VIRUS
Disusun oleh:
Yovie Cikal M
Fachry Perdana Putra
Daffa Faiz
Xsa Rianda
Ghazy M Subarkah
Fawwaz Alkadri
Guru Pembimbing:
Maman Sulaeman, S.Pd
VIRUS
Ciri-ciri Virus
Habitat Virus Virus adalah parasit berukur
an mikroskopik
yang menginfeksi sel organis
me biologis.Reproduksi
Klasifikasi
Referensi
CIRI-CIRI VIRUS
1. Bersifat Aseluler (Tidak Mempunyai Sel)
2. Berkuran amat kecil ,jauh lebih kecil dari bakteri. (20 mµ - 300mµ
(1 mikron = 1000 milimikron)
3. Hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)
4. Umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat
bervariasi.
5. Tubuhnya terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi
tubuh, dan serabut ekor.
6. Virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid
7. Hanya dapat berkembang biak di sel hidup lainnya. Seperti sel
hidup pada bakteri, hewan, tumbuhan, dan sel hidup pada
manusia.
8. Tidak dapat membelah diri.
9. Tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat
dikristalkan.
REPRODUKSI
 Virus hanya dapat berkembang biak pada sel atau
jaringan hidup. Oleh karena itu, virus menginfeksi sel
bakteri, sel hewan, atau sel tumbuhan untuk
bereproduksi. Cara reproduksi virus disebut proliferasi
atau replikasi.
 Pada Bakteriofage reproduksinya dibedakan menjadi
dua macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik. Pada
daur litik, virus akan menghancurkan sel induk setelah
berhasil melakukan reproduksi, sedangkan pada daur
lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi
virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri, sehingga
jika bakteri membelah atau berkembangbiak virus pun
ikut membelah.
 Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada
hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang
berlangsung pada bakteriofage, yaitu melalui fase
adsorpsi, sintesis, dan lisis.
HABITAT
 Virus menunjukkan ciri kehidupan hanya jika
berada pada sel organisme lain (sel inang). Sel
inang virus berupa
bakteri, mikroorganisme, eukariot (seperti
Protozoa dan Khamir), sel tumbuhan, sel
hewan, dan sel manusia. Virus yang menyerang
tumbuhan dapat masuk ke dalam tumbuhan
inang, melalui perantara serangga (vektor). Virus
yang menyerang hewan atau manusia dapat
memasuki tubuh inang misalnya melalui
makanan, minuman, udara, darah, luka atau
gigitan.
INFEKSI SECARA LITIK/DAUR LITIK
 Daur litik melalui fase-fase berikut ini:
1. Fase adsorpsi dan infeksi
Dengan ujung ekornya, fag melekat atau menginfeksi bagian tertentu dari
dinding sel bakteri, daerah itu disebut daerah reseptor (receptor site :
receptor spot). Daerah ini khas bagi fag tertentu, dan fag jenis lain tak
dapat melekat di tempat tersebut. Virus penyerang bakteri tidak memiliki
enzim-enzim untuk metabolisme, tetapi rnemiliki enzim lisozim yang
berfungsi merusak atau melubangi dinding sel bakteri.
Sesudah dinding sei bakteri terhidrolisis (rusak) oleh lisozim, maka seluruh
isi fag masuk ke dalam hospes (sel bakteri). Fag kemudian merusak dan
mengendalikan DNA bakteri.
2. Fase Replikasi (fase sintesis) DNA fag mengadakan pembentukan DNA
(replikasi) menggunakan DNA bakteri sebagai bahan, serta membentuk
selubung protein. Maka terbentuklah beratus-ratus molekul DNA baru
virus yang lengkap dengan selubungnya
3. Fase Pembebasan virus fag - fag baru / fase lisis
Sesudah fag baru terbentuk, sel bakteri akan pecah (lisis), sehingga
keluarlah fag yang baru. Jumlah virus baru ini dapat mencapai sekitar
200. Pembentukan partikel bakteriofag memerlukan waktu sekitar 20
menit.
