Pertumbuhan Ekonomi
Studi Kasus :DAMPAK EKONOMI
ADANYA KAWASAN WISATA ALUN-
ALUN BATU BERDASARKAN
OBSERVASI
Kelompok 4
Anggota :
- Ines Imelda (125020107111037)
- Mida Alfionika (135020101111007)
- Cahyaning W.S. (135020101111008)
- Rizka Azizah (135020101111013)
- Yesi Septiani (135020101111016)
• Pendahuluan
• Tinjauan Pustaka
• Metode Penelitian
• Hasil dan Pembahasan
• Kesimpulan
Outline
Pendahuluan
Latar Belakang
Adanya economic growth (pertumbuhan ekonomi) dapat menyediakan
lapangan kerja bagi angkatan kerja baru, juga diharapkan dapat
memperbaiki kehidupan manusia atau peningkatan pendapatan
Tanpa perubahan, manusia merasa jenuh atau bahkan merasa tertinggal.
Dengan timbulnya lapangan kerja baru, tingkat pengangguran dapat
ditekan agar tidak makin tumbuh, alih-alih bisa diturunkan
Dalam kehidupan masyarakat, pekerjaan bukan saja berfungsi sebagai
sumber pendapatan, tetapi sekaligus juga memberikan harga diri atau
status bagi yang bekerja.
Pendahuluan
Latar Belakang
Maka dari itu, tiap daerah berusaha menggali sektor yang memiliki potensi
meningkatkan pendapatan daerah. Dari sudut potensi, masing-masing wilayah
mempunyai keunggulan komparatif yang berbeda dan bisa dimanfaatkan untuk
menetapkan skala prioritas. Dari sudut tingkat pendapatan, ada beberapa kegiatan
dalam ekonomi yang mampu menunjang pendapatan daerah.
Contohnya adalah adanya sektor pariwisata.
Pendahuluan
Rumusan Masalah
• Apakah adanya wisata Alun-Alun Batu melibatkan
masyarakat lokal itu sendiri dalam kegiatan perekonomian
yang ditimbulkan?
• Bagaimanakah sektor pariwisata Alun-Alun Batu
mempengaruhi pendapatan masyarakat setempat?
• Bagaimanakah sektor pariwisata Alun-Alun Batu
mempengaruhi sektor perekonomian lainnya?
Pendahuluan
Tujuan Penelitian
Menjelaskan keberadaan wisata
Alun-Alun Batu turut melibatkan
masyarakat lokal dalam kegiatan
perekonomian yang ditimbulkan.
Menjelaskan sektor pariwisata
Alun-Alun Batu mempengaruhi
pendapatan masyarakat setempat.
Menjelaskan kemungkinan wisata
Alun-Alun Batu mempengaruhi
sektor perekonomian lainnya.
Pendahuluan
Manfaat Penelitian
Mengetahui keberadaan wisata Alun-Alun Batu yang turut
melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan perekonomian yang
ditimbulkan.
Mengetahui pengaruh sektor pariwisata Alun-Alun Batu terhadap
pendapatan masyarakat setempat.
Memahami kemungkinan hubungan adanya wisata Alun-Alun Batu
dengan sektor perekonomian lainnya.
Tinjauan Pustaka
Dengan semakin berkembangnya pertumbuhan pariwisata
di suatu wilayah yang mendorong berbagai kegiatan
ekonomi terpusat di dalamnya
secara perlahan dapat menyebabkan terjadinya
aglomerasi di daerah perkotaan terutama pusat objek
wisata itu sendiri.
Economic of agglomeration sendiri adalah keuntungan
yang diperoleh karena di tempat itu terdapat berbagai
keperluan dan fasilitas yang dapat digunakan oleh pelaku
usaha
Berbagai fasilitas yang memperlancar kegiatan usaha
misalnya jasa perbankan, asuransi, perbengkelan,
perusahaan listrik, perusahaan air bersih, tempat latihan
dan tempat reklame
Tinjauan Pustaka
Pusat perekonomian yang terbentuk inilah kemudian yang dinamakan sebagai pusat pertumbuhan (growth
pole), dimana menurut Tarigan (2005) pusat pertumbuhan (growth pole) dapat diartikan dalam dua cara, yaitu
secara fungsional dan geografis.
