Laporan skenario c (2)

1,334 views
1,226 views

Published on

Genita maskulina, Genita feminina dan aksesorius, Pelvis wanita, Pregnancy.

0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
1,334
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
11
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan skenario c (2)

  1. 1. KATA PENGANTAR Pertama-tama marilah kita mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWTyang telah memberikan berkat, rahmat, dan karunia-Nya sehingga kami dapat meyusunlaporan tutorial ini sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Laporan ini merupakan tugas hasil kegiatan tutorial kedua dalam blok 6Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya tahun 2013. Di sinikami membahas sebuah kasus kemudian dipecahkan secara kelompok berdasarkansistematikanya mulai dari klarifikasi istilah, identifikasi masalah, menganalisis masalah,meninjau ulang dan menyusun keterkaitan antarmasalah, serta mengidentifikasi topikpembelajaran. Bahan laporan ini kami dapatkan dari hasil diskusi antaranggota kelompok danbahan ajar dari dosen-dosen pembimbing. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada AllahSWT, orangtua, tutor Drs. Sadakata sinulingga, Apt., M.Kes, dan para anggota kelompokyang telah mendukung baik moril maupun materil dalam penyelesaian kasus danpembuatan laporan ini. Kami mengakui dalam penulisan laporan ini terdapat banyakkekurangan. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik serta saran dari pembaca demikesempurnaan laporan kami di kesempatan mendatang. Semoga laporan ini dapatbermanfaat bagi para pembaca. Terima kasih. Palembang, April 2013 Penulis 2
  2. 2. DAFTAR ISIKATA PENGANTAR 2DAFTAR ISI 3PETUGAS KELOMPOK 4SKENARIO C : Ny. Pregnita 5 I. Klarifikasi Istilah 5 II. Identifikasi Masalah 6 III. Analisis Masalah 7 IV. Keterkaitan Antar Masalah 8 V. Topik Pembelajaran 9 VI. Kerangka Konsep 9 VII. Merumuskan Keterbatasan dan Learning Issues 10 VIII. Sintesis 11 IX. Kesimpulan 87DAFTAR PUSTAKA 88 3
  3. 3. PETUGAS KELOMPOK L8Tutor : Drs. Sadakata Sinulingga, Apt., M.KesModerator : Fauzan Ditiaharman (04121001128)Sekretaris : Amanda Putri Utami (04121001051)Anggota : Risma Arnis Putri (04121001030) Ismel Tria Pratiwi (04121001031) Lidya Puspitasari (04121001052) Nurfitria Rahman (04121001059) S. Ali Ar Ridha M (04121001066) M. Nafil Fauzan (04121001067) Nisa Auliya (04121001071) Retno Widyastuti (04121001085) Siti Nurul Badriyah (04111001086) M. Arief R.H (04111001090) Giovianto Ryelcius (04111001097) Alvin Halim Senabu (04111001133) 4
  4. 4. SKENARIO C (BLOK 6) Tahun 2013Ny. Pregnita berusia 37 tahun dating ke klinik keluarga menyatakan sudah 2 bulan tidakdating haid. Tiba-tiba, pagi ini, keluar flek darah di celana dalam disertai kram perut.Menurut Ny. Pregnita, ia mengira dirinya hamil karena adanya keluhan sering mual danpusing, kadang muntah, sering kali buang air kecil dan dada terasa kencang.Ia sudah 3 tahun menikah tetapi belum jugadapat keturunan, takut infertile, tidak merokok,tidak minum alcohol, tidak sedang makan obat, tidak pernah sakit menahun. Riwayat haidteratur menarche usia 13 tahun, siklus menstruasi rata-rata 28 hari teratur. Semuasaudaranya mempunyai keturunan dan suaminya berusia 40 tahun, jarang pulang karenabekerja sebagai ABK antarbenua.Hasil pemeriksaan fisik: TD 130/85 mmHg, RR 18/mnt, BB 55 kg, TB 155 cm, ukuranpanggul normal, perut datar, hyperpigmentasi areola dan niple.Pemeriksaan labor: tes urine β HCG (+)Menurut dokter keluarga, Ny. Pregnita hamil 8 minggu dengan ancaman abortus. I. KLARIFIKASI ISTILAHHaid : Sekret fisiologi darah dan jaringan mukosa serta bersiklus yang melalui vagina dari uterus tidak hamil (Dorland: 662)Kram : Kejang otot (KBBI), Kontraksi muscular spasmodic yang nyeri (Dorland: 264)Flek darah : Bercak-bercak darah (Dorland: 447)Infertile : Kurang atau hilangnya kemampuan menghasilkan keturunan (Dorland: 565)Menarche : Pembentukan/permulaan fungsi mentruasi (Dorland: 664)Hyperpigmentasi areola : Peningkatan pigmentasi yang abnormal pada daerah sirkuler yang memiliki warna berbeda pada suatu titik pusat seperti yang mengelilingi puting susu (Dorland: 538, 86) 5
  5. 5. Hyperpigmentasi niple : Peningkatan abnormal terhadap pengendapan zat warna di tonjolan anterior payudara (Dorland: 538, 760)Tes urine β HCG (+) : Tes kehamilan yang bersifat biologisAbortus : Janin dengan berat kurang dari 500gr atau memiliki usia gestasional kurang dari 20 minggu pada waktu dikeluarkan dari uterus sehingga tidak memiliki harapan hidup (Dorland: 04) II. IDENTIFIKASI MASALAH Kalimat Kesesuaian ConcernNy. Pregnita (37 tahun)menyatakan sudah 2 bulan - **tidak datang haidKeluar flek darah di celana - ***dalam disertai kram perutNy. Pregnita mempunyaikeluhan sering mual danpusing, kadang muntah, - **sering kali buang air kecil,dan dada terasa kencangIa sudah 3 tahun menikahtetapi belum juga dapatketurunan dan suaminya (40 - **tahun) jarang pulang karenabekerja sebagai ABKantarbenuaHasil pemeriksaan fisik:TD 130/85 mmHg, RR18/mnt, BB 55 kg, TB 155 + *cm, ukuran panggul normal,perut datar, hyperpigmentasi 6
  6. 6. areola dan niplePemeriksaan labor: + *Tes urine β HCG (+)Menurut dokter keluarga,Ny. Pregnita hamil 8 minggu - **dengan ancaman abortus III. ANALISIS MASALAH A. Ny. Pregnita (37 tahun) menyatakan sudah 2 bulan tidak datang haid. 1. Bagaimana siklus haid normal? 2. Apa yang menyebabkan keterlambatan haid? 3. Apasaja yang mempengaruhi kelancaran siklus haid? 4. Bagaimana struktur anatomi organ yang terkait dengan siklus haid? 5. Bagaimana struktur histofisiologi organ yang terkait dengan siklus haid? (ovulasi, infertile) 6. Mengapa tidak terjadi haid pada ibu hamil? B. Keluar flek darah di celana dalam disertai kram perut. 7. Apasaja yang dapat menyebabkan keluarnya flek darah? 8. Apa yang menyebabkan kram perut? 9. Bagaimana hubungan keluarnya flek darah & kram perut dengan tidak datangnya haid? 10. Bagaimana sistem vaskularisasi sistem genitalia feminina? C. Ny. Pregnita mempunyai keluhan sering mual dan pusing, kadang muntah, sering kali buang air kecil, dan dada terasa kencang. 11. Apasaja tanda-tanda kehamilan yang dapat dirasakan oleh pasien? 12. Bagaimana mekanisme hubungan munculnya tanda-tanda itu pada saat telat haid selama 2 bulan? D. Ia sudah 3 tahun menikah tetapi belum juga dapat keturunan, suaminya (40 tahun) jarang pulang karena bekerja sebagai ABK antarbenua. 13. Apa batasan infertile? (male & female) 7
  7. 7. 14. Apasaja yang menyebabkan infertile? (male & female) 15. Apa hubungan usia dengan tidak mendapatkan keturunan? 16. Adakah hubungan genetik dengan tidak mendapatkan keturunan? E. Hasil pemeriksaan fisik: TD 130/85 mmHg, RR 18/mnt, BB 55 kg, TB 155 cm, ukuran panggul normal, perut datar, hyperpigmentasi areola dan niple. 17. Bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan fisik? (hyperpigmentasi areola dan niple) 18. Mengapa terjadi hyperpigmentasi areola dan niple? 19. Bagaimana struktur anatomi glandula mamae dan panggul? 20. Bagaimana struktur histologi glandula mamae? F. Pemeriksaan labor: tes urine β HCG (+). 21. Bagaimana interpretasi tes urine β HCG (+)? 22. Apa kandungan urine yang bisa menyebabkan β HCG menjadi (+)? G. Menurut dokter keluarga, Ny. Pregnita hamil 8 minggu dengan ancaman abortus. 23. Apasaja penyebab abortus? 24. Mengapa kandungan Ny. Pregnita terancam abortus? 25. Bagaimana histofisiologi kehamilan? (dari fertilisasi sampai minggu ke-8) IV. KETERKAITAN ANTARMASALAH Ny. Pregnita ( 37 tahun)3 tahun menikah belum 2 bulan tidak haid Faktor usia Faktor psikologisdapat keturunan hamil Kandungan lemah Terjadi fluktuasi Suami Takut infertile hormon jarang pulang Pemeriksaan fisik Keluhan: Sering mual & pusing Keluar flek Frekuensi darah & Hamil anak kopulasi β HCG (+) Kadang muntah kram perut pertama kecil/kurang Sering kencingHiperpigmentasiareola dan niple Dada terasa kencang Terancam abortus 8
  8. 8. V. TOPIK PEMBELAJARAN1. Anatomi organ genita feminina dan aksesorius2. Histofisiologi organ genita feminina dan aksesorius3. Anatomi organ genita maskulina4. Histofisiologi organ genita maskulina5. Anatomi pelvis wanita6. Kehamilan7. MenstruasiVI. KERANGKA KONSEP 9
  9. 9. VII. MERUMUSKAN KETERBATASAN DAN LEARNING ISSUENo Topik What I know What I don’t know What I have to prove How I learn1 Anatomi organ genita Organ-organ yang Kondisi organ saat feminina dan aksesorius termasuk genita proses kehamilan feminina dan aksesorius, struktur makroskopisnya secara umum2 Histofisiologi organ genita Struktur Struktur penyusun feminina dan aksesorius mikroskopis plasenta, struktur genitalia interna mikroskopis organ secara umum secara mendetil3 Anatomi organ genita Organ-organ yang Posisi dari tiap organ maskulina termasuk genita dan duktus-duktus maskulina, pada genitalia Text Book, struktur maskulina Jurnal, artikel makroskopisnya ilmiah, secara umum internet.4 Histofisiologi organ genita Struktur Struktur mikroskopis maskulina mikroskopis pembentukan organ secara spermatozoa umum5 Anatomi pelvis wanita Tulang penyusun Ukuran panggul Bentuk panggul panggul wanita wanita6 Pregnancy Abortus, tanda- Hormon yang tanda kehamilan, berkaitan dengan tahap-tahap kehamilan, hubungan perkembangan antara usia ibu embrio, batasan dengan kehamilan infertile, kopulasi, tes urine β HCG,7 Menstruasi Pengertian Flek darah, Siklus menstruasi terjadinya kram, 10
  10. 10. VIII. SINTESIS 1. ANATOMI ORGAN GENITALIA FEMININA DAN AKSESORIS Genitalia feminina terdiri atas dua, yaitu bagian eksterna dan interna. Organ-organpada genitalia eksterna adalah vulva, perineum, dan glandula mamae. Sedangkan padagenitalia interna adalah ovarium, tuba uterina, uterus, dan vagina. A. GENITALIA EKSTERNA 1. Vulva Vulva mengacu pada bagian-bagian yang secara lahiriah terlihat. Yang termasuk vulva adalah mons pubis, labia majora, labia minora, klitoris, pembukaan uretra (urethral opening), dan pembukaan vagina (vaginal opening). MONS PUBIS Mons pubis adalah jaringan lemak di bawah kulit yang berbentuk seperti gunungsegitiga yang melindungi symphisis pubis. Di bagian inilah yang akan ditumbuhi rambutyang disebabkan oleh pengaruh hormone saat pubertas. Bervariasi dalam jumlah, warna,ketebalan, dan konsistensi (kasar/halus). LABIA MAJORA 11