INFEKSI SECARA LISOGENIK/DAUR LISOGENIK
 Daur lisogenik melalui fase-fase berikut ini:
1. Fase adsorpsi dan infeksi
Fag menempel pada tempat yang spesifik. Virus melakukan penetrasi pada
bakteri kemudian mengeluarkan DNAnya ke dalam tubuh bakteri.
2. Fase penggabungan
DNA virus bersatu dengan DNA bakteri membentuk profag. Dalam bentuk
profag, sebagian besar gen berada dalam fase tidak aktif, tetapi sedikitnya
acla satu gen yang selalu aktif. Gen aktif berfungsi untuk mengkode protein
reseptor yang berfungsi menjaga agar sebagian gen profag tidak aktif.
3. Fase pembelahan
Bila bakteri membelah diri, profag ikut membelah sehingga dua sel anakan
bakteri juga mengandung profag di dalam selnya. Hal ini akan berlangsung
terus-menerus selama sel bakteri yang mengandung profag membelah.
Jadi jelaslah bahwa pada virus tidak terjadi pembelahan sel, tetapi terjadi
penyusunan bahan virus (fag) baru yang berasal dari bahan yang telah ada
dalam sel bakteri yang diserang.
KLASIFIKASI
 Berdasarkan kandungan asam nukleat
 Berdasarkan bentuk dasar
 Berdasarkan jumlah kampsomer
 Klasifikasi virus berdasarkan genomik fungsional
 Klasifikasi virus berdasarkan tropisme dan cara
penyebaran
BERDASARKAN KANDUNGAN ASAM NUKLEAT
 Virus DNA
 Virus RNA
 Virus berselubung
 Virus non-selubung
BERDASARKAN BENTUK DASAR
 Virus bentuk ikosahedral
 Virus bentuk helikal
 Virus bentuk kompleks
BERDASARKAN JUMLAH KAMPSOMER
 Virus dengan 252 kapsomer, contoh adenovirus
 Virus dengan 162 kapsomer, contoh herpesvirus
 Virus dengan 72 kapsomer, contoh papovavirus
 Virus dengan 60 kapsomer, contoh picornavirus
 Virus dengan 32 kapsomer, contoh parvovirus
KLASIFIKASI VIRUS BERDASARKAN GENOMIK
FUNGSIONAL
 Virus di klasifikan menjadi 7 kelompok
berdasarkan alur fungsi genomnya. Klasifikasi ini
disebut juga klasifikasi Baltimore yaitu:
 Virus Tipe I = DNA Utas Ganda
 Virus Tipe II = DNA Utas Tunggal
 Virus Tipe III = RNA Utas Ganda
 Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+)
 Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-)
 Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA
perantara
 Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan RNA
perantara
KLASIFIKASI VIRUS
BERDASARKAN TROPISME DAN CARA
PENYEBARAN
 Virus Enterik
 Virus Respirasi
 Arbovirus
 Virus onkogenik
 Hepatitis virus
REFERENSI
 Campbell, N.A. 1997. Biology. Fourth Edition.
California: The Benjamin/Cummings Publishing
Company Inc.
 Campbell, N.A., et al. 2006. Biology Concepts &
Connections. California: The Benjamin/Commings
Publishing
 http://zonabiokita.blogspot.com/2013/05/mengenal-
klasifikasi-virus.html
 http://educorolla2.blogspot.com/2009/03/reproduksi-
virus.html
 http://id.wikipedia.org/wiki/Virus#Klasifikasi_virus
 http://educorolla2.blogspot.com/2009/03/ciri-ciri-
virus.html
 http://static.ddmcdn.com/gif/light-virus-1.jpg
THANK YOU
FOR YOUR
ATTENTION

Virus group 1

  • 1.
