Your SlideShare is downloading. ×
geothermal system
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×

Introducing the official SlideShare app

Stunning, full-screen experience for iPhone and Android

Text the download link to your phone

Standard text messaging rates apply

geothermal system

8,015
views

Published on

copyright from Dr. nenny wiryadi saptadji...

copyright from Dr. nenny wiryadi saptadji...

Published in: Education, Technology, Business

43 Comments
30 Likes
Statistics
Notes
  • greygory20@gmail.com
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • izin minta materi nya bu enny untuk perkuliahan saya..
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Mas sugeng, mohon bisa dibagi materi presentasinya untuk pmebelajaran ke marf_64@yahoo.co.id terima kasih sebelumnya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • selamat siang mas, minta share materinya geothermal sysytemnya mas mas terima akasih
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Mas sugeng, mohon bisa dibagi materi presentasinya untuk pmebelajaran ke mikironi.wijaya82@gmail.com terimak kasih sebelumnya..
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
8,015
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
43
Likes
30
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. Nenny Saptadji/ITB
  • 2. POKOK BAHASAN 1. Terjadinya Sumberdaya Panas Bumi (Geothermal Resources) 2. Jenis-jenis Sumberdaya Panas Bumi 3. Sistim Panas Bumi di Indonesia 4. Sistem Hidrothermal a. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan kandungan fluida b. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan temperatur 5. Model konseptual dari beberapa sistim hidrothermal 1. Model konseptual dari sistim dominasi uap 2. Model konseptual dari sistim dominasi air 6. Informasi reservoir panas bumi yang perlu diketahui 7. Dasar Pengembangan “Teknik Reservoir Panas Bumi” (Development of Geothermal Reservoir Engineering) 8. Tugas ahli panas bumi di bidang teknik reservoirFTTM-ITB/NMS_2008
  • 3. Nenny Saptadji/ITB
  • 4. Nenny Saptadji/ITB
  • 5. Nenny Saptadji/ITB
  • 6. PLATE TECTONICNenny Saptadji/ITB
  • 7. Nenny Saptadji/ITB
  • 8. Arah Pergerakan Plate TectonicNenny Saptadji/ITB
  • 9. Nenny Saptadji/ITB
  • 10. Nenny Saptadji/ITB
  • 11. Kajian Literatutr Subir K. Sanyal: GEOTHERMAL RESOURCE: CHARACTERISTICS, DEVELOPMENT, ASSESSMENT AND MANAGEMENT, Proc. WGC2005FTTM-ITB/NMS_2008
  • 12. Sanyal et.al (2005)FTTM-ITB/NMS_2008
  • 13. Sanyal et.al (2005)FTTM-ITB/NMS_2008
  • 14. Nenny Saptadji/ITB
  • 15. TERJADINYA SISTEM PANAS BUMI Air permukaanNenny Saptadji/ITB
  • 16. GEOTHERMAL SYSTEM Handbook of Geothermal Energy,Editors: Edwards, L.M., Chilingar, G.V. et al., Gulf Publishing Company, 1982, Chapter 9FTTM-ITB/NMS_2008
  • 17. • Area tidak panas (non-thermal area) Gradien temperatur 10-40oC/km • Area panas (thermal area) Area semi thermal Gradien temperatur 70-8OoC/km Area hyperthermal Gradien temperatur sangat tinggiNenny Saptadji/ITB
  • 18. Bila temperatur di permukaan 25oC, Berapakah temperatur pada kedalaman 2000 m apabila: a) Gradien temperatur = 10 oC/km b) Gradien temperatur = 20 oC/km c) Gradien temperatur = 30 oC/km d) Gradien temperatur = 40 oC/km Menuju Lapangan Panas Bumi Awibengkok – Gunung SalakNenny Saptadji/ITB Potret koleksi Willy-Chevron Geothermal Salak L
  • 19. Nenny Saptadji/ITB
  • 20. Bila temperatur di permukaan 25oC, Berapakah temperatur pada kedalaman 2000 m apabila: a) Gradien temperatur = 70 oC/km b) Gradien temperatur = 80 oC/kmNenny Saptadji/ITB Potret koleksi Willy-Chevron Geothermal Salak L