  11. 11. Labia majora sama dengan skrotum pada pria. Berupa jaringan kulit yang terdiridari kelenjar keringat dan kelenjar sebasea (penghasil minyak) dan rambut. Setelahpubertas, labium mayor akan ditumbuhi rambut. Labia majora juga disebut sebagai bibirluar (outer lips). Struktur ini berfungsi untuk melindungi introitus vagina dan meatusurethrae. Struktur ini juga cenderung melunak seiring dengan semakin bertambahnya usia. LABIA MINORA Labia minora dikenal sebagai bibir dalam (inner lips). Struktur ini terdiri darijaringan erektil, jaringan ikat yang akan berubah warna dan menebal saat rangsanganseksual. Bagian ini terletak di sebelah dalam labia majora. Labia minora lebih sensitif danresponsif saat disentuh jika dibandingkan dengan labia majora. Labia minora mengencangselama berhubungan seksual. Karena kaya akan pembuluh darah, maka labium minora danvagina tambak berwarna merah muda. KLITORIS Labium minora kiri dan kanan bertemu di depan dan membentuk klitoris, yangmerupakan penonjolan kecil yang sangat peka (sama dengan penis pada pria). Klitorisdibungkus oleh sebuah lipatan kulit yang disebut preputium (sama dengan kulit depanpada ujung penis pria). Klitoris sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa mengalamiereksi. Klitoris terdiri dari banyak jaringan syaraf, pembuluh darah, dan jaringan erektil.Pembukaan urethra terletak tepat di bawah klitoris. INTROITUS VAGINAE Vagina adalah saluran pada wanita yang berfungsi sebagai tempat masuknya penispada saat kopulasi. Lubang masuk vagina dilapisi oleh lapisan tipis yang disebut hymen.Hymen biasanya digunakan untuk menentukan virginity. Namun, beberapa wanita adayang lahir tanpa mempunyai hymen. Hymen dapat robek oleh beberapa sebab selainaktivitas seksual, contohnya karena adanya trauma saat bersepeda, dll. Kekuatan hymenpada setiap wanita bervariasi, karena itu pada saat pertama kali melakukan hubunganseksual, hymen bisa robek atau bisa juga tidak. 2. Perineum Perineum adalah jaringan fibromuskuler diantara vagina dan anus. Kulit yangmembungkus perineum dan labium major sama dengan kulit di bagian tubuh lainnya. 12
  12. 12. Perineum berfungsi untuk melindungi bagian bawah dari organ urinarius dan traktusdigestivus. Perineum terdiri dari banyak jaringan syaraf tepi sehingga sensitif biladisentuh. Perineum juga sebagai lokasi episiotomy saat proses pelahirkan gunamemperlebar jalan lahir. 3. Glandula mamae Glandula mammae merupakan kelenjar aksesoris kulit yang berfungsi untukmenghasilkan susu. Kelenjar ini terdapat pada laki-laki dan perempuan. Bentuk mammaesama pada laki-laki dan perempuan yang belum dewasa. Papilla mamaria kecil dandikelilingi oleh daerah kulit yang berwarna lebih gelap, disebut areola mamma. Jaringantersusun atas sekelompok kecil sistem saluran yang terdapat didalam jaringan penyambungdan bermuara di daerah areola. Pada masa pubertas, glandula mamaria perempuan lambat laun membesar dan akanberbentuk setengah lingkaran. Pembesaran ini diduga disebabkan oleh pengaruh hormon-hormon ovarium. Salurannya memanjang meskipun demikian pembesaran kelenjarterutama disebabkan karena penimbunan lemak. Dasar mamma terbentang dari iga ke-2sampai ke-6 dan dari pinggir lateral sternum sampai linea axillaries media. Sebagian besarglandula mamaria terletak didalam fascia superficialis. Sebagian kecil yang disebutprocessus axilaris meluas ke atas dan lateral, menembus fascia profunda pada pinggircaudal musculus pectoralis major dan sampai ke axilla. Setiap payudara terdiri dari 15-20 lobus yang tersusun radier dan berpusat padapapilla mamaria. Saluran utama dari setiap lobus bermuara di papilla mamaria, danmempunyai ampulla yang melebar tepat sebelum ujungnya. Dasar papilla mamariadikelilingi oleh areola. Tonjolan-tonjolan halus pada areola disebabkan oleh kelenjarareola dibawahnya. Lobus-lobus kelenjar dipisahkan oleh septa fibrosa. Septa dibagian atas kelenjarberkembang dengan baik dan terbentang dari kulit sampai ke fascia profunda danberfungsi sebagai ligamentum suspensorium. Glandula mamaria dipisahkan dari fasciaprofunda yang membungkus otot-otot dibawahnya oleh spatium retromamariayang berisijaringan ikat yang jarang. Pada perempuan muda, payudara cenderung menonjol kedepan dari dasar yangsirkular; pada perempuan yang lebih tua payudara cenderung menggantung. Payudaramencapai ukuran maksimal selama masa laktasi. 13
  13. 13. VASKULARISASI Arteriae Mamma mendapatkan darah dari rami perforans arteriae thoracicae internae dan arteriae intercostales. Arteria axillaris juga mengalirkan darah ke glandula mammaria, yaitu melalui cabang-cabangnya, arteria thoracica lateralis dan arteria thoracoacromialis. Venae Venae mengikuti arteriae. B. GENITALIA INTERNA 14
  14. 14. Genitalia interna terdiri dari vagina, cerviks, uterus, tuba uterine, dan ovarium. VAGINA Vagina adalah tabung berdinding tipis yang menghubungkan leher rahim ke alatkelamin eksternal. Vagina terletak antara kandung kemih dan rectum.Vagina berfungsi sebagai jalan untuk aliran keluar darah menstruasi selama sekresi rahimke introitus vagina, sebagai jalan lahir selama persalinan, dan sebagai organ kopulasi(dengan bantuan dari dua kelenjar Bartholin menjadi terlumasi selama berhubunganseksual). Dinding vagina terdiri dari tiga lapisan, yaitu fibroelastik adventitia, serat ototpolos, dan mukosa squamous berlapis. Mukosa dekat lubang vagina membentuk partisilengkap yang disebut hymen. Forniks vagina - ujung atas vagina sekitar serviks. 15
  15. 15. CERVIX Cervix menghubungkan vagina dan uterus. Pembukaan serviks ke vaginaberukuran kecil (ini bertindak sebagai tindakan pencegahan keamanan terhadap bendaasing memasuki rahim). Selama persalinan, leher rahim berdilatasi untuk mengakomodasibagian dari janin. Pelebaran ini adalah tanda bahwa persalinan telah dimulai. 16
  16. 16. UTERUS Uterus sering disebut sebagai rahim. Uterus adalah sebuah organ berbentuk buahpir seukuran kepalan tinju. Dindng uterus ini terdiri dari endometrium, miometrium, danperimetrium. Uterus terdiri dari darah diperkaya jaringan yang meluruh setiap bulanselama siklus menstruasi. Otot-otot yang kuat dari rahim memperluas untukmengakomodasi pertumbuhan janin dan mendorong janin keluar melalui jalan kelahiran.Uterus terletak di pelvis anterior ke rektum dan posterosuperior ke vesika urinaria. Bagian-bagian dari uterus adalah korpus, fundus, dan isthmus. Korpus adalahbagian utama dari uterus. Fundus adalah daerah bulat superior ke pintu masuk dari tabunguterus. Isthmus adalah daerah menyempit antara korpus dan cervix.Pendukung uterus: Mesometrium - bagian dari ligamentum yang luas yang mendukung uterus di bagian lateral. 17
  17. 17. Ligamen serviks lateral - memperpanjang dari bagian serviks dan unggul dari vagina pada dinding lateral panggul Ligamen uterosakral (kardinal) – sepasang ligamen yang menahan rahim ke sakrum Round ligaments - mengikat dinding anterior ke labia majora Dinding uterus terdiri dari tiga lapisan, yaitu perimetrium, miometrium, danendometrium. Perimetrium adalah lapisan serosa terluar; peritoneum visceral. Miometriumadalah lapisan tengah yang terdiri dari otot polos. Endometrium adalah lapisan mukosadari cavitas uterina. A. Endometrium Endometrium memiliki banyak kelenjar rahim yang berubah sepanjang perubahan ketebalan endometrium. Bagian dari endometrium adalah stratum fungsional dan stratum basalis. Stratum fungsional: Mengalami perubahan siklik dalam menanggapi hormon ovarium Stratum fungsional adalah gudang saat menstruasi. Stratum basalis: Membentuk bagian fungsional baru setelah menstruasi berakhir Tidak merespon hormon ovariumVASKULARISASI Arteri uterina - timbul dari iliacs internal, naik sisi rahim dan mengirim cabang- cabang ke dalam dinding rahim. Arteri arcuata - cabang arteri uterus pada miometrium yang menimbulkan cabang radial. Cabang radial - turun ke endometrium dan memberikan: 1. Arteri spiral ke stratum fungsional. 2. Straight arteries ke stratum basalis. Degenerasi dan regenerasi dari arteri spiral menyebabkan stratum fungsional meluruh saat menstruasi. Vena endometrium yang berdinding tipis dengan pembesaran sinusoidal sesekali. 18
  18. 18. TUBA UTERINA Tuba uterina mempunyai 4 bagian, yaitu infundibulum, ampulla, isthmus, dan parsuterina. Tuba uterina tidak memiliki kontak dengan ovarium dan oosit berovulasidilemparkan ke dalam rongga peritoneal. Mengalahkan silia pada fimbriae menciptakanarus untuk membawa oosit ke dalam tuba uterina. Oosit dibawa ke arah uterus olehperistaltik dan tindakan ciliary. Sel tidak bersilia menjaga oosit dan sperma yang bernutrisidan lembab. Mesosalpinx - peritoneum visceral yang mendukung tuba uterina. OVARIUM Ovarium adalah kelenjar gonad pada wanita atau kelenjar seks. Ovariummengembangkan dan melepas ovum setiap bulannya. Seorang wanita dilahirkan dengansekitar 400.000 telur yang belum matang disebut folikel. Selama hidup seorang wanita,ovarium melepaskan 400–500 folikel matur untuk fertilisasi. Folikel di ovariummenghasilkan hormone seks wanita, yaitu progesterone dan estrogen. Hormon-hormontersebut berfungsi untuk menyiapkan uterus untuk implantasi zigot. 2. HISTOFISIOLOGI ORGAN GENITALIA FEMININA DAN AKSESORIS 2.1. GENITALIA EKSTERNA Genitalia eksterna wanita atau vulva, terdiri atas klitoris, labia minor, labia major,dan beberapa kelenjar yang bermuara ke dalam vestibulum, yakni suatu ruang yang dikelilingi oleh labia minor. 19
