Prinsip Dasar
Desain Grafis
Let's Go
Aqoma Soleh S.ikom., M.Sos
Desain adalah metode perancangan estetika yang didasari dengan
kreativitas
Grafis adalah ilmu dari perancangan titik maupun garis sehingga
akan membentuk sebuah gambar yang dapat memberikan
informasi serta berhubungan dengan proses pencetakan
Desain Grafis adalah suatu bentuk dari komunikasi visual yang
memanfaatkan gambar sebagai media untuk menyampaikan pesan
atau informasi seefektif mungkin.
Pengertian
Bidang
Titik adalah suatu bentuk kecil yang
nggak mempunyai dimensi. Umumnya, titik
berbentuk bundaran sederhana, mampat,
nggak bersudut, dan tanpa arah. Titik
cenderung ditampilkan dalam bentuk
kelompok, dengan variasi jumlah,
susunan, dan kepadatan tertentu.
Titik
Bidang merupakan garis yang ujungnya saling
bertemu dan membuat area tertutup. Unsur yang
satu ini juga sering digunakan dalam desain.
Bidang menempati ruang dua dimensi atau
dwimatra, yaitu hanya memiliki dua ukuran
(panjang dan lebar). Penggunaan unsur bidang
dalam desain grafis nggak hanya untuk
mendefinisikan sebuah objek aja, tapi juga
menambah daya tarik layout, serta membantu
mengkomunikasikan ide desainer kepada audiens.
Garis adalah gabungan beberapa unsur
titik yang saling sejajar, sehingga
membentuk satu kesatuan. Unsur garis
akan selalu ada di setiap desain. Bisa
berbentuk garis panjang, pendek, lurus,
melengkung, tebal, tipis, putus-putus, dan
lain sebagainya. Setiap bentuk garis akan
menciptakan kesan yang berbeda-beda.
Garis
Warna merupakan unsur yang nggak
kalah penting dalam desain grafis.
Warna dapat memberi makna dan tema
pada sebuah desain.
Warna
Unsur-unsur Desain Grafis
DESAIN GRAFIS
Tipografi
Tekstur merupakan visualisasi dari permukaan suatu
objek yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau
diraba. Contohnya, corak dari suatu permukaan
benda. Ada yang halus, kasar, lembut, licin, berpori,
mengkilap, dan sebagainya. Penggunaan tekstur
dapat menambah dimensi dan memperkaya sebuah
layout, sehingga objek jadi lebih hidup.
Tekstur
Tipografi merupakan hal yang sering ditemui oleh
manusia dalam hal yang berhubungan dengan
desain. Hal ini merujuk pada peran tipografi yang
sebagai pengantar komunikasi dari ide kepada
audience atau pembaca.
Ruang merupakan jarak antara unsur-
unsur desain grafis, seperti objek,
background, dan teks. Tanpa adanya
ruang, kita akan sulit untuk mencerna
informasi yang ingin disampaikan.
Ruang
Ilustrasi merupakan bentuk visual dari
suatu teks atau kalimat. Dengan bantuan
visual tersebut, maka pesan yang ada di
dalam teks atau kalimat tersebut akan
menjadi lebih berkesan.
Ilustrasi
Unsur-unsur Desain Grafis
DESAIN GRAFIS
Prinsip dasar desain grafis merupakan pedoman atau aturan yang
digunakan oleh desainer grafis dalam menciptakan karya-karya
yang efektif secara visual. Prinsip-prinsip ini membantu desainer
untuk mengatur elemen-elemen desain seperti warna, bentuk,
teks, dan gambar secara harmonis sehingga pesan yang ingin
disampaikan dapat tersampaikan dengan jelas dan menarik.
Balance (Keseimbangan)
Keseimbangan dalam desain grafis adalah distribusi visual dari elemen-elemen desain yang merata di sepanjang
komposisi
Keseimbangan
simetris terjadi saat
elemen-elemen
desain ditempatkan
secara seimbang di
kedua sisi garis
tengah
keseimbangan
asimetris
menciptakan
keseimbangan yang
lebih dinamis dengan
menempatkan
elemen-elemen
desain secara tidak
simetris tetapi masih
menciptakan kesan
seimbang.
Symetrical
Asymetrical
Unity
Unity dalam prinsip dasar desain merujuk pada kesatuan atau konsistensi visual dalam sebuah karya
desain. Ini mengacu pada bagaimana elemen-elemen yang berbeda dalam desain berinteraksi satu sama
lain untuk menciptakan kesan yang seimbang, harmonis, dan terintegrasi.
