BATERAI Baterai berfungsi untuk menyimpan arus listrik dan juga sebagai sumber arus listrik pada saat mesin kendaraan belu...
MENGUKUR BERAT JENIS ELEKTROLIT Cara paling sederhana untuk mengukur berat jenis electrolit adalah menggunakan Hydrometer....
BERAT JENIS ELEKTROLIT Berat jenis electrolit baterai,  akan akan berubah jika temperaturenya berubah. Setiap terjadi peru...
MENENTUKAN BESAR ARUS PENGISIAN BATERAI Untuk menjaga agar baterai kita awet, maka pada saat kita akan melakukan penyetrum...
Sistim pengisian <ul><li>Uraian : </li></ul><ul><li>Mengisi arus listrik ke baterai </li></ul><ul><li>Mensuplai arus listr...
Prinsip dasar Hukum Faraday Bila sebuah konduktor digerakkan didalam medan magnet, maka akan timbul arus induksi pada kond...
Hukum tangan kanan Fleming Apabila sebuah penghantar bergerak keluar memotong garis gaya magnet, maka gaya gerak listrik a...
Besar gaya gerak listrik Bila perubahan medan magnet berlangsung sangat cepat, maka gaya gerak listrik yang dibangkitkan a...
Prinsip generator Membangkitkan arus dengan cara memutarkan kumparan di dalam medan magnet
Prinsip alternator Membangkitkan arus dengan cara memutarkan magnet listrik di dalam kumparan
Pembangkitan arus bolak - balik Hubungan antara arus yang dibangkitkan pada kawat penghantar dengan posisi magnet seperti ...
Pembangkitan arus bolak - balik Pembangkitan arus tiga phase Agar lebih efisien dalam pembangkitan arus, pada mobil dileng...
Cara penyambungan 3 phase Hubungan “ Y “ ( star / bintang ) N Ujung dari setiap kumparan dihubungkan menjadi satu, dimana ...
Cara penyambungan 3 phase Hubungan Delta Ujung dari tiap – tiap kumparan dihubungkan ke awal kumparan dari kumparan yang l...
Penyearahan  Proses penyearahan adalah untuk merubah arus bolak – balik menjadi arus searah. Proses penyearahan ini menggu...
Hasil penyearahan  Arus tiga phase
Konstruksi alternator
Konstruksi Alternator
Rotor Fungsi : Untuk membangkitkan medan magnet Pada beberapa jenis alternator ,  fan dijad i kan satu dengan rotor sehing...
Fungsi : Untuk membangkitkan arus listrik bolak - balik Stator
Rectifier Fungsi : Rectifier berfungsi untuk merubah arus AC menjadi DC Dioda holder berfungsi untuk meradiasikan panas
Pulley Berfungsi untuk menerima tenaga mekanis dari mesin untuk memutar rotor Rasio pulley alternator terhadap pulley cran...
End frame Fungsi : Untuk memegang bagian bagian alternator
Regulator Uraian Tegangan yang dihasilkan oleh alternator bervariasi tergantung dari kecepatan putaran dan banyaknya beban...
Regulator tipe kontak point Terdiri dari : Voltage regulator , untuk mengatur tegangan Voltage relay, untuk mematikan lamp...
Cara kerja Kecepatan rendah ke sedang Saat kecepatan rendah arus yang dihasilkan alternator masih kecil sehingga yang meng...
Cara kerja Kecepatan tinggi Saat kecepatan sedang posisi Po mengambang Jika putaran mesin makin tinggi maka arus yang meng...
Sitim pengisian dengan regulator tipe kontak point
Cara kerja  Kunci kontak “ON “ mesin belum berputar
Cara kerja  Mesin hidup kecepatan rendah
Cara kerja  Mesin hidup kecepatan tinggi
Alternator dengan dioda netral ( neutral point dioda )
Circuity and construction
Cara kerja Tegangan pada titik netral bukan hanya DC tetapi juga AC. Tegangan AC timbul di N sebagai hasil dari tegangan h...
Alternator dengan IC regulator
Alternator dengan IC regulator  Fungsi :  untuk menjaga agar tegangan output alternator tetap konstan <ul><li>Uraian : </l...