  19. 19. Urethra dan duktus kelenjar vestibularis bermuara ke dalam vestibulum. Keduaglandula vestibularis major, atau kelenjar Bartholini, terletak di kedua sisi vestibulum.Kelenjar ini homolog dengan kelenjar bulbouretra pada pria. Wanita sering mengalamiperadangan pada kelenjar ini dan pembentukan krista yang sangat nyeri. Terdapat sebaranglandula vestibularis minor yang lebih banyak, yang lebih sering ditemukan di sekitarurethra dan klitoris. Semua glandula vestibularis menyekresikan mukus. Asal klitoris dan penis homolog secara embriologis dan struktur histology. Klitorisdibentuk oleh 2 badan erektil yang berakhir pada glans klitoris rudimenter dan sebuahprepusium. Klitoris dilapisi epitel gepeng berlapis. Labia minor merupakan lipatan kulit dengan jaringan ikat mirip spons di bagianpusat, dengan serat-serat elastin. Epitel gepeng berlapis yang membungkusnya memilikilapisan tipis sel berlapis tanduk pada permukaannya. Kelenjar sebasea dan kelenjarsudorifera terdapat pada permukaan dalam dan luar labia minor. Labia major merupakan lipatan kulit yang mengandung banyak jaringan lemak danlapisan tipis otot polos. Permukaan dalamnya memiliki struktur histologi yang serupadengan struktur labia minor. Permukaan luarnya ditutupi kulit dengan rambut kasar dankeriting. Kelenjar sebasea dan kelenjar keringat banyak terdapat pada keduapermukaannya. Genitalia eksterna disuplai banyak ujung syaraf sensorik taktil, termasuk badanMeissner dan badan Paccini, yang berperan pada fisiologi rangsangan seksual. 2.2. OVARIUM Ovarium merupakan struktur berbentuk buah kenari dengan panjang sekitar 3 cm,lebar 1,5 cm, dan tebal 1 cm. Permukaannya ditutupi epitel selapis gepeng atau selapiskuboid, yaitu epitel germinativum. Di bawah epitel germinativum terdapat selapis jaringanikaat padat, yakni tunika albugenia, yang menyebabkan warna ovarium menjadi keputihan. Di bawah tunika albugenia terdapat daerah korteks, yang terutama ditempati folikelovarium dengan oositnya. Folikel ini terbenam dalam jaringan ikat (stroma) di daerahkorteks. Stroma ini terdiri atas fibroblast berbentuk kumparan khas yang merespon denganberbagai cara terhadap rangsangan hormone dari fibroblast organ lain. Bagian terdalam 20
  20. 20. ovarium adalah daerah medulla, dengan anyaman vaskular luas di dalam jaringan ikatlonggar. Tidak ada batas tegas antara daerah korteks dengan medulla. Cortex Medulla 1. CORTEX OVARIIStroma (interstitial compartment): Jaringan ikat collagenous Sel interstitial (sel stroma seperti fibroblast) Folikel ovarii 1. Folikel primordial 2. Folikel primer 3. Folikel sekunder 4. Folikel D’graafianFOLIKEL OVARIUM 21
  21. 21. Sebuah folikel ovarium terdiri atas sebuah oosit yang dikelilingi oleh satu ataulebih sel folikel, atau sel granulosa. Folikel yang terbentuk selama kehidupan janin-folikelprimordial-terdiri atas sebuah oosit primer yang dibungkus selapis sel folikel gepeng.Folikel ini terdapat di lapisan superficial di daerah korteks. Oosit dalam folikel primordialadalah suatu sel bulat berdiameter sekitar 25 μm. Intinya besar dengan anak inti besar. Selini berada dalam tahap profase pertama dari meiosis. Kromosomnya kebanyakan teruraidan tidak terpulas nyata. Organel dalam sitoplasmanya cenderung berkelompok di dekatinti. Terdapat banyak mitokondria, beberapa kompleks Golgi, dan sisterna reticulumendoplasma. Di bawah sel folikel terdapat lamina basalis dan menjadi batas di antarafolikel dan stroma sekitarnya. Sejak pubertas, sekelompok kecil folikel primordial memulai proses harian yangdisebut pertumbuhan folikel. Proses ini meliputi modifikasi oosit, sel granulosa, danfibroblast stroma yang mengelilingi folikel ini. Tidak diketahui mengenai cara pemilihanfolikel khusus dari populasi besar folikel primordial yang ada untuk memasuki tahappertumbuhan.PERKEMBANGAN FOLIKEL 1. Folikel primordial Oosit primer (istirahat pada stadium prophase meiosis I) Selapis sel folikuler pipih 2. Folikel primer unilaminar multilaminar Oosit  activin  proliferatie sel Follicular (unilaminar  multilaminar) Oosit  Zona pellucida: glycoproteins ZP1, ZP2, ZP3, Gap junction Filopodia sel follikel & plasmalemma oosit Sel stroma membentuk theca Theca interna, lapisan selular vascular - Reseptor LH - Androstenedione dalam sel granulosa  estrogen estradiol (enzym aromatase) Theca externa, jaringan ikat fibrosa 3. Folikel sekunder Oosit primer 22
  22. 22. Sel Granulosa (sel follikel), berlapis banyak - Proliferasi bergantung FSH.  cairan follikel (Antrum) - Sintese glycosaminoglycans, proteoglycans, steroid-binding proteins - progesterone , estradiol , inhibin, folliostatin (folliculostatin), dan activin,  mengatur release LH and FSH. - Corona radiata : selapis sel granulosa cells kontak plasmalemma oosit. - Membrana basalis antara sel granulosa dan theca interna .4. Folikel graafian (matur) Diameter 2.5 cm (ovulasi). Sel Granulosa membentuk Cumulus oophorus (Oosit primary, corona radiata) yang terapung dalam cairan folikel. 23
  23. 23. 2. MEDULLA OVARII Jaringan ikat fibroelastik kaya vascular (vasa darah besar, vasa lymphatic, syaraf) Sel interstitial, klaster-klaster kecil sel epitheloid mensekresi estrogen. Sel hilus, kelompok sel epitheloid (konfigurasi dan substansi dalam sitoplasma = sel leydik) mensekresi androgen.OVULASI Proses ovulasi meliputi pecahnya sebagian dinding folikel matang dan pelepasanoosit, yang ditangkap oleh bagian tuba uterina yang melebar. Proses ini berlangsung kira-kira di pertengahan siklus menstruasi, yakni sekitar hari ke-14 dari satu siklus 28 hari.Pada manusia, biasanya hanya satu oosit yang dibebaskan ovarium selama satu siklus,namun kadang-kadang tidak ada oosit yang dibebaskan sama sekali (siklus amovulatori).Kadang-kadang 2 atau lebih oosit dilepaskan secara serentak, dan bila oosit-oosit tersebutdibuahi, akan terbentuk 2 atau lebih fetus. 24
  24. 24. Ovulasi: Ovum yang dilepaskan (tanda panah) Stimulus untuk ovulasi adalah lonjakan kadar LH yang disekresi hipofisis anteriorsebagai respons terhadap tingginya kadar estrogen dalam sirkulasi, yang dihasilkan folikelyang tumbuh. Dalam beberapa menit setelah peningkatan kadar LH darah, aliran darahmelalui ovarium meningkat dan protein plasma merembes keluar dari kapiler dan venulapascakapiler, yang menimbulkan edema. Terjadi pelepasan prostaglandin, histamine,vasopressin, dan kolagenase setempat. Sel-sel granulosa menghasilkan lebih banyak asamhialuronat dan menjadi longgar. Sebagian kecil daerah dinding folikel menjadi lemahakibat degradasi kolagen tunika albugenia, iskemia, dan kematian sejumlah sel.Kelemahan tersebut, ditambah peningkatan tekanan cairan folikel dan mungkin kontraksisel-sel otot polos, berakibat pecahnya dinding bagian luar folikel dan terjadinya ovulasi.Indikasi akan terjadinya ovulasi adalah munculnya stigma pada permukaan folikel, yaitudaerah pucat dan translusens pada dinding folikel akibat terhentinya aliran darah setempat.KORPUS LUTEUM Setelah ovulasi, sel-sel granulosa dan sel-sel teka interna folikel menyusun dirimembentuk suatu kelenjar endokrin sementara yang disebut korpus luteum, yang terbenamdi daerah korteks. Keluarnya cairan folikel berakibat kolapsnya dinding folikel sehingga dindingmenjadi terlipat. Sejumlah darah mengalir masuk ke rongga folikel dan membeku didalamnya, yang kemudian disusupi oleh jaringan ikat. Jaringan ikat ini, dengan sisabekuan darah yang berangsur-angur menghilang, tetap menempati bagian pusat korpusluteum. 25
  25. 25. Korpus luteum Meskipun sel-sel granulosa tidak membelah setelah ovulasi, sel-sel ini bertambahbesar (diameter20-35 μm). Sel granulosa menempati sekitar 80% dari parenkim korpusluteum dan kini disebut sel lutein granulosa, dengan cirri-ciri sel penghasil-steroid.Hal iniberbeda dengan struktur sel tersebut dalam folikel praovulasi, saat sel granulose tampaksebagai sel penghasil-protein. Sel-sel teka interna juga ikut membentuk korpus luteum dengan menghasilkan sellutein teka. Sel-sel ini memiliki struktur mirip sel lutein granulosa namun lebih kecil (kira-kira berdiameter 15μm) dan terpulas lebih kuat. Sel lutein teka menempati lipatan dindingkorpus luteum. Kapiler darah dan limfe yang terdapat di teka interna kini tumbuh ke dalam korpusluteum dan membentuk jalinan vaskular luas di struktur ini. Reorganisasi folikel setelahovulasi dan perkembangan korpus luteum terjadi akibat rangsangan LH yang dilepaskansebelum ovulasi. Masih dalam pengaruh LH, sel-sel koprus luteum mengubah enzimnyadan mulai menyekresikan progesterone dan estrogen. Nasib korpus luteum ditentukan oleh ada tidaknya kehamilan. Setelah dirangsangLH, korpus luteum terprogram untuk bersekresi selama 10-12 hari. Jika tidak adarangsangan hormone lain dan tidak ada kehamilan, sel-sel korpus luteum akanberdegenerasi melalui apoptosis. Setelah korpus luteum berdegenerasi, konsentrasi steroiddarah menurun dan hormone perangsang-folikel dibebaskan, yang akan merangsangpertumbuhan sekelompok folikel lain, dan memulai siklus menstruasi berikutnya. Korpus 26
  26. 26. luteum yang hanya bertahan sebagian dari siklus menstruasi disebut korpus luteummenstruasi. Sisa selnya akan difagositosis oleh makrofag. Fibroblas di dekatnya memasukidaerah ini dan membentuk parut jaringan ikat padat yang disebut korpus albikans (“badanputih”, karena banyaknya kolagen). Jika kehamilan terjadi, mukosa uterus tidak boleh terlepas. Jika hal ini terjadi,embrio yang tertanam akan mati dan kehamilan berakhir dengan aborsi. Suatu sinyaldisampaikan oleh embrio yang berimplantasi ke korpus luteum dengan sel-sel trofoblasyang menyekresikan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin). Kerja HCG serupadengan LH. Jadi, HCG melindungi korpus luteum dari degenerasi, dan menyebabkanpertumbuhan selanjutnya dari kelenjar endokrin, serta merangsang sekresi progesterone(yang akan mempertahankan mukosa uterus selama kehamilan). Selain mempertahankanmukosa uterus, progesterone juga merangsang sekresi kelenjar uterus, yang diduga pentinguntuk nutrisi embrio sebelum berfungsinya plasenta. Korpus inilah yang terkenal sebagaikorpus luteum kehamilan (gravididatis). Korpus tersebut bertahan 4-5 bulan dan kemudianberdegenerasi dan digantikan oleh korpus albikans yang jauh lebih besar daripada korpusalbikans menstruasi.SEL INTERSTISIAL Meskipun sel-sel granulosa dan oosit mengalami degenerasi selama atresia folikel(atresia yaitu sel-sel folikel dan oositnya mati dan dihancurkan oleh sel-sel fagositik), sel-sel teka interna seringkali bertahan dalam kelompok kecil atau terisolasi di stroma korteksdan disebut sel-sel interstitial. Sel interstitial ini ada sejak masa kanak-kanak sampaimenopause, dan aktif menyekresikan steroid, yang dirngsang oleh LH. 2.3. TUBA UTERINA Tuba uterina adalah 2 tabung berotot dengan mobilitas tinggi, dan masing-masingsepanjang lebih kurang 12 cm. Salah satu ujungnya, yaitu infundibulum, terbuka kea rahrongga peritoneum di samping ovarium dan memiliki tepi dengan juluran mirip jari-jariyang disebut fimbriae; ujung yang lain, yakni bagian intramural, menembus dinding uterusdan bermuara ke bagian dalam organ ini. 27