• Konsistensi: Elemen-elemen desain seperti warna, tipografi, dan gaya visual
konsisten di seluruh karya, menciptakan kesan yang terorganisir dan mudah
dipahami.
• Koherensi: Desain mengikuti tema atau konsep yang konsisten, yang membantu
memperkuat pesan yang ingin disampaikan oleh desain tersebut.
• Integrasi: Elemen-elemen desain saling melengkapi dan mendukung satu sama
lain, daripada bersaing atau bertentangan satu sama lain.
• Kesesuaian: Desain sesuai dengan tujuan dan konteksnya, baik itu untuk
komunikasi, branding, atau fungsi lainnya.
Ketika sebuah desain mencapai kesatuan yang baik:
Proportion
Proportion, atau proporsi, adalah prinsip dasar desain yang mengacu pada hubungan dan
perbandingan antara ukuran, bentuk, dan posisi elemen-elemen visual dalam sebuah karya
desain. Proporsi yang baik menciptakan keseimbangan visual dan harmoni yang
menyenangkan bagi mata pengamat.
• Ukuran: Proporsi melibatkan pengaturan ukuran elemen-elemen
dalam desain sehingga menciptakan kesan seimbang. Elemen-
elemen yang lebih besar biasanya menarik lebih banyak perhatian
daripada elemen-elemen yang lebih kecil, namun perbedaan
ukuran harus disesuaikan secara proporsional untuk menciptakan
harmoni visual.
• Skala: Proporsi juga mencakup skala relatif dari elemen-elemen
dalam desain. Skala yang tepat membantu menentukan hierarki
visual dan memandu mata pengamat melalui desain dengan aliran
yang seimbang.
• Bentuk: Proporsi juga terkait dengan bentuk dan proporsi relatif
antara bagian-bagian yang berbeda dari sebuah objek atau
elemen visual. Misalnya, dalam desain arsitektur, proporsi yang
tepat antara tinggi, lebar, dan kedalaman sebuah bangunan
sangat penting untuk menciptakan kesan yang estetis.
• Ruang Negatif: Proporsi tidak hanya mengacu pada elemen-
elemen visual yang ada, tetapi juga ruang negatif di sekitarnya.
Ruang negatif yang disesuaikan dengan baik membantu
menyeimbangkan elemen-elemen positif dalam desain.
Berikut adalah beberapa aspek penting dari proporsi dalam desain:
Emphasis
Emphasis, atau penekanan, adalah prinsip dasar desain yang berkaitan dengan
penonjolan atau menyoroti elemen tertentu dalam sebuah karya desain. Tujuan
utama penekanan adalah menarik perhatian pengamat pada bagian tertentu dari
desain, memberikan hierarki visual, dan menyampaikan pesan utama atau informasi
yang paling penting.
• Ukuran: Memperbesar elemen tertentu dalam desain untuk membuatnya menonjol dan
menarik perhatian lebih dari elemen-elemen lainnya.
• Warna: Penggunaan warna yang berbeda atau warna yang kontras dengan latar belakang
atau elemen-elemen sekitarnya untuk menyoroti bagian tertentu dari desain.
• Kontras: Membuat kontras visual melalui perbedaan dalam warna, ukuran, bentuk, atau
tekstur untuk menonjolkan elemen tertentu.
• Posisi: Menempatkan elemen penting di posisi yang strategis dalam desain, seperti di
tengah atau di sudut mata, untuk menarik perhatian secara alami.
• Repetisi: Mengulangi pola atau elemen tertentu dalam desain untuk menekankan
keberadaan atau signifikansi dari elemen tersebut.
• Isolasi: Memisahkan elemen tertentu dari latar belakang atau elemen lainnya untuk
menonjolkannya dan memberikan penekanan.
• Ketajaman: Menggunakan detail yang tajam atau perbedaan dalam tingkat kecerahan atau
kegelapan untuk membuat elemen tertentu menonjol.
Beberapa cara untuk menciptakan penekanan dalam desain termasuk:
Repetition
Repetition adalah salah satu prinsip dasar desain yang menekankan penggunaan
pola atau pengulangan elemen-elemen visual yang serupa di dalam sebuah karya
desain. Pengulangan ini memberikan kesatuan, konsistensi, dan ritme visual yang
kuat dalam desain. Repetisi dapat digunakan untuk menguatkan pesan,
menciptakan hubungan antara elemen-elemen, dan membentuk kohesi visual di
dalam desain.
