KODE ETIK GURU
DI INDONESIA
Dosen Pengampu : Nurul Fatonah, M. Pd
01
TABLE OF CONTENTS
Pengertian
kode Etik Guru
Hakikat Kode
Etik Guru
Ruang lingkup
serta isi kode
etik guru
Tuhuan dan
fungsi kode
etik guru
02
03
04
Pengertian Kode Etik
Guru
Secara harfia, kode etik berarti sumber etik.Etik berasal dari
perkataan etos, yang berarti watak.Istilah etik (ethica) mengandung
makna nilai – nilai yang mendasari perilaku manusia. Etik berasal dari
bahasa filsafat, bahkan menjadi salah satu cabangnya.Etik juga di
pandang dengan istilah adab, moral, ataaupun akhlak.Etik artinya tata
susila (Etika) atau hal-hal yang berhubungan dengan kesusilaan dalam
mengerjakan suatu pekerjaan.
Hakikat dan
kode etik guru
Guru adalah suau komponen dalam
sistem pendidikan yang sangat
mempengaruhi hasil pendidikan.
Hubungan guru dan murid adalah
hubungan kewibawaan. Maksudnya,
bukan meninmbulkan rasa takut pada
murid dalam artu murid harus patuh,
akan tetapi menumbuhkan kesadaran
pribadi untuk belajar.
Ruang lingkup
serta isi kode
etik guru
1. Pembentukan peserta didik
2. Kejujuran profesional
3. Kejujuran dalam memperoleh dan
menyimpan informasi tentang
peserta didik
4. Pembinaan kehidupan sekolah
5. Orang tua murid dan masyarakat
6. Pengembangan dan peningkatan
kualitas diri
7. Sesama guru dalam (hubungan
keselamatan )
8. Organisasi profesi
9. Pemerintah dan
kebijakanpemerintah di bidang
pendidikan
Rumusan Selengkapnya Kode etik
guru Indonesia
• Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia
Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
• Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional.
• Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai
bahan melakukan bimbingan dan pembinaan.
• Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang
berhasilnya proses belajar-mengajar.
• Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan
masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung
jawab bersama terhadap pendidikan.
• Guru secara pribadi dan bersama-sama mengambangkan dan
meningkatkan mutu dan martabat profesinya.
• Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan
kesetiakawanan sosial.
• Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu
organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
• Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang
pendidikan
Tujuan kode etik guru
Untuk menjunjung tinggi martabat profesi
Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan
para anggotanya
Untuk meningkatkan pengabadian para anggota
profesi
Untuk meningkatkan mutu profesi
Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi
Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi.
Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan
terjalin erat.
Menentukan baku standarnya sendiri.
● Agar guru terhindar dari penyimpangan
melaksanakan tugas yang menjadi
tanggung jawabnya, karena sudah ada
landasan yang digunakan sebagai acuan.
● Untuk mengatur hubungan guru dengan
murid, teman sekerja, masyarakat, dan
pemerintah.
● Sebagai pegangan dan pedoman tingkah
laku guru agar lebih bertanggung jawab
pada profesinya.
● Pemberi arah dan petunjuk yang benar
kepada mereka yang menggunakan
profesinya dalam melaksanakan tugas
Fungsi Kode Etik
Fungsi kode etik
secara umum
Memberikan pedoman bagi setiap anggota
profesi tentang prinsip profesionalitas
yang digariskan.
Sebagai sarana kontrol sosial bagi
masyarakat atas profesi yang
bersangkutan.
Mencegah campur tangan pihak di luar
organisasi profesi tentang hubungan
etika dalam keanggotaan profesi.
Sumpah dan Janji Guru
Indonesia
I) Setiap guru mengucapkan sumpah/janji guru Indonesia
sebagai wujud pemahaman, penerimaan, penghormatan dan
kesediaan untuk mematuhi nilai-nilai moral termuat didalam
kode etik guru Indonesia sebagai pedoman dan sikap
perilaku, baik disekolah maupun dilingkungan.
2) Masyarakat.
3) Sumpah/Janji Guru Indonesia diucapkan dihadapan
pengurus organisasi profesi guru dan pejabat yang
berwenang diwilayah kerja masing-masing.
4) Setiap pengambilan sumpah/janji guru Indonesia dihadiri
oleh penyelenggara satuan pendidikan.
