etika profesi

9,815 views
9,357 views

Published on

ETIKA SECARA UMUM ADALAH NILAI, NORMA, ATAU ATURAN PROFESIONAL TERTULIS YANG MENGENAI SESUATU HAL YANG BAIK DAN BENAR, MAUPUN TIDAK BAIK DAN TIDAK BENAR

Published in: Education
0 Comments
7 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
9,815
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
315
Comments
0
Likes
7
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

etika profesi

  1. 1. TPP & TPS 2013
  2. 2. Etika, Etiket, & Moral (Akhlak) Profesi Kode Etik Profesional & Profesionalisme serta Pengembangannya Contoh Profesi
  3. 3. MIND MAPPING ETIKA PENGERTIAN PERBEDAAN DENGAN ETIKET ETIKA SOSIAL KLASIFIKASI JENIS-JENIS PERSAMAAN DENGAN ETIKET
  4. 4. PENGERTIAN ETIKA ETIKA ITU APA SIH..?? BAHASA YUNANI “ETHOS” berarti Adat Kebiasaan BAHASA ARAB, ETIKA berarti Ilmu Akhlak ETIKA SECARA UMUM ADALAH NILAI, NORMA, ATAU ATURAN PROFESIONAL TERTULIS YANG MENGENAI SESUATU HAL YANG BAIK DAN BENAR, MAUPUN TIDAK BAIK DAN TIDAK BENAR
  5. 5. JENIS-JENIS ETIKA Etika Deskriptif Etika Normatif Etika Deskriptif:berusaha meneropong secara kritis dan rasional mengenai sikap & perilaku manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang BERNILAI. Etika Normatif: berusaha menetapkan sikap dan pola perilaku IDEAL yg seharusnya dimiliki manusia dalam hidup ini.
  6. 6. KLASIFIKASI ETIKA ETIKA UMUM ETIKA KHUSUS MEMBAHAS PRINSIP-PRINSIP MORAL DASAR MEMBAHAS PRINSIP-PRINSIP DASAR DI SETIAP BIDANG KEHIDUPAN ETIKA INDIVIDUAL: MENYANGKUT KEWAJIBAN & SIKAP MANUSIA TERHADAP DIRINYA SENDIRI ETIKA SOSIAL: MENGENAI SIKAP & KEWAJIBAN, SERTA POLA PERILAKU MANUSIA SEBAGAI ANGGOTA MASYARAKAT.
  7. 7. ETIKA BERKAITAN DENGAN 4 HAL Dari segi pembahasannya, Etika berusaha membahas perbuatan yang dilakukan oleh manusia Dari segi sumbernya, Etika bersumber pada akal pikiran dan filsafat Dari segi fungsinya, Etika berfungsi sebagai penilai, penentu dan penetap terhadap suatu perbuatan manusia Dari segi sifatnya, Etika bersifat relatif, yakni berubah- ubah sesuai tuntutan zaman
  8. 8. BIDANG DALAM ETIKA SOSIAL Bagian bidangnya SIKAP TERHADAP SESAMA ETIKA IDIOLOGI ETIKA MASYARAKAT ETIKA POLITIK ETIKA PROFESI ETIKA KELUARGA Biomedis, Hukum, Pengetahuan, dll.
  9. 9. PERSAMAAN ETIKA & ETIKET  Mengatur perilaku manusia secara normatif (memberi norma bagi perilaku manusia).  Memberi petunjuk apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Ada yang tahu persamaan etika & etiket?
  10. 10. PERBEDAAN ETIKA DAN ETIKET ETIKA ETIKET • Ilmu norma, nilai dan moral • Filsafat ajaran moral • ABSOLUT • Memandang manusia dari segi dalam • Berdasarkan atas kesadaran dan tanggung jawab • Menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. • Hanya pada pergaulan • RELATIF • memandang manusia dari segi lahiriah
  11. 11. ETIKA & ETIKET DALAM KOMUNIKASI  Bertingkah laku yang baik dan ramah terhadap lawan bicara.  Memakai pakaian yang rapi, menutup aurat, dan sesuaikan dengan situasi & kondisi.  Tidak mudah terpancing emosi lawan bicara.  Menerima segala perbedaan pendapat.  Mampu menempatkan diri & menyesuaikan gaya komunikasi sesuai dengan karakteristik lawan bicara.  Menggunakan volume, nada, intonasi suara serta kecepatan bicara yang baik.  Menggunakan komunikasi non verbal yang baik sesuai budaya yang berlaku seperti berjabat tangan, merunduk, dll.
  12. 12.  Tidak menyalahi nasib buruk yang menimpa dirinya  Tidak sombong terhadap sesama  Tidak bermental hasud melihat temannya lebih ...  Tidak mengadu doba antara teman-teman  Tidak mencaci atau menuduh antar sesama  Dapat menggunakan perkataan yang baik
  13. 13.  Mengembalikan barang milik orang yang telah dipinjam  Tidak membuang sampah sembarangan  Menghormati orang yang lebih tua  Bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari  Tidak datang terlambat ke sekolah atau tempat kerja  Ketika bertemu dengan orangtua seharusnya mencium tangan sebagai tanda menghormatinya  Makan tidak boleh berdecap dan bersendawa  Makan dengan tangan kanan  Mengucapkan salam ketika masuk ke rumah  Tidak mengangkat kaki ketika makan ETIKA ETIKET
  14. 14. JENIS- JENIS SIFAT PERILAKU PROFESI KARAKTERISTIK SYARAT- SYARAT CIRI-CIRI DEFINISI MIND MAPPING
