Kelompok Tumbuhan
Lumut
 AQAWILLA ROSA
 ERNA JUSANTI
 NENG OKTAVIANI
 NOVI WURI
X IIS 3
A. Pengertian
Lumut (dalam bahasa yunani : bryophyta) adalah sebuah
divisi tumbuhan yang hidup didarat, yang umumnya
berwarna hijau dan berukuran kecil (dapat tidak tampak
dengan bantuan lensa), dan ukuran lumut yang terbesar
adalah kurang dari 50 cm.
B. ciri-ciri
 Berukuran kecil dan jarang mencapai 15 cm
 Bentuknya pipih seperti pita, dan adapula seperti batang dengan daun yang kecil
 Sel-sel penyusun tubuhnya mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa
Batang dan daunnya mempunyai susunan yang berbeda, yaitu:
1. Selapis sel kulit, yang beberapa diantaranya membentuk rizoid epidermis, rizoid tampak
seperti benang yang berfungsi sebagai akar dan menyerap makanan dari air dan garam
mineral;
2. Lapisan kulit dalam tersusun atas korteks, silinder pusat yang terdiri dari sel penunjang atau
parenkim yang memanjang, tidak mengandung xilem dan floem;
3. Silinder pusat, terdiri atas sel parenkim yang berguna untuk mengangkut ari dan garam miner.
 Pertumbuhan pada lumut yaitu secara memanjang
 Susunan gametangiumnya (arkegonium ataupun anteredium) mempunyai susunan
yang khas, yang sering dijumpai pada tumbuhan paku (pteridophyta), terutama
arkegoniumnya. Arkegonium adalah gamet betina yang berbentuk seperti botol dan
mengandung sel ovum, sedangkan anteredium adalah gamet jantan tabg berbentuk
bulat dan mengandung sel spermatozoid,
 Sistem reproduksi bersifat metagenesis, yaitu reproduksi silih berganti antara seksual
(gametofit) dan aseksual (sporofit). Reproduksi seksual membentuk gamet jantan dan
betina dalam gametofit, sedangkan reproduksi aseksual dengan spora haploid
terbentuk didalam sporofit
 Daunnya setebal satu lapis sel, kecuali ibu tulang daun yang lebih dari satu lapis.
Sel-sel daun kecil, mengandung kloroplas yang tersusun seperti jaring dan
berbentuk sempit dan memanjang.
Sporofit (sporogonium) terdiri atas:
1. Seta atau tangki
2. Vaginula, yaitu kaki yang diselubungi dinding arkegonium
3. Apofisis, yaitu ujung seta atau tangki yang melebar, merupakan peralihan
antara seta dan kotak spora
4. Kaliptra atau tudung, yaitu berasal dari dinding arkegonium atas dan akan
menjadi tudung kotak spora
5. Kolumela, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan
spora
C. Cara Reproduksi
 Reproduksi Aseksual
Pembentukan Spora melalui
pembelahan mitosis sel induk sporda di
dalam sporangium (kotak spora). Spora
lalu tumbuhan menjadi gametofit. Pada
lumut hati, reproduksi secara aseksual
dapat dilakukan dengan pembentukan
gemmae cup (piala tunas) dan
fragmentasi (pemutusan sebagian
tubuhnya).
 Reproduksi Seksual
Reproduksi seksual terjadi
melalui fertilisasi ovum oleh
spermatozoid yang
menghasilkan zigot. Zigot
tersebut akan tumbuhan
menjadi sporofit. Sporofit
berumur pendek yaitu sekitar
3-6 bulan
 Reproduksi
aseksual dan
seksual
berlangsung secara
bergantian melalui
pergiliran
keturunan.
D. Siklus Hidup
 Lumut mengalami metagenesis atau pergiliran keturunan antara generasi
gametofit yang memiliki kromosom haploid (n) dengan generasi sporofit
yang berkromosom diploid (2n). Bentuk gametofit sering kita temukan
dari pada bentuk sporofit karna gametofit memiliki masa hidup yang
lebih lama.
Pergiliran Keturunan (Metagenesis) Tumbuhan Lumut adalah sebagai berikut...