  • 21. Nenny Saptadji/ITB
  • 22. Nenny Saptadji/ITB
  • 23. Satu fasa – cair(Compressed Liquid)
  • 24. JAWABAN ….
  • 25. Sumur TPB-2 Temp & Tekanan DEPT H TEKANAN TEMP 0 50 100 150 200 250NO (m) (bar abs) (deg.C) 01 0 37 37.02 200 56 55.8 5003 400 65 65.04 600 80 80.55 800 90 90.5 Depth 10006 1000 110 111.27 1200 128 130.18 1300 139 140.7 15009 1400 146 147.810 1500 155 157.2 200011 1600 164 166.112 1700 172 175.113 1800 178 181.2 250014 1900 187 190.4 Tekanan Temperatur15 2000 198 200.9 JAWABAN ….
  • 26. JAWABAN …….
  • 27. JAWABAN ….
  • 28. Sumur-TPB-1 Sumur-TPB-2 Temp & Tekanan Temp & Tekanan 0 100 200 300 400 0 100 200 300 400 0 0 200 400 500 600Depth 800 Depth 1000 1000 1200 1500 1400 1600 2000 1800 2000 2500 Tekanan Temperatur BPD Tekanan Temperatur BPD
  • 29. Sumur-TPB-3 Sumur-TPB-4 Temp & Tekanan Temp & Tekanan 0 100 200 300 400 0 0 100 200 300 400 0 200 200 400 400 600 600Depth Depth 800 800 1000 1000 1200 1200 1400 1400 1600 1600 1800 1800 Tekanan Temperatur BPD Tekanan Temperatur BPD
  • 30. FTTM-ITB/NMS_2008
  • 31. FTTM-ITB/NMS_2008
  • 32. Nenny Saptadji/ITB
  • 33. Jenis Sistim Panas BumiJenis Reservoir Panas Bumi Reservoir satu fasa air Rotorua - New Zealand Reservoir dominasi air • Wairakei - New Zealand Awibengkok - Gunung Salak, Jawa Barat Lahendong - Sulawesi Utara Reservoir dominasi uap Larderello, Italy The Geyser, USA Kamojang, Jawa Barat Darajat, Jawa Barat
  • 34. Nenny Saptadji/ITB
  • 35. Manifestasi Panas Bumi di Lapangan KamojangNenny Saptadji/ITB
  • 36. Nenny Saptadji/ITB
  • 37. Nama & Jenis Manifestasi Panasbumi di Permukaan ?
  • 38. ANALISA DAN INTERPRETASI DATA KIMIA Geologist dan GeochemistAnalisa Kimia ? Interpretasi Data:  Jenis Reservoir ? Pemetaan  Temperatur Reservoir?  Sumber Air ?  Jenis Batuan Reservoir  Daerah Prospek
  • 39.  4Nenny Saptadji/ITB
  • 40. Mata Air Panas (Hot/Warm Spring) Di lapangan Kamojang Nenny Saptadji/ITBNenny Saptadji/ITB
  • 41. Nenny Saptadji/ITB
  • 42. Nenny Saptadji/ITB Warm Ground, Steaming Ground
  • 43. Nenny Saptadji/ITB
  • 44. Nenny Saptadji/ITB
  • 45. Nenny Saptadji/ITB
  • 46. Nenny Saptadji/ITB
  • 47. Nenny Saptadji/ITB
  • 48. Nenny Saptadji/ITB
  • 49. Nenny Saptadji/ITB
  • 50. Nenny Saptadji/ITB
  • 51. Nenny Saptadji/ITB
  • 52. WaitapoNenny Saptadji/ITB
  • 53. Nenny Saptadji/ITB
  • 54. Nenny Saptadji/ITB
  • 55. Nenny Saptadji/ITB
  • 56. Nenny Saptadji/ITB
  • 57. Nenny Saptadji/ITB
  • 58. Nenny Saptadji/ITB Champagne Pool - NZ
  • 59. Nenny Saptadji/ITB Whakarewarewa
  • 60. Nenny Saptadji/ITB
  • 61. Nenny Saptadji/ITB
  • 62. SISTIM HIDROTHERMALFTTM-ITB/NMS_2008
  • 63. Sistim Hidrothermal Ronadl DiPippo (1st edition 2005, 2nd edition 2008): Geothermal Power Plants: Principles, Applications, Case Studies and Environmental Impactt Five features that are essential for making a hydrothermal geothermal resources. 1. A large heat source 2. A permeable reservoir 3. A supply of water 4. An overlying layer of impervious rock 5. A reliable recharge mechanism.FTTM-ITB/NMS_2008
  • 64. POKOK BAHASAN 1. Terjadinya Sumberdaya Panas Bumi (Geothermal Resources) 2. Jenis-jenis Sumberdaya Panas Bumi 3. Sistim Panas Bumi di Indonesia 4. Sistem Hidrothermal a. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan kandungan fluida b. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan temperatur 5. Model konseptual dari beberapa sistim hidrothermal 1. Model konseptual dari sistim dominasi uap 2. Model konseptual dari sistim dominasi air 6. Informasi reservoir panas bumi yang perlu diketahui 7. Dasar Pengembangan “Teknik Reservoir Panas Bumi” (Development of Geothermal Reservoir Engineering) 8. Tugas ahli panas bumi di bidang teknik reservoirFTTM-ITB/NMS_2008
