RHIZOPODA
•Musdalifah Aprilah •Herfaida Nadia
X MIIA 6
Pengertian Rhizopoda
Rhizopoda termasuk protista mirip hewan.
Rhizopoda bergerak dan menangkap makanannya dengan
kaki semu (pseudopodia). Tubuh Rhizopoda bersel tunggal
dan bentuk selnya dapat berubah-ubah. Hewan dari filum
ini hidup bebas di air tawar, air laut, atau tempat
berlumpur. Rhizopoda ada yang bersifat parasit pada
manusia dan hewan.
Salah satu hewan yang tergolong filum ini adalah Amoeba
Struktur Rhizopoda
Struktur dan fungsinya
a) Membrane sel atau membrane plasma
Membrane sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi
protoplasma. Sitoplasma dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma.
Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang letaknya berdekatan
dengan membrane plasma dan umumnya ektoplasma merupakan bagian
dalam plasma, umumnya bergranula. Didalam endoplasma terdapat 1 inti, 1
vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola makanan.
b) Inti sel (nucleus)
Berfungsi mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung didalam sel.
c) Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil)
Berfungsi sebagai organ ekskresi sisa makanan. Vakuola kntraktil juga menjaga
agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekanan osmosis disekitarnya.
d) Rongga makanan (vakuola makanan )
Berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicernakan akan
dikleuarkan melalui rongga berdenyut.
Ciri-ciri Rhizopoda
1.Bentuk sel berubah-ubah
2.Sitoplasma terdiri dari endoplasma dan ektoplasma
3.Bersifat heterotrof
4.Mayoritas hidup di air tawar dan air laut, sebagian hidup
di dalam tubuh hewan atau manusia
5.Alat geraknya menggunakan kaki semu (pseudopodia)
6.Ukuran tubuhnya antara 200-300 mikron
7.Menggunakan vakuola makanan sebagai alat
pencernaannnya
8.Berkembang biak secara vegetative dengan membelah diri
9.Makanan diambil secara fagosit
10.Memiliki alat ekskresi berupa vakuola kontraktil
11.Pernafasannya dilakukan melalui difusi keseluruh
permukaan tubuh
Reproduksi
• Rhizopoda berkembang biak secara vegetatif (aseksual)
dengan pembelahan biner, contohnya pada Amoeba
sp. Amoeba dapat berkembang biak dengan
pembelahan biner tanpa melalui tahap-tahap mitosis.
Pembelahan dimulai dari membelahnya inti sel
menjadi dua, lalu diikuti oleh pembelahan sitoplasma.
Pembelahan inti tersebut menimbulkan lekukan yang
sangat dalam yang lama-lama akan putus sehingga
terbentuklah dua sel anak Amoeba yang baru yang
masing-masing mempunyai inti baru dan sitoplasma
yang baru pula. Kedua sel anak ini akan mengalami
pembelahan biner sehingga menjadi empat sel,
delapan sel, enam belas sel, dan seterusnya.
Peranan
• Foraminifera sebagai petunjuk sumber minyak bumi
• Radioplaria sebagai sumber silikat
• Entamoeba gingivalis penyebab rusaknya gusi manusia
• Entamoeba coli menyebabkan diare
• Entamoeba histolista / entamoeba disentriae (penyebab disentir)
• Entamoeba gingivalis, hidup pada gusi dan gigi manusia dengan memakan sisa-sisa
makanan di sela-sela gigi dan dapat menyebabkan kerusakan gigi dan radang gusi
• Entamoeba coli, hidup di dalam organ tubuh yaitu usus besar (kolon), tidak bersifat
parasit yang kadang-kadang dapat menyebabkan diare
• Entamoeba histolytica, hidup parasit di usus manusia yang dapat menyebabkan
penyakit disentri. Organisme ini dapat menyebar melalui air minum, makanan, dan
peralatan makanan yang terkontaminasi protozoa tersebut baik dalam bentuk sista
maupun bentuk sel aktif
• Difflugia, hidup di air tawar dan mengeluarkan lendir yang menyebabkan butir-
butir pasir halus dapat melekat
• Foraminifera, memiliki cangkang dari bahan organik dan kalsium karbonat yang
keras. Foraminifera memiliki cangkang yang merupakan komponen sedimen lautan.
Sekitar 90% Foraminifera telah menjadi fosil dan digunakan sebagai marker
(penanda) umur batuan sedimen dan juga sebagai penunjuk sumber minyak bumi.

