Modul ke:
Fakultas
Program Studi
Modul ke:
Fakultas
Program Studi
Pengantar Ekonomi Mikro
Introduction to Micro Economics
STUKTUR PASAR MONOPOLI
H. Lathif Hakim, Lsq. MSc. ME.
12
Fakultas
Ekonomi &
Bisnis
Manajemen
Pembuka Daftar Pustaka Akhiri Presentasi
< >
MENU AKHIRI
← →
MENU AKHIRI
TUJUAN UMUM DAN KHUSUS
A- Tujuan Materi Kuliah:
– Setelah mahasiswa/i memiliki dan memahami konsep - konsep struktur
pasar monopoli, maka mahasiswa/i dapat memahami pentingnya pasar,
sehingga bisa mengelola sistem monopoli pasar yang berdampak pada
keuntungan perusahaan dan kemakmuran rakyat.
B-Tujuan Intruksional Khusus:
• Dengan mempelajari modul ini diharapkan agar mahasiswa/i dapat
memahami konsep pasar struktur monopoli, sehingga mengetahui cara
mengelola pasar monopoli yang menghasilkan keuntungan maksimal.
PEMBAHASAN
• Karakterisitik Pasar Monopoli:
• Pemaksimuman Keuntungan dalam Monopoli:
• Apakah Monopoli mendapat Untung yang Berlebihan:
• Ketiadaan Kurva Penawaran dalam Monopoli:
• Diskriminasi Harga dalam Monopoli:
• Kebijakan Pemerintah dalam Monopoli Alamiah:
• Equilibrium Usaha pada Pasar Monopoli:
• Monopoly Power:
• Social Cost dari Daya Monopoli:
• Monopsoni:
• Analisis Monopoli dengan Pendekatan Matematik:
Pendahuluan
• Pasar monopoli: Suatu bentuk pasar yang semua mekanisme
pasar dikuasai oleh suatu perusahaan tertentu. Yang biasanya
digunakan utk menghasilkan keuntungan yang melebihi
normal.
• Dalam memaksimumkan keuntungan digunakan 2
pendekatan:
– Pendekatan biaya total (TC) dan hasil penjualan total (TR).
– Pendekatan Biaya Marginal (MC) dan hasil penjualan
marginal (MR).
A- Karakteristik Pasar Monopoli:
Faktor
Pembentuk
Monopoli:
1- Satu
Penjual/Produsen
(Single Firm)
2-Perusahaan lain
tdk mungkin
masuk dalam
pasar monopoli:
3- Output yg
dihasilkan tdk
mempunyai
substitusi (Closed
Substitution):
4-Mempengaruhi
Penentuan Harga:
5-Tidak
memerlukan
Iklan:
B. Faktor-Faktor Yang Menimbulkan Monopoli
Faktor Yang
Menimbulkan
Monopoli
1- Memiliki
sumber daya
yang unik
2- Menikmati
Economies of
Scale
3- Karena
disokong UU
B.1. Faktor-Faktor Terbentuknya Monopoli:
1-Hambatan Teknis
(Technical Barriers to Entry)
Perusahaan memiliki pengetahuan
dan kemampuan khusus (special
knowledge).
Tingginya tingkat efisiensi memungkinkan
perusahaan monopoly mempunyai kurva biaya
(MC/AC) menurun. Makin besar skala produksi,
biaya marjinal makin menurun.
Perusahaan memiliki kemampuan kontrol sumber
faktor produksi; baik SDA, SDM, maupun lokasi
produksi.
2- Hambatan Legalitas
(Legal Barriers to Entry)
Undang-Undang dan Hak Khusus:
Hak Paten (Paten Right) atau Hak Cipta:
Contoh: PLN perusahaan monopoli, hanya 1
produsen, Listrik yg dihasilkan tdk mempunyai
substitusi, perusahaan lain tdk boleh masuk adanya
hambatan, hak monopoli PLN berdasarkan UU.
C. Pemaksimuman Keuntungan Dalam
Monopoli
• Dalam pemaksimuman keuntungan dengan
membandingkan 2 cara:
– Pendekatan biaya total (TC) dan hasil penjualan total (TR).
– Pendekatan Biaya Marginal (MC) dan hasil penjualan
marginal (MR).
- Dalam perusahaan monopoli akan dapat memperoleh
harga penjualan yang tinggi apabila produksinya sedikit,
dan harga penjualan semakin rendah apabila
produksinya semakin banyak.
