KELOMPOK 7
PHAEOPHYTA
X MIIA 11
-DINA DWI AFFIFAH
- MEISTA ASMALDA
PHAEOPHYTA (ALGA COKLAT)
• Ganggang coklat adalah salah satu ganggang yang tersusun atas zat warna atau pigmentasinya.
Phaeophyta (ganggang coklat) ini berwarna coklat karena mengandung pigmen xantofis. Bentuk
tubuhnya seperti tumbuhan tinggi. Ganggang coklat ini mempunyai talus (tidak ada bagian akar, batang
dan daun), terbesar diantara semua ganggang ukuran tulusnya mulai dari mikroskopik sampai
makroskopik. Ganggang ini juga mempunyai jaringan transportasi air dan makanan yang anolog dengan
transportasi pada tumbuhan darat, kebanyakan bersifat autotrof.
• Tubuhnya selalu berupa talus yang multiseluler yang berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai
semak/pohon yang dapat mencapai beberapa puluh meter, terutama jenis-jenis yang hidup didaerah
beriklim dingin. Sel vegetatif mengandung kloroplas berbentuk bulat panjang, seperti pita, mengandung
klofil serta xantofil.
• Sel vegetatif mengandung khloroplast berbentuk bulat, bulat panjang, seperti pita; mengandung
khlorofil a dan khlorofil c serta beberapa santofil misalnya fukosantin. Cadangan makanan berupa
laminarin dan manitol. Dinding sel mengandung selulose dan asam alginat.
• Sel-sel ganggang hijau mempunyai khloroplas yang berwarna hijau, dan mengandung khlorofil a dan b
serta karetinoid. Pada chloroplas terdapat perenoid. Hasil asimilasi berupa tepung dan lemak, terdiri
dari sel-sel yang merupakan koloni berbentuk benang yang bercabang-cabang, hidupnya ada yang diair
tawar, air laut dan juga pada tanah yang lembab atau yang basah
• Setiap organisme tersusun dari salah satu diantara dua jenis sel yang secara struktural berbeda, sel
prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteri dan arkhea; alga hijau biru yang memiliki sel prokariotik.
Sedangkan protista, tumbuhan, jamur dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik
HABITAT
Alga/ganggang coklat ini umumnya tinggal di laut yang agak
dingin dan sedang, terdampar dipantai, melekat pada batu
batuan dengan alat pelekat (semacam akar). Bila di laut yang
iklimnya sedang dan dingin, talusnya dapat mencapai ukuran
besar dan sangat berbeda bentuknya. Ada yang hidup sebagai
epifit pada talus lain. Tapi ada juga yang hidup sebagai endofit.
PIGMEN
• Pigmen yang terdapat pada ganggang coklat (Chrysophyta) adalah klorofil a, klorofil b,
karoten dan xantofil. (Fukoxantin) yang terdiri dari violaxantin, flavoxantin, a dan
neofukoxontin b, xantofil memberikan kesan warna coklat pada chrysophyta.
• Berdasarkan tipe pergantian keturunan, phaeophyto di bagi dalam 3 golongan, yaitu:
• a) Golongan Isogeneratae
• Golongan isogeneratae yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran keturuan
isomorf. Sporofit dan gametofit mempunyai bentuk dan ukuran yang sama secara
morfologi tetapi sitologinya berbeda.
• Contoh: Ectocarpus
• b) Golongan Heterogenerate
• Golongan heterogenerate yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran
keturunan yang heteromorf. Sporofit dan gametofitnya berbeda secara morfologi
maupun sitologinya.
• Contoh: Laminaria
• c) Golongan Cyelosporae
• Golongan cyelosporae yaitu golongan tumbuhan yang tidak memiliki pergiliran
keturunan.
• Contoh: Fucus
Familia Sargassaceae
• Sargassum terdapat di laut daerah tropik atau subtropik di
belahan bumi bagian selatan. Akan tetapi fragmen yang
terputus terbawa arus melintas laut atlantik ke daerah yang
beriklim dingin di benua Eropa. Jenis-jenis yang banyak sekali
tumbuh di sepanjang pantai Australia, India, Srilangka, Jepang,
China dan Indonesia. Di Jepang Sargassum enerya banyak
dijadikan hiasan dan bahan makanan.
