AGRIBISNIS
Secara umum agribinis dapat dipandang dari 2 segi :
1. Sebagai suatu sistem
2. Sebagai suatu bidang usaha
Pengertian Agribisnis
 ‘Agribusinessis the sum total of all operations involved in the
manufacture and distribution of farm supplies; production activities
on the farm; and the storage, processing and distribution of farm
comodities and items made form them’
 (Agribisnis adalah penjumlahan semua kegiatan yang
berkecimpung dalam pembuatan dan distribusi alat-alat maupun
bahan untuk pertanian, kegiatan produksi pertanian, pengolahan,
penyimpanan dan distribusi komoditi pertanian dan barang-barang
yang dibuat darinya)
Karateristik agribinis selain dipengaruhi oleh sifat alam & jenis
proses produksi , juga dipengaruhi perabadan manusia
5 karateristik penting agribinis yang membedakan dgn bisnis lain :
1. Keunikan dalam aspek sosial, budaya dan politik
2. Adanya ketidak pastian dalam produksi pertanian yang berbasis
biologi
3. Derajat atau intensitas campur tangan politik dari pemerintah
4. Keunikan dalam kelembagaan pengembangan teknologi
5. Perbedaan struktur persaingan
Pengertian Sistem
Sistem adalah seperangkat unsur yang secara teratur
saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas
Unsur penting yang perlu diperhatikan dalam suatu sistem,
yaitu
1. Ada unsur atau komponen atau bagian yang mempunyai
fungsi tertentu dan masing-masing berbeda
2. Ada hubungan kerja yang saling tergantung dan
interdependent antara komponen-komponen tersebut.
3. Ada tujuan yang bisa mengaitkan komponen-kompenen
tersebut dalam suatu totalitas (keseluruhan)
Agribisnis adalah suatu sistem.
Keberhasilan Agribisnis sangat dipengaruhi oleh keberadaan
dan keadaan komponen-komponen yang ada dalam sistem
Agribisnis tersebut dan faktor-faktor lingkungan yang ada di
sekitarnya
Subsistem agribisnis
adalah bagian dari sistem agribisnis di mana suatu usaha terkait
atau terpengaruh langsung maupun tidak langsung dengan
suatu proses produksi biologis.
Definisi lain yang lebih diperluas menyebutkan bahwa agribisnis
adalah suatu sistem kompleks yang terdiri 5 subsistem yaitu :
1. Pasokan input (agro-input)
2. Usahatani (agro-production)
3. Pasca panen dan pengolahan (agro-industry/ agro-
processing)
4. Pemasaran (agro-marketing), dan
5. Jasa-jasa pendukung (supporting services/agro-supporting)
Subsistem pasokan input (agro input)
1. Subsistem ini adalah mewadahi semua pengusaha, baik skala
kecil, menengah maupun besar yang menyediakan atau memasok
input bagi para petani
2. Subsistem pemasok input mempunyai peranan penting dalam
meningkatkan efisiensi usahatani (penggunaan mesin-mesin
pertanian yang dapat menghemat pemakaian tenaga kerja
manusia) dan produktivitas hasil (penggunaan bibit unggul dan
pupuk buatan), serta perluasan usahatani (melalui peminjaman
modal dari lembaga pembiayaan usahatani)
3. sektor input yang efisien, yang mampu memasok input dalam
jumlah dan waktu yang tepat merupakan faktor penentu untuk
meningkatkan atau paling tidak mempertahankan peningkatan
efisiensi produksi yang telah dicapai pada saat sebelumnya
Subsistem Usahatani (Agro-Production)
1. Subsistem ini adalah sektor pusat (inti) dalam agribisnis.
2. Apabila ukuran, tingkat output, dan efisiensi sektor ini meningkat
pesat, sektor lain (off-farm) juga akan ikut berkembang baik.
3. Baik buruknya keadaan sektor ini akan berdampak langsung
terhadap situasi keuangan sektor hulu (sektor input) dan sektor
hilir (pengolahan dan distribusi/pemasaran).
Subsistem Pengolahan Hasil (Agro Industry).
1. Lingkup kegiatan subsistem agro-industri menyangkut
keseluruhan kegiatan mulai dari penanganan pasca panen produk
pertanian sampai pada tingkat pengolahan lanjut dengan tujuan
untuk meningkatkan added value (nilai tambah) dari suatu produk
primer
2. Sektor ini bertanggung jawab atas pengubahan bentuk bahan
baku yang dihasilkan sektor usahatani menjadi produk konsumsi
akhir yang akan diterima oleh konsumen.
Subsistem Pemasaran (agro marketing)
1. Peran lembaga-lembaga pemasaran yang biasanya terdiri dari
pedagang pengumpul, broker, eksportir, importir dan lain
sebagainya perlu dioptimalkan sehingga terjadi hubungan yang
saling menguntungkan
2. Termasuk di dalamnya adalah kegiatan distribusi untuk
memperlancar arus komoditi dari sentra produksi ke sentra
konsumsi, promosi, informasi pasar, serta intelijen pasar (market
intelligence
3. Kendala yang terjadi pada pemasaran produk pertanian
dikarenakan sifat dari produk pertanian yang :
 Diproduksi musiman
 Berwujud segar (perishable)
 Mudah rusak
 Bulky
 Lokal dan spesifik (tidak dapat diproduksi disemua tempat)
Subsistem Jasa Pendukung.
1. Subsistem pendukung meliputi antara lain : penelitian dan
pengembangan (litbang), pendidikan dan pelatihan (diklat), jasa
penyuluhan, keuangan, kebijakan, transportasi dan lain-lain
W1D3-1.3 Sistem Agribisnis

W1D3-1.3 Sistem Agribisnis

  • 1.
