PLTU mengandalkan energi panas dari uap air untuk menghasilkan energi listrik melalui proses pembakaran bahan bakar, pembuatan uap air dalam boiler, putaran turbin oleh uap, dan konversi energi mekanik menjadi listrik oleh generator (paragraf 1-3).
Nama Anggota Kelompok
•Destia Luciani Putri
• Ghazi Rabbani Mubarak
• Ilham Akbar Nughraha
• Neng Oktaviani Sri M
• Novi Wuri Handayani
• Puspita Intan Mawarni
• Shakila Nafaazhari L
• Siti Nur Sukmawati
• Siti Nuraeni Maulana
• Yuni Sakila Hamidah
MAN 2 BANDUNG
2
3.
• Pembangkit listrikadalah bagian dari alat
industri yang dipakai untuk memproduksi
dan membangkitkan tenaga listrik dari
berbagai sumber tenaga, seperti PLTU,
PLTN, PLTA,PLTS, PLTSa, dll.
• Uap adalah titik-titik air di udara (kabut).
3
4.
Pembangkit Listrik TenagaUap adalah
pembangkit yang mengandalkan energi dari
uap untuk menghasilkan energi listrik.
• Bentuk utamanya adalah generator yang
dihubungkan ke turbin yang digerakkan
oleh tenaga kinetik dari uap panas/kering.
• Bahan bakar utama batu bara dan minyak
bakar serta MFO (Marine Fuel Oil) untuk
start up awal.
• PLTU merupakan mesin konversi energi
yang mengubah energi kimia dalam bahan
bakar menjadi energi listrik.
4
5.
5
1. Cooling tower
2.Cooling water pump
3. Transmission line 3 phase
4. Transformer 3-phase
5. Generator Listrik 3-phase
6. Low pressure turbine
7. Boiler feed pump
8. Condenser
14.Conveyor batubara
15.Penampung batubara
16.Pemecah batubara
17.Tabung boiler
18.Penampung abu batubara
19.Pemanas
20.Forced draught fan
21.Preheater
22.Combustion air intake
23.Economizer
24.Air preheater
25.Precipitator
26.Induced air fan
27.Cerobong
9. Intermediate pressure turbine
10.Steam governor valve
11.High pressure turbine
12.Dearator
13.Feed heater
6.
6
• Boiler
Berfungsi untukmengubah
air (feedwater) menjadi uap
panas lanjut (superheated
steam) yang akan digunakan
untuk memutar turbin.
7.
7
• Turbin Uap
Berfungsiuntuk mengkonversi
energi panas yang dikandung
oleh uap menjadi energi putar
(energi mekanik). Poros turbin
dikopel dengan poros generator
sehingga ketika turbin berputar
generator juga ikut berputar.
10
Desalination Plant (UnitDesal),
berfungsi untuk mengubah air laut
(brine) menjadi air tawar (fresh water)
dengan metode penyulingan.
11.
11
Reverse Osmosis (RO),digunakan
membran semi permeable yang
dapat menyaring garam-garam yang
terkandung pada air laut, sehingga
dapat menghasilkan air tawar
seperti pada desalin ation plant.
12.
12
Demineralizer Plant (UnitDemin),
berfungsi menghilangkan kadar
mineral (ion) yang terkandung
dalam air tawar. Air harus bebas
dari mineral, karena jika air masih
mengandung mineral berarti
konduktivitasnya masih tinggi
sehingga dapat menyebabkan
terjadinya GGL induksi pada saat
air melewati jalur pipa di dalam
PLTU. Hal ini dapat menimbulkan
korosi pada peralatan PLTU.
13.
13
Chlorination Plant (UnitChlorin),
berfungsi menghasilkan NaOCI
untuk memabukkan/ melemahkan/
mematikan sementara mikro
organisme laut pada area water
intake. Hal ini untuk menghindari
terjadinya pergerakkan (sealing)
pada pipa-pipa kondensor maupun
unit desal akibat perkembangbiakan
mikro organisme laut tersebut.
14.
14
Ash Handling (UnitPelayanan Abu),
merupakan boiler berbahan bakar
minyak (fuel oil), berfungsi
menghasilkan uap (steam) yang
digunakan pada saat boiler utama
start up maupun sebagai uap bantu
(auxiliary steam)
15.
15
Coal Handing (UnitPelayana
Batubara) : melayani pengolahan
batubara yaitu dari proses bongkar
muat kapal (ship unloading) di
dermaga, penyaluran ke coalyard
sampai penyaluran ke coal bunker.
16.
16
Ash Handling (UnitPelayanan
Abu), melayani pengolahan abu
baik itu abu jatuh (bottom ash)
maupun abu terbang (fly ash) dari
Electrostatic Precipitator Hopper
dan SDCC (Submerged Drag
Chain Conveyor) pada unit utama
sampai ke tempat penampungan
abu (ash valley/ash yard)
17.
17
Hidrogen Plant (UnitHodrogen)
pada PKTU digunakan hydrogen
(H2) sebagai pendingin
generator.
Tiap komponen utama dan peralatan
penunjang dilengkapi dengan sistem dan
alat bantu yang mendukung kerja.
Gangguan (malfunction) dari salah satu
bagian utama menyebabkan
terganggunya seluruh sistem PLTU
18.
18
Berlangsung melalui 3tahapan :
1. Energi kimia dalam bahan bakar
diubah menjadi energi panas dalam
bentuk uap bertekanan dan
temperatur tinggi.
2. Energi panas (uap) diubah menjadi
energi mekanik dalam bentuk
putaran.
3. Energi mekanik diubah menjadi
energi listrik.
20
1. Pertama, airdiiisikan ke boiler hingga terisi penuh seluruh luas permukaan pemindah panas. Di dalam boiler
air, dipanaskan dengan gas panas hasil pembakaran bahan bakar dengan udara sehingga berubah menjadi
uap.
2. Kedua, uap hasil produksi boiler dengan tekanan dan temperatur tertentu diarahkan untuk memutar turbin
sehingga menghasilkan daya mekanik berupa putaran.
3. Ketiga, generator yang dikopel langsung dengan turbin berputar menghasilkan energi listrik sebagai hasil dari
perputaran medan magnet dalam kumparan. Sehingga ketika turbin berputar dihasilkan energi listrik dari
terminal output generator.
4. Keempat, uap bekas keluar turbin masuk ke kondensor untuk di dinginkan dengan air pendingin agar berubah
kembali menjadi air (air kondensat). Air kondensat hasil kondensasi uap kemudian digunakan lagi sebagai air
pengisi boiler.
21.
21
1. Dapat dioperasikanmenggunakan berbagai jenis bahan bakar (padat, cair, dan gas).
2. Dapat dibangun dengan kapasitas yang bervariasi.
3. Dapat dioperasikan dengan berbagai mode pembebanan
4. Kontinyuitas operasinya tinggi.
5. Usia pakai (lifetime) relatif lama.
6. Efisiensi tinggi dengan menggunakan waste heat utulization
7. Hasil pembangkitan steam dapat digunakan untuk proses produksi
8. Biaya bahan bakar lebih murah.
9. Biaya pemeliharaan lebih murah.
22.
22
1. Sangat tergantungpada bahan bakar.
2. Memerlukan tersedianya air pendingin yang sangat banyak
3. Investasi awal mahal.
4. Menghasilkan polusi udara
5. Membutuhkan penanganan air umpan yang akan masuk kedalam boiler.
6. Menghasilkan limbah batu bara yang memerlukan penanganan khusus.
7. Membutuhkan area yang lebih luas.
8. Start up membutuhkan waktu yang relatif lama.