrapolasi data iklim: 1. Sistem poligon 2. Iso-hyet.
  • 40.
    Data iklim kaitannyadengan Pertanian (tadah hujan ). 1. Growing Period (GP) 2. GP – cropping pattern 3. GP – index pertanaman
  • 41.
  • 43.
    Pilihan LQ /LK sbg Dasar Evaluasi 1. LQ dukur/diprediksi melalui LK 2. LK 3. Campuran LQ dan LK. Kelebihan menggunakan LQ a. LQ secara langsung berhubungan dng Permintaan spesifik Land use. b. LQ mempertimbangkan interaksi antar faktor lingkungan. c. Jumlah LQ lebih sedikit dp jumlah LK.
  • 44.
    Kelebihan Menggunakan LKUntuk Dasar Evaluasi: a. LK dapat diamati dan diukur langsung di lapangan. b. Sederhana, langsung, memungkinkan perbandingan langsung antara LK hasil pengamatan dng dasar kesesuai an.
  • 45.
  • 46.
    Land Use (LU) Pertimbanganseleksi tanaman dan Tipe Penggunaan Lahan /Land Use Type (LUT) a. Harapan/permintaan pemerintah b. Present land use c. Kesesuaian kond. Agroklimatk d. Farming Systems e. Local Agronomist f. Market demand
  • 47.
    Deskripsi tipe penggunaanlahan (LUT)  Tanaman yg ditanam  Orientasi pengusahaan  Capital intensity  Labour Intensity  Teknical knowledge & attitude  Penguasaan lahan  Luas lahan  Power  Cropping characteristics  Material input  Cultural practices  Hasil  Infrastructure requirements
  • 48.
    Kebutuhan Penggunaan Lahan Landuse requirements ( LUR ). Pemilihan & penentuan LQ dan atau LK berkait dng efisiensi fungsi mengacu pada 3 hal berikut: 1. Crop & ecological requirements. 2. Management Requirements 3. Conservation requirements LUR diekspresikan dalam bentuk Kualitas Lahan (LQ )dan atau karakteristik Lahan ( LK ).
  • 49.
    Contoh : LKutk Teh (Camellia sinensis L.) a. Crop & ecological Requirements b. Management Requirements c. Conservation Requirements
  • 50.
    Present land usemrpk titik awal mulai pengembangan di suatu area. “crop indicators” Survei penggunaan lahan diperlukan utk seleksi penggunaan lahan yg ada dan relevan atau penggunaan lahan yang diperbaiki (improved LMUs). Informasi Perbandingan kesesuaian lahan present land use dibutuhkan, sebelum keputusan terhadap perubahan penggunaan lahan diambil.
  • 51.
    Klasifikasi Kesesuaian Lahan Padatahapan KKL terdapat Tiga macam proses : 1. Matching 2. Klasifikasi kesesuaian lahan 3. Struktur Kesesuaian Lahan
  • 52.
    Matching 1. Suatu prosesmembandingkan / mencocokkan harkat atau nilai kualitas lahan (LQ) / karakter lahan ( LK) dari suatu satuan lahan (LMU) dengan kebutuhan lahan / land requirements (LUR) dari suatu tipe penggunaan lahan (LUT).
  • 53.
    2. Nilai LK/ LQ dari masing2 kebutuhan penggunaan lahan (LUR) dicocokkan lagi dng LK/LQ masing2 satuan lahan (LMU / LU) Proses matching tsb. diperoleh hasil berupa klas kesesuaian lahan untuk masing2 sifat lahan disebut kesesuaian parsial (partial suitability)
  • 54.
    Landuse Requirements (LUR)Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.)
  • 55.
    Karakteristik Lahan diSetiap Satuan Lahan di DAS Putih
  • 56.
  • 58.