Tabel: Produksi, Harga dan Hasil Penjualan
Produksi Harga Hasil Penjualan
Total
Hasil Penjualan
Marginal
(1) (2) (3) (4)
0 20 0 -
1 18 18 18
2 16 32 14
3 14 42 10
4 12 48 6
5 10 50 2
6 8 48 -2
7 6 42 -6
8 4 32 -10
9 2 18 -14
10 0 0 -18
Harga P = TR
Pemaksimuman Keuntungan dg Pendekatan
(TR-TC)
(dalam ribu rupiah)
Produksi Harga Hasil Penjualan
Total
Biaya Total Keuntungan
(1) (2) (3) (4) (5)
0 20 0 4 -
1 18 18 16 2
2 16 32 26 8
3 14 42 34 8
4 12 48 40 8
5 10 50 46 4
6 8 48 54 -6
7 6 42 64 -22
8 4 32 76 -44
9 2 18 90 -72
10 0 0 106 -106
Menentukan Keuntungan dengan Pendekatan
(MC=MR)
(Dalam Ribu Rupiah)
Jumlah Produksi Hasil Penjualan
Marginal
Biaya Marginal
( MC= TC2-TC1)
Tambahan
Keuntungan
Jumlah
Keuntungan/Kerugi
an
0 - 4 - -4
1 18 16-4 = 12 6 2
2 14 26-16 = 10 4 6
3 10 34-26 = 8 2 8
4 6 40-34 = 6 0 8
5 2 46-40 = 6 -4 4
6 -2 54-46 = 8 -10 -6
7 -6 64-54 = 12 -16 -22
8 -10 76-64 =12 -22 -44
9 14 90-76 =14 -28 -72
10 -18 106-90=16 -34 -106
Kurva Permintaan, Penjualan Total dan
Penjualan Marginal
Hasil Penjualan
(Ribu rupiah)
50
48
40
32
30
20
10
0 5 10
Harga (ribu rupiah)
20
16
12
8
4
0
2 5 8
D- Menentukan Keuntungan Maksimum
(Kurva: Penjualan Total, Biaya Total dan Keuntungan)
Hasil penjualan (ribu rupiah)
50
40
30
20
10
0 2 4 5 6 8 10
TR
TC
Keuntungan
Maksimum
A
C
B
D
Kurva: Hasil Penjualan Marginal, Biaya Marginal dan
Keuntungan Maksimum
P
C
0
Q
MC
AC
D = AR
MR
A
B
Harga
Jumlah Barang
Keuntungan dalam Monopoli
(i) Untung Normal Hasil Penjualan (ii) Rugi
P
0 Qo 0 Q1 Q
Do
Do = AR
MRo
E
MCo
ACo
P1
C
MC1
AC
D1
D1 = AR
MR1
A
B
Bi
a
ya
Monopoli dan Kurva Penawaran
Do MC
Po
D1
P1
Do
D1
MR1
MRo
Harga
Jumlah barang
0 Q
E- Monopoli dan Diskriminasi Harga
Pd
M
C
0
Qd
MRd
Dd
B
A Pw
M
C
0 Qw
MRw
Dw
B
N
MC A
M
D =
(i) Pasaran dalam negeri (ii) Pasaran Luar Negeri (iii) Biaya Produksi
F- Syarat-Syarat Diskriminasi Harga
1- Barang tdk dapat dipindah dari satu pasar ke pasar
lain
2- Dimungkinkan Diskriminasi Harga
3- Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di
masing-masing pasar haruslah sangat berbeda.
4- Kebijakan diskriminasi harga tdk memerlukan biaya
yg melebihi tambahan keuntungan dari kebijakan
tsbt.
5-Produsen dapat mengeksploitir beberapa sikap
tidak rasional konsumen.
Contoh-Contoh Kebijakan Diskriminasi Harga
Kurva Kebijakan Pemerintah dalam Mengatur Monopoli
Alamiah
Harga
0 Qo Qx Qm Q2 Jumlah Barang
MR
D
D
MC
AC
Eo
E1
E2
Po
Pm
Co
C1
G. Keseimbangan Perusahaan dalan Jangka
Pendek (Equilibrium Monopoly Market in Short
Time)
• Pasar monopoli akan mendapatkan laba maksimal jika MR = MC.
• Pada Gambar 10.B. Menjelaskan bhw laba maksimum tercapai pada
output Q*, dimana MR = MC, besaran laba seluas bidang AP*BC.
• Jika output lebih kecil dari Q*, misal pada Q1, laba perusahaan belum
maksimum sebab MR > MC.
• Sebaliknya jika output lebih besar dari Q*, misalnya; Q2, laba akan
berkurang karena MR < MC.
• Perusahaan mnopoli juga bisa mengalami kerugian, namun kerugiannya
bisa diminimalisir, yaitu pada tingkat output dimana MR = MC.
Gambar 10.B. Keseimbangan Perusahaan
Monopoli dalam Jangka Pendek
MC
AC
P*
A
B
C
MR D
Rp
0 Q1 Q* Q2
MR = MC
MR > MC MR < MC
Gambar 10.C. Monopolis Yang Mengalami Kerugian
A
P*
Harga
B
C
MC AC
MR D
0 Q* Kuatitas
Tingkat outputnya
adalah; Q*, harga
P*, TR = OP*CQ,
sedangkan TC =
OABQ*, sehingga
kerugian adalah:
bidang P*ABC
(kerugian yg
minimum)
H. Keseimbangan Perusahaan Monopoli dalam Jangka
Panjang
(Equilibrium Monopoly Market in Long Time)
• Dalam jangka panjang perusahaan monopoli tdk ada masalah selagi dalam
jangka pendek memperoleh laba maksimum.
