• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Presentasi ips bab 1
 

Presentasi ips bab 1

on

  • 4,595 views

 

Statistics

Views

Total Views
4,595
Views on SlideShare
4,595
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
102
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Presentasi ips bab 1 Presentasi ips bab 1 Presentation Transcript

    • ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Kelas : 5 SD
    • SDN 1 NGEBEL Disusun oleh : Bapak Hartono, SPd
    • Peninggalan Sejarah Hindu- Buddha dan Islam Kerajaan dan Peninggalan Sejarah Hindu Kerajaan dan Peninggalan Sejarah Buddha Kerajaan dan Peninggalan Sejarah Islam
    • Kerajaan dan Peninggalan Sejarah Hindu Kerajaan- kerajaan Hindu di Indonesia Peninggalan sejarah Hindu di Indonesia Kerajaan Majapahit dan Gajah Mada
    • Pendahuluan  Pada mulanya, nenek moyang kita belum mengenal agama. Mereka menganut kepercayaan animisme dan dinamisme. Keduanya tidak diketahui mana yang lebih dulu ada.  Animisme adalah kepercayaan pada roh-roh halus,  Dinamisme adalah kepercayaan pada benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan gaib.  Sampai akhirnya lahir agama Hindu dan Buddha. Agama Hindu-Buddha masuk ke Indonesia dibawa oleh para pedagang dari India dan Cina.
    • • Agama Hindu dibawa oleh para pedagang dari India. Di antara pedagang tersebut ada yang menetap di Indonesia. Mereka menikah dengan penduduk Indonesia. Pengaruh agama dan kebudayaan India semakin kuat di Indonesia. Bukti-buktinya sebagai berikut. 1. Banyak penduduk yang memeluk agama Hindu setelah para pendatang dari India memperkenalkan agama Hindu. 2. Masyarakat Indonesia dahulu tidak mengenal sistem kerajaan. Sistem pemerintahan yang ada pada waktu itu adalah pemerintahan desa yang dipimpin oleh kepala suku. Kedudukan sebagai kepala suku tidak di-wariskan secara turun-temurun. Karena pengaruh agama Hindu, sistem pemerintahan desa diganti kerajaan. 3. Adanya hasil kebudayaan khas India seperti bangunan candi, seni pahatan patung, seni relief, dan seni sastra. Dalam bidang sastra kebudayaan India memperkenalkan budaya baca tulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.
    • Kerajaan dan Peninggalan Sejarah Hindu Kerajaan-kerajaan Hindu di Indonesia , seperti Kerajaan Kutai, Tarumanegara, Kerajaan Bali , dan Pajajaran.
    • a. Kerajaan Kutai
    • Bukti peninggalan kerajaan Kutai Yupa menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Yupa adalah tiang batu pengikat hewan korban untuk dipersembahkan kepada Dewa. Beberapa peninggalan kerajaan Kutai: 1) tujuh buah Yupa yang ditemukan di daerah sekitar Muarakaman; 2) kalung Cina yang terbuat dari emas; 3) satu arca Bulus; 4) dua belas arca batu.
    • ♣ Tarumanegara adalah kerajaan Hindu tertua di Pulau Jawa. Kerajaan ini berdiri kira-kira pada abad ke- 5 Masehi. Lokasi kerajaan itu sekitar Bogor, Jawa Barat. Rajanya yang terkenal adalah Purnawarman. ♣ Purnawarman memeluk agama Hindu yang menyembah Dewa Wisnu. Pada zaman Purnawarman, kerajaan Tarumanegara telah mampu membuat saluran air yang diambil dari sungai Citarum. Saluran air itu berfungsi untuk mengairi lahan pertanian dan menahan banjir.