• Talus dari sargassum mempunyai morfologi yang kompleks,
sepintas lalu memberi kesan seakan-akan tubuhnya
mempunyai akar, batang, dan daun pada bagian tangkainya
terdapat banyak cabang-cabang lateral yang menyerupai daun
sering disebut filoid. Di dekat filoid ini terdapat gelembung
udara dan juga reseptakel yang mengandung konseptakel. Daur
hidup bersifat diplontik.
Susunan Sel
• Pada phaeophyta umumnya dapat ditemukan adanya dinding sel yang tersusun
dari tiga macam polimer yaitu selulosa, asam alginat, fukan dan fukoidin. Algin
dari fukoidin lebih kompleks dari selulose dan fukoidin lebih kompleks dari
selulose dan gabungan dan keduanya membentuk fukokoloid. Dinding selnya
juga tersusun atas lapisan luar dan lapisan dalam, lapisan luar yaitu selulosa dan
lapisan dalam yaitu gumi. Tapi kadang-kadang dinding selnya juga mengalami
pengapuran. Inti selnya berinti tunggal yang mana pana pada pangkal berinti
banyak.
• Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan berkembang bebas,
layaknya sel hewan. Namun demikian, hal ini berakibat positif karena dinding-
dinding sel dapat memberikan dukungan, perlindungan dan penyaring (filter)
bagi struktur dan fungsi sel sendiri. Dinding sel mencegah kelebihan air yang
masuk ke dalam sel.Dinding sel terbuat dari berbagai macam komponen,
tergantung golongan organisme. Pada tumbuhan, dinding-dinding sel sebagian
besar terbentuk oleh polimer karbohidrat, hemiselulosa, dan lignin sebagai
penyusun penting). Pada bakteri peptidoglikan (suatu glikoherin) menyusun
dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu,
dinding sel alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana
(gula).
Cadangan Makanan & Alat Gerak
Cadangan makanan pada Phaeophyta berupa laminarin, yaitu sejenis
karbohidrat yang menyerupai dekstrin yang lebih dekat dengan selulose
dari pada zat tepung.selain laminarin juga ditemukan manitol minyak
dan zat-zat lainnya.
Alat gerak pada Phacophyta benepa jlagel yang terletak pada sel-sel
perkembangbiakan dan letaknya lateral. Berjumlah dua yang heterokon
dan terdapat di bagian samping badannya yang berbentuk pir atau
sekoci. Pada waktu bergerak ada yang panjang mempunyai rambut
rambut mengkilat menghadap kemuka dan yang pendek menghadap ke
belakang. Dekat dengan keluarga flogel terhadap bintik mata yang
berwarna kemerah-merahan.
Perkembangbiakan
• Perkembangbiakan pada Phaeophyta dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu:
• Perkembangbiakan secara vegetatif dengan fragmentasi
• Perkembangbiakan secara sporik dengan membentuk spora
• Dilihat dari sporangiumnya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
• a) Pembentukan Unilokuler, dimiliki oleh anggota Phaeophyta yang uniseluler
• Terjadi dari sel terminal dengan cabang pendek yang membesar. Sporangia muda
berbentuk bulat panjang atau bulat telur. Ukurannya lebih kecil dari sel semula. Inti tunggal
mengalami pembelahan meioses kemudian diikuti pembelahan mitosis sehingga dihasilkan
32-64 inti. Selanjutnya terjadilah celah-celah yang membagi proteplas yang berinti satu.
Masing-masing protoplas mengalami metamorfose membentuk zoospora perflagel dua
yang terletak di bagian lateral dengan panjang flagel yang tidak sama. Flagel yang pendek
diarahkan ke belakang, flagel yang panjang diarahkan kedepan.
• b) Pembentukan plurilokuler dimiliki oleh anggota phaeophyta yang multiseluler
• Berasal dari sel terminal yang pendek. Ukurannya relatif besar dan terjadi pembelahan
tranversal secara berulang-ulang yang akhirnya dihasilkan 6-12 sel.pembelahan vertikal
dimulai dari deretan sel bagian tengah dan kemudian terbentuklah kubus yang letaknya
teratur sebanyak 20-40 deretan. Protoplas pada masing-masing sel mengalami
sultamorfosa menjadi zoospora yang memiliki 2 stagel. Diikuti dengan talus yang bersifat
diploid dan terbentuklah sporangia yang bersifat unilokuler dan atau plorilokuler.