 Spora lumut jatuh pada tempat yang cocok yang akan berkecambah dan terjadi pembelahan
secara mitosis, kemudian tumbuh menjadi protonema
 Protonema akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut bergametofit jantan dan betina
 Tumbuhan lumut dewasa akan menghasilkan sel kelamin yaitu jantan (antheridium) dan betina
(arkegonium)
 Antheredium menghasilkan spermatozoid berflagel sedangkan arkegonium menghasilkan ovum.
 Dari hasil fertilisasi atau pembuahan antara spermatozoid dengan ovum disebut dengan zigot
 Zigot akan tumbuhan menjadi sporogonium
 Sporogonium dewasa akan menghasilkan spora dalam bentuk sporangium (kotak spora)
 Sporogonium disebut sporofit dan tumbuhan lumut disebut gametofit.
E . Klasifikasi tumbuhan lumut
Tumbuhan lumut terdapat sekitar 16.000 spesies yang kini sudah
dikenali dan diklasifikasikan. Lumut diklasifikasikan dalam 3 kelas. yaitu
Hepaticopsida atau lumut hati, Anthocerotopsida atau lumut tanduk,
dan Bryopsida atau lumut daun.
1. Lumut Hati (Hepaticopsida)
Lumut hati mencakup sekitar 6.500 spesies lumut hati yang tumbuhan tak berpembuluh. Bentuk tubuh
gametofit pada lumut hati tersusun dengan struktur yang berbentuk hati pipih yang disebut dengan talus, yang
tidak terdiferensiasi menjadi akar, batang dan daun. Tubuh lumut hati terbagi atas dua lobus. Siklus Hidup
Tumbuhan Lumut Hati (Hepaticopsida) mirip dengan lumut daun, walaupun bentuk tubuh yang berbeda. Di dalam
sporangium tumbuhan lumut hati terdapat sel yang berbentuk gulungan yang disebut dengan elatera. Elatera
akan terlepas saat kapsul terbuka yang membantu dalam membantu memencarkan spora.
Dari sebagian jenis lumut hati, gametangium berada pada struktur batang yang disebut dengan Arkegoniofor
dan Anteridiofor. Arkegoniofor adalah bagian yang menghasilkan arkegonium dan anteridiofor adalah bagian yang
menghasilkan antheridium. Reproduksi Tumbuhan Lumut Hati (Hepaticopsida) melakukan reproduksi aseksual
dengan sel yang disebut dengan gemma. Gemma adalah struktur seperti mangkok di permukaan gametofit. Contoh
Jenis-Jenis Tumbuhan Lumut Hati (Hepaticopsida) adalah Marchantia polymorpha, Ricciocarpus natans, Reboulia
hemisphaerica, Pellia calycina, dan Riccardia indica.
Ciri-Ciri Lumut Hati (Hepaticopsida)
 Gametofit yang berwarna hijau dengan bentuk tubuh lembaran, pipih dan berlobus.
 Pada umumnya tidak berdaun seperti marchantia dan lunularia, namun ada juga yang berdaun seperti
jungermannia.
 Lumut hati tumbuh dengan posisi mendatar dan melekat pada substrak dengan menggunakan rizoid.
 Tumbuhan lumut hati banyak ditemukan di berbagai tanah yang lembab, khususnya hutan hujan tropis.
 Tumbuhan lumut hati ada juga yang tumbuh dipermukaan air seperti Ricciocarpus natans.
 Sporofit tidak berklorofil dan tidak mengandung kolumella
 Spora berkecambah tidak melalui pembentukan protonema
 Perkembangbiakan secara aseksual
 Pembentukan gemma atau kuncup. Contoh lumut hati yang mengalami pembentukan kuncup adalah
marchantia polymorpha, lunalaria, dan blasia.
 Pembentukan tunas cabang. Contohnya Riccia Fluitan, Targionia, Reboulia
2. Lumut Daun (Bryopsida)
Lumut daun adalah lumut yang paling banyak dikenal. Lumut daun (Bryopsida) juga dikenal dengan lumut
sejati. Jumlah terbanyak dari dua kelas seperti lumut hati dan tanduk yaitu sekitar 30% dari permukaan daratan
bumi yang memiliki 10.000 spesies. Struktur lumut daun (bryopsida) adalah mirip akar (rizoid), mirip batang, dan
mirip daun. Tubuh fase gametofit lumut daun memiliki gametangium pada bagian atasnya. Kebanyakan spesies
tumbuhan lumut menghasilkan gamet berbeda antara jantan dan betina namun ada yang menghasilkan jantan
dan benita pada satu tumbuhan Tubuh fase sporofit yang dihasilkan akan tumbuh dan menghasilkan gametofit
betina pada bagian atasnya. Sporofit menempel pada gametofit dan bergantung untuk memperoleh nutirisi.