    • Peninggalan prasasti tersebut menggunakan bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Pada Prasasti Ciaruteun menggambarkan jejak telapak kaki Dewa Wisnu, sedangkan Prasasti Tugu menceritakan cara pemerintahan yang teratur
    • Kerajaan Bali
    • Kerajaan Pajajaran  Kerajaan Pajajaran berdiri pada tahun 1333 Masehi. Pertama kalinya, kerajaan ini terletak di daerah Pakuan Bogor kemudian dipindahkan ke daerah Kawali Ciamis. Raja yang berkuasa dan berpengaruh, antara lain Sri Jaya Bhupati.  Pusat pemerintahannya di Kawali (Ciamis). Sri Baduga Maharaja dikenal dengan sebutan Ratu Naji Pemerintahannya di Pakuan Pajajaran, dipindahkan ke Bogor. Selanjutnya, Sri Ratu Jaya Dewata atau Prabu Siliwangi (tahun 1482 M - 1521 M).  Peninggalan Kerajaan Pajajaran antara lain:  1) Prasasti Rakyan Juru Panghambat (923 M)  2) Prasasti Horren,  3) Prasasti Citati Cibadak (1030 M),  4) Prasasti Astana Gede,  5) Prasasti Batutulis Bogor (1333 M)
    • Kerajaan dan Peninggalan Sejarah Budha Kerajaan-kerajaan Budha di Indonesia , seperti Kerajaan Kalingga, dan Sriwijaya
    • a. Kerajaan Kalingga atau Kaling  Kerajaan Kaling atau Holing terletak di daerah Jawa Tengah. Hal ini berdasarkan berita dari Cina, yaitu Dinasti Tang (618- 906). Dari sumber tersebut, pada tahun 647 M, kerajaan ini diperintah oleh Ratu Simo (Sima).  Pada tahun 664 M, seorang pendeta Buddha dari Cina yang bernama Hwining datang ke Kaling. Selama tiga tahun di Kaling, ia menerjemahkan Kitab Buddha Hinayana.  Peninggalan-peninggalan Kerajaan Kalingga, antara lain Prasasti Tuk Mas yang ditemukan di Desa Dakawu di Lereng Gunung Merbabu Jawa Tengah bagian utara. Prasasti yang bertuliskan tahun 650 M ditulis dalamhuruf Pallawa dan memakai bahasa Sanskerta.
    • Kerajaan Sriwijaya LEBIH JELASNYA KALIAN SIMAK VIDEO BERIKUT INI
    •  Kerajaan Sriwijaya berdiri sekitar abad ke-7 Masehi. Letaknya di Muara Takus (sekarang daerah Riau), tepatnya pada pertemuan dua aliran sungai, yaitu Sungai Kampar Kanan dan Sungai Kampar Kiri.  Palembang merupakan pusat kerajaannya. Kerajaan Sriwijaya mencapai puncak kejayaan pada saat diperintah oleh Balaputradewa merupakan putra dari Samaratungga yang berasal dari Jawa, sekitar abad ke -9. Pada mulanya,
    • • Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan sungai. Namun, setelah kuat mengadakan perluasan kekuasaan. Perluasan ini dimaksudkan untuk menguasai perdangangan. Hal ini bisa dilihat dari daerah-daerah yang ramai. • Dalam upaya memperluas serta mempertahankan wilayah kekuasaannya, Sriwijaya membentuk armada laut yang kuat. Hampir seluruh Pulau Sumatra, Jawa Barat, Kalimantan Barat dan Selat Sunda dapat dikuasai. Oleh karena itu, Sriwijaya di sebut sebagai Kerajaan Nusantara yang pertama.