Contoh-contoh PHAEPHYTA
• Sargassum binderi (Sonder)
• Nama latin : Sargassum binderi
• Spesifikasi : Batang gepeng (1,5 mm), halus licin, tinggi
mencapai sekitar 60 cm, percabangan “alternate” teratur,
oppsite (kiri-kana). Cabang utama yang pendek (1-2 cm)
diatas holdfast. Daun lonjong, pinggir bergerigi, panjang 5
cm, lebar 1 cm ujung runcing.
• Sebaran : Tubuh pada substrat batu umumnya di daerah
rataan terumbu dekat bagian ujung luar yang terkena
gerakan air relatif lebih kuat dan konstan.
• Potensi : Belum banyak dimanfaatkan, kandungan kimia
sama dengan jenis sargassum lainnya.
• Sargassum Polycystum
• Nama latin : Sargassum Polycystum C.A Argadh
• Spesifikasi : Ciri-ciri umum. Thallia silidris berduri-duri
kecil merapat hodfast membentuk cakram kecil dengan
diatasnya secara karaktersitik terdapat perakaran/stolon
yang rimbun berekspansi ke segala arah. Batang pendek
dengan percabangan utama tumbuh rimbun.
• Sebaran : Algae yang kosmopolitan di daerah tropis hingga
subtropis. Bukan merupakan algae endemic perairan
Indonesia tetapi banyak ditemukan di perairan nusantara
terutama di Kalimatan.
• Potensi : Bisa dimanfaatkan sebagai bahan esktraksi
alginat. Manfaat lainnya belum diketahui. Tidak
dibudidayakan.
• Turbin Conoides (J. Agardh)
• Nama Latin : Turbinaria Conoides (J. Argadh) Kuetzing
• Nama Daerah : Rumput Coklat Corong
• bSpesifikasi : Batang silindris, tegak, kasar, terdapat bekas-
bekas percabangan, Holdfast berupa cakram kecil dengan
terdapat perakaran yang berkspansi radial. Percabangan
berputar sekeliling batang utama. Daun merupakan
kesatuan yang terdiri dari tangkai dan lembaran.
• Sebaran : Umumnya terdapat di daerah rataan terumbu,
menempel pada batu. Tersebar luas di perairan Indonesia.
• Potensi : Algae ini mengandung alginat dan iodin. Potensi
eksport ke Jepang.
Peranan Ganggang Coklat (Phaeophyta)
• Adapun peranan ganggang coklat dalam kehidupan yaitu:
• Ganggang coklat dapat dimanfaatkan dalam industri makanan
• Phaeophyta sebagai sumber alginat banyak dimanfaatkan dalam dunia industri tekstil
untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas bahan industri, kalsium alginat
digunakan dalam pembuatan obat-obatan senyawa alginat juga banyak digunakan
dalam produk susu dan makanan yang dibekukan untuk mencegah pembentukan
kristal es. Dalam industri farmasi, alginat digunakan sebagai bahan pembuat bahan
biomaterial untuk teknik pengobatan.
• Dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung bahan-bahan mineral
seprti potasium dan hormon seperti auxin dan sylokinin yang dapat meningkatkan
daya tumbuh tanaman untuk tumbuh, berbunga dan berbuah.
• Macrocytis Pyrifers menghasilkan iodine (unsur yang dapat digunakan untuk
mencegah penyakit gondok).
• Laminaria, Fucus, Ascophylum dapat menghasilkan asam alginat. Alginat biasanya
digunakan sebagai pengental pada produk makanan (sirup, salad, keju, eskrim) serta
pengentalan dalam industri (lem, tekstil, kertas, tablet antibiotik, pasta gigi) dan
pengentalan produk kecantikan (lotion, krim wajah).
• Macrocytis juga dibuat sebagai makanan suplemen untuk hewan ternak karena kaya
komponen Na, P, N, Ca.
Xmia11 phaeophyta

Xmia11 phaeophyta

  • 1.
