FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
VIRUS
MIKROBIOLOGI DAN PARASITOLOGI
DISUSUN OLEH
KELOMPOK III
NUR AZIZAH
O1A1 15 052
RIVA ANDINI
O1A1 15 061
RIZKI CAHYANI IDHA
O1A1 15 062
SHERLI MELINDA
O1A1 15 068
DEFINISI VIRUS
CIRI-CIRI VIRUS
STRUKTUR VIRUS
KLASIFIKASI VIRUS
REPLIKASI VIRUS
CARA MENUMBUHKAN VIRUS
PERANAN VIRUS
POKOK
BAHASAN
DEFINISI VIRUS
Virus Virion Racun
Virus adalah parasit
intraseluler obligat yang
memerlukan sel inang
untuk bermultiplikasi
Virus adalah jasad
biologis, bukan hewan
bukan tanaman, tanpa
struktur sel, virus tidak
dapat memperbanyak diri
secara mandiri
A. DEFINISI VIRUS
• Virus bersifat aseluler
• Berukuran sangat kecil yaitu sekitar 20-300 milimikron.
• Hanya hidup di dalam sel hidup
• Pada umumnya virus berupa hablur (kristal)
• Virus hanya memiliki salah satu macam dari asam nukleat
RNA atau DNA saja
• Tidak melakukan aktivitas metabolisme
• Bentuk bervariasi : oval, silinder, polihedral dan kompleks
• Virus tidak bergerak dan tidak membelah diri bila berada
diluar inang
• Virus dapat dikristalkan
CIRI-CIRI VIRUS
B. CIRI – CIRI VIRUS
Struktur virus dapat dibedakan berdasarkan
bentuknya (virus berselubung dan virus
kompleks)
C. STRUKTUR VIRUS
CIRI-CIRI VIRUS
Beselubung Kompleks
1. Virus Berselubung
STRUKTUR DAN MORFOLOGI VIRUS
Materi Genetik
(DNA / RNA)
Selubung Protein
(Kapsid)
Kapsul
virus
Reseptor Virus
 Asam nukleat virus berupa DNA
atau RNA, beruntai tunggal sine
stranded (ss) ataupun beruntai
ganda atau dougle stranded (ds)
sehingga dikenal kelompok famili
virus ssRNA, ssDNA dan dsDNA .
 Sampul (envelope) yang umumnya
terdiri dari kombinasi antara lipid
(mayoritas ), protein, dan
karbohidrat.
 Sampul atau selaput (envelope)
dapat ditutupi oleh struktur serupa
paku (spike) yang merupakan
kompleks barbohidrat dan protein.
Spike dapat berperan pada prores
perlekatan virus pada sel inang.
 Kapsid (coat protein) adalah
susunan protein yang
mengelilingi asam nukleat
virus. Kapsid tersusun atas
subunit–subunit yang
disebut Kapsoma.
 Leher virus berfungsi
menghubungkan bagian
kepala dengan ekor.
 Serabut ekor berfungsi
sebagai alat perlekatan
virus dengan inang
 Lempengan dasar pada
virus memperkuat
perlekatan virus pada inang
karena terdapat jarum
penusuk
2. Virus Kompleks
PENAMAAN
PENAMAAN
• Ordo : Virales
• Famili : Viridae
• Genus : Virus
• Species : Virus
CONTOH
CONTOH
• Famili : Picornafiridae
• Genus : Enterovirus
• Species : Poliovirus
KLASIFIKASI VIRUS
D. PENAMAAN VIRUS
Penamaan virus diatur oleh International Committee of the
Taxonomy of Viruses (ICTV) dimana penamaannya
dikelompokkan atas klasifikasi berdasarkan ordo, famili, genus
dan spesies.
KLASIFIKASI
VIRUS
SEL INANG
MATERI
GENETIK
MORFOLOGI
DNA & RNA
KLASIFIKASI VIRUS
Bersampul
Polihedral
Batang/heliks
Kompleks
Hewan Bakteri
Tumbuhan
1. Virus yang menyerang manusia,
contohnya HIV
2. Virus yang meyerang hewan, contohnya
rabies
3. Virus yang menyeraang tumbuhan
contohnya TMV
4. Virus yang menyerang bakteri,
contohnya virus T
KLASIFIKASI VIRUS
1. Berdasarkan Inang
1. Ribovirus (virus RNA), yaitu virus yang asam
nukleatnya berupa RNA. Contoh togavirus
(prnyebab demam kuning), arenavirus
(penyebab meningitis), picornavirus (penyebab
polio), orthomyxovirus (penyebab influenza),
rhabdovirus (penyebab rabies) dan
hepatititsvirus.