Setelah dewasa, sporofit akan mengalami perubahan warna menjadi kecokelatan yang terdiri dari kaki yang
melekatkan sporofit pada gametofit dan menyerap nutrisi gametofit yang disebut seta atau batang, dan kapsul
mengandung sel-sel sporogenik. Pada sebagian spesies kapsul dilapisi struktur seperti tudung yang disebut
dengan kaliptra yang dihasilkan oleh arkegonium. Spora lumut akan berkecambah dan tumbuh menjadi filamen
pada lingkungan yang sesuai yang disebut dengan protonema. Contoh jenis-jenis lumut daun (bryopsida) adalah
Polytrichum commune, Dichodontium, camphylopus, Polytrichum hiperboreum, Sphagnum palustre, Spaghnum
squarrosum.
Ciri-Ciri Lumut Daun (Bryopsida)
 Tubuh lumut daun memiliki bentuk kecil dan tumbuh dengan tegak.
 Pada umumnya tinggi lumut kurang dari 10 cm, namun ada juga yang mencapai 40 cm misalnya
Polytrichum commune.
 Lumut daun mudah ditemukan di permukaan tanah, tembok, batu-batuan, atau menempel di kulit
pohon.
 Akarnya berupa rizoid
 Fase gametofit merupakan fase dominan
 Spora terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan endospora dan eksospora
 Habitat di tempat lembab
3. Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)
Lumut tanduk memiliki gametofit mirip dengan gametofit lumut hati (bryopsida),
perbedaan keduanya hanya terletak pada sporofitnya dimana sporofit lumut tanduk memiliki
kapsul yang memanjang tumbuh seperti tanduk dari gametofir dan mengandung kutikula.
Sporofit tumbuh dari jaringan cawan arkegonium. Setelah sporofit masak, bagian ujungnya
akan terbelah dua. Sporongium memiliki benang-benang elater yang berfungsi mengatur
pengeluaran spora, dan pada kapsulnya terdapat stomata. Anteridium dan arkegonium ada
yang terletak pada talus yang sama (berumah satu), ada juga yang terletak pada talus yang
berbeda (berumah dua). Lumut tanduk tumbuh dihabitat pada batuan atau tanah yang
lembab. Lumut tanduk memiliki spesies 100 lumut tanduk. Contoh jenis-jenis lumut tanduk
(Anthocerotopsida) adalah Anthoceros punctatus, Phaeoceros laevis, falioceros, dan
Leiosporoceros.
Ciri-Ciri Lumut Tanduk (Anthocerotopsida)
 Sporofit berbentuk seperti kapsul memanjang seperti tanduk
 Didalam tanduk menghasilkan spora
 Struktur anatomi pada talus homogen dan ditiap selnya mengandung kloroplas dengan satu pirenoid
yang besar
 Sporogonium terdiri atas kaki dan kapsul
 Spora berkecambah tidak membentuk protonema
 Perkembangbiakan secara aseksual
 Habitat pada daerah bebatuan atau tanah yang lembab
F. Manfaat lumut
 Sebagai obat hepatitis (Marchantia Polymorpha)
 Bahan pembalut dan bahan bakar (Spagnum)
 Sebagai penahan erosi,
 Sebagai penyedia sumber air pada saat musim kemarau
 Sebagai penyedia oksigen untuk lingkungannya
 Sebagai obat antiseptik (frullania tamarisci jenis lumut hati)
 Mengandung senyawa yang dapat mengobati penyakit jantung (Cratoneuron filicinun jenis lumut daun)
 Membantu pertumbuhan rambut (Fissidens japonicum jenis lumut daun)
 Membantu mengobati penyakit pneumonia (Haplocaldium catillatum jenis lumut daun)
 Sebagai antibakteri, antikanker, mengobati luka bakar dan luka luar (Conocphalum conicum jenis lumut hati)
 Mengobati tekanan darah tinggi dan sebagai obat bius (Rhodobryum giganteum jenis lumut daun)

Tumbuha Lumut Bryophyta

  • 1.