• Pola: Pengulangan elemen-elemen visual seperti bentuk, warna, atau tekstur untuk
membentuk pola yang teratur dan terencana.
• Tipografi: Menggunakan jenis huruf yang sama atau serupa untuk menyoroti bagian-
bagian tertentu dalam teks, seperti judul, subjudul, atau poin-poin penting.
• Warna: Menggunakan palet warna yang serupa atau pola warna yang berulang di seluruh
desain untuk menciptakan kesatuan visual.
• Elemen Grafis: Menggunakan elemen grafis yang serupa, seperti garis-garis, bentuk-
bentuk, atau ikon-ikon, untuk menciptakan motif yang berulang.
• Layout: Menggunakan pengaturan atau susunan elemen-elemen yang serupa atau sejenis
secara konsisten di seluruh desain, seperti dalam desain majalah atau halaman web.
• Branding: Menggunakan elemen-elemen visual yang konsisten, seperti logo, tipografi,
atau motif, dalam semua materi pemasaran dan komunikasi merek.
Beberapa contoh penggunaan repetisi dalam desain meliputi:
Patern
Pattern, atau pola, adalah elemen penting dalam prinsip dasar desain yang
melibatkan pengulangan elemen-elemen visual tertentu dalam sebuah karya.
Pengulangan ini menciptakan motif yang teratur dan terencana, yang dapat
memberikan kesan estetika yang kuat, konsistensi visual, dan ritme dalam desain.
• Polapola Geometris: Pola-pola ini melibatkan pengulangan bentuk geometris seperti garis
lurus, lingkaran, segitiga, atau persegi. Contoh termasuk pola-pola kotak-kotak atau garis-
garis yang diatur secara teratur.
• Polapola Organik: Pola-pola organik terinspirasi oleh bentuk-bentuk alami seperti daun,
bunga, awan, atau motif flora dan fauna lainnya. Pola ini cenderung lebih lembut, alami,
dan organik dalam penampilannya.
• Polapola Abstract: Pola-pola abstrak tidak terkait dengan representasi objek nyata.
Mereka menggunakan bentuk-bentuk, garis-garis, dan warna untuk menciptakan desain
yang menarik secara visual.
• Polapola Tekstil: Pola-pola ini dirancang khusus untuk aplikasi pada tekstil, seperti motif-
motif bunga, garis-garis, atau desain-desain yang terinspirasi oleh budaya atau tradisi
tertentu.
• Polapola Tipografis: Pola-pola ini melibatkan penggunaan huruf-huruf atau kata-kata yang
diulang-ulang untuk membentuk motif atau desain yang menarik secara visual.
• Polapola Fotografis: Pola-pola ini menggunakan gambar atau foto yang diulang secara
teratur untuk menciptakan efek visual yang menarik.
Penggunaan pola dalam desain bisa bermacam-macam, termasuk:
Rhythm
Rhythm, atau ritme, adalah prinsip dasar desain yang mengacu pada pengaturan elemen-elemen
visual dalam sebuah karya desain untuk menciptakan aliran atau gerakan visual yang teratur dan
berirama. Ritme dalam desain sering kali mengarahkan mata pengamat melalui desain dengan cara
yang alami dan memberikan keteraturan yang menyenangkan.
• Repetisi: Mengulangi elemen-elemen visual tertentu secara teratur dalam desain, baik itu
bentuk, warna, tekstur, atau pola, untuk membentuk pola yang berulang dan menciptakan
aliran visual yang konsisten.
• Progresi: Menggunakan variasi elemen-elemen visual secara bertahap dalam desain,
seperti ukuran yang semakin bertambah atau warna yang semakin gelap, untuk
menciptakan perasaan pergerakan atau perkembangan.
• Kontras: Menggunakan perbedaan yang signifikan antara elemen-elemen visual untuk
menciptakan perubahan atau puncak-puncak visual yang menarik perhatian dan
menambah dimensi ritme.
• Ruang negatif: Mengatur ruang negatif atau ruang kosong dalam desain dengan pola atau
interval tertentu untuk menciptakan ritme yang teratur dan berirama.
• Arus: Mengarahkan elemen-elemen visual dalam desain sehingga mata pengamat
mengikuti aliran tertentu, seperti garis-garis yang mengarahkan pandangan dari satu titik
ke titik lainnya.
