PENYEBARAN TBC
Mengapa terapi pencegahan
TBC perlu diberikan ?
Gambaran Kasus
Dibawa ke IGD karena sesak napas, sudah sejak 2 minggu
bayi malas minum sehingga diberi susu formula
 Riwayat persalinan: cukup bulan, BB lahir cukup
 Bayi tumbuh sehat, BB tiap bulan naik
Didapat keterangan ada salah satu anggota keluarga
(kakek) yg sering batuk dan bertambah kurus
badanya.Setelah bayi di periksa ternyata si bayi :
1. TB Paru
2. Bayi tidak diberi TPT
Bayi B, usia 3 bulan
DESKRIPSI SINGKAT
Pencegahan TBC melalui
pengobatan pencegahan
tuberkulosis (TPT)
Strategi penting untuk mencapai
Keuntungan lebih tinggi
manfaatnya pada kelompok yang
mempunyai risiko progresifitas ke
arah TBC aktif
❑ Identifikasi kontak
❑ Melakukan pemeriksaan
❑ Pemberian pengobatan
❑ Monitoring
Langkah
intervensi
KELOMPOK BERISIKO TINGGI SAKIT TBC SETELAH TERINFEKSI
1. Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV)
2. Kontak serumah dg pasien TBC paru terkonfirmasi bakteriologis
a. Anak usia di bawah 5 tahun
b. Dewasa, remaja dan anak usia di atas 5 tahun
3. Kelompok risiko lainnya dengan HIV negatif
a. Pasien immunokompromais lainnya (keganasan, hemodialisis,
mendapat kortikosteroid jangka panjang, persiapan transplantasi
organ, dll).
b. Warga Binaan Pemasyarakatan petugas kesehatan, sekolah berasrama,
barak militer, pengguna narkoba suntik.
SASARAN PRIORITAS PEMBERIAN TPT
Kriteria yang boleh diberi TPT
1. Kelompok risiko tinggi
2. Tidak sakit TBC
3. Infeksi laten TBC*
4. Tidak ada kontra indikasi pemberian TPT
Update Alur Pemeriksaan DAN Pemberiaan TPT pada Kelompok risiko lain
Kontraindikasi Pemberian TPT
1. Hepatitis akut atau kronis
2. Neuropati perifer (jika menggunakan isoniazid)
3. Konsumsi alkohol biasa atau berat
Kehamilan atau riwayat TBC sebelumnya bukan merupakan
kontraindikasi Pemberian TPT
Paduan obat TPT
INH selama 6 bulan,
diminum tiap hari
Paduan INH dan
Rifampicin (HR)
selama 3 bulan,
diminum tiap hari
Paduan INH dan
Rifapentin (HP),
selama 3 bulan,
diminum 1x per
minggu
Pilihan Paduan TPT
No Sasaran Plihan paduan TPT
3HP 3HR 6H 6Lfx+E
1 Kontak serumah usia < 2 tahun √ √
2 Kontak serumah usia 2 – 5 tahun √ √ √
3 Kontak serumah usia > 5 tahun √ √ √
4 ODHA usia < 2 tahun √ √
5 ODHA usia > 2 tahun √ √
6 Kelompok risiko lainnya √ √ √
7 Kontak serumah semua usia dengan
kasus indeks TB RO
√
Catatan: tulisan warna merah sesuai dengan juknis (paduan yang diutamakan). namun mempertimbangkan stok ketersediaan TPT juga dapat
digunakan sesuai dengan tulisan warna hitam
ALUR PEMILIHAN OBAT TPT TB SO
Anak terindikasi
TPT
Usia < 2
tahun
Tersedia
RH
RH 3 bulan
Tidak
tersedia RH
INH 6 bulan
Usia ≥ 2
tahun
Tersedia HP
HP 3 bulan
Tidak
tersedia
Tersedia
RH*
RH 3 bulan
Tidak
tersedia RH
INH 6 bulan
(*) Pasien ODHIV tidak direkomendasikan pemberian obat Rifampisin karena risiko
interaksi dengan anti retroviral, pilihan adalah INH 6 bulan

TPT (Terapi Pencegahan TBC).pptx

  • 3.