    • • Sriwijaya dikenal pula sebagai pusat pendidikan dan penyebaran agama Budha di Asia Tenggara. Tidak terbatas penduduknya yang mempelajari bahasa Sanskerta dan agama Budha. Bahkan pendeta dari China yang bernama I-tsing tahun 685 M menetap di Sriwijaya. Mahaguru ilmu agama Budha yang berasal dari India, yaitu Sakhyakitri dan Dharmapala turut mengajarkan agama Budha. Banyak pula pemuda dari Sriwijaya yang memperdalam ilmunya di Nalanda (India). • Kebesaran Kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran, karena serangan Raja Colamandala dari India Selatan tahun 1025 M. Tahun 1275 M, Singasari menyerbu Sriwijaya. Selanjutnya, tahun 1377, Sriwijaya diserbu Majapahit. Sejak masa itu, riwayat Kerajaan Sriwijaya berakhir. • Peninggalan-peninggalan Kerajaan Sriwijaya, antara lain:  1) Prasasti Kedukan Bukit (684 M),  2) Prasasti Talang Tuo (684 M),  3) Prasasti Kota Kapur (686 M),  4) Prasasti Karang Berahi (686 M)
    • Kerajaan dan Peninggalan Sejarah Hindu dan Budha Kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia , seperti Kerajaan Mataram kuno, medangkamulan , kediri, Singasari dan Majapahit
    • Kerajaan ini terletak di daerah Jawa Tengah dan berdiri pada abad ke-8. Kerajaan ini diperintah oleh raja-raja dari Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu dan Dinasti Syailendra yang beragama Budha. Peninggalan-peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, antara lain sebagai berikut: 1) Dinasti Sanjaya: • a) Prasasti Canggal (732 M) ditemukan di Gunung Wukir di Desa Canggal, isinya memperingati pembuatan lingga di desa Kunjarakunja oleh Raja Sanjaya; • b) Prasasti Mantyasih (907 M) dan Prasasti Wanua Tengah III (908 M), isinya raja-raja yang memerintah dari Dinasti Sanjaya.
    • 2) Dinasti Syailendra • a) Prasasti Sojomerto, isinya menyebutkan seseorang bernama Syailendra yang beragama Budha; • b) Prasasti Sangkhara, isinya menerangkan Raja Rakai Panangkaran telah berpindah agama dari Hindu menjadi Budha; • c) Prasasti Kalasan (778 M), isinya seorang raja dari Dinasti Sanjaya berhasil membujuk Raja Rakai Panangkaran dari Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu untuk membangun sebuah bangunan suci bagi Dewi Tara dan sebuah vihara untuk para Bikhu di Kalasan; • d) Prasasti Klurak (782 M), isinya tentang pembuatan arca Manjusri sebagai wujud dari Budha, Wisnu dan Sanggha yang disamakan dengan Timurti; yaitu Brahmana, Wisnu dan Siwa; • e) Prasasti Ratu Boko (856 M), isinya kekalahan Balaputradewa dalam perang dengan kakak iparnya Rakai Pikatan.
    • 1. Candi Borobudur Candi Borobudur adalah bangunan bercorak Buddha. Candi ini adalah tempat ibadah agama Buddha terutama untuk peringatan Waisak yang dipimpin oleh biksuni dan biksu. Borobudur berasal dari kata biara dan budur, yaitu biara di budur. Dirancang oleh Gunadharma. Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga tahun 825 M. Bentuknya ada sepuluh tingkatan yang dikelompokkan menjadi tiga yaitu, Kamadathu, Rupadhatu, dan Arupadhatu. 2. Candi Mendut Candi Mendut merupakan candi Buddha yang didirikan oleh Raja Indra tahun 824 M. Letaknya di sebelah timur Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Di dalam Candi Mendut terdapat tiga patung Buddha, yaitu Cakyamurti yang duduk bersila, Avalokiteswara, dan Maitrya. 3. Candi Kalasan Berdasarkan Prasasti Kalasan, Candi Kalasan didirikan pada tahun 778 M oleh keluarga Sailendra sebagai bangunan suci Dewi Tara. Dewi Tara adalah istri dari Buddha. Di dalam candi terdapat arca Dewi Tara yang terbuat dari perunggu. 4. Candi Prambanan Candi Prambanan bercorak Hindu, didirikan oleh Rakai Pikatan dari Wangsa Sanjaya. Menurut cerita rakyat, Candi Prambanan dibuat oleh Bandung Bandawasa pada abad ke-9. Candi Prambanan ditemukan pada masa penjajahan Belanda oleh C.A. Louis tahun 1733 M. Candi-candi peninggalan Mataram kuno , antara lain :