Beberapa cara untuk menciptakan ritme dalam desain meliputi:
Thank
You!
Aqoma Soleh S.ikom., M.Sos

The Principles Of Design Presentation (1).pptx

  • 1.
    Prinsip Dasar Desain Grafis Let'sGo Aqoma Soleh S.ikom., M.Sos
  • 2.
    Desain adalah metodeperancangan estetika yang didasari dengan kreativitas Grafis adalah ilmu dari perancangan titik maupun garis sehingga akan membentuk sebuah gambar yang dapat memberikan informasi serta berhubungan dengan proses pencetakan Desain Grafis adalah suatu bentuk dari komunikasi visual yang memanfaatkan gambar sebagai media untuk menyampaikan pesan atau informasi seefektif mungkin. Pengertian
  • 3.
    Bidang Titik adalah suatubentuk kecil yang nggak mempunyai dimensi. Umumnya, titik berbentuk bundaran sederhana, mampat, nggak bersudut, dan tanpa arah. Titik cenderung ditampilkan dalam bentuk kelompok, dengan variasi jumlah, susunan, dan kepadatan tertentu. Titik Bidang merupakan garis yang ujungnya saling bertemu dan membuat area tertutup. Unsur yang satu ini juga sering digunakan dalam desain. Bidang menempati ruang dua dimensi atau dwimatra, yaitu hanya memiliki dua ukuran (panjang dan lebar). Penggunaan unsur bidang dalam desain grafis nggak hanya untuk mendefinisikan sebuah objek aja, tapi juga menambah daya tarik layout, serta membantu mengkomunikasikan ide desainer kepada audiens. Garis adalah gabungan beberapa unsur titik yang saling sejajar, sehingga membentuk satu kesatuan. Unsur garis akan selalu ada di setiap desain. Bisa berbentuk garis panjang, pendek, lurus, melengkung, tebal, tipis, putus-putus, dan lain sebagainya. Setiap bentuk garis akan menciptakan kesan yang berbeda-beda. Garis Warna merupakan unsur yang nggak kalah penting dalam desain grafis. Warna dapat memberi makna dan tema pada sebuah desain. Warna Unsur-unsur Desain Grafis DESAIN GRAFIS
  • 4.
    Tipografi Tekstur merupakan visualisasidari permukaan suatu objek yang dapat dinilai dengan cara dilihat atau diraba. Contohnya, corak dari suatu permukaan benda. Ada yang halus, kasar, lembut, licin, berpori, mengkilap, dan sebagainya. Penggunaan tekstur dapat menambah dimensi dan memperkaya sebuah layout, sehingga objek jadi lebih hidup. Tekstur Tipografi merupakan hal yang sering ditemui oleh manusia dalam hal yang berhubungan dengan desain. Hal ini merujuk pada peran tipografi yang sebagai pengantar komunikasi dari ide kepada audience atau pembaca. Ruang merupakan jarak antara unsur- unsur desain grafis, seperti objek, background, dan teks. Tanpa adanya ruang, kita akan sulit untuk mencerna informasi yang ingin disampaikan. Ruang Ilustrasi merupakan bentuk visual dari suatu teks atau kalimat. Dengan bantuan visual tersebut, maka pesan yang ada di dalam teks atau kalimat tersebut akan menjadi lebih berkesan. Ilustrasi Unsur-unsur Desain Grafis DESAIN GRAFIS
  • 5.
    Prinsip dasar desaingrafis merupakan pedoman atau aturan yang digunakan oleh desainer grafis dalam menciptakan karya-karya yang efektif secara visual. Prinsip-prinsip ini membantu desainer untuk mengatur elemen-elemen desain seperti warna, bentuk, teks, dan gambar secara harmonis sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat tersampaikan dengan jelas dan menarik.
  • 6.
    Balance (Keseimbangan) Keseimbangan dalamdesain grafis adalah distribusi visual dari elemen-elemen desain yang merata di sepanjang komposisi Keseimbangan simetris terjadi saat elemen-elemen desain ditempatkan secara seimbang di kedua sisi garis tengah keseimbangan asimetris menciptakan keseimbangan yang lebih dinamis dengan menempatkan elemen-elemen desain secara tidak simetris tetapi masih menciptakan kesan seimbang. Symetrical Asymetrical
  • 8.
    Unity Unity dalam prinsipdasar desain merujuk pada kesatuan atau konsistensi visual dalam sebuah karya desain. Ini mengacu pada bagaimana elemen-elemen yang berbeda dalam desain berinteraksi satu sama lain untuk menciptakan kesan yang seimbang, harmonis, dan terintegrasi.