  27. 27. Dinding tuba uterina terdiri atas tiga lapisan: (1) mukosa, (2) lapisan otot tebalyang terdiri atas otot polos sebagai lapisan sirkular atau spiral di dalam dan lapisanlongitudinal diluar, (3) dan serosa yang terdiri atas peritoneum viseral. Mukosa tuba memiliki lipatan panjang yang paling banyak dijumpai di bagianampula. Pada potongan melintang, lumen bagian ampula menyerupai labirin. Lipatan inimakin mengecil pada egmen tuba yang berada lebih dekat ke uterus. Di bagian intramural,lipatan tersebut hanya berupa tonjolan kecil didalam lumen sehingga permukaan dalamnyahampir rata. Mukosa tuba terdiri atas epitel selapis silindris dan lamina propria yang terdiri atasjeringan ikat longgar. Epitelnya mengandung 2 jenis sel: satu dengan silia, yang lainbersifat sekretoris. Silia melecut ke arah uterus, dan menggerakan lapisan tipis cairankental yang menutupi permukaanya. Cairan ini terutama terdiri atas produk sel sekretorisyang tersebar di antara sel-sel bersilia. Saat terjadi ovulasi, oviduk menimbulkan pergerakan aktif. Ujung tuba yang miripcorong (dengan banyak fimbriae) sangat mendekati permukaan ovarium. Hal inimempermudah transpor oosit yang diovulasi ke dalam tuba uterina. Dengan bantuan gerakperistaltic otot dan lecutan silia, oosit memasuki infundibulum tuba uterina. Sekret epiteltuba memiliki zat nutrisi dan bersifat protektif bagi oosit. Jika tidak dibuahi, oosit akanbertahan hidup maksimum 24 jam. Sekret juga memudahkan aktivasi (kapasitas)spermatozoa. 28
  28. 28. Fertilisasi biasanya terjadi di ampula dan menghasilkan jumlah diploid kromosomyang khas bagi spesies manusia. Fertilisasi juga berguna sebagai stimulus bagi oosit untukmenyelesaikan pembelahan meiosis keduanya. Hanya pada saat inilah, oosit primerbertansformasi menjadi oosit sekunder. Korona radiata biasanya tetap ada ketikaspermatozoa membuahi oosit; lapisan ini bertahan untuk beberapa waktu sewaktu oositmelalui tuba uterina. Bila pembuahan tidak terjadi, oosit akan mengalami autolysis didalam tuba uterine tanpa menyelesaikan pembelahan meiosis keduanya. Begitu dibuahi, oosti tumbuh, yang kini dinamai zigot, mulai membelah dandiangkut ke uterus, suatu proses yang berlangsung sekitar 5 hari. Gerakan lapisan tipispenutup mukosa tuba, bersama kontraksi lapisan ototnya, membantu mengangkut oositatau hasil konsepsi ke arah uterus. Gerakan ini juga menghalangi perpindahanmikroorganisme dari uterus ke rongga peritoneum. Akan tetapi, transpor oosit atau hasilkonsepsi ke uterus pada wanita dengan sindrom silia immotile dapat berjalan normal, yangmenunjukan bahwa aktivitas silia tidak esensial untuk proses transpor. 2.4. UTERUS Uterus adalah organ berbentuk pir yang terdiri atas suatu badan (korpus), yangterletak di atas penyempitan rongga uterus (orifisium internum uteri), dan suatu struktursilindris di bawah, yakni serviks, yang terletak di bawah orifisium internum uteri. Bagianmirip kubah di korpus uteri disebut fundus. Dinding uterus relative tebal dan terdiri atas tiga lapisan. Bergantung pada bagianuterus, lapisan serosa (jaringan ikat dan mesotel) atau adventisia (jaringan ikat) dapatdijumpai di bagian luarnya. Lapisan uterus yang lainnya adalah miometrium, yakni suatulapisan otot polos tebal, dan endometrium, atau mukosa uterus.Miometrium Ukuran sel dalam miometrium tergantung esterogen yang disekresi ovarium.Panjang sel otot polos bervariasi dari 40-90 mikrometer pada fase siklus menstruasi yangberbeda, dengan serat yang memendek segera setelah menstruasi. Pada keadaan tidakadanya esterogen, otot polos uterus mengalami atrofi. Kadar tinggi hormon yang disekresiselama kehamilan menyebabkan panjang serat meningkat 10 kali lipat dan volume uteruskeseluruhan meningkat 24 kali lipat. 29
  29. 29. Pada uterus yang tidak dalam keadaan hamil terdapat kontraksi dangkal intermitenyang disertai oleh semua sensasi subjektif. Kontraksi yang lebih kuat terjadi selamastimulasi seksual dan selama menstruasi, menyebabkan nyeri abdominal menyerupaikeram. Aktivitas kontraktil miometrium spontan berkurang selama kehamilan. Hal tersebutdihambat oleh progesteron yang disekresi korpus luteum pada kehamilan dan bahwakontraksi uterus pada saat melahirkan dimulai dengan mengurangi inhibisi ini. Produksi esterogen yang meningkat oleh plasenta dan aktivitas kelenjar adrenalfetal untuk melepaskan hormon kortikopik tampaknya terlibat dan menyebabkan produksiprostaglandin pada membran fetal dan miometrium yg memulai kontraksi uterus. Gambar: miometrium dan endometriumEndometrium Endometrium adalah istilah deskriptif untuk mukosa yang melapisi rongga uterus.Tebalnya sekitar 4-5 mm, pada puncak perkembangannya, dan terdiri dari epitel kolumnarselapis. Fungsi utama endometrium adalah mempersiapkan resepsi blastokista, untukberperan dalam implantasi dan nutrisinnya dan untuk membentuk bagian dari maternalplasenta. Dari pubertas sampai menopause, endometrium melalui perubahan siklusbulanan pada strukturnya, pada respon terhadap kadar hormon ovarium melalui darahyang berfluktuasi. Pada akhir setiap siklus, tidak ada ovum yang di buahi , bagian 30
  30. 30. ketebalan endometrium mengelupas, disertai ekstravassasi darah dari pembuluh darah padastromanya. Produk perubahan degeneratif ini tampak sebagai aliran menstrual, yangberlangsung selama 3-5 hari. Terdapat 2 zona dalam endometrium yaitu lapisan fungsional yang dipengaruhioleh hormon progesteron dan esterogen, tebal dan terletak pada permukaan , bagian iniyang akan terkelupas saat terjadi menstruasi . bagian ini terdiri atas lapisan kompactumdan lapisan spongiosum. Lapisan ke dua yakni lapisan basale . lapisan basal ini tipis danbersifat regeneratif . lapisan ini memiliki pasokan arteri sendiri.Plasenta Plasenta adalah organ sementara dan merupakan tempat berlangsungnya pertukaranfisiologis antara ibu dan fetus. Organ ini terdiri atas bagian fetus (korion) dan bagianmaternal (desidua basalis). Jadi, plasenta terdiri atas sel-sel yang berasal dari dua individuyang berbeda secara genetik. Desidua basalis menyuplai darah arteri maternal ke, dan menerima darah vena dari,celah-celah yang berada di dalam plasenta. Plasenta juga merupakan organ endokrin, yangmenghasilkan hormone seperti HCG, tirotropin korionik, kortikotropin korionik, estrogen,dan progesterone. Organ tersebut juga menyekresi suatu hormone protein yang disebutsomatomamotropin korionik manusia, yang mempunyai aktivitas laktogenik danmerangsang pertumbuhan.Serviks Uteri Serviks adalah bagian bawah uterus yang silindris dan struktur histologinyaberbeda dari bagian lain uterus. Lapisannya terdiri atas epitel selapis silindris penghasil-mukus. Serviks memiliki sedikit serabut otot polos dan terutama (85%) terdiri atas jaringanikat padat. Bagian luar serviks yang menonjol ke dalam lumen vagina dilapisi epitelgepeng berlapis. Mukosa serviks mengandung kelenjar serviks berisi mucus, yang banyakbercabang. Mukosanya tidak banyak berubah selama siklus menstruasi dan tidak terlepasselama menstruasi. Selama kehamilan, kelenjar mucus serviks berproliferasi danmenyekresi lebih banyak mucus yang lebih kental. 31
  31. 31. Sekret serviks berperan penting pada pembuahan oosit. Saat ovulasi terjadi, secretmukosanya menjadi encer dan memungkinkan masuknya soerma ke dalam uterus. Padafase luteal atau selama kehamilan, kadar progesterone mengubah sekret mukosa sehinggamenjadi lebih kental dan mencegah masuknya sperma berserta mikroorganisme ke dalamkorpus uterus. Pelebaran serviks yang mendahului kelahiran disebabkan oleh kolagenolisishebat, yang memudahkan perlunakannya. 2.5. VAGINA Dinding vagina tidak memiliki kelenjar dan terdiri atas tiga lapisan: mukosa,lapisan muskularis, dan adventitia. Mukus yang terdapat di dalam lumen vagina berasaldari kelenjar serviks uterus. Epitel mukosa vagina seorang wanita dewasa merupakan epitel berlapis gepengdengan ketebalan 150-200 μm. Sel-selnya dapat mengandung sedikit keratohialin. Akantetapi, keratinisasi hebat yang mengubah sel-sel menjadi lempeng-lempeng keratin sepertipada epitel berlapis tanduk, tidak terjadi di vagina. Dalam pengaruh estrogen, epitel vaginamenyintesis dan mengumpulkan banyak glikogen, yang ditimbun di lumen vagina bila sel-sel vagina terlepas. Bakteri dalam vagina memetabolisme glikogen dan membentuk asamlaktat, yang menyebabkan rendahnya pH dalam vagina. Lingkungan asam vagina inimenciptakan lingkungan yang protektif terhadap beberapa mikroorganisme pathogen. Lamina propria mukosa vagina terdiri atas jaringan ikat longgar dengan banyakserat elastin. Di antara sel-sel yang ada, terdapat cukup banyak limfosit dan neutrofil.Selama fase tertentu dari siklus menstuasi, kedua jenis sel leukosit ini menerobos epiteldan masuk ke dalam lumen vagina. Mukosa vagina sebenarnya tidak memiliki ujungsyaraf bebas yang ada agaknya merupakan serabut nyeri. Lapisan otot di vagina terutama terdiri atas berkas otot polos memanjang. Terdapatbeberapa berkas otot sirkular, khususnya di lapisan terdalam (yang bersebelahan denganmukosa). Di luar lapisan otot, selapis jaringan ikat padat, yaitu adventisia, yang kaya akanserat elastin tebal, menyatukan vagina dengan jaringan sekitar. Vagina yang sangat lenturitu disebabkan banyaknya serat elastin di jaringan ikat dindingnya. Di jaringan ikat initerdapat sejumlah besar pleksus vena, berkas syaraf, dan kelompok sel saraf. 32
