Rina Triasih,
MMed(Paed), PhD, SpAK
• Staff - Dep. Pediatrics FK-KMK UGM/ Dr. Sardjito
Hospital, Yogyakarta
• Chair – Pediatric specialist training program, FK-KMK
UGM
• Secretary - Asia Pediatric Pulmonology Society
• Chair – Respirology working group, IDAI
• Member - Child TB Working Group – WHO
• Member – National Committee of Tuberculosis
• Project leader – Zero TB Yogyakarta
PEMBERIAN TERAPI
PENCEGAHAN TB (TPT)
PADA ANAK KONTAK
SERUMAH
RINA TRIASIH
https://www.kncvtbc.org/
MENGAPA TERAPI PENCEGAHAN TB
PERLU DIBERIKAN PADA ANAK ?
3
Risiko terjadinya sakit TB setelah terinfeksi
Adapted from Marais B, et al. Int J Tuberc Lung Dis 2004
A, 4 bulan, Padang
• Demam 10 hari
• Kejang
• Bapak dalam
pengobatan TB, anak
tidak mendapat terapi
pencegahan
Courtesy: dr. Finny, SpAK
D, 14 bulan, Bogor
Dibawa ke RS karena demam dan
batuk 1 bulan.
Berat badan turun (+)
Sesak napas  distres respirasi
Ibu: TB dalam terapi bulan ke 6
Anak tidak diberi terapi
pencegahan
Courtesy: dr. Satyawati, SpA
R, 7 bulan, Yogyakarta
• Batuk selama 2 bulan
• Telah berobat beberapa
kali ke dokter umum dan
dokter anak
• Gagal tumbuh
• Bapak: TB, BTA (+), dalam
terapi
 Pasien meninggal pada
perawatan hari kedua
P, 12 tahun, DIY
Teman satu sekolah: TB BTA (+)
V, 15 tahun, DIY
Satu desa: 2 pasien TB, Ibu: TB BTA (+)
Strategi eliminasi TB
Dye at al., Annu Rev Pub Health 2013
Pemodelan Pengobatan dan Pencegahan TBC di Indonesia
2020-2024 (ICER – TIME)
• Cakupan Dx TCM 75%
• Peningkatan TC 90%
• SR 90 %
• TPT 68 %
• DM TB 40 %
• Vaksin TBC Baru
• Shorter Regiment DS TB & DR TB
• POC TB diagnostic
• Kemoprofilaksis masal
Mengapa pemberian TPT penting untuk
anak yang kontak erat dengan pasien TB ?
1. Mencegah terjadinya sakit TB dan kematian
akibat TB pada anak
2. Mempercepat eliminasi TB
SIAPA YANG PERLU MENDAPAT TPT (FOCUS: ANAK)?
15
• Anak dengan HIV/AIDS (ODHIV)
• Kontak serumah dg pasien TBC paru terkonfirmasi
bakteriologis
– Anak usia di bawah 5 tahun
– Anak usia 5-14 tahun
– Remaja dan dewasa (usia di atas 15 tahun)
• Kelompok risiko lainnya dengan HIV negatif
– Pasien immunocompromais lainnya (keganasan,
hemodialisis, mendapat kortikosteroid jangka
panjang, persiapan transplantasi organ, dll).
– Warga Binaan Pemasyarakatan petugas kesehatan,
sekolah berasrama, barak militer, pengguna
narkoba suntik.