    KELOMPOK 7 PHAEOPHYTA X MIIA11 -DINA DWI AFFIFAH - MEISTA ASMALDA
  • 2.
    PHAEOPHYTA (ALGA COKLAT) •Ganggang coklat adalah salah satu ganggang yang tersusun atas zat warna atau pigmentasinya. Phaeophyta (ganggang coklat) ini berwarna coklat karena mengandung pigmen xantofis. Bentuk tubuhnya seperti tumbuhan tinggi. Ganggang coklat ini mempunyai talus (tidak ada bagian akar, batang dan daun), terbesar diantara semua ganggang ukuran tulusnya mulai dari mikroskopik sampai makroskopik. Ganggang ini juga mempunyai jaringan transportasi air dan makanan yang anolog dengan transportasi pada tumbuhan darat, kebanyakan bersifat autotrof. • Tubuhnya selalu berupa talus yang multiseluler yang berbentuk filamen, lembaran atau menyerupai semak/pohon yang dapat mencapai beberapa puluh meter, terutama jenis-jenis yang hidup didaerah beriklim dingin. Sel vegetatif mengandung kloroplas berbentuk bulat panjang, seperti pita, mengandung klofil serta xantofil. • Sel vegetatif mengandung khloroplast berbentuk bulat, bulat panjang, seperti pita; mengandung khlorofil a dan khlorofil c serta beberapa santofil misalnya fukosantin. Cadangan makanan berupa laminarin dan manitol. Dinding sel mengandung selulose dan asam alginat. • Sel-sel ganggang hijau mempunyai khloroplas yang berwarna hijau, dan mengandung khlorofil a dan b serta karetinoid. Pada chloroplas terdapat perenoid. Hasil asimilasi berupa tepung dan lemak, terdiri dari sel-sel yang merupakan koloni berbentuk benang yang bercabang-cabang, hidupnya ada yang diair tawar, air laut dan juga pada tanah yang lembab atau yang basah • Setiap organisme tersusun dari salah satu diantara dua jenis sel yang secara struktural berbeda, sel prokariotik dan sel eukariotik. Hanya bakteri dan arkhea; alga hijau biru yang memiliki sel prokariotik. Sedangkan protista, tumbuhan, jamur dan hewan semuanya mempunyai sel eukariotik
  • 3.
    HABITAT Alga/ganggang coklat iniumumnya tinggal di laut yang agak dingin dan sedang, terdampar dipantai, melekat pada batu batuan dengan alat pelekat (semacam akar). Bila di laut yang iklimnya sedang dan dingin, talusnya dapat mencapai ukuran besar dan sangat berbeda bentuknya. Ada yang hidup sebagai epifit pada talus lain. Tapi ada juga yang hidup sebagai endofit.
  • 4.
    PIGMEN • Pigmen yangterdapat pada ganggang coklat (Chrysophyta) adalah klorofil a, klorofil b, karoten dan xantofil. (Fukoxantin) yang terdiri dari violaxantin, flavoxantin, a dan neofukoxontin b, xantofil memberikan kesan warna coklat pada chrysophyta. • Berdasarkan tipe pergantian keturunan, phaeophyto di bagi dalam 3 golongan, yaitu: • a) Golongan Isogeneratae • Golongan isogeneratae yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran keturuan isomorf. Sporofit dan gametofit mempunyai bentuk dan ukuran yang sama secara morfologi tetapi sitologinya berbeda. • Contoh: Ectocarpus • b) Golongan Heterogenerate • Golongan heterogenerate yaitu golongan tumbuhan yang memiliki pergiliran keturunan yang heteromorf. Sporofit dan gametofitnya berbeda secara morfologi maupun sitologinya. • Contoh: Laminaria • c) Golongan Cyelosporae • Golongan cyelosporae yaitu golongan tumbuhan yang tidak memiliki pergiliran keturunan. • Contoh: Fucus
  • 5.