2. Deoksiribovirus (virus DNA), yaitu virus yang
asam nukleatnya berupa DNA. Contohnya virus
herpes, poxvirus (penyebab kanker leukimia dan
limfoma).
KLASIFIKASI VIRUS
2. Berdasarkan Materi Genetik
KLASIFIKASI VIRUS
a cb d
3. Berdasarkan Morfologi
Berdasarkan morfologinya, virus dapat dibedakan menjadi bentuk heliks, polihedral,
bersampul, dan kompleks
 Menyerupai bentuk batang yang panjang,
dapat bersifat kaku ataupun fleksibel.
 Asam nuukleat virus ditemukan di
dalamlekuk kapsid silindris
Contoh: virus rabies dan virus Ebola
hemorrhagic fever
KLASIFIKASI VIRUS
Virus Heliks
Virus Polihedral
 Terdiri dari banyak sisi
 Kapsid berbentuk ikosahedron,
polyhedron regular dengan 20 permukaan
triangular dan 20 sudut.
 Kapsomer di setiap permukaan berbentuk
segitiga sama sisi. Contoh: adenovirus,
poliovirus
KLASIFIKASI VIRUS
 Berbentuk bulat
 Bila virus heliks dan polihedral ditutupi oleh
envelope, maka virus itu disebut virus heliks
bersampul (enveloped helical virus) atau virus
polihedral bersampul (enveloped polyhedral
virus). Contoh: virus influenza (heliks bersampul),
virus herpes simpleks (polihedral bersampul).
 Memiliki struktur yang kompleks (complicated).
Contoh: bakteriofag, kapsid berbentuk polihedral
dengan tail sheath berbentuk heliks dan
poxyvirus kapsid berbentuk tidak jelas (tidak jelas
terlihat) dengan protein selubung (coat protein)
di sekeliling asam nukleat.
Virus Bersampul
Virus kompleks
SIKLUS LITIK
1. Adsorpsi (pelekatan)
2. Penetrasi dan Eklifase
(virus mengambil alih
perlengkapan metabolik
bakteri)
3. Replikasi dan sintesis
komponen virus
4. Perakitan
5. Lisis
SIKLUS LISOGENIK
1. Adsorpsi (pelekatan)
2. Penggabungan
3. Pembelahan
4. Pemisahan asam nukleat
5. Replikasi dan sintesis
6. Perakitan
7. Lisis
MULTIPLIKASI VIRUS
F. MULTIPLIKASI VIRUS
MULTIPLIKASI VIRUS
SIKLUS LITIK fag T4, sejenis fag virulen. Memiliki hampir 300 gen, yang
ditranskripsi dan ditranslasi dengan menggunakan mekanisme sel inang.
SIKLUS LITIK
MULTIPLIKASI VIRUS
SIKLUS LITIK DAN LISOGENIK
SIKLUS LITIK DAN LISOGENIK
FAGA.
Setelah memasuki sel bakteri
dan Membentuk lingkaran,
DNA faga bisa segera
menginisiasi produksi
sejumlah besar fag progeni
(siklus lisis) atau berintegrasi
ke dalam kromosom bakteri
(siklus lisogenik). Pada
sebagian besar kasus, faga
mengikuti jalur lisis. Akan
tetapi, begitu siklus lisogenik
dimulai, profag mungkin
terangkut dalam kromosom
sel inang selama beberapa
generasi.
Untuk menumbuhkan virus dapat dilakukan
dengan tiga metode yaitu :
1. In vivo; merupakan metode inokulasi virus
pada hewan seperti mencit, tikus atau
kelinci.
2. In ovo; merupakan metode inkulasi virus
pada telur berembrio
3. In vitro; merupakan metode inokulasi virus
pada kultur sel atau kultur jaringan
LINGKUNGAN HIDUP VIRUS
G. CARA MENUMBUHKAN VIRUS
MENGUNTUNGKAN
UNTUK:
Interveron
Pembuatan insulin
Rekayasa genetik
vaksin
Antibakterial
Antitoksin
MERUGIKAN
MENYEBABKAN PENYAKIT:
1. Cacar
2. Herpes
3. AIDS
4. Hepatitis A, B, C
5. Inflenza dll
PERANAN VIRUS
H. PERANAN VIRUS
• Dimanfaatkan untuk mencegah replikasi virus di dalam sel
induk.