Cara kerja IC regulator  Saat tegangan output pada terminal B rendah Tegangan output belum dapat melewati ZD Sehingga Tr2 ...
Tegangan output sudah dapat melewati ZD Sehingga Tr2 “ On “ dan Tr1 “ Off “ Arus yang ke rotor coil terputus Cara kerja IC...
Diagram kerja IC regulator tipe B
Diagram kerja sistim pengisian dengan IC regulator tipe B Kunci kontak  “ON “
Diagram kerja sistim pengisian dengan IC regulator tipe B Mesin hidup tegangan pada terminal S dibawah 14,7 volt
Diagram kerja sistim pengisian dengan IC regulator tipe B Mesin hidup tegangan pada terminal S diatas 14,7 volt
Diagram kerja sistim pengisian dengan IC regulator tipe B Jika rotor coil putus
Alternator dengan MIC regulator
Diagram kerja sistim pengisian dengan regulator tipe MIC
Diagram kerja sistim pengisian dengan regulator tipe MIC Kunci kontak  “ON “
Diagram kerja sistim pengisian dengan regulator tipe MIC Mesin hidup tegangan dibawah standar
Diagram kerja sistim pengisian dengan regulator tipe MIC Mesin hidup tegangan mencapai standar
Digram kerja sistim pengisian dengan regulator tipe MIC Rotor coil putus
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Charging system ruri

6,258 views

Published on

Published in: Education, Business, Technology
6 Comments
2 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
6,258
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
29
Actions
Shares
0
Downloads
711
Comments
6
Likes
2
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Charging system ruri

  1. 1. BATERAI Baterai berfungsi untuk menyimpan arus listrik dan juga sebagai sumber arus listrik pada saat mesin kendaraan belum hidup.
  2. 2. MENGUKUR BERAT JENIS ELEKTROLIT Cara paling sederhana untuk mengukur berat jenis electrolit adalah menggunakan Hydrometer. Skala dibaca dengan meletakkan sejajar dengan permukaan cairan. Pembacaan yang benar, adalah pada minikus atas
  3. 3. BERAT JENIS ELEKTROLIT Berat jenis electrolit baterai, akan akan berubah jika temperaturenya berubah. Setiap terjadi perubahan 1 o C, maka berat jenis baterai akan berubah 0,0007 Hubungan antara berat jenis elektrolit dan isi baterai ditunjukkan seperti gambar disamping. Umumnya jika temperatur ruangan adalah 20 o C dan berat jenis elektrolit adalah 1,26 maka kapasitas isi baterai tersebut dalam kondisi penuh.
  4. 4. MENENTUKAN BESAR ARUS PENGISIAN BATERAI Untuk menjaga agar baterai kita awet, maka pada saat kita akan melakukan penyetruman baterai, besarnya arus yang kita masukkan tidak lebih dari 10%, dari kapasitas kekosongan baterai. Berdasarkan grafik disamping kita dapat menghitung berapa tingkat kekosongan baterai, dan berapa besar arus yang harus kita masukkan. Contoh : Kode baterai NS40 Kapasitas arus yang dapat disimpan baterai tersebut adalah 32AH Jika hasil pengukuran BJ elektrolit menunjukkan 1,20 maka tingkat kekeosongan baterai tersebut adalah ½ Jadi arus yang dibenarkan untuk pengisian baterai adalah : 0,5 x 32x10% = 1,6 amper
  5. 5. Sistim pengisian <ul><li>Uraian : </li></ul><ul><li>Mengisi arus listrik ke baterai </li></ul><ul><li>Mensuplai arus listrik ke seluruh sistim </li></ul><ul><li>kelistrikan selama mesin hidup </li></ul><ul><li>Ada 2 tipe sistim pengisian : </li></ul><ul><li>Generator menghasilkan arus DC ( searah ) </li></ul><ul><li>Alternator menghasilkan arus bolak – balik ( AC ) </li></ul><ul><li>Alasan penggunaan Alternator </li></ul><ul><li>Konstruksi kecil dan tahan lama </li></ul><ul><li>Mampu menghasilkan output yang tinggi ( arus ) </li></ul><ul><li>pada saat mesin dalam kondisi idle </li></ul>
  6. 6. Prinsip dasar Hukum Faraday Bila sebuah konduktor digerakkan didalam medan magnet, maka akan timbul arus induksi pada konduktor tersebut.