  • 65. PANAS BUMI INDONESIA ?• Ada tiga lempengan yang berinteraksi di Indonesia, yaitu lempeng Pasifik, lempeng India- Australia dan lempeng Eurasia .• Tumbukan yang terjadi antara ketiga lempeng tektonik tersebut telah memberikan peranan yang sangat penting bagi terbentuknya sumber energi panas bumi di Indonesia. Tumbukan antara lempeng India-Australia di sebelah selatan dan lempeng Eurasia di sebelah utara mengasilkan zona penunjaman (subduksi) di kedalaman 160 - 210 km di bawah Pulau Jawa-Nusatenggara dan di kedalaman sekitar 100 km (Rocks et. al, 1982) di bawah Pulau Sumatera.FTTM-ITB/NMS_2008
  • 66. • Proses magmatisasi di bawah Pulau Sumatera lebih dangkal dibandingkan dengan di bawah Pulau Jawa atau Nusatenggara. Karena perbedaan kedalaman jenis magma yang dihasilkannya berbeda. • Pada kedalaman yang lebih besar jenis magma yang dihasilkan akan lebih bersifat basa dan lebih cair dengan kandungan gas magmatik yang lebih tinggi sehingga menghasilkan erupsi gunung api yang lebih kuat yang pada akhirnya akan menghasilkan endapan vulkanik yang lebih tebal dan terhampar luas. • Oleh karena itu, reservoir panas bumi di Pulau Jawa umumnya lebih dalam dan menempati batuan volkanik, sedangkan reservoir panas bumi di Sumatera terdapat di dalam batuan sedimen dan ditemukan pada kedalaman yang lebih dangkal.FTTM-ITB/NMS_2008
  • 67. PANAS BUMI INDONESIAFTTM-ITB/NMS_2008
  • 68. • Sistim panas bumi di Pulau Sumatera umumnya berkaitan dengan kegiatan gunung api andesitis-riolitis yang disebabkan oleh sumber magma yang bersifat lebih asam dan lebih kental, sedangkan di Pulau Jawa, Nusatenggara dan Sulawesi umumnya berasosiasi dengan kegiatan vulkanik bersifat andesitis-basaltis dengan sumber magma yang lebih cair. • Karakteristik geologi untuk daerah panas bumi di ujung utara Pulau Sulawesi memperlihatkan kesamaan karakteristik dengan di Pulau Jawa. • Akibat dari sistim penunjaman yang berbeda, tekanan atau kompresi yang dihasilkan oleh tumbukan miring (oblique) antara lempeng India-Australia dan lempeng Eurasia menghasilkan sesar regional yang memanjang sepanjang Pulau Sumatera yang merupakan sarana bagi kemunculan sumber-sumber panas bumi yang berkaitan dengan gunung-gunung api muda. Lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa sistim panas bumi di Pulau Sumatera umumnya lebih dikontrol oleh sistim patahan regional yang terkait dengan sistim sesar Sumatera, sedangkan di Jawa sampai Sulawesi, sistim panas buminya lebih dikontrol oleh sistim pensesaran yang bersifat lokal dan oleh sistim depresi kaldera yang terbentuk karena pemindahan masa batuan bawah permukaan pada saat letusan gunung api yang intensif dan ekstensif.FTTM-ITB/NMS_2008
  • 69. Perbedaan Karakteristik Antara Prospek Panas Bumi Di Jawa-Bali Dan Sumatera (Budihardi, 1998) KRITERIA JAWA - BALI SUMATERA Geologi Umum - Litologi Andesitik-Basaltik Riolitik-Andesitik - Ketebalan batuan volkanik Tebal (>2500 m) Tipis (+/-1200 m) - Asosiasi struktur Patahan lokal Patahan regional Sumatera Kaldera depresi dan patahan sekundernya - Manifestasi permukaan Fumarol suhu Fumarol suhu tinggi tinggi, solfatar, dengan steam jet, Solfatar, mud pool, air mata air panas mendidih, panas mendidih, batuan alterasi sangat batuan alterasi intensif dan tersebar luas. intensif dan kurang tersebar luas.FTTM-ITB/NMS_2008
