Nama : Rani Anggun Anggraini
NIM : 160351606426
Offering : A
P. IPA
STANDART KOMPETENSI
Memahami wujud zat dan perubahannya
TUJUAN
1. Dapat mendeskripsikan sifat dan wujud zat
2. Dapat mendeskripsikan gaya tarik menarik dalam zat cair
3. Dapat menafsirkan susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud
zat melalui penalaran
4. Dapat membedakan kohesi dan adhesi berdasarkan pengamatan
5. Dapat mengkaitkan peristiwa kapilarisasi, meniskus cembung dan
meniskus cekung dengan peristiwa alam yang relevan di kehidupan
sehari-hari
WUJUD
ZAT
A. ZAT
B. WUJUD ZAT
C. TEORI PARTIKEL ZAT
D. KOHESI DAN ADHESI
E. TEGANGAN PERMUKAAN
F. KAPILARITAS
G. BEJANA BERHUBUNGAN
Zat adalah segala sesuatu yang menempati ruangan dan memiliki massa. Batu
yang diletakkan di atas meja memberi arti bahwa batu menempati ruang meja
tersebut. Bila kita letakkan di atas neraca maka akan terbaca pula besar massa batu
tersebut. Ini memberikan arti bahwa batu tersebut sebagai zat. Demikian pula
dengan air yang ada di dalam gelas dan udara yang ada di dalam balon.
A. ZAT
Wujud zat disekitar dapat digolongkan sebagai zat padat, zat cair dan zat gas.
Perbedaan tersebut dapat dilihat dari beberapa hal antara lain :
1. Sifat zat padat adalah bentuk dan volumenya tetap. Contoh dari zat
padat adalah pensil. Pada saat berada di dalam gelas bentuknya tetap
(panjang), lalu dipindahkan ke piring ternyata bentuk dan volumenya
tidak berubah sama sekali.
B. WUJUD ZAT
2. Sifat zat cair adalah bentuk berubah ubah sesuai dengan
tempatnya dan volumenya tetap. Contoh dari zat cair adalah
air. Pada saat air berada di dalam gelas bentuk air seperti gelas,
lalu dipindahkna dalam piring ternyata bentuk air seperti piring,
namun jumlah air tidak berkurang atau bertambah.
3. Sifat zat gas adalah bentuknya dan volumenya berubah-
ubah. Contoh dari zat gas adalah oksigen. Oksigen berada pada
sekitar lingkungan kita, apabila kita berada di dalam rumah
maka oksigen akan mengisi seluruh ruangan rumah sehingga kita
bisa bernafas/menghirup oksigen.
Secara ringkas, definisi sifat zat dapat dilihat pada tabel berikut :
No. Zat Bentuk Volume
1. Padat Tetap tetap
2. Cair Berubah-ubah Tetap
3. Gas Berubah-ubah Berubah-ubah
Perubahan Wujud Zat
1. Mencair adalah
perubahan wujud
zat dari zat padat
menjadi zat cair
2. Membeku adalah
perubahan wujud
zat dari zat cair
menjadi zat padat
3. Menguap adalah
perubahan wujud zat
dari zat cair menjadi
zat gas
4. Mengembun
adalah perubahan
wujud zat dari zat
gas menjadi zat
cair
6. Mengkristal adalah
perubahn wujud zat
dari zat gas menjadi
zat padat
5. Menyublim adalah
perubahn wujud zat
dari zat padat
menjadi zat gas
Perubahan Wujud Zat
Partikel adalah bagian-bagian yang sangat kecil di dalam zat.
Molekul adalah bagian terkecil dari zat yang masih mempunyai sifat zat
itu.
Atom adalah bagian terkecil dari zat yang sudah tidak dapat dipakai lagi.
Pada tahun 1827, pakar biologi yang bernama Robert Brown
mengamati gerak partikel. Menurutnya, partikel-partikel bergerak secara
random (acak = sembarang), dengan kelajuan tetap. Gerak partikel-
partikel gas dan cair dinamakan gerak Brown.