    Kelompok Tumbuhan Lumut  AQAWILLAROSA  ERNA JUSANTI  NENG OKTAVIANI  NOVI WURI X IIS 3
  • 2.
    A. Pengertian Lumut (dalambahasa yunani : bryophyta) adalah sebuah divisi tumbuhan yang hidup didarat, yang umumnya berwarna hijau dan berukuran kecil (dapat tidak tampak dengan bantuan lensa), dan ukuran lumut yang terbesar adalah kurang dari 50 cm.
  • 3.
    B. ciri-ciri  Berukurankecil dan jarang mencapai 15 cm  Bentuknya pipih seperti pita, dan adapula seperti batang dengan daun yang kecil  Sel-sel penyusun tubuhnya mempunyai dinding sel yang tersusun atas selulosa Batang dan daunnya mempunyai susunan yang berbeda, yaitu: 1. Selapis sel kulit, yang beberapa diantaranya membentuk rizoid epidermis, rizoid tampak seperti benang yang berfungsi sebagai akar dan menyerap makanan dari air dan garam mineral; 2. Lapisan kulit dalam tersusun atas korteks, silinder pusat yang terdiri dari sel penunjang atau parenkim yang memanjang, tidak mengandung xilem dan floem; 3. Silinder pusat, terdiri atas sel parenkim yang berguna untuk mengangkut ari dan garam miner.  Pertumbuhan pada lumut yaitu secara memanjang
  • 4.
     Susunan gametangiumnya(arkegonium ataupun anteredium) mempunyai susunan yang khas, yang sering dijumpai pada tumbuhan paku (pteridophyta), terutama arkegoniumnya. Arkegonium adalah gamet betina yang berbentuk seperti botol dan mengandung sel ovum, sedangkan anteredium adalah gamet jantan tabg berbentuk bulat dan mengandung sel spermatozoid,  Sistem reproduksi bersifat metagenesis, yaitu reproduksi silih berganti antara seksual (gametofit) dan aseksual (sporofit). Reproduksi seksual membentuk gamet jantan dan betina dalam gametofit, sedangkan reproduksi aseksual dengan spora haploid terbentuk didalam sporofit
  • 5.
     Daunnya setebalsatu lapis sel, kecuali ibu tulang daun yang lebih dari satu lapis. Sel-sel daun kecil, mengandung kloroplas yang tersusun seperti jaring dan berbentuk sempit dan memanjang. Sporofit (sporogonium) terdiri atas: 1. Seta atau tangki 2. Vaginula, yaitu kaki yang diselubungi dinding arkegonium 3. Apofisis, yaitu ujung seta atau tangki yang melebar, merupakan peralihan antara seta dan kotak spora 4. Kaliptra atau tudung, yaitu berasal dari dinding arkegonium atas dan akan menjadi tudung kotak spora 5. Kolumela, jaringan yang tidak ikut mengambil bagian dalam pembentukan spora
  • 6.
    C. Cara Reproduksi Reproduksi Aseksual Pembentukan Spora melalui pembelahan mitosis sel induk sporda di dalam sporangium (kotak spora). Spora lalu tumbuhan menjadi gametofit. Pada lumut hati, reproduksi secara aseksual dapat dilakukan dengan pembentukan gemmae cup (piala tunas) dan fragmentasi (pemutusan sebagian tubuhnya).
  • 7.
     Reproduksi Seksual Reproduksiseksual terjadi melalui fertilisasi ovum oleh spermatozoid yang menghasilkan zigot. Zigot tersebut akan tumbuhan menjadi sporofit. Sporofit berumur pendek yaitu sekitar 3-6 bulan
  • 8.
     Reproduksi aseksual dan seksual berlangsungsecara bergantian melalui pergiliran keturunan.
  • 9.
    D. Siklus Hidup Lumut mengalami metagenesis atau pergiliran keturunan antara generasi gametofit yang memiliki kromosom haploid (n) dengan generasi sporofit yang berkromosom diploid (2n). Bentuk gametofit sering kita temukan dari pada bentuk sporofit karna gametofit memiliki masa hidup yang lebih lama.
  • 11.