• Bagi perusahaan monopoli baik dalam jangka pendek maupun jangka
panjang akan menikmati laba supernormal krn tdk ada pesaing.
• Dalam jangpang perusahaan mnopoli akan kehilangan laba supernya jika
ia tdk mampu mempertahankan daya monopolinya, hal itu dsbbkan krn ia
melalaikan risert dan pengembangan shgg tdk mampu memanfaatkan
teknologi produksi yg lebih efesien.
• Misal; perusahaan-perusahaan jam tangan produks Swiss kehilangan daya
monopolinya krn tdk mau memanfaatkan teknologi digital, shgg pasar
dikuasai perusahaan-perusahaan Jam di Jepang.
Gambar: 10.C. Langkah-Langkah Alternatif Bila
Perusahaan Mengalami Kerugian:
A
P*
Harga
B
C
MC AC
MR D
0 Q* Kuatitas
Gambar: disamping
Perusahaan mengalami
kerugian dlm jangka
pendek, akan ttp Biaya
Rata-Rata Vareabel
masih diatas harga
shgg perusahaan masih
beroperasi. Jika ingin
eksis maka hrs
memaksimalkan laba.
AVC
Kerugian Jangka
Pendek (a) Kondisi awal perusa
Haan monopolis
(b) Perbaikan Efisiensi yang Menurunkan Biaya
P*
Laba Super Normal
MC AC1
AC2
0 Q* Kuantitas
MR D
Karena Perusahaan
mengalami kerugian,
maka ia hrs
meminimalkan
costnya, sehingga
tatkala harga lebih
tinggi dari cost
maka perusahaan
sdh menikmati
keuntungan.
Harga
(c) Pemasangan Iklan Utk Meningkatkan
Permintaan
Laba Super Normal
MC
AC
MR1 MR2
D1 D2
Setelah pemasangan Iklan
D awal
0 Q* Kuantitas
Harga
P*
I. Daya Monopoli (Monopoly Power)
• Dalam kenyataan jarang sekali pasar tanpa persaingan, akan tetapi
umumnya dalam sebuah pasar terdapat beberapa perusahaan yg
mendominasi pasar (oligopoli).
• Pengertian pasar beda dg pemahaman org awam bhw memonopoli berarti
kebebasan perusahaan utk mengeruk keuntungan yg sebesar-besarnya.
• Daya monopoli adalah: kemampuan perusahaan utk melakukan
eksploitasi pasar dlm rangka mencapai laba maksimum dg cara mengatur
harga dan jumlah output.
• Lerner: mengukur kemampuan perusahaan berdasarkan permintaan yg
dihadapi perusahaan dg menghitung angka indeks, yg dikenal dg indeks
lerner.
L = (P - MC) L = Indeks Lerner. MC = Biaya Marjinal.
P P = Harga Output.
• Daya monopoli makin besar jika nilai L makin besar. Indeks Lerner mempunyai
nilai antara 0 dan 1. Dalam pasar persaingan sempurna daya monopoli adalah
nol (L=0), karena keseimbangan harga sama dengan biaya marjinal (P = MC).
Besarnya nilai indeks Lerner dipengaruhi oleh beberapa faktor: Besarnya nilai
Indeks Lerner dipengaruhi oleh beberapa faktor:
– Elastisitas Harga Permintaan (Elastisitas Harga)
• Dalam pasar persaingan sempurna, elastisitas permintaan tak terhingga.
Laba maksimum tercapai bila P = MC. Karena dalam pasar persaingan
sempurna nilai L = 0. Perusahaan tdk memiliki daya monopoli (price
taker). Makin inelastis permintaan, makin besar nilai L atau daya
monopoli.
– Jumlah Perusahaan dalam pasar:
• Makin sedikit jumlah perusahaan, daya monopoli makin besar.
Permintaan elastis sempurna, shgg nilai L sama dengan nol.
– Interaksi antar perusahaan:
• Makin solid interaksi perusahaan, makin besar daya monopoli. Maka
struktur pasar oligopoli adalah bentuk pasar yang memungkinkan utk
monopoli.
J. Biaya Sosial Monopoli
(Social Cost of Monopoly)
Biaya Sosial
Monopoli
1-
Hilang/berkurangny
a Kesejahteraan
Konsumen:
2-Menimbulkan
Eksploitasi thdp
Konsumen:
3- Memburuknya
Kondisi
Makroekonomi
Nasional:
4- Memburuknya
Kondisi
Perekonomian
Internasional:
K. Monopsoni:
• Monopsoni: Suatu pasar yang di dalamnya terdapat satu pembeli.