  • 70. • Reservoir panas bumi di Sumatera umumnya menempati batuan sedimen yang telah mengalami beberapa kali deformasi tektonik atau pensesaran setidak-tidaknya sejak Tersier sampai Resen. • Hal ini menyebabkan terbentuknya porositas atau permeabilitas sekunder pada batuan sedimen yang dominan yang pada akhirnya menghasilkan permeabilitas reservoir panas bumi yang besar, lebih besar dibandingkan dengan permeabilitas reservoir pada lapangan-lapangan panas bumi di Pulau Jawa ataupun di Sulawesi.FTTM-ITB/NMS_2008
  • 71. POKOK BAHASAN 1. Terjadinya Sumberdaya Panas Bumi (Geothermal Resources) 2. Jenis-jenis Sumberdaya Panas Bumi 3. Sistim Panas Bumi di Indonesia 4. Sistem Hidrothermal a. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan kandungan fluida b. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan temperatur 5. Model konseptual dari beberapa sistim hidrothermal a. Model konseptual dari sistim dominasi uap b. Model konseptual dari sistim dominasi air 6. Informasi reservoir panas bumi yang perlu diketahui 7. Dasar Pengembangan “Teknik Reservoir Panas Bumi” (Development of Geothermal Reservoir Engineering) 8. Tugas ahli panas bumi di bidang teknik reservoirFTTM-ITB/NMS_2008
  • 72. VAPOUR DOMINATED RESERVOIR Model White et al. (1971) Grant, M.A., Donaldson I.G., Bixley P.F (1982): Geothermal Reservoir Engineering, Academic Press, Chapter-1 and 2FTTM-ITB/NMS_2008
  • 73. Model D’Amore and Truesdell Grant, M.A., Donaldson I.G., Bixley P.F (1982): Geothermal Reservoir Engineering, Academic Press, Chapter-1 and 2FTTM-ITB/NMS_2008
  • 74. Model D’Amore and Truesdell Grant, M.A., Donaldson I.G., Bixley P.F (1982): Geothermal Reservoir Engineering, Academic Press, Chapter-1 and 2FTTM-ITB/NMS_2008
  • 75. CONTOH SISTIM PANAS BUMI Reservoir dominasi uap Larderello, Italy The Geyser, USA Kamojang, Jawa Barat Darajat, Jawa BaratFTTM-ITB/NMS_2008
  • 76. KAMOJANGFTTM-ITB/NMS_2008
  • 77. POKOK BAHASAN 1. Terjadinya Sumberdaya Panas Bumi (Geothermal Resources) 2. Jenis-jenis Sumberdaya Panas Bumi 3. Sistim Panas Bumi di Indonesia 4. Sistem Hidrothermal a. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan kandungan fluida b. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan temperatur 5. Model konseptual dari beberapa sistim hidrothermal a. Model konseptual dari sistim dominasi uap b. Model konseptual dari sistim dominasi air 6. Informasi reservoir panas bumi yang perlu diketahui 7. Dasar Pengembangan “Teknik Reservoir Panas Bumi” (Development of Geothermal Reservoir Engineering) 8. Tugas ahli panas bumi di bidang teknik reservoirFTTM-ITB/NMS_2008
  • 78. MODEL KONSEPTUAL White (1967)FTTM-ITB/NMS_2008
  • 79. Handbook of Geothermal Energy,Editors: Edwards, L.M., Chilingar, G.V. et al., Gulf Publishing Company, 1982, Chapter 9 HOT WATER SYSTEMFTTM-ITB/NMS_2008
  • 80. CONTOH SISTIM PANAS BUMI Jenis Reservoir Panas Bumi Reservoir satu fasa air Rotorua - New Zealand Reservoir dominasi air Wairakei - New Zealand Awibengkok - Gunung Salak, Jawa Barat Lahendong - Sulawesi UtaraFTTM-ITB/NMS_2008
  • 81. Rotorua T = 230-2500
  • 82. Wairakei : sistim dominasi air T= 220-230oC Model Sistim Panasbumi di Lapangan Wairakei (Hochstein, 199?)FTTM-ITB/NMS_2008
  • 83. Model WairakeiFTTM-ITB/NMS_2008
  • 84. MODEL KONSEPTUALFTTM-ITB/NMS_2008
  • 85. Lahendong (from P. Utami et. al., 2006)FTTM-ITB/NMS_2008