    VIRUS Disusun oleh: Yovie CikalM Fachry Perdana Putra Daffa Faiz Xsa Rianda Ghazy M Subarkah Fawwaz Alkadri Guru Pembimbing: Maman Sulaeman, S.Pd
  • 2.
    VIRUS Ciri-ciri Virus Habitat VirusVirus adalah parasit berukur an mikroskopik yang menginfeksi sel organis me biologis.Reproduksi Klasifikasi Referensi
  • 3.
    CIRI-CIRI VIRUS 1. BersifatAseluler (Tidak Mempunyai Sel) 2. Berkuran amat kecil ,jauh lebih kecil dari bakteri. (20 mµ - 300mµ (1 mikron = 1000 milimikron) 3. Hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA) 4. Umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. 5. Tubuhnya terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor. 6. Virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid 7. Hanya dapat berkembang biak di sel hidup lainnya. Seperti sel hidup pada bakteri, hewan, tumbuhan, dan sel hidup pada manusia. 8. Tidak dapat membelah diri. 9. Tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, tetapi dapat dikristalkan.
  • 4.
    REPRODUKSI  Virus hanyadapat berkembang biak pada sel atau jaringan hidup. Oleh karena itu, virus menginfeksi sel bakteri, sel hewan, atau sel tumbuhan untuk bereproduksi. Cara reproduksi virus disebut proliferasi atau replikasi.  Pada Bakteriofage reproduksinya dibedakan menjadi dua macam, yaitu daur litik dan daur lisogenik. Pada daur litik, virus akan menghancurkan sel induk setelah berhasil melakukan reproduksi, sedangkan pada daur lisogenik, virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri, sehingga jika bakteri membelah atau berkembangbiak virus pun ikut membelah.  Pada prinsipnya cara perkembangbiakan virus pada hewan maupun pada tumbuhan mirip dengan yang berlangsung pada bakteriofage, yaitu melalui fase adsorpsi, sintesis, dan lisis.
  • 5.
    HABITAT  Virus menunjukkanciri kehidupan hanya jika berada pada sel organisme lain (sel inang). Sel inang virus berupa bakteri, mikroorganisme, eukariot (seperti Protozoa dan Khamir), sel tumbuhan, sel hewan, dan sel manusia. Virus yang menyerang tumbuhan dapat masuk ke dalam tumbuhan inang, melalui perantara serangga (vektor). Virus yang menyerang hewan atau manusia dapat memasuki tubuh inang misalnya melalui makanan, minuman, udara, darah, luka atau gigitan.
  • 6.
    INFEKSI SECARA LITIK/DAURLITIK  Daur litik melalui fase-fase berikut ini: 1. Fase adsorpsi dan infeksi Dengan ujung ekornya, fag melekat atau menginfeksi bagian tertentu dari dinding sel bakteri, daerah itu disebut daerah reseptor (receptor site : receptor spot). Daerah ini khas bagi fag tertentu, dan fag jenis lain tak dapat melekat di tempat tersebut. Virus penyerang bakteri tidak memiliki enzim-enzim untuk metabolisme, tetapi rnemiliki enzim lisozim yang berfungsi merusak atau melubangi dinding sel bakteri. Sesudah dinding sei bakteri terhidrolisis (rusak) oleh lisozim, maka seluruh isi fag masuk ke dalam hospes (sel bakteri). Fag kemudian merusak dan mengendalikan DNA bakteri. 2. Fase Replikasi (fase sintesis) DNA fag mengadakan pembentukan DNA (replikasi) menggunakan DNA bakteri sebagai bahan, serta membentuk selubung protein. Maka terbentuklah beratus-ratus molekul DNA baru virus yang lengkap dengan selubungnya 3. Fase Pembebasan virus fag - fag baru / fase lisis Sesudah fag baru terbentuk, sel bakteri akan pecah (lisis), sehingga keluarlah fag yang baru. Jumlah virus baru ini dapat mencapai sekitar 200. Pembentukan partikel bakteriofag memerlukan waktu sekitar 20 menit.