Untuk memproduksi Interveron
• Dimanfaatkan untuk membuat vaksin berbagai jenis mikroba
penyebab penyakit
• Contoh : Vaksin sabin dan salk untuk mencegah penyakit polio
Untuk Pembuatan Vaksin
• karena dapat menghancurkan bakteri-bakteri yang mengganggu
pada produk-produk makanan yang diawetkan.
Sebagai Antibakterial
PERANAN VIRUS
PERANAN VIRUS YANG
MENGUNTUNGKAN
• Sebagai contoh virus penyebab kanker dapat dicangkokkan bersama
dengan gen-gen penghasil insulin atau zat lain ke bakteri sehingga
bakteri tersebut dapat berkembangbiak dengan cepat dan sekaligus
memproduksi insulin atau zat lain
Sebagai Bahan Pembuatan Insulin
• Melalui terapi gen, gen penyebab inveksi yang terdapat di dalam virus
dapat diubah menjadi gen baik (gen “penyembuh”)
Untuk Re-Kombinasi Genetika
• DNA virus digabungkan dengan DNA manusia yang memiliki sifat
antitoksin (pelawan racun/penyakit). Selanjutnya, virus tersebut
diinfeksikan dengan sel bakteri sehingga sel bakteri ini memiliki sifat
gen manusia, yaitu memiliki sifat antitoksin. Dengan demikian, bakteri
yang semula tidak mempunyai sifat antitoksin sekarang sudah memiliki
sifat antitoksin.
Sebagai Anti-toksin
PERANAN VIRUS
Influenza virus (Cronavirus)
AIDS virus (HIV) Ebola virus
Hepatitis virus
PERANAN VIRUS
PERANAN VIRUS YANG MERUGIKAN
Herpes virus
Smallpox virus Polio virus
Gondong virus
PERANAN VIRUS
PERANAN VIRUS YANG MERUGIKAN
Virus Influenza
• Myxovirus
• Virus RNA bersampul
• Banyak menginfeksi
hewan dan manusia
• Umumnya
menyebabkan infeksi
pada sistem respirasi
Infeksi virus Influenza
• Penularannya melalui
saluran respirasi
• Virus menginfeksi sel-sel
pada sistem respirasi
• Menghancurkan epitalium
pada sistem respirasi
• Mengubah ekspresi protein
cytokinin yang
menyebabkan demam
Flu babi
PENULARAN
Manusia terinfeksi virus H1N1 dari babi melalui kontak
langsung atau via benda-benda yang terkontaminasi. Flu
babi menular dari manusia ke manusia, lalu bercampur
dengan virus flu manusia lewat udara (bersin, batuk).
Gejala yang Ditimbulkan Flu Babi
GEJALA PADA BABI
Peningkatan suhu tubuh,
depresi, batuk, keluar cairan dari
hidung atau mata, bersin, susah
bernafas, mata merah, tak mau
makan.
GEJALA PADA MANUSIA
• Demam, lesu, kurang
semangat, batuk, hidung
meler, radang
tenggorokan, mual, muntah,
diare.
• Tahap lanjut, terjadi sesak
nafas. Kematian terjadi akibat
kegagalan pernafasan.
 Tutup hidung dan mulut dengan tisu saat batuk/bersin.
Buang tisue ke tempat sampah.
 Cuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah batuk
atau bersin. Bisa juga gunakan tisu alkohol.
 Hindari kontak dengan penderita flu.
 Jika sakit, hendaknya tetap berada di rumah.
 Jangan sentuh mata, hidung, atau mulut. Virus menular
lewat bagian tubuh tersebut.
 Jangan memakan daging babi yang telah terinfeksi flu
H1N1. Masaklah daging babi pada suhu minimal 70 derajat
Celcius agar semua virus dan bakteri mati.
PENCEGAHAN
• Sama dengan flu burung
(H5N1). Gunakan antivirus
oseltamivir (Tamiflu),
zanamivir, mantadine, dan
rimantadine. Vaksin tersebut
hanya efektif jika diberikan
pada tahap dini saat infeksi
sel paru-paru belum terlalu
parah.