• Oligopsoni: Pasar yg hanya mempunyai sedikit pembeli.
• Kekuatan Monopsoni: Kemampuan pembeli utk mempengaruhi harga
suatu barang dg harga yg lebih murah.
• Kekuatan monopsoni bergantung pd elastisitas penawaran, apabila
penawaran elastis, maka pengeluaran marginal dan pengeluaran rata-rata
tdk jauh berbeda. Shgg harga akan mendekati harga yg berlaku dalam
pasar kompetitif.
• Jika tdk elastis, maka pengeluaran marginal dan pengeluaran rata-rata
akan berjauhan, shgg harga menjauhi harga yg berlaku dlm pasar
kompetitif.
Gambar 10.16: Kekuatan Monopsoni: Penawaran
Elastis Vs Penawaran Tidak Elastis
ME
S = AE
P*
MV - P*
0 Q* Jumlah
ME
S = AE
0 Q* Jumlah
P*
MV-P*
K.1. Sumber Kekuatan Monopsoni
•Pelaku monopsoni
diuntungkan, krn
menghadapi kurva
penawaran menurun,
ME>AE.
•Makin kurang elastis kurva
penawrannya makin besar
perbedaan antara ME & AE.
1-Elastisitas
Penawaran Pasar:
• Kekuatan
monopsoni muncul
jika pembelinya
terbatas.
2-Jumlah
Pembeli: • Jika para pembeli
bersaing sengit, mrk
akan menawarkan
harga yg mendekati
nilai marjinal.
3-Interaksi
diantara Pembeli:
L. Pendekatan Matematik
• Sebuah perusahaan monopoli menghadapi permintaan: Q =
20-2P, dimana Q adalah: jumlah barang yg diminta (unit),
Monopolis memiliki biaya rata-rata konstan 4 per unit.
– Derivasikan persamaan-persamaan AR, MR dan MC:
– Berapa jumlah output yg harus diproduksi dan harga jual
per unit utk mencapai laba maksimum?. Hitung besarnya
laba maksimum!.
– Berapa selisih harga dan output yg duhasilkan perusahaan
dibandingkan dg harga dan output bila perusahaan
beroperasi pd pasar persaingan sempurna?.
Jawab:
a). Kurva penerimaan rata-rata perusahaan: sama dengan kurva permintaan
perusahaan (AR = D).
Kurva penerimaan marginal (MR):
TR = P (Q)Q = 10 – ½ Q) Q = 10Q – ½ Q²
MR = ∂TR = 10 – Q
∂Q
Biaya Marginal (MC)= Jika AC = 4, maka TC = (AC).Q = 4Q
Dg demikian, MC = ∂TC = 4
∂Q
b). Laba maksimum tercapai bila MR = MC
10-Q = 4
Q* = 6, jumlah output = 6 unit.
Jika jumlah output = 6, maka: 6 = 20 -2P P = 7
harga jual adalah: 7 per unit.
Besarnya laba maksimum = Q (P-AC) = 6 (7-4)= 18
c). Jika perusahaan beroperasi dlm pasar persaingan sempurna, laba
maksimum tercapai bila D =AR=MC, atau:
10 - ½ Q = 4
½ Q = 6
Q = 12 unit
Jika Q = 12, maka 12 = 20-2P
2P = 8
P = 4
Jika perusahaan beroperasi dalam pasar persaingan sempurna:
- Output yg dihasilkan adalah 12 unit atau 2 kali jumlah yg dihasilkan bila
perusahaan beroperasi dlm pasar monopoli.
- Harga jual per unit jika perusahaan beroperasi dalam persaingan
sempurna (4/unit), jauh lebih murah (75 % lebih murah) dibandingkan dg
perusahaan dalam pasar monopoli (7/unit).
Daftar Pustaka
< MENU AKHIRI
← MENU AKHIRI
1-Michael Parkin, “Economics”, Global Edition, Ninth Edition, 2010.
2-Dornsbusch, etl..., “Makroekonomi”, Media global, 2010.
3.Sukirno, Sadono, “Pengantar Teori Mikro Ekonomi”, edisi 3, PT. Raja
Grafindo Persada, Jakarta, 2003.
4-Rahardja, Prathama dan Manurung, Mandala, “Teori Ekonomi Mikro; Suatu
Pengantar”, Salemba, Jakarta, 2006.
5-Robert S. Pindick, “Mikro Ekonomi”, PT. Indeks. Jakarta. 2009.
6-Mankiw, G., “Principle of Economic”, Edisi Terbaru, Jakarta, 2009.
7-Paul A. Samuelson, & William D. Nordhous, “Economics”, edisi terbaru.
8-Richard G. Lipsey, Peter, O. Steiner, “Economics”, Edisi terbaru.
9-Nur Rianto, Euis Amalia, “Teori Ekonomi Mikro”, Prenada Media Group,
Jakarta, 2010.