KRITERIA MENDAPAT TPT
• Kelompok risiko tinggi
DAN
• TIDAK SAKIT TB
DAN
• TIDAK ADA KONTRA INDIKASI TPT
Algoritma pemeriksaan pada individu berisiko
TB(-),
TST (+)
Gejala TB PADA ANAK
Entry point pelacakan TB anak yang
tidak kontak erat dengan pasien TB
Batuk > 2 minggu, non-
remitting, tidak membaik
dengan antibiotika atau
anti asma (sesuai indikasi),
sebab lain sudah
disingkirkan
Demam > 2 minggu,
tidak membaik dengan
antibiotika atau anti
malaria (sesuai
indikasi)
Berat badan tidak naik
atau turun dalam 2 bulan
terakhir, yang tidak
membaik dengan asupan
nutrisi yang optimal
Lesu dan tidak aktif
• Batuk
• Demam
• Masalah
berat badan
Entry point pelacakan
TB anak yang kontak
erat dengan pasien TB
Pilihan Paduan TPT
No Sasaran Plihan paduan TPT
3HP 3HR 6H 6Lfx+E
1 Kontak serumah usia < 2 tahun √ √
2 Kontak serumah usia 2 – 5 tahun √ √ √
3 Kontak serumah usia > 5 tahun √ √ √
4 ODHA usia < 2 tahun √ √
5 ODHA usia > 2 tahun √ √
6 Kelompok risiko lainnya √ √ √
7 Kontak serumah semua usia dengan
kasus indeks TB RO
√
6H 3HP 3HR
Interval pemberian Harian Mingguan Harian
Durasi 6 bulan 3 bulan 3 bulan
Dosis 182 dosis 12 dosis 84 dosis
<10 thn: 10 mg/kg BB 2-14 thn dengan BB:
10-15 kg: INH 300 mg, RPT 300 mg
16-23 kg: INH 500 mg, RPT 450 mg
24-30 kg: INH 600 mg, RPT 600 mg
≥ 31 kg: INH 700 mg, RPT 750 mg
<10 thn: INH 10 mg/kg
BB, RIF 15 mg/kg BB
≥ 10 thn: 5 mg/kg BB >14 thn untuk semua BB
≥ 30 kg: INH 900 mg, RPT 900 mg
≥10 thn: INH 5 mg/kg
BB, RIF 10 mg/kg BB
Sediaan 300mg RPT 150 mg
INH 300mg
RIF 300mg/150mg
INH 300mg
Pill burden per dosis (total)a 1 (182) Lepasan: 9 (108)
KDT: 3 (36)
3 (252)
Kriteria umur Semua umur; sesuai utk anak
HIV+ yg menerima LPV-RTV,
NVP, DTG
≥ 2 tahun Semua umur
Interaksi dengan ARV Tidak ada Semua PIs, NVP/NNRTIs, TAF Semua PIs,
NVP/hampir semua
NNRTIs
Dosis 3HP
Usia 2-14 tahun
Sediaan Obat 10-15 kg 16-23 kg 24-30 kg 31-34 kg >34 kg
INH 100 mg (tablet) 3 5 6 7 7
Rifapentine 150 mg (tablet) 2 3 4 5 5
Usia >14 tahun
Sediaan Obat 30-35 kg 36-45 kg 46-55 kg 56-70 kg >70 kg
INH 100 mg (tablet) 3 3 3 3 3
Rifapentine 150 mg (tablet) 6 6 6 6 6
Paduan 3HP hanya dapat digunakan pada usia mulai ≥2 tahun
•Dosis INH maksimal 900 mg/hari
•Dosis Rifapentine maksimal 900 mg/hari
•Dosis obat di sesuaikan dengan kenaikan berat badan setiap bulan.
KONTRA INDIKASI UMUM
• Kelainan hati (hepatitis, peningkatan
SGOT/SGPT 5X)
• neuropati perifer
• konsumsi alkohol biasa atau berat
Kehamilan* atau riwayat TBC sebelumnya
bukan merupakan kontraindikasi
PERTIMBANGAN KHUSUS PEMBERIAN 3HP
UNTUK ANAK & REMAJA
26
Kontraindikasi
• Semua anak berusia <2 tahun
• Anak dengan HIV menggunakan
LPV/r, NPV atau DTG
• NVP untuk profilaksis
(bayi terpapar HIV tidak terinfeksi)
• Kehamilan atau menyusui
• Kerusakan hati (hepatitis,
SGOT/SGPT > 5x batas normal,
pengguna alcohol)
• Neuropati perifer
www.suarawajarfm.com
Paduan 3HP
Dosis 12 minggu
Dosis yang tepat harus diambil
sekaligus pada hari yang sama
setiap minggu selama 12
minggu
Bila keadaan klinis baik (tidak ada gejala TBC yang muncul selama
pengobatan), obat tetap diberikan sampai 3 bulan, jika muncul gejala TBC
lakukan pemeriksaan untuk penegakan diagnosis TBC. Jika terbukti sakit
TBC, hentikan pemberian TPT dan diberikan OAT
APA YANG PERLU DIMONITOR SELAMA PEMBERIAN TPT ?