  • 4.
  • 5.
    Gambaran Kasus Dibawa keIGD karena sesak napas, sudah sejak 2 minggu bayi malas minum sehingga diberi susu formula  Riwayat persalinan: cukup bulan, BB lahir cukup  Bayi tumbuh sehat, BB tiap bulan naik Didapat keterangan ada salah satu anggota keluarga (kakek) yg sering batuk dan bertambah kurus badanya.Setelah bayi di periksa ternyata si bayi : 1. TB Paru 2. Bayi tidak diberi TPT Bayi B, usia 3 bulan
  • 6.
    DESKRIPSI SINGKAT Pencegahan TBCmelalui pengobatan pencegahan tuberkulosis (TPT) Strategi penting untuk mencapai Keuntungan lebih tinggi manfaatnya pada kelompok yang mempunyai risiko progresifitas ke arah TBC aktif ❑ Identifikasi kontak ❑ Melakukan pemeriksaan ❑ Pemberian pengobatan ❑ Monitoring Langkah intervensi
  • 7.
    KELOMPOK BERISIKO TINGGISAKIT TBC SETELAH TERINFEKSI 1. Orang dengan HIV/AIDS (ODHIV) 2. Kontak serumah dg pasien TBC paru terkonfirmasi bakteriologis a. Anak usia di bawah 5 tahun b. Dewasa, remaja dan anak usia di atas 5 tahun 3. Kelompok risiko lainnya dengan HIV negatif a. Pasien immunokompromais lainnya (keganasan, hemodialisis, mendapat kortikosteroid jangka panjang, persiapan transplantasi organ, dll). b. Warga Binaan Pemasyarakatan petugas kesehatan, sekolah berasrama, barak militer, pengguna narkoba suntik. SASARAN PRIORITAS PEMBERIAN TPT
  • 8.
    Kriteria yang bolehdiberi TPT 1. Kelompok risiko tinggi 2. Tidak sakit TBC 3. Infeksi laten TBC* 4. Tidak ada kontra indikasi pemberian TPT
  • 9.
    Update Alur PemeriksaanDAN Pemberiaan TPT pada Kelompok risiko lain
  • 10.
    Kontraindikasi Pemberian TPT 1.Hepatitis akut atau kronis 2. Neuropati perifer (jika menggunakan isoniazid) 3. Konsumsi alkohol biasa atau berat Kehamilan atau riwayat TBC sebelumnya bukan merupakan kontraindikasi Pemberian TPT
  • 11.
    Paduan obat TPT INHselama 6 bulan, diminum tiap hari Paduan INH dan Rifampicin (HR) selama 3 bulan, diminum tiap hari Paduan INH dan Rifapentin (HP), selama 3 bulan, diminum 1x per minggu
  • 12.
    Pilihan Paduan TPT NoSasaran Plihan paduan TPT 3HP 3HR 6H 6Lfx+E 1 Kontak serumah usia < 2 tahun √ √ 2 Kontak serumah usia 2 – 5 tahun √ √ √ 3 Kontak serumah usia > 5 tahun √ √ √ 4 ODHA usia < 2 tahun √ √ 5 ODHA usia > 2 tahun √ √ 6 Kelompok risiko lainnya √ √ √ 7 Kontak serumah semua usia dengan kasus indeks TB RO √ Catatan: tulisan warna merah sesuai dengan juknis (paduan yang diutamakan). namun mempertimbangkan stok ketersediaan TPT juga dapat digunakan sesuai dengan tulisan warna hitam
  • 13.
    ALUR PEMILIHAN OBATTPT TB SO Anak terindikasi TPT Usia < 2 tahun Tersedia RH RH 3 bulan Tidak tersedia RH INH 6 bulan Usia ≥ 2 tahun Tersedia HP HP 3 bulan Tidak tersedia Tersedia RH* RH 3 bulan Tidak tersedia RH INH 6 bulan (*) Pasien ODHIV tidak direkomendasikan pemberian obat Rifampisin karena risiko interaksi dengan anti retroviral, pilihan adalah INH 6 bulan