  • 9.
    • Konsistensi: Elemen-elemendesain seperti warna, tipografi, dan gaya visual konsisten di seluruh karya, menciptakan kesan yang terorganisir dan mudah dipahami. • Koherensi: Desain mengikuti tema atau konsep yang konsisten, yang membantu memperkuat pesan yang ingin disampaikan oleh desain tersebut. • Integrasi: Elemen-elemen desain saling melengkapi dan mendukung satu sama lain, daripada bersaing atau bertentangan satu sama lain. • Kesesuaian: Desain sesuai dengan tujuan dan konteksnya, baik itu untuk komunikasi, branding, atau fungsi lainnya. Ketika sebuah desain mencapai kesatuan yang baik:
  • 10.
    Proportion Proportion, atau proporsi,adalah prinsip dasar desain yang mengacu pada hubungan dan perbandingan antara ukuran, bentuk, dan posisi elemen-elemen visual dalam sebuah karya desain. Proporsi yang baik menciptakan keseimbangan visual dan harmoni yang menyenangkan bagi mata pengamat.
  • 11.
    • Ukuran: Proporsimelibatkan pengaturan ukuran elemen-elemen dalam desain sehingga menciptakan kesan seimbang. Elemen- elemen yang lebih besar biasanya menarik lebih banyak perhatian daripada elemen-elemen yang lebih kecil, namun perbedaan ukuran harus disesuaikan secara proporsional untuk menciptakan harmoni visual. • Skala: Proporsi juga mencakup skala relatif dari elemen-elemen dalam desain. Skala yang tepat membantu menentukan hierarki visual dan memandu mata pengamat melalui desain dengan aliran yang seimbang. • Bentuk: Proporsi juga terkait dengan bentuk dan proporsi relatif antara bagian-bagian yang berbeda dari sebuah objek atau elemen visual. Misalnya, dalam desain arsitektur, proporsi yang tepat antara tinggi, lebar, dan kedalaman sebuah bangunan sangat penting untuk menciptakan kesan yang estetis. • Ruang Negatif: Proporsi tidak hanya mengacu pada elemen- elemen visual yang ada, tetapi juga ruang negatif di sekitarnya. Ruang negatif yang disesuaikan dengan baik membantu menyeimbangkan elemen-elemen positif dalam desain. Berikut adalah beberapa aspek penting dari proporsi dalam desain:
  • 12.
    Emphasis Emphasis, atau penekanan,adalah prinsip dasar desain yang berkaitan dengan penonjolan atau menyoroti elemen tertentu dalam sebuah karya desain. Tujuan utama penekanan adalah menarik perhatian pengamat pada bagian tertentu dari desain, memberikan hierarki visual, dan menyampaikan pesan utama atau informasi yang paling penting.
  • 13.
    • Ukuran: Memperbesarelemen tertentu dalam desain untuk membuatnya menonjol dan menarik perhatian lebih dari elemen-elemen lainnya. • Warna: Penggunaan warna yang berbeda atau warna yang kontras dengan latar belakang atau elemen-elemen sekitarnya untuk menyoroti bagian tertentu dari desain. • Kontras: Membuat kontras visual melalui perbedaan dalam warna, ukuran, bentuk, atau tekstur untuk menonjolkan elemen tertentu. • Posisi: Menempatkan elemen penting di posisi yang strategis dalam desain, seperti di tengah atau di sudut mata, untuk menarik perhatian secara alami. • Repetisi: Mengulangi pola atau elemen tertentu dalam desain untuk menekankan keberadaan atau signifikansi dari elemen tersebut. • Isolasi: Memisahkan elemen tertentu dari latar belakang atau elemen lainnya untuk menonjolkannya dan memberikan penekanan. • Ketajaman: Menggunakan detail yang tajam atau perbedaan dalam tingkat kecerahan atau kegelapan untuk membuat elemen tertentu menonjol. Beberapa cara untuk menciptakan penekanan dalam desain termasuk:
  • 15.
    Repetition Repetition adalah salahsatu prinsip dasar desain yang menekankan penggunaan pola atau pengulangan elemen-elemen visual yang serupa di dalam sebuah karya desain. Pengulangan ini memberikan kesatuan, konsistensi, dan ritme visual yang kuat dalam desain. Repetisi dapat digunakan untuk menguatkan pesan, menciptakan hubungan antara elemen-elemen, dan membentuk kohesi visual di dalam desain.