Fungsional
• suatu lokasi konsentrasi kelompok usaha
atau cabang industri yang karena sifat
hubungannya memiliki unsur-unsur
kedinamisan sehingga mampu
menstimulasi kehidupan ekonomi baik
ke dalam maupun ke luar wilayah
Geografis
• suatu lokasi yang banyak memiliki
fasilitas dan kemudahan sehingga
menjadi pusat daya tarik (pole of
attraction)
Tinjauan Pustaka
• Adanya pusat pertumbuhan diharapkan mampu menciptakan efek pengganda
(multiplier effect), yaitu keberadaan sektor-sektor yang saling terkait dan
saling mendukung akan menciptakan efek pengganda.
• Apabila ada satu sektor yang karena permintaan dari luar wilayah, produksinya
meningkat karena ada keterkaitan membuat banyak sektor lain juga akan
meningkat produksinya dan akan terjadi beberapa kali putaran pertumbuhan
sehingga total kenaikan produksi bisa beberapa kali lipat dibanding dengan
kenaikan permintaan dari luar untuk sektor tersebut (sektor yang pertama
meningkat permintaannya).
• Unsur efek pengganda ini sangat berperan dalam membuat kota itu mampu
memacu pertumbuhan wilayah belakangnya. Karena kegiatan berbagai sektor di
kota meningkat tajam, maka kebutuhan kota akan bahan baku atau tenaga
kerja yang dipasok dari wilayah belakangnya akan meningkat tajam pula.
Tinjauan Pustaka
Sektor pariwisata juga dapat memacu pertumbuhan wilayah. Menurut Departemen Kebudayaan
dan Pariwisata RI (2005, dalam I Gusti Bagus Rai Utama, 2011:7) menjelaskan bahwa
pembangunan kepariwisataan pada dasarnya ditujukan untuk beberapa tujuan pokok, yaitu
sebagai berikut :
Persatuan dan Kesatuan
Bangsa
Penghapusan Kemiskinan
(Poverty Alleviation)
Pembangunan
Berkesinambungan
(Sustainable
Development):
Pelestarian Budaya
(Culture Preservation)
Pemenuhan Kebutuhan
Hidup dan Hak Azasi
Manusia
Peningkatan Ekonomi dan
Industri
Pengembangan Teknologi
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode
kualitatif adalah metode yang berusaha memperoleh data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam
bentuk angka.
Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya
wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam
catatan lapangan (transkrip).
Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman video.
Informan utama yang dibidik adalah orang-orang yang di sekitar lokasi wisata di Kota Batu.
Dalam tujuannya untuk mengetahui dampak ekonomi masyarakat, penulis menggunakan
masyarakat di sekitar objek wisata sebagai informan utama. Masyarakat tersebut bisa berupa
pedagang yang sedang menjajakan barangnya atau pemilik usaha.
Metode Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Wawancara
• Pihak yang di wawancarai adalah beberapa pedagang di sekitar Alun-Alun Kota Batu dan
beberapa pelaku usaha yang mendirikan usaha di sekitar Alun-Alun kota Batu. Selain pedagang,
pihak yang diwawancarai adalah beberapa orang yang bertugas sebagai pengelola Alun-Alun
Kota Batu.
Observasi
• Observasi dilakukan di Alun-Alun Kota Batu Jalan H. Agus Salim Kota Batu, Malang Jawa Timur.
Pengumpulan data
• Penggunaan data yang berasal dari pengumpulan catatan di lapangan (alun-Alun KotaBatu)
akan diperoleh data yang lebih lengkap dan akurat.
Hasil dan Pembahasan
Kota Batu merupakan kota pariwisata yang banyak menyediakan lapangan kerja namun
karena tak seimbang untuk memenuhi pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dan
jumlah angkatan kerja semakin banyak. Salah satunya tempat pariwisata adalah Alun-alun
Kota Batu yang kini menjadi ikon kota Batu dengan simbol apel di tengah Alun-Alun. Alun-
alun ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang memiliki bianglala sebagai daya tariknya.
Tempat wisata ini memang gratis karena memang pengunjung tidak perlu mengeluarkan
biaya sedikitpun untuk menikmati fasilitas yang ada disini, kecuali toilet, parkir dan biaya
naik bianglala. Pengunjung dapat dimanjakan dengan banyaknya penjual makanan kecil oleh
pedagang di seputaran Alun-Alun.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan wawancara dengan pihak informasi, sebenarnya pedagang tidak diperkenankan
berjualan di sepanjang trotoar. Hal ini karena merusak keindahan. Walaupun peraturan ini
diterbitkan, namun tidak menyurutkan semangat pedagang di sekitar Alun-Alun Batu. Dari
segi ekonomi, adanya peraturan baru dan wacana dipindahkan dianggap tidak bagus bagi
masyarakat yang memperoleh penghasilan dari berjualan. Hal ini dirasakan bahwa
keberhasilan suatu usaha yang akan dilaksanakan sangat tergantung dengan pemilihan lokasi
sebagai tempat berusaha. Jika dipindah, Pedagang kaki lima harus dapat melakukan
pemilihan lokasi usaha yang tepat agar kelangsungan usaha mereka terjamin, maka dari itu,
para pedagang mempertahankan agar bisa berjualan di sekitar Alun-alun Batu.