10-Choudhory, Masudul Alam, “Contributions to Islamic Economic Theory: A
Study Social Economic’, St. Martin Press, New York, (MAC).
Terima Kasih
Dr. H. Lathif Hakim, LSQ. ME.
Terima Kasih

Struktur Pasar Monopoli

  • 1.
    Modul ke: Fakultas Program Studi Modulke: Fakultas Program Studi Pengantar Ekonomi Mikro Introduction to Micro Economics STUKTUR PASAR MONOPOLI H. Lathif Hakim, Lsq. MSc. ME. 12 Fakultas Ekonomi & Bisnis Manajemen Pembuka Daftar Pustaka Akhiri Presentasi
  • 2.
    < > MENU AKHIRI ←→ MENU AKHIRI
  • 3.
    TUJUAN UMUM DANKHUSUS A- Tujuan Materi Kuliah: – Setelah mahasiswa/i memiliki dan memahami konsep - konsep struktur pasar monopoli, maka mahasiswa/i dapat memahami pentingnya pasar, sehingga bisa mengelola sistem monopoli pasar yang berdampak pada keuntungan perusahaan dan kemakmuran rakyat. B-Tujuan Intruksional Khusus: • Dengan mempelajari modul ini diharapkan agar mahasiswa/i dapat memahami konsep pasar struktur monopoli, sehingga mengetahui cara mengelola pasar monopoli yang menghasilkan keuntungan maksimal.
  • 5.
    PEMBAHASAN • Karakterisitik PasarMonopoli: • Pemaksimuman Keuntungan dalam Monopoli: • Apakah Monopoli mendapat Untung yang Berlebihan: • Ketiadaan Kurva Penawaran dalam Monopoli: • Diskriminasi Harga dalam Monopoli: • Kebijakan Pemerintah dalam Monopoli Alamiah: • Equilibrium Usaha pada Pasar Monopoli: • Monopoly Power: • Social Cost dari Daya Monopoli: • Monopsoni: • Analisis Monopoli dengan Pendekatan Matematik:
  • 6.
    Pendahuluan • Pasar monopoli:Suatu bentuk pasar yang semua mekanisme pasar dikuasai oleh suatu perusahaan tertentu. Yang biasanya digunakan utk menghasilkan keuntungan yang melebihi normal. • Dalam memaksimumkan keuntungan digunakan 2 pendekatan: – Pendekatan biaya total (TC) dan hasil penjualan total (TR). – Pendekatan Biaya Marginal (MC) dan hasil penjualan marginal (MR).
  • 8.
    A- Karakteristik PasarMonopoli: Faktor Pembentuk Monopoli: 1- Satu Penjual/Produsen (Single Firm) 2-Perusahaan lain tdk mungkin masuk dalam pasar monopoli: 3- Output yg dihasilkan tdk mempunyai substitusi (Closed Substitution): 4-Mempengaruhi Penentuan Harga: 5-Tidak memerlukan Iklan:
  • 10.
    B. Faktor-Faktor YangMenimbulkan Monopoli Faktor Yang Menimbulkan Monopoli 1- Memiliki sumber daya yang unik 2- Menikmati Economies of Scale 3- Karena disokong UU
  • 11.
    B.1. Faktor-Faktor TerbentuknyaMonopoli: 1-Hambatan Teknis (Technical Barriers to Entry) Perusahaan memiliki pengetahuan dan kemampuan khusus (special knowledge). Tingginya tingkat efisiensi memungkinkan perusahaan monopoly mempunyai kurva biaya (MC/AC) menurun. Makin besar skala produksi, biaya marjinal makin menurun. Perusahaan memiliki kemampuan kontrol sumber faktor produksi; baik SDA, SDM, maupun lokasi produksi. 2- Hambatan Legalitas (Legal Barriers to Entry) Undang-Undang dan Hak Khusus: Hak Paten (Paten Right) atau Hak Cipta: Contoh: PLN perusahaan monopoli, hanya 1 produsen, Listrik yg dihasilkan tdk mempunyai substitusi, perusahaan lain tdk boleh masuk adanya hambatan, hak monopoli PLN berdasarkan UU.
  • 12.
    C. Pemaksimuman KeuntunganDalam Monopoli • Dalam pemaksimuman keuntungan dengan membandingkan 2 cara: – Pendekatan biaya total (TC) dan hasil penjualan total (TR). – Pendekatan Biaya Marginal (MC) dan hasil penjualan marginal (MR). - Dalam perusahaan monopoli akan dapat memperoleh harga penjualan yang tinggi apabila produksinya sedikit, dan harga penjualan semakin rendah apabila produksinya semakin banyak.
  • 13.
    Tabel: Produksi, Hargadan Hasil Penjualan Produksi Harga Hasil Penjualan Total Hasil Penjualan Marginal (1) (2) (3) (4) 0 20 0 - 1 18 18 18 2 16 32 14 3 14 42 10 4 12 48 6 5 10 50 2 6 8 48 -2 7 6 42 -6 8 4 32 -10 9 2 18 -14 10 0 0 -18 Harga P = TR
  • 14.