C. TEORI PARTIKEL ZAT
Dapat dikatakan bahwa sifat dari partikel adalah :
1. Partikel tidak diam, selalu bergerak dan bergetar.
2. Antar partikel terdapat gaya tarik menarik.
3. Antar partikel terdapat rongga/ruang.
Sifat partikel dan zat padat, zat cair dan zat gas dapat dilihat dalam tabel di bawah
ini :
Kedudukan Partikel Padat Cair Gas
Getaran partikel Tidak bebas Agak bebas Sangat bebas
Letak partikel Berdekatan Renggang Sangat berjauhan
Gaya tarik menarik Sangat kuat Kurang kuat Sangat lemah
Ruang antar partikel Kecil Agak bebas Sangat bebas
Partikel zat padat, zat cair dan zat gas
Antar partikel-
partikel dalam zat mempunyai
gaya tarik menarik. Pengaruh
gaya tarik menarik ini yang
mempengaruhi bentuk dari
suatu zat, misalkan air
diteteskan diatas daun talas,
maka permukaan air tidak
datar. Berbeda ketika air
berada didalam gelas
permukaan air membentuk
suatu cekungan. Permukaan
yang demikian disebut
peristiwa meniskus.
Meniskus adalah peristiwa permukaan zat cair
yang melengkung.
Bentuk permukaan meniscus ada dua :
1. Meniskus cekung, pada tabung yang berisi air,
permukaan berbentuk cekung.
2. Meniskus cembung, pada tabung reaksi berisi
air raksa permukaan berbentuk cembung.
Terbentuknya dua permukaan meniskus baik
cekung maupun cembung disebablkan oleh adanya
gaya tarik menarikantar partikel zat cair dan
partikel zat padat.
Antar partikel-partikel air terdapat gaya tarik menarik
yang disebut Kohesi. Antar partikel air dan partikel
dinding kaca terdapat pula gaya tarik menarik yang
disebut Adhesi.
D. KOHESI DAN ADHESI
Gambar Meniskus
Tegangan permukaan air merupakan konsep fisika yang berkaitan
dengan gaya tarik menarik antar pertikel. Tegangan permukaan
adalah permukaan zat cair yang disebabkan oleh adanya lapisan-
lapisan selaput tipis yang elastis.
Beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari tentang tegangan
permukaan antara lain :
1. Serangga atau nyamuk tidak tenggelam di atas air
2. Tetes air di sarang laba-laba terbentuk gelembung-gelembung
E. TEGANGAN PERMUKAAN
Gambar Tegangan Permukaan
Sebuah kompor yang dimasukkan ke dalam minyak tanah,
minyak tanah akan terserap melalui celah-celah sempit pada sumbu,
hingga ke atas. Pada saat api dinyalakan di ujung sumbu, dapat
menyala dikarenakan oleh adanya minyak tanah yang diserap sumbu
tersebut sebagai sumber cahaya. Celah sempit disebut pipa-pipa
kapiler, peristiwa tersebut dinamakan kapilaritas. Kapilaritas adalah
peristiwa naik turunnya zat cair melalui pipa kapiler.
F. KAPILARITAS
Beberapa peristiwa dalam kehidupan sehari-hari yang berhubungan
dengan kapilaritas :
1. Meresapnya air melalui pembuluh kayu menuju daun
2. Meresapnya air melalui dinding tembok
3. Naiknya minyak tanah pada sumbu kompor
4. Terserapnya air pada kain pel atau kertas tissue
Contoh Kapilaritas
Air akan mengisi seluruh pipa, dengan bentuk permukaan yang
sama. Jika dilihat dari samping permukaan air terlihat seperti garis
lurus (mendatar). Jika bejana dimiringkan/diubah posisinya, maka
permukaan air akan tetap mendatar. Hal ini merupakan prinsip dari
bejana berhubungan.
Prinsip bejana berhubungan adalah permukaan zat cair yang
sejenis di dalam bejana berhubungan dalam keadaan seimbang
adalah sama.
