• Share
  • Email
  • Embed
  • Like
  • Save
  • Private Content
Poros dan Pasak
 

Poros dan Pasak

on

  • 3,945 views

 

Statistics

Views

Total Views
3,945
Views on SlideShare
3,945
Embed Views
0

Actions

Likes
0
Downloads
126
Comments
0

0 Embeds 0

No embeds

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment

    Poros dan Pasak Poros dan Pasak Presentation Transcript

    • Oleh:Mario Stefanus K. (22-2010-001)Venska Stefani (22-2010-003)Julita (22-2010-006) Elemen Mesin Dasar
    • POROS Poros berfungsi untuk meneruskan tenaga melalui putaran mesin. Poros adalah suatu bagian stasioner yang beputar, dimana terpasang elemen-elemen seperti roda gigi (gear), pulley, flywheel, engkol, sprocket dan elemen pemindah lainnya.
    • Macam – macam Poros Poros Transmisi : Poros transmisi mendapat beban puntir murni atau puntir dan lentur. Spindel : Poros transmisi yang relatif pendek, di mana beban utamanya berupa puntiran. Gandar : Gandar tidak mendapat beban puntir, bahkan terkadang tidak boleh berputar. Gandar hanya mendapat beban lentur.
    • Hal-hal Penting dalamPerencanaan Poros1. Kekuatan poros2. Kekakuan poros3. Putaran Kritis4. Korosi5. Bahan Poros
    • Beban pada Poros Poros dengan Beban Puntir Poros transmisi yang mendapat beban puntir
    •  Poros dengan Beban Lentur Murni Biasanya terjadi pada gandar dari kereta tambang dan lengan robot yang tidak dibebani dengan puntiran, melainkan diasumsikan mendapat pembebanan lentur saja. Beban lentur murni pada lengan robot
    •  Poros dengan Beban Puntir dan Lentur  Poros dengan beban puntir dan lentur dapat terjadi pada puli atau roda gigi pada mesin untuk meneruskan daya melalui sabuk, atau rantai.  Dengan demikian poros tersebut mendapat beban puntir dan lentur akibat adanya beban.
    • PASAK Pasak adalah elemen mesin yang dipakai untuk menetapkan bagian-bagian mesin seperti roda gigi, sproket, puli dan kopling pada poros. Pasak berupa sepotong baja lunak (mild steel) yang berfungsi sebagai pengunci.
    • Macam-macam Pasak
    • CONTOH POROS DAN PERHITUNGANNYA
    • POROS KIPAS ANGIN MEJA
    • SPESIFIKASI POROS Poros diambil dari kipas angin meja yang mampu menahan beban puntir dan lentur. Dalam sehari, poros bekerja selama 8 jam dengan tumbukan ringan. Poros buatan dari: Jepang Bahan poros terbuat dari baja karbon konstruksi mesin S30C. Diameter poros: (0.43 ± 0,005) cm = (4,3 ± 0,05) mm Poros meneruskan daya sebesar 24 W. Kecepatan putarnya terbagi menjadi dua jenis: a. Kecepatan 1: 800 rpm. b. Kecepatan 2: 1200 rpm.
    • PERHITUNGAN DIAMETER POROS START 1. P = 0,024 (kW), n1 = 1200 (rpm) 1. Daya yang ditransmisikan: P (kW) Putaran poros n (rpm) 2. fc = 1,0 (daya normal) 2. Faktor koreksi 3. Pd = fc P = 1,0 . 0,024 = 0,024 (kW) 3. Daya rencana Pd (kW)
    • PERHITUNGAN DIAMETER POROS 4. Momen putir Rencana T (kg mm) 4. T = 9,74 x 105 x Pd/n1 = 9,74.105x 0,024/1200 = 19,48 (kg mm) 5. Bahan poros, perlakuan 5. S30C, σB = 48 (kg/mm2) panas, kekuatan tarik σB (kg/mm2) Sf1 = 6,0; Sf2 = 2,0 Apakah poros bertangga atau beralur pasak Faktor keamanan Sf1, Sf2 6. τa = σB / (Sf1 x Sf2) = 48/(6,0 x 2,0) = 4 (kg/mm2)6. Tegangan geser yang diijinkan τa (kg/mm2)
    • PERHITUNGAN DIAMETER POROS 7. Kt = 1,0 (beban dikenakan secara 7. Faktor koreksi untuk momen puntir Kt halus) Faktor lenturan Cb Cb = 1,2 (pemakaian beban lentur kecil) 8. ds = [5,1/τa x Kt Cb T]1/3 = [5,1/4 x1,0 .1,2 .19,48]1/3 8. Diameter poros ds (mm) = 3,1 mm. Diameter poros ds = 4 mm 9. Anggaplah diameter bagian yang 9. Jari – jari filet dari menjadi tempat bantalan adalah poros bertangga r (mm) 4,5 (mm) Ukuran pasak dan alur Jari-jari filet = (4,5 – 4)/2 pasak = 0,5 (mm) Alur pasak 2 x 2 x fillet 0,16
    • PERHITUNGAN DIAMETER POROS 10. Konsentrasi tegangan pada poros10. Faktor konsentrasi tegangan pada bertangga adalah: poros bertangga β, pada pasak α. 0,5/4 = 0,125, 4,5/4 = 1,125, β = 1,14 Konsentrasi tegangan pada poros dengan alur pasak adalah: 0,16/4 = 0,04, α = 2,3 -- α > β 11. Tegangan geser τ (kg/mm2) 11. τ = 5,1T/(ds)3 = 5,1x19,48/43 = 1,55 (kg.mm2) 12. 4 x 2,0/2,3 = 3,48 (kg.mm2) 12. τa.Sf2/(α atau β) 1,55 x 1,2 x 1,0 = 1,86 (kg.mm2) : CbKtτ τa.Sf2/α > CbKtτ --- baik
    • PERHITUNGAN DIAMETER POROS 13. Ds = 4 (mm) 13. Diameter poros ds (mm) S30C Bahan poros, perlakuan panas Jari-jari filet dari poros bertangga Diameter poros: ø 4 x ø4,5 Ukuran pasak dan alur pasak Jari-jari filet 0,5 (mm) Pasak 2 x 2 Alur pasak 2 x 2 x 0,16 KESIMPULAN STOP Jadi, terbukti melalui perhitungan bahwa diameter poros dengan 24 W adalah sekitar ø 4 mm sesuai dengan diameter aktual benda. END