Nilai nilai dasar dan nilai nilai
oprasional
- Nilai-nilai agama dan pancasila.
- Nilai-nilai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi
sosial dan kompetensi profesional.
- Nilai-nilai jati diri, harkat, dan martabat manusia yang meliputi
perkembangan kesehatan jasmaniah, emosional, intelektual, sosial, dan
spiritual.
Pelaksanaan kode etik Guru
uru dan organisasi profesi guru bertanggung jawab atas pelaksanaan Kode Etik
Guru Indonesia.
Guru dan organisasi guru berkewajiban mensosialisasikan kode etik guru
Indonesia pada rekan sejawat, penyelenggara pendidikan, masyarakat, dan
pemerintah.
Penyelenggara Kode Etik Guru
A. Pelanggaran adalah perilaku menyimpang dan atau
tidak melaksanakan kode etik guru Indonesia dan
ketentuan perundangan yang berlaku yang berkaitan
dengan profesi guru.
B. Guru yang melanggar kode etik guru Indonesia
dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan
yang berlaku.
C. Jenis pelanggaran meliputi pelanggaran ringan,
sedang, dan bera
Sanksi Kode Etik Guru
Pemberian rekomendasi sanksi terhadap guru yang melakukan
pelanggaran terhadap kode etik guru Indonesia merupakan wewenang
dewan kehormatan guru Indonesia.
Pemberian sanksi oleh dewan kehormatan guru Indonesia sebagai
mana dimaksud pada ayat a harus objektif, tidak diskriminatif, dan
tidak bertentangan dengan anggaran dasar organisasi profesi serta
pertaturan peraturan perundang-undangan.
Rekomendasi dewan kehormatan Indonesia sebagai mana dimaksud
pada ayat a wajib dilaksanakan oleh organisasi profesi guru.
Sanksi sebagaimana dimaksud dalam ayat c merupakan upaya
pembinaan kepada guru yang melakukan pelanggaran dan untuk
menjaga harkat dan martabat profesi guru.
Siapapun yang mengetahui telah terjadi pelanggaran kode etik guru
Indonesia.
Setiap pelanggaran dapat melakukan pembelaan diri dengan atau tanpa
bantuan organisasi profesi guru dan atau penasihat hukum sesuai
dengan jenis pelanggaran yang dilakukan dihadapan dewan
kehormatan guru Indonesia.
KESIMPULAN

ppt kel 2 etika profesi.pptx

  • 1.
    KODE ETIK GURU DIINDONESIA Dosen Pengampu : Nurul Fatonah, M. Pd
  • 2.
    01 TABLE OF CONTENTS Pengertian kodeEtik Guru Hakikat Kode Etik Guru Ruang lingkup serta isi kode etik guru Tuhuan dan fungsi kode etik guru 02 03 04
  • 3.
    Pengertian Kode Etik Guru Secaraharfia, kode etik berarti sumber etik.Etik berasal dari perkataan etos, yang berarti watak.Istilah etik (ethica) mengandung makna nilai – nilai yang mendasari perilaku manusia. Etik berasal dari bahasa filsafat, bahkan menjadi salah satu cabangnya.Etik juga di pandang dengan istilah adab, moral, ataaupun akhlak.Etik artinya tata susila (Etika) atau hal-hal yang berhubungan dengan kesusilaan dalam mengerjakan suatu pekerjaan.
  • 4.
    Hakikat dan kode etikguru Guru adalah suau komponen dalam sistem pendidikan yang sangat mempengaruhi hasil pendidikan. Hubungan guru dan murid adalah hubungan kewibawaan. Maksudnya, bukan meninmbulkan rasa takut pada murid dalam artu murid harus patuh, akan tetapi menumbuhkan kesadaran pribadi untuk belajar. Ruang lingkup serta isi kode etik guru 1. Pembentukan peserta didik 2. Kejujuran profesional 3. Kejujuran dalam memperoleh dan menyimpan informasi tentang peserta didik 4. Pembinaan kehidupan sekolah 5. Orang tua murid dan masyarakat 6. Pengembangan dan peningkatan kualitas diri 7. Sesama guru dalam (hubungan keselamatan ) 8. Organisasi profesi 9. Pemerintah dan kebijakanpemerintah di bidang pendidikan
  • 5.