  • 7.
    INFEKSI SECARA LISOGENIK/DAURLISOGENIK  Daur lisogenik melalui fase-fase berikut ini: 1. Fase adsorpsi dan infeksi Fag menempel pada tempat yang spesifik. Virus melakukan penetrasi pada bakteri kemudian mengeluarkan DNAnya ke dalam tubuh bakteri. 2. Fase penggabungan DNA virus bersatu dengan DNA bakteri membentuk profag. Dalam bentuk profag, sebagian besar gen berada dalam fase tidak aktif, tetapi sedikitnya acla satu gen yang selalu aktif. Gen aktif berfungsi untuk mengkode protein reseptor yang berfungsi menjaga agar sebagian gen profag tidak aktif. 3. Fase pembelahan Bila bakteri membelah diri, profag ikut membelah sehingga dua sel anakan bakteri juga mengandung profag di dalam selnya. Hal ini akan berlangsung terus-menerus selama sel bakteri yang mengandung profag membelah. Jadi jelaslah bahwa pada virus tidak terjadi pembelahan sel, tetapi terjadi penyusunan bahan virus (fag) baru yang berasal dari bahan yang telah ada dalam sel bakteri yang diserang.
  • 8.
    KLASIFIKASI  Berdasarkan kandunganasam nukleat  Berdasarkan bentuk dasar  Berdasarkan jumlah kampsomer  Klasifikasi virus berdasarkan genomik fungsional  Klasifikasi virus berdasarkan tropisme dan cara penyebaran
  • 9.
    BERDASARKAN KANDUNGAN ASAMNUKLEAT  Virus DNA  Virus RNA  Virus berselubung  Virus non-selubung
  • 10.
    BERDASARKAN BENTUK DASAR Virus bentuk ikosahedral  Virus bentuk helikal  Virus bentuk kompleks
  • 11.
    BERDASARKAN JUMLAH KAMPSOMER Virus dengan 252 kapsomer, contoh adenovirus  Virus dengan 162 kapsomer, contoh herpesvirus  Virus dengan 72 kapsomer, contoh papovavirus  Virus dengan 60 kapsomer, contoh picornavirus  Virus dengan 32 kapsomer, contoh parvovirus
  • 12.
    KLASIFIKASI VIRUS BERDASARKANGENOMIK FUNGSIONAL  Virus di klasifikan menjadi 7 kelompok berdasarkan alur fungsi genomnya. Klasifikasi ini disebut juga klasifikasi Baltimore yaitu:  Virus Tipe I = DNA Utas Ganda  Virus Tipe II = DNA Utas Tunggal  Virus Tipe III = RNA Utas Ganda  Virus Tipe IV = RNA Utas Tunggal (+)  Virus Tipe V = RNA Utas Tunggal (-)  Virus Tipe VI = RNA Utas Tunggal (+) dengan DNA perantara  Virus Tipe VII = DNA Utas Ganda dengan RNA perantara
  • 13.
    KLASIFIKASI VIRUS BERDASARKAN TROPISMEDAN CARA PENYEBARAN  Virus Enterik  Virus Respirasi  Arbovirus  Virus onkogenik  Hepatitis virus
  • 14.
    REFERENSI  Campbell, N.A.1997. Biology. Fourth Edition. California: The Benjamin/Cummings Publishing Company Inc.  Campbell, N.A., et al. 2006. Biology Concepts & Connections. California: The Benjamin/Commings Publishing  http://zonabiokita.blogspot.com/2013/05/mengenal- klasifikasi-virus.html  http://educorolla2.blogspot.com/2009/03/reproduksi- virus.html  http://id.wikipedia.org/wiki/Virus#Klasifikasi_virus  http://educorolla2.blogspot.com/2009/03/ciri-ciri- virus.html  http://static.ddmcdn.com/gif/light-virus-1.jpg
  • 15.