1. Munculnya gejala TBC
2. Efek samping
3. Kepatuhan dan keteraturan pasien minum obat
Efek samping dan keamanan obat pada anak-anak
• Efek samping dari semua
paduan TPT biasanya jarang
terjadi dan tidak parah pada
anak-anak
• Outcome yang buruk dapat
dicegah dengan panduan
antisipatif dan intervensi
cepat * Pada studi dimana partisipannya
adalah anak-anak
6 H 3 HP*
Ruam
Hepatotoksisitas
Neuropati perifer
Mual/muntah
Ruam
Hepatotoksisitas jarang
Neuropati perifer tidak
dilaporkan
Reaksi hipersensitivitas
<1%
* Pada studi dimana partisipannya adalah anak-anak
Hasil Akhir Pemberian TPT
a. Pengobatan lengkap
Telah menyelesaikan minimal 80% rangkaian pengobatan pencegahan
sesuai dengan durasi dari paduan TPT yang dipilih
Hasil Akhir Pemberian TPT
b. Putus berobat
Tidak minum obat TPT selama 1 bulan atau lebih secara berturut-turut.
c. Gagal selama pemberian TPT
Sedang dalam pemberian TPT menjadi sakit TB
d. Meninggal
Meninggal sebelum menyelesaikan TPT dengan sebab apapun
e. Tidak dievaluasi
Tidak diketahui hasil akhir terapi, termasuk dalam kriteria ini adalah pasien
pindah ke fasyankes lain dimana hasil terapi tidak diinformasikan ke
fasyankes pengirim
Barriers of child contact management
(contact investigation & TPT provision)
Health system/health workers:
 Lack of human resources
Unavailable tests: TST and Chest X Ray
Lack of knowledge
Community/family:
Limited access
Lack of awareness
Refusal
TERIMAKASIH
rina_triasih@yahoo.com

TPT pada anak kontak serumah-revisi.pptx

  • 1.
    Rina Triasih, MMed(Paed), PhD,SpAK • Staff - Dep. Pediatrics FK-KMK UGM/ Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta • Chair – Pediatric specialist training program, FK-KMK UGM • Secretary - Asia Pediatric Pulmonology Society • Chair – Respirology working group, IDAI • Member - Child TB Working Group – WHO • Member – National Committee of Tuberculosis • Project leader – Zero TB Yogyakarta
  • 2.
    PEMBERIAN TERAPI PENCEGAHAN TB(TPT) PADA ANAK KONTAK SERUMAH RINA TRIASIH https://www.kncvtbc.org/
  • 3.
    MENGAPA TERAPI PENCEGAHANTB PERLU DIBERIKAN PADA ANAK ? 3
  • 4.
    Risiko terjadinya sakitTB setelah terinfeksi Adapted from Marais B, et al. Int J Tuberc Lung Dis 2004
  • 5.
    A, 4 bulan,Padang • Demam 10 hari • Kejang • Bapak dalam pengobatan TB, anak tidak mendapat terapi pencegahan Courtesy: dr. Finny, SpAK
  • 6.
    D, 14 bulan,Bogor Dibawa ke RS karena demam dan batuk 1 bulan. Berat badan turun (+) Sesak napas  distres respirasi Ibu: TB dalam terapi bulan ke 6 Anak tidak diberi terapi pencegahan Courtesy: dr. Satyawati, SpA
  • 8.
    R, 7 bulan,Yogyakarta • Batuk selama 2 bulan • Telah berobat beberapa kali ke dokter umum dan dokter anak • Gagal tumbuh • Bapak: TB, BTA (+), dalam terapi  Pasien meninggal pada perawatan hari kedua
  • 9.
    P, 12 tahun,DIY Teman satu sekolah: TB BTA (+)
  • 10.