  • 86. SibayakFTTM-ITB/NMS_2008
  • 87. POKOK BAHASAN 1. Terjadinya Sumberdaya Panas Bumi (Geothermal Resources) 2. Jenis-jenis Sumberdaya Panas Bumi 3. Sistim Panas Bumi di Indonesia 4. Sistem Hidrothermal a. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan kandungan fluida b. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan temperatur 5. Model konseptual dari beberapa sistim hidrothermal a. Model konseptual dari sistim dominasi uap b. Model konseptual dari sistim dominasi air 6. Informasi reservoir panas bumi yang perlu diketahui 7. Dasar Pengembangan “Teknik Reservoir Panas Bumi” (Development of Geothermal Reservoir Engineering) 8. Tugas ahli panas bumi di bidang teknik reservoirFTTM-ITB/NMS_2008
  • 88. Informasi Handbook of Geothermal Energy,Editors: Edwards, L.M., Chilingar, G.V. et al., Gulf Publishing Company, 1982, Chapter 9FTTM-ITB/NMS_2008
  • 89. Informasi Reservoir yang Penting Diketahui • Jenis Reservoir • Kedalaman Reservoir ? • Zona Produksi? • Ketebalan Reservoir? • Batas Reservoir? • Luas Reservoir? • Tekanan dan Temperatur Reservoir? • Sifat Batuan dan Fluida ?FTTM-ITB/NMS_2008
  • 90. Informasi Reservoir yang Penting Diketahui • Energi panas yang terkandung dalam reservoir? • Energi panas yang dapat diproduksikan? • Energi panas yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik? • Potensi Listrik?FTTM-ITB/NMS_2008
  • 91. Informasi Reservoir yang Penting Diketahui Perubahan Kinerja Selama Reservoir Diproduksikan • Perubahan tekanan dan temperatur • Perubahan laju alir masa • Perubahan kandungan air dalam fluida panas bumiFTTM-ITB/NMS_2008
  • 92. POKOK BAHASAN 1. Terjadinya Sumberdaya Panas Bumi (Geothermal Resources) 2. Jenis-jenis Sumberdaya Panas Bumi 3. Sistim Panas Bumi di Indonesia 4. Sistem Hidrothermal a. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan kandungan fluida b. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan temperatur 5. Model konseptual dari beberapa sistim hidrothermal a. Model konseptual dari sistim dominasi uap b. Model konseptual dari sistim dominasi air 6. Informasi mengenai reservoir panas bumi yang perlu diketahui 7. Dasar Pengembangan “Teknik Reservoir Panas Bumi” (Development of Geothermal Reservoir Engineering) 8. Tugas ahli panas bumi di bidang teknik reservoirFTTM-ITB/NMS_2008
  • 93. Development Of Geothermal Reservoir Engineering Grant, M.A., Donaldson I.G., Bixley P.F (1982): Geothermal Reservoir Engineering, Academic Press, 369 ppFTTM-ITB/NMS_2008
  • 94. Grant, M.A., Donaldson I.G., Bixley P.F (1982): Geothermal Reservoir Engineering, Academic Press, 369 ppFTTM-ITB/NMS_2008
  • 95. POKOK BAHASAN 1. Terjadinya Sumberdaya Panas Bumi (Geothermal Resources) 2. Jenis-jenis Sumberdaya Panas Bumi 3. Sistim Panas Bumi di Indonesia 4. Sistem Hidrothermal a. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan kandungan fluida b. Klasifikasi sistim hidrothermal berdasarkan temperatur 5. Model konseptual dari beberapa sistim hidrothermal a. Model konseptual dari sistim dominasi uap b. Model konseptual dari sistim dominasi air 6. Informasi mengenai reservoir panas bumi yang perlu diketahui 7. Dasar Pengembangan “Teknik Reservoir Panas Bumi” (Development of Geothermal Reservoir Engineering) 8. Tugas ahli panas bumi di bidang teknik reservoirFTTM-ITB/NMS_2008
  • 96. Handbook of Geothermal Energy,Editors: Edwards, L.M., Chilingar, G.V. et al., Gulf Publishing Company, 1982, Chapter 9FTTM-ITB/NMS_2008