Hasil dan Pembahasan
Keberadaan Alun-alun Batu dimanfaatkan sebagian besar masyarakat Batu untuk
menghasilkan nilai tambah seperti kegiatan berdagang makanan, mainan anak kecil dan
lain-lain. Sektor informal ini terlihat lebih menonjol dibanding sektor formal di dekat Alun-
Alun Batu seperti Plaza Batu dan Toko Buku Bina Ilmu dan Pelajar. Dikatakan lebih menonjol
karena jumlahnya lebih banyak dan diisi oleh warga asli Kota Batu. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), sektor informal dapat diartikan sebagai, “Usaha kecil yang
melakukan kegiatan produksi dan/atau distribusi barang dan jasa untuk menciptakan
lapangan kerja dan penghasilan bagi mereka yang terlibat dalam unit tersebut serta bekerja
dengan keterbatasan, baik modal,fisik, tenaga, maupun keahlian
Hasil dan Pembahasan
Lapangan kerja pada sektor formal tidak dapat menampung semua angkatan kerja yang ada
sehingga masyarakat banyak berkembang pada sektor informal sebagai pedagang, salah satu
usahanya yaitu pemanfaatan obyek wisata alun-alun sebagai tempat mengembangkan usaha
di sektor informal sebaga ipedagang kaki lima. Namun, sektor formal ini tidak bisa
dipandang sebelah mata karena juga memberdayakan masyarakat asli sebagai pekerja.
Disini, kita focus pada observasi sektor informal dengan objek para pedagang di sekitar
Alun-Alun Kota Batu.
Hasil dan Pembahasan
Peran Pembangunan Wisata Alun-Alun Batu terhadap Pendapatan Daerah
Kontribusi pariwisata terhadap pendapatan pemerintah dapat diuraikan menjadi dua, yakni:
• kontribusi
langsung
• kontribusi
tidak
langsung
Hasil dan Pembahasan
Kontribusi Langsung
Kontribusi langsung berasal dari pajak pendapatan yang dipungut dari para pekerja
pariwisata dan pelaku bisnis pariwisata pada kawasan wisata yang diterima langsung oleh
SKPD terkait. Sementara Pemerintah Daerah memperoleh pendapatan dari sector pariwisata
secara langsung dan nyata berupa sumbangan pendapatan bagi pemerintah melalui aktifitas
penjualan tiket masuk wisatawan yang mengunjungi obyek wisata. Berhubung wisata Alun-
Alun Kota Batu tidak dikenakan tiket masuk, maka sumber pendapatan pemerintah Kota
Batu antara lain berupa pendapatan retribusi yang dikurangi biaya untuk petugas parkir.
Hasil dan Pembahasan
Kontribusi Tidak Langsung
Kontribusi tidak langsung pariwisata terhadap pendapatan pemerintah berasal dari pajak
barang-barang yang di import dan pajak yang dikenakan kepada wisatawan yang
berkunjung. Pada studi kasus di destinasi wisata Alun-Alun Kota Batu, pendapatan tidak
langsung misalnya ketika pedagang jagung membeli jagung dari luar wilayah, maka
komoditas yang memasuki pasar local diwajibkan membayar sejumlah retribusi. Inilah yang
nantinya diterima pemerintah. Sektor pariwisata memang benar dapat meningkatkan
pendapatan bagi pemerintah di mana pariwisata tersebut dapat dikembangkan dengan baik.
Hasil dan Pembahasan
Peran Pembangunan Kawasan Wisata Jawa Alun- Alun Batu terhadap Pembangunan Infrastruktur
Pembangunan kawasan wisata di berbagai daerah menyebabkan terjadinya pergeseran
fungsi rumah tinggal yang dijadikan sebagai lokasi usaha untuk guest house dan
homestay yang malah menggusur warga itu sendiri serta alih kepemilikan bangunan
dan tanah yang kini malah banyak dimiliki oleh warga luar daerah.