  32. 32. 2.6. GLANDULA MAMMAE Kelenjar Mammae yang tidak aktif ditandai oleh banyaknya jaringan ikat dansedikit unsur kelenjar. Lobulus kelenjar terdiri dari tubulus kecil atau duktus intralobularisyang dilapisi oleh epitel kuboid atau kolumnar rendah. Di dasar epitel adalah sel mioepitelkontraktil. Duktus interlobularis yang besar mengelilingi lobules dan duktus intralobularis.Duktus intralobularis dikelilingi oleh jaringan ikat longgar intralobularis yangmengandung fibroblast, limfosit, sel plasma, dan eosinofil. Lobulus dikelilingi olehjaringan ikat padat interlobularis yang mengandung pembuluh darah, venula, dan arteriol.Kelenjar mammae terdiri dari 15-20 lobus, yang masing-masing adalah kelenjar campurantubuloalveolar. Setiap lobus dipisahkan oleh jaringan ikat padat interlobaris. Duktuslaktiferus muncul dari setiap lobus di permukaan papilla mamma. Kelenjar mammae selama proliferasi dan kehamilan awal mengalami banyakperubahan structural. Selama paruh pertama kehamilan, duktus intralobularis mengalamiproliferasi yang cepat dan membentuk terminal bud yang berdiferensiasi menjadi alveoli.Pada tahap ini, kebanyakan alveoli kosong dan sulit dibedakan antara duktus ekskretoriusintralobularis kecil dan alveoli. Duktus ekskretorius intralobularis tampak lebih teraturdengan lapisan epitel yang lebih jelas. Duktus ekskretorius intralobularis dan alveolidilapisi oleh dua lapisan sel, epitel luminal dan lapisan basal sel mioepitel gepeng.Jaringan ikat longgar intralobularis mengelilingi alveoli dan duktus. Jaringan ikat yanglebih padat dengan sel adipose mengelilingi masing-masing lobules dan membentukseptum jaringan ikat interlobularis. Duktus ekskretorius interlobularis, dilapisi oleh selkolumnar tinggi, berjalan di septum jaringan ikat interlobularis untuk menyatu dengan 33
  33. 33. duktus laktiferus lebih besar yang biasanya dilapisi oleh epitel bertingkat semu silindrispendek. Setiap duktus laktiferus mengumpulkan produk sekretorik dari lobus danmengangkutnya ke papilla mamma. 3. ANATOMI ORGAN GENITALIA MASKULINA Organa genitalia masculina selain berfungsi memproduksi spermatozoa danhormon juga dipakai untuk mengalirkan urine keluar melalui urethra. Dibagi menjadiorgana genitalis masculina interna dan organa genitalia masculina externa. Organagenitalia masculina interna terdiri dari : 1. Testis 2. Epididymis 3. Ductus deferens 4. Vesicula seminalis 5. Funiculus spermaticus 6. Prostata 7. Glandula bulbourethralis.Organa genitalia masculina externa terdiri atas : 1. Penis 2. Urethra masculina 3. Scrotum TESTIS 34
  34. 34. Testis terletak di scrotum. Ukuran testis pada orang dewasa adalah panjang 4 cm,anterior-posterior 3 cm dan lebar 2,5 cm, berbentuk ovoid dengan volume 15-25 ml danberat 10-14 gram. Setiap testis mempunyai facies medialis dan facies lateralis yangberbentuk konveks, bertemu di bagian anterior dan posterior membentuk margo anteriordan margo posterior yang juga berbentuk konveks bulat. Ujung-ujungnya berbentuk bulatdan disebut extremitas superior dan extremitas inferior.Testis mempunyai capsula yang terdiri atas tiga lembar lapisan, dan superficial keprofunda, yakni : 1. Tunica vaginalis, merupakan bagian dari peritoneum, terdiri dari lamina parietalis dan lamina visceralis. 2. Tunica albuginea, dibentuk oleh jaringan ikat, berwarna putih. Dibungkus oleh tunica vaginalis, kecuali permukaan testis yang ditempati oleh epididymis. Di bagian dorsal tunica albuginea menebal, membentuk mediatinum testis (corpus Highmori ). 3. Tunica vasculosa, dibentuk oleh anyaman pembuluh darah dan jaringan Ikat. Gambar 1 . Struktur testis dan sekitarnya. Dari mediatinum testis terdapat beberapa septula testis ke arah tunica albuginea,membagi testis kedalam 250 buah rongga-rongga kecil (lobuli testis). Di dalam setiap 35
  35. 35. rongga tersebut terdapat dua buah tubuli seminiferi contorti atau lebih. Setiap tubuli tadimempunyai ukuran dua feet (60 cm). Ke arah mediatinum testis tubuli tadi salingberhubungan dan berbentuk lurus, disebut tubuli seminiferi recti. Di dalam mediatinumtestis tubuli seminiferi recti mengadakan anastomose membentuk rete testis. Dari retetestis terdapat 6 – 12 buah ductuli efferentes testis yang mengadakan hubungan denganepididymis. Di dalam tubulus seminiferus terdapat sel-sel spermatogonia dan sel sertoli,sedangkan di antara tubuli seminiferi terdapat sel-sel Leydig. Sel-sel spermatogonium danproses spermatogenesis menjadi spermatozoa. Sel-sel sertoli berfungsi memberi makandan bakal sperma, sedangkan sel-sel Leydig atau disebut sel-sel interstisial testis berfungsidalam menghasilkan hormone testosteron. Sel-sel spermatozoa yang diproduksi di tubuliseminiferi testis disimpan dan mengalami pematangan/maturasi di epididimis dan vasdeferens disalurkan menuju ke ampula vas deferens. Sel-sel setelah bercampur dengancairan-cairan dari epididimis, vas deferens, vesikula seminalis, serta cairan prostatemembentuk cairan semen (mani). VaskularisasiTestis mendapat darah dari beberapa cabang arteri, yaitu : 1. Arteri spermatika interna, yang merupakan cabang dari aorta. 2. Arteri deferensialis cabang dari arteri vesikalis inferior, dan 3. Arteri kremasterika yang merupakan cabang dari epigastrica. Arteria testicularis memberi beberapa percabangan, menuju ke margo posterior,menembusi tunica albuginea, berjalan mengikuti septula testis menuju ke mediastinumtestis. Arteria testicularis mengadakan anastomose dengan arteria deferentialis dan arteriaspermatica externa, dan bersumber pada aorta abdominalis. Pembuluh-pembuluh venaberjalan ke posterior menuju ke margo posterior, menembusi tunica albuginea danbergabung dengan plexus pampiniformis. Selanjutnya plexus pampiniformis menjadi venatesticularis di dekat anulus inguinalis internus. Vena testicularis dextra bermuara kedalamvena cava inferior, dan vena testicularis sinistra bermuara kedalam vena renalis sinistra. Innervasi Testis dipersarafi oleh serabut-serabut saraf dari plexus nervosus testicularis.Plexus ini dibentuk oleh nervus spinalis thoracalis 6 - 9 dan nervus thoracalis 10 - 12,yang turut mempersarafi dinding abdomen di sekitar umbilicus. Plexus nervosus 36
  36. 36. testicularis juga menerima serabut-serabut saraf yang dipercabangkan oleh nervusgenitofemoralis dan nervus scrotalis posterior. Serabut-serabut saraf sympathiesmembawa komponen vasomotoris. Referred pain (rasa nyeri) pada testis menyebar kedaerah inguinalis dan daerah bagian caudal dinding abdomen. EPIDIDIMIS Epididimis adalah organ yang berupa saluran berkelok-kelok dengan panjang kira-kira 5-6 meter, terdiri atas caput, corpus, dan cauda epididimis. Caput epididymis berada dibagian cranial, corpus epididymis berada di bagian medial dan cauda epididymis berada dibagian caudal. Cauda epididymis melanjutkan diri menjadi ductus deferens, berjalanascendens pada sisi medial epididymis. Caput epididymis dihubungkan oleh ductusefferentes testis dengan testis. Setiap ductuli efferentes testis membentuk lobuli epdidymis.Lobuli ini bersatu membentuk caput epididymis, dan selanjutnya bermuara kedalam ductusepididymidis. Ductus epididymidis membentuk corpus dan cauda epididymidis. Caudaepididymidis berakhir pada ductus deferens. Sel-sel spermatozoa setelah diproduksi didalam testis dialirkan ke epididimis. Di sini spermatozoa mengalami maturasi menjadimotil (dapat bergerak) dan disimpan di dalam cauda epididimis sebelum dialirkan ke vasdeferens. Vaskularisasi Epididymis mendapat suplai darah dari cabang-cabang arteria testicularis dan arterideferensialis. Pembuluh vena bermuara kedalam plexus pampiniformis. Innervasi Diperoleh dari cabang-cabang plexus hypogastricus inferior. VAS DEFEREN / DUKTUS DEFEREN Organ berbentuk tabung kecil dengan panjang 30 – 35 cm, bermula dari caudaepididimis dan berakhir pada duktus ejakulatorius di uretra posterior. Berfungsi sebagaisaluran tempat mengalirkan spermatozoa dari epididimis sampai ke uretra. Berisi fructoseyang memebri nutrisi kepada spermatozoa. Ujung terminal ductus deferens membesar danberkelok-kelok, disebut ampulla ductus deferentis. 37
  37. 37. Dalam perjalanannya menuju duktus ejakulatorius, duktus deferens dibagi dalam beberapabagian, yaitu : 1. Pars tunika vaginalis, 2. Pars skrotalis 3. Pars iguinalis 4. Pars pelvikum, dan 5. Pars ampularis. Vaskularisasi Arteria deferentialis merupakan salah satu cabang dari arteria vesicalis superioryang memberi suplai darah kepada epididymis dan ductus deferens (vas deferens). Arteriadeferentialis mengadakan anastomose dengan arteria testicularis. Ada sebagian dari venabermuara kedalam vena testicularis dan ada sebagian lagi yang menuju ke plexuspampiniformis. Innervasi Kontraksi ductus deferens berada di bawah pengaruh serabut-serabut sarafsympathis. Serabut-serabut parasympathis dibawa oleh nervi erigentes, yang berasal darimedulla spinalis sacralis.Vesicula Seminalis Terletak di dasar vesika urinaria dan di sebelah cranial dari kelenjar prostat. Ada dua buah yang terletak simetris, berada diantara vesica urinaria dan rectum. Berupa kantong dengan ukuran 5-6 cm. Ujung cranial berbentuk bulat, buntu, dan ujung caudal kecil, membentuk ductus excretorius. Volume dari vesicula kira- kira 1,5 – 5 cc. Gambar 12. Struktur vesicula seminalis Di antara kedua vesicula seminalis terdapat kedua ampulla dari ductus deferensyang letaknya saling berdekatan pada linea mediana. Ampulla ductus deferentis bergabung 38