  • 2.
    Secara umum agribinisdapat dipandang dari 2 segi : 1. Sebagai suatu sistem 2. Sebagai suatu bidang usaha
  • 3.
    Pengertian Agribisnis  ‘Agribusinessisthe sum total of all operations involved in the manufacture and distribution of farm supplies; production activities on the farm; and the storage, processing and distribution of farm comodities and items made form them’  (Agribisnis adalah penjumlahan semua kegiatan yang berkecimpung dalam pembuatan dan distribusi alat-alat maupun bahan untuk pertanian, kegiatan produksi pertanian, pengolahan, penyimpanan dan distribusi komoditi pertanian dan barang-barang yang dibuat darinya)
  • 4.
    Karateristik agribinis selaindipengaruhi oleh sifat alam & jenis proses produksi , juga dipengaruhi perabadan manusia 5 karateristik penting agribinis yang membedakan dgn bisnis lain : 1. Keunikan dalam aspek sosial, budaya dan politik 2. Adanya ketidak pastian dalam produksi pertanian yang berbasis biologi 3. Derajat atau intensitas campur tangan politik dari pemerintah 4. Keunikan dalam kelembagaan pengembangan teknologi 5. Perbedaan struktur persaingan
  • 5.
    Pengertian Sistem Sistem adalahseperangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas
  • 6.
    Unsur penting yangperlu diperhatikan dalam suatu sistem, yaitu 1. Ada unsur atau komponen atau bagian yang mempunyai fungsi tertentu dan masing-masing berbeda 2. Ada hubungan kerja yang saling tergantung dan interdependent antara komponen-komponen tersebut. 3. Ada tujuan yang bisa mengaitkan komponen-kompenen tersebut dalam suatu totalitas (keseluruhan)
  • 7.
    Agribisnis adalah suatusistem. Keberhasilan Agribisnis sangat dipengaruhi oleh keberadaan dan keadaan komponen-komponen yang ada dalam sistem Agribisnis tersebut dan faktor-faktor lingkungan yang ada di sekitarnya
  • 8.
    Subsistem agribisnis adalah bagiandari sistem agribisnis di mana suatu usaha terkait atau terpengaruh langsung maupun tidak langsung dengan suatu proses produksi biologis. Definisi lain yang lebih diperluas menyebutkan bahwa agribisnis adalah suatu sistem kompleks yang terdiri 5 subsistem yaitu : 1. Pasokan input (agro-input) 2. Usahatani (agro-production) 3. Pasca panen dan pengolahan (agro-industry/ agro- processing) 4. Pemasaran (agro-marketing), dan 5. Jasa-jasa pendukung (supporting services/agro-supporting)
  • 9.
    Subsistem pasokan input(agro input) 1. Subsistem ini adalah mewadahi semua pengusaha, baik skala kecil, menengah maupun besar yang menyediakan atau memasok input bagi para petani 2. Subsistem pemasok input mempunyai peranan penting dalam meningkatkan efisiensi usahatani (penggunaan mesin-mesin pertanian yang dapat menghemat pemakaian tenaga kerja manusia) dan produktivitas hasil (penggunaan bibit unggul dan pupuk buatan), serta perluasan usahatani (melalui peminjaman modal dari lembaga pembiayaan usahatani) 3. sektor input yang efisien, yang mampu memasok input dalam jumlah dan waktu yang tepat merupakan faktor penentu untuk meningkatkan atau paling tidak mempertahankan peningkatan efisiensi produksi yang telah dicapai pada saat sebelumnya
  • 10.
    Subsistem Usahatani (Agro-Production) 1.Subsistem ini adalah sektor pusat (inti) dalam agribisnis. 2. Apabila ukuran, tingkat output, dan efisiensi sektor ini meningkat pesat, sektor lain (off-farm) juga akan ikut berkembang baik. 3. Baik buruknya keadaan sektor ini akan berdampak langsung terhadap situasi keuangan sektor hulu (sektor input) dan sektor hilir (pengolahan dan distribusi/pemasaran).
  • 11.
    Subsistem Pengolahan Hasil(Agro Industry). 1. Lingkup kegiatan subsistem agro-industri menyangkut keseluruhan kegiatan mulai dari penanganan pasca panen produk pertanian sampai pada tingkat pengolahan lanjut dengan tujuan untuk meningkatkan added value (nilai tambah) dari suatu produk primer 2. Sektor ini bertanggung jawab atas pengubahan bentuk bahan baku yang dihasilkan sektor usahatani menjadi produk konsumsi akhir yang akan diterima oleh konsumen.
  • 12.
    Subsistem Pemasaran (agromarketing) 1. Peran lembaga-lembaga pemasaran yang biasanya terdiri dari pedagang pengumpul, broker, eksportir, importir dan lain sebagainya perlu dioptimalkan sehingga terjadi hubungan yang saling menguntungkan 2. Termasuk di dalamnya adalah kegiatan distribusi untuk memperlancar arus komoditi dari sentra produksi ke sentra konsumsi, promosi, informasi pasar, serta intelijen pasar (market intelligence 3. Kendala yang terjadi pada pemasaran produk pertanian dikarenakan sifat dari produk pertanian yang :  Diproduksi musiman  Berwujud segar (perishable)  Mudah rusak  Bulky  Lokal dan spesifik (tidak dapat diproduksi disemua tempat)
  • 13.
    Subsistem Jasa Pendukung. 1.Subsistem pendukung meliputi antara lain : penelitian dan pengembangan (litbang), pendidikan dan pelatihan (diklat), jasa penyuluhan, keuangan, kebijakan, transportasi dan lain-lain