  • 16.
    • Pola: Pengulanganelemen-elemen visual seperti bentuk, warna, atau tekstur untuk membentuk pola yang teratur dan terencana. • Tipografi: Menggunakan jenis huruf yang sama atau serupa untuk menyoroti bagian- bagian tertentu dalam teks, seperti judul, subjudul, atau poin-poin penting. • Warna: Menggunakan palet warna yang serupa atau pola warna yang berulang di seluruh desain untuk menciptakan kesatuan visual. • Elemen Grafis: Menggunakan elemen grafis yang serupa, seperti garis-garis, bentuk- bentuk, atau ikon-ikon, untuk menciptakan motif yang berulang. • Layout: Menggunakan pengaturan atau susunan elemen-elemen yang serupa atau sejenis secara konsisten di seluruh desain, seperti dalam desain majalah atau halaman web. • Branding: Menggunakan elemen-elemen visual yang konsisten, seperti logo, tipografi, atau motif, dalam semua materi pemasaran dan komunikasi merek. Beberapa contoh penggunaan repetisi dalam desain meliputi:
  • 18.
    Patern Pattern, atau pola,adalah elemen penting dalam prinsip dasar desain yang melibatkan pengulangan elemen-elemen visual tertentu dalam sebuah karya. Pengulangan ini menciptakan motif yang teratur dan terencana, yang dapat memberikan kesan estetika yang kuat, konsistensi visual, dan ritme dalam desain.
  • 19.
    • Polapola Geometris:Pola-pola ini melibatkan pengulangan bentuk geometris seperti garis lurus, lingkaran, segitiga, atau persegi. Contoh termasuk pola-pola kotak-kotak atau garis- garis yang diatur secara teratur. • Polapola Organik: Pola-pola organik terinspirasi oleh bentuk-bentuk alami seperti daun, bunga, awan, atau motif flora dan fauna lainnya. Pola ini cenderung lebih lembut, alami, dan organik dalam penampilannya. • Polapola Abstract: Pola-pola abstrak tidak terkait dengan representasi objek nyata. Mereka menggunakan bentuk-bentuk, garis-garis, dan warna untuk menciptakan desain yang menarik secara visual. • Polapola Tekstil: Pola-pola ini dirancang khusus untuk aplikasi pada tekstil, seperti motif- motif bunga, garis-garis, atau desain-desain yang terinspirasi oleh budaya atau tradisi tertentu. • Polapola Tipografis: Pola-pola ini melibatkan penggunaan huruf-huruf atau kata-kata yang diulang-ulang untuk membentuk motif atau desain yang menarik secara visual. • Polapola Fotografis: Pola-pola ini menggunakan gambar atau foto yang diulang secara teratur untuk menciptakan efek visual yang menarik. Penggunaan pola dalam desain bisa bermacam-macam, termasuk:
  • 21.
    Rhythm Rhythm, atau ritme,adalah prinsip dasar desain yang mengacu pada pengaturan elemen-elemen visual dalam sebuah karya desain untuk menciptakan aliran atau gerakan visual yang teratur dan berirama. Ritme dalam desain sering kali mengarahkan mata pengamat melalui desain dengan cara yang alami dan memberikan keteraturan yang menyenangkan.
  • 22.
    • Repetisi: Mengulangielemen-elemen visual tertentu secara teratur dalam desain, baik itu bentuk, warna, tekstur, atau pola, untuk membentuk pola yang berulang dan menciptakan aliran visual yang konsisten. • Progresi: Menggunakan variasi elemen-elemen visual secara bertahap dalam desain, seperti ukuran yang semakin bertambah atau warna yang semakin gelap, untuk menciptakan perasaan pergerakan atau perkembangan. • Kontras: Menggunakan perbedaan yang signifikan antara elemen-elemen visual untuk menciptakan perubahan atau puncak-puncak visual yang menarik perhatian dan menambah dimensi ritme. • Ruang negatif: Mengatur ruang negatif atau ruang kosong dalam desain dengan pola atau interval tertentu untuk menciptakan ritme yang teratur dan berirama. • Arus: Mengarahkan elemen-elemen visual dalam desain sehingga mata pengamat mengikuti aliran tertentu, seperti garis-garis yang mengarahkan pandangan dari satu titik ke titik lainnya. Beberapa cara untuk menciptakan ritme dalam desain meliputi:
  • 24.