    Familia Sargassaceae • Sargassumterdapat di laut daerah tropik atau subtropik di belahan bumi bagian selatan. Akan tetapi fragmen yang terputus terbawa arus melintas laut atlantik ke daerah yang beriklim dingin di benua Eropa. Jenis-jenis yang banyak sekali tumbuh di sepanjang pantai Australia, India, Srilangka, Jepang, China dan Indonesia. Di Jepang Sargassum enerya banyak dijadikan hiasan dan bahan makanan. • Talus dari sargassum mempunyai morfologi yang kompleks, sepintas lalu memberi kesan seakan-akan tubuhnya mempunyai akar, batang, dan daun pada bagian tangkainya terdapat banyak cabang-cabang lateral yang menyerupai daun sering disebut filoid. Di dekat filoid ini terdapat gelembung udara dan juga reseptakel yang mengandung konseptakel. Daur hidup bersifat diplontik.
  • 6.
    Susunan Sel • Padaphaeophyta umumnya dapat ditemukan adanya dinding sel yang tersusun dari tiga macam polimer yaitu selulosa, asam alginat, fukan dan fukoidin. Algin dari fukoidin lebih kompleks dari selulose dan fukoidin lebih kompleks dari selulose dan gabungan dan keduanya membentuk fukokoloid. Dinding selnya juga tersusun atas lapisan luar dan lapisan dalam, lapisan luar yaitu selulosa dan lapisan dalam yaitu gumi. Tapi kadang-kadang dinding selnya juga mengalami pengapuran. Inti selnya berinti tunggal yang mana pana pada pangkal berinti banyak. • Dinding sel menyebabkan sel tidak dapat bergerak dan berkembang bebas, layaknya sel hewan. Namun demikian, hal ini berakibat positif karena dinding- dinding sel dapat memberikan dukungan, perlindungan dan penyaring (filter) bagi struktur dan fungsi sel sendiri. Dinding sel mencegah kelebihan air yang masuk ke dalam sel.Dinding sel terbuat dari berbagai macam komponen, tergantung golongan organisme. Pada tumbuhan, dinding-dinding sel sebagian besar terbentuk oleh polimer karbohidrat, hemiselulosa, dan lignin sebagai penyusun penting). Pada bakteri peptidoglikan (suatu glikoherin) menyusun dinding sel. Fungi memiliki dinding sel yang terbentuk dari kitin. Sementara itu, dinding sel alga terbentuk dari glikoprotein, pektin, dan sakarida sederhana (gula).
  • 7.
    Cadangan Makanan &Alat Gerak Cadangan makanan pada Phaeophyta berupa laminarin, yaitu sejenis karbohidrat yang menyerupai dekstrin yang lebih dekat dengan selulose dari pada zat tepung.selain laminarin juga ditemukan manitol minyak dan zat-zat lainnya. Alat gerak pada Phacophyta benepa jlagel yang terletak pada sel-sel perkembangbiakan dan letaknya lateral. Berjumlah dua yang heterokon dan terdapat di bagian samping badannya yang berbentuk pir atau sekoci. Pada waktu bergerak ada yang panjang mempunyai rambut rambut mengkilat menghadap kemuka dan yang pendek menghadap ke belakang. Dekat dengan keluarga flogel terhadap bintik mata yang berwarna kemerah-merahan.
  • 8.
    Perkembangbiakan • Perkembangbiakan padaPhaeophyta dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: • Perkembangbiakan secara vegetatif dengan fragmentasi • Perkembangbiakan secara sporik dengan membentuk spora • Dilihat dari sporangiumnya, dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: • a) Pembentukan Unilokuler, dimiliki oleh anggota Phaeophyta yang uniseluler • Terjadi dari sel terminal dengan cabang pendek yang membesar. Sporangia muda berbentuk bulat panjang atau bulat telur. Ukurannya lebih kecil dari sel semula. Inti tunggal mengalami pembelahan meioses kemudian diikuti pembelahan mitosis sehingga dihasilkan 32-64 inti. Selanjutnya terjadilah celah-celah yang membagi proteplas yang berinti satu. Masing-masing protoplas mengalami metamorfose membentuk zoospora perflagel dua yang terletak di bagian lateral dengan panjang flagel yang tidak sama. Flagel yang pendek diarahkan ke belakang, flagel yang panjang diarahkan kedepan. • b) Pembentukan plurilokuler dimiliki oleh anggota phaeophyta yang multiseluler • Berasal dari sel terminal yang pendek. Ukurannya relatif besar dan terjadi pembelahan tranversal secara berulang-ulang yang akhirnya dihasilkan 6-12 sel.pembelahan vertikal dimulai dari deretan sel bagian tengah dan kemudian terbentuklah kubus yang letaknya teratur sebanyak 20-40 deretan. Protoplas pada masing-masing sel mengalami sultamorfosa menjadi zoospora yang memiliki 2 stagel. Diikuti dengan talus yang bersifat diploid dan terbentuklah sporangia yang bersifat unilokuler dan atau plorilokuler.