  7. 7. Hukum tangan kanan Fleming Apabila sebuah penghantar bergerak keluar memotong garis gaya magnet, maka gaya gerak listrik akan mengalir ke kiri.
  8. 8. Besar gaya gerak listrik Bila perubahan medan magnet berlangsung sangat cepat, maka gaya gerak listrik yang dibangkitkan akan semakin besar. Rumus : E = N x d dt E Gaya gerak listrik N Jumlah gulungan d Perubahan flux magnet dt Waktu
  9. 9. Prinsip generator Membangkitkan arus dengan cara memutarkan kumparan di dalam medan magnet
  10. 10. Prinsip alternator Membangkitkan arus dengan cara memutarkan magnet listrik di dalam kumparan
  11. 11. Pembangkitan arus bolak - balik Hubungan antara arus yang dibangkitkan pada kawat penghantar dengan posisi magnet seperti ditunjukkan pada gambar diatas Arus dengan satu gelombang seperti diatas disebut single phase Perubahan gelombang setiap 360 0 disebut frekwensi Pembangkitan arus single phase
  12. 12. Pembangkitan arus bolak - balik Pembangkitan arus tiga phase Agar lebih efisien dalam pembangkitan arus, pada mobil dilengkapi dengan alternator 3 phase. Jarak dari masing - masing gulungan dibuat 120 0
  13. 13. Cara penyambungan 3 phase Hubungan “ Y “ ( star / bintang ) N Ujung dari setiap kumparan dihubungkan menjadi satu, dimana titik tengah kumparan itu disebut titik Netral ( N )
  14. 14. Cara penyambungan 3 phase Hubungan Delta Ujung dari tiap – tiap kumparan dihubungkan ke awal kumparan dari kumparan yang lain. Ini berarti ketiga kumparan dihubungkan secara seri
  15. 15. Penyearahan Proses penyearahan adalah untuk merubah arus bolak – balik menjadi arus searah. Proses penyearahan ini menggunakan diode, penggunaan diodenya bermacam – macam Ada yang menggunakan 6, 8, 9 atau 11 diode Catatan : Dilarang melepas baterai pada saat mesin hidup, ini akan menyebabkan diode rusak ( jebol ) akibat arus besar yang melewati diode tersebut.
  16. 16. Hasil penyearahan Arus tiga phase
  17. 17. Konstruksi alternator
  18. 18. Konstruksi Alternator
  19. 19. Rotor Fungsi : Untuk membangkitkan medan magnet Pada beberapa jenis alternator , fan dijad i kan satu dengan rotor sehingga ukurannya menjadi lebih kecil & kompak
  20. 20. Fungsi : Untuk membangkitkan arus listrik bolak - balik Stator
  21. 21. Rectifier Fungsi : Rectifier berfungsi untuk merubah arus AC menjadi DC Dioda holder berfungsi untuk meradiasikan panas
  22. 22. Pulley Berfungsi untuk menerima tenaga mekanis dari mesin untuk memutar rotor Rasio pulley alternator terhadap pulley crankshaft 1,8 – 2,2 : 1
  23. 23. End frame Fungsi : Untuk memegang bagian bagian alternator
  24. 24. Regulator Uraian Tegangan yang dihasilkan oleh alternator bervariasi tergantung dari kecepatan putaran dan banyaknya beban Untuk itu digunakanlah regulator yang berfungsi untuk menjaga tegangan output alternator agar tetap konstan
  25. 25. Regulator tipe kontak point Terdiri dari : Voltage regulator , untuk mengatur tegangan Voltage relay, untuk mematikan lampu CHG ( charging )
  26. 26. Cara kerja Kecepatan rendah ke sedang Saat kecepatan rendah arus yang dihasilkan alternator masih kecil sehingga yang mengalir ke voltage regulator juga kecil, akibatnya kemagnetan pada voltage regulator ( M ) belum mampu menarik Po Arus yang mengalir ke rotor coil ( F ) melalui P1 ke Po Saat kecepatan mesin naik, arus yang dihasilkan alternator juga naik sehingga arus yang mengalir ke voltage regulator naik, akibatnya kemagnetan pada voltage regulator ( M ) mampu menarik Po lepas dari P1