G. BEJANA BERHUBUNGAN
Bejana Berhubungan
TERIMA KASIH
SELAMAT BELAJAR

Wujud zat edit animasi

  • 1.
    Nama : RaniAnggun Anggraini NIM : 160351606426 Offering : A P. IPA
  • 2.
  • 3.
    TUJUAN 1. Dapat mendeskripsikansifat dan wujud zat 2. Dapat mendeskripsikan gaya tarik menarik dalam zat cair 3. Dapat menafsirkan susunan dan gerak partikel pada berbagai wujud zat melalui penalaran 4. Dapat membedakan kohesi dan adhesi berdasarkan pengamatan 5. Dapat mengkaitkan peristiwa kapilarisasi, meniskus cembung dan meniskus cekung dengan peristiwa alam yang relevan di kehidupan sehari-hari
  • 4.
    WUJUD ZAT A. ZAT B. WUJUDZAT C. TEORI PARTIKEL ZAT D. KOHESI DAN ADHESI E. TEGANGAN PERMUKAAN F. KAPILARITAS G. BEJANA BERHUBUNGAN
  • 5.
    Zat adalah segalasesuatu yang menempati ruangan dan memiliki massa. Batu yang diletakkan di atas meja memberi arti bahwa batu menempati ruang meja tersebut. Bila kita letakkan di atas neraca maka akan terbaca pula besar massa batu tersebut. Ini memberikan arti bahwa batu tersebut sebagai zat. Demikian pula dengan air yang ada di dalam gelas dan udara yang ada di dalam balon. A. ZAT
  • 6.
    Wujud zat disekitardapat digolongkan sebagai zat padat, zat cair dan zat gas. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari beberapa hal antara lain : 1. Sifat zat padat adalah bentuk dan volumenya tetap. Contoh dari zat padat adalah pensil. Pada saat berada di dalam gelas bentuknya tetap (panjang), lalu dipindahkan ke piring ternyata bentuk dan volumenya tidak berubah sama sekali. B. WUJUD ZAT
  • 7.
    2. Sifat zatcair adalah bentuk berubah ubah sesuai dengan tempatnya dan volumenya tetap. Contoh dari zat cair adalah air. Pada saat air berada di dalam gelas bentuk air seperti gelas, lalu dipindahkna dalam piring ternyata bentuk air seperti piring, namun jumlah air tidak berkurang atau bertambah.
  • 8.
    3. Sifat zatgas adalah bentuknya dan volumenya berubah- ubah. Contoh dari zat gas adalah oksigen. Oksigen berada pada sekitar lingkungan kita, apabila kita berada di dalam rumah maka oksigen akan mengisi seluruh ruangan rumah sehingga kita bisa bernafas/menghirup oksigen.
  • 9.
    Secara ringkas, definisisifat zat dapat dilihat pada tabel berikut : No. Zat Bentuk Volume 1. Padat Tetap tetap 2. Cair Berubah-ubah Tetap 3. Gas Berubah-ubah Berubah-ubah
  • 10.
    Perubahan Wujud Zat 1.Mencair adalah perubahan wujud zat dari zat padat menjadi zat cair 2. Membeku adalah perubahan wujud zat dari zat cair menjadi zat padat 3. Menguap adalah perubahan wujud zat dari zat cair menjadi zat gas 4. Mengembun adalah perubahan wujud zat dari zat gas menjadi zat cair 6. Mengkristal adalah perubahn wujud zat dari zat gas menjadi zat padat 5. Menyublim adalah perubahn wujud zat dari zat padat menjadi zat gas
  • 11.
  • 12.
    Partikel adalah bagian-bagianyang sangat kecil di dalam zat. Molekul adalah bagian terkecil dari zat yang masih mempunyai sifat zat itu. Atom adalah bagian terkecil dari zat yang sudah tidak dapat dipakai lagi. Pada tahun 1827, pakar biologi yang bernama Robert Brown mengamati gerak partikel. Menurutnya, partikel-partikel bergerak secara random (acak = sembarang), dengan kelajuan tetap. Gerak partikel- partikel gas dan cair dinamakan gerak Brown. C. TEORI PARTIKEL ZAT
  • 13.