  • 9.
    Contoh-contoh PHAEPHYTA • Sargassumbinderi (Sonder) • Nama latin : Sargassum binderi • Spesifikasi : Batang gepeng (1,5 mm), halus licin, tinggi mencapai sekitar 60 cm, percabangan “alternate” teratur, oppsite (kiri-kana). Cabang utama yang pendek (1-2 cm) diatas holdfast. Daun lonjong, pinggir bergerigi, panjang 5 cm, lebar 1 cm ujung runcing. • Sebaran : Tubuh pada substrat batu umumnya di daerah rataan terumbu dekat bagian ujung luar yang terkena gerakan air relatif lebih kuat dan konstan. • Potensi : Belum banyak dimanfaatkan, kandungan kimia sama dengan jenis sargassum lainnya.
  • 10.
    • Sargassum Polycystum •Nama latin : Sargassum Polycystum C.A Argadh • Spesifikasi : Ciri-ciri umum. Thallia silidris berduri-duri kecil merapat hodfast membentuk cakram kecil dengan diatasnya secara karaktersitik terdapat perakaran/stolon yang rimbun berekspansi ke segala arah. Batang pendek dengan percabangan utama tumbuh rimbun. • Sebaran : Algae yang kosmopolitan di daerah tropis hingga subtropis. Bukan merupakan algae endemic perairan Indonesia tetapi banyak ditemukan di perairan nusantara terutama di Kalimatan. • Potensi : Bisa dimanfaatkan sebagai bahan esktraksi alginat. Manfaat lainnya belum diketahui. Tidak dibudidayakan.
  • 11.
    • Turbin Conoides(J. Agardh) • Nama Latin : Turbinaria Conoides (J. Argadh) Kuetzing • Nama Daerah : Rumput Coklat Corong • bSpesifikasi : Batang silindris, tegak, kasar, terdapat bekas- bekas percabangan, Holdfast berupa cakram kecil dengan terdapat perakaran yang berkspansi radial. Percabangan berputar sekeliling batang utama. Daun merupakan kesatuan yang terdiri dari tangkai dan lembaran. • Sebaran : Umumnya terdapat di daerah rataan terumbu, menempel pada batu. Tersebar luas di perairan Indonesia. • Potensi : Algae ini mengandung alginat dan iodin. Potensi eksport ke Jepang.
  • 12.
    Peranan Ganggang Coklat(Phaeophyta) • Adapun peranan ganggang coklat dalam kehidupan yaitu: • Ganggang coklat dapat dimanfaatkan dalam industri makanan • Phaeophyta sebagai sumber alginat banyak dimanfaatkan dalam dunia industri tekstil untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas bahan industri, kalsium alginat digunakan dalam pembuatan obat-obatan senyawa alginat juga banyak digunakan dalam produk susu dan makanan yang dibekukan untuk mencegah pembentukan kristal es. Dalam industri farmasi, alginat digunakan sebagai bahan pembuat bahan biomaterial untuk teknik pengobatan. • Dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung bahan-bahan mineral seprti potasium dan hormon seperti auxin dan sylokinin yang dapat meningkatkan daya tumbuh tanaman untuk tumbuh, berbunga dan berbuah. • Macrocytis Pyrifers menghasilkan iodine (unsur yang dapat digunakan untuk mencegah penyakit gondok). • Laminaria, Fucus, Ascophylum dapat menghasilkan asam alginat. Alginat biasanya digunakan sebagai pengental pada produk makanan (sirup, salad, keju, eskrim) serta pengentalan dalam industri (lem, tekstil, kertas, tablet antibiotik, pasta gigi) dan pengentalan produk kecantikan (lotion, krim wajah). • Macrocytis juga dibuat sebagai makanan suplemen untuk hewan ternak karena kaya komponen Na, P, N, Ca.