  38. 38. dengan ductus ejaculatorius. Di antara pars caudalis vesicula seminalis dan prostata di satupihak dan rectum di pihak lainnya terdapat penebalan jaringan ikat yang dinamakan fasciaDenonvilliers. Fascia ini adalah modifikasi dari peritoneum. Vesikula seminalismenghasilkan cairan alkaline yang mengandung fruktosa dan choline, yang merupakanbagian dari semen (mani), dan berfungsi memberi nutrisi pada sperma. VaskularisasiSuplai darah diperoleh dari cabang-cabang arteria vesicalis inferior dan arteria vesicalismedia. Pembuluh vena bermuara kedalam plexus venosus vesicoprostaticus. InnervasiVesicula seminalis dipersarafi oleh serabut-serabut sympathis dan para sympathis.Pengosongna vesicula seminalis dipengaruhi oleh persarafan sympathis. FENICULUS SPERMATICUS Dibentuk oleh : 1. Ductus deferens, bersama-sama dengan vasa deferentialis dan serabut-serabut saraf yang menuju ke epididymis; ductus deferens terletak di bagian posterior didalam funiculus spermaticus, dan di dalam canalis inguinalis berada di baian caudal ; 2. Arteria testicularis, terletak di sebelah ventral ductus deferens, bersama-sama dengan serabut-serabut saraf yang menuju ke testis; 3. Plexus pampiniformis, suatu anyaman pembuluh-pembuluh vena yang berasal dari testis, epididymis dan ductus deferens; 4. Pembuluh-pembuluh lymphe; 5. Arteria cremasterica; 6. Ramus genitalis, suatu cabang dari nervus genitofemoralis; 7. Processus vaginalis peritonei. Funiculus spermaticus dibungkus dari superficial ke profunda oleh : 1. Fascia spermatica externa berbentuk tipis, melekat pada crus inferius (anulus inguinalis externus), merupakan lanjutan dari fascia yang menutupi m.obliquus externus abdominis; 2. Fascia cremasterica bersama-sama dengan m.cremaster ; 39
  39. 39. 3. Fascia spermatica interna, tipis, berasal dari fascia transversalis abdominis, berada bersama-sama dengan jaringan extra peritoneal. M.cremaster merupakan myofibril dari m.obliquus internus abdominis. Mendapatvascularisasi dari arteria cremasterica, dan innervasi dari ramus genitalis genitofemoralis.Stimulus di bagian cranial facies medialis region femoris dapat menimbulkan kontraksim.cremaster sehingga testis terangkat, ini yang dinamakan reflex cremaster. Arteriacremasterica (a.spermatica externa) adalah salah satu cabang dari arteria epigastricainferior. Mengadakan anastomose dengan arteria spermatica interna. PROSTAT Terdiri atas kelenjar (50 %) dan jaringan ikat fibromuscular (25 % myofibril ototpolos dan 25 % jaringan ikat), membungkus urethra pars prostatica, dan terbagi atas 5lobus: 1. Lobus anterior, di depan uretra dan tidak mempunyai jaringan kelenjar 2. Lobus medius atau lobus medianus, dianatara urethra dan ductus ejaculatorius dan mengandung kelenjar 3. Lobus posterior, dibelakang urethra dan dibawah ductus ejaculatorius, mengandung kelenjar 4. Lobus prostatae dexter et sinister, mengandung banayk kelennjar. Mempunyai bentuk seperti piramid terbalik dengan basis (basis prostatae)menghadap ke arah collum vesicae dan apex (apex prostatae) yang menghadap ke arahdiaphragma urogenitale. Ukuran prostata adalah tinggi 3 cm, lebar 4 cm dan lebar anterior-posterior sebesar 2,5 cm, dan beratnya sekitar 20 gram. Prostat menghasilkan suatu cairan yang merupakan salah satu komponen daricairan ejakulat (semen). Volume cairan prostate merupakan ± 25% dari seluruh volumeejakulat. Hypertrophi lobus medius dapat menghalangi pengeluaran urine. Vaskularisasi Cabang arteria vesicalis inferior, arteria rectalis superior. Ramus prostaticusmemasuki prostata pada celah antara prostata dengan vesica urinaria. Pembuluh venaberjalan memasuki plexus venosus prostaticus, yang selanjutnya bergabung dengan plexusvenosus vesicalis, kemudian bermuara ke dalam vena iliaca interna. 40
  40. 40. Innervasi Menerima serabut-serabut saraf sympathies dan parasympathis dari plexusnervosus prostaticus. Serabut-serabut parasympathis berasal dari medulla spinalissegmental sacralis. Plexus prostaticus (plexus pelvikus) menerima masukan serabutparasipatis dari korda spinalis S2-4 dan simpatis dari nervus hipogastricus (T10-L2).Stimulasi parasimpatis meningkatkan sekresi kelenjar pada epitel prostate, sedangkanrangsangan simpatis menyebabkan pengeluaran cairan prostate ke dalam uretra posterior,seperti pada saat ejakulasi. GLANDULA BULBOURETHRALIS Kelenjar ini disebut juga glandula Cowperi. Ada 2 buah yang terletak disebelahkiri dan kanan linea mediana, berada didalam spatium perineum profundus, di antara parscaudalis prostata dan bulbus penis. Terletak di sebelah dorsal urethra pars membranacea.Mempunyai diameter 0,5 - 1,5 cm. Dibungkus oleh m.sphincter urethrae membranaceae.Saluran keluar dari kelenjar ini berjalan menembusi fascia inferior diaphragmatisurogenitalis, masuk di bagian caudal urethra pars spongiosa pada dinding posterior.Berfungsi mengeluarkan secret yang belum jelas fungsinya. Mendapat suplai darah daricabang-cabang arteria bulbi penis. PENIS 41
  41. 41. Gambar . potongan melintang penisRadix Penis Radix penis dibentuk oleh tigamassa jaringan erektil yangdinamakan bubus penis dan crus penisdextra dan sinistra. Bulbus penisterletak di garis tengah dan melekatpada permukaan bawah diaphragmaurogenitale. Bulbus penis ditembusoleh urethra dan perukaan luarnyaditutupi oleh musculus spongiosus. Masing – masing crus penis melekat pada pinggir arcus pubicus dan permukaanluarnya ditutupi oleh musculus ischiocavernosus. Bulbus melanjutkan diri ke depansebagai corpus penis dan membentuk corpus spongiosum penis, Di anterior kedua cruspenis saling mendekati di bagian dorsal corpus penis terletak berdampingan membentukcorpus cavernosum penis.Corpus Penis Corpus penis terdiri dari tiga jaringan erektilyang diliputi sarung fascia tubular (fascia buck).Jaringan erektil dibentuk dari dua corporacavernosa penis yang terletak di dorsal (salingberhubungan satu dengan yang lain) dan satu corpusspongiosum penis yang terletak pada permukaanventralnya. Pada bagian distal corpus spongiosum penismelebar membentuk glans penis yang meliputiujung distal corpora cavernosa penis. Pada ujungglans penis terdapat celah muara urethra disebutostium urethrae externum. 42
  42. 42. Preputium penis merupakan lipatan kulit seperti kerudung yang menutupi glanspenis. Preputium dihubungkan dengan glans penis oleh frenulum preputii. Corpus penisdisokong oleh dua buah kondensasi fascia profunda yang berjalan ke bawah dari linea albadan symphysis pubica untuk melekat pada fascia penis. VaskularisasiArteriae: Corpora cavernosa : A. Profunda penis Corpus spongiosum penis: A. Bulbi penisVena: Bermuara ke vena pudenda interna Aliran Limfa Cairan kulit penis dialirkan ke nodi superomedialis dari nodi inguinalessuperficiales. Struktur profunda penis mengalirkan cairan limfanya ke nodi iliaci interni. Innervasi Persarafan berasal dari nervus pudendus dan plexus pelvicus. Penis dipersarafioleh :1. Nervus dorsalis penis2. Ramus profundus nervi perinealis,3. Nervus ilioinguinalis,4. Nervus cavernosus penis (major et minor) Saraf-saraf tersebut di atas berfungsi membawa stimulus sensibel, termasuk rasanyeri dari kulit dan urethra, dan mengontrol circulasi darah penis. 43
  43. 43. SKROTUM Scrotum adalah sebuah kantong yang terbagi menjadi dua bagian oleh septumscroti, ditempati oleh testis, epididymis dan bagian caudal funiculus sparmaticus besertapembungkusnya. Terletak di sebelah caudal dari radix penis dan symphysis osseum pubis.Scrotum dibentuk oleh lapisan-lapisan dari superficial ke profunda, sebagai berikut : 1. Kulit, tipis, mengandung banyak pigmen, sedikit rambut, banyak kelenjar sebacea dan kelenjar keringat. Pada linea mediana terdapat raphe scroti, yang ke arah anterior menjadi raphe penis dan ke arah posterior menjadi raphe perinealis. 2. Tunica dartos, mengandung serabut-serabut otot polos, yang dinamakan m.dartos. lapisan ini melekat pada kulit, tidak mengandung jaringan lemak dan banyak mengadung pembuluh darah. Lapisan ini membentuk septum scroti. 3. Tunica vaginalis, yang merupakan bagian dari peritoneum, turut bersama-sama dengan testis masuk kedalam scrotum. 4. Fascia spermatica externa, suatu lembaran tipis yang membungkus funiculus spermaticus dan testis. Pada anulus inguinalis externus lapisan ini melanjutkan diri dengan fascia yang membungkus m.obliquus externus abdominis. 5. Lamina cremasterica yang terdiri atas fascia cremasterica dan serabut-serabut m.cremaster, mempunyai hubungan dengan m.obliquus internus abdominis bersama dengan fascianya. 44
  44. 44. 6. Fascia spermatica interna, suatu lembaran yang tipis, sukar dipisahkan dari lamina cremasterica, tetapi mudah dilepaskan dan funiculus spermaticus dan testis yang dibungkusnya. Bentuk dan ukuran scrotum bervariasi antar individu, dan berubah menurutkondisi. Pada waktu udara dingin, m.dartos berkontraksi membuat kulit scrotumberkeriput. Sebaliknya pada suhu udara panas kulit scrotum menjadi longgar. Keadaan iniberkaitan dengan fungsi scrotum untuk mempertahankan suhu yang optimal sehinggaproses spermatogenesis dapat berlangsung dengan baik dan sempurna. VaskularisasiAda beberapa arteri yang memberi suplai darah kepada scrotum, sebagai berikut :1. Arteria pudenda externa, memberi vascularisasi ke bagian anterior scrotum.2. Ramus scrotalis arteriae pudendae internae, mensuplai scrotum bagian posterior.3. Cabang-cabang arteria testicularis.4. Cabang-cabang arteria cremasterica. InnervasiScrotum dipersarafi oleh : 1. Nervus ilioinguinalis, mempersarafi scrotum bagian ventral. 2. Ramus genitalis nervi genitofemoralis, juga mempersarafi bagian anterior scrotum. 3. Ramus scrotales mediales et laterales sebagai cabang dari nervus perinealis, mempersarafi scrotum bagian posterior. 4. Ramus perinealis n.cutaneus femoris posterior. 4. HISTOFISIOLOGI ORGAN GENITALIA MASKULINA Sistem reprouksi pria terdiri atas testis, saluran kelamin, kelenjar tambahan, dan penis. Fungsi ganda testis adalah menghasilkan hormon dan spermatozoa. A. Testis 45
  45. 45. Setiap lobulus dihuni oleh 1-4 tubulus seminiferus. Yang terpendamdalam dasar jaringan ikat longgar yang banyak mengandung pembuluh darahdan limfe, saraf, dan sel intestinal (Leydig). Tubulus seminiferus menghasilkansel kelamin pria yaitu spermatozoa, sedangkan sel interstisial menyekresikan 46