    Pemaksimuman Keuntungan dgPendekatan (TR-TC) (dalam ribu rupiah) Produksi Harga Hasil Penjualan Total Biaya Total Keuntungan (1) (2) (3) (4) (5) 0 20 0 4 - 1 18 18 16 2 2 16 32 26 8 3 14 42 34 8 4 12 48 40 8 5 10 50 46 4 6 8 48 54 -6 7 6 42 64 -22 8 4 32 76 -44 9 2 18 90 -72 10 0 0 106 -106
  • 15.
    Menentukan Keuntungan denganPendekatan (MC=MR) (Dalam Ribu Rupiah) Jumlah Produksi Hasil Penjualan Marginal Biaya Marginal ( MC= TC2-TC1) Tambahan Keuntungan Jumlah Keuntungan/Kerugi an 0 - 4 - -4 1 18 16-4 = 12 6 2 2 14 26-16 = 10 4 6 3 10 34-26 = 8 2 8 4 6 40-34 = 6 0 8 5 2 46-40 = 6 -4 4 6 -2 54-46 = 8 -10 -6 7 -6 64-54 = 12 -16 -22 8 -10 76-64 =12 -22 -44 9 14 90-76 =14 -28 -72 10 -18 106-90=16 -34 -106
  • 17.
    Kurva Permintaan, PenjualanTotal dan Penjualan Marginal Hasil Penjualan (Ribu rupiah) 50 48 40 32 30 20 10 0 5 10 Harga (ribu rupiah) 20 16 12 8 4 0 2 5 8
  • 18.
    D- Menentukan KeuntunganMaksimum (Kurva: Penjualan Total, Biaya Total dan Keuntungan) Hasil penjualan (ribu rupiah) 50 40 30 20 10 0 2 4 5 6 8 10 TR TC Keuntungan Maksimum A C B D
  • 19.
    Kurva: Hasil PenjualanMarginal, Biaya Marginal dan Keuntungan Maksimum P C 0 Q MC AC D = AR MR A B Harga Jumlah Barang
  • 20.
    Keuntungan dalam Monopoli (i)Untung Normal Hasil Penjualan (ii) Rugi P 0 Qo 0 Q1 Q Do Do = AR MRo E MCo ACo P1 C MC1 AC D1 D1 = AR MR1 A B Bi a ya
  • 21.
    Monopoli dan KurvaPenawaran Do MC Po D1 P1 Do D1 MR1 MRo Harga Jumlah barang 0 Q
  • 22.
    E- Monopoli danDiskriminasi Harga Pd M C 0 Qd MRd Dd B A Pw M C 0 Qw MRw Dw B N MC A M D = (i) Pasaran dalam negeri (ii) Pasaran Luar Negeri (iii) Biaya Produksi
  • 23.
    F- Syarat-Syarat DiskriminasiHarga 1- Barang tdk dapat dipindah dari satu pasar ke pasar lain 2- Dimungkinkan Diskriminasi Harga 3- Sifat permintaan dan elastisitas permintaan di masing-masing pasar haruslah sangat berbeda. 4- Kebijakan diskriminasi harga tdk memerlukan biaya yg melebihi tambahan keuntungan dari kebijakan tsbt. 5-Produsen dapat mengeksploitir beberapa sikap tidak rasional konsumen.
  • 24.
  • 26.
    Kurva Kebijakan Pemerintahdalam Mengatur Monopoli Alamiah Harga 0 Qo Qx Qm Q2 Jumlah Barang MR D D MC AC Eo E1 E2 Po Pm Co C1
  • 27.
    G. Keseimbangan Perusahaandalan Jangka Pendek (Equilibrium Monopoly Market in Short Time) • Pasar monopoli akan mendapatkan laba maksimal jika MR = MC. • Pada Gambar 10.B. Menjelaskan bhw laba maksimum tercapai pada output Q*, dimana MR = MC, besaran laba seluas bidang AP*BC. • Jika output lebih kecil dari Q*, misal pada Q1, laba perusahaan belum maksimum sebab MR > MC. • Sebaliknya jika output lebih besar dari Q*, misalnya; Q2, laba akan berkurang karena MR < MC. • Perusahaan mnopoli juga bisa mengalami kerugian, namun kerugiannya bisa diminimalisir, yaitu pada tingkat output dimana MR = MC.
  • 28.
    Gambar 10.B. KeseimbanganPerusahaan Monopoli dalam Jangka Pendek MC AC P* A B C MR D Rp 0 Q1 Q* Q2 MR = MC MR > MC MR < MC
  • 29.
    Gambar 10.C. MonopolisYang Mengalami Kerugian A P* Harga B C MC AC MR D 0 Q* Kuatitas Tingkat outputnya adalah; Q*, harga P*, TR = OP*CQ, sedangkan TC = OABQ*, sehingga kerugian adalah: bidang P*ABC (kerugian yg minimum)
  • 30.