  15. 15. DEFINISI PROFESI PROFESS (INGGRIS) : Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen. PROFESSEUS (LATIN) : Suatu pekerjaan yang semula dihubungkan dengan sumpah atau janji yg bersifat religius. Pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus.
  16. 16. PROFESI MENURUT AHLI Gilley Dan Eggland (1989) mendefinisikan profesi sebagai : Bidang usaha manusia berdasarkan pengetahuan, dimana keahlian dan pengalaman pelakunya diperlukan oleh masyarakat. Definisi ini meliputi tiga aspek yaitu :  Ilmu pengetahuan tertentu,  Aplikasi kemampuan/kecakapan  Berkaitan dengan kepentingan umum. Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan ketrampilan atau keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan pada umumnya.
  17. 17. JENIS-JENIS PROFESI PROFESI KHUSUS PROFESI LUHUR NAFKAH PENGABDIAN
  18. 18.  Menguasai ilmu secara mendalam dalam bidangnya.  Mampu mengkonversikan ilmu menjadi ketrampilan.  Selalu menjunjung tinggi etika dan integritas profesi. Dengan mencintai profesi, maka orang akan terpacu untuk terus mengembangkan kemampuan yang mendukung profesi tersebut.
  19. 19. KETERAMPILAN TEORITIS KODE ETIKOTONOMI KERJA UJIAN KOMPETENSI PENDIDIKAN YG EKSTENSIF LISENSI ASSOSIASI PROFESIONAL PELATIHAN INSTITUSIONAL
  20. 20. 1. Pengetahuan Khusus 2. Kaidah dan Standar Moral Tinggi 3. Mengutamakan Kepentingan Masyarakat 4. Izin Khusus Profesi
  21. 21.  Melibatkan kegiatan intelektual  Menggeluti suatu ilmu khusus  Memerlukan persiapan profesional dan bukan sekedar latihan  Mementingkan layanan di atas kepentingan pribadi  Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat  Menentukan baku standarnya sendiri (kode etik) SYARAT-SYARAT PROFESI
  22. 22. MIND MAPPING KODE ETIK DEFINISI PRISINP KODE ETIK PROFESI SANKSI PELANGGARAN TUJUAN MAKSUD FUNGSI
  23. 23. Kode Etik Pola aturan,tata cara, tanda, pedoman etis dalam melakukan suatu kegiatan/ pekerjaan. Pola aturan atau tata cara sebagai pedoman berperilaku. DEFINISI KODE ETIK
  24. 24. MAKSUD DAN TUJUAN KODE ETIK Tujuan : Agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Maksud :  Menjamin agar tugas keprofesian terwujud dengan baik;  Kepentingan semua pihak terlindungi;  Menjamin hak penerima jasa untuk mendapat layanan yang baik sesuai imbalan yang diberikan baik secara finansial, moral, kultural, formal, dan sebagainya.
  25. 25. FUNGSI KODE ETIK PROFESI  Pedoman setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.  Sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.  Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.
  26. 26. SANKSI PELANGGARAN KODE ETIK PROFESI  Sanksi Moral.  Sanksi dikeluarkan dari organisasi.
  27. 27. Sifat Kode Etik Profesional  Singkat;  Sederhana;  Jelas dan Konsisten;  Masuk Akal;  Dapat Diterima;  Praktis dan Dapat Dilaksanakan;  Komprehensif dan Lengkap, dan  Positif dalam Formulasinya.
  28. 28.  Pengaruh sifat kekeluargaan  Pengaruh jabatan  Pengaruh masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia  Tidak berjalannya kontrol dan pengawasan dari masyarakat  Belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari para pengemban profesi untuk menjaga martabat luhur profesinya  Tidak adanya kesadaran etis dan moralitas diantara para pengemban profesi untuk menjaga Beberapa Penyebab Pelanggaran Kode Etik Profesi
  29. 29.  Penundukan pada undang-undang  Setiap undang-undang mencantumkan dengan tegas sanksi yang diancamkan kepada pelanggarnya.  Dalam kode etik profesi dicantumkan ketentuan: “Pelanggar kode etik dapat dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan undang- undang yang berlaku “.  Legalisasi kode etik profesi Upaya Pencegahan Pelanggaran Kode Etik Profesi
  30. 30. 1. Pengakuan dan pemahaman ketentuan atau prinsip-prinsip yang terkandung di dalamnya; 2. Ikatan komitmen dan pernyataan kesadaran untuk mematuhinya dalam menjalankan tugas dan perilaku keprofesian; 3. Kesiapan dan kerelaan adanya kemungkinan adanya konsekuensi dan sangsi bila terjadi kelalaian. PRINSIP KODE ETIK PROFESI
  31. 31.  Profesionalitas adalah sikap para anggota profesi terhadap profesinya serta derajat pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki dalam rangka melakukan pekerjaannya.  Profesionalisasi menunjuk pada proses peningkatan kualifikasi maupun kemampuan para nggota profesi dalam mencapai kriteria yang standar dalam penampilannya sebagai anggota suatu profesi. PERBEDAAN