    V, 15 tahun,DIY Satu desa: 2 pasien TB, Ibu: TB BTA (+)
  • 11.
    Strategi eliminasi TB Dyeat al., Annu Rev Pub Health 2013
  • 12.
    Pemodelan Pengobatan danPencegahan TBC di Indonesia 2020-2024 (ICER – TIME) • Cakupan Dx TCM 75% • Peningkatan TC 90% • SR 90 % • TPT 68 % • DM TB 40 % • Vaksin TBC Baru • Shorter Regiment DS TB & DR TB • POC TB diagnostic • Kemoprofilaksis masal
  • 13.
    Mengapa pemberian TPTpenting untuk anak yang kontak erat dengan pasien TB ? 1. Mencegah terjadinya sakit TB dan kematian akibat TB pada anak 2. Mempercepat eliminasi TB
  • 15.
    SIAPA YANG PERLUMENDAPAT TPT (FOCUS: ANAK)? 15 • Anak dengan HIV/AIDS (ODHIV) • Kontak serumah dg pasien TBC paru terkonfirmasi bakteriologis – Anak usia di bawah 5 tahun – Anak usia 5-14 tahun – Remaja dan dewasa (usia di atas 15 tahun) • Kelompok risiko lainnya dengan HIV negatif – Pasien immunocompromais lainnya (keganasan, hemodialisis, mendapat kortikosteroid jangka panjang, persiapan transplantasi organ, dll). – Warga Binaan Pemasyarakatan petugas kesehatan, sekolah berasrama, barak militer, pengguna narkoba suntik.
  • 16.
    KRITERIA MENDAPAT TPT •Kelompok risiko tinggi DAN • TIDAK SAKIT TB DAN • TIDAK ADA KONTRA INDIKASI TPT
  • 17.
    Algoritma pemeriksaan padaindividu berisiko
  • 18.
  • 20.
    Gejala TB PADAANAK Entry point pelacakan TB anak yang tidak kontak erat dengan pasien TB Batuk > 2 minggu, non- remitting, tidak membaik dengan antibiotika atau anti asma (sesuai indikasi), sebab lain sudah disingkirkan Demam > 2 minggu, tidak membaik dengan antibiotika atau anti malaria (sesuai indikasi) Berat badan tidak naik atau turun dalam 2 bulan terakhir, yang tidak membaik dengan asupan nutrisi yang optimal Lesu dan tidak aktif • Batuk • Demam • Masalah berat badan Entry point pelacakan TB anak yang kontak erat dengan pasien TB
  • 21.
    Pilihan Paduan TPT NoSasaran Plihan paduan TPT 3HP 3HR 6H 6Lfx+E 1 Kontak serumah usia < 2 tahun √ √ 2 Kontak serumah usia 2 – 5 tahun √ √ √ 3 Kontak serumah usia > 5 tahun √ √ √ 4 ODHA usia < 2 tahun √ √ 5 ODHA usia > 2 tahun √ √ 6 Kelompok risiko lainnya √ √ √ 7 Kontak serumah semua usia dengan kasus indeks TB RO √
  • 22.
    6H 3HP 3HR Intervalpemberian Harian Mingguan Harian Durasi 6 bulan 3 bulan 3 bulan Dosis 182 dosis 12 dosis 84 dosis <10 thn: 10 mg/kg BB 2-14 thn dengan BB: 10-15 kg: INH 300 mg, RPT 300 mg 16-23 kg: INH 500 mg, RPT 450 mg 24-30 kg: INH 600 mg, RPT 600 mg ≥ 31 kg: INH 700 mg, RPT 750 mg <10 thn: INH 10 mg/kg BB, RIF 15 mg/kg BB ≥ 10 thn: 5 mg/kg BB >14 thn untuk semua BB ≥ 30 kg: INH 900 mg, RPT 900 mg ≥10 thn: INH 5 mg/kg BB, RIF 10 mg/kg BB Sediaan 300mg RPT 150 mg INH 300mg RIF 300mg/150mg INH 300mg Pill burden per dosis (total)a 1 (182) Lepasan: 9 (108) KDT: 3 (36) 3 (252) Kriteria umur Semua umur; sesuai utk anak HIV+ yg menerima LPV-RTV, NVP, DTG ≥ 2 tahun Semua umur Interaksi dengan ARV Tidak ada Semua PIs, NVP/NNRTIs, TAF Semua PIs, NVP/hampir semua NNRTIs
  • 23.