    • Lebih jelasnya kalian bisa melihat video berikut ini
    • Kerajaan ini merupakan kelanjutan dari Kerajaan Mataram Kuno. Namun, letak Kerajaan Medang Kamulan berada di daerah Jawa Timur, tepatnya di daerah Muara Sungai Brantas. Wilayah kekuasaannya meliputi daerah Nganjuk sebelah barat dan Pasuruan sebelah selatan serta selanjutnya hampir mencakup seluruh Jawa Timur. Peninggalan-peninggalan Kerajaan Medang Kamulan, antara lain: 1. Prasasti Tangeran (933 M), isinya Mpu Sindok memerintah bersama permaisurinya Sri Wardhani pu Kbi; 2. Prasasti Bangil, isinya Mpu Sindok memerintahkan pembangunan candi untuk tempat peristirahatan mertuanya yang bernama Rakyan Bawang; 3. Prasasti Lor (939 M), isinya Mpu Sindok memerintahkan membangun Candi Jayamrata dan Jayamstambho di Desa Anyok Lodang; 4. Prasasti Kalkuta, isinya tentang peristiwa hancurnya istana milik Dharmawangsa juga memuat silsilah raja-raja Medang Kamulan b. Kerajaan Medang Kamulan
    • KERAJAAN KAHURIPAN  Kerajaan ini meruakan kelanjutan dari kerajaan Medang yng runtuh ada tahun 1006M  Kerajaan kahuripan atau Kuriapan didirikan oleh Airlangga menantu dari Dharmawangsa raja Medang  Tahun 1019 Airlangga mengundurkan diri sebagai raja, karena 2 anaknya yang selalu bersaing dan berselisih maka empu baradah ditugaskan untuk memecah kerajaan menjadi dua. Yaitu kerajaan panjalu (kediri) dan jenggala.
    • Dapat dikatakan Majapahit adalah puncak kejayaan kerajaan Hindu dan Budha di Indonesia. Kerajaan Majapahit terletak di hutan Tarik dekat delta sungai Berantas, Mojokerto, Jawa Timur. Sejarah Majapahit dapat kita telusuri dengan membahas raja- raja yang memerintah di kerajaan itu. Kerajaan Majapahit dan peranan Gajah Mada dalam mempersatukan Nusantara a. Pemerintahan Raden Wijaya (1293-1309) Raden Wijaya adalah seorang keturunan penguasa Singasari. Ketika Singasari diserang oleh Jayakatwang dari Kediri, Raden Wijaya berhasil meloloskan diri ke Madura. Raden Wijaya kemudian mendirikan kerajaan Majaahit dan menjadi raja pada tahun 1294, dengan gelar Kertarajasa Jayawardana. Raden Wijaya memerintah selama 16 tahun.
    • b. Pemerintahan Jayanegara (1309-1328) Raden Wijaya digantikan oleh puteranya, Kalagemet. Kalagemet adalah putra Raden Wijaya dan putri Melayu, Dara Petak. Setelah menjadiraja, Kalagemet bergelar Sri Jayanegara. Jayanegara dikawal oleh pasukan Bayangkari yang dipimpin oleh Gajah Mada. Berkat pengawalan pasukan Bayangkari, raja selamat dari pemberontakan Kuti. Berkat bantuan Gajah Mada, Jayanegara dapat merebut kembali tahta Majapahit. Atas jasanya, Gajah Mada diangkat menjadi Patih di Kahuripan. Dua tahun kemudian, Gajah Mada diangkat menjadi patih di Daha. c. Pemerintahan Tribuwanatunggadewi (1328-1350) Jayanegara memerintah sampai tahun 1328. Beliau wafat tanpa meninggalkan putra. Seharusnya, Jayanegara digantikan oleh Rajapatni (Gayatri). Namun, karena Rajapatni hidup membiara, pemerintahan diserahkan pada putrinya, Sri Gitarja.