  32. 32. Seseorang yang mempunyai keahlian dan wewenang dibidang kefarmasian • Harus dilatarbelakangi suatu latihan atau pendidikan ketrampilan dan •intelektual yang sistematis. •Ukuran keberhasilannya bukan hanya atau selalu bersifat materi. •Harus berpihak kepada masyarakat banyak. •Ketidakhadiran dibidangnya dirasakan kehilangan bagi masyarakat. •Menyadari akan keterbatasannya bahwa suatu profesi tidak pernah dapat Tubuh pengetahuan yang berbatas jelas. •Pendidikan khusus berbasis “keahlian Pelayanan resep atau dispensing of prescriptionsPemberian saran dan obat untuk mengurangi gejala yang dikeluhkan pasien atau klien (responding to symptoms); . Interaksi dengan penulis resep dan mampu memahami kinerja alat uji atau alat bantu untuk menegakkan diagnosis;Melakukan pelatihan untuk mahasiswa farmasi (Azzopardi,2000). •Demi Allah saya bersumpah/saya berjanji, bahwa : •Saya akan membaktikan hidup saya guna kepentingan perikemanusiaan terutama dalam bidang kesehatan •Saya akan merahasiakan segala sesuatu yang saya ketahui karena pekerjaan saya dan keimuan saya sebagai apoteker •Sekalipun diancam, saya tidak akan mempergunakan pengetahuan kefarmasian saya untuk sesuatu yang bertentangan dengan hukum perikemanusiaan. •Apotek •Rumah sakit •Industri •Pemerintah •Tenaga pendidik
  33. 33. ETIKA PROFESI APOTEKER  Mampu melakukan perannya dalam masyarakat dengan memahani tanggung jawab profesionalnya kepada masyarakat secara etis.  Mampu tumbuh dan berkembang pada tingkat etika yang kompleks oleh karena itu diperlukan latihan menyelesaikan problem dengan etis.  Mampu mengikuti petunjuk untuk mengembangkan sistem nilai, standar etika yang membimbing perilakunya sebagai seorang profesional.
  34. 34. KODE ETIK SEORANG PROFESI KEWAJIBAN UMUM Pasal 1: Seorang apoteker harus menjunjung tinggi, menghayati dan mengamalkan sumpah/janji apoteker. Pasal 2: Seorang apoteker harus berusaha secara sunguh-sungguh menghayati dan mengamalkan Kode Etik Apoteker Indonesia. . Pasal 3: Seorang Apoteker harus senantiasa menjalankan profesinya sesuai kompetensi Apoteker Indonesia serta selalu mengutamakan dan berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan dalam melaksanakan kewajibannya. Pasal 4: Seorang apoteker harus selalu aktif mengikuti perkembangan dibidang kesehatan pada umumnya dan bidang farmasi pada khususnya. Pasal 5: Di dalam menjalankan tugasnya Seorang Apoteker harus menjauhkan diri dari usaha mencari keuntungan diri semata yang bertentangan dengan martabat dan tradisi luhur jabatan kefarmasian.
  35. 35. KODE ETIK PROFESI APOTEKER Pasal 6: Seorang Apoteker harus berbudi luhur dan menjadi contoh yang baik bagi orang lain. Pasal 7: Seorang Apoteker harus menjadi sumber informasi sesuai dengan profesinya. Pasal 8: Seorang apoteker harus aktif mengikuti perkembangan peraturan perundang- undangan di bidang kesehatan pada umumnya dan bidang farmasi pada khususnya. KEWAJIBAN APOTEKER TERHADAP PASIEN Pasal 9: Seorang Apoteker dalam melakukan praktik kefarmasian harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Menghormati hak asasi pasien dan melindungi makhluk hidup insani.
  36. 36. CONTOH PELANGGARAN  Kasus pelanggaran kode etik apoteker yaitu pada kasus yang dialami oleh warga Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Menurut artikel yang ditulis iaikalbar.net seorang pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) diberikan obat yang sudah kadaluarsa oleh pihak apotek. Kejadian tersebut terjadi pada tanggal 21 Agustus 2012 saat itu ayah pasien diberikan resep oleh dokter untuk ditebus ke apotek rumah sakit tersebut. Apoteker memberikan obat Aviter 10 bungkus. Namun satu dari 10 bungkus obat itu tertera tanggal yang sudah kadaluarsa. Setelah diadukan ke pihak apotek, mereka bersedia untuk mengganti obat tersebut, namun ayah pasien menolak. Kasus di atas bisa dijadikan bahan pelajaran agar dalam melakukan profesi apapun harus dilakukan dengan sungguh – sungguh dan tidak boleh lalai sedikit pun. Karena kelalaian sekecil apapun yang diperbuat dapat menimbulkan permasalahan karena dapat merugikan orang lain.

×