    Dosis 3HP Usia 2-14tahun Sediaan Obat 10-15 kg 16-23 kg 24-30 kg 31-34 kg >34 kg INH 100 mg (tablet) 3 5 6 7 7 Rifapentine 150 mg (tablet) 2 3 4 5 5 Usia >14 tahun Sediaan Obat 30-35 kg 36-45 kg 46-55 kg 56-70 kg >70 kg INH 100 mg (tablet) 3 3 3 3 3 Rifapentine 150 mg (tablet) 6 6 6 6 6 Paduan 3HP hanya dapat digunakan pada usia mulai ≥2 tahun •Dosis INH maksimal 900 mg/hari •Dosis Rifapentine maksimal 900 mg/hari •Dosis obat di sesuaikan dengan kenaikan berat badan setiap bulan.
  • 24.
    KONTRA INDIKASI UMUM •Kelainan hati (hepatitis, peningkatan SGOT/SGPT 5X) • neuropati perifer • konsumsi alkohol biasa atau berat Kehamilan* atau riwayat TBC sebelumnya bukan merupakan kontraindikasi
  • 25.
    PERTIMBANGAN KHUSUS PEMBERIAN3HP UNTUK ANAK & REMAJA 26 Kontraindikasi • Semua anak berusia <2 tahun • Anak dengan HIV menggunakan LPV/r, NPV atau DTG • NVP untuk profilaksis (bayi terpapar HIV tidak terinfeksi) • Kehamilan atau menyusui • Kerusakan hati (hepatitis, SGOT/SGPT > 5x batas normal, pengguna alcohol) • Neuropati perifer www.suarawajarfm.com
  • 26.
    Paduan 3HP Dosis 12minggu Dosis yang tepat harus diambil sekaligus pada hari yang sama setiap minggu selama 12 minggu Bila keadaan klinis baik (tidak ada gejala TBC yang muncul selama pengobatan), obat tetap diberikan sampai 3 bulan, jika muncul gejala TBC lakukan pemeriksaan untuk penegakan diagnosis TBC. Jika terbukti sakit TBC, hentikan pemberian TPT dan diberikan OAT
  • 27.
    APA YANG PERLUDIMONITOR SELAMA PEMBERIAN TPT ? 1. Munculnya gejala TBC 2. Efek samping 3. Kepatuhan dan keteraturan pasien minum obat
  • 28.
    Efek samping dankeamanan obat pada anak-anak • Efek samping dari semua paduan TPT biasanya jarang terjadi dan tidak parah pada anak-anak • Outcome yang buruk dapat dicegah dengan panduan antisipatif dan intervensi cepat * Pada studi dimana partisipannya adalah anak-anak 6 H 3 HP* Ruam Hepatotoksisitas Neuropati perifer Mual/muntah Ruam Hepatotoksisitas jarang Neuropati perifer tidak dilaporkan Reaksi hipersensitivitas <1% * Pada studi dimana partisipannya adalah anak-anak
  • 29.
    Hasil Akhir PemberianTPT a. Pengobatan lengkap Telah menyelesaikan minimal 80% rangkaian pengobatan pencegahan sesuai dengan durasi dari paduan TPT yang dipilih
  • 30.
    Hasil Akhir PemberianTPT b. Putus berobat Tidak minum obat TPT selama 1 bulan atau lebih secara berturut-turut. c. Gagal selama pemberian TPT Sedang dalam pemberian TPT menjadi sakit TB d. Meninggal Meninggal sebelum menyelesaikan TPT dengan sebab apapun e. Tidak dievaluasi Tidak diketahui hasil akhir terapi, termasuk dalam kriteria ini adalah pasien pindah ke fasyankes lain dimana hasil terapi tidak diinformasikan ke fasyankes pengirim
  • 31.