  46. 46. androgen testis. Androgen adalah keseluruhan hormon pria yang meliputitestosteron, dihidrotestosteron, dan androstenedion Testis terletak di dalam skrotum. Fungsi skrotum adalah memeliharatestis pada suhu di bawah suhu intraabdomen. Epitel tubulus seminiferus terdiri atas dua jenis sel: sel Sertoli (selpenyokong) dan sel-sel yang membentuk garis keturunan spermatogenik(kaitannya dengan spermatogenesis). Ser sertoli memiliki beberapa fungsi danyang paling utama adalah menunjang, meilindungi, dan mengatur nutrtisispermatozoa yang sedang berkembang. Fungsi lainnya adalah fagositosit,menyekresikan cairan yang berguna untuk mengangut sperma, produksihormon anti-mullerian, dan sawar testis darah. Fungsi testis : 1. Spermatogenesis 2. Produksi androgen Spermatogenesis terjadi dalam tubulus seminiferus. Produksi androgen berlangsung di dalam kantung dari sel khusus yang terdapat di daerah interstitsial antara tubulus. Tubulus seminiferus di kelilingi oleh membrana basalis. Disisi medial membrana basalis terdapat sel progenitor 47
  47. 47. untuk memproduksi sperma. Epitel yang mengandung spermatozoa yangsedang berkembang di sepanjang tubulus disebut sebagai epitelseminiferus atau epitel germinal. Pada potongan melintang testis,spermatozoit dalam tubulus berada dalam berbagai tahapan pematangan.Diantara spermatozoit terdapat sel sertoli. Sel ini berperan secara metabolikdan struktural untuk melindungi serta member nutrisi kepada spermatozoayang sedang berkembang. Terdapat juga sel Leydig yang memiliki fungsiutama lain yakni memproduksi androgen testis. Sel Leydig homologdengan sel teka ovarium. Sel yang paling mudah rusak pada testis adalahspermatogonium. Perubahan degeneratif yang cepat pada spermatogoniumdapat disebabkan oleh radiasi, alkohol,defisiensi makanan, radang lokalserta suhu panas. Spermatogenesis dapat dibagi menjadi 3 fase : 1. Proliferasi mitosis untuk menghasilkan banyak sel 2. Pembelahan meiosis untuk menghasilkan perbedaan genetik 3. Pematangan Fase yang terakhir diatas meliputi remodeling morfologi seluleryang luas dengan tujuan untuk memfasilitasi perpindahan dan penetrasisperma ke oosit didalam saluran reproduksi wanita. Sel stem spermatogonium primitif tetap dorman dalam testis sampaisaat pubertas. Saat pubertas, sel tersebut diaktivasi dan dipelihara dalamlingkaran mitosis pada membrana basalis tubulus seminuferus 48
  48. 48. Mekanisme pembentukkan spermatozoa: 1. Pada saat pubertas spermatogonia membelah secara mitosis menjadi spermatogonia yang lebih banyak. 2. Sebagian spermatogonia (2n) kembali mengalami mitosis sebagian yanglain berkembang menjadi spermatosit primer. 3. Spermatosit primer(2n) mengalami meiosis I menjadi dua buah spermatosit sekunder(n) 4. Tiap-tiap spermatosit sekunder mengalami meiosis II menghasilkan dua buah spermatid (n). sehingga didapatkan empat buah spermatid 5. Tiap-tiap spermatid berkembang menjadi spermatozoa dengan mengalami remodeling sitoplasma yang luar biasa dimana terjadi perkembangan ekor, bagian tengah mitochondria dan akrosom. Proses spermatogenesis berlangsung selama 74 hari, setiap harinyadihasilkan sekitar 300 sel sperma baru.B. Duktus Genitalia Intratestis Duktus genitalia intratestis adalah tubulus rektus, rete testis, dan duktuli eferentes. Duktus-duktus tersebut membawa spermatozoa dan cairan dari 49
  49. 49. tubulus seminiferus ke duktus epididimis. Duktuli eferentes memiliki epitel yang terdiri atas kelompok sel kuboid tak bersilia yang diselingi sel bersilia yang melecut ke arah epididimis. Sel tak berselia mengabsorpsi banyak cairan yang disekresikan oleh tubulus seminiferus. Duktus eferentes berangsur-angsur bergabung membentuk duktus epididimis di epididimis.C. Saluran Keluar Genitalia Saluran keluar genitalia yang mengangkut spermatozoa yang dihasilkan di testis sampai ke meatus penis adalah duktus epididimis, duktus deferens (vas deferens), dan uretra. Duktus epididimis adalah saluran tunggal yang sangat berkelok dengan panjang sekitar 4-6 cm. Bersama dengan jaringan ikat dan pembuluh darah di sekitarnya membentuk bagian badan dan ekor epididimis. Duktus ini dilapisi epitel bertingkat silindris bersilia yang terdiri atas sel-sel basal berbentuk bulat dan sel silindris. Gambar halaman 426. Sel-sel ini ditunjang oleh lamina basalis yang dikelilingi oleh sel otot polos dengan kontraksi peristaltik yang membantu mendorong sperma di sepanjang saluran, dan dikelilingi oleh jaringan ikat longgar dengan banyak kapiler darah. Dari epididimis keluar duktus vas deferens yaitu suatu saluran berdinding otot tebal yang berlanjut dan mencurahkan isinya ke dalam uretra pars prostatika. Kelenjar-kelenjar prostat menghasilkan cairan prostat dan menyimpannya untuk dikeluarkan saat ejakulasi. 50
  50. 50. D. Penis Di sepanjang uretra penis terdapat kelenjar Littre untuk menyekresi lendir. Ereksi penis adalah peristiwa hemodinamik yang dikendalikan input saraf otot arteri dan otot polos pada dinding rongga vaskular dalam penis; dalam keadaan lemas terdapat sangat sedikit aliran darah dalam penis. Keadaan nonereksi dipertahankan oleh tonus intrinsik otot polos penis dan tonus yang diinduksi oleh input simpatis yang terus menerus. Ereksi terjadi bila ransangan vasodilator dari sistem parasimpatis menimbulkan relaksasi pembuluh-pembuluh penis dan otot polos kavernosa. Vasodilatasi juga melibatkan hambatan impuls vasokonstriksi simpatis di jaringan penis. Pembukaan arteri penis dan ruang kavernosa menyebabkan peningkatan aliran darah, pengisian ruang-ruang kavernosa, dan kekakuan penis. Setelah ejakulasi dan orgasme tercapai, aktivitas parasimpatis akan menurun dan penis kembali menjadi lemas.5. ANATOMI PELVIS WANITA Anatomi Panggul Wanita 51
  51. 51. Tulang – tulang panggul terdiri dari Os Coxae, Os Saccrum, dan OsCoccyx. Os Coxae dapat dibagi menjadi Os Ilium, Os Ischium, dan Os Pubis.Tulang – tulang ini satu dengan lainnya berhubungan. Di depan terdapat hubunganantara kedua os pubis kanan dan kiri, disebut symphisis pubis. Dibelakang terdapatartikulasio sacro-iliaca yang menghubungkan os sacrum dengan os ilium. Dibawahterdapat artikulasio sacro-coccyx yang menghubungkan os sacrum dan os coccyx. Pada wanita, di luar kehamilan articulatio ini hanya memungkinkanpergeseran sedikit, tetapi pada kehamilan dan waktu persalinan dapat bergeser lebihjauh dan lebih longgar, Setiap wanita memiliki anatomi panggul yang unik dan berbeda satu samalain. Panggul terdiri atas bagian keras panggul (dibentuk oleh tulang) dan bagianlunak panggul (dibentuk otot, jaringan dan ligamen). Fungsi bagian keras panggulwanita adalah sebagai berikut mempunyai: Pelvis mayor untuk menyangga isi abdomen Pelvis minor untuk membentuk jalan lahir dan tempat alat genetaliaSedangkan fungsi bagian lunak panggul wanita adalah sebagai berikut:  Membentuk lapisan dalan jalan lahir  Menyangga alat genetalia agar tetap dalam posisi normal saat hamil maupun nifas  Saat persalinan, berperan dalam proses kelahiran Secara fungsional, panggul terdiri dari dua bagian yaitu pelvis mayor danpelvis minor. Pelvis mayor adalah bagian pelvis yang terletak diatas linea 52
  52. 52. terminalis, disebut juga dengan false pelvis. Bagian yang terletak dibawah linea terminalis disebut pelvis minor atau true pelvis. Pada ruang yang dibentuk oleh pelvis mayor terdapat organ –organ abdominal, selain itu pelvis mayor merupakan tempat perlekatan otot – otot dan ligamen ke dinding tubuh. Sedangkan pada ruang yang dibentuk oleh pelvis minor terdapat bagian dari kolon, rectum, kandung kemih, dan pada wanita terdapat uterus dan ovarium. Pada ruang pelvis juga kita temui diafragma pelvis yang dibentuk oleh M. Levator Ani dan M. Coccyx. Panggul wanita dan pria juga memiliki perbedaan, seperti: Wanita Pria Ruangnya luas , dangkal Ruangnya sempit, dalam Inlet pelvis oval, outlet bulat Inlet lebih kecil Tulang lebih ringan dan tipis Tulang lebih berat dan tebal Sudut pubis lebih besar Sudut pubis lebih besar Coccygeus lebih fleksibel Coccygeus kurang fleksibel Tuberositas ischium lebih pendek Tuberositas ischium lebih panjangSENDI PELVIS Terdapat 4 sendi pelvis yaitu : - 2 Articulatio Sacroiliaca - Symphisis Pubis - Articulatio Sacrococygea Dalam kehamilan dan persalinan, articulatio ini dapat bergeser sedikit dan lebih longgar.. 1. Articulatio Sacroiliaca · Sebagai penghubung antara Os Sacrum dengan Os Ilium, memungkinkan gerakan terbatas ke depan dan ke belakang. · Pergeseran yang terlalu lebar pada articulatio ini sering menimbulkan rasa nyeri dibagian persendian. 2. Symphisis Pubis · Terbentuk dari hubungan 2 os pubis. 53
  53. 53. · Merupakan articulatio cartilagenia dan sendi amphiarthrosis yang pergerakan sendinya lebih sedikit. · Longgarnya hubungan symphisis pubis ini dapat menimbulkan simfisiolisis yang terasa sangat nyeri. 3. Articulatio Sacroocygea · Memiliki hubungan dengan os sacrum dan os coccygeus. · Adanya sendi ini memungkinkan os coccygeus tertekan ke belakang pada waktu kepala janin lahir.LIGAMEN-LIGAMEN PELVIS Ligamen yang menghubungkan os sacrum dengan os ilium pada articulatio sacroiliaca merupakan yang terkuat di seluruh tubuh. Ligamen Sacrotuberosum mengikat sacrum dengan tuber ischii, sedang ligamen sacrospinosum menghubungkan sacrum dengan spina ischiadika. Kedua ligamen ini membentuk dinding posterior dari pintu bawah panggul.BAGIAN-BAGIAN PELVIS Secara fungsional panggul terdiri atas 2 bagian yang disebut pelvis mayor dan pelvis minor. 1. Pelvis Mayor : Bagian pelvis di atas linea terminalis, yang tidak banyak kepentingannya dalam obsetri. 2. Pelvis Minor - Dibatasi oleh pintu atas panggul (inlet) dan pintu bawah panggul (outlet). - Pelvis minor berbentuk saluran yang mempunyai sumbu lengkung ke depanPintu atas pelvis (inlet) Merupakan satu bidang yang dibatasi sebelah posterior oleh promontrium, di lateral oleh linea terminalis dan anterior oleh pinggir atas symphisis pubis. Ukuran pintu atas pelvis, yaitu : a. Diameter anteroposterior atau Conjugata Vera yaitu jarak pinggir atas symphisis dengan promontorium diperoleh dengan mengurangi conjugata 54
  54. 54. diagonalis dengan 1,5 cm. tidak dapat diukur secara klinik melalui pemeriksaan fisik. normalnya sekitar 11 cm b. Conjugata diagonalis yaitu jarak bagian bawah symphisis sampai ke promontorium, yang dapat diukur dengan memasukkan jari tengah dan telunjuk ke dalam vagina dan mencoba meraba promontorium. Pada panggul normal promontorium tidak teraba dengan jari yang panjangya sekitar 11-12 cm. c. Diameter tranversa adalah jarak terjauh garis lintang (kiri ke kanan) pintu atas panggul, biasanya sekitar 12,5 - 13 cm. d. Diameter Oblikua, yaitu garis yang dibuat antara persilangan conjugata vera dengan diameter tranversa ke articulatio sacroiliaca yang panjangnya sekitar 13 cm. atau dari sakroilliaca sampai ke tonjolan pektineal sisi kontralateralnyaRuang Pelvis Merupakan saluran di antara pintu atas panggul dan pintu bawah panggul. 55