  27. 27. Cara kerja Kecepatan tinggi Saat kecepatan sedang posisi Po mengambang Jika putaran mesin makin tinggi maka arus yang mengalir ke voltage regulator akan semakin besar, dan kemagnetan pada voltage coil semakin kuat sehingga mampu menarik Po untuk berhubungan dengan P2
  28. 28. Sitim pengisian dengan regulator tipe kontak point
  29. 29. Cara kerja Kunci kontak “ON “ mesin belum berputar
  30. 30. Cara kerja Mesin hidup kecepatan rendah
  31. 31. Cara kerja Mesin hidup kecepatan tinggi
  32. 32. Alternator dengan dioda netral ( neutral point dioda )
  33. 33. Circuity and construction
  34. 34. Cara kerja Tegangan pada titik netral bukan hanya DC tetapi juga AC. Tegangan AC timbul di N sebagai hasil dari tegangan harmonik ketiga yang diinduksikan pada tiap phase oleh aliran output dan tepat pada phase yang sama. Jadi tegangan pada titik netral lebih tinggi atau lebih rendah dari tegangan output, arus akan mengalir melalui dioda yang dipasang antara titik netral dan terminal output.
  35. 35. Alternator dengan IC regulator
  36. 36. Alternator dengan IC regulator Fungsi : untuk menjaga agar tegangan output alternator tetap konstan <ul><li>Uraian : </li></ul><ul><li>Keuntungan menggunakan IC regulator </li></ul><ul><li>Waktu pengaturan tegangan lebih pendek </li></ul><ul><li>Lebih tahan terhadap getaran </li></ul><ul><li>Ukurannya kecil </li></ul><ul><li>Kerugiannya : </li></ul><ul><li>Kurang tahan terhadap panas yang tinggi dan fluktuasi tegangan </li></ul><ul><li>Ada dua cara pemasangan IC regulator </li></ul><ul><li>Add On : IC dipasang diluar alternator </li></ul><ul><li>Built in : IC dipasang jadi satu dengan alternator </li></ul>
  37. 37. Cara kerja IC regulator Saat tegangan output pada terminal B rendah Tegangan output belum dapat melewati ZD Sehingga Tr2 “ Off “ Tegangan output mengalir ke base Tr1 melalui resistor R dan Tr 1 “ On “ Arus yang ke rotor coil melaui B – rotor coil – F – Tr1 ( on ) – E ( massa )
  38. 38. Tegangan output sudah dapat melewati ZD Sehingga Tr2 “ On “ dan Tr1 “ Off “ Arus yang ke rotor coil terputus Cara kerja IC regulator Saat tegangan output pada terminal B tinggi
  39. 39. Diagram kerja IC regulator tipe B
  40. 40. Diagram kerja sistim pengisian dengan IC regulator tipe B Kunci kontak “ON “
  41. 41. Diagram kerja sistim pengisian dengan IC regulator tipe B Mesin hidup tegangan pada terminal S dibawah 14,7 volt
  42. 42. Diagram kerja sistim pengisian dengan IC regulator tipe B Mesin hidup tegangan pada terminal S diatas 14,7 volt
  43. 43. Diagram kerja sistim pengisian dengan IC regulator tipe B Jika rotor coil putus
  44. 44. Alternator dengan MIC regulator
  45. 45. Diagram kerja sistim pengisian dengan regulator tipe MIC
  46. 46. Diagram kerja sistim pengisian dengan regulator tipe MIC Kunci kontak “ON “
  47. 47. Diagram kerja sistim pengisian dengan regulator tipe MIC Mesin hidup tegangan dibawah standar
  48. 48. Diagram kerja sistim pengisian dengan regulator tipe MIC Mesin hidup tegangan mencapai standar
  49. 49. Digram kerja sistim pengisian dengan regulator tipe MIC Rotor coil putus

×