Xmia6 rhizopoda

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Rhizopoda Rhizopoda termasukprotista mirip hewan. Rhizopoda bergerak dan menangkap makanannya dengan kaki semu (pseudopodia). Tubuh Rhizopoda bersel tunggal dan bentuk selnya dapat berubah-ubah. Hewan dari filum ini hidup bebas di air tawar, air laut, atau tempat berlumpur. Rhizopoda ada yang bersifat parasit pada manusia dan hewan. Salah satu hewan yang tergolong filum ini adalah Amoeba
  • 3.
  • 4.
    Struktur dan fungsinya a)Membrane sel atau membrane plasma Membrane sel disebut juga plasmalema dan berfungsi melindungi protoplasma. Sitoplasma dibedakan atas ekstoplasma dan endoplasma. Ektoplasma merupakan lapisan luar sitoplasma yang letaknya berdekatan dengan membrane plasma dan umumnya ektoplasma merupakan bagian dalam plasma, umumnya bergranula. Didalam endoplasma terdapat 1 inti, 1 vakuola kontraktil, dan beberapa vakuola makanan. b) Inti sel (nucleus) Berfungsi mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung didalam sel. c) Rongga berdenyut (Vakuola Kontraktil) Berfungsi sebagai organ ekskresi sisa makanan. Vakuola kntraktil juga menjaga agar tekanan osmosis sel selalu lebih tinggi dari tekanan osmosis disekitarnya. d) Rongga makanan (vakuola makanan ) Berfungsi sebagai alat pencernaan. Makanan yang tidak dicernakan akan dikleuarkan melalui rongga berdenyut.
  • 5.
    Ciri-ciri Rhizopoda 1.Bentuk selberubah-ubah 2.Sitoplasma terdiri dari endoplasma dan ektoplasma 3.Bersifat heterotrof 4.Mayoritas hidup di air tawar dan air laut, sebagian hidup di dalam tubuh hewan atau manusia 5.Alat geraknya menggunakan kaki semu (pseudopodia) 6.Ukuran tubuhnya antara 200-300 mikron 7.Menggunakan vakuola makanan sebagai alat pencernaannnya 8.Berkembang biak secara vegetative dengan membelah diri 9.Makanan diambil secara fagosit 10.Memiliki alat ekskresi berupa vakuola kontraktil 11.Pernafasannya dilakukan melalui difusi keseluruh permukaan tubuh
  • 6.
    Reproduksi • Rhizopoda berkembangbiak secara vegetatif (aseksual) dengan pembelahan biner, contohnya pada Amoeba sp. Amoeba dapat berkembang biak dengan pembelahan biner tanpa melalui tahap-tahap mitosis. Pembelahan dimulai dari membelahnya inti sel menjadi dua, lalu diikuti oleh pembelahan sitoplasma. Pembelahan inti tersebut menimbulkan lekukan yang sangat dalam yang lama-lama akan putus sehingga terbentuklah dua sel anak Amoeba yang baru yang masing-masing mempunyai inti baru dan sitoplasma yang baru pula. Kedua sel anak ini akan mengalami pembelahan biner sehingga menjadi empat sel, delapan sel, enam belas sel, dan seterusnya.
  • 8.
    Peranan • Foraminifera sebagaipetunjuk sumber minyak bumi • Radioplaria sebagai sumber silikat • Entamoeba gingivalis penyebab rusaknya gusi manusia • Entamoeba coli menyebabkan diare • Entamoeba histolista / entamoeba disentriae (penyebab disentir) • Entamoeba gingivalis, hidup pada gusi dan gigi manusia dengan memakan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi dan dapat menyebabkan kerusakan gigi dan radang gusi • Entamoeba coli, hidup di dalam organ tubuh yaitu usus besar (kolon), tidak bersifat parasit yang kadang-kadang dapat menyebabkan diare • Entamoeba histolytica, hidup parasit di usus manusia yang dapat menyebabkan penyakit disentri. Organisme ini dapat menyebar melalui air minum, makanan, dan peralatan makanan yang terkontaminasi protozoa tersebut baik dalam bentuk sista maupun bentuk sel aktif • Difflugia, hidup di air tawar dan mengeluarkan lendir yang menyebabkan butir- butir pasir halus dapat melekat • Foraminifera, memiliki cangkang dari bahan organik dan kalsium karbonat yang keras. Foraminifera memiliki cangkang yang merupakan komponen sedimen lautan. Sekitar 90% Foraminifera telah menjadi fosil dan digunakan sebagai marker (penanda) umur batuan sedimen dan juga sebagai penunjuk sumber minyak bumi.