Prinsip Desain
Grafis
Badroe Zaman, M.Kom.
Prinsip desain grafis merupakan acuan dalam
menyusun/mengkomposisikan unsur-unsur desain menjadi
komposisi yang harmonis, meliputi :
• Kesederhanaan
• Keseimbangan (Balance)
• Irama (Rhythm)
• Skala & Proporsi
• Fokus (Dominance)
• Penekanan (Emphasis)
• Kesatuan (Unity)
Kesederhanaan
• Banyak pakar desain grafis menyarankan prinsip ini dalam
pekerjaan desain. Hal ini sangat logis demi kepentingan
kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan.
• Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text)
sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental,
seperti huruf blackletter yang sulit dibaca.
• Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang
kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak
unsur-unsur aksesoris.
Keseimbangan (Balance)
Secara keseluruhan, komponen-komponen desain harus tampil seimbang.
Mata kita akan menangkap keseluruhan halaman desain dalam satu
komponen, yang selanjutnya akan dilihat komponen yang lebih kecil.
Terdapat macam-macam keseimbangan yang dapat digunakan, antara lain:
• Simestris
• Asimetris
• Radial
Contoh Keseimbangan (Balance)
Simetris Asimetris Radial
Irama (Rhythm)
Irama adalah pengulangan atau variasi dari komponen-komponen
desain grafis. Pengulangan tersebut bisa membentuk urutan
gerakan, pola atau pattern tertentu.
Berikut adalah beberapa jenis pengulangan:
• Regular
• Mengalir
• Gradual
Contoh Irama (Rhythm)
Regular
Mengalir
Gradual
Skala & Proporsi
• Skala adalah perubahan ukuran atau size tanpa perubahan
perbandingan ukuran panjang lebar atau tinggi.
• Proporsi adalah adanya perubahan perbandingan antara panjang
lebar atau tinggi sehingga gambar dengan perubahan proporsi
sering terlihat distorsi. Oleh karena itu jangan merubah proporsi
foto apalagi manusia, manusia bisa terlihat lebih kurus atau gemuk
dibanding aslinya. Dengan mengatur skala dan proporsi, desain
dapat berkesan luas atau jauh, sedang, sempit atau dekat.
Fokus (Dominance)
• Hirarki
Tidak semua komponen grafis memiliki kedudukan yang sama pentingnya,
audience harus fokuskan atau diarahkan pada satu titik fokus. Ada beberapa
tahap fokus, mulai dari yang terpenting (dominant), Pendukung (Subdominant)
dan pelengkap (sub-ordinat)
• Kontras
Kontras adalah penekanan karena ada perbedaan drastis atau konfilk pada
komponen desain grafis. Misalnya kontras warna hitam dan putih, kontras garis
tebal dan tipis, kontras teks font size besar dan kecil dan lainnya.
Penekanan (Emphasis)
• Penekanan dimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia
mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud.
• Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan
membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh
berbeda dengan berita lainnya.
• Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras
antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.
Kesatuan (Unity)
Kesatuan dalam desain grafis berarti kohesi, konsistensi, keutuhan,
dan keselarasan semua unsur desain. Dengan memperhatikan
prinsip kesatuan, karya yang kita buat bisa lebih padu dan
menghasilkan tema yang kuat.
Contohnya, saat memilih tone warna pada desain, kamu bisa
menggunakan color palette supaya nggak ada warna yang saling
bertabrakan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan jenis font yang
sama atau setipe jika desain kamu banyak mengandung teks.

Prinsip desain grafis merupakan acuan dalam menyusun unsur-unsur desain menjadi komposisi yang harmonis

  • 1.
  • 2.
    Prinsip desain grafismerupakan acuan dalam menyusun/mengkomposisikan unsur-unsur desain menjadi komposisi yang harmonis, meliputi : • Kesederhanaan • Keseimbangan (Balance) • Irama (Rhythm) • Skala & Proporsi • Fokus (Dominance) • Penekanan (Emphasis) • Kesatuan (Unity)
  • 3.
    Kesederhanaan • Banyak pakardesain grafis menyarankan prinsip ini dalam pekerjaan desain. Hal ini sangat logis demi kepentingan kemudahan pembaca memahami isi pesan yang disampaikan. • Huruf judul (headline), subjudul dan tubuh berita (body text) sebaiknya jangan menggunakan jenis font yang ornamental, seperti huruf blackletter yang sulit dibaca. • Prinsip ini bisa diterapkan dengan penggunaan elemen ruang kosong (white space) dan tidak menggunakan terlalu banyak unsur-unsur aksesoris.
  • 4.
    Keseimbangan (Balance) Secara keseluruhan,komponen-komponen desain harus tampil seimbang. Mata kita akan menangkap keseluruhan halaman desain dalam satu komponen, yang selanjutnya akan dilihat komponen yang lebih kecil. Terdapat macam-macam keseimbangan yang dapat digunakan, antara lain: • Simestris • Asimetris • Radial
  • 5.
  • 6.
    Irama (Rhythm) Irama adalahpengulangan atau variasi dari komponen-komponen desain grafis. Pengulangan tersebut bisa membentuk urutan gerakan, pola atau pattern tertentu. Berikut adalah beberapa jenis pengulangan: • Regular • Mengalir • Gradual
  • 7.
  • 8.
    Skala & Proporsi •Skala adalah perubahan ukuran atau size tanpa perubahan perbandingan ukuran panjang lebar atau tinggi. • Proporsi adalah adanya perubahan perbandingan antara panjang lebar atau tinggi sehingga gambar dengan perubahan proporsi sering terlihat distorsi. Oleh karena itu jangan merubah proporsi foto apalagi manusia, manusia bisa terlihat lebih kurus atau gemuk dibanding aslinya. Dengan mengatur skala dan proporsi, desain dapat berkesan luas atau jauh, sedang, sempit atau dekat.
  • 9.
    Fokus (Dominance) • Hirarki Tidaksemua komponen grafis memiliki kedudukan yang sama pentingnya, audience harus fokuskan atau diarahkan pada satu titik fokus. Ada beberapa tahap fokus, mulai dari yang terpenting (dominant), Pendukung (Subdominant) dan pelengkap (sub-ordinat) • Kontras Kontras adalah penekanan karena ada perbedaan drastis atau konfilk pada komponen desain grafis. Misalnya kontras warna hitam dan putih, kontras garis tebal dan tipis, kontras teks font size besar dan kecil dan lainnya.
  • 10.
    Penekanan (Emphasis) • Penekanandimaksudkan untuk menarik perhatian pembaca, sehingga ia mau melihat dan membaca bagian desain yang dimaksud. • Kalau dalam konteks desain surat kabar ini bisa dilakukan dengan membesarkan ukuran huruf pada judul berita, sehingga terlihat jauh berbeda dengan berita lainnya. • Penekanan juga dilakukan melalui perulangan ukuran, serta kontras antara tekstur, nada warna, garis, ruang, bentuk atau motif.
  • 11.
    Kesatuan (Unity) Kesatuan dalamdesain grafis berarti kohesi, konsistensi, keutuhan, dan keselarasan semua unsur desain. Dengan memperhatikan prinsip kesatuan, karya yang kita buat bisa lebih padu dan menghasilkan tema yang kuat. Contohnya, saat memilih tone warna pada desain, kamu bisa menggunakan color palette supaya nggak ada warna yang saling bertabrakan. Selain itu, kamu juga bisa menggunakan jenis font yang sama atau setipe jika desain kamu banyak mengandung teks.