Berkembangnya sektor pariwisata juga dapat mendorong pemerintah lokal untuk
menyediakan infrastruktur yang lebih baik, penyediaan air bersih, listrik,
telekomunikasi, transportasi umum dan fasilitas pendukung lainnya
Dengan adanya perbaikan infrastruktur, ketersediaan kebutuhan masyarakat kini
dirasa lebih mudah. Dengan mudahnya akses masyarakat dan keterjangkauannya,
membuat kawasan ini semakin ramai.
Hasil dan Pembahasan
Peran Pembangunan Kawasan Wisata Jawa Alun- Alun Batu terhadap Pembangunan Infrastruktur
Berbagai jenis usaha baik yang berhubungan dengan kebutuhan wisatawan
maupun kebutuhan masyarakat kini sudah tersedia seperti masjid, pusat
perbelanjaan, dan lain-lain.
Peningkatan infrastruktur menuju wisata Alun-alun Batu terutama yang
dimaksudkan untuk peningkatan pelayanan dan kenyamanan wisatawan.
Perbaikan dan pembangunan insfrastruktur pariwisata tersebut juga
akan dinikmati oleh penduduk lokal dalam menjalankan aktifitas
bisnisnya.
Dalam konteks ini masyarakat local akan mendapatkan pengaruh positif
dari pembangunan pariwisata di daerahnya.
Hasil dan Pembahasan
Peran Pembangunan Kawasan Wisata Jawa Alun- Alun Batu terhadap Pendapatan Masyarakat Lokal
Hasil penelitian peran pembangunan kawasan wisata Alun-Alun Batu terhadap perekonomian warga,
antara lain berupa terbukanya kesempatan usaha bagi masyarakat lokal terutama yang berhubungan dengan
usaha pariwisata, munculnya lapangan kerja baru terutama yang berkaitan dengan usaha pariwisata yang
menarik banyak tenaga baik masyarakat lokal maupun luar daerah, adanya tambahan pendapatan terutama
bagi mereka yang membuka usaha berkaitan dengan penyediaan kebutuhan wisatawan, persaingan usaha
yang sehat karena varian produk yang hampir sama dengan harga yang merata, serta peranan dan
keterlibatan masyarakat lokal yang dinilai masih kurang maksimal terutama peran pemerintah untuk
menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Sektor pariwisata Alun-Alun Batu secara regional berkontribusi nyata terhadap penciptaan peluang
kerja, penciptaan usaha-usaha terkait pariwisata seperti usaha restoran, kuliner, taxi, usaha kerajinan dan
seni souvenir dan pedagang kaki lima.
Kesimpulan
Pariwisata secara nyata berpengaruh positif terhadap perekonomian pada sebuah daerah.
Adapun peran pembangunan kawasan wisata Alun-Alun Batu terhadap kondisi ekonomi
masyarakat antara lain munculnya usaha baru yang bisa memberikan tambahan
pendapatan bagi pihak pengelola dan bagi warga sekitar yang membuka usaha bidang
pariwisata jika jumlah pengunjung yang terus mengalami peningkatan
Selanjutnya adalah dampak ekonomi yang muncul akibat adanya pembangunan kawasan
wisata Alun-Alun Batu adalah membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat sekitar
terutama yang di sektor informal berupa pedagang kaki lima yang berhubungan langsung
dari pariwisata sehingga bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan masyarakatnya.
Kesimpulan
Harus diakui bahwa pembangunan kawasan wisata Alun-Alun Batu telah memicu
terjadinya berbagai perbaikan infrastruktur yang mempermudah akses warga untuk
segala kegiatan ekonomi yang dilakukan serta mempermudah akses transportasi umum
dan jangkauan ke wilayah Kota Batu dikatakan sangat menguntungkan warga.
Peran Pembangunan Kawasan Wisata Jawa Alun-Alun Batu terhadap Pendapatan
Masyarakat Lokal bisa dilihat dari adanya pedagang kaki lima yang diisi oleh warga
asal dan tingkat keuntungan yang didapat dari kegiatan berdagang.
Sementara itu, pengembangan sektor pariwisata yang lebih lanjut dapat menstimulus
penciptaan peluang kerja, penciptaan usaha-usaha terkait pariwisata seperti usaha
restoran, kuliner, taxi, usaha kerajinan dan seni souvenir di daerah terkait yang
dapatmenyerap sejumlah tenaga kerja.
PETA WISATA BATU
PETA WISATA Alun-Alun BATU
Menurut Google Maps
Urban economics
Urban economics
Urban economics

Urban economics

  • 1.