    Dapat dikatakan bahwasifat dari partikel adalah : 1. Partikel tidak diam, selalu bergerak dan bergetar. 2. Antar partikel terdapat gaya tarik menarik. 3. Antar partikel terdapat rongga/ruang. Sifat partikel dan zat padat, zat cair dan zat gas dapat dilihat dalam tabel di bawah ini : Kedudukan Partikel Padat Cair Gas Getaran partikel Tidak bebas Agak bebas Sangat bebas Letak partikel Berdekatan Renggang Sangat berjauhan Gaya tarik menarik Sangat kuat Kurang kuat Sangat lemah Ruang antar partikel Kecil Agak bebas Sangat bebas
  • 14.
    Partikel zat padat,zat cair dan zat gas
  • 15.
    Antar partikel- partikel dalamzat mempunyai gaya tarik menarik. Pengaruh gaya tarik menarik ini yang mempengaruhi bentuk dari suatu zat, misalkan air diteteskan diatas daun talas, maka permukaan air tidak datar. Berbeda ketika air berada didalam gelas permukaan air membentuk suatu cekungan. Permukaan yang demikian disebut peristiwa meniskus. Meniskus adalah peristiwa permukaan zat cair yang melengkung. Bentuk permukaan meniscus ada dua : 1. Meniskus cekung, pada tabung yang berisi air, permukaan berbentuk cekung. 2. Meniskus cembung, pada tabung reaksi berisi air raksa permukaan berbentuk cembung. Terbentuknya dua permukaan meniskus baik cekung maupun cembung disebablkan oleh adanya gaya tarik menarikantar partikel zat cair dan partikel zat padat. Antar partikel-partikel air terdapat gaya tarik menarik yang disebut Kohesi. Antar partikel air dan partikel dinding kaca terdapat pula gaya tarik menarik yang disebut Adhesi. D. KOHESI DAN ADHESI
  • 16.
  • 17.
    Tegangan permukaan airmerupakan konsep fisika yang berkaitan dengan gaya tarik menarik antar pertikel. Tegangan permukaan adalah permukaan zat cair yang disebabkan oleh adanya lapisan- lapisan selaput tipis yang elastis. Beberapa contoh dalam kehidupan sehari-hari tentang tegangan permukaan antara lain : 1. Serangga atau nyamuk tidak tenggelam di atas air 2. Tetes air di sarang laba-laba terbentuk gelembung-gelembung E. TEGANGAN PERMUKAAN
  • 18.
  • 19.
    Sebuah kompor yangdimasukkan ke dalam minyak tanah, minyak tanah akan terserap melalui celah-celah sempit pada sumbu, hingga ke atas. Pada saat api dinyalakan di ujung sumbu, dapat menyala dikarenakan oleh adanya minyak tanah yang diserap sumbu tersebut sebagai sumber cahaya. Celah sempit disebut pipa-pipa kapiler, peristiwa tersebut dinamakan kapilaritas. Kapilaritas adalah peristiwa naik turunnya zat cair melalui pipa kapiler. F. KAPILARITAS
  • 20.
    Beberapa peristiwa dalamkehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan kapilaritas : 1. Meresapnya air melalui pembuluh kayu menuju daun 2. Meresapnya air melalui dinding tembok 3. Naiknya minyak tanah pada sumbu kompor 4. Terserapnya air pada kain pel atau kertas tissue
  • 21.
  • 22.
    Air akan mengisiseluruh pipa, dengan bentuk permukaan yang sama. Jika dilihat dari samping permukaan air terlihat seperti garis lurus (mendatar). Jika bejana dimiringkan/diubah posisinya, maka permukaan air akan tetap mendatar. Hal ini merupakan prinsip dari bejana berhubungan. Prinsip bejana berhubungan adalah permukaan zat cair yang sejenis di dalam bejana berhubungan dalam keadaan seimbang adalah sama. G. BEJANA BERHUBUNGAN
  • 23.
  • 25.