    Barriers of childcontact management (contact investigation & TPT provision) Health system/health workers:  Lack of human resources Unavailable tests: TST and Chest X Ray Lack of knowledge Community/family: Limited access Lack of awareness Refusal
  • 33.

Editor's Notes

  • #5 These data explain the rationale for using preventive therapy in infants and young children that have been infected with TB but do not yet have disease. The risk of developing disease following infection is age-related and is particularly high in children of less than 2 years. The observational studies also found that most children develop disease within one year following infection. The data are also from before BCG was used. As already noted, the major impact of BCG has been to reduce the size of the red bar.
  • #13 That target was optimized by tuberculosis epidemiology modeling using Tuberculosis Impact Model and Estimate (TIME) that was combined by cost modeling to provide the Incremental Cost-Effectiveness Ratios of Intervenstions/ICER) applied during the period of 2020-2024. The assumptions include that each intervention will be improved in both coverage and targets, step wisely from 2020 to 2024. Interventions included in the model include: 1) expansion of diagnosis among presumptive Tuberculosis cases using molecular rapid diagnostic by 75% in 2024; 2) coverage of notification and treatment by 90%; 3) tuberculosis treatment success rate by 90%; 4) coverage of Tuberculosis preventive treatment focuses on household contacts by 68% in 2024, and 5) coverage of Tuberculosis screening among DM by 40% in 2024. With that modeling, it is estimated of decreasing incidence from 319 per 100,000 population in 2018 to 188 per 100,000 in 2024. This projection is in line with the target of Tuberculosis incidence in the RPJMN by 190 per 100,000 population.   Hence, more innovative strategies are needed including new technologies (Tuberculosis vaccine, short term regiment for drug sensitive tuberculosis cases, and others) during year 2025-2030 to achieve target of tuberculosis elimination in 2030.
  • #16 There are 4 tupes of seasonal influence viruses: A-D Infl A dan B circulates and cause seasona epidemics of disease Viral protein: HA and NA Influenza A viruses are further classified into subtypes according to the combination of the hemagglutinin and the neuraminidase, the protein on the sufxe of the virus Currently circulating in humans are subtype A (H1N1) and A (H3N2) influenza viruses. Only influenza virus A are known to have caused pandemics. Inf B viruses are not classified into subtypes, but can be broken down into lineages: B/Yamagata and B/Victoria lineage
  • #21 In past TST and CXR – from facility to community – this is something that NTP could activate
  • #27 Contraindications to 3 HP include dolutegravir Active Hepatitis (acute or chronic) ALT/AST > 5x ULN (regardless of symptoms) Regular & heavy alcohol use (can be quantified by self report of >28 units/ week in men and >21 units/ week in women) Peripheral Neuropathy Due to current lack of evidence, 3HP should not be given in pregnancy or during breastfeeding. In a study of 3HP in 112 pregnant women, the rates of spontaneous abortion and birth defects were similar to those in the general US population (1). However, further evidence is required before 3HP can be recommended during pregnancy. Ongoing trials will provide information on the safety and efficacy of 3HP in pregnancy. (1) (1) Moro RN, Scott NA, Vernon A, Tepper NK, Goldberg SV, Schwartzman K, et al. Exposure to Latent Tuberculosis Treatment during Pregnancy. The PREVENT TB and the iAdhere Trials. Ann Am Thorac Soc 2018,15:570-80.
  • #28 The weekly dose must be taken All at once (not divided) On the same day every week Not closer than 4 day’s apart (if the day is missed) – WHP trial In the case of missed doses, it is acceptable for the 12 week course to be taken over 16 weeks Pyridoxine (25 or 50mg) has routinely been administered with INH in PLHIV but there are no controlled trials where pyridoxine has not been given to objectively assess its efficacy. In the absence of compelling evidence, the WHO does not mandate pyridoxine for routine use. The I4TB project will be aligned to country guidance which is commonly to give pyridoxine to adults and children living with HIV.     (Pyridoxine is not required for otherwise healthy contacts of TB index patients of any age)