    Pertumbuhan Ekonomi Studi Kasus:DAMPAK EKONOMI ADANYA KAWASAN WISATA ALUN- ALUN BATU BERDASARKAN OBSERVASI Kelompok 4 Anggota : - Ines Imelda (125020107111037) - Mida Alfionika (135020101111007) - Cahyaning W.S. (135020101111008) - Rizka Azizah (135020101111013) - Yesi Septiani (135020101111016)
  • 2.
    • Pendahuluan • TinjauanPustaka • Metode Penelitian • Hasil dan Pembahasan • Kesimpulan Outline
  • 3.
    Pendahuluan Latar Belakang Adanya economicgrowth (pertumbuhan ekonomi) dapat menyediakan lapangan kerja bagi angkatan kerja baru, juga diharapkan dapat memperbaiki kehidupan manusia atau peningkatan pendapatan Tanpa perubahan, manusia merasa jenuh atau bahkan merasa tertinggal. Dengan timbulnya lapangan kerja baru, tingkat pengangguran dapat ditekan agar tidak makin tumbuh, alih-alih bisa diturunkan Dalam kehidupan masyarakat, pekerjaan bukan saja berfungsi sebagai sumber pendapatan, tetapi sekaligus juga memberikan harga diri atau status bagi yang bekerja.
  • 4.
    Pendahuluan Latar Belakang Maka dariitu, tiap daerah berusaha menggali sektor yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan daerah. Dari sudut potensi, masing-masing wilayah mempunyai keunggulan komparatif yang berbeda dan bisa dimanfaatkan untuk menetapkan skala prioritas. Dari sudut tingkat pendapatan, ada beberapa kegiatan dalam ekonomi yang mampu menunjang pendapatan daerah. Contohnya adalah adanya sektor pariwisata.
  • 5.
    Pendahuluan Rumusan Masalah • Apakahadanya wisata Alun-Alun Batu melibatkan masyarakat lokal itu sendiri dalam kegiatan perekonomian yang ditimbulkan? • Bagaimanakah sektor pariwisata Alun-Alun Batu mempengaruhi pendapatan masyarakat setempat? • Bagaimanakah sektor pariwisata Alun-Alun Batu mempengaruhi sektor perekonomian lainnya?
  • 6.
    Pendahuluan Tujuan Penelitian Menjelaskan keberadaanwisata Alun-Alun Batu turut melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan perekonomian yang ditimbulkan. Menjelaskan sektor pariwisata Alun-Alun Batu mempengaruhi pendapatan masyarakat setempat. Menjelaskan kemungkinan wisata Alun-Alun Batu mempengaruhi sektor perekonomian lainnya.
  • 7.
    Pendahuluan Manfaat Penelitian Mengetahui keberadaanwisata Alun-Alun Batu yang turut melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan perekonomian yang ditimbulkan. Mengetahui pengaruh sektor pariwisata Alun-Alun Batu terhadap pendapatan masyarakat setempat. Memahami kemungkinan hubungan adanya wisata Alun-Alun Batu dengan sektor perekonomian lainnya.
  • 8.
    Tinjauan Pustaka Dengan semakinberkembangnya pertumbuhan pariwisata di suatu wilayah yang mendorong berbagai kegiatan ekonomi terpusat di dalamnya secara perlahan dapat menyebabkan terjadinya aglomerasi di daerah perkotaan terutama pusat objek wisata itu sendiri. Economic of agglomeration sendiri adalah keuntungan yang diperoleh karena di tempat itu terdapat berbagai keperluan dan fasilitas yang dapat digunakan oleh pelaku usaha Berbagai fasilitas yang memperlancar kegiatan usaha misalnya jasa perbankan, asuransi, perbengkelan, perusahaan listrik, perusahaan air bersih, tempat latihan dan tempat reklame
  • 9.
    Tinjauan Pustaka Pusat perekonomianyang terbentuk inilah kemudian yang dinamakan sebagai pusat pertumbuhan (growth pole), dimana menurut Tarigan (2005) pusat pertumbuhan (growth pole) dapat diartikan dalam dua cara, yaitu secara fungsional dan geografis. Fungsional • suatu lokasi konsentrasi kelompok usaha atau cabang industri yang karena sifat hubungannya memiliki unsur-unsur kedinamisan sehingga mampu menstimulasi kehidupan ekonomi baik ke dalam maupun ke luar wilayah Geografis • suatu lokasi yang banyak memiliki fasilitas dan kemudahan sehingga menjadi pusat daya tarik (pole of attraction)
  • 10.