    Pergiliran Keturunan (Metagenesis)Tumbuhan Lumut adalah sebagai berikut...  Spora lumut jatuh pada tempat yang cocok yang akan berkecambah dan terjadi pembelahan secara mitosis, kemudian tumbuh menjadi protonema  Protonema akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut bergametofit jantan dan betina  Tumbuhan lumut dewasa akan menghasilkan sel kelamin yaitu jantan (antheridium) dan betina (arkegonium)  Antheredium menghasilkan spermatozoid berflagel sedangkan arkegonium menghasilkan ovum.  Dari hasil fertilisasi atau pembuahan antara spermatozoid dengan ovum disebut dengan zigot  Zigot akan tumbuhan menjadi sporogonium  Sporogonium dewasa akan menghasilkan spora dalam bentuk sporangium (kotak spora)  Sporogonium disebut sporofit dan tumbuhan lumut disebut gametofit.
  • 12.
    E . Klasifikasitumbuhan lumut Tumbuhan lumut terdapat sekitar 16.000 spesies yang kini sudah dikenali dan diklasifikasikan. Lumut diklasifikasikan dalam 3 kelas. yaitu Hepaticopsida atau lumut hati, Anthocerotopsida atau lumut tanduk, dan Bryopsida atau lumut daun.
  • 13.
    1. Lumut Hati(Hepaticopsida) Lumut hati mencakup sekitar 6.500 spesies lumut hati yang tumbuhan tak berpembuluh. Bentuk tubuh gametofit pada lumut hati tersusun dengan struktur yang berbentuk hati pipih yang disebut dengan talus, yang tidak terdiferensiasi menjadi akar, batang dan daun. Tubuh lumut hati terbagi atas dua lobus. Siklus Hidup Tumbuhan Lumut Hati (Hepaticopsida) mirip dengan lumut daun, walaupun bentuk tubuh yang berbeda. Di dalam sporangium tumbuhan lumut hati terdapat sel yang berbentuk gulungan yang disebut dengan elatera. Elatera akan terlepas saat kapsul terbuka yang membantu dalam membantu memencarkan spora. Dari sebagian jenis lumut hati, gametangium berada pada struktur batang yang disebut dengan Arkegoniofor dan Anteridiofor. Arkegoniofor adalah bagian yang menghasilkan arkegonium dan anteridiofor adalah bagian yang menghasilkan antheridium. Reproduksi Tumbuhan Lumut Hati (Hepaticopsida) melakukan reproduksi aseksual dengan sel yang disebut dengan gemma. Gemma adalah struktur seperti mangkok di permukaan gametofit. Contoh Jenis-Jenis Tumbuhan Lumut Hati (Hepaticopsida) adalah Marchantia polymorpha, Ricciocarpus natans, Reboulia hemisphaerica, Pellia calycina, dan Riccardia indica.
  • 14.
    Ciri-Ciri Lumut Hati(Hepaticopsida)  Gametofit yang berwarna hijau dengan bentuk tubuh lembaran, pipih dan berlobus.  Pada umumnya tidak berdaun seperti marchantia dan lunularia, namun ada juga yang berdaun seperti jungermannia.  Lumut hati tumbuh dengan posisi mendatar dan melekat pada substrak dengan menggunakan rizoid.  Tumbuhan lumut hati banyak ditemukan di berbagai tanah yang lembab, khususnya hutan hujan tropis.  Tumbuhan lumut hati ada juga yang tumbuh dipermukaan air seperti Ricciocarpus natans.  Sporofit tidak berklorofil dan tidak mengandung kolumella  Spora berkecambah tidak melalui pembentukan protonema  Perkembangbiakan secara aseksual  Pembentukan gemma atau kuncup. Contoh lumut hati yang mengalami pembentukan kuncup adalah marchantia polymorpha, lunalaria, dan blasia.  Pembentukan tunas cabang. Contohnya Riccia Fluitan, Targionia, Reboulia
  • 16.