    LU LQ Af IV Tg Af V Tg AtIV Tg At V Tg Hd IV Tg Hd VTg HdVI Tg Lu IV Tg Lu V Tg Lu VI Tg Tm V Tg Tm VITg tc1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 wa2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 oa1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 rc1 S1 S2 S1 S3 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S3 S2 rc2 N N S2 S2 S2 N N N N N S2 S2 rc3 N S2 S2 S1 N N N N N N S1 S2 nr1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 nr2 S1 S1 S2 S2 S2 S2 S2 S1 S1 S1 S2 S2 nr3 S2 S2 S1 S2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S2 nr4 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 eh1 S2 N S2 N S2 N N S2 N N N N eh2 S2 S2 S2 S2 S3 S3 S3 S3 S3 S3 S3 S3 lp1 S1 S2 S3 S3 S1 S2 S2 S1 S1 S1 S2 S2 lp2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 Kesesuaian Lahan Parsial Untuk Tanaman Kentang di 12 Satuan Lahan Keterangan: Toksisitas (tc) tc1 : rerata suhu (oC) Ketersediaan air (wa) wa1:curah hujan bln ke1 (mm) wa2:curah hujan bln 2&3 (mm) wa3:cuarah hujanbln ke4 (mm) Ketersediaan oksigen (oa) oa1:drainase Media perakaran (rc) rc1: KTK (cmol) rc2: bahan kasar (%) rc3: kedalaman tanah (cm) Retensi hara (nr) nr1 : KTK nr2: kejenuhan basa nr3: pH H2O nr4: C-organik Toksisitas (xc). xc1: salinitas(dS/m) Bahaya erosi (eh) eh1: lereng (:% ) eh2 bahaya erosi Persiapan lahan (lp) lp1:batuan permukaan Lp2 singkapa batuan LU LQ Af IV Tg Af V Tg At IV Tg At V Tg Hd IV Tg Hd VTg HdVI Tg Lu IV Tg Lu V Tg Lu VI Tg Tm V Tg Tm VITg tc1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 wa2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 S2 oa1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 rc1 S1 S2 S1 S3 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S3 S2 rc2 N N S2 S2 S2 N N N N N S2 S2 rc3 N S2 S2 S1 N N N N N N S1 S2 nr1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 nr2 S1 S1 S2 S2 S2 S2 S2 S1 S1 S1 S2 S2 nr3 S2 S2 S1 S2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S2 nr4 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 eh1 S2 N S2 N S2 N N S2 N N N N eh2 S2 S2 S2 S2 S3 S3 S3 S3 S3 S3 S3 S3 lp1 S1 S2 S3 S3 S1 S2 S2 S1 S1 S1 S2 S2 lp2 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 S1 Keseuaian Parsial Tan Kentang di 12 LMU DAS Putih
  • 59.
    Keterangan h; curah hujan,b: kejenuhan basa, l: lereng lahan, e:bahaya erosi, a: derajad keasaman tanah, st: kadar batu di permukaan tanah, s: kedalaman tanah, bk: bahan kasar, tk: kapasitas tukar kation Klas Kesesuaian Lahan keseluruhan untuk tanaman Kentang di 12 satuan Lahan, DAS Putih Satuan Lahan Kesesuaian tanaman kentang AfIVTg Nrc. AfVTg Nrc,e AtIVTg S3 l. AtVTg Ne. HdVTg Nre,e LuVITg Nrc,e TmVTg Ne
  • 60.
    Struktur Klasifikasi KesesuaianLahan Sistem klasifikasi lahan terdiri dari 4 kategori yang menunjukkan tingkatan generalisasi yg sifatnya menurun (FAO, 1976). 1. Ordo kesesuaian lahan (order) : menunjuk kan jenis kesesuaian secara umum. a. Ordo sesuai (S) : suitable yaitu lahan yg dpt digunakan utk suatu pemanfaatan yg berlanjut (sustain use) tanpa/sedikit potensi resiko kerusakan/ mengurangi produktivitas lahan.
  • 61.
    b. Ordo tidaksesuai (N): Not suitable. Lahan mempunyai pembatas sedemikian rupa shg tidak memungkinkan suatu pemanfaatan tertentu yg berlanjut. 2, Klas kesesuaian lahan (Class) menunjukkan tingkat dalam ordo. a. Klas sgt sesuai (S1): Sgt sesuai (highly suitable) : Lahan yg tdk memp pembatas berat utk suatu pemanfaatan tertentu yang berlanjut atau lahan hanya mempunyai pembatas yg kurang berarti dan tidak berpengaruh thd produktivitas lahan.
  • 62.
    b. Klas cukupsesuai (S2) / moderately suitable. c. Klas kurang sesuai (S3)/ marginally suitable.
  • 63.
    Kesesuaian Lahan TingkatUnit: menggambarkan perbedaan kecil pengelolaan yang diperlukan dalam sub-klas Contoh: S2n-1 S3we-2 Kesesuaian Lahan Sub-klas : menunjukkan jenis pembatas / macam perbaikan yang diperlukan dalqm klas. contoh: S2n, S3me