    Tinjauan Pustaka • Adanyapusat pertumbuhan diharapkan mampu menciptakan efek pengganda (multiplier effect), yaitu keberadaan sektor-sektor yang saling terkait dan saling mendukung akan menciptakan efek pengganda. • Apabila ada satu sektor yang karena permintaan dari luar wilayah, produksinya meningkat karena ada keterkaitan membuat banyak sektor lain juga akan meningkat produksinya dan akan terjadi beberapa kali putaran pertumbuhan sehingga total kenaikan produksi bisa beberapa kali lipat dibanding dengan kenaikan permintaan dari luar untuk sektor tersebut (sektor yang pertama meningkat permintaannya). • Unsur efek pengganda ini sangat berperan dalam membuat kota itu mampu memacu pertumbuhan wilayah belakangnya. Karena kegiatan berbagai sektor di kota meningkat tajam, maka kebutuhan kota akan bahan baku atau tenaga kerja yang dipasok dari wilayah belakangnya akan meningkat tajam pula.
  • 11.
    Tinjauan Pustaka Sektor pariwisatajuga dapat memacu pertumbuhan wilayah. Menurut Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI (2005, dalam I Gusti Bagus Rai Utama, 2011:7) menjelaskan bahwa pembangunan kepariwisataan pada dasarnya ditujukan untuk beberapa tujuan pokok, yaitu sebagai berikut : Persatuan dan Kesatuan Bangsa Penghapusan Kemiskinan (Poverty Alleviation) Pembangunan Berkesinambungan (Sustainable Development): Pelestarian Budaya (Culture Preservation) Pemenuhan Kebutuhan Hidup dan Hak Azasi Manusia Peningkatan Ekonomi dan Industri Pengembangan Teknologi
  • 12.
    Metode Penelitian Penelitian inimenggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode kualitatif adalah metode yang berusaha memperoleh data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka. Data kualitatif diperoleh melalui berbagai macam teknik pengumpulan data misalnya wawancara, analisis dokumen, diskusi terfokus, atau observasi yang telah dituangkan dalam catatan lapangan (transkrip). Bentuk lain data kualitatif adalah gambar yang diperoleh melalui pemotretan atau rekaman video. Informan utama yang dibidik adalah orang-orang yang di sekitar lokasi wisata di Kota Batu. Dalam tujuannya untuk mengetahui dampak ekonomi masyarakat, penulis menggunakan masyarakat di sekitar objek wisata sebagai informan utama. Masyarakat tersebut bisa berupa pedagang yang sedang menjajakan barangnya atau pemilik usaha.
  • 13.
    Metode Penelitian Teknik PengumpulanData Wawancara • Pihak yang di wawancarai adalah beberapa pedagang di sekitar Alun-Alun Kota Batu dan beberapa pelaku usaha yang mendirikan usaha di sekitar Alun-Alun kota Batu. Selain pedagang, pihak yang diwawancarai adalah beberapa orang yang bertugas sebagai pengelola Alun-Alun Kota Batu. Observasi • Observasi dilakukan di Alun-Alun Kota Batu Jalan H. Agus Salim Kota Batu, Malang Jawa Timur. Pengumpulan data • Penggunaan data yang berasal dari pengumpulan catatan di lapangan (alun-Alun KotaBatu) akan diperoleh data yang lebih lengkap dan akurat.
  • 14.
    Hasil dan Pembahasan KotaBatu merupakan kota pariwisata yang banyak menyediakan lapangan kerja namun karena tak seimbang untuk memenuhi pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dan jumlah angkatan kerja semakin banyak. Salah satunya tempat pariwisata adalah Alun-alun Kota Batu yang kini menjadi ikon kota Batu dengan simbol apel di tengah Alun-Alun. Alun- alun ini menjadi satu-satunya di Indonesia yang memiliki bianglala sebagai daya tariknya. Tempat wisata ini memang gratis karena memang pengunjung tidak perlu mengeluarkan biaya sedikitpun untuk menikmati fasilitas yang ada disini, kecuali toilet, parkir dan biaya naik bianglala. Pengunjung dapat dimanjakan dengan banyaknya penjual makanan kecil oleh pedagang di seputaran Alun-Alun.
  • 15.