VAKSINASI
Presentasi virus 1

Presentasi virus 1

  • 1.
    FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI VIRUS MIKROBIOLOGI DAN PARASITOLOGI DISUSUN OLEH KELOMPOK III NUR AZIZAH O1A1 15 052 RIVA ANDINI O1A1 15 061 RIZKI CAHYANI IDHA O1A1 15 062 SHERLI MELINDA O1A1 15 068
  • 2.
    DEFINISI VIRUS CIRI-CIRI VIRUS STRUKTURVIRUS KLASIFIKASI VIRUS REPLIKASI VIRUS CARA MENUMBUHKAN VIRUS PERANAN VIRUS POKOK BAHASAN
  • 3.
    DEFINISI VIRUS Virus VirionRacun Virus adalah parasit intraseluler obligat yang memerlukan sel inang untuk bermultiplikasi Virus adalah jasad biologis, bukan hewan bukan tanaman, tanpa struktur sel, virus tidak dapat memperbanyak diri secara mandiri A. DEFINISI VIRUS
  • 4.
    • Virus bersifataseluler • Berukuran sangat kecil yaitu sekitar 20-300 milimikron. • Hanya hidup di dalam sel hidup • Pada umumnya virus berupa hablur (kristal) • Virus hanya memiliki salah satu macam dari asam nukleat RNA atau DNA saja • Tidak melakukan aktivitas metabolisme • Bentuk bervariasi : oval, silinder, polihedral dan kompleks • Virus tidak bergerak dan tidak membelah diri bila berada diluar inang • Virus dapat dikristalkan CIRI-CIRI VIRUS B. CIRI – CIRI VIRUS
  • 5.
    Struktur virus dapatdibedakan berdasarkan bentuknya (virus berselubung dan virus kompleks) C. STRUKTUR VIRUS CIRI-CIRI VIRUS Beselubung Kompleks
  • 6.
    1. Virus Berselubung STRUKTURDAN MORFOLOGI VIRUS Materi Genetik (DNA / RNA) Selubung Protein (Kapsid) Kapsul virus Reseptor Virus  Asam nukleat virus berupa DNA atau RNA, beruntai tunggal sine stranded (ss) ataupun beruntai ganda atau dougle stranded (ds) sehingga dikenal kelompok famili virus ssRNA, ssDNA dan dsDNA .  Sampul (envelope) yang umumnya terdiri dari kombinasi antara lipid (mayoritas ), protein, dan karbohidrat.  Sampul atau selaput (envelope) dapat ditutupi oleh struktur serupa paku (spike) yang merupakan kompleks barbohidrat dan protein. Spike dapat berperan pada prores perlekatan virus pada sel inang.
  • 7.
     Kapsid (coatprotein) adalah susunan protein yang mengelilingi asam nukleat virus. Kapsid tersusun atas subunit–subunit yang disebut Kapsoma.  Leher virus berfungsi menghubungkan bagian kepala dengan ekor.  Serabut ekor berfungsi sebagai alat perlekatan virus dengan inang  Lempengan dasar pada virus memperkuat perlekatan virus pada inang karena terdapat jarum penusuk 2. Virus Kompleks
  • 8.
    PENAMAAN PENAMAAN • Ordo :Virales • Famili : Viridae • Genus : Virus • Species : Virus CONTOH CONTOH • Famili : Picornafiridae • Genus : Enterovirus • Species : Poliovirus KLASIFIKASI VIRUS D. PENAMAAN VIRUS Penamaan virus diatur oleh International Committee of the Taxonomy of Viruses (ICTV) dimana penamaannya dikelompokkan atas klasifikasi berdasarkan ordo, famili, genus dan spesies.
  • 9.
    KLASIFIKASI VIRUS SEL INANG MATERI GENETIK MORFOLOGI DNA &RNA KLASIFIKASI VIRUS Bersampul Polihedral Batang/heliks Kompleks Hewan Bakteri Tumbuhan
  • 10.
    1. Virus yangmenyerang manusia, contohnya HIV 2. Virus yang meyerang hewan, contohnya rabies 3. Virus yang menyeraang tumbuhan contohnya TMV 4. Virus yang menyerang bakteri, contohnya virus T KLASIFIKASI VIRUS 1. Berdasarkan Inang
  • 11.