  55. 55. Dinding anteriornya sekitar 4 cm terdiri atas os pubis dengan symphisisnya Dinding posteriornya dibentuk oleh os sacrum dan os coccygeus, sepanjang kurang lebih 12 cm, Karena itu ruang panggul berbentuk saluran denagn sumbu melengkung ke depan.Pintu bawah pelvis (outlet) Batas atas pintu bawah panngul adalah segitiga spina ischiadika. Jarak antara kedua spina ini disebut diameter bispinosum adalah sekitar 9.5 – 10 cm. Batas bawah pintu bawah panggul berbentuk diamond, di sebelah anterior dibatasi oleh arkus pubis, di lateral oleh tuber ischii, dan di posterior oleh os coccygeus dan ligamen sacrotuberosum. Diameter anteroposterior pintu bawah panggul diukur dari aspeks arkus pubis ke ujung os coccygeus. Ibu bertubuh pendek < 150 cm yang biasanya berkaitan dengan malnutrisi dan terjadinya deformitas panggul merupakan risiko tinggi dalam persalinan, tinggi badan <150 cm berkaitan dengan kemungkinan panggul sempit. 56
  56. 56. Tinggi badan Ibu <145 cm terjadi ketidakseimbangan antara luas panggul dan besar kepala janin. Sebagian besar kasus partus tidak maju disebabkan oleh tulang panggul ibu terlalu sempit sehingga tidak mudah dilintasi kepala bayi waktu bersalin. Proporsi wanita dengan rongga panggul yang sempit menurun dengan meningkatnya tinggi badan, persalinan dapat terhambat yang disebabkan panggul sempit jarang terjadi pada wanita bertubuh tinggi.Kesempitan panggul dibagi sebagai berikut : 1. Kesempitan pintu atas panggul Pintu atas panggul dianggap sempit bila conjugata vera kurang dari 10 cm atau bila diameter transversa kurang dari 12 cm. Pembagian tingkatan panggul sempit 1) tingkat I : CV = 9 – 10 cm = borderline 2) tingkat II : CV = 8 – 9 cm = relatif 3) tingkat III : CV = 6 – 8 cm = ekstrim 4) tingkat IV : CV = 6 cm = mutlak (absolut) 2. Kesempitan bidang tengah panggul Bidang tengah panggul terbentang antara pinggir bawah symphysis dan spinae ossis ischii dan memotong sacrum kira-kira pada pertemuan ruas sacral ke 4 dan ke 5. Terjadi bila diameter interspinorum 9 cm. Kesempitan midpelvis hanya dapat dipastikan dengan rontgen pelvinometri. 3. Kesempitan pintu bawah panggul Pintu bawah panggul dikatakan sempit bila diameter tranversal dan diameter sagitalis posterior kurang dari 15 cm, maka besar sudut arcus pubis meruncing, besarnya arcus pubis dapat dipergunakan untuk menentukan kesempitan pintu bawah panggul.Pemeriksaan ukuran panggul a. Pelvimetri Klinis 57
  57. 57. pada pemeriksaan klinis pada panggul dapat dilakaku dengan vaginal toucher. hal hal yang perlu diperiksa adalah: a. promontorium b. linea spina ischiadica c. linea innominata d. deiding lateral pelvis dan vagina e. kurva sacrum f. ujung coccygis g. arcus pubis Dari pemeriksaan klinis tersebut akan didapatkan conjugate diagonalis yaitu dengan memasukkan dua jarinya (jari telunjuk dan tengah) menyusuri keatas sampai seluruh permukaan anterior sacrum. dengan menekan pergelangan tangan dengan kuat, promontorium teraba sebagai penonjolan tepi tulang. bagian tangan yang berada pada vagina diangkat sampai menempel pada arcus pubis; titik yang paling dekat dengan dengan jari telunjuk ditandai dan jari ditarik keluar. jarak antara ujung jari tengah dengan titk yang ditandai diukur sebagai conjugate diagonalis Panggul tengah di ukur dengan cara memeriksa spina ischiadika atau tonjolantulang panggul yang teraba menonjol atau tidak. dinilai sempit jika spina sichiadicamenonjol, dinding samping terasa melengkung dan bidang sacrum tidak terlalu konkaf.Dinilai normal jika sudut tulang kemaluan lebih dari 90 derajat dan intertuberosum lebihdari 8 cm 58
  58. 58. b. Pemeriksaan Radiologi/ rontgen. Dilakukan dengan cara memotret panggul ibu, menggunakan alat rontgen. Hasilfoto kemudian dianalisa untuk mengetahui ukuran panggul. Mulai dari pintu atas panggul,pintu tengah panggul, dan pintu bawah panggul. Bentuk-bentuk Panggul Wanita Menurut Caldwell-Moloy ada 4 bentuk panggul : a. Panggul Gynecoid : bentuk panggul ideal, bulat dan merupakan jenis panggul tipikal wanita b. Panggul Android : bentuk PAP seperti segitiga, merupakan jenis jenis panggul tipikal pria c. Panggul Antropoid : bentuk PAP seperti elips, agak lonjong seperti telur d. Panggul Platipeloid : bentuk PAP seperti kacang atau ginjal, picak, menyempit arah muka belakang. 59
  59. 59. 6. KEHAMILAN (PREGNANCY) 1. Kopulasi Kopulasi, yang bisa disebut dengan sanggama atau Making Love bagi orangawam, merupakan suatu proses yang dilakukan oleh dua makhluk hidup yang sejenisdengan menggabungkan atau menyentuhkan alat kelamin satu organisme dengan alatkelamin pasangannya. Kopulasi merupakan proses penting dalam fertilisasi agarmemungkinkan terjadinya proses pembuahan dalam tubuh (betina). Siklus respon seks pria dibagi dalam 4 fase: 1. Fase eksitasi, yang mencakup ereksi dan ransangan seksual 2. Fase plato, ditandai oleh intensifikasi renpons yang lebih menyeluruh, seperti meningkatkan denyut jantung, pernapasan, dan kontraksi otot 3. Fase orgasme, ditandai dengan terjadinya ejakulasi dan kenikmatan fisik 60
  60. 60. 4. Fase resolusi, ditandai dengan kembalinya kondisi genitalia ke keadaan semula sebelum terjadinya ransangan. Tindakan seks pria ditandai dengan terjadinya ereksi dan ejakulasi. Ereksi padapria terjadi karena adanya pembengkakan pembuluh darah pada penis yang diakibatanadanya ransangan seksual pada penis, khususnya pada glans penis. Ketika penismendapatkan ransangan, pusat pembentuk ereksi pada medulla spinalis memberikanstimulus yang memicu peningkatan vasodilatasi pada penis yang arteriolnya dipersarafioleh saraf parasimpatetis. Pada saat yang sama, impuls saraf parasimpatetis mendorongsekresi mukus pelumas dari kelenjar bulbouretra dan kelenjar uretra sebagai persiapankoitus. Penis dapat menjaga kondisi ereksinya dikarenakan aliran darah pada venaterhambat karena terjadi vasodilatasi pada penis. Ejakulasi juga merupakan suatu refleks spinal. Ejakulasi terjadi ketika tingkateksitasi meningkat mencapai puncaknya. Respon ejakulasi dibagi menjadi 4: 1. Emisi, impuls simpatis yang menyebabkan rangkaian kontraksi otot polos di prostat, saluran reproduksi, dan vesikula seminalis. Hal ini menyebabkan keluarnya cairan prostat, reproduksi, dan vesikula seminalis (cairan semen) ke dalam uretra. Selama waktu ini, sfingter pada kandung kemih akan tertutup rapat, sehingga tidak ada urin yang bercampur dengan kumpulan cairan di atas. 2. Ekspulsi, pengisian uretra oleh semen akan mengaktifkan kontraksi otot rangka pada pangkal penis untuk mendorong cairan semen keluar dari penis. 3. Orgasme, terjadi ekspulsi semen disertai oleh denyut ritmik involunter otot panggul dan memuncaki respon tubuh keseluruhan yang naik selama fase-fase sebelumnya. 4. Resolusi, terjadinya impuls vasokontriksi yang menyebabkan aliran darah menuju penis menjadi berkurang dan tubuh mengalami relaksasi dalam. Siklus seks wanita hampir serupa seperti pada pria. Fase eksitasi dimulai ketikawanita mendapatkan ransangan fisik maupun psikologis. Ransangan fisik wanita terdapatpada klitoris dan daerah perineum sekitar. Ransangan ini memicu reflek spinal yangmenyebabkan vasodilatasi ke seluruh vagina dan genitalia eksterna, khususnya klitoris.Vasokongesti pada kapiler vagine menyebabkan memaksa cairan keluar dari pembuluhdarah menuju lumen vagina, sehingga vagina terlubrikasi. Selama fase ini, puting payudaramenjadi membengkak dan payudara naik. 61
  61. 61. Pada fase plato, keadaan yang dialami pada pria hampir semua dijumpai padawanita. Vasokongesti berlanjut dengan mengurangi kapasitas vagina sehingga vaginamengencang di sekitar penis yang masuk, sehingga meningkatkan sensasi yang dirasakan.Terjadi efek balon atau tentting effect yang disebabkan oleh vasokongesti yangmenyebabkan uterus dan serviks terangkat dan memperbesar dua pertiga vagina. 2. Tahap Kehamilan (Tahapan Perkembangan Embrio) Minggu ke-1: Proses pembentukan antara sperma dan telur yang memberikan informasi kepada tubuh bahwa telah ada calon bayi dalam rahim. Minggu ke-2: Sel-sel mulai berkembang dan terbagi kira-kira dua kali sehari sehingga pada hari yang ke-12 jumlahnya telah bertambah dan membantu blastocyst terpaut pada endometrium Minggu ke-3: Embrio terbentuk sepanjang 0,08 inci / 2 mm. Minggu ke-4: Janin mulai membentuk struktur manusia. Saat ini telah terjadi pembentukan otak dan tulang belakang serta jantung dan aorta (urat besar yang membawa darah ke jantung). Minggu ke-5: Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif. Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan pundi kencing. Minggu ke-6: Terbentuk kepala dan badan. Minggu ke-7: Bentuk bayi semakin jelas. 62
  62. 62. Minggu ke-8: Wajah bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubanghidung, bibir, mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada di bawahmembran kulit yang tipis. Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupunbelum sempurna.Minggu ke-9: Penyempurnaan telinga dan bayi mulai menggerakkan anggotabadan.Minggu ke-10: Payudara bayi perempuan akan sedikit membengkak karena sudahterdapat hormon estrogen dan progesteron.Minggu ke-11: Alat kelamin luar mulai terbentuk tetapi ukurannya masih kecil.Minggu ke-12: Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesarbeberapa millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuktelinga dan kelopak mata.Minggu ke-13: Kepala bayi membesar dengan lebih cepat daripada yang lain.Badannya juga semakin membesar untuk mengejar pembesaran kepala.Minggu ke-14: Detak jantung bayi mulai menguat tetapi kulit bayi belum tebalkarena belum ada lapisan lemak.Minggu ke-15: Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibujari. Kelopak matanya masih tertutup. 63

×