    Rumusan Selengkapnya Kodeetik guru Indonesia • Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila. • Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional. • Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan dan pembinaan. • Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar. • Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggung jawab bersama terhadap pendidikan. • Guru secara pribadi dan bersama-sama mengambangkan dan meningkatkan mutu dan martabat profesinya. • Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial. • Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian. • Guru melaksanakan segala kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan
  • 6.
    Tujuan kode etikguru Untuk menjunjung tinggi martabat profesi Untuk menjaga dan memelihara kesejahteraan para anggotanya Untuk meningkatkan pengabadian para anggota profesi Untuk meningkatkan mutu profesi Untuk meningkatkan mutu organisasi profesi Meningkatkan layanan di atas keuntungan pribadi. Mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat. Menentukan baku standarnya sendiri.
  • 7.
    ● Agar guruterhindar dari penyimpangan melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, karena sudah ada landasan yang digunakan sebagai acuan. ● Untuk mengatur hubungan guru dengan murid, teman sekerja, masyarakat, dan pemerintah. ● Sebagai pegangan dan pedoman tingkah laku guru agar lebih bertanggung jawab pada profesinya. ● Pemberi arah dan petunjuk yang benar kepada mereka yang menggunakan profesinya dalam melaksanakan tugas Fungsi Kode Etik
  • 8.
    Fungsi kode etik secaraumum Memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan. Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan. Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi.
  • 9.
    Sumpah dan JanjiGuru Indonesia I) Setiap guru mengucapkan sumpah/janji guru Indonesia sebagai wujud pemahaman, penerimaan, penghormatan dan kesediaan untuk mematuhi nilai-nilai moral termuat didalam kode etik guru Indonesia sebagai pedoman dan sikap perilaku, baik disekolah maupun dilingkungan. 2) Masyarakat. 3) Sumpah/Janji Guru Indonesia diucapkan dihadapan pengurus organisasi profesi guru dan pejabat yang berwenang diwilayah kerja masing-masing. 4) Setiap pengambilan sumpah/janji guru Indonesia dihadiri oleh penyelenggara satuan pendidikan.
  • 10.
    Nilai nilai dasardan nilai nilai oprasional - Nilai-nilai agama dan pancasila. - Nilai-nilai kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial dan kompetensi profesional. - Nilai-nilai jati diri, harkat, dan martabat manusia yang meliputi perkembangan kesehatan jasmaniah, emosional, intelektual, sosial, dan spiritual. Pelaksanaan kode etik Guru uru dan organisasi profesi guru bertanggung jawab atas pelaksanaan Kode Etik Guru Indonesia. Guru dan organisasi guru berkewajiban mensosialisasikan kode etik guru Indonesia pada rekan sejawat, penyelenggara pendidikan, masyarakat, dan pemerintah.
  • 11.
    Penyelenggara Kode EtikGuru A. Pelanggaran adalah perilaku menyimpang dan atau tidak melaksanakan kode etik guru Indonesia dan ketentuan perundangan yang berlaku yang berkaitan dengan profesi guru. B. Guru yang melanggar kode etik guru Indonesia dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. C. Jenis pelanggaran meliputi pelanggaran ringan, sedang, dan bera
  • 12.
    Sanksi Kode EtikGuru Pemberian rekomendasi sanksi terhadap guru yang melakukan pelanggaran terhadap kode etik guru Indonesia merupakan wewenang dewan kehormatan guru Indonesia. Pemberian sanksi oleh dewan kehormatan guru Indonesia sebagai mana dimaksud pada ayat a harus objektif, tidak diskriminatif, dan tidak bertentangan dengan anggaran dasar organisasi profesi serta pertaturan peraturan perundang-undangan. Rekomendasi dewan kehormatan Indonesia sebagai mana dimaksud pada ayat a wajib dilaksanakan oleh organisasi profesi guru. Sanksi sebagaimana dimaksud dalam ayat c merupakan upaya pembinaan kepada guru yang melakukan pelanggaran dan untuk menjaga harkat dan martabat profesi guru. Siapapun yang mengetahui telah terjadi pelanggaran kode etik guru Indonesia. Setiap pelanggaran dapat melakukan pembelaan diri dengan atau tanpa bantuan organisasi profesi guru dan atau penasihat hukum sesuai dengan jenis pelanggaran yang dilakukan dihadapan dewan kehormatan guru Indonesia.
  • 13.