    1. Ribovirus (virusRNA), yaitu virus yang asam nukleatnya berupa RNA. Contoh togavirus (prnyebab demam kuning), arenavirus (penyebab meningitis), picornavirus (penyebab polio), orthomyxovirus (penyebab influenza), rhabdovirus (penyebab rabies) dan hepatititsvirus. 2. Deoksiribovirus (virus DNA), yaitu virus yang asam nukleatnya berupa DNA. Contohnya virus herpes, poxvirus (penyebab kanker leukimia dan limfoma). KLASIFIKASI VIRUS 2. Berdasarkan Materi Genetik
  • 12.
    KLASIFIKASI VIRUS a cbd 3. Berdasarkan Morfologi Berdasarkan morfologinya, virus dapat dibedakan menjadi bentuk heliks, polihedral, bersampul, dan kompleks
  • 13.
     Menyerupai bentukbatang yang panjang, dapat bersifat kaku ataupun fleksibel.  Asam nuukleat virus ditemukan di dalamlekuk kapsid silindris Contoh: virus rabies dan virus Ebola hemorrhagic fever KLASIFIKASI VIRUS Virus Heliks Virus Polihedral  Terdiri dari banyak sisi  Kapsid berbentuk ikosahedron, polyhedron regular dengan 20 permukaan triangular dan 20 sudut.  Kapsomer di setiap permukaan berbentuk segitiga sama sisi. Contoh: adenovirus, poliovirus
  • 14.
    KLASIFIKASI VIRUS  Berbentukbulat  Bila virus heliks dan polihedral ditutupi oleh envelope, maka virus itu disebut virus heliks bersampul (enveloped helical virus) atau virus polihedral bersampul (enveloped polyhedral virus). Contoh: virus influenza (heliks bersampul), virus herpes simpleks (polihedral bersampul).  Memiliki struktur yang kompleks (complicated). Contoh: bakteriofag, kapsid berbentuk polihedral dengan tail sheath berbentuk heliks dan poxyvirus kapsid berbentuk tidak jelas (tidak jelas terlihat) dengan protein selubung (coat protein) di sekeliling asam nukleat. Virus Bersampul Virus kompleks
  • 15.
    SIKLUS LITIK 1. Adsorpsi(pelekatan) 2. Penetrasi dan Eklifase (virus mengambil alih perlengkapan metabolik bakteri) 3. Replikasi dan sintesis komponen virus 4. Perakitan 5. Lisis SIKLUS LISOGENIK 1. Adsorpsi (pelekatan) 2. Penggabungan 3. Pembelahan 4. Pemisahan asam nukleat 5. Replikasi dan sintesis 6. Perakitan 7. Lisis MULTIPLIKASI VIRUS F. MULTIPLIKASI VIRUS
  • 16.
    MULTIPLIKASI VIRUS SIKLUS LITIKfag T4, sejenis fag virulen. Memiliki hampir 300 gen, yang ditranskripsi dan ditranslasi dengan menggunakan mekanisme sel inang. SIKLUS LITIK
  • 17.
    MULTIPLIKASI VIRUS SIKLUS LITIKDAN LISOGENIK SIKLUS LITIK DAN LISOGENIK FAGA. Setelah memasuki sel bakteri dan Membentuk lingkaran, DNA faga bisa segera menginisiasi produksi sejumlah besar fag progeni (siklus lisis) atau berintegrasi ke dalam kromosom bakteri (siklus lisogenik). Pada sebagian besar kasus, faga mengikuti jalur lisis. Akan tetapi, begitu siklus lisogenik dimulai, profag mungkin terangkut dalam kromosom sel inang selama beberapa generasi.
  • 18.
    Untuk menumbuhkan virusdapat dilakukan dengan tiga metode yaitu : 1. In vivo; merupakan metode inokulasi virus pada hewan seperti mencit, tikus atau kelinci. 2. In ovo; merupakan metode inkulasi virus pada telur berembrio 3. In vitro; merupakan metode inokulasi virus pada kultur sel atau kultur jaringan LINGKUNGAN HIDUP VIRUS G. CARA MENUMBUHKAN VIRUS
  • 19.
    MENGUNTUNGKAN UNTUK: Interveron Pembuatan insulin Rekayasa genetik vaksin Antibakterial Antitoksin MERUGIKAN MENYEBABKANPENYAKIT: 1. Cacar 2. Herpes 3. AIDS 4. Hepatitis A, B, C 5. Inflenza dll PERANAN VIRUS H. PERANAN VIRUS
  • 20.