    2. Lumut Daun(Bryopsida) Lumut daun adalah lumut yang paling banyak dikenal. Lumut daun (Bryopsida) juga dikenal dengan lumut sejati. Jumlah terbanyak dari dua kelas seperti lumut hati dan tanduk yaitu sekitar 30% dari permukaan daratan bumi yang memiliki 10.000 spesies. Struktur lumut daun (bryopsida) adalah mirip akar (rizoid), mirip batang, dan mirip daun. Tubuh fase gametofit lumut daun memiliki gametangium pada bagian atasnya. Kebanyakan spesies tumbuhan lumut menghasilkan gamet berbeda antara jantan dan betina namun ada yang menghasilkan jantan dan benita pada satu tumbuhan Tubuh fase sporofit yang dihasilkan akan tumbuh dan menghasilkan gametofit betina pada bagian atasnya. Sporofit menempel pada gametofit dan bergantung untuk memperoleh nutirisi. Setelah dewasa, sporofit akan mengalami perubahan warna menjadi kecokelatan yang terdiri dari kaki yang melekatkan sporofit pada gametofit dan menyerap nutrisi gametofit yang disebut seta atau batang, dan kapsul mengandung sel-sel sporogenik. Pada sebagian spesies kapsul dilapisi struktur seperti tudung yang disebut dengan kaliptra yang dihasilkan oleh arkegonium. Spora lumut akan berkecambah dan tumbuh menjadi filamen pada lingkungan yang sesuai yang disebut dengan protonema. Contoh jenis-jenis lumut daun (bryopsida) adalah Polytrichum commune, Dichodontium, camphylopus, Polytrichum hiperboreum, Sphagnum palustre, Spaghnum squarrosum.
  • 17.
    Ciri-Ciri Lumut Daun(Bryopsida)  Tubuh lumut daun memiliki bentuk kecil dan tumbuh dengan tegak.  Pada umumnya tinggi lumut kurang dari 10 cm, namun ada juga yang mencapai 40 cm misalnya Polytrichum commune.  Lumut daun mudah ditemukan di permukaan tanah, tembok, batu-batuan, atau menempel di kulit pohon.  Akarnya berupa rizoid  Fase gametofit merupakan fase dominan  Spora terdiri atas dua lapisan yaitu lapisan endospora dan eksospora  Habitat di tempat lembab
  • 19.
    3. Lumut Tanduk(Anthocerotopsida) Lumut tanduk memiliki gametofit mirip dengan gametofit lumut hati (bryopsida), perbedaan keduanya hanya terletak pada sporofitnya dimana sporofit lumut tanduk memiliki kapsul yang memanjang tumbuh seperti tanduk dari gametofir dan mengandung kutikula. Sporofit tumbuh dari jaringan cawan arkegonium. Setelah sporofit masak, bagian ujungnya akan terbelah dua. Sporongium memiliki benang-benang elater yang berfungsi mengatur pengeluaran spora, dan pada kapsulnya terdapat stomata. Anteridium dan arkegonium ada yang terletak pada talus yang sama (berumah satu), ada juga yang terletak pada talus yang berbeda (berumah dua). Lumut tanduk tumbuh dihabitat pada batuan atau tanah yang lembab. Lumut tanduk memiliki spesies 100 lumut tanduk. Contoh jenis-jenis lumut tanduk (Anthocerotopsida) adalah Anthoceros punctatus, Phaeoceros laevis, falioceros, dan Leiosporoceros.
  • 20.
    Ciri-Ciri Lumut Tanduk(Anthocerotopsida)  Sporofit berbentuk seperti kapsul memanjang seperti tanduk  Didalam tanduk menghasilkan spora  Struktur anatomi pada talus homogen dan ditiap selnya mengandung kloroplas dengan satu pirenoid yang besar  Sporogonium terdiri atas kaki dan kapsul  Spora berkecambah tidak membentuk protonema  Perkembangbiakan secara aseksual  Habitat pada daerah bebatuan atau tanah yang lembab
  • 22.
    F. Manfaat lumut Sebagai obat hepatitis (Marchantia Polymorpha)  Bahan pembalut dan bahan bakar (Spagnum)  Sebagai penahan erosi,  Sebagai penyedia sumber air pada saat musim kemarau  Sebagai penyedia oksigen untuk lingkungannya  Sebagai obat antiseptik (frullania tamarisci jenis lumut hati)  Mengandung senyawa yang dapat mengobati penyakit jantung (Cratoneuron filicinun jenis lumut daun)  Membantu pertumbuhan rambut (Fissidens japonicum jenis lumut daun)  Membantu mengobati penyakit pneumonia (Haplocaldium catillatum jenis lumut daun)  Sebagai antibakteri, antikanker, mengobati luka bakar dan luka luar (Conocphalum conicum jenis lumut hati)  Mengobati tekanan darah tinggi dan sebagai obat bius (Rhodobryum giganteum jenis lumut daun)