  • 97. Handbook of Geothermal Energy,Editors: Edwards, L.M., Chilingar, G.V. et al., Gulf Publishing Company, 1982, Chapter 9FTTM-ITB/NMS_2008
  • 98. RESERVOIR ENGINEERING CONCEPT Handbook of Geothermal Energy,Editors: Edwards, L.M., Chilingar, G.V. et al., Gulf Publishing Company, 1982, Chapter 9FTTM-ITB/NMS_2008
  • 99. Kompetensi Geothermal Reservoir Engineer ?1. Memahami dan dapat menjelaskan karakteristik dari reservoir dominasi uap dan reservoir dominasi air, model konseptual beberapa sistem panas bumi2. Memahami /dapat menjelaskan dan menerapkan dasar-dasar teknik reservoir dengan pendekatan batuan reservoir sebagai merdia berpori, aliran fluida satu fasa, permeabilitas relatif, sifat campuran dua fasa, aliran horizontal dua fasa, aliran vertikal dua fasa, aliran horizontal isotermal (persamaan difusivitas), penyapuan panas yang digunakan untuk merepresentasikan aliran fluida dan panas di dalam reservoir panas bumi.3. Mampu menganalisa data sumur dan hasil survey secara terpadu untuk memperkirakan jenis reservoir, tekanan dan temperatur reservoir, kedalaman zona produktif, serta ampu menggambarkan distribusi temperatur di bawah permukaan, membuat peta kesamaan temperatur, memperkirakan daerah boiling zone, memperkirakan luas areanya. FTTM-ITB/Nenny_2009
  • 100. Kompetensi Geothermal Reservoir Engineer ?4. Mampu memperkirakan menghitung besarnya cadangan/potensi sumur dengan menggunakan metoda heat stored, memahami asumsi yang digunakan dan kelemahannya; memahami kriteria yang digunakan untuk klasifikasi cadangan, memahami konsep simulasi Monte Carlo dan penerapannya dalam perhitungan cadangan.5. Mampu memperkirakan besarnya cadangan/potensi sumur dengan menggunakan metoda lain, antara lain metoda P/Z, metoda kesetimbangan panas dan masa, mengetahui asumsi yang digunakannya dan kelemahannya.6. Mampu menjelaskan tujuan analisa transien tekanan, jenis-jenis pengujian, konsep, peralatan yang digunakan, respons tekanan, serta mampu melakukan analisa data antara lain dari pressure build-up test, drawdown test, interference test. FTTM-ITB/Nenny_2009
  • 101. Kompetensi Geothermal Reservoir Engineer ?7. Memahami metoda untuk memonitor perubahan kinerja reservoir , jenis-jenis pengukuran yang dilakukan, dan mampu menganalisa perubahan tekanan, temperatur reservoir, kinerja sumur terhadap waktu dengan diproduksikan fluida panas bumi dari reservoir.8. Mampu memprediksi kinerja reservoir dengan decline curve analysis, mengetahui asumsi yang digunakan dan kelemahannya.9. Mampu memodelkan reservoir dengan menggunakan simulator yang tersedia dan memprediksi kinerja reservoir dengan berbagai skenario produksi-injeksi10. Mampu bekerja sama dalam managemen reservoir FTTM-ITB/Nenny_2009
  • 102. Kompetensi Geothermal Reservoir Engineer ?• Mempunyai kemampuan mengembangkan dan memutakhirkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Teknik Reservoir Panas Bumi dengan cara menguasai dan memahami, pendekatan, metoda, kaidah ilmiah disertai keterampilan penerapannya;• Mempunyai kemampuan memecahkan permasalahan di bidang Teknik Reservoir Panas Bumi melalui kegiatan penelitian dan pengembangan berdasarkan kaidah ilmiah;• Mempunyai kemampuan mengembangkan kinerja profesionalnya yang ditunjukan dengan ketajaman analisis permasalahan, keserbacukupan tinjauan, kepaduan pemecahan masalah atau profesi yang serupa; FTTM-ITB/Nenny_2009
  • 103. Kompetensi di Bidang:Geothermal Produksi Engineering ?Manajemen dan Ekonomi Pabum? Utilisasi Panas Bumi? FTTM-ITB/Nenny_2009