    Hasil dan Pembahasan Berdasarkanwawancara dengan pihak informasi, sebenarnya pedagang tidak diperkenankan berjualan di sepanjang trotoar. Hal ini karena merusak keindahan. Walaupun peraturan ini diterbitkan, namun tidak menyurutkan semangat pedagang di sekitar Alun-Alun Batu. Dari segi ekonomi, adanya peraturan baru dan wacana dipindahkan dianggap tidak bagus bagi masyarakat yang memperoleh penghasilan dari berjualan. Hal ini dirasakan bahwa keberhasilan suatu usaha yang akan dilaksanakan sangat tergantung dengan pemilihan lokasi sebagai tempat berusaha. Jika dipindah, Pedagang kaki lima harus dapat melakukan pemilihan lokasi usaha yang tepat agar kelangsungan usaha mereka terjamin, maka dari itu, para pedagang mempertahankan agar bisa berjualan di sekitar Alun-alun Batu.
  • 16.
    Hasil dan Pembahasan KeberadaanAlun-alun Batu dimanfaatkan sebagian besar masyarakat Batu untuk menghasilkan nilai tambah seperti kegiatan berdagang makanan, mainan anak kecil dan lain-lain. Sektor informal ini terlihat lebih menonjol dibanding sektor formal di dekat Alun- Alun Batu seperti Plaza Batu dan Toko Buku Bina Ilmu dan Pelajar. Dikatakan lebih menonjol karena jumlahnya lebih banyak dan diisi oleh warga asli Kota Batu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sektor informal dapat diartikan sebagai, “Usaha kecil yang melakukan kegiatan produksi dan/atau distribusi barang dan jasa untuk menciptakan lapangan kerja dan penghasilan bagi mereka yang terlibat dalam unit tersebut serta bekerja dengan keterbatasan, baik modal,fisik, tenaga, maupun keahlian
  • 17.
    Hasil dan Pembahasan Lapangankerja pada sektor formal tidak dapat menampung semua angkatan kerja yang ada sehingga masyarakat banyak berkembang pada sektor informal sebagai pedagang, salah satu usahanya yaitu pemanfaatan obyek wisata alun-alun sebagai tempat mengembangkan usaha di sektor informal sebaga ipedagang kaki lima. Namun, sektor formal ini tidak bisa dipandang sebelah mata karena juga memberdayakan masyarakat asli sebagai pekerja. Disini, kita focus pada observasi sektor informal dengan objek para pedagang di sekitar Alun-Alun Kota Batu.
  • 18.
    Hasil dan Pembahasan PeranPembangunan Wisata Alun-Alun Batu terhadap Pendapatan Daerah Kontribusi pariwisata terhadap pendapatan pemerintah dapat diuraikan menjadi dua, yakni: • kontribusi langsung • kontribusi tidak langsung
  • 19.
    Hasil dan Pembahasan KontribusiLangsung Kontribusi langsung berasal dari pajak pendapatan yang dipungut dari para pekerja pariwisata dan pelaku bisnis pariwisata pada kawasan wisata yang diterima langsung oleh SKPD terkait. Sementara Pemerintah Daerah memperoleh pendapatan dari sector pariwisata secara langsung dan nyata berupa sumbangan pendapatan bagi pemerintah melalui aktifitas penjualan tiket masuk wisatawan yang mengunjungi obyek wisata. Berhubung wisata Alun- Alun Kota Batu tidak dikenakan tiket masuk, maka sumber pendapatan pemerintah Kota Batu antara lain berupa pendapatan retribusi yang dikurangi biaya untuk petugas parkir.
  • 20.
    Hasil dan Pembahasan KontribusiTidak Langsung Kontribusi tidak langsung pariwisata terhadap pendapatan pemerintah berasal dari pajak barang-barang yang di import dan pajak yang dikenakan kepada wisatawan yang berkunjung. Pada studi kasus di destinasi wisata Alun-Alun Kota Batu, pendapatan tidak langsung misalnya ketika pedagang jagung membeli jagung dari luar wilayah, maka komoditas yang memasuki pasar local diwajibkan membayar sejumlah retribusi. Inilah yang nantinya diterima pemerintah. Sektor pariwisata memang benar dapat meningkatkan pendapatan bagi pemerintah di mana pariwisata tersebut dapat dikembangkan dengan baik.
  • 21.
    Hasil dan Pembahasan PeranPembangunan Kawasan Wisata Jawa Alun- Alun Batu terhadap Pembangunan Infrastruktur Pembangunan kawasan wisata di berbagai daerah menyebabkan terjadinya pergeseran fungsi rumah tinggal yang dijadikan sebagai lokasi usaha untuk guest house dan homestay yang malah menggusur warga itu sendiri serta alih kepemilikan bangunan dan tanah yang kini malah banyak dimiliki oleh warga luar daerah. Berkembangnya sektor pariwisata juga dapat mendorong pemerintah lokal untuk menyediakan infrastruktur yang lebih baik, penyediaan air bersih, listrik, telekomunikasi, transportasi umum dan fasilitas pendukung lainnya Dengan adanya perbaikan infrastruktur, ketersediaan kebutuhan masyarakat kini dirasa lebih mudah. Dengan mudahnya akses masyarakat dan keterjangkauannya, membuat kawasan ini semakin ramai.