    H. Keseimbangan PerusahaanMonopoli dalam Jangka Panjang (Equilibrium Monopoly Market in Long Time) • Dalam jangka panjang perusahaan monopoli tdk ada masalah selagi dalam jangka pendek memperoleh laba maksimum. • Bagi perusahaan monopoli baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang akan menikmati laba supernormal krn tdk ada pesaing. • Dalam jangpang perusahaan mnopoli akan kehilangan laba supernya jika ia tdk mampu mempertahankan daya monopolinya, hal itu dsbbkan krn ia melalaikan risert dan pengembangan shgg tdk mampu memanfaatkan teknologi produksi yg lebih efesien. • Misal; perusahaan-perusahaan jam tangan produks Swiss kehilangan daya monopolinya krn tdk mau memanfaatkan teknologi digital, shgg pasar dikuasai perusahaan-perusahaan Jam di Jepang.
  • 31.
    Gambar: 10.C. Langkah-LangkahAlternatif Bila Perusahaan Mengalami Kerugian: A P* Harga B C MC AC MR D 0 Q* Kuatitas Gambar: disamping Perusahaan mengalami kerugian dlm jangka pendek, akan ttp Biaya Rata-Rata Vareabel masih diatas harga shgg perusahaan masih beroperasi. Jika ingin eksis maka hrs memaksimalkan laba. AVC Kerugian Jangka Pendek (a) Kondisi awal perusa Haan monopolis
  • 32.
    (b) Perbaikan Efisiensiyang Menurunkan Biaya P* Laba Super Normal MC AC1 AC2 0 Q* Kuantitas MR D Karena Perusahaan mengalami kerugian, maka ia hrs meminimalkan costnya, sehingga tatkala harga lebih tinggi dari cost maka perusahaan sdh menikmati keuntungan. Harga
  • 33.
    (c) Pemasangan IklanUtk Meningkatkan Permintaan Laba Super Normal MC AC MR1 MR2 D1 D2 Setelah pemasangan Iklan D awal 0 Q* Kuantitas Harga P*
  • 34.
    I. Daya Monopoli(Monopoly Power) • Dalam kenyataan jarang sekali pasar tanpa persaingan, akan tetapi umumnya dalam sebuah pasar terdapat beberapa perusahaan yg mendominasi pasar (oligopoli). • Pengertian pasar beda dg pemahaman org awam bhw memonopoli berarti kebebasan perusahaan utk mengeruk keuntungan yg sebesar-besarnya. • Daya monopoli adalah: kemampuan perusahaan utk melakukan eksploitasi pasar dlm rangka mencapai laba maksimum dg cara mengatur harga dan jumlah output. • Lerner: mengukur kemampuan perusahaan berdasarkan permintaan yg dihadapi perusahaan dg menghitung angka indeks, yg dikenal dg indeks lerner. L = (P - MC) L = Indeks Lerner. MC = Biaya Marjinal. P P = Harga Output.
  • 35.
    • Daya monopolimakin besar jika nilai L makin besar. Indeks Lerner mempunyai nilai antara 0 dan 1. Dalam pasar persaingan sempurna daya monopoli adalah nol (L=0), karena keseimbangan harga sama dengan biaya marjinal (P = MC). Besarnya nilai indeks Lerner dipengaruhi oleh beberapa faktor: Besarnya nilai Indeks Lerner dipengaruhi oleh beberapa faktor: – Elastisitas Harga Permintaan (Elastisitas Harga) • Dalam pasar persaingan sempurna, elastisitas permintaan tak terhingga. Laba maksimum tercapai bila P = MC. Karena dalam pasar persaingan sempurna nilai L = 0. Perusahaan tdk memiliki daya monopoli (price taker). Makin inelastis permintaan, makin besar nilai L atau daya monopoli. – Jumlah Perusahaan dalam pasar: • Makin sedikit jumlah perusahaan, daya monopoli makin besar. Permintaan elastis sempurna, shgg nilai L sama dengan nol. – Interaksi antar perusahaan: • Makin solid interaksi perusahaan, makin besar daya monopoli. Maka struktur pasar oligopoli adalah bentuk pasar yang memungkinkan utk monopoli.
  • 36.
    J. Biaya SosialMonopoli (Social Cost of Monopoly) Biaya Sosial Monopoli 1- Hilang/berkurangny a Kesejahteraan Konsumen: 2-Menimbulkan Eksploitasi thdp Konsumen: 3- Memburuknya Kondisi Makroekonomi Nasional: 4- Memburuknya Kondisi Perekonomian Internasional:
  • 38.