    • Dimanfaatkan untukmencegah replikasi virus di dalam sel induk. Untuk memproduksi Interveron • Dimanfaatkan untuk membuat vaksin berbagai jenis mikroba penyebab penyakit • Contoh : Vaksin sabin dan salk untuk mencegah penyakit polio Untuk Pembuatan Vaksin • karena dapat menghancurkan bakteri-bakteri yang mengganggu pada produk-produk makanan yang diawetkan. Sebagai Antibakterial PERANAN VIRUS PERANAN VIRUS YANG MENGUNTUNGKAN
  • 21.
    • Sebagai contohvirus penyebab kanker dapat dicangkokkan bersama dengan gen-gen penghasil insulin atau zat lain ke bakteri sehingga bakteri tersebut dapat berkembangbiak dengan cepat dan sekaligus memproduksi insulin atau zat lain Sebagai Bahan Pembuatan Insulin • Melalui terapi gen, gen penyebab inveksi yang terdapat di dalam virus dapat diubah menjadi gen baik (gen “penyembuh”) Untuk Re-Kombinasi Genetika • DNA virus digabungkan dengan DNA manusia yang memiliki sifat antitoksin (pelawan racun/penyakit). Selanjutnya, virus tersebut diinfeksikan dengan sel bakteri sehingga sel bakteri ini memiliki sifat gen manusia, yaitu memiliki sifat antitoksin. Dengan demikian, bakteri yang semula tidak mempunyai sifat antitoksin sekarang sudah memiliki sifat antitoksin. Sebagai Anti-toksin PERANAN VIRUS
  • 22.
    Influenza virus (Cronavirus) AIDSvirus (HIV) Ebola virus Hepatitis virus PERANAN VIRUS PERANAN VIRUS YANG MERUGIKAN
  • 23.
    Herpes virus Smallpox virusPolio virus Gondong virus PERANAN VIRUS PERANAN VIRUS YANG MERUGIKAN
  • 24.
    Virus Influenza • Myxovirus •Virus RNA bersampul • Banyak menginfeksi hewan dan manusia • Umumnya menyebabkan infeksi pada sistem respirasi
  • 25.
    Infeksi virus Influenza •Penularannya melalui saluran respirasi • Virus menginfeksi sel-sel pada sistem respirasi • Menghancurkan epitalium pada sistem respirasi • Mengubah ekspresi protein cytokinin yang menyebabkan demam
  • 26.
    Flu babi PENULARAN Manusia terinfeksivirus H1N1 dari babi melalui kontak langsung atau via benda-benda yang terkontaminasi. Flu babi menular dari manusia ke manusia, lalu bercampur dengan virus flu manusia lewat udara (bersin, batuk).
  • 27.
    Gejala yang DitimbulkanFlu Babi GEJALA PADA BABI Peningkatan suhu tubuh, depresi, batuk, keluar cairan dari hidung atau mata, bersin, susah bernafas, mata merah, tak mau makan. GEJALA PADA MANUSIA • Demam, lesu, kurang semangat, batuk, hidung meler, radang tenggorokan, mual, muntah, diare. • Tahap lanjut, terjadi sesak nafas. Kematian terjadi akibat kegagalan pernafasan.
  • 28.
     Tutup hidungdan mulut dengan tisu saat batuk/bersin. Buang tisue ke tempat sampah.  Cuci tangan dengan sabun dan air, terutama setelah batuk atau bersin. Bisa juga gunakan tisu alkohol.  Hindari kontak dengan penderita flu.  Jika sakit, hendaknya tetap berada di rumah.  Jangan sentuh mata, hidung, atau mulut. Virus menular lewat bagian tubuh tersebut.  Jangan memakan daging babi yang telah terinfeksi flu H1N1. Masaklah daging babi pada suhu minimal 70 derajat Celcius agar semua virus dan bakteri mati. PENCEGAHAN
  • 29.
    • Sama denganflu burung (H5N1). Gunakan antivirus oseltamivir (Tamiflu), zanamivir, mantadine, dan rimantadine. Vaksin tersebut hanya efektif jika diberikan pada tahap dini saat infeksi sel paru-paru belum terlalu parah. VAKSINASI