    • Ketika menjadi ratu, Sri Gitarja bergelar Tribuwanatunggadewi Jayawisnuwardhani. Pada masa itu terjadi pemberontakan Sadeng. Gajah Mada diangkat menjadi pejabat perdana menteri (maha patih) Majapahit menggantikan Arya Tadah yang sedang sakit. Gajah Mada ditugasi memimpin penumpasan pemberontakan Sadeng. Gajah Mada berhasil melaksanakan tugas itu. Beliau diangkat menjadi maha patih. Saat dilantik, Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa. Dalam sumpah itu tersirat cita-cita Gajah Mada mempersatukan Nusantara. Adapun yang dimaksud dengan Nusantara ketika itu adalah Hasta Dwipa Nusantara (delapan pulau), yaitu Malaka, Sumatra, Jawa, Madura, Kalimantan, Sulawesi, Sunda Kecil (Nusa Tenggara), Maluku, dan Irian (Gurun). Untuk mewujudkan cita-cita itu, Gajah Mada membangun armada laut. Karena memiliki angkatan laut yang kuat, Kerajaan Majapahit dikenal seba-gai kerajaan maritim. Pimpinan armada laut dipercayakan kepada Empu Nala. Dengan armada yang kuat, Majapahit berhasil menaklukkan Dompo pada tahun 1340 dan Bali pada tahun 1343.
    • d. Pemerintahan Hayam Wuruk (1334-1389) Rajapatni (Gayatri) wafat pada tahun 1350. Setelah ibundanya wafat, Ratu Tribuwanatunggadewi menyerahkan tahta Majapahit kepada putranya, Hayam Wuruk. Ketika naik tahta Hayam Wuruk baru berusia 16 tahun. Setelah naik tahta Hayam Wuruk bergelar Sri Rajasanegara. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mengalami zaman keemasan. Hayam Wuruk didampingi oleh Patih Gajah Mada. Hayam Wuruk menjadi raja Majapahit yang paling besar. Gajah Mada wafat pada tahun 1364 M. Sedangkan Hayam Wuruk wafat padatahun 1389. Setelah dua tokoh ini wafat, Majapahit mengalami kemunduran.
    • e. Kusumawardhani-Wirakramawardhana (1389-1429) Sepeninggal Hayam Wuruk, terjadi perebutan kekuasaan di Majapahit. Pengganti Hayam Wuruk adalah Kusumawardhani yang bersuamikan Wirakramawardhana. Wirakramawardhanalah yang memimpin Majapahit tahun 1389-1429. Bhre Wirabumi (anak selir Hayam Wuruk) diberi kekuasaan di Blambangan. Menurut Bhre Wirabumi, dirinya yang berhak menjadi raja di Majapahit. Pada tahun 1401-1406 terjdi perang saudara di Paregreg. Bhre Wirabumi terbunuh dalam perang itu. Tumbuhlah benih persengketaan berlarut- larut di antara keturunan Hayam Wuruk. Pada tahun 1429 Wirakramawardana
    • wafat. Wirakramawardana digantikan oleh Suhita. Suhita digantikan oleh Bhre Tumapel Kertawijaya. Beliau hanya empat tahun memerintah. Pengganti berikutnya adalah Bhre Pamotan yang bergelar Srirajasawardhana. Bhre Pamotan memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit ke Kahuripan untuk menghindari pertentangan keluarga. Bhre Pamotan wafat pada tahun 1453 dan tidak ada penggantinya. Baru pada tahun 1456, muncul Bhre Wengker yang bergelar Girindra Wardhana. Pertentangan keluarga kerajaan Majapahit terus berlanjut sampai pemerintahan Ranawijaya. Pada tahun 1522, Majapahit dikuasai oleh Demak
    • Candi-candi peninggalan Majapahit, antara lain : Candi Sawentar, Candi Sumberjati, Candi Surawana, Candi Tikus, dan Candi Jabung. Karya sastra yang terkenal pada masa Kerajaan Majapahit ialah : Kitab Negarakertagama karangan Empu Prapanca dan Kitab Sutasoma karangan Empu Tantular. Dalam kitab Negarakertagama terdapat istilah Pancasila. Sedangkan di dalam Sutasoma terdapat istilah Bhinneka Tunggal Ika.
    • Lebih jelasnya kalian bisa melihat video berikut ini