    K. Monopsoni: • Monopsoni:Suatu pasar yang di dalamnya terdapat satu pembeli. • Oligopsoni: Pasar yg hanya mempunyai sedikit pembeli. • Kekuatan Monopsoni: Kemampuan pembeli utk mempengaruhi harga suatu barang dg harga yg lebih murah. • Kekuatan monopsoni bergantung pd elastisitas penawaran, apabila penawaran elastis, maka pengeluaran marginal dan pengeluaran rata-rata tdk jauh berbeda. Shgg harga akan mendekati harga yg berlaku dalam pasar kompetitif. • Jika tdk elastis, maka pengeluaran marginal dan pengeluaran rata-rata akan berjauhan, shgg harga menjauhi harga yg berlaku dlm pasar kompetitif.
  • 39.
    Gambar 10.16: KekuatanMonopsoni: Penawaran Elastis Vs Penawaran Tidak Elastis ME S = AE P* MV - P* 0 Q* Jumlah ME S = AE 0 Q* Jumlah P* MV-P*
  • 40.
    K.1. Sumber KekuatanMonopsoni •Pelaku monopsoni diuntungkan, krn menghadapi kurva penawaran menurun, ME>AE. •Makin kurang elastis kurva penawrannya makin besar perbedaan antara ME & AE. 1-Elastisitas Penawaran Pasar: • Kekuatan monopsoni muncul jika pembelinya terbatas. 2-Jumlah Pembeli: • Jika para pembeli bersaing sengit, mrk akan menawarkan harga yg mendekati nilai marjinal. 3-Interaksi diantara Pembeli:
  • 41.
    L. Pendekatan Matematik •Sebuah perusahaan monopoli menghadapi permintaan: Q = 20-2P, dimana Q adalah: jumlah barang yg diminta (unit), Monopolis memiliki biaya rata-rata konstan 4 per unit. – Derivasikan persamaan-persamaan AR, MR dan MC: – Berapa jumlah output yg harus diproduksi dan harga jual per unit utk mencapai laba maksimum?. Hitung besarnya laba maksimum!. – Berapa selisih harga dan output yg duhasilkan perusahaan dibandingkan dg harga dan output bila perusahaan beroperasi pd pasar persaingan sempurna?.
  • 42.
    Jawab: a). Kurva penerimaanrata-rata perusahaan: sama dengan kurva permintaan perusahaan (AR = D). Kurva penerimaan marginal (MR): TR = P (Q)Q = 10 – ½ Q) Q = 10Q – ½ Q² MR = ∂TR = 10 – Q ∂Q Biaya Marginal (MC)= Jika AC = 4, maka TC = (AC).Q = 4Q Dg demikian, MC = ∂TC = 4 ∂Q b). Laba maksimum tercapai bila MR = MC 10-Q = 4 Q* = 6, jumlah output = 6 unit. Jika jumlah output = 6, maka: 6 = 20 -2P P = 7 harga jual adalah: 7 per unit. Besarnya laba maksimum = Q (P-AC) = 6 (7-4)= 18
  • 43.
    c). Jika perusahaanberoperasi dlm pasar persaingan sempurna, laba maksimum tercapai bila D =AR=MC, atau: 10 - ½ Q = 4 ½ Q = 6 Q = 12 unit Jika Q = 12, maka 12 = 20-2P 2P = 8 P = 4 Jika perusahaan beroperasi dalam pasar persaingan sempurna: - Output yg dihasilkan adalah 12 unit atau 2 kali jumlah yg dihasilkan bila perusahaan beroperasi dlm pasar monopoli. - Harga jual per unit jika perusahaan beroperasi dalam persaingan sempurna (4/unit), jauh lebih murah (75 % lebih murah) dibandingkan dg perusahaan dalam pasar monopoli (7/unit).
  • 46.
    Daftar Pustaka < MENUAKHIRI ← MENU AKHIRI 1-Michael Parkin, “Economics”, Global Edition, Ninth Edition, 2010. 2-Dornsbusch, etl..., “Makroekonomi”, Media global, 2010. 3.Sukirno, Sadono, “Pengantar Teori Mikro Ekonomi”, edisi 3, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2003. 4-Rahardja, Prathama dan Manurung, Mandala, “Teori Ekonomi Mikro; Suatu Pengantar”, Salemba, Jakarta, 2006. 5-Robert S. Pindick, “Mikro Ekonomi”, PT. Indeks. Jakarta. 2009. 6-Mankiw, G., “Principle of Economic”, Edisi Terbaru, Jakarta, 2009. 7-Paul A. Samuelson, & William D. Nordhous, “Economics”, edisi terbaru. 8-Richard G. Lipsey, Peter, O. Steiner, “Economics”, Edisi terbaru. 9-Nur Rianto, Euis Amalia, “Teori Ekonomi Mikro”, Prenada Media Group, Jakarta, 2010. 10-Choudhory, Masudul Alam, “Contributions to Islamic Economic Theory: A Study Social Economic’, St. Martin Press, New York, (MAC).
  • 47.
    Terima Kasih Dr. H.Lathif Hakim, LSQ. ME.
  • 48.