  • 22.
    Hasil dan Pembahasan PeranPembangunan Kawasan Wisata Jawa Alun- Alun Batu terhadap Pembangunan Infrastruktur Berbagai jenis usaha baik yang berhubungan dengan kebutuhan wisatawan maupun kebutuhan masyarakat kini sudah tersedia seperti masjid, pusat perbelanjaan, dan lain-lain. Peningkatan infrastruktur menuju wisata Alun-alun Batu terutama yang dimaksudkan untuk peningkatan pelayanan dan kenyamanan wisatawan. Perbaikan dan pembangunan insfrastruktur pariwisata tersebut juga akan dinikmati oleh penduduk lokal dalam menjalankan aktifitas bisnisnya. Dalam konteks ini masyarakat local akan mendapatkan pengaruh positif dari pembangunan pariwisata di daerahnya.
  • 23.
    Hasil dan Pembahasan PeranPembangunan Kawasan Wisata Jawa Alun- Alun Batu terhadap Pendapatan Masyarakat Lokal Hasil penelitian peran pembangunan kawasan wisata Alun-Alun Batu terhadap perekonomian warga, antara lain berupa terbukanya kesempatan usaha bagi masyarakat lokal terutama yang berhubungan dengan usaha pariwisata, munculnya lapangan kerja baru terutama yang berkaitan dengan usaha pariwisata yang menarik banyak tenaga baik masyarakat lokal maupun luar daerah, adanya tambahan pendapatan terutama bagi mereka yang membuka usaha berkaitan dengan penyediaan kebutuhan wisatawan, persaingan usaha yang sehat karena varian produk yang hampir sama dengan harga yang merata, serta peranan dan keterlibatan masyarakat lokal yang dinilai masih kurang maksimal terutama peran pemerintah untuk menciptakan kesempatan kerja bagi masyarakat lokal. Sektor pariwisata Alun-Alun Batu secara regional berkontribusi nyata terhadap penciptaan peluang kerja, penciptaan usaha-usaha terkait pariwisata seperti usaha restoran, kuliner, taxi, usaha kerajinan dan seni souvenir dan pedagang kaki lima.
  • 24.
    Kesimpulan Pariwisata secara nyataberpengaruh positif terhadap perekonomian pada sebuah daerah. Adapun peran pembangunan kawasan wisata Alun-Alun Batu terhadap kondisi ekonomi masyarakat antara lain munculnya usaha baru yang bisa memberikan tambahan pendapatan bagi pihak pengelola dan bagi warga sekitar yang membuka usaha bidang pariwisata jika jumlah pengunjung yang terus mengalami peningkatan Selanjutnya adalah dampak ekonomi yang muncul akibat adanya pembangunan kawasan wisata Alun-Alun Batu adalah membuka kesempatan kerja baru bagi masyarakat sekitar terutama yang di sektor informal berupa pedagang kaki lima yang berhubungan langsung dari pariwisata sehingga bisa dijadikan sebagai sumber penghasilan masyarakatnya.
  • 25.
    Kesimpulan Harus diakui bahwapembangunan kawasan wisata Alun-Alun Batu telah memicu terjadinya berbagai perbaikan infrastruktur yang mempermudah akses warga untuk segala kegiatan ekonomi yang dilakukan serta mempermudah akses transportasi umum dan jangkauan ke wilayah Kota Batu dikatakan sangat menguntungkan warga. Peran Pembangunan Kawasan Wisata Jawa Alun-Alun Batu terhadap Pendapatan Masyarakat Lokal bisa dilihat dari adanya pedagang kaki lima yang diisi oleh warga asal dan tingkat keuntungan yang didapat dari kegiatan berdagang. Sementara itu, pengembangan sektor pariwisata yang lebih lanjut dapat menstimulus penciptaan peluang kerja, penciptaan usaha-usaha terkait pariwisata seperti usaha restoran, kuliner, taxi, usaha kerajinan dan seni souvenir di daerah terkait yang dapatmenyerap sejumlah tenaga kerja.
  • 26.
  • 27.
    PETA WISATA